cover
Contact Name
Mukhamad Irfan
Contact Email
semnasplp.wg@ugm.ac.id
Phone
+6281802668223
Journal Mail Official
semnasplp.wg@ugm.ac.id
Editorial Address
Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Indonesian Journal of Laboratory
ISSN : 26554887     EISSN : 26551624     DOI : 10.22146/ijl.v3i1
Jurnal ini bersifat open acces, bertujuan untuk membantu pengembangan profesi bagi Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia. Adapun ruang lingkupnya meliputi: 1. Bidang Agrokompleks dan Biologi, meliputi berbagai bidang disiplin ilmu, seperti kedokteran hewan, kehutanan, pertanian, peternakan, teknologi pertanian dan biologi 2. Bidang Kesehatan, meliputi bidang disiplin ilmu farmasi, keperawatan, kedokteran dan kedokteran gigi 3. Bidang Sains (MIPA), meliputi bidang disiplin ilmu matematika dan ilmu pengetahuan alam dan geografi, 4. Bidang Teknik, meliputi bidang disiplin ilmu arsitektur, komputer, teknologi informasi, elektro, kimia, industri, nuklir, permesinan, dan geodesi
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 175 Documents
Pengolahan Limbah Praktikum Menggunakan Alat Penyulingan Sebagai Bahan Pengujian Kelarutan Aspal dengan Tetra Chore Ethelyn (TCE) Mulyono, Sukamto Hadi
Indonesian Journal of Laboratory Vol 6 No Edisi Khusus 2023
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v0i3.89312

Abstract

Sampah adalah bahan yang dihasilkan dari suatu kegiatan atau proses yang tidak dapat digunakan lagi dan dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat apabila tidak dikelola dengan baik. Limbah yang dihasilkan di Lab, dari kegiatan praktikum, penelitian mahasiswa dan dosen berupa limbah cair dan limbah padat.Tujuan Penelitian ini untuk mencari bahan baku alternative kebutuhan Supplies Praktikum Bahan Perkerasan, dan sebagi sarana untuk mengembangan penelitian PLP, limbah cair tersebut berasal dari uji kelarutan aspal terhadap Tetra Chore Ethelyn (TCE) dan limbah uji ekstraksi pelarutnya adalah Pertamax. Limbah ini berpotensi untuk dimanfaatkan kembali yaitu dengan cara pemurnian kembali dengan proses penyulingan menggunakan alat yang dirancang khusus.Berdasarkan hasil pengujian diketahui bahwa limbah hasil kegiatan praktikum dan penelitian masih layak untuk digunakan atau digunakan kembali dengan menunjukkan nilai kelarutan yang tidak terlalu dominan yaitu hanya memiliki selisih sebesar 0,01% yaitu kelarutan aspal dalam TCE limbah sebesar 99,63% sedangkan TCE murni memiliki nilai kelarutan sebesar 99,64%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa limbah ini masih dapat digunakan untuk kegiatan praktikum dan penelitian selanjutnya tanpa harus menggunakan TCE yang baru.
Evaluasi Sensoris Kukis Tepung Mocaf dengan Substitusi Puree Labu Kuning (Cucurbita moschata) Rohmatningsih, Rini Nuraini; Ahmadi, Tyasto Prima
Indonesian Journal of Laboratory Vol 6 No 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i3.89318

Abstract

Salah satu upaya untuk menggantikan terigu adalah diversifikasi olahan pangan dengan tepung mocaf. Produk kukis berbahan dasar tepung mocaf dengan penambahan puree labu kuning menghasilkan flavour khas yang dapat mempengaruhi tingkat kesukaan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variasi konsentrasi kukis mocaf puree labu kuning terhadap parameter rasa, kemudahan digigit, kemudahan dikunyah dan overall. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan yaitu perlakuan A (mocaf 85% dan puree labu kuning 15%), perlakuan B (mocaf 70% dan puree labu kuning 30%), dan perlakuan C (mocaf 50% dan puree labu kuning 50%). Parameter yang diamati meliputi rasa, kemudahan digigit dan dikunyah, serta overall. Hasil pengujian menunjukkan untuk varian yang dapat diterima oleh panelis dari atribut rasa dan overall didapatkan dari sampel A (mocaf 85 % dan puree labu kuning 15%). Sedangkan perlakuan yang dapat diterima panelis untuk atribut kemudahan digigit dan dikunyah didapatkan dari sampel B (70% mocaf dan 30% puree labu kuning).
Efektifitas Larutan Pengawet pada Sampel Plankton pada Pemeriksaan di Laboratorium Winarsih, Lies; Susanto, Dedi; Duya, Novia
Indonesian Journal of Laboratory Vol 6 No 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i3.89737

Abstract

Biota air dan kualitas air merupakan interaksi yang kuat. Biota air biasanya terdiri dari plankton, bentos dan berbagai jenis ikan. Dalam pengambilan sampel untuk pemeriksaan plankton di laboratorium biasanya dilakukan pengawetan.Dalam beberapa penelitian sebelumnya pengawetan sampel menggunakan (a) Formalin 4%, (b) Formalin 4 % ditambah Gliserin, (c) Formalin 2–5 % ditambah Natrium/Kalsium Karbonat,(d) Formalin 5 % ditambah CuSO4, (e) Lugol 4 %, (f) Lugol dalam Asam Acetat.  Pengambilan sampel plankton dilakukan pada zona permukaan dengan cara mengambil sampel air dengan ember volume 20 liter kemudian disaring dengan menggunakan plankton net. Hal ini dilakukan sebanyak 5 kali sehingga volume yang tersaring  berkisar 100 liter, air yang tertampung dalam botol plankton net dipindahkan ke dalam botol sampel dan diberikan pengawet berturut turut dengan (a) Formalin 5 %,(b) Formalin 4% ditambah Gliserin, (c) Formalin 4 % ditambah Na/K Karbonat, (d ) Formalin 5 % ditambah CuSO4, (e) Lugol 4 %, dan (f) Lugol dalam Asam Asetat. Kondisi faktor abiotik dari air terjun Pengantin tergolong baik dan optimal untuk pertumbuhan organisme perairan yaitu DO sebesar 9 mg/L, suhu sebesar 230C,  pH sebesar 7,05, sebesar 14,27 cm/detik, serta TSS dan TDS sebesar 15,33 mg/l dan 83,33 mg/l, sedangkan dari hasil pemeriksaan BOD,COD didapat hasil 4,52 mg/l dan 27,45 mg/l. Dari masing masing larutan pengawet yang digunakan dalam sampel diperoleh kehadiran plankton yang berbeda untuk pengawet (a) Lugol Asam Asetat diperoleh 21 spesies dengan 401 individu, (b) formalin 4% ditambah Gliserin  diperoleh 18 spesies dengan 403 individu, (c) Lugol 4% diperoleh 13 spesies dengan 190 individu, (d) Formalin 4% dan CaCO3 sebanyak 13 spesies dengan 172 individu, (e) Formalin 5% dan CuSO4 diperoleh  11 spesies dengan 104 individul dan (f) Formalin  4% sebanyak 15 spesies dengan 77 individu .
Pengembangan Kinerja Phantom Nasogastric Tube Menggunakan Sensor Pendeteksi Warna Mulia, Putra; Valencia, Trivini; Alamsyah, Qodry
Indonesian Journal of Laboratory Vol 6 No 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i3.90093

Abstract

Penggunaan phantom pada praktikum pemasangan nasogastric tube (NGT)  bertujuan agar mahasiswa mendapatkan pengalaman simulasi mendekati kondisi klinis di rumah sakit. Namun, kekurangan penggunaan phantom tersebut tidak bisa menunjukkan respon fisiologis dan indikator-indikator yang menandakan selang NGT telah masuk sesuai organ sasaran (lambung). Hal ini menyulitkan mahasiswa untuk memastikan ketepatan tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kinerja phantom NGT setelah ditambahkan sensor. Desain penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) berdasarkan Borg and Gall Steps Scheme. Sensor yang digunakan yaitu sensor pendeteksi warna TCS3200 dengan sistem operasi ardiuno. Sampel penelitian ini adalah 25 orang mahasiswa dan 4 dosen pengampu praktikum NGT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem sensor dapat membantu mahasiswa dan dosen memastikan ketepatan pemasangan selang NGT. Nilai uji coba lapangan didapatkan hasil 90,6 % dengan kualifikasi sangat baik dan tidak perlu revisi. Kesimpulan penelitian bahwa pengembangan phantom NGT menggunakan sensor pendeteksi warna dapat membantu mahasiswa dan dosen pada praktikum NGT di Laboratorium. 
Pengaruh Penggunaan Video Tutorial Merangkai Alat Praktikum Terhadap Pemahaman dan Pengetahuan Mahasiswa pada Praktikum Isolasi dan Sintesis Senyawa Organik Surani, Surani
Indonesian Journal of Laboratory Vol 6 No 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i3.90342

Abstract

Laboratorium kimia organik dan biokimia (LKOB) merupakan bagian dari laboratorium yang ada di Departemen Pendidikan Kimia Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Indonesia. Salah satu praktikum yang ada di LKOB adalah praktikum Isolasi dan Sintesis Senyawa Organik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh diberikannya video tutorial merangkai alat terhadap pemahaman dan pengetahuan mahasiswa . Subyek pada penelitian ini adalah mahasiswa prodi pendidikan kimia sebanyak 39 orang(kelas kontrol) dan prodi kimia 32 orang(kelas eksperimen). Pada penelitain ini instrumen yang digunakan berupa pertanyaan yang harus dijawab oleh mahasiswa dalam bentuk pre-test sebanyak 3 soal dan pos-test 3 soal. Dari data yang dihasilkan untuk kelas kontrol rata – rata nilai pre-test 59,07 dan nilai pos-test 59,62, sedangkan untuk kelas eksperimen rata-rata nilai pretes 62,97 dan nilai postes 72,5 . Berdasarkan hasil uji t  tes dihasilkan data untuk kelas kontrol  nilai –p = 0,954 > 0,025 artinya tidak ada perbedaan antara rata-rata pre-tes dan post-test. Untuk kelas eksperimen niali –p = 0,104 > 0,025 aritnya tidak ada perbedaan yang berarti antara rata-rata pre-test dan post-test , meskipun untuk kelas eksperimen terdapat kenaikan nilai rata-rata dari pre-test 62,97 dan nilai post-test 72,5 (terdapat selisih sebesar 9.53) akan tetapi perbedaannya belum berpengaruh secara berarti terhadap pemahaman dan pengetahuan mahasiswa.
Pembuatan Preparat Awetan Embrio Utuh Burung Puyuh (Cortunix - Cortunix Japonica) Aprira, Aprira; Edward, Edward; Lestari, Dian Fita
Indonesian Journal of Laboratory Vol 6 No 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i3.90730

Abstract

Salah satu materi praktikum Embriologi Pekembangan Hewan adalah kegiatan pengamatan pekembangan embrio hewan kelas Aves. Pada praktikum ini mahasiswa menggunakan salah satu bahan yang berupa preparat awetan yang tersedia di laboratorium. Kegiatan praktikum meliputi pengamatan dari perkembanagn embrio ayam usia 18,24,36, 48,60, 72 dan 96 jam. Sediaan preparat awetan dari spesies aves yang berbeda diperlukan sebagai perbandingan perkembangan embrio. Salah satu spesies aves yang cukup mudah didapatkan sediaan telur dengan waktu perkembangan embrio yang cukup berbeda dibandingkan dengan ayam adalah burung dari jenis cortunix-cortunix japonica atau burung puyuh. Sedian preparat awetan embrio utuh ini sangat penting untuk meningkatkan kelancaran dan peningkatan pengetahuan mahasiswa. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk membuat preparat awetan utuh embrio burung puyuh pada masa inkubasi 24,36,48,60,72,84 dan 96 jam. Sampel yang digunakan adalah telur puyuh fertil  yang diinkubasi pada suhu 380C. Embrio akan dipisahkan dari kuning telur, lalu embrio dibersihkan, di warnai dan dijernihkan dengan menggunakan alkohol bertingkat dan xylol sehingga perkembangan dari masing masing embrio terlihat jelas. Dapat disimpulkan yaitu telur burung puyuh fertil yang diinkubasi dengan masa inkubasi 24,36,48,60,72,84, dan 96 jam, embrionya dapat dipisahkan dan dapat dibuat preparat utuh serta dapat diamati di mikroskop Preparat dari embrio burung puyuh perkembangannya hampir mirip dengan embrio ayam tetapi pada umur inkubasi yang sama embrio burung puyuh telah mengalami tehapan perkembangan yang lebih lanjut dari pada embrio ayam.
Pengaruh Metode Penyimpanan terhadap Penurunan Kadar Air dan Kemampuan Tumbuh Stek Akar Sonokeling (Dalbergia Latifolia) di Laboratorium Silvikultur dan Agroforestry sebagai Bahan Praktikum Jito, Jito Jito
Indonesian Journal of Laboratory Vol 6 No 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i3.91280

Abstract

Keberhasilan suatu kegiatan praktikum pada acara pembudidayaan stek tanaman seperti stek akar sonokeling (Dalbergia latifolia) tidak lepas dari kondisi bahan sebelum dIgunakan, pembudidayaan stek sering mengalami kegagalan yang disebabkan oleh kondisi bahan stek sudah kering sebelum digunakan yaitu terjadinya penyusutan kadar air. Kondisi bahan stek merupakan kunci keberhasilan dalam pembudidayaan suatu stek tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan kadar air dan kemampuan tumbuh pada stek akar sonokeling sebelum digunakan sebagai bahan praktikum. Penelitian ini menggunakan metode penyimpanan secara konvensional dengan menggunakan icebox, karung goni yang dibasahi, kulit pohon pisang dan kontrol selama 15 hari, dengan setiap metode penyimpanan terdiri dari 4 perlakuan sehingga terdapat 16 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan terdiri 20 stek, sehingga di perlukan 260 stek. Hasil dari kombinasi perlakuan menunjukkan penyimpanan bahan stek menggunakan icebox memperoleh rerata pengurangan berat dan kadar air paling kecil yaitu sebesar 0,95 gr dan 2,98%. Waktu penyimpanan bahan stek yang paling efektif yaitu tanpa penyimpanan dan penyimpanan selama 5 hari. Kondisi stek yang masih segar ketika disimpan menunjukkan keberhasilan pertumbuhan tunas yang tinggi.
Pemanfaatan Ekstrak Daun Abelmoschus manihot L. sebagai Flokulan Pengolahan Air Tanah pada Kegiatan Praktikum Kimia Analisis Lingkungan Rohana, Hana
Indonesian Journal of Laboratory Vol 6 No 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i3.91375

Abstract

Bioflokulan saat ini menjadi alternatif pengganti flokulan sintetis dalam pengolahan air. Bioflokulan disebut juga sebagai flokulan organik karena dapat dihasilkan dari hewan, tumbuhan, atau mikroorganisme. Dalam penelitian ini akan dikaji kemampuan daun  Abelmoschus manihot L. sebagai flokulan untuk menurunkan turbiditas air. Tahap pertama menentukan parameter optimum pengolahan (derajat keasaman, dosis koagulan dan flokulan, laju dan waktu pengadukan koagulasi dan flokulasi). Tahap kedua mengaplikasikan parameter optimum ke dalam pengolahan secara Jar test (SNI 19-6449-2000). Hasil pengukuran secara triplo diperoleh parameter optimum pengolahan air sebagai berikut: pH 7, dosis koagulan dan flokulan 15 ppm dan 12,5 ppm, laju pengadukan 200 rpm dan 20 rpm dalam waktu 10 menit dan 7,5 menit. Turbiditas air non olahan (awal) rata-rata 78,667 NTU dan air olahan rata-rata 0,835 NTU. Penurunan nilai turbiditas diduga akibat terjadinya destabilisasi partikel koloid secara adsorpsi kimia, sweep floc, dan pembentukan jembatan antar partikel. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan niai turbiditas yang signifikan pada air olahan diakibatkan oleh penambahan ekstrak daun Abelmoschus manihot L. Simpulan dari penelitian ini adalah daun Abelmoschus manihot L. dapat digunakan sebagai flokulan dalam pengolahan air.
Analisis Pengelolaan Laboratorium Berbasis e-TLM QR Code dan Pengembangan Fitur Kalibrasi Secara Online pada Sistem Inventarisasi Peralatan Laboratorium Kuswandari, Fira; Susanti, Rahmi; Grey, Michael Alfian
Indonesian Journal of Laboratory Vol 6 No 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i3.91382

Abstract

Kegiatan inventarisasi alat laboratorium meliputi pendeskripsian spesifikasi jenis alat, jumlah alat, kondisi alat, pengkategorian alat  serta lokasi penyimpanan alat. Tujuan penelitian adalah untuk melakukan pengelolaan laboratorium berbasis QR code pada sistem inventarisasi. Pengelolaan laboratorium yang baik akan memperoleh efisiensi kerja yang maksimal, salah satunya dengan menerapkan e-TLM QR Code.  Konsep fitur sederhana, mudah, cepat dan informatif dalam aplikasi e-TLM QR Code menjadikan pelayanan laboratorium menjadi efektif. Metode penelitian menggunakan Design Based Research (DBR) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation) yang dilakukan sampai pada tahapan pengembangan (Development) fitur kalibrasi. Hasil penelitian menghasilkan aplikasi e-TLM inventaris alat laboratorium yang dapat digunakan menjadi sarana pembantu sistem inventarisasi peralatan laboratorium berbasis teknologi QR Code di Jurusan Teknologi Laboratorium Medis  yang dapat diakses oleh pengguna melalui komputer maupun smartphone. Kebermanfaatan dari sistem inventarisasi peralatan laboratorium menunjukkan 94%.
Perancangan Alat Ukur Koefisien Serap Bunyi dalam Skala Laboratorium dengan Menggunakan Tabung Impedansi dan Sensor Suara Widyastuti, Widyastuti; Hidayat, Fadil Nur
Indonesian Journal of Laboratory Vol 6 No 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i3.91492

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah merancangan sebuah alat tabung impedansi yang dilengkapi dengan sensor suara KY-037 yang berguna sebagai alat ukur koefisien serap bunyi. Penelitian ini termasuk dalam penelitian research and development. Tabung impedansi yang dirancang menggunakan 3 buah sensor suara KY-037. Alat ukur koefisien serap bunyi dalam skala laboratorium dengan menggunakan tabung impedansi dan sensor suara KY-037 berhasil dibuat dengan baik dan dapat digunakan dalam pengukuran pada rentang frekuensi 250-2KHz. Alat ukur koefisien serap bunyi memiliki ketelitian alat sebesar 77.88%. Hasil penelitian menunjukkan sampel kardus dapat menyerap bunyi lebih besar dibandingkan sampel sterofoam dan sampel gabus.