cover
Contact Name
Mukhamad Irfan
Contact Email
semnasplp.wg@ugm.ac.id
Phone
+6281802668223
Journal Mail Official
semnasplp.wg@ugm.ac.id
Editorial Address
Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Indonesian Journal of Laboratory
ISSN : 26554887     EISSN : 26551624     DOI : 10.22146/ijl.v3i1
Jurnal ini bersifat open acces, bertujuan untuk membantu pengembangan profesi bagi Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia. Adapun ruang lingkupnya meliputi: 1. Bidang Agrokompleks dan Biologi, meliputi berbagai bidang disiplin ilmu, seperti kedokteran hewan, kehutanan, pertanian, peternakan, teknologi pertanian dan biologi 2. Bidang Kesehatan, meliputi bidang disiplin ilmu farmasi, keperawatan, kedokteran dan kedokteran gigi 3. Bidang Sains (MIPA), meliputi bidang disiplin ilmu matematika dan ilmu pengetahuan alam dan geografi, 4. Bidang Teknik, meliputi bidang disiplin ilmu arsitektur, komputer, teknologi informasi, elektro, kimia, industri, nuklir, permesinan, dan geodesi
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 169 Documents
Pengembangan Kinerja Mikroskop Binokular Menjadi Miskroskop Berkamera untuk Alat Praktikum dan Penelitian Dita Merlina
Indonesian Journal of Laboratory Vol 4 No 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v4i1.64729

Abstract

Penelitian bertujuan memanfaatkan mikroskop binokular menjadi mikroskop berkamera sehingga mempermudah dalam proses pengamatan dalam kegiatan praktikum dan penelitian. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Oktober sampai dengan Desember 2020 di Laboratorium Lingkungan dan Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman Samarinda, Kalimantan Timur. Pendekatan penelitian yang dilakukan dalam yaitu perbandingan komparatif antara mikroskop binokular tanpa modifikasi dengan mikroskop binokular yang telah dimodifikasi dengan menambahkan kamera digital dengan analisis menggunakan deskriptif kualitatif. Mikroskop binokular dimodifikasi menjadi mikroskop digital yang dilengkapi fasilitas pemotretan sampel dengan menggunakan kamera digital. Sampel yang digunakan dalam pengamatan yaitu Plankton dari jenis air laut dan air tawar. Pengaturan secara teknis terdiri dari Pembesaran 100 Kali dan pencahayaan diagfragma berwarna putih pada setiap pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan perbandingan antara penggunaan binokular tanpa kamera dan mikroskop berkamera hasil modifikasi, terdapat perbedaan warna dan pencahayaan dari berbagai jenis sampel plankton yang diamati. Mikroskop hasil modifikasi yang ditambahkan kamera digital  berdasarkan pengamatan berupa warna sel, bentuk sel, isi sel dan pencahayaan plankton lebih jelas dibandingkan dengan mikroskop binokular standar.
Uji Aktivitas Antibiofilm Minuman Sinbiotik Terhadap Staphylococcus aureus ATCC 2593 Afivudien Muhammad; Irena Agustiningtyas
Indonesian Journal of Laboratory Vol 4 No 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v4i1.65305

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri yang bisa menyebabkan beragam penyakit dan punya kemampuan membentuk biofilm. Sehingga dapat melindungi diri dari antibiotik. Sinbiotik adalah suplemen makanan berbentuk minuman probiotik yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri berpotensi patogen, salah satunya Staphylococcus aureus. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan uji antibiofilm Sinbiotik terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan menggunakan sampel minuman sinbiotik G12, Biotoksi, dan Yakult. Sinbiotik diujikan pada biofilm Staphylococcus aureus yang sudah mendapatkan perlakuan yaitu dengan menumbuhkan bakteri daslam media Trypticase Soy Broth selama 24 jam pada suhu 37 ͦ C.Dalam penelitian ini analisa data yang digunakan adalan analilis univariat yaitu dengan melihat hasil rata-rata. Penghambatan biofilm yang terjadi diukur menggunakan penghitungan MBIC (Minimum Biofilm Inhibitory Concentration) dan antibiofilm menggunakan spektrofotometer untuk mendapatkan nilai OD. Sinbiotik G12 dan Biotoksi menunjukkan kemampuan antibiofilm terhadap Staphylococcus aureus masing-masing sebesar 70.17% dan 68.74%. Sedangkan hasil pada yakult sebesar 11.01% sehingga tidak mempunyai kemampuan antibiofilm.Dari hasil tersebut dapat simpulkan bahwa minuman sinbiotik G12 dan Biotoksi mempunyai kemampuan antibiofilm terhadap bakteri Staphylococcus aureus.
Analisis Manajemen Laboratorium Terpadu Mikroskopis Di Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih Jayapura Papua (Studi Kasus) Dais Iswanto; Herlambang Budi Mulyono
Indonesian Journal of Laboratory Vol 4 No 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v4i1.65346

Abstract

Keunggulan sebuah laboratorium pendidikan dapat direfleksikan dari kualitas dan profile  manajemen yang dijalankannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem manajemen yang dijalankan di laboratorium terpadu mikroskopis Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih (FK Uncen) Jayapura, Papua. Metode penelitian menggunakan pendekatan metode kualitatif dan deskriptive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen laboratorium tergolong kurang maksimal dan sebagian saja yang berjalan sesuai kaidah manajemen secara baku. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengukuran indikator perencanaan (planing) sebesar 51,72 % mengindikasikan positif atau kategori “Baik” dan sebanyak 41,37 % masuk dalam kategori “Kurang”. Sedangkan tiga komponen manajemen lainnya yang terdiri dari organizing, actuating dan controoling masing - masing indikator menunjukkan hasil sebesar 55,55 % masuk dalam kategori “Baik” dan 44,44% terbilang “Kurang”. Temuan dapat digunakan sebagai bahan kajian penting dalam institusi untuk memperbaiki sistem manajemen laboratorium secara bertahap dan berkelanjutan agar diperoleh fungsi manajemen laboratorium yang ideal sesuai aturan yang semestinya.
Penggunaan Pelarut Etanol dan Aseton pada Prosedur Kerja Ekstraksi Total Klorofil Daun Jati (Tectona grandis) dengan Metode Spektrofotometri Sumiati Sumiati
Indonesian Journal of Laboratory Vol 4 No 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v4i1.65418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar total klorofil pada daun jati  yang diekstraksi menggunakan pelarut  etanol  dan aseton, dan untuk mengetahui perbedaan kadar total klorofil pada daun jati yang diekstraksi  menggunakan pelarut etanol dan aseton. Berdasarkan hasil analisis kadar klorofil pada ekstraksi daun jati menggunakan metode Spektrofotometri  pada pelarut etanol diperoleh hasil  kadar klorofil a adalah 31,437 mg/L dan klorofil b  sebesar 27,468 mg/L, sedangkan untuk pelarut aseton diperoleh hasil  kadar klorofil a adalah 35,279 mg/L dan klorofil b  sebesar 27,640 mg/L. Kadar total klorofil pada daun jati dengan pelarut  etanol diperoleh hasil  sebesar = 59,138 mg/L, dan untuk pelarut aseton diperoleh hasil 62,900 mg/L.
Optimasi Konsentrasi Primer dan Suhu Annealing dalam Mendeteksi Gen Leptin pada Sapi Peranakan Ongole (PO) Menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) Retno Setyawati; Siti Zubaidah
Indonesian Journal of Laboratory Vol 4 No 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v4i1.65550

Abstract

Polymerase Chain Reaction (PCR) adalah suatu teknik sintesis dan amplifikasi DNA secara in vitro. Teknik PCR dapat digunakan untuk mengamplifikasi segmen DNA dalam jumlah jutaan kali hanya dalam beberapa jam. Setiap gen mempunyai primer dengan konsentrasi dan suhu annealing yang berbeda, sehingga perlu dilakukan optimasi konsentrasi primer dan suhu annealing agar didapatkan komposisi dan kondisi PCR yang sesuai sehingga mendapatkan hasil PCR yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi primer gen Leptin yang menghasilkan produk PCR dengan band yang optimal dan suhu annealing sampel DNA sapi Peranakan Ongole yang menghasilkan produk PCR dengan band yang optimal. Penelitian ini menggunakan sampel darah sapi yang mengandung gen Leptin dengan ukuran produk PCR 467 bp. Penelitian ini sudah dilakukan optimasi variasi penggunaan konsentrasi primer dan suhu annealing. Penelitian ini menggunakan variasi konsentrasi primer 5μM dan 10 μM yang berasal dari primer stok 100μM, sedangkan suhu annealing PCR yang digunakan yaitu 56oC, 58oC, 60oC, dan 62oC yang dihitung berdasarkan (Tm-5)oC, dari rata-rata primer forward dan reverse. Produk PCR kemudian di elektroforesis dan dicek hasilnya pada UV transiluminator. Gambar hasil elektroforesis kemudian dibandingkan secara visual. Hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu produk PCR gen Leptin yang menghasilkan band yang optimal dihasilkan pada konsentrasi primer 10μM dan suhu annealing 58oC.
Perbandingan Waktu Pengukuran Pipet Ukur Glasfirn Pi Pump dan Micropipet Socorex pada Uji TPC Acetobacter xylinum Rini Nuraini Rohmatningsih
Indonesian Journal of Laboratory Vol 4 No 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v4i1.65569

Abstract

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan di laboratorium Bioindustri saat ini adalah pengukuran karakteristik pertumbuhan Acetobacter xylinum. Karakteristik pertumbuhannya diukur pada rentang waktu hari ke-1 sampai ke-8 dengan inkubasi pada suhu 30 oC. Untuk pemeriksaan beberapa sampel dengan pengulangan tiga kali membutuhkan waktu lama. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektifitas penggunaan Glasfirn Pi Pump dan Micropipet Socorex  sebagai alat bantu memindahkan cairan dari satu tempat ke tempat yang laindalam penanaman bakteri Acetobacter xylinum.Waktu pengukuran volume 0,1 ml dan 1,0 ml menggunakan Glasfirn Pi Pump dan Micropipet Socorex dihitung menggunakan Stopwatch dengan pengulangansebanyak 30 kali untuk masing-masing pipet. Data yang diperoleh di uji beda menggunakan software SPSS. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil, bahwa waktu tercepat pemipetan 0,1 ml dan 1,0 ml  menggunakan Glasfirn Pi Pump adalah 37,52 detik dan 37,36 detik dan waktu tercepat pemipetan 0,1 ml dan 1,0 ml  menggunakan Micropipet Socorex  adalah 26,37 detik dan 21,28 detik. Hasil statistic ujibeda menunjukkan bahwa sebaran data berbeda nyata pada pemipetan 0,1 ml dan 1,0 ml, sehingga dapat disimpulkan bahwa Micropipet Socorex dapat memindahkan cairan lebih cepat.
Penentuan Setelan Rotor Mesin Open End Untuk Pembuatan Benang Ne 6 sebagai Upaya Jaminan Atas spesifikasi dan Kualitas Pada Workshop Pemintalan di Ak-Tekstil Solo Hendri Pujianto; Fajar Pitarsi Dharma; Darmawan Hindardi; Tuti Purwati Tuwarno
Indonesian Journal of Laboratory Vol 4 No 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v4i2.66993

Abstract

Mesin open end adalah salah satu jenis mesin yang digunakan dalam proses pemintalan benang. Fungsi utama mesin open end adalah memproses sliver dari mesin drawing dan memisahkan sliver menjadi serat tungga. Serat dikirim ke rotor melalui saluran vakum, rotor berputar pada kecepatan yang sangat tinggi dan memadatkan sebagian serat menjadi bentuk khusus dengan memutar serat pada saat yang bersamaan. Rotor adalah jantung dari proses pemintalan yang mempengaruhi kualitas benang, kinerja pemintalan, produktivitas dan keekonomisan proses. Pembuatan benang Ne pada industri pemintalan diproses pada mesin open end dan untuk benang Ne 6 menggunakan rotor tipe C341 dan C533 agar dapat memenuhi spesifikasi dan kualitas benang Ne 6. Penggunaan rotor yang berbeda tipe menghasilkan spesifikasi dan kualitas benang Ne 6 yang berbeda pula. Solusi dari permasalahan ini adalah menentukan setelan rotor mesin open end yang paling tepat untuk memenuhi spesifikasi dan kualitas benang Ne 6. Percobaan produksi dilakukan di spindel nomor 7 dan 9 pada mesin. Setelah dilakukan pengamatan terhadap percobaan produksi dengan dua tipe rotor yang berbeda maka didapatkan rotor tipe C341 yang lebih memenuhi spesifikasi dan kualitas untuk pembuatan benang Ne 6. Pada spindel 7 mendapat rata–rata Ne 5,86 dan nilai Cvm% yaitu 12,56, spindel 9 mendapat rata–rata Ne 5,94 dan nilai Cvm% yaitu 14,22. Nilai Ne telah memenuhi standar spesifikasi benang Ne 6 yaitu 5,8-6,2 Ne dan nilai Cvm% telah memenuhi toleransi jaminan kualitas ketidakrataan benang Cvm%=1,11-1,25 nilai Um%.
Herbarium Virtual Untuk Meningkatkan Lietrasi Visual Mahasiswa Di Laboratorium Taksonomi Tumbuhan Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Semarang Solichin, Solichin; Abdullah, Muhammad
Indonesian Journal of Laboratory Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v4i2.67389

Abstract

Salah satu faktor lemahnya mahasiswa dalam praktikum taksonomi tumbuhan adalah rendahnya literasi visual mahasiwa sehingga dibutuhkan sumber literasi yang menarik, informatif dan mudah diakses oleh mahasiswa. Pengelolaan herbarium selama ini masih bersifat konvensional sehingga mengurangi minat mahasiswa untuk mengaksesnya sebagai sumber belajar. Oleh karenanya perlu dikembangkan herbarium virtual yang mempermudah akses informasi sehingga mampu meningkatkan literasi visual mahasiswa untuk mendukung proses kegiatan praktikum di laboratorium taksonomi tumbuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan herbarium virtual berbasis web dengan menggunakan aplikasi teknologi XML untuk meningkatkan literasi visual mahasiswa dan pelayanan publik di bidang pendidikan.Hasil dari penelitian berupa herbarium virtual dalam bentuk webblog yang memuat segala informasi dari koleksi herbarium fisik yang ada di laboratorium. Hasil kuesioner yang dikumpulkan dari 74 responden diperoleh data 31 % sangat tertarik, 50% tertarik, 9% ragu-ragu/tidak tahu, 7% tidak tertarik dan sisanya 3 % sangat tidak tertarik. Untuk informasi yang ada di herbarium virtual 27% responden menyatakan  sangat lengkap, 42% menyatakan lengkap, 20% ragu-ragu/tidak tahu, sisanya 11% menyatakan tidak lengkap. Tingkat kesesuaian informasi dengan materi perkuliahan, 34% responden menyatakan sangat lengkap, 52% lengkap, dan 14% ragu-ragu/tidak tahu. Selain itu 38% responden menyatakan herbarium virtual sangat membantu pemahaman materi perkuliahan, 53% menyatakan membantu, 8% responden ragu-ragu/tidak tahu sisanya 1% merasa tidak membantu. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa herbarium virtual meningkatkan literasi visual mahasiswa karena memudahkan mahasiswa mengakses herbarium secara virtual. Informasi di dalam herbarium virtual membantu mahasiswa memahami materi perkuliahan. Untuk meningkatkan fungsi herbarium virtual ini disarankan menambah jumlah koleksi dan meningkatkan koneksi dengan herbarium yang ada di lembaga atau instansi lain.
Uji Performa Spektrofotometer Serapan Atom Thermo Ice 3000 Terhadap Logam Pb Menggunakan CRM 500 dan CRM 697 di UPT Laboratorium Terpadu UNS Sugito Sugito; Soerya Dewi Marliyana
Indonesian Journal of Laboratory Vol 4 No 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v4i2.67438

Abstract

Atomic Absoprtion Spektrophotometer (AAS) atau Spektrofotometer Serapan Atom adalah istrumen untuk melakukan analisa logam antara lain : Pb, Cr, Ni, Cd, Fe, Zn, Cu, dan Co dimana dasar pengukurannya adalah pengukuran serapan sinar oleh suatu atom. Sinar yang tidak diserap diteruskan dan dirubah menjadi sinar listrik yang terukurTujuan Penelitian ini adalah mengetahui performa alat AAS Therma ICE 3000 terhadap pengujian logam Pb. Hal ini sangat penting karena berpengaruh besar terhadap validitas hasil pengukuran pada kegiatan riset,praktikum dan pengujian di Laboratorium Kimia UPT Lab Terpadu UNS. Performa yang akan diteliti meliputi akurasi, presisi, limit deteksi dan liniaritas.Dari pengukuran didapatkan hasil akurasi yang baik (<5%) yakni sebesar 1,957 untuk CRM 500 dan 1,149 untuk CRM 697, presisi diapatkan angkaCV perhitungan sebesar 1,134 <dari  2/3 %CV Persamaan Horwitz, limit deteksi didapatkan MDL untuk parameter uji  Cu dengan matriks Aqua Bidest adalah 0,009310168 ppm dan linearitas menghasilkan R2 sebesar 1.
Pengembangan Media Pembelajaran Cutaway Transmisi dan Transfer Suzuki SJ-410 dan Torque Converter di Laboratorium Chasis Fakultas Teknik UNY Muntaha Muntaha; Triwanto Triwanto
Indonesian Journal of Laboratory Vol 4 No 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v4i2.67926

Abstract

Pembelajaran merupakan proses pendidikan yang hakekatnya merupakan komunikasi, yaitu metode penyajian gagasan dari seorang pendidik kepada penerima (mahasiswa). Dalam mempermudah pembelajaran diperlukan adanya media dan pengembangan media pembelajaran agar pesan yang sampaikan oleh pendidik dapat diterima dengan dengan baik dan mudah oleh peserta didik.Tujuan dari penilitian ini adalah membuat dan mengembangkan produk media pembelajaran transmisi dan transfer Suzuki SJ 410 dan Torque Converter untuk pembelajaran di laboratorium Chasis Jurusan Pendidikan Teknik Otomotif. Mengetahui hasil pengembangan media dapat dipergunakan sebagai media pembelajaran.  Penilitian ini merupakan pengembangan media pembelajaran Tranmisi dan transfer Suzuki SJ 410 dan Torque Converter dengan metode  Cutway yaitu metode membelah memotong bagian alat untuk mengetahui komponen di dalamnya tanpa mengurangi komponen. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Chasis, Jurusan Pendidikan Teknik otomotif UNY. Teknik Pengambilan data menggunakan dokumentasi, wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan teknik analisis deskriptif, sehingga didapatkan rancangan mesin yang aman, berfungsi efektif, dan efisienHasil penelitian pengembangan media pembelajaran Tranmisi dan transfer Suzuki SJ 410 dan Torque Converter yang  sudah di implementasi dan dapat digunakan untuk pembelajaran di laboratorium chasis sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan dalam pembelajaran. Dengan media pembelajaran Tranmisi dan transfer Suzuki SJ 410 dan Torque Converter yang menarik dan mudah pemahaman sistem kerja alat sehingga proses belajar mengajar berjalan dengan lancar dan dapat memudahkan dosen dalam  pembelajaran kepada mahasiswa. Pencapaian hasil belajar mahasiswa sangat baik yaitu sebesar 60 % mendapatkan nilai A.

Page 6 of 17 | Total Record : 169