cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
DETERMINAN KEJADIAN DIABETES MELLITUS TIPE II PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS INGIN JAYA KECAMATAN INGIN JAYA KABUPATEN ACEH BESAR Rahmi, Zulfina; Amin, Fauzi Ali; Arlianti, Nopa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28102

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Penyebab kenaikan gula darah menjadi dasar klasifikasi penyakit diabetes melitus. Diabetes tipe II adalah peningkatan gula darah karena rendahnya gula darah serta insulin rendah dari kelenjar pankreas dengan kandungan glukosa melebihi 200 mm/dl. Metode penelitian  ini adalah kuantitatif yang bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan case control. Populasi pada penelitian ini seluruh lansia yang terdiagnosa diabetes mellitus tipe II dan yang tidak terdiangnosa diabetes tipe II. Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu total sampling dimana total responden 90 dengan perbandingan 1:1 yang terdiri dari 45 kelompok kasus dan 45 kelompok kontrol dari 5 desa yang terdapat di wilayah kerja puskesmas ingin jaya. Penelitian dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner. Data di analisis secara univariat, bivariat dan multivariat menggunakan uji regresi logistik melalui aplikasi STATA. Hasil penelitian univariat menunjukkan persentase diabetes mellitus kasus dan kontrol memiliki persentase yang sama sebanyak 50%. Hasil penelitian bivariat didapatkan ada hubungan pola makan (p-value 0,000), IMT (p-value 0,000), riwayat keluarga (p-value 0,001) dan kemampuan beraktifitas sehari-hari (p-value 0,004) dengan kejadian diabetes mellitus tipe II pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Ingin Jaya Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar Tahun 2023. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu riwayat keluarga menjadi faktor paling berisiko pada lansia untuk terjadinya diabetes mellitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas Ingin Jaya Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KEJADIAN SIBLING RIVALRY : LITERATURE REVIEW Astuti, Yuli; Tianme, Zahra Seleisyah; Susilowati, Endang
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28110

Abstract

Pola asuh merupakan tata cara yang diterapkan orang tua dalam mengasuh, merawat, melindungi, dan mendidik anak-anaknya. Pola asuh orang tua dalam kehidupan seorang anak tidak hanya mempengaruhi kehidupan individu anak, tetapi juga hubungan antar saudara kandung. Besarnya kesulitan dalam mengasuh anak biasanya terlihat ketika perhatian orang tua mulai terbagi antara kebutuhan anak pertama, sedangkan anak kedua juga membutuhkan perhatian lebih, sehingga menimbulkan kecemburuan kakak terhadap adiknya atau biasa yang disebut dengan Sibling Rivalry. Tujuan dari studi ini untuk melakukan review pada literature mengenai hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian sibling rivalry pada anak. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah literature review dengan menggunakan dua database yaitu PubMed dan Google Scholar, dengan ketentuan publikasi dalam 10 tahun terakhir (2015-2024). Hasil penelitian 8 jurnal yang di review semuanya membuktikan bahwa pola asuh orang tua dan emosional negatif ayah sangat berpengaruh dengan kejadian sibling rivalry. Pola asuh demokratis memiliki tingkat kejadian sibling rivalry paling rendah dan pola asuh otoriter memiliki tingkat kejadian sibling rivalry paling tinggi. Diharapkan kepada para orang tua untuk memilih dan menerapkan pola asuh yang tepat dimana hal tersebut dapat mencegah munculnya kejadian sibling rivalry oleh anak-anak agar tidak mempengaruhi tumbuh kembang anak dan kehidupan mereka kelak. Semakin baik pola asuh yang diterapkan oleh orang tua maka tingkat kejadian sibling rivalry akan semakin berkurang.
PENGEMBANGAN SEDIAAN GEL TABIR SURYA EKSTRAK DAUN KASTUBA MERAH (EUPHORBIA PULCHERRIMA L.) Azizah, Hidayatul; Hanifa, Nisa Isneni; Ramadhan, Muhammad Arif; Praditama, Lalu Denendra; Halimatussakdiyah, Halimatussakdiyah; Kania, Nadira
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28124

Abstract

Paparan radiasi sinar UV secara terus menerus dapat memberikan dampak negatif  bagi kulit seperti munculnya gejala sunburn, eritema, photo aging, tanning, hingga kanker kulit. Tanaman kastuba (Euphorbia pulcherrima) daun merah memiliki kandungan antosianin lebih tinggi dibandingkan dengan daun kastuba hijau, dan memiliki aktivitas antioksidan yang dapat berperan sebagai tabir surya.Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan formulasi dan evaluasi sediaan sediaan gel tabir surya ekstrak daun kastuba merah (Euphorbia pulcherrima L.). Prosedur penelitian meliputi pembuatan simplisia, proses ekstraksi, pembuatan sediaan gel dengan 2 variasi konsentrasi ekstrak (F1 dan F2), pengujian SPF ekstrak dan sediaan gel secara in vitro, uji sifat fisik sediaan gel, dan uji aktivitas tabir surya gel dengan penghambatan pembentukan eritema secara in vivo. Hasil uji sifat fisik sediaan dari kedua formula  (F1 dan F2) adalah pada uji pH (6 dan 6); daya lekat (2 dan 1 detik); daya sebar (5,9 dan 6,1 cm). Adapun hasik uji nilai SPF secara in vitro dan in vivo yaitu  nilai SPF ekstrak 0,5 dan 1 ppm (5,30 dan 19,70) dan sediaan gel (12,73 dan 11,71); skala eritema (1,4 dan 1,6). Dapat disimpulkan dari hasil data nilai SPF yang diperoleh ekstrak daun kastuba merah memiliki potensi untuk mengatasi dampak negatif yang ditimbulkan oleh paparan radiasi sinar UV dengan inovasi pengembangan menjadi produk sediaan gel tabir surya.
HUBUNGAN DURASI KERJA DAN RISIKO ERGONOMI DENGAN KEJADIAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL PADA PENGRAJIN GERABAH PULUTAN KECAMATAN REMBOKEN Minggu, Hermin; Mautang, Theo W. E.; Suarjana, I Wayan G.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28138

Abstract

Keluhan musculoskeletal disordes (MSDs) merupakan gangguan pada bagian otot skeletal yang disebabkan oleh karena otot menerima beban statis secara berulang dan terus menerus dalam jangka waktu yang lama dan akan menyebabkan keluhan pada sendi, ligamen dan tendon. Pada umumnya keluhan musculoskeletal disorders ini berupa bentuk nyeri, cidera, atau kelainan pada sistem otot rangka, meliputi pada jaringan saraf, tendon, ligament dan sendi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan durasi kerja dan risiko ergonomi dengan kejadian keluhan musculoskeletal pada pengrajin gerabah Pulutan, Kecamatan Remboken. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Penelitian dilakukan di Desa Pulutan Kecamatan Remboken pada bulan Januari-Maret 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja pengrajin gerabah Pulutan Kecamatan Remboken. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 dengan menggunakan teknik sampling insidental /accidental sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pekerja dengan durasi kerja normal (<8 jam) sebesar 56,7% dan pekerja dengan durasi kerja tidak normal (>8jam) sebesar 43,3%, dan pekerja yang bekerja secara tidak ergonomis sebesar 56,7% dan pekerja yang bekerja secara ergonomis 43,3%, sedangkan yang tidak berisiko MSDs sebesar 26,7%, pekerja yang berisiko MSDs sebesar 73,3%. Hasil analisis bivariat antara durasi kerja dengan kejadian keluhan musculoskeletal disorders menunjukkan tidak ada hubungan dengan p-value = 0,222 (p>0,05) sedangkan hubungan antara risiko ergonomi dengan kejadian keluhan musculoskeletal disorders menunjukkan p-value = 0,040 (p<0,05). Kesimpulan tidak terdapat hubungan antara durasi kerja dengan kejadian keluhan musculoskeletal disorders serta terdapat hubungan antara risiko ergonomi dengan kejadian keluhan musculoskeletal disorders pada pengrajin gerabah Pulutan, Kecamatan Remboken.
MENINGKATKAN KUALITAS DAN EFISIENSI LAYANAN KESEHATAN : STRATEGIC PURCHASING DALAM PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI INDONESIA Editha Lesmana, Aurelia; Sihole, Putri Oktamaria; Wasir, Riswandy
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28141

Abstract

Artikel ini menyajikan tinjauan literatur mengenai peningkatan kualitas dan efisien pelayanan kesehatan dengan fokus utama kepada strategic purchasing dalam program jaminan kesehatan nasional di Indonesia. Perubahan dalam segmentasi pasar, sistem pembayaran, dan kebijakan kesehatan menuntut rumah sakit untuk beradaptasi guna dapat menyeimbangkan perkembangan zaman dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Tinjauan ini menggunakan metode desain studi literature review dengan tujuan untuk mengeksplorasi strategic purchasing dalam meningkatkan kualitas dan efisiensi pelayanan kesehatan dalam program jaminan kesehatan nasional. Hasilnya menunjukan penerapan prinsip strategic purchasing telah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, efisiensi biaya, dan integrasi data dalam program JKN. Diketahui dengan prinsip strategic purchasing, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dapat dirasakan oleh masyarakat. Namun, masih ditemukan beberapa tantangan dalam implementasi strategic purchasing berupa pengelolaan sisa lebih dana kapitasi, regulasi yang belum memadai, dan peningkatan kepesertaan yang masih rendah. Untuk itu, dilakukannya langkah-langkah strategis untuk menguatkan prinsip strategic purchasing dalam pelayanan kesehatan berupa penguatan regulasi, peningkatan koordinasi antar stakeholder, dan pembekalan Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PNPK). Kesimpulannya, Meskipun masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, langkah-langkah strategis dan kolaborasi antar stakeholder dapat memperkuat implementasi Strategic Purchasing untuk mencapai tujuan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia. Prinsip strategic purchasing terbukti meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem kesehatan melalui pengelolaan yang lebih baik dari sumber daya finansial yang tersedia untuk provider layanan kesehatan.
PERBANDINGAN KONTRAS FILM RADIOGRAFI PADA LUAS LAPANGAN YANG BERBEDA Artitin, Cicillia; Rahma, Viona Destri; Nisa, Chairun
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.28155

Abstract

Kontras adalah perbedaan densitas pada area yang berdekatan dalam radiograf. Semakin besar nilai kontras, maka gambaran akan semakin jelas terlihat. Salah satuuntukmeningkatkan hasil pencitraan radiograf, yaitu dengan membatasi luas lapangan lapangan kolimasi. Untuk itu perlu dilakukan penelitian tentang perbandingan kontras film pada luas lapangan berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luas lapangan mana yang lebih baik digunakan untuk meningkatkan nilai kontras radiograf. Jenis penelitian kuantitatif dengan studi eksperimen dilakukan di Rumah Sakit Umum‘Aisyiyah Padang pada 07 Juli 2023, menggunakan alat stepwedge dan densitometer pada luas lapangan bervariasi.  Pengolahan data menggunakan rumus kontras yang harus mengetahui nilai densitas, kemudian data ditampilkan dalam bentuk tabel dan kurva. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai densitas yang paling tinggi diukur berdasarkan stepwedge adalah luas lapangan penyinaran yang kecil yaitu 15 cm X 15 cm yaitu nilai kontras nya 1,07. Sebab semakinkecil luas lapangan penyinaran, semakin sedikit radiasi hambur yang ditimbulkansehingga dapat meningkatkan densitas akan tetapi dapat menurunkan nilai kontras radiografi.
SCOPING REVIEW : GAMBARAN RADIOGRAFIS LESI PARU PADA TUBERKULOSIS RESISTEN OBAT DI INDONESIA Alex, Alex
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28156

Abstract

Indonesia menempati peringkat ke-8 paling banyak terkena dampak tuberkulosis resisten obat (TB-RO). Uji sensitivitas obat anti tuberkulosis (OAT) relatif rumit dan membutuhkan waktu lama untuk memberikan informasi pengobatan yang efektif. Terbatasnya akses terhadap pengujian mikrobiologi di Indonesia menyebabkan radiografis memainkan peran penting dalam diagnosis TB. Diperlukan pengetahuan dasar untuk mengidentifikasi lesi yang tampak pada gambaran radiologis untuk diagnosis dan penanganan TB-RO yang lebih cepat. Tujuan dari tinjauan literatur ini adalah untuk memaparkan hasil-hasil penelitian mengenai gambaran radiografis lesi paru pada TB-RO di Indonesia. Penelitian  ini  merupakan  scoping review dengan  menggunakan database PubMed dan Google Scholar sebagai sumber untuk membandingkan artikel-artikel penelitian tentang gambaran radiografis lesi paru pada TB-RO di Indonesia. Dilakukan penyaringan pada 1034 artikel dari PubMed dan Google Scholar dengan metode PRISMA sehingga terpilih 5 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil kajian terhadap 5 literatur mendapatkan bahwa ground-glass opacity/konsolidasi merupakan lesi aktif yang ditemukan paling banyak pada kasus TB-RO. Lesi berikutnya yang sering ditemukan adalah kavitas dan infiltrat. Fibrosis mendominasi lesi tidak aktif yang sering ditemukan pada radiografi TB-RO. Sebagian besar lesi tidak aktif selain fibrosis, muncul dalam jumlah yang lebih kecil yaitu kalsifikasi, atelektasis, bronkiektasis, emfisema dan destroyed lung. Sebagai kesimpulan, lesi aktif yang umumnya muncul yaitu konsolidasi/ground-glass opacity, kavitas, dan infiltrat. Sedangkan lesi tidak aktif didominasi oleh fibrosis, diikuti kalsifikasi, atelektasis, bronkiektasis, emfisema, dan destroyed lung.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS FROZEN SHOULDER DENGAN MODALITAS INFRA RED TRANSCUTANEUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION DAN TERAPI LATIHAN Saputra, Iwan Adi; Rizqi, Amalia solichati; Putra, Yudha Wahyu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28168

Abstract

Frozen shoulder adalah salah satu yang paling huhuhbanyak gangguan klinis umum yang menantang itu datang ke ahli bedah ortopedi. Ini adalah sebuah penyakit yang ditandai dengan penurunan yang substansial rentang gerak aktif dan pasif (ROM), pada sendi glenohumeral disertai oleh rasa sakit. Angka prevalensi Frozen shoulder adalah 2% –5%, dan sering terjadi pada Wanita. Tujuan penulisan untuk mengetahui pemberian modalitas Infra red,  tens, dan Terapi latihan dapat menghilangkan rasa sakit, memperbesar kekuatan otot, dan memperbesar lingkup gerak sendi. Metode penelitian ini hasil laporan kasus, data pokok didapatkan melalui anamnesis, dan pemeriksaan fisik. Penelitian ini dilakukan di RSUD Bagas Waras klaten. Informasi terkait pasien didapatkan dari pasien dan terapis setempat. Pasien mendapatkan tindakan terapi fisik dalam 2 sesi per minggu selama 3 minggu dengan total 6x intervensi menggunakan Infra red, Trancutaneus Electrical Nerve Stimulation, dan Terapi latihan. Hasil Pasien dengan nama Tn.H berusia 54 tahun berkeluhan Frozen shoulder diberikan Tindakan terapi berupa Infra red, Trancutaneus Electrical Nerve Stimulation, dan Terapi latihan. Setelah pemberian tindakan tersebut adanya penurunan nyeri, memperbesar kekuatan otot, dan memperbesar lingkup gerak sendi pasien, Pemberian tindakan mampu memberi perubahan terhadap gejala yang dialami oleh pasien pada kasus Frozen shoulder intervensinya adalah Infra red, Trancutaneus Electrical Stimulation, dan Terapi Latihan mampu menstimulasi pengurangan rasa sakit dan memperbesar kekuatan otot yang mengalami kelemahan. kesimpulan Setelah enam sesi pengobatan, perubahan diamati seperti penurunan nyeri dan memperbesar kekuatan otot dan nilai ROM.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS CARPAL TUNNEL SYNDROME SINISTRA DENGAN ULTRASOUND DAN TERAPI LATIHAN Octaviani, Sukma; Putra, Yudha Wahyu; Rizqi, Amalia Solichati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28170

Abstract

Menggunakan tangan berlebihan dan berulang kali menyebabkan gangguan pada pergelangan tangan sehingga berakibat pada penurunan produktivitas manusia. Gangguan fisik yang sering muncul di area tangan yaitu Carpal Tunnel Syndrome (CTS) menurut dari National Health Interview Study (NHIS) sebanyak 1,55% Carpal Tunnel Syndrome (CTS) sering mengenai wanita dari pada pria dengan usia berkisar 40 tahun dan wanita usia 55 tahun presentase kasus Carpal Tunnel Syndrome (CTS) di Indonesia tergolong tinggi. Tujuan penulisan Untuk mengetahui pemberian modalitas Ultrasound (US), Upper Limb Tension Test (ULTT) 1 , dan Tendon Gliding dapat mengurangi rasa sakit, peningkatan kekuatan otot (MMT), dan peningkatan gerak sendi (LGS). Metode Pemeriksaan yang dilakukan yaitu, Tinnel Test, Phalen Test, Prayer Test, Hand Elevation Test, Dan Wrist Flexion And Compression . Berdasarkan pada hasil pemeriksaan spesifik tersebut ditemukan hasil positif yaitu adanya rasa nyeri dan kesemutan yang menjalar . Hasil penilaian nyeri diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS) hasil yang didapat penurunan pada nyeri diam, nyeri tekan, dan nyeri gerak. Penilaian kekuatan otot menggunakan Manual Muscle Testing (MMT), dilakukan dengan Gerakan Dorsal Fleksi, Palmar Fleksi, Ulnar Deviasi, Radial Deviasi terdapat peningkatan kekuatan otot. Derajat pengukuran gerak sendi dengan menggunakan goniometer bertambahnya lingkup gerak sendi Kesimpulan Pemberian fisioterapis berupa Ultrasound (US), Upper Limb Tension Test (ULTT) 1, dan Tendon Gliding, hasil yang di dapat yaitu penurunan nyeri, peningkatan mobilisasi sendi, dan peningkatan nilai kekuatan otot pada pasien dengan diagnosa Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Sinistra.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS TOTAL HIP REPLACEMENT DENGAN INFRARED, TRANSCUTANEOUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION DAN CORE STABILITY EXERCISE Apsari, Dhea Lilla; Riqzi, Amalia Solichati; Putra, Yudha Wahyu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28173

Abstract

Total Hip Replacement (THR) adalah Tindakan operasi ganti sendi dengan alat dengan bagian sambungan yang bulat diganti atau dipangkas, dan penutup logam sambungan diganti dengan cangkang setengah lingkaran. Tujuan penelitian ini adalah bagaimana intervensi Infrared, Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation dan Core Stability Exercise dapat menghilangkan nyeri, menambah Lingkup Gerak Sendi (LGS), kekuatan otot dan meningkatkan fungsional aktivitas. Metode penelitian yang di gunakan pada studi kali ini dengan menggunakan studi kasus. Data diperoleh dari anamesis, pemeriksaan, dan penatalaksanaan fisioterapi. Hasil adanya perubahan pada komponen intervensi yang sudah dilakukan yaitu nyeri menggunakan Visual Analog Scale (VAS) dengan nyeri diam,tekan dan gerak, kekuatan otot menggunakan Manual Musle Testing (MMT) di ukur pada grup otot fleksor dan ektensor, Lingkup Gerak Sendi (LGS) mengunakan goniometer di ukur di bagian Trokhantor Major pada gerakan fleksi dan ektensi, pemeriksaan aktivitas fungsional menggunakan Index Barthel di karenakan pasien badrest dan memiliki ketergantungan pada orang lain . Simpulannya dengan kondisi operasi penggantian total hip dengan modalitas Infrared, Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation dan Core Stability Exercise dapat mengurangi nyeri, meningkatkan luas gerak sendi, dan meningkatkan fungsional aktivitas. Studi tersebut dilakukan sebanyak enam kali intervensi dengan modalitas di atas. Disebutkan sebelumnya, hasil penelitian ini signifikan.