cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN STATUS GIZI DENGAN RISIKO INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA DEWASA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAWANG KABUPATEN ACEH SELATAN Rumaisa, Zahira Adithia; Fitriani, Fitriani; Darmawan, Darmawan; Wintah, Wintah; zakiyuddin, zakiyuddin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.33547

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat saat ini. Pengamatan terhadap orang dewasa menunjukkan bahwa pengetahuan tentang infeksi saluran pernapasan akut masih kurang dan masih banyak orang yang tidak menyadari pentingnya kesehatan. Selain itu, status gizi orang dewasa ditentukan oleh indeks massa tubuh (IMT). ISPA merupakan penyakit dengan jumlah korban jiwa terbanyak diantara 10 penyakit utama, dan kelompok orang dewasa di wilayah kerja Puskesmas Sawang memiliki jumlah korban jiwa terbanyak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penyakit pernafasan kronis, pengetahuan, dan gizi buruk pada orang dewasa di wilayah UPTD Puskesmas Sawang Aceh Selatan. Metode statistik dan multivariat digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini dilakukan pada orang dewasa berusia 20-40 tahun yang tinggal di UPTD Puskesmas Sawang dengan jumlah sampel sebanyak 74 orang. Data dianalisis dengan menggunakan uji univariat, uji bivariat dan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan dengan risiko ISPA (p-value = 0,001) dan risiko ISPA dengan status gizi (p-value = 1,000). Kesimpulannya, terdapat hubungan antara pengetahuan dan risiko infeksi saluran pernapasan akut, namun gizi tidak berhubungan dengan risiko ISPA. Diharapkan petugas kesehatan juga memperhatikan kesehatan remaja dimulai dari kebiasaan anggota keluarganya dan lingkungan fisik rumah yang dapat meningkatkan risiko penyakit seperti ISPA.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENCEGAHAN KEKAMBUHAN GOUT ARTRITIS PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS AIRGEGAS TAHUN 2024 ayu, Kismi; Ardiansyah, Ardiansyah; Arjuna, Arjuna
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.33717

Abstract

Gout artritis merupakan suatu penyakit degenerative yang menyerang persendian, dan paling sering di jumpai di masyarakat terutama di alami oleh lanjut usia. Gout artritis terjadi karena tingginya asupan purin yang berlebihan sehingga mengakibatkan penumpukan kristal kedalam cairan sinovial dan paling sering ditemukan di kalangan masyarakat terutama pada lansia. Faktor-faktor yang mempengaruhi gout artritis seperti usia, pengetahuan dan sikap. Tujuan penelitian ini adalah faktor – faktor yang berhubungan dengan pencegahan kekambuhan gout artritis pada lansia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Airgegas tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, menganalisa dengan uji chi square. Populasi adalah semua lansia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Airgegas. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 81 sampel. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor – faktor yang berhubungan dengan pencegahan kekambuhan gout artritis pada lansia adalah pengetahuan (p=0,007), sikap (p=0,017) dan faktor paling dominan berhubungan dengan pencegahan kekambuhan gout artritis pada lansia adalah pengetahuan (p=0,007, dan POR=4,162) Disarankan kepada petugas kesehatan agar dapat memberikan sosialisasi mengenai gout artritis di Puskesmas mengenai pencegahan kekambuhan gout artritis.
CASE STUDY : IMPLEMENTASI TERAPI MUSIK SHALAWAT PADA LANSIA DENGAN KECEMASAN DALAM ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK DIABETES MELLITUS TIPE DUA budi, yulifah salistia; Ardanika, Ajeng Neriszha; Supriyanto, Supriyanto
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.33820

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) atau dikenal juga kencing manis merupakan penyakit yang penyebab utamanya karena terdapat lonjakan kadar gula dalam darah (hiperglikemia) yang disebabkan menurunnya hormon insulin dalam tubuh penderita. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan Penerapan Terapi musik Shalawat Nariyah pada Asuhan Keperawatan Gerontik penderita Diabetes Mellitus tipe 2 dengan masalah keperawatan kecemasan atau ansietas. Penelitian ini merupakan jenis studi kasus dengan melibatkan dua orang partisipan lansia penderita DM tipe II yang mengalami kecemasan. Penelitian dilakukan dengan Teknik wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik dan hasil penelitian didokumentasikan dalam format Asuhan Keperawatan Gerontik. Proses analisis data melalui empat tahap yaitu pengumpulan data dengan pengkajian pada lansia; selanjutnya reduksi data dengan memasukkan data hasil pengkajian ke dalam format asuhan keperawatan gerontik; penyajian data dan verifikasi dengan menyampaikan hasil pelaksanaan asuhan keperawatan kepada pasien dan yang terakhir adalah kesimpulan hasil verifikasi data. Setelah dilakukan tindakan terapi Shalawat Nariyah selama 3 hari berturut-turut dapat menurunkan kecemasan pada lansia penderita DM tipe II. Pemberian terapi musik Shalawat Nariyah yang di terapkan selama 3 hari berturut-turut selama 15 menit per hari, dapat menurunkan tingkat ansietas pada lansia dengan Diabetes Mellitus.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETAJAMAN PENGLIHATAN MATA ANAK USIA SEKOLAH PADA ERA DIGITALISASI DI SDN 20 SUNGAILIAT TAHUN 2024 farosaa, olivia; Nurvinanda, Rezka; Arjuna, Arjuna
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.34005

Abstract

Mata merupakan salah satu alat indera penglihatan yang sangat penting bagi manusia melalui mata mampu menyerap informasi visual yang digunakan untuk melaksanakan berbagai kegiatan. Tujuan umum penelitian ini adalah diketahui Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Ketajaman Penglihatan Mata   Anak Usia sekolah  pada  Era digital di SDN 20 Sungailiat.Desain penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional  jumlah sampel yaitu 94 anak, dengan pengambilan sampel puposive sampling yang dilakukan pada tanggal 07 juni- 1 juli 2024. Analisis data menggunakan uji chi-square. Berdasarkan hasil penelitian didapati bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara lama pengunaan media digital (p=0,005), jarak penglihatan penggunaan media digital (p=0,008), posisi penggunaan media digital (p=0,005) dengan ketajaman penglihatan mata anak usia sekolah di SDN 20 sungailiat dieradigitalisasi. Saran dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang strategi pencegahan yang efektif dalam menjaga kesehatan mata anak di era digital ini.
PENCEGAHAN DAN EDUKASI HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DI DESA PASAR X DUSUN III Fatahillah, Naufal; Rahman, Shahrul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.34236

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia, yang sering tidak menunjukkan gejala hingga menyebabkan komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung. Di daerah pedesaan, akses terbatas terhadap layanan kesehatan memperburuk masalah ini, mengingat rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat tentang hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pencegahan dan edukasi yang efektif dalam mengurangi prevalensi hipertensi di desa, khususnya melalui pendekatan berbasis komunitas dan kolaborasi dengan petugas kesehatan setempat. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan analisis kuantitatif, melibatkan penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan fisik terhadap 20 peserta di Desa Pasar X, Dusun III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian peserta mengalami hipertensi, yang dapat diidentifikasi melalui pemeriksaan tekanan darah, asam urat, dan kolesterol. Dengan pendidikan yang tepat tentang pola hidup sehat, pengelolaan stres, serta pentingnya pemeriksaan rutin, kesadaran masyarakat akan hipertensi dapat meningkat. Program edukasi yang melibatkan tokoh masyarakat dan menggunakan media lokal diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi dan mengubah perilaku kesehatan masyarakat. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi pada upaya pencegahan hipertensi di desa dengan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Dengan demikian, program pencegahan dan edukasi hipertensi di desa harus diintegrasikan dengan kegiatan sehari-hari masyarakat, memanfaatkan sumber daya lokal, serta mendukung kebijakan pemerintah yang memperbaiki akses terhadap fasilitas kesehatan. Monitoring dan evaluasi secara berkala akan memastikan keberlanjutan dan efektivitas program dalam menurunkan prevalensi hipertensi di masyarakat desa.
EDUKASI CARA MENCUCI TANGAN YANG BAIK DAN BENAR Harahap, Nur Atikah; Rahman, Shahrul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.34237

Abstract

Pembangunan kesehatan di Indonesia melibatkan semua bidang agar dapat menambah kesadaran dan Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mencuci tangan yang baik dan benar sebagai langkah pencegahan penyakit. Edukasi dilakukan melalui pemaparan materi dan media poster yang menyoroti manfaat mencuci tangan serta prosedur yang tepat sesuai standar WHO. Sasaran kegiatan ini mencakup semua kalangan masyarakat, dari anak-anak hingga lansia, di Dusun 3, Desa Pasar X, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang.Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan interaktif, yang meliputi pemeriksaan kesehatan awal, pemaparan materi, demonstrasi mencuci tangan, serta sesi tanya jawab. Kegiatan ini berlangsung selama delapan hari, dimulai pada 28 Agustus 2024, dengan partisipasi aktif dari 20 audiens.Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya kebersihan tangan. Mayoritas audiens menunjukkan antusiasme dan aktif berpartisipasi dalam sesi diskusi. Dengan adanya edukasi ini, diharapkan masyarakat lebih sadar akan pentingnya mencuci tangan secara benar dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah penyebaran penyakit. Orang tua juga diharapkan dapat mengajarkan kebiasaan ini kepada anak-anak sejak dini agar menjadi bagian dari pola hidup sehat mereka.
EDUKASI DAN PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN AIR BERSIH UNTUK KESEHATAN DAN LINGKUNGAN Najah, Safinatun; Rahman, Shahrul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.34239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program edukasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan air bersih dan sanitasi lingkungan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis delapan jurnal yang relevan yang dipublikasikan dalam rentang waktu 2014 hingga 2024. Jurnal-jurnal tersebut dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang mencakup kesesuaian dengan tema pengelolaan air bersih, pendidikan masyarakat, dan kesehatan lingkungan. Setiap jurnal dianalisis secara mendalam untuk memperoleh informasi yang mendukung tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program edukasi yang efektif dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan air bersih dan sanitasi lingkungan. Misalnya, program penyuluhan yang dilakukan oleh Sholahuddin berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan air bersih, dengan 88% responden memahami dan 12% sangat memahami pentingnya air bersih. Selain itu, program penyuluhan di Desa Margaluyu oleh Noerma Fajarwati menunjukkan peningkatan pengetahuan warga tentang praktik MCK yang sehat, yang berpotensi meningkatkan kualitas hidup dan lingkungan secara keseluruhan. Program pelatihan terkait peningkatan kesadaran sanitasi lingkungan juga mendukung pengelolaan air bersih yang lebih baik, seperti yang disarankan oleh Jamin (2024). Penelitian ini menyimpulkan bahwa edukasi masyarakat mengenai pengelolaan air bersih dan sanitasi lingkungan memiliki dampak positif terhadap kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN FACE MIST EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA L.) DENGAN METODE DPPH Hariati, Hariati; Jangga, Jangga; Qalby, Moch Noer Alim; Padjalangi, Andi Muhammad Yagkin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.34794

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera L.) merupakan tanaman yang mengandung senyawa kimia aktif yaitu flavonoid, saponin, tanin, asam askorbat, karotenoid dan fenol. Senyawa pada tanaman ini memiliki sifat antioksidan yaitu fenol yang mampu melawan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan menguji aktivitas antioksidan dari sediaan face mist berbasis ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.) menggunakan metode DPPH. Daun kelor diketahui memiliki kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, tanin, asam askorbat, karotenoid, dan fenol yang berfungsi sebagai antioksidan yang dapat melawan radikal bebas. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan pelarut etanol 96% pada konsentrasi ekstrak 1%, 3%, dan 5%. Evaluasi dilakukan terhadap kestabilan fisik-kimia sediaan face mist melalui uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, dan kelembapan selama 6 siklus dalam 12 hari. Hasil uji menunjukkan bahwa sediaan face mist memiliki kestabilan yang baik, baik sebelum maupun setelah uji siklus. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH, dan didapatkan nilai IC50 sebesar 450 ppm untuk konsentrasi 1%, 320 ppm untuk konsentrasi 3%, dan 489 ppm untuk konsentrasi 5%. Semua formula memiliki aktivitas antioksidan yang dikategorikan sangat kuat (<50 ppm). Kesimpulannya, ekstrak etanol daun kelor dapat diformulasikan menjadi sediaan face mist yang stabil secara fisik dan kimia serta memiliki potensi sebagai antioksidan yang efektif.
PENATALAKSANAAN KOMPLIKASI INFRAORBITAL NERVE INJURY PASCA OSTEOTOMI LE FORT I : RAPID REVIEW Dariseh, Sarah Muslimah; Yuza, Abel Tazman; Oli’i, Eka Marwansyah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.35118

Abstract

Osteotomi Le Fort I merupakan operasi yang dinilai relative aman dengan morbiditas dan mortalitas yang rendah. Meskipun demikian, Tindakan ini diasosiasikan dengan komplikasi yang jarang tetapi berarti. Saraf infraorbital merupakan salah satu saraf yang paling umum terkait dengan osteotomi Le Fort I. Hal ini terjadi karena tertekan atau tertarik secara tidak sengaja oleh operator selama pembedahan subperiosteal sehingga sering kali menimbulkan injuri berupa parestesia temporer dan gangguan neurosensori. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui tata laksana dari komplikasi infraorbital nerve injury pasca osteotomi Le Fort I, beserta jenis dan penyebab terjadinya komplikasi tersebut. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode rapid review. Data didapatkan melalui pencarian sistematis pada database online PubMed, Scopus, dan Science Direct dengan memasukkan kriteria inklusi dan eksklusi. Proses penyaringan artikel dilakukan dengan pendekatan PRISMA dan kemudian dilakukan penilaian kualitas menggunakan The Joanna Briggs Institute Critical Appraisal Tools. Hasil dari 7 artikel terpilih didapatkan jenis komplikasi yang paling banyak ditemukan adalah paraestesia sebanyak 4 artikel dan diikuti oleh hipoestesia sebanyak 3 artikel. Kesimpulan penatalaksanaan yang dapat dilakukan terhadap komplikasi infraorbital nerve injury pasca osteotomi Le Fort I adalah dengan melakukan pemeriksaan medis rutin, evaluasi sensasi, pemberian obat-obatan farmakologis serta penghilangan faktor penyebab terjadinya komplikasi infraorbital nerve injury pasca osteotomi Le Fort I.
GAMBARAN DERMATOFITA PENYEBAB TINEA PEDIS PADA PEKERJA BANGUNAN DI KECAMATAN PALARAN KOTA SAMARINDA Indra Jati, Nur Octavia; Dini Harlita, Tiara; Azahra, Sresta
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.35547

Abstract

Jamur dermatofita dapat menyebabkan penyakit infeksi kulit pada manusia, disebut dermatofitosis. Salah satu penyakit dermatofitosis yaitu Tinea Pedis dan sering ditemukan pada sela jari kaki ditandai dengan timbulnya ruam yang membentuk lingkaran seperti cincin, kulit menjadi tebal. Penyebabnya adalah genus Trichophython, Microsporum dan Epidermophyton. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran dermatofita penyebab Tinea Pedis pada pekerja bangunan di Kecamatan Palaran Kota Samarinda. Jenis penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel 55 kerokan sela jari kaki pekerja bangunan dengan teknik Purposive Sampling. Pengambilan data menggunakan lembar observasi dan pengambilan langsung kerokan sela jari kaki. Metode pemeriksaan dilakukan pengamatan secara makroskopis pada media Sabourand Dextrose Agar (SDA) dan mikroskopis dengan slide kultur pewarnaan Lactophenol Cotton Blue (LPCB). Analisis data menggunakan univariat. Hasil penelitian ditemukan jamur dermatofita sebanyak 48 sampel (87,28) dan non dermatofita sebanyak 7 sampel (12,72%). Jamur dermatofita didapatkan genus Trichophyton sp dan non dermatofita Aspergillus sp, Penicillium sp, Curvularia sp, Candida sp, Cladiophialophora sp, Rhizopus sp. Pertumbuhan jamur dermatofita berdasarkan karakterisasi responden masa lama bekerja >5 tahun sebanyak 48 sampel (87,28%), usia 40-60 tahun sebanyak 34 sampel (61,82%) dan personal hygiene buruk sebanyak 48 sampel positif (87,28%). Kesimpulan ditemukan jamur dermatofita penyebab Tinea Pedis pada pekerja bangunan. Pekerja bangunan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran diri pentingnya menjaga kebersihan kaki dan menjaga pola hidup bersih pada saat bekerja.