cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
HUBUNGAN DURASI PENGGUNAAN TELEPON GENGGAM DENGAN KUALITAS TIDUR MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN Narendra, Reza Paradipta; Biromo, Anastasia Ratnawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41578

Abstract

Telepon genggam adalah perangkat elektronik yang digunakan secara luas oleh berbagai kalangan, terutama mahasiswa. Penggunaan telepon genggam yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan tidur sehingga mengganggu konsentrasi, kemampuan belajar, dan Kesehatan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara durasi penggunaan telepon genggam dan kualitas tidur pada mahasiswa kedokteran dengan menggunakan desain potong lintang dan teknik consecutive sampling pada 168 responden mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2021. Data durasi penggunaan telepon genggam didapatkan melalui kuesioner screen time, sementara pengukuran kualitas tidur dilakukan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil penelitian mendapatkan sebanyak 154 responden (91,7%) memiliki durasi penggunaan telepon genggam yang tinggi dengan 103 responden (66,9%) diantaranya mengalami kualitas tidur yang buruk. Analisis statistik menggunakan uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan telepon genggam dan kualitas tidur (p-value 0,004).
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA DI INDONESIA PADA PEKERJA KONSTRUKSI (SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW 2019-2024) PRIATISDA, MOCHAMAD RIZKY
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41657

Abstract

Kelelahan kerja adalah masalah signifikan di sektor konstruksi yang memengaruhi produktivitas dan keselamatan pekerja. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review terhadap 10 studi yang diterbitkan pada 2019–2023 untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kelelahan kerja pada pekerja konstruksi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia, status gizi, beban kerja fisik, shift kerja, dan durasi kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kelelahan. Pekerja yang lebih tua, memiliki status gizi buruk, atau bekerja dengan shift yang tidak teratur cenderung lebih rentan mengalami kelelahan. Penyesuaian jadwal kerja, rotasi tugas, dan program peningkatan gizi direkomendasikan untuk mengurangi risiko kelelahan dan meningkatkan kesejahteraan pekerja.
TANGGUNG JAWAB HUKUM TENAGA MEDIS TERHADAP STANDAR KOMPETENSI ATAS TINDAKAN MEDIS Mahendra, Mahendra; Afrita, Indra; Triana, Yeni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41831

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan manusia yang sangat penting. Untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan, orang yang hidup bersama orang lain membutuhkan apa yang disebut nilai agar tidak berkonflik. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis tanggung jawab hukum yang sesuai standar kompetensi tenaga medis dalam pelaksanaan tindakan medis. Untuk menganalisis akibat hukum tenaga medis terhadap standar kompetensi dalam pelaksanaan tindakan medis.Tanggung Jawab Hukum Standar Kompetensi Tenaga Medis Dalam Pelaksanaan Tindakan Medis bahwa Setiap Tenaga Medis (Dokter dan Dokter Gigi) dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan berkewajiban untuk mematuhi standar profesi, standar pelayanan, dan standar prosedur operasional, yang dimulai dengan keharusan memiliki sertifikat kompetensi kedokteran yang diperoleh dari Kolegium selain ijazah dokter yang telah dimilikinya, keharusan memperoleh Surat Tanda Registrasi dari Konsil Kedokteran Indonesia dan kemudian memperoleh Surat ijin Praktik dari Dinas Kesehatan Kota atau Kabupaten. Tenaga Medis (dokter dan dokter gigi) tersebut juga harus telah mengucapkan sumpah dokter, sehat fisik dan mental serta menyatakan akan mematuhi dan melaksanakan ketentuan etika profesi. Akibat Hukum Tenaga Medis Terhadap Standar Kompetensi Dalam melakukan Tindakan Medis terhadap pasien bahwa berdasarkan kasus yang penulis sajikan bahwa dokter dalam melakukan Tindakan Medis terhadap pasien berupa operasi pembedahan telah melakukan suatu perbuatan melawan hukum, yang disebut dengan Malpraktik medis sehingga terhadap dokter yang melakukan tindakan operasi pembedahan maka dapat dimintakan pertanggungjawaban secara hukum, pertanggungjawaban secara administrasi dan pertanggungjawaban secara etika atau moral.
KEWENANGAN DALAM MELAKUKAN TINDAKAN MEDIS KEDOKTERAN GIGI BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2023 TENTANG KESEHATAN Setianari, Ira; Yetti, Yetti; Afrita, Indra
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41832

Abstract

Kesehatan menjadi salah satu kebutuhan utama manusia di samping pangan, pemukiman, dan pendidikan karena hanya dalam keadaan sehat, manusia hidup, tumbuh dan berkarya dengan lebih baik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kewenangan dalam melakukan tindakan medis kedokteran gigi berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023. Untuk menganalisi tanggung jawab hukum terhadap tenaga kesehatan dan non kesehatan dalam melakukan tindakan medis kedokteran gigi. Kewenangan Dalam Melakukan Tindakan Medis Kedokteran Gigi Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 bahwa Tenaga Kesehatan bertanggung jawab atas kesalahan ataupun kelalaian dalam melaksanakan tindakan medis kedokteran gigi. Namun apabila hal itu dilakukan melalui pelimpahan wewenang maka tidaklah dapat sepenuhnya kelalaian Tenaga Kesehatan menjadi tanggung jawabnya itu sendiri, sebaiknya dapat diteliti terlebih dahulu mengenai bagaimana terjadinya kelalaian tersebut. Tanggung Jawab Hukum Penyedia Layanan Jasa Kesehatan Gigi Dalam Melakukan Tindakan Medis Kedokteran Gigi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien maka sejak itu telah lahir suatu akibat hukum dari pemberian pelayanan kesehatan tersebut. Dimana Tenaga Kesehatan selaku subyek hukum yang telah memberikan pelayanan Medik kepada para pasien, memiliki tanggungjawab hukum berdasarkan pelimpahan kewenangan medik yang telah diberikan sebelumnya oleh Dokter yang memberikan pelimpahan wewenang tersebut, sehingga baik Dokter dan Tenaga Kesehatan memiliki akibat hukum yang sama dalam melaksanakan tindakan medis kedokteran gigi kepada pasien.
PENGARUH KONJAC PADA KUALITAS DAN SENSORI EVALUASI SOSIS DAGING Siregar, Dhita Sari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41926

Abstract

Sosis daging pada saat ini bukanlah menjadi nama baru di masyarakat. Biasanya produk ini terbuat dari campuran daging sapi dan daging ayam. Saat ini minat masyarakat Indonesia mengenai kebutuhan pangan olahan cukup tinggi karena kepraktisannya untuk menunjang gaya hidup modern yang praktis. Namun tantangannya adalah bagaimana membuat formulasi sosis daging yang sesuai dengan selera konsumen Indonesia. Di mana sensory evaluasi yang sangat diminati pasar serapan kategori pangan ini adalah menghasilkan sosis dengan tekstur yang juicy, kenyal, tidak terasa tepung dan renyah. Menurut beberapa penelitian konjac adalah salah satu bahan tambahkan pangan yang dinilai dapat meningkatkan daya serap air sehingga menghasilkan tekstur produk jadi menjadi juicy. Penelitian ini dilakukan dengan pembuatan formula sosis daging dengan penambahan konjac secara dry addition sebanyak 0%, 1%, 1,5% dan 2% dari total kuantiti sosis daging. Untuk penelitian yang dilakukan meliputi pengamatan mutu bahan baku konjac, uji ikat air konjac dan sensori evaluasi secara hedonic dengan 30 orang panelis terlatih. Uji stabilitas mutu sosis daging yang disimpulkan juga diperoleh dari hasil metode sensori evaluasi hedonic ini. Hasil penelitian produk sosis daging ini didapatkan produk yang stabil mutunya dengan tekstur yang juicy, kenyal, tidak keras sehingga disukai oleh panelis. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah formulasi sosis kombinasi terbaik dengan penambahan Konjac sebanyak 1,5%  
HUBUNGAN NUTRISI DAN RIWAYAT IMUNISASI DASAR TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI KECAMATAN ULIM KABUPATEN PIDIE JAYA Ramadhana, Phossy Vionica; Agustina, Agustina; Mairani, Tiara; Akbar, Fahrisal
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.20771

Abstract

Stunting merupakan permasalahan utama khusus di Indonesia. Provinsi Aceh merupakan peringkat empat tertinggi prevalensi stunting (31.2%), dan Kabupaten Pidie Jaya termasuk ke dalam tiga tertinggi prevalensi stunting (37.8%). Dimana yang menjadi perhatian cukup serius, terjadi peningkatan risiko stunting pada usia 6-11 bulan ke kelompok usia 12-23 bulan sebesar 1.6 kali. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan nutrisi dan riwayat imunisasi dasar terhadap kejadian stunting. Penelitian menggunakan metode kuantitaitf engan design design Cross-sectional Study. Sampel dalam penelitian sebesar 77 balita. Dimana pengambilan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling. Analisis data menaggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita mengalami stunting (74.3%). Dimana terdapat hubungan sigfinikan pemberian ASI ekslusif (p-value 0.0001) dan riwayat imunisasi dasar (p-value 0.0001) terhadap stunting pada balita. Dan tidak terdapat hubungan antara MP-ASI (p-value 0.328) dengan kajadian stunting pada balita. Nutrisi untuk anak yaitu ASI eksklusif dan riwayat imunisasi memiliki hubungan terhadap kejadian stunting pada anak.
PENGARUH PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG PERILAKU SEKSUAL REMAJA KELAS XI SMA NEGERI 1 JEBUS BANGKA BARAT AFadilah, R.; Kurniasari, Indri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28719

Abstract

Kesehatan reproduksi masih menjadi masalah dikalangan masyarakat di Indonesia maupun dunia. Tingkat Pendidikan dan pengetahuan sejak remaja mengenai kesehatan reproduksi menjadi salah satu indicator pencegah terjadinya penyimpangan dan penyakit yang berkaitan dengan perilaku seksual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan reproduksi remaja terhadap pengetahuan tentang perilaku seksual remaja. Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan kolerasi melalui pendekatan one group pretest – posttest, menggunakan deskriptif analitik. Populasinya anak - anak remaja kelas XI yang bersekolah di SMA Negeri 1 Jebus Bangka Barat, jumlah sampel 68 responden. Menentukan responden dengan teknik Cluster Sampling atau Area Sampling, pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang kemudian dianalisis dengan analisa data statistic dengan uji paired sample t-test. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan terdapat 6 remaja (12%) yang pengetahuan baik tentang perilaku seksual, dan sebanyak 62 orang (88%) pengetahuan kurang baik tentang perilaku seksual. Dari hasil penelitian responden setelah diberikan pendidikan kesehatan terdapat 63 remaja (92%) yang pengetahuan baik tentang perilaku seksual, dan sebanyak 5 orang (8%) pengetahuan kurang baik tentang perilaku seksual. Didapatkan nilai Signifikansi (2-tailed) < dari 0,05 yang artinya adanya perbedaan yang signifikan antara variabel awal dengan variabel akhir.  Terdapat pengaruh pengetahuan tentang perilaku seksual remaja sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan reproduksi remaja. Diharapkan dapat ditingkatkan pemberian pendidikan mengenai kesehatan reproduksi remaja untuk mencegah terjadinya penyimpangan dan penyakit yang berkaitan dengan perilaku seksual khususnya di SMA Negeri 1 jebus Bangka Barat.
PENGARUH KOMPRES BAWANG MERAH TERHADAP INTENSITAS NYERI SENDI PADA LANSIA PENDERITA GOUT ARTHRITIS DI PANTI SOSIAL LANJUT USIA HARAPAN KITA DINAS SOSIAL PROVINSI SUMATERA SELATAN Fadilla, RA; Puspita, Rieska Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28720

Abstract

Gout Arthritis adalah suatu proses inflamasi yang terjadi karena deposisi kristal asam urat pada jaringan sekitar sendi, terutama sendi-sendi di kaki, pergelanggan kaki, pergelangan tangan, lutut dan siku. Gout terjadi sebagai akibat dari hiperurisemia yang berlangsung lama (asam urat serum meningkat) disebabkan karena penumpukan purin atau eksresi asam urat yang kurang dari ginjal. Untuk mengatasi nyeri gout arthritis dapat dilakukan secara farmakologi (obat- obatan) dan manajemen non farmakologi. Salah satu intervensi non farmakologis yang dapat dilakukan adalah dengan cara kompres bawang merah. Bawang merah mengandung senyawa yang berperan sebagai antioksidan alami, seperti flavonoid dan saponin. Kandungan senyawa flavonoid memiliki sifat anti radang (anti inflamasi). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kompres bawang merah terhadap intensitas nyeri sendi pada lansia penderita gout arthritis di Panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita Palembang Tahun 2024. Metode : Waktu penelitian  dilakukan pada bulan Maret tahun 2024. Desain penelitian menggunakan quasy eksperiment dengan pendekatan pre and post test with control. Sampel penelitian ini berjumlah 30 orang dengan teknik purposive sampling dan instrumen Numeric Rating Scale dan analisa data dengan uji statistik paired samples t Test. Hasil penelitian menunjukan rata-rata  nyeri sebelum dilakukan intervensi yaitu 5,07 dan setelah dilakukan intervensi rata-rata nyeri yaitu 3,47 dengan nilai p value sebesar 0,000 < 0,05 yang bermakna bahwa ada pengaruh kompres bawang merah terhadap penurunan nyeri sendi gout arthritis. Kesimpulan: Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu alternatif bagi responden dalam melakukan perawatan nyeri sendi.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN SKRIPSI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA Apriansyah, Harfi Rif'ani; Atzmardina, Zita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30581

Abstract

Stres adalah sesuatu yang dialami oleh semua orang, terutama mahasiswa fakultas kedokteran. Stres biasanya muncul dari masalah atau tugas yang belum terselesaikan, seperti pengerjaan skripsi bagi mahasiswa. Stres memiliki berbagai tingkat dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan tingkat stres antara mahasiswa yang sedang mengambil skripsi dengan mahasiswa yang tidak sedang mengambil skripsi di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara pada tahun 2024. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan 166 mahasiswa sebagai responden. Data penelitian diambil menggunakan metode random sampling serta dianalisis secara chi-square. Tingkat stres diukur menggunakan Perceived Stress Scale (PSS-10). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam tingkat stres antara kedua kelompok dengan p-value sebesar 0,048. Mahasiswa yang sedang mengambil skripsi cenderung memiliki tingkat stres yang lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak sedang mengambil skripsi. Data menunjukkan bahwa di antara mahasiswa yang sedang mengambil skripsi, 11 (18,96%) mengalami stres ringan, 42 (72,41%) mengalami stres sedang, dan 5 (8,62%) mengalami stres berat. Sementara itu, di antara mahasiswa yang tidak sedang mengambil skripsi, 39 (35,77%) mengalami stres ringan, 66 (60,55%) mengalami stres sedang, dan 4 (3,66%) mengalami stres berat. Temuan ini menyoroti adanya hubungan yang signifikan antara pengerjaan skripsi dan tingkat stres mahasiswa. Faktor-faktor seperti beban akademik, tenggat waktu, dan tekanan berkontribusi terhadap tingginya stres pada mahasiswa yang sedang mengambil skripsi. Disarankan agar fakultas memberikan edukasi manajemen stres dan kesehatan mental secara berkala serta melakukan evaluasi dan pemantauan rutin terhadap tingkat stres mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran dan menyediakan intervensi yang sesuai.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP PRESTASI AKADEMIK PADA MAHASISWA FK UNTAR ANGKATAN 2022/2023 Agoes, Izzra Fahmi; Atzmardina, Zita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30582

Abstract

Aktivitas fisik merupakan faktor penting dalam kesehatan dan kesejahteraan mahasiswa, serta dapat mempengaruhi prestasi akademik mereka. Tujuan penelitian ini ialah mengeksplorasi hubungan antara aktivitas fisik dan prestasi akademik di kalangan mahasiswa. Penelitian dilakukan terhadap 234 Mahasiswa FK Untar Angkatan 2022 dan 2023, dengan mengumpulkan data tentang tingkat aktivitas fisik, seperti jenis dan durasi aktivitas yang dilakukan, serta pencapaian akademik tiap mahasiswa dalam bentuk nilai IPK (Indeks Prestasi Kumulatif). Penelitian dilaksanakan secara analitik observasional dengan desain potong lintang (cross sectional). Hasil analisis data menunjukkan prestasi akademik siswa dan tingkat aktivitas fisik tidak berkorelasi secara signifikan dengan nilai p < 0,402 dan ditemukan bahwa orang yang beraktivitas fisik 1,186 kali mempunyai prestasi akademik lebih baik. IPK siswa yang lebih banyak melakukan aktivitas fisik tidak selalu lebih tinggi dibandingkan siswa yang lebih sedikit melakukan aktivitas fisik. Pentingnya integrasi aktivitas fisik dalam rutinitas harian mahasiswa ditekankan sebagai bagian dari strategi pendidikan holistik untuk meningkatkan tidak hanya kinerja akademik mereka, tetapi juga kesehatan mereka. Hal ini dapat membantu banyak hal positif dalam mempromosikan gaya hidup sehat di kalangan mahasiswa.