cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
HUBUNGAN IKLIM ORGANISASI DENGAN KINERJA PERAWAT RSUD HAJI PROVINSI SULAWESI SELATAN Andi Niartiningsih; Nurfitriani Nurfitriani; Nurul Hidayah Nur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 1 (2023): MARET 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i1.6643

Abstract

Kinerja karyawan merupakan hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya. Kinerja karyawan meliputi kualitas dan kuantitas output serta keandalan dalam bekerja. Semakin tinggi kinerja karyawan maka peluang keberhasilan suatu organisasi akan semakin besar, dan sebaliknya semakin rendah kinerja karyawan kemungkinan gagalnya suatu organisasipun akan semakin besar. Untuk mengetahui analisis pengaruh iklim organisasi terhadap kinerja perawat RSUD Haji Provinsi Sulawesi Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan studi observasional analitik dengan rancangan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini ditentukan total sampling yaitu182 perawat. Analisis  data menggunakan uji chi square. Rata-rata responden berada pada tingkat umur 20-35 tahun (53.3%), jenis kelamin perempuan (93.4.%), lama bekerja (43.9%), pendidikan terakhir Ners (54.9%), status kepegawaian PNS (71.4%). Uji chi square menunjukkan bahwa ada hubungan iklim organisasi dengan kinerja perawat dengan nilai (P=0.000), jika organisasi dapat menciptakan sebuah iklim organisasi yang baik maka hal tersebut mampu membawa para anggotanya untuk meningkatkan prestasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi. Disarankan untuk meningkatkan iklim organisasi dengan memperhatikan konflik yang terjadi sehingga dapat segera diatasi dengan melakukan bimbingan atau pelatihan sehingga permasalahan dapat dipecahkan dan perawat agar lebih menunjukkan dan secara kontinyu meningkatkan kemampuan kepemimpinan klinis dengan melakukan pengembangan pribadi berkelanjutan dengan melakukan kerjasama yang baik antar perawat dalam metode tim, memperhatikan keselamatan pasien dengan melaksanakan tindakan keperawatan sesuai standar prosedur operasional (SPO).
THE EFFECT OF 40% RED BETEL LEAF SOLUTION ON THE NUMBER OF BACTERIA COLLONIES, AND EXUDATE IN CHRONIC WOUNDS: A CASE SERIES Susana Widyaningsih; Meida Laely Ramdani; Yasinta Nur Rohmah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 1 (2023): MARET 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i1.11867

Abstract

Luka kronis adalah luka yang membutuhkan waktu lebih lama dari proses normal penyembuhan luka, disebabkan adanya gangguan selama proses penyembuhan luka. Pelayanan keperawatan yang diberikan secara menyeluruh salah satunya adalah perawatan luka yang harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur tetap. Prosedur perawatan luka ini bertujuan agar mempercepat proses penyembuhan dan bebas dari infeksi. Metode perawatan luka secara herbal diantaranya dengan menggunakan larutan daun sirih merah. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh larutan daun sirih merah 40% terhadap jumlah koloni dan eksudat pada luka kronis pasien home care di wilayah Banyumas. Studi ini merupakan case series yang mengikutsertakan 6 responden dengan luka kronis dengan perawatan luka di rumah. Perawatan luka dengan larutan daun sirih merah 40% sebagai bahan pencuci luka dilakukan sebanyak 3 kali dalam 1 minggu. Koloni bakteri dan jumlah eksudat diambil sebelum dilakukan perawatan luka 1 (pre-test) dan setelah perawatan luka ke 2. Sampel dianalisis di laboratorium Farmasi UMP. Analisis data yang digunakan dalam penellitian ini menggunakan Uji T- test. Hasil penelitain menunjukan bahwa usia responden dengan rata-rata 66,53 tahun dengan jenis kelamin yang paling dominan perempuan (66,7%). Penghitungan jumlah koloni bakteri  sebelum diberikan terapi dengan larutan daun sirih merah 40% adalah 1266.67 ± 152.75. Sedangkan setelah diberi larutan daun sirih merah dengan 1x pengukuran adalah 1040.00 ± 495.17 (p value=0.325). Mengikuti sedikit penurunan koloni bakteri, jumlah eksudat juga berkurang. Meskipun terjadi penurunan jumlah koloni bakteri, namun secara statistik jumlahnya tidak signifikan. Namun larutan tersebut masih dapat digunakan sebagai alternatif larutan berbahan dasar herbal untuk membersihkan luka kronis yang terinfeksi dalam pengobatan luka.
HUBUNGAN CITA RASA DAN VARIASI MENU MAKANAN DENGAN SISA MAKANAN LUNAK PADA PASIEN RAWAT INAP DI RSUD TELUK KUANTAN TAHUN 2022 Ari Oktaviani; Nur Afrinis; Besti Verawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 1 (2023): MARET 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i1.12104

Abstract

Pasien rawat inap rumah sakit sering menyisakan makanan, padahal zat gizi dalam makanan yang disediakan penting untuk pemulihan tubuh pasien. Cita rasa makanan yang kurang baik mengakibatkan penilaian pasien terhadap makanan yang disajikan kurang baik pula. Variasi menu akan merangsang selera makan sehingga makanan akan dapat dihabiskan. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan cita rasa dan variasi menu makanan dengan sisa makanan lunak pada pasien rawat inap. Jenis penelitian adalah kuantitatif analitik dengan cross sectional study. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien rawat inap di RSUD Teluk Kuantan sebanyak 75 orang menggunakan total sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni - Agustus 2022 di RSUD Teluk Kuantan. Instrumen yang digunakan adalah Food Weighing dan kuesioner dengan analisa univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebanyak 56% makanan beraroma sedap, 56% bertekstur kurang sesuai, 45,3% rasa enak, 58,7% makanan matang, 42% suhu makanan sesuai, 48% cita rasa makanan cukup, 65,3% makanan kurang bervariasi dan 52% sisa makanan banyak. Ada hubungan antara aroma (p value = 0,016), tekstur (p value = 0,000), rasa (p value = 0,000), kematangan (p value = 0,000), suhu (p value = 0,002), cita rasa makanan (p value = 0,000) dan variasi makanan (p value = 0,016) dengan sisa makanan lunak pada pasien rawat inap. Kesimpulan penelitian ini bahwa cita rasa makanan dan variasi menu makanan berhubungan dengan sisa makanan pasien. Disarankan bagi RSUD Teluk Kuantan perlunya peningkatan keterampilan petugas pengolah makanan untuk meningkatkan kualitas makanan yang disajikan sehingga mengurangi sisa makanan.
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI PROTEIN DAN PENGETAHUAN TENTANG GIZI SEIMBANG DENGAN STATUS GIZI REMAJA DI POSYANDU REMAJA DESA PANGKALAN JAMBI KECAMATAN BUKIT BATU Vivi Herawati; Eka Roshifita Rizqi; Nur Afrinis
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 1 (2023): MARET 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i1.12105

Abstract

Masa remaja  merupakan masa transisi yang sangat rentan terhadap masalah gizi, status gizi remaja perlu diperhatikan dimana asupan energi, asupan protein, dan pengetahuan tentang gizi seimbang terhadap status gizi  remaja.Tujuan penelitian menganalis hubungan  asupan energi protein dan pengetahuan tentang gizi seimbang dengan status gizi remaja di Posyandu Remaja di Desa Pangkalan Jambi Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis Tahun 2022. Jenis penelitian adalah analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 23 Juni sampai  tanggal 29 Juni Tahun 2022, dengan jumlah populasi sampel 77 orang dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Status gizi diukur dengan indeks antropometri IMT/U. Pengetahuan diukur melalui kuesioner, dan asupan energi dan protein dengan food recall 24 jam. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat  dengan uji chi square. Hasil penelitian ditemukan 31,2% remaja berstatus gizi tidak normal. 70,1%  remaja dengan asupan energi tidak baik, 74% remaja memiliki asupan protein tidak baik dan 67,5%  remaja memiliki pengetahuan yang kurang tentang gizi seimbang. Ditemukan ada hubungan antara asupan energi (p=0,049), asupan protein (p=0,036) dan pengetahuan (p=0,024) dengan status gizi remaja. Penelitian ini menyimpulkan ada hubungan antara asupan energi, protein dan pengetahuan tentang gizi seimbang dengan status gizi remaja. Disarankan meningkatkan pengetahuan remaja tentang gizi seimbang melalui edukasi yang dapat dilakukan di Posyandu remaja.
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA USIA 36- 45 TAHUN DI RUANG RAWAT INAP BEDAH RSUD TALUK KUANTAN KABUPATEN KUANTAN SINGINGI TAHUN 2022 Herawati Herawati; Nur Afrinis; Besti Verawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 1 (2023): MARET 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i1.12108

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang berbahaya karena berdampak pada penyakit kardiovaskuler. Pengetahuan gizi mempengaruhi kejadian hipertensi pada usia 36- 45 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan pengetahuan gizi dengan kejadian hipertensi pada pasien usia 36- 45 tahun di ruang rawat inap bedah RSUD Taluk Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi Tahun 2022. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni s/d Agustus 2022 di Ruang Rawat Inap Bedah RSUD Taluk Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang ada diruang rawat inap bedah usia 36-45 tahun di RSUD Taluk Kuantan berjumlah 60 orang dengan menggunakan teknik adalah total sampling. Alat pengumpulan data yaitu berupa kuesioner dan tensi meter. Pengolahan data yang digunakan adalah Analisa Univariat dan Analisa Bivariat dengan uji Chi Squere. Hasil analisa univariat diperoleh dari diperoleh 21 responden dengan pengetahuan gizi kurang terdapat sebanyak 5 responden (23,8%) tidak hipertensi dan dari 39 responden dengan pengetahuan gizi baik terdapat 12 responden (30,8 %) yang mengalami hipertensi. Artinya ada hubungan pengetahuan gizi dengan kejadian hipertensi pada usia 36- 45 tahun di ruang rawat inap bedah RSUD Taluk Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan reponden mengenai pengetahuan gizi sehingga bisa terhindar dari hipertensi.
UJI AKTIVITAS SEDIAAN OBAT KUMUR KOMBINASI EKSTRAK DAUN TURI (Sesbania grandiflora L.) DAN DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Ika Lismayani; Ahmad Irsyad Aliah; Sri Ayu Ulandari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 1 (2023): MARET 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i1.12204

Abstract

Kombinasi ekstrak daun turi (Sesbania grandiflora L.) dan daun sirih hijau (Piper betle L.) memiliki beberapa senyawa metabolit skunder yang dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri diantaranya alkaloid, flavonoid dan tannin. Pada penelitian ini tanaman tersebut diformulasikan menjadi sediaan berupa obat kumur dengan menggunakan ekstrak daun turi (Sesbania grandiflora L.) dan daun sirih hijau (Piper betle L.) pada sebuah formulasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak daun turi (Sesbania grandiflora L.) dan daun sirih hijau (Piper betle L.) dapat diformulasikan menjadi sediaan obat kumur dan untuk mengetahui apakah formulasi sediaan obat kumur memiliki aktivitas antibakteri terhadap staphylococcus aureus. Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimental laboratorim, daun turi (Sesbania grandiflora L.) dan daun sirih hijau (Piper betle L.) dimaserasi menggunakan pelarut etanol 96%, dibuat menjadi sediaan obat kumur dari kombinasi ekstrak daun turi (Sesbania grandiflora L.) dan daun sirih hijau (Piper betle L.) sebagai antibakteridengan variasi konsentrasi yaitu untuk F1 daun turi 2% daun sirih hijau 1%, F2 daun turi 1% daun sirih hijau 2% dan F3 daun turi 2% dan daun sirih hijau 2% dengan evaluasi sediaan secara fisik dan kimia serta pengujian aktivitas antibakteri dengan metode difusi teknik paper disk. Didapatkan hasil pada penelitian ini obat kumur ekstrak daun turi (Sesbania grandiflora L.) dan daun sirih hijau (Piper betle L.) yang paling efektif sebagai antibakteri pada formulasi ke III (F3) dengan diameter rata-rata daya hambat sebesar 12,7 mm.
EKSTRAK BIJI ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL) TERHADAP STREPTOCOCCUS MUTANS Zulfiah Idris; Prayitno Setiawan; Nurul Afifi Hakman
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 1 (2023): MARET 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i1.12206

Abstract

Biji alpukat memiliki kandungan senyawa kimia seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid dan steroid. Biji alpukat (Persea americana Mill) memiliki efek sebagai antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans. Telah dilakukan penelitian mengenai formulasi obat kumur menggunakan ekstrak biji alpukat (Persea americana Mill). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kestabilan pada sediaan obat kumur. Kestabilan sediaan ditentukan dari hasil uji organoleptis, uji pH, dan uji viskositas menggunakan metode cycling test, serta uji daya hambat. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium, maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, lalu diformulasikan menjadi sediaan mouthwash dengan berbagai konsentrasi yaitu FI (2%), FII (4%), dan FIII (8%). Dari hasil penelitian diperoleh nilai signifikan menggunakan SPSS adalah untuk uji pH sig. 0,00 < 0,05, untuk uji viskositas sig. 0,00 < 0,05 Dari data tersebut menunjukkan nilai sig. < 0,05 yang berarti tidak ada perbedaan yang terjadi selama dilakukan uji cycling test. Aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans menghasilkan rata-rata zona hambat pada formula I sebesar 9,4 mm, pada formula II rata-rata zona hambat sebesar 11,9 mm, pada formula III rata-rata zona hambat sebesar 12,8 mm, kontrol positif rata-rata zona hambat sebesar 13,9 mm, sedangkan pada kontrol negatif tidak memiliki zona hambat.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, DUKUNGAN SUAMI DAN STATUS PEKERJAAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU MEMILIKI BAYI USIA < 6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIAK HULU Sriwidya Astuti Khati; Duma Sari Lubis
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 1 (2023): MARET 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i1.12227

Abstract

ASI   eksklusif  adalah makanan   pertama, yang  dibutuhkan  dalam  proses tahap   pertumbuhan  dan perkembangan bayi yang diberikan  sejak lahir hingga enam bulan menurut WHO angka pemberian    ASI  eksklusif  di  dunia  38%. Menurut data (RISKESDAS) 2021, 52,5 %  setengah dari 2,3 juta bayi berusia kurang mendapat ASI eksklusif. Tujuan penelitian untuk mengetahui  Hubungan Pengetahuan, Dukungan suami  dan status pekerjaan  dengan Pemberian Asi Eksklusif pada Ibu memiliki bayi usia < 6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Siak Hulu III 2022. Metode dalam penelitian ini cross sectional.  Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki bayi usia < 6 berjumlah 175 orang. Sampel sebanyak 50 orang. Alat pengumpulan data mengunakan kuesioner dengan menggunakan metode analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian ada hubungan bermakna pengetahuan dengan pemberian asi eksklusif hasil uji statistik nilai P value 0,02  ? dari (0,05), ada hubungan bermakna antara  dukungan suami dengan pemberian asi eksklusif hasil uji statistik nilai P value 0,01  ? dari (0,05),dan tidak ada hubungan bermakna status pekerjaan dengan pemberian asi eksklusif hasil uji statistik nilai P value 0,08 >  dari (0,05). Diharapkan responden untuk meningktakan ilmu pengetahuan dengan cara rajin membaca artikel dan mendengarkan informasi ilmiah  tentang asi ekslusif dan memberikan pelatihan kepada bapak agar bisa memberdayakan diri  agar dapat membantu istri dalam pemberian asi ekslusif.
PENGARUH INDUKSI OKSITOSIN TERHADAP INTENSITAS NYERI PERSALINAN DI RUMAH SAKIT UMUM ARIFIN ACHMAD PEKANBARU Umi Mustika Sari; Fitri Handayani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 1 (2023): MARET 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i1.12237

Abstract

Induksi oksitosin atau penggunaan obat pemicu kontraksi adalah tindakan yang dilakukan untuk melancarkan proses persalinan. Bila dilakukan pemberian oksitosin, baik frekuensi maupun kekuatan kontraksi otot polos rahim aka meningkat sehingga rasa nyeri persalinan semakin hebat. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasikan pengaruh induksi oksitosin terhadap intensitas nyeri persalinan di Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Pekanbaru. Desain penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan data primer, dimana data langsung di peroleh dari responden dengan menggunakan lembar observasi dan analisis data yang digunakan adalah uji t-independent. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa 20 orang responden kelompok intervensi mayoritas berumur 20-30 tahun sebanyak 14 orang ( 70%), berdasarkan tingkat pendidikan mayoritas berpendidikan SMA sebanyak 9 orang (45%), berdasarkan mayoritas jumlah anak yang dimiliki adalah 2-4 orang sebanyak 13 orang ( 65%). Sedangkan 20 orang responden kelompok kontrol mayoritas berumur 20-30 tahun sebanyak 12 orang (60%), berdasarkan tingkat pendidikan mayoritas berpendidikan SMA sebanyak 10 orang ( 50%), berdasarkan mayoritas jumlah anak yang dimiliki adalah 2-4 orang sebanyak 13 orang (65%). Hasil uji t-independent intensitas nyeri pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol diperoleh P= 0,000. Hasil uji t-independent dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan setelah di induksi dan tidak di induksi yaitu nilai P= 0,000. Intensitas nyeri pada kelompok intervensi adalah 9,25 dengan standar deviasi 0,97. Rata-rata skala nyeri setelah di kontrol pada kelompok kontrol adalah 7,10 dengan standar deviasi 2.24.  Kesimpulan dari hasil penelitian ini diketahui ada pengaruh induksi oksitosin terhadap intensitas nyeri persalinan.
DAMPAK PELATIHAN TEPID WATER SPONGE DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP KETERAMPILAN ORANG TUA MENANGANI HIPERTERMI PADA ANAK DI POSYANDU MARGA UTAMA 1 DESA TAMANSARI KARANGMONCOL PURBALINGGA Miftahul Aziz; Jebul Suroso
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 1 (2023): MARET 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i1.12642

Abstract

Hipertermi merupakan keadaan dimana suhu tubuh melebihi titik set. Penanganan demam dengan cepat dan tepat sangat diperlukan, jika tidak akan membahayakan keselamatan anak. Penanganan hipertermi dengan kompres TWS . Penelitian berfokus pada tingkat pengetahuan dan keterampilan ibu dalam menangani hipertermi pada anak. Mengetahui dampak pelatihan TWS dengan media audiovisual  terhadap keterampilan orangtua menangani hipertermi pada anak. Penelitian menggunakan kuantitatif dengan desain quasy eksperimental pendekatan one group pre-test post-test. Sampel berjumlah 30 Ibu menggunkan metode total sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuisioner dan observasi pengetahuan serta keterampilan tentang hipertermi dan TWS. Mayoritas ibu berusia 30-45 tahun, Sebelum diberikan intervensi tingkat pengetahuan ibu yaitu 4 responden (13,3%) kategori cukup dan 26 responden (86,7%) kurang, setelah dilakukan intervensi nilai meningkat 7 responden (23,3%) kategori baik, 17 responden (56,7%) kategori cukup, dan 6 responden (20%) kategori kurang. Hasil tingkat keterampilan sebelum diberikan intervensi 6 responden (20%) kategori cukup dan 24 responden (80%) kategori kurang. Setelah dilakukan intervensi 23 responden (76,7%) kategori baik dan 7 responden (23,3%) kategori cukup. Ada pengaruh pemberian media audiovisual terhadap tingkat pengetahuan dan keterampilan ibu Posyandu Marga Utama 1 menangani anak hipertermi dengan cara TWS (p 0,001).

Page 30 of 435 | Total Record : 4346