cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,916 Documents
GAMBARAN FROZEN SHOULDER PADA BURUH PANGGUL PT. SRI ANEKA KARYATAMA Maghfira Arrathuza Giffary; Irawaty Hawari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.60256

Abstract

Penyakit frozen shoulder atau adhesive capsulitis merupakan salah satu penyakit yang paling sering terjadi pada kejadian nyeri bahu pada gerak aktif maupun pasif dan kejadian frozen shoulder sudah menjadi masalah umum di dunia. Penyakit ini ditandai dengan adanya kekakuan dan nyeri pada sendi bahu yang kerap terjadi akibat adanya peradangan pada lapisan sinovial dan kapsul. Kejadian frozen shoulder meningkat pada pasien dengan diabetes, penyakit tiroid, parkinson, penyakit paru obstruksi kronik dan infark miokard. Penyakit ini juga dapat disebabkan oleh riwayat trauma atau pergerakan posisi yang salah, misal mengangkat beban dengan posisi yang tangan yang salah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Kejadian frozen shoulder pada buruh panggul PT. Sri Aneka Karyatama dengan menggunakan kuesioner Shoulder Pain and Disability Index (SPADI). Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan desain studi cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah non-random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner SPADI oleh para responden. Hasil penelitian ini di dapatkan 96,7% responden mengalami frozen shoulder dan hanya 3,3% yang tidak pernah mengalami frozen shoulder. Mayoritas responden menunjukkan stage frozen (4–12 bulan) sebanyak 46%, lalu sebanyak 38,2% stage freezing, dan 19,1% pada stage thawing.
HUBUNGAN RASIO NEUTROFIL-LIMFOSIT TERHADAP KEJADIAN INFEKSI LUKA OPERASI PADA PASIEN YANG MENJALANI LAPAROTOMI Vandra Prinosa; Agustiawan Agustiawan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.60286

Abstract

Infeksi luka operasi (ILO) merupakan salah satu komplikasi yang paling sering terjadi setelah laparotomi dan berkontribusi terhadap peningkatan morbiditas, lama rawat inap, kebutuhan penggunaan antibiotik, tindakan reoperasi, serta biaya pelayanan kesehatan. Identifikasi pasien yang memiliki risiko tinggi mengalami ILO menjadi penting untuk mendukung strategi pencegahan dan meningkatkan luaran klinis. Rasio neutrofil–limfosit (RNL) merupakan biomarker inflamasi yang diperoleh dari pemeriksaan darah rutin dan mencerminkan keseimbangan antara respons imun bawaan dan adaptif. Artikel ini bertujuan menelaah bukti ilmiah mengenai peran RNL sebagai prediktor kejadian infeksi luka operasi pada pasien yang menjalani laparotomi. Penulisan dilakukan menggunakan metode tinjauan pustaka melalui penelusuran literatur pada basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar terhadap artikel yang dipublikasikan pada periode 2015–2025. Literatur dipilih berdasarkan relevansi dengan topik pembahasan, kemudian dianalisis secara deskriptif dan komprehensif. Hasil telaah menunjukkan bahwa peningkatan RNL berhubungan dengan respons inflamasi sistemik yang lebih berat serta peningkatan risiko terjadinya ILO pada berbagai jenis pembedahan, termasuk laparotomi. Rasio neutrofil–limfosit memiliki keunggulan karena mudah diperoleh, murah, cepat, dan tersedia di hampir seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. Meskipun demikian, variasi nilai ambang dan heterogenitas karakteristik penelitian masih membatasi penerapannya sebagai standar klinis. Rasio neutrofil–limfosit berpotensi menjadi biomarker sederhana dalam stratifikasi risiko infeksi luka operasi, namun masih diperlukan penelitian prospektif berskala besar untuk menetapkan nilai ambang yang optimal dan memvalidasi penggunaannya pada berbagai populasi pasien.
PENERAPAN PIJAT LAKTASI DAN KOMPRES AIR HANGAT PADA MENYUSUI TIDAK EFEKTIF IBU POST SECTIO CAESAREA : STUDI KASUS Aminatur Rodiyah; Yuni Purwati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.60323

Abstract

Ibu post sectio caesarea sering mengalami masalah menyusui tidak efektif akibat nyeri pasca operasi, keterbatasan mobilisasi, pembengkakan payudara, dan keterlambatan pengeluaran ASI. Kondisi tersebut dapat menyebabkan bendungan ASI yang berdampak pada ketidaknyamanan ibu dan gangguan proses menyusui. Salah satu upaya non-farmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI adalah kombinasi pijat laktasi dan kompres air hangat. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui efektivitas pijat laktasi dan kompres air hangat pada menyususi tidak efektif pasien post partum sectio caesarea sebagai manajemen peningkatan produksi ASI. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif pendekatan studi kasus dengan proses keperawatan mulai dari tahap pengkajian, penegakan diagnosis keperawatan, penyusunan intervensi tindakan, pelaksanaan intervensi, hingga evaluai hasil tindakan. Pada satu pasien post sectio caesarea dengan masalah menyusui tidak efektif. Intervensi berupa kombinasi pijat laktasi dan kompres air hangat diberikan selama tiga hari berturut-turut sebanyak tiga kali per hari (15-20 menit). Evaluasi dilakukan dengan mengukur volume ASI sebelum dan sesudah intervensi. Sebelum intervensi, produksi ASI yang diperoleh ≤3 ml. Setelah diberikan kombinasi pijat laktasi dan kompres air hangat terjadi peningkatan produksi ASI secara bertahap, yaitu 5–10 ml pada hari pertama, 15–30 ml pada hari kedua, dan 30–60 ml pada hari ketiga. Selain itu, nyeri, pembengkakan, dan ketegangan payudara berkurang serta kenyamanan pasien meningkat. Kombinasi pijat laktasi dan kompres air hangat efektif meningkatkan produksi ASI, mengurangi pembengkakan dan nyeri payudara, serta mendukung keberhasilan menyusui pada ibu post sectio caesarea dengan masalah menyusui tidak efektif.
KARAKTERISTIK FAKTOR RISIKO STUNTING PADA BALITA DI DESA LOSARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS REMBANG Jagat Sukma Pranawa; Etika Dewi Cahyaningrum; Siti Haniyah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.60378

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia karena berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan menggambarkan karakteristik beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di Desa Losari wilayah kerja Puskesmas Rembang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh balita stunting sebanyak 118 anak, dengan sampel 91 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling berdasarkan rumus Slovin. Kriteria inklusi meliputi balita usia 24-60 bulan yang terdiagnosis stunting (< -2 SD). Variabel yang diteliti meliputi riwayat BBLR, status imunisasi dasar, pemberian ASI eksklusif, pemberian MP-ASI, dan status pekerjaan ibu. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita tidak memiliki riwayat BBLR (72,5%), memiliki imunisasi lengkap (89%), mendapatkan ASI eksklusif (52,7%), memperoleh MP-ASI sesuai (81,3%), serta ibu bekerja (68,1%). Penelitian ini menggambarkan distribusi beberapa faktor pada balita stunting di Desa Losari, meliputi riwayat berat badan lahir (BBLR), status imunisasi dasar, pemberian ASI eksklusif, praktik pemberian MP-ASI, serta status pekerjaan ibu. Hasil penelitian menunjukkan gambaran karakteristik masing-masing faktor pada balita stunting tanpa menilai hubungan antar variabel.
PERAN FAKTOR PSIKOSOSIAL PADA PEREMPUAN USIA LANJUT DENGAN LATE-ONSET SCHIZOPHRENIA : LAPORAN KASUS Fajri Fadhillah Hidayat; Rivo Mario Warouw Lintuuran; Zahrah Zahira Indra Pasya; Siti Shafa Naila Fachrudin; Delima Fadhila Azzahra; Ingriana Damayanti; Angantya Viondhisa Hasnani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.60484

Abstract

Late-onset schizophrenia (LOS) merupakan gangguan psikotik yang muncul setelah usia 40 tahun dan dipengaruhi oleh berbagai faktor biologis, psikologis, maupun sosial yang saling berinteraksi. Artikel ini bertujuan melaporkan kasus LOS pada perempuan lanjut usia serta mengkaji faktor-faktor psikososial yang berperan terhadap perjalanan penyakitnya. Data dikumpulkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, kunjungan rumah, dan Rapid Geriatric Assessment (RGA) sebagai instrumen asesmen geriatri. Pasien adalah perempuan berusia 66 tahun dengan riwayat psikosis sejak usia 53 tahun, dengan gejala utama berupa halusinasi auditorik, waham paranoid, dan gangguan proses pikir yang menetap. Hasil pemeriksaan RGA menunjukkan fungsi kognitif dasar yang masih baik, adanya kemungkinan depresi, serta risiko malnutrisi yang memerlukan perhatian klinis. Asesmen psikososial mengungkap riwayat kesusahan bermakna, meliputi kehilangan anggota keluarga secara traumatis, kematian pasangan hidup, serta kecenderungan memendam emosi sebagai pola koping yang maladaptif. Di sisi lain, pasien memiliki sejumlah faktor protektif yang signifikan, antara lain dukungan keluarga yang aktif, tinggal bersama anak dan cucu, serta kemampuan melakukan aktivitas harian secara mandiri. Tatalaksana yang direkomendasikan mencakup terapi farmakologis, intervensi psikososial terstruktur, psikoedukasi bagi pasien dan keluarga, serta penguatan dukungan sosial. Kasus ini menegaskan pentingnya eksplorasi faktor psikososial secara menyeluruh dalam asesmen pasien LOS guna mendukung perencanaan tatalaksana yang komprehensif dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
EKSPLORASI DAN PERBANDINGAN TEKNIK EXPLAINABLE ARTIFICIAL INTELLIGENCE (XAI) UNTUK MODEL PREDIKSI PADA DATA KESEHATAN MASYARAKAT : TINJAUAN LITERATUR Dimas BC Wicaksono; Tahlillarani Widhianingrum
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.60609

Abstract

Model machine learning berperforma tinggi seperti random forest dan gradient boosting semakin banyak digunakan untuk prediksi risiko di bidang kesehatan masyarakat, namun sifatnya yang black-box menghambat adopsinya dalam pengambilan kebijakan yang menuntut transparansi. Explainable artificial intelligence (XAI) hadir sebagai jembatan yang memungkinkan penggunaan model prediktif yang kuat tanpa kehilangan kemampuan menjelaskan hasil kepada pemangku kepentingan. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menelaah penerapan teknik XAI — khususnya SHAP (SHapley Additive exPlanations), LIME (Local Interpretable Model-agnostic Explanations), dan permutation importance — pada data kesehatan, sekaligus mengidentifikasi tiga isu metodologis yang sering terlewat: perbedaan antara kepentingan prediktif dan signifikansi statistik, masalah ketidaksepakatan antar-metode XAI (disagreement problem), serta batas antara penjelasan model dengan klaim kausal untuk kebijakan. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data PubMed, arXiv, prosiding NeurIPS, dan Nature Machine Intelligence dengan rentang publikasi tahun 2016–2025. Hasil tinjauan terhadap delapan studi aplikasi dan empat karya metodologis fondasi menunjukkan bahwa XGBoost dan SHAP mendominasi literatur, dengan motivasi utama peningkatan kepercayaan klinisi. Nilai tambah pendekatan modern paling nyata pada kondisi data dengan hubungan non-linear, interaksi antar-variabel, dan multikolinearitas tinggi. Pemahaman yang tepat atas batas interpretasi XAI justru memperkuat relevansinya bagi pengambil kebijakan kesehatan.