cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,916 Documents
HUBUNGAN DURASI TIDUR DENGAN KONSENTRASI BELAJAR SISWA SMP KARYA LESTARI Dalas Deri Ramdani; Obar Obar; Papat Patimah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.60042

Abstract

Tidur merupakan kebutuhan biologis yang penting dalam menjaga fungsi tubuh, terutama fungsi otak yang berhubungan dengan konsentrasi belajar. Pada masa remaja, perubahan pola tidur sering menyebabkan siswa mengalami kurang tidur sehingga berdampak pada menurunnya perhatian dan fokus saat pembelajaran berlangsung. Rendahnya konsentrasi belajar dapat mempengaruhi kemampuan siswa dalam memahami materi dan menurunkan prestasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan durasi tidur dengan konsentrasi belajar siswa smp karya lestari.Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini berjumlah 73 siswa dan seluruh populasi dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu durasi tidur, sedangkan variabel dependen yaitu konsentrasi belajar. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner durasi tidur dan kuesioner konsentrasi belajar. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji fishers exact test. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki durasi tidur kategori cukup sebanyak 39 responden (53,4%) dan konsentrasi belajar kategori cukup sebanyak 35 responden (47,9%). Hasil uji fishers exact test diperoleh nilai p = 0,000 (<0,05) yang menunjukan adanya hubungan signifikan antara durasi tidur dengan konsentrasi belajar siswa. Dapat disimpulkan bahwa siswa dengan durasi tidur yang cukup cenderung memiliki konsentrasi belajar yang lebih baik dibandingkan siswa dengan durasi tidur kurang.
EVALUASI PENGELOLAAN LIMBAH B3 DI PT. XYZ TAHUN 2024 Asep Setiawan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.60058

Abstract

  Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), produksi limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Indonesia pada tahun 2023 mencapai 59,83 juta ton. Permasalahan pengelolaan limbah ini tidak hanya terkait pengembangan regulasi maupun teknologi, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor kepatuhan individu maupun stakeholder dalam praktik pengelolaan. PT XYZ sebagai perusahaan yang berpotensi menghasilkan limbah B3 dari kegiatan produksinya perlu memastikan sistem pengelolaan berjalan sesuai aturan agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap pekerja, masyarakat, maupun lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pengelolaan limbah B3 di PT XYZ berdasarkan pedoman Standar Prosedur Operasional (SPO) perusahaan dan ketentuan regulasi yang berlaku. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan observasi langsung di lapangan. Pendekatan ini dilakukan untuk memahami fenomena, menggambarkan fakta, serta menemukan kendala yang dihadapi dalam sistem pengelolaan limbah B3. PT XYZ telah melaksanakan tahapan pengelolaan limbah B3 sesuai peraturan, meliputi identifikasi, pemilahan, pelabelan, pewadahan, penyimpanan sementara, hingga pengangkutan ke fasilitas berizin. Jenis limbah dominan yang ditemukan antara lain lab waste, lampu TL bekas, rejected chemical, kemasan terkontaminasi, serta baterai dan oli bekas. Meski demikian, masih ditemukan kendala berupa keterbatasan fasilitas pewadahan, penggunaan media penyimpanan yang tidak sesuai standar, serta pelabelan dan dokumentasi yang belum optimal. Secara keseluruhan, PT XYZ telah memiliki dasar pengelolaan limbah B3 yang cukup baik dan sesuai regulasi. Namun, diperlukan perbaikan berupa konsistensi implementasi antarunit, penyediaan sarana penyimpanan yang memadai, digitalisasi sistem pelaporan, serta peningkatan kapasitas SDM guna mendukung efektivitas dan keberlanjutan pengelolaan limbah.
TEKNIK PEMERIKSAAN CT SCAN ABDOMEN KONTRAS PADA PASIEN DENGAN KLINIS ABDOMINAL PAIN Prapti Indriyani; Taufiqurrahman Taufiqurrahman; Aprilia Dwi Ardianti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.60061

Abstract

Abdominal pain merupakan keluhan umum di pelayanan kegawatdaruratan dengan spektrum diagnosis yang luas dan memerlukan penegakan diagnosis yang cepat serta akurat untuk mencegah komplikasi serius. CT Scan abdomen kontras telah terbukti memiliki sensitivitas dan spesifisitas tinggi dalam mendeteksi kelainan intraabdomen, namun variasi protokol pemeriksaan, penggunaan media kontras, dan pemilihan fase scanning masih menjadi tantangan untuk mengoptimalkan akurasi diagnostik. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan secara komprehensif teknik pemeriksaan CT Scan abdomen dengan media kontras pada pasien dengan klinis abdominal pain, serta menganalisis dan mengevaluasi peranannya dalam penegakkan diagnosis. Penelitian ini merupakan studi kasus deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui observasi langsung pada pasien dengan klinis abdominal pain yang menjalani pemeriksaan CT Scan abdomen kontras di Instalasi Radiologi Hermina Depok Hospital pada periode Agustus 2025. Pemeriksaan CT Scan abdomen kontras dilakukan menggunakan protokol multiphase dengan fase non-kontras, fase portal venous (detik ke-70), dan fase delayed (5 menit). Media kontras yang digunakan meliputi Iohexol intravena (50 mL + saline 35 mL, flow rate 3 mL/detik), kontras oral dan anal berbasis Manitol. Temuan pencitraan menunjukkan pelebaran appendix dengan diameter ±9,3 mm disertai enhancement dinding appendix dan minimal fat stranding yang mengarah pada probable appendicitis. Fase delayed memberikan visualisasi ureter distal dan vesika urinaria yang optimal tanpa tanda obstruksi. Kualitas citra dinilai optimal dengan enhancement portal adekuat, distensi usus baik, dan tanpa motion artifact bermakna, mendukung interpretasi radiologis yang akurat. Protokol CT Scan abdomen multiphase dengan kombinasi kontras oral, anal, dan intravena memberikan visualisasi organ abdomen yang optimal dalam mengevaluasi kasus abdominal pain, serta meningkatkan akurasi diagnostik dan penegakkan diagnosis melalui evaluasi menyeluruh terhadap organ-organ intraabdomen dan sistem urinaria.
POLA PEMAKAIAN BAHAN ALAM SEBAGAI TERAPI KOMPLEMENTER PADA PASIEN KANKER PAYUDARA Angelica Priscilla; Fenny Yunita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.60127

Abstract

Bahan alam merupakan sumber daya yang berasal dari alam dan telah lama dimanfaatkan sebagai pengobatan maupun untuk menjaga kesehatan tubuh. Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas tertinggi di dunia. Kanker payudara maupun terapinya sering menimbulkan berbagai efek samping sehingga banyak pasien mencari alternatif, salah satunya dengan menggunakan bahan alam. Penggunaan bahan alam pada pasien kanker payudara dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk budaya dan kepercayaan terhadap manfaat yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan, jenis bahan alam yang digunakan, alasan penggunaan, serta manfaat yang dirasakan oleh pasien kanker payudara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional yang dilakukan pada November–Desember 2025 pada pasien dan survivor kanker payudara. Subjek penelitian berjumlah 133 pasien kanker payudara. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis secara deskriptif menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi penggunaan bahan alam pada pada pasien dan survivor kanker sebesar 44%. Kunyit putih merupakan bahan alam yang paling banyak digunakan. Alasan penggunaan yang paling sering dilaporkan adalah kepercayaan terhadap khasiatnya, sedangkan manfaat yang paling banyak dirasakan responden adalah merasa lebih bugar Kesimpulannya bahan alam cukup menjadi pilihan dalam terapi komplementer oleh pasien kanker payudara.
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI (KPD) PADA IBU BERSALIN DI PUSKESMAS WONOKERTO Sofi Miftahul Janah; Rani Safitri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.60152

Abstract

Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan salah satu komplikasi dalam kehamilan yang sering terjadi dan berkontribusi terhadap peningkatan morbiditas serta mortalitas ibu dan bayi, yang memerlukan perhatian khusus karena berhubungan dengan risiko infeksi maternal, prematuritas, dan komplikasi neonatus lainnya (Prasetyo, 2023). Angka kejadian KPD di Puskesmas Wonokerto pada bulan Januari-Maret 2026 sebanyak 27,7% dari total keseluruhan pasien bersalin. Faktor predisposisi KPD diantaranya usia ibu, paritas, status pekerjaan, riwayat KPD, dan anemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini (KPD) Pada Ibu Bersalin di Puskesmas Wonokerto. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain observasi analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi dan sample penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di Puskesmas Wonokerto pada bulan Januari-Maret 2026 yaitu 47 responden menggunakan Total sampling dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan nila p-value pada usia adalah p=0,269 >0,05, paritas p=0,458 >0,05, status pekerjaan p=0,321 >0,05, riwayat KPD sebelumnya p=0,467 >0,05 dan anemia p=0,046 <0,05. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan anemia dengan kejadian KPD namun tidak terdapat hubungan antara usia, paritas, status pekerjaan dan riwayat KPD dengan kejadian KPD di Puskesmas Wonokerto.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DAN ASUPAN MAKAN DENGAN STATUS GIZI REMAJA DI SMA NEGERI 1 STABAT Nurhazizah br said; Siti Aisyah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.60180

Abstract

Masa remaja merupakan periode kritis pertumbuhan yang membutuhkan kecukupan gizi dan pola tidur yang baik. Gangguan kualitas tidur dapat memengaruhi regulasi nafsu makan dan pilihan pangan, sehingga berpotensi berkontribusi pada masalah gizi remaja. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan kualitas tidur dan asupan makan dengan status gizi remaja. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada Maret–Mei 2024 di SMA Negeri 1 Stabat, Kabupaten Langkat. Sampel berjumlah 63 siswa kelas X–XI yang dipilih dengan stratified random sampling. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), asupan makan melalui food recall 2×24 jam dan diklasifikasikan normal (80–100% AKG) atau tidak normal (<80% atau >100% AKG), serta status gizi dihitung dari indeks IMT/U. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square dan estimasi Prevalence Ratio (PR) dengan CI 95%. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (65,1%) dan berusia 16 tahun (44,4%). Sebanyak 63,5% responden memiliki kualitas tidur buruk, 60,3% memiliki asupan makan tidak normal, dan 54,0% berstatus gizi tidak baik. Kualitas tidur berhubungan signifikan dengan status gizi (p<0,001) dengan prevalensi status gizi baik 3,865 kali lebih tinggi pada remaja dengan kualitas tidur baik dibandingkan kualitas tidur buruk (PR=3,865; 95%CI 2,128–7,018). Asupan makan juga berhubungan dengan status gizi (p=0,014), dengan prevalensi status gizi baik 1,592 kali lebih tinggi pada remaja dengan asupan makan normal dibandingkan tidak normal (PR=1,592; 95%CI 1,156–2,194). Kualitas tidur dan asupan makan berhubungan dengan status gizi remaja. Intervensi gizi remaja perlu mengintegrasikan edukasi higiene tidur dan perbaikan pola makan  
GAMBARAN TANDA KLINIS LEPTOSPIROSIS PADA PETANI DI KECAMATAN IMOGIRI KABUPATEN BANTUL BERDASARKAN DATA SEKUNDER PERIODE 2024 Nabila Nur Fadhila; Wantonoro Wantonoro; Farida Noor Irfani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.60205

Abstract

Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan oleh bakteri Leptospira dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di negara tropis. Secara global, diperkirakan lebih dari satu juta kasus dengan angka kematian sekitar 58.900 per tahun (Rajapakse et al.,2025). Di Indonesia tercatat total 1.274 kasus leptospirosis pada tahun 2024 dengan 106 kematian (angka kematian 8,3%). Di Daerah Istimewa Yogyakarta, tercatat sebanyak 168 kasus dengan Kecamatan Bantul mencatat jumlah kasus tertinggi yaitu 72 kasus. Mayoritas kasus di Bantul pada tahun 2024 terjadi di Kecamatan Imogiri, di mana interaksi antara lingkungan pertanian dan kebiasaan penduduk menciptakan daerah berisiko tinggi penularan leptospirosis (Kemenkes RI, 2025; Rahmawati, 2025). Penelitian ini bertujuan menggambarkan tanda klinis leptospirosis di kalangan petani di kecamatan Imogiri, kabupaten Bantul tahun 2024. Penelitian bersifat deskriptif observasional menggunakan data sekunder dari laporan Penyelidikan Epidemiologi (PE) tahun 2024 mencakup sembilan kasus. Hasil menunjukkan bahwa leptospirosis didominasi oleh laki-laki terutama kelompok lansia (55,6%). Sebagian besar kasus tercatat di Sriharjo (33,3%). Gejala klinis yang paling umum meliputi nyeri betis, demam, sakit kepala, mual, ikterus, batuk, sesak napas, lesu dan kehilangan nafsu makan. Faktor risiko yang diidentifikasi termasuk aktivitas pertanian tanpa alat pelindung diri, kondisi perumahan yang tidak memadai dan kedekatan dengan tempat tinggal dengan sawah dan sumber air. Dari sembilan pasien, delapan (88,9%) sembuh dan satu (11,1%) meninggal. Kasus leptospirosis pada petani di Imogiri tahun 2024 didominasi oleh laki-laki lansia dan penduduk Sriharjo dengan gejala utama nyeri betis dan otot.
PELATIHAN PUBLIC SPEAKING FOR HEALTH PROMOTOR DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI KOMUNIKASI MAHASISWA PROMOSI KESEHATAN Yuni Fatimatizzahro; Erick Zicof; Risanita Fardian Farid
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.60209

Abstract

Promotor kesehatan memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat melalui kegiatan edukasi, advokasi, dan pemberdayaan. Efektivitas promosi kesehatan sangat dipengaruhi oleh kemampuan komunikasi tenaga kesehatan dalam menyampaikan pesan yang jelas, menarik, dan persuasif. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Promosi Kesehatan Poltekkes Kemenkes Padang masih mengalami kendala dalam berbicara di depan umum, seperti kurang percaya diri, kesulitan mengendalikan kecemasan, dan belum mampu menyampaikan pesan kesehatan secara sistematis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi komunikasi mahasiswa melalui program Pelatihan Public Speaking for Health Promotor. Metode kegiatan meliputi analisis kebutuhan pelatihan (Training Need Analysis), penyusunan silabus, pengembangan bahan ajar, pelaksanaan pelatihan selama tiga tahap, serta evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 24, 28 dan 30 April 2026 dengan melibatkan 36 mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Promosi Kesehatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor rata-rata peserta dari 2,41 pada pre-test menjadi 2,96 pada post-test atau meningkat sebesar 55%. Selain peningkatan pengetahuan, peserta menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, kemampuan membuka presentasi, menjaga kontak mata, mengendalikan kecemasan saat berbicara, serta kemampuan menyampaikan pesan kesehatan secara lebih efektif. Kegiatan pelatihan terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi komunikasi mahasiswa sebagai calon promotor kesehatan. Program serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mendukung pencapaian kompetensi lulusan promosi kesehatan.
LITERATURE REVIEW : HUBUNGAN MIGRAIN DENGAN TINNITUS Nur Huriyah Balqis; Achmad Harun Muchsin; Rismayanti Rismayanti; Mochammad Erwin Rachman; Ade Rahmy Sujuthi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.60216

Abstract

Migrain merupakan gangguan neurologis primer yang ditandai nyeri kepala berulang dan sering disertai fotofobia, fonofobia, serta mual. Tinnitus adalah persepsi bunyi tanpa adanya rangsangan suara eksternal. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa migrain dan tinnitus sering ditemukan bersamaan, namun hubungan keduanya masih memerlukan kajian yang lebih komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara migrain dan tinnitus berdasarkan bukti ilmiah yang tersedia. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review. Populasi penelitian adalah seluruh artikel ilmiah yang membahas migrain dan tinnitus. Sampel berupa artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik sampling dilakukan melalui penelusuran literatur pada basis data PubMed, NCBI, ScienceDirect, SINTA, dan Google Scholar. Variabel yang ditelaah adalah migrain dan tinnitus. Sebanyak 10 artikel publikasi tahun 2020–2025 dianalisis secara deskriptif. Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa migrain berhubungan signifikan dengan peningkatan kejadian tinnitus. Individu dengan migrain memiliki risiko mengalami tinnitus sekitar 1,77–3,3 kali lebih tinggi dibandingkan individu tanpa migrain. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa migrain berperan dalam peningkatan keparahan tinnitus melalui mekanisme trigeminovaskular, gangguan aliran darah koklea, pelepasan neuropeptida proinflamasi, dan sensitisasi sentral. Terdapat hubungan yang konsisten dan bermakna antara migrain dan tinnitus. Migrain merupakan faktor risiko potensial terjadinya maupun memberatnya tinnitus melalui mekanisme neurovaskular dan neurologis yang kompleks.
PENGARUH VARIASI FFD TERHADAP HASIL INFORMASI ANATOMI RADIOGRAF THORAX PROYEKSI POSTERO ANTERIOR (PA) Nurhafizha Tunnisa; Khairil Anwar; Nursama Heru Apriantoro; Devi Purnamasari; Annisa Annisa; Aulia Annisa; Dody Arland
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.60252

Abstract

Radiologi merupakan cabang ilmu medis yang memanfaatkan energi radiasi untuk kebutuhan diagnostik dan terapi. Salah satu pemeriksaan yang paling sering dilakukan di rumah sakit adalah pemeriksaan thorax proyeksi Posterior-Anterior (PA). Untuk menghasilkan kualitas radiograf thorax yang optimal, pengaturan faktor eksposi menjadi hal yang sangat krusial, salah satunya adalah pengaturan Focus Film Distance (FFD) atau jarak fokus ke film. Permasalahan dalam penelitian ini muncul dari perlunya meminimalkan distorsi guna mendapatkan informasi anatomis yang akurat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan informasi anatomis pada radiograf thorax proyeksi PA dengan variasi FFD, serta menentukan variasi FFD yang paling optimal dalam menghasilkan gambaran jantung yang paling mendekati bentuk objek aslinya. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain studi eksperimental. Sampel yang digunakan berupa hasil pemeriksaan thorax proyeksi PA dengan empat variasi FFD yang berbeda, yaitu 120 cm, 150 cm, 183 cm, dan 200 cm. Kualitas radiograf dari keempat variasi tersebut kemudian dinilai oleh tiga responden dokter spesialis radiologi menggunakan kuesioner informasi anatomis. Data penilaian yang terkumpul selanjutnya diolah dan dianalisis secara statistik menggunakan program SPSS melalui uji Kappa dan uji Friedman. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada informasi anatomis radiograf thorax proyeksi PA akibat variasi FFD. Berdasarkan penilaian para ahli, FFD 150 cm disimpulkan sebagai jarak yang paling optimal karena mampu menghasilkan gambaran jantung yang paling mendekati bentuk anatomi aslinya dengan tingkat distorsi minimal.