cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,916 Documents
PENGEMBANGAN PRODUK “TAMBO” TUMPI-TUMPI IKAN BANDENG SUBSTITUSI WORTEL DALAM PENCEGAHAN BALITA STUNTING Nurul Fatuniyah; Mustamin Mustamin; Retno Sri Lestari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.59176

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi pada balita yang berkaitan dengan kurangnya asupan zat gizi, terutama protein hewani. Pemanfaatan pangan lokal bergizi seperti ikan bandeng dan wortel dapat menjadi alternatif dalam pengembangan makanan tambahan untuk membantu pencegahan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk “TAMBO” tumpi-tumpi ikan bandeng substitusi wortel serta mengetahui daya terima dan kandungan gizinya sebagai alternatif pangan fungsional bagi balita. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan tiga formulasi, yaitu F1, F2, dan F3 berdasarkan perbedaan proporsi ikan bandeng dan wortel. Uji organoleptik dilakukan terhadap 50 panelis agak terlatih menggunakan metode purposive sampling. Parameter yang diuji meliputi aroma, rasa, dan tekstur menggunakan formulir uji hedonik skala 4 poin. Data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk dan dilanjutkan dengan uji Kruskal-Wallis serta uji lanjut Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi F1 merupakan formulasi yang paling disukai panelis dengan nilai rerata tertinggi pada aspek aroma, rasa, dan tekstur. Pada aspek tekstur terdapat perbedaan yang signifikan antar formulasi (p<0,05), sedangkan pada aspek aroma dan rasa tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p>0,05). Kandungan gizi produk per porsi (50 gram) yaitu energi 94,0 kkal, protein 5,4 gram, lemak 7,6 gram, dan karbohidrat 1,7 gram. Rekomendasi konsumsi sebanyak 110 gram per hari mampu memenuhi kebutuhan protein sebesar 108,2% dari standar makanan tambahan balita usia 12-23 bulan. Produk “TAMBO” berpotensi dikembangkan sebagai alternatif makanan tambahan berbasis pangan lokal dalam upaya pencegahan stunting pada balita.
DAYA TERIMA STIKJAR SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN TAMBAHAN UNTUK PENCEGAHAN STUNTING Nurfatma Chairani; H. Mustamin; Manjilala Manjilala
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.59177

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu masalah gizi utama pada balita di Indonesia yang dapat berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Salah satu upaya pencegahan stunting dapat dilakukan melalui pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal yang memiliki kandungan gizi baik dan daya terima tinggi. STIKJAR merupakan produk pangan fungsional berbahan dasar ikan cakalang dan ubi jalar yang dikembangkan sebagai alternatif makanan tambahan bagi balita. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula terbaik, mengetahui daya terima, dan menganalisis kandungan gizi STIKJAR sebagai alternatif makanan tambahan untuk pencegahan stunting. Penelitian kuantitatif ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah penentuan formula terbaik melalui uji organoleptik terhadap tiga formula STIKJAR (F1, F2, dan F3) menggunakan 50 panelis agak terlatih. Parameter yang dinilai meliputi rasa, aroma, tekstur, dan warna menggunakan skala hedonik serta dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis. Tahap kedua adalah uji daya terima formula terbaik pada 30 ibu balita menggunakan kategori suka, agak suka, dan tidak suka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula terbaik adalah F3 dengan penambahan ikan cakalang 18% dan ubi jalar 36% yang memperoleh rerata tertinggi pada parameter rasa (4,36), aroma (4,38), tekstur (4,14), dan warna (3,96) dengan nilai p<0,05. Hasil uji daya terima menunjukkan sebagian besar ibu balita menyatakan suka terhadap rasa (80,0%), aroma (80,0%), dan tekstur (76,7%). Kandungan gizi STIKJAR per 50 gram sajian yaitu energi 143 kkal, protein 3,7 gram, lemak 6,6 gram, karbohidrat 16,8 gram, serat 0,8 gram, dan zat besi 0,3 mg. STIKJAR berpotensi menjadi alternatif makanan tambahan berbasis pangan lokal untuk mendukung upaya pencegahan stunting pada balita.
KETAHANAN RANTAI PASOK PRODUK KESEHATAN ESENSIAL DI INDONESIA : KETERSEDIAAN, DISTRIBUSI HINGGA LAST-MILE, DAN PENCEGAHAN STOCKOUT Brahma Deva Joyo Nusantara; Shzalfa Azzahra; Riswandy Wasir
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.59199

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketahanan rantai pasok produk kesehatan esensial di Indonesia dengan menggambarkan strategi end-to-end hingga last-mile, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta merumuskan strategi pencegahan stockout. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan sintesis naratif tematik terhadap artikel empiris dan dokumen kebijakan periode 2020–2025 dari basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, Google Scholar, serta platform otoritatif seperti Kemenkes dan WHO. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi hulu (end-to-end) berfokus pada pengadaan publik yang transparan, diversifikasi pemasok, dan kolaborasi regional, sedangkan strategi hilir (last-mile) bertumpu pada penguatan sistem logistik farmasi berbasis data real-time. Komitmen regulasi, transparansi digital, dan adopsi teknologi (seperti blockchain, arsitektur Zero Trust, dan pemodelan cold chain) menjadi faktor pendukung utama. Sebaliknya, tantangan geografis, lemahnya koordinasi pasca-desentralisasi, keterbatasan kompetensi SDM, dan ketidaksesuaian perencanaan kebutuhan obat menjadi penghambat signifikan. Mitigasi risiko stockout di tingkat operasional dilakukan melalui peningkatan akurasi peramalan (forecasting) dan penerapan Sistem Peringatan Dini (Early Warning System) untuk pengiriman ulang proaktif. Kajian ini menyimpulkan bahwa ketahanan rantai pasok kesehatan terbentuk melalui interaksi dinamis antara kapasitas operasional, teknologi, dan tata kelola. Penguatan jangka panjang memerlukan investasi infrastruktur logistik, regulasi berbasis kinerja, dan integrasi sistem informasi untuk mewujudkan rantai pasok yang tangguh dan adaptif.
FORMULASI SABUN PADAT DAN AKTIVITAS PENGHAMBATAN ENZIM TIROSINASE PADA EKSTRAK ETANOL DAUN BAYAM MERAH (AMARANTHUS TRICOLOR L.) Y.S. Djuhariah; A. C . Anggita; M. Sholikha
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.59227

Abstract

Bayam   merah (Amaranthus tricolor L.)  mengandung  senyawa  bioaktif seperti  flavonoid, antosianin, tanin, yang memiliki  aktivitas  antioksidan  serta potensi  sebagai pencerah kulit melalui penghambatan enzim tirosinase.  Penelitian  ini bertujuan untuk  memformulasikan  sabun  padat  berbahan   ekstrak etanol daun bayam  merah dan  menguji aktivitas penghambatan enzim tirosinase secara in vitro. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol  96%,  kemudian diformulasikan dalam sabun padat dengan konsentrasi 5% (F1), 10% (FII), dan 15% (FIII), serta kontrol tanpa ekstrak (F0). Evaluasi mencakup uji organoleptik, homogenitas, pH, tinggi busa, daya pembersih, iritasi kulit, dan stabilitas fisik. Uji aktivitas tirosinase dilakukan menggunakan  spektrofotometri UV-Vis dengan substrat L-DOPA dan kontrol positif asam kojat. Hasil  menunjukkan  semua formula memenuhi  standar mutu fisik. Aktivitas penghambatan  tirosinase meningkat seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak, dengan F3 menunjukkan  hambatan tertinggi yaitu sebesar 29,314% , meski ini   masih di bawah kontrol positif yaitu asam kojat.  Ekstrak daun bayam merah berpotensi  sebagai bahan aktif  alami dalam  produk  sabun  pencerah kulit yang aman dan efektif.
FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERSEPSI PSK TERHADAP PENYAKIT MENULAR SEKSUAL DI PULAU BAAI KAMPUNG MELAYU Hana Cesar Bafiwita; Nuraini Nuraini; Mayang Wulan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.59230

Abstract

Seorang wanita dengan profesi sebagai  pekerja seksuai  biasanya memiliki profesi lain yang bekerja pada bidang-bidang pekerjaan tertentu atau mempunyai pekerjaan utama lain dan secara tidak langsung menjajakan seks di tempat-tempat hiburan seperti pramupijat, pramuria bar atau karaoke. Tidak hanya itu, wanita pekerja seksual, mereka bekerja sebagai pekerja seksual hanya sambilan untuk menghabiskan waktunya. Desain penelitian menggunakan mix methode dilakukan survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja sex komersial sebanyak 65 orang dan informan penelitian sebanyak 5 orang Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil analisis data ditemukan ada pengaruh usia, ekonomi, terhadap persepsi pekerja sek komersial terhadap penyakit menular, dan tidak ada pengaruh pernikahan, kesadaran dan stigma masyarakat terhadap persepsi pekerja sek komersial terhadap penyakit menular. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh usia, ekonomi, terhadap persepsi pekerja sek komersial terhadap penyakit menular, dan tidak ada pengaruh pernikahan, kesadaran dan stigma masyarakat terhadap persepsi pekerja sek komersial terhadap penyakit menular.Hasil kualitatif membuktikan bahwa pekerja seks komersial berawal dari pengaruh lingkungan, dan upaya perlindungan agar terhindar dari PMS selalu memeriksakan kesehatannya, mereka kerap mengalami deskriminasi sosial, Saran bagi pekerja seks komersial hendaknya selalu memriksakan kesehatan, dan harus berupaya mencari dukungan agar tidak lagi berprofesi sebagai pekrja seks.
PENERAPAN RELAKSASI GENGGAM JARI TERHADAP TINGKAT NYERI PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN ULKUS DEKUBITUS DI RUANG BEDAH RS DIRGAHAYU SAMARINDA Nataliana Doq; Rufina Hurai; frasnsiska Novita Sari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.59234

Abstract

Diabetes mellitus tipe 2 adalah permasalahan metabolik kronis yang ditunjukkan melalui peningkatan kadar gula darah. Salah satu komplikasi yang muncul yaitu ulkus dekubitus merupakan trauma pada jarigan lunak akibat tekanan atau gesekan yang berlangsung terus-menerus pada areaa tonjolan-tonjolan tulang. Terapi non-farmakologis seperti relaksasi genggam jari dinilai mampu membantu mengurangi nyeri, kecemasan, dan meningkatkan kualitas tidur secara signifikan. Tujuan untuk menganalisis penerapan intervensi inovatif terapi relaksasi genggam jari terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan ulkus dekubitus. Metode Penelitian ini menggunakan desain studi kasus (case study) dengan pendekatan asuhan keperawatan komprehensif pada satu orang pasien. Terapi Relaksasi Genggam Jari diberikan selama 3 hari berturut-turut dengan durasi 15 menit per sesi. Berdasarkan hasil setelah dilakukan intervensi, terdapat penurunan skala nyeri dari 6 menjadi 3 yang diukur menggunakan Numeric Scale. Intervensi ini dinilai efektif dalam membantu mengatasi masalah nyeri akut yang dialami pasien. Kesimpulan Terapi relaksasi Genggam Jari merupakan intervensi non-farmakologis yang efektif dalam menurunkan tingkat nyeri pada pasien DM Tipe 2 dengan ulkus dekubitus.
KAJIAN LITERATUR METODE SEDIMENTASI DALAM DETEKSI KECACINGAN PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR Reghina Reghina; Eva Triani; Nurmi Hasbi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.59248

Abstract

Kecacingan masih menjadi masalah kesehatan pada anak usia sekolah dasar, terutama di daerah dengan sanitasi yang kurang memadai. Infeksi cacing dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, penurunan status gizi, anemia, dan gangguan perkembangan kognitif. Salah satu metode yang digunakan untuk diagnosis kecacingan adalah metode sedimentasi, yang mampu mengkonsentrasikan telur cacing sehingga memudahkan identifikasi. Artikel ini bertujuan mengkaji peran metode sedimentasi dalam deteksi kecacingan pada anak usia sekolah dasar. rtikel ini disusun menggunakan metode literature review dengan menelaah berbagai sumber pustaka yang membahas kecacingan pada anak dan penggunaan metode sedimentasi dalam pemeriksaan feses. Literatur diperoleh dari jurnal ilmiah nasional dan internasional, buku teks parasitologi, serta publikasi terkait. Data dianalisis secara deskriptif melalui sintesis dan perbandingan hasil penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa kecacingan pada anak usia sekolah dasar dipengaruhi oleh faktor kebersihan diri, kebiasaan tidak menggunakan alas kaki, sanitasi lingkungan yang buruk, dan keterbatasan akses air bersih. Metode sedimentasi meningkatkan peluang ditemukannya telur cacing karena mampu memisahkan telur dari kotoran dan partikel pengganggu lainnya. Metode ini efektif digunakan untuk mendeteksi berbagai jenis cacing usus, baik Soil Transmitted Helminths maupun non-Soil Transmitted Helminths. Metode sedimentasi merupakan metode pemeriksaan feses yang bermanfaat untuk mendeteksi kecacingan pada anak usia sekolah dasar dan dapat mendukung upaya diagnosis serta pengendalian kecacingan di daerah berisiko tinggi. 
PENGARUH PENGGUNAAN KLOP KB TERHADAP PENGETAHUAN ALAT KONTRASEPSI PADA WANITA USIA SUBUR : SCOOPING REVIEW Nindya Nazilatul Fatika; Machfudloh Machfudloh
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.59256

Abstract

Pengetahuan alat kontrasepsi pada wanita usia subur berperan penting dalam keberhasilan program keluarga berencana. Penggunaan alat bantu konseling berbasis Kriteria Kelayakan Medis dan Pilihan Kontrasepsi (KLOP KB) dikembangkan untuk membantu penyampaian informasi kontrasepsi yang aman dan sesuai kondisi medis, namun bukti ilmiah mengenai pengaruhnya terhadap pengetahuan kontrasepsi masih perlu dipetakan. Tujuan penelitian Scoping review ini bertujuan untuk memetakan bukti ilmiah mengenai pengaruh penggunaan KLOP KB atau alat bantu konseling kontrasepsi berbasis Medical Eligibility Criteria terhadap pengetahuan alat kontrasepsi pada wanita usia subur. Penelitian ini menggunakan desain scoping review mengacu pada kerangka Arksey dan O’Malley serta pedoman PRISMA-ScR. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data Scopus, PubMed, Web of Science, dan Embase untuk artikel terbit tahun 2020–2025. Sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria inklusi. Mayoritas studi menunjukkan peningkatan pengetahuan kontrasepsi setelah penggunaan alat bantu konseling berbasis MEC. Penggunaan KLOP KB berpotensi meningkatkan pengetahuan alat kontrasepsi pada wanita usia subur dan mendukung pengambilan keputusan kontrasepsi yang lebih tepat.
DAYA TERIMA DAN KANDUNGAN GIZI PUDHITO SEBAGAI PMT IBU HAMIL KEK Jeansy Pagiling; Lydia Fanny; Adriyani Adam
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.59281

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah gizi yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko komplikasi kehamilan, gangguan pertumbuhan janin, dan bayi berat lahir rendah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah melalui pengembangan pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal yang memiliki nilai gizi baik dan dapat diterima oleh konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima dan kandungan gizi PUDHITO (Puding Kacang Hijau dan Tofu) sebagai alternatif PMT bagi ibu hamil KEK. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimental dengan tiga formulasi produk, yaitu F1 (125 g kacang hijau dan 50 g tofu), F2 (100 g kacang hijau dan 75 g tofu), dan F3 (75 g kacang hijau dan 100 g tofu). Sampel penelitian terdiri atas 50 panelis agak terlatih yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data daya terima dikumpulkan menggunakan uji hedonik terhadap parameter aroma, tekstur, dan rasa, kemudian dianalisis menggunakan Uji Friedman dengan tingkat kepercayaan 95%. Kandungan gizi dihitung menggunakan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula F3 memperoleh nilai mean rank tertinggi pada aroma (2,08), tekstur (2,16), dan rasa (2,05). Hasil uji Friedman menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada ketiga parameter organoleptik (p>0,05). Formula F3 dipilih sebagai formula terbaik dengan kandungan gizi per 1 porsi (70 ml), yaitu energi 47,7 kkal, protein 2,3 g, lemak 1,1 g, karbohidrat 7,1 g, serat 0,8 g, dan zat besi 0,3 mg. PUDHITO memiliki daya terima yang baik dan berpotensi dikembangkan sebagai alternatif PMT berbasis pangan lokal bagi ibu hamil KEK.
PENGARUH RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP PENURUNAN NYERI HAID (DISMENORE) PADA SISWI SMPN 2 CIBEBER KABUPATEN CIANJUR Peti Marista Dewi; Papat Patimah; Ricko Dwi Haryanto
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.59288

Abstract

Nyeri haid (dismenore) merupakan masalah kesehatan reproduksi yang umum dialami oleh remaja putri dan sering kali mengganggu aktivitas belajar di sekolah. Latihan relaksasi napas dalam merupakan salah satu intervensi non-farmakologis mandiri yang dapat digunakan untuk mengurangi intensitas nyeri tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi napas dalam terhadap penurunan intensitas nyeri haid (dismenore) pada siswi di SMPN 2 Cibeber. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-Experimental dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswi yang mengalami dismenore di SMPN 2 Cibeber dengan jumlah sampel 57 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi skala nyeri Numeric Rating Scale (NRS) rentang skor 0–10. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori usia remaja awal yaitu 14 tahun (38,6%) dan 13 tahun (36,8%), dengan tingkat pengetahuan dalam kategori kurang (89,5%), serta tingkat kepatuhan dalam kategori tidak patuh (87,7%). Sebelum intervensi (pre-test), mayoritas responden mengalami nyeri sedang (63,2%), sedangkan sesudah intervensi (post-test) hampir setengah responden melaporkan tidak nyeri (49,1%) dan tidak terdapat lagi kategori nyeri berat. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian teknik relaksasi napas dalam terhadap penurunan tingkat nyeri haid pada siswi SMPN 2 Cibeber, sehingga intervensi ini efektif diaplikasikan sebagai pertolongan pertama penanganan dismenore di sekolah.