cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,916 Documents
HUBUNGAN ANTARA MASA KERJA DAN SHIFT KERJA DENGAN PERASAAN KELELAHAN KERJA PADA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT KALOORAN AMURANG KABUPATEN MINAHASA SELATAN Kirey Permata Erungan; Woodfrod B. S. Joseph; Jeini Ester Nelwan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.59757

Abstract

Perawat memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan. Kelelahan kerja pada perawat dapat menurunkan kinerja, kesehatan, dan kesejahteraan, sehingga meningkatkan risiko kesalahan pelayanan dan menurunkan kepuasan pasien.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara masa kerja dan shift kerja dengan kelelahan kerja pada perawat di Rumah Sakit Kalooran Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan pada Oktober 2025 hingga Januari 2026. Sampel berjumlah 113 perawat yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen menggunakan kuesioner KAUPK2 dan analisis data menggunakan uji chi-square. Terdapat hubungan yang signifikan antara masa kerja dan kelelahan kerja dengan nilai p = 0,036, dan terdapat hubungan yang  signifikan antara shift kerja dan kelelahan kerja dengan nilai p = 0,027. Masa kerja dan shift kerja berhubungan signifikan dengan kelelahan kerja pada perawat ruang rawat inap Rumah Sakit Kalooran Amurang. Manajemen rumah sakit perlu mempertimbangkan pembagian beban kerja dan pengaturan jadwal shift untuk mengurangi kelelahan perawat.
PENGARUH KOMBINASI MIRROR THERAPY DAN TERAPI MUSIK SUARA ALAM TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PASIEN POST CEREBROVASCULAR ACCIDENT (CVA) DI DESA JERU TUMPANG Nadhifah Rahmawati; Firnanda Ajeng Saputri; Putu Sintya Arlinda Arsa; Lembah Andriani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.59776

Abstract

Stroke atau Cerebrovascular Accident (CVA) merupakan penyebab kecacatan yang mengakibatkan hemiparesis pada 70-80% pasien, sehingga membatasi mobilitas fisik secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kombinasi Mirror therapy dan Terapi Musik Suara Alam terhadap peningkatan kekuatan otot pasien post CVA di Desa Jeru, Tumpang. Metode penelitian menggunakan desain komparatif pre-test dan post-test pada 30 responden di Posyandu Lansia Desa Jeru pada Maret 2025. Intervensi diberikan 2 kali sehari selama 7 hari dengan durasi 30 menit per hari. Kekuatan otot diukur menggunakan skala Manual Muscle Testing (MMT). Hasil pre-test menunjukkan seluruh responden (100%) berada pada Skala 1-3. Setelah intervensi (post-test), terjadi peningkatan rerata kekuatan otot menjadi Skala 3-4. Uji statistik Wilcoxon Signed-Rank Test menghasilkan nilai p=0.000 (p < 0.05), yang membuktikan adanya pengaruh signifikan dari kombinasi terapi tersebut dalam meningkatkan kekuatan otot pasien post CVA.
DAYA TERIMA PUDING CUSTARD BERBASIS JAGUNG DAN SARI KEDELAI SEBAGAI ALTERNATIF PANGAN SELINGAN UNTUK BALITA RISIKO STUNTING Magfirah Buludawa; Mustamin Mustamin; Rudy Hartono
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.59779

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi utama pada balita di Indonesia. Pengembangan pangan selingan berbasis bahan pangan lokal bergizi merupakan salah satu upaya pencegahan stunting. Jagung dan kedelai berpotensi dikembangkan karena kandungan energi dan proteinnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya terima puding custard berbasis jagung dan sari kedelai sebagai pangan selingan bagi balita berisiko stunting. Penelitian ini merupakan eksperimen dengan rancangan Completely Randomized Design (CRD) menggunakan tiga formulasi: F1 (80 g: 380 mL), F2 (100 g: 360 mL), dan F3 (120 g: 340 mL). Uji daya terima dilakukan menggunakan skala hedonik 5 poin oleh 50 panelis semi-terlatih, kemudian dilanjutkan pada 30 ibu balita menggunakan skala hedonik 3 poin sebagai konsumen sasaran. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil menunjukkan bahwa formulasi F2 memiliki skor daya terima tertinggi (4,15) dibandingkan F1 (4,09) dan F3 (3,97). Uji statistik menunjukkan perbedaan tekstur yang signifikan (p=0,024), khususnya antara F2 dan F3 (p=0,005). Pada uji konsumen, 100% responden menyukai rasa dan aroma, 96,7% menyukai warna, dan 86,7% menyukai tekstur. Kandungan energi dan protein per porsi (45 g) formulasi F2 adalah 84,8 kkal dan 4,4 g berdasarkan perhitungan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI). Formulasi F2 (100 g jagung:360 mL sari kedelai) merupakan formulasi terbaik dan berpotensi dikembangkan sebagai pangan selingan berbasis pangan lokal untuk mendukung pencegahan stunting pada balita. 
EFEKTIVITAS ISOMETRIC FORE ARM PLANK RESISTANCE TRAINING TERHADAP TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI DI PELAYANAN KESEHATAN PRIMER Lisa Fradisa; Def Primak
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.59810

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global karena berkontribusi terhadap peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, stroke, dan penyakit ginjal kronis. Pengendalian hipertensi tidak hanya dilakukan melalui terapi farmakologis, tetapi juga memerlukan intervensi nonfarmakologis yang efektif dan mudah diterapkan. Salah satu bentuk latihan fisik yang berpotensi menurunkan tekanan darah adalah Isometric Fore Arm Plank Resistance Training. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Isometric Fore Arm Plank Resistance Training terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Sungai Lasi. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 17 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan sphygmomanometer yang telah dikalibrasi. Analisis data dilakukan menggunakan paired sample t-test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata tekanan darah sistolik menurun dari 165,29 ± 10,675 mmHg menjadi 160,78 ± 10,570 mmHg dengan nilai p = 0,009. Rerata tekanan darah diastolik juga mengalami penurunan dari 93,80 ± 6,063 mmHg menjadi 89,80 ± 5,700 mmHg dengan nilai p = 0,005. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Isometric Fore Arm Plank Resistance Training berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pada pasien hipertensi. Latihan ini dapat direkomendasikan sebagai terapi nonfarmakologis pendamping yang mudah, aman, ekonomis, dan berpotensi diterapkan dalam program pengelolaan hipertensi di fasilitas pelayanan kesehatan primer.
POTENSI JAMU PEGAGAN (CENTELLA ASIATICA) UNTUK STOMATITIS DAN GEJALA GASTROINTESTINAL RINGAN WISATAWAN Ida Bagus Gde Ari Janar Dana; Made Dinda Pratiwi; I Ketut Tirta Buana; Ni Nyoman Anandia Vidya Paramita; Ni Made Widya Pradnya Dewani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.59854

Abstract

Wisatawan sering mengalami gangguan kesehatan ringan seperti stomatitis dan keluhan gastrointestinal akibat perubahan pola makan, stres perjalanan, dan adaptasi terhadap lingkungan baru. Penggunaan obat sintetik jangka panjang berisiko menimbulkan efek samping sehingga pendekatan herbal menjadi alternatif menjanjikan. Pegagan (Centella asiatica) merupakan tanaman herbal yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Asia, termasuk dalam bentuk jamu di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mengulas potensi jamu pegagan dalam meredakan stomatitis dan gejala gastrointestinal ringan pada wisatawan serta mengkaji mekanisme fitokimianya. Penelitian menggunakan kajian pustaka deskriptif-kualitatif dengan pendekatan komparatif. Sumber data berasal dari artikel jurnal, prosiding, dan laporan penelitian yang terindeks pada Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan ResearchGate, dibatasi pada publikasi 2016–2026. Analisis dilakukan secara tematik berdasarkan mekanisme kerja senyawa aktif, kondisi klinis, dan relevansi terhadap wisatawan. Pegagan mengandung triterpenoid saponin (asiaticoside, madecassoside), flavonoid (quercetin, kaempferol, rutin), tanin, alkaloid, dan fitosterol. Senyawa-senyawa tersebut bekerja sinergis melalui aktivitas antiinflamasi, regeneratif, antisekretorik, antioksidan, dan antimikroba ringan. Studi praklinik menunjukkan proteksi mukosa lambung, percepatan penyembuhan stomatitis, serta efek antidiare yang sebanding dengan loperamid. Jamu berbasis Pegagan berpotensi besar sebagai sediaan herbal yang aman, alami, dan diterima secara budaya untuk mendukung kesehatan wisatawan, namun diperlukan uji klinis terkontrol untuk memastikan keamanan, efektivitas, dan standardisasi pada manusia
POTENSI DAUN GUAZUMA ULMIFOLIA SEBAGI TERAPI ANTIOBESITAS DALAM WELLNESS TOURISM LOKAL BALI Agastya Cahya Ariadi; Irma Rahmayani; Ida Bagus Gde Ari Janar Dana; Ni Made Widya Pradnya Dewani; I Ketut Tirta Buana; Ni Nyoman Anandia Vidya Paramita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.59903

Abstract

Obesitas merupakan masalah kesehatan global yang memerlukan terapi inovatif, terutama melalui pendekatan secara alami. Guazuma ulmifolia membuka jalan baru sebagai terapi tradisional untuk mengatasi obesitas. G. ulmifolia atau yang dikenal dengan Jati Belanda memiliki daun yang mengandung senyawa bioaktif yang mampu menghambat proses terjadinya perlemakan ataupun yang berhubungan dengan kenaikan berat badan. Studi ini menggunakan desain kajian literatur dengan melakukan analisis jurnal ataupun publikasi ilmiah melalui basis data terpercaya seperti Google Scholar, Pubmed, dan ScienceDirect dengan rentang tahun 2020 - 2025. Pemilihan artikel melalui seleksi dan ekstraksi data sampai analisis dan sintetis literatur agar sesuai dengan topik kaji dan relevan dengan tujuan studi. Dari total 64,369 jurnal, didapat 4 jurnal relevan. Jurnal menggunakan kajian literatur terhadap studi in vitro, in vivo, dan uji klinis yang berkaitan dengan efek daun Jati Belanda sebagai anti-obesitas. Studi klinis di Indonesia menunjukkan adanya penurunan berat badan yang signifikan. Paralel dengan hal tersebut, Bali yang kaya akan kearifan lokal dan praktik penyembuhan menawarkan jendela baru untuk mengintegrasikan terapi herbal ini dalam kerangka wellness tourism. Daun Jati Belanda memiliki potensi sebagai terapi herbal tradisional bagi penderita obesitas. Hal ini sangat mampu untuk dikombinasikan dengan konsep wellness tourism berlandaskan kearifan lokal. Daun Jati Belanda mampu mendukung penanganan obesitas secara holistik dan mampu mempromosikan warisan budaya lokal.
DAYA TERIMA DAN ANALISIS KANDUNGAN PROTEIN NUTRITELA (KUE LUMPUR LABU KUNING SUBSTITUSI TEMPE) SEBAGAI ALTERNATIF SELINGAN PADA IBU HAMIL KEK Elliene Mareta Pampang Lola; Fatmawaty Suaib; Lydia Fanny
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.59943

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) selama kehamilan masih menjadi masalah gizi yang memengaruhi kesehatan ibu dan janin. Salah satu upaya penanggulangannya adalah melalui pengembangan makanan selingan tinggi protein berbasis pangan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima dan kandungan protein Nutritela (kue lumpur labu kuning substitusi tempe) sebagai alternatif makanan selingan bagi ibu hamil KEK. Penelitian menggunakan desain eksperimen sederhana (non-randomized) dengan tiga formulasi, yaitu F1 (tepung terigu 80 g : tempe 20 g), F2 (tepung terigu 60 g : tempe 40 g), dan F3 (tepung terigu 40 g : tempe 60 g). Uji daya terima dilakukan terhadap 50 panelis agak terlatih menggunakan uji hedonik pada aspek warna, aroma, tekstur, dan rasa. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis. Formulasi terbaik selanjutnya dianalisis kandungan proteinnya menggunakan metode Kjeldahl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada aspek warna (p=0,332), aroma (p=0,271), tekstur (p=0,618), dan rasa (p=0,814) antar formulasi. Meskipun demikian, formulasi F3 memperoleh tingkat kesukaan tertinggi secara keseluruhan berdasarkan semua aspek. Analisis kandungan protein pada formulasi terbaik (F3) menunjukkan kadar protein sebesar 5,45 g/100 g produk atau 2,18 g per buah (40 g). Kandungan protein tersebut telah memenuhi persyaratan minimum kadar protein menurut SNI 2973:2011. Untuk memenuhi kebutuhan protein dari makanan selingan per satu kali makan, ibu hamil disarankan mengonsumsi 4 buah Nutritela sesuai anjuran AKG 2019. Produk Nutritela berpotensi dikembangkan sebagai alternatif makanan selingan bagi ibu hamil KEK.
HUBUNGAN ANEMIA DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KARANGGEDE BOYOLALI Tutik Hartanti; Triani Yuliastanti; Yanti Yanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.59955

Abstract

Pada Tahun 2020, angka kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil di Indonesia tercatat sebesar 17,3% dan masih berada pada kategori tinggi. Untuk mengatasinya, pemerintah menetapkan target penurunan sebesar 1,5% setiap tahunnya. Tingginya kasus KEK ini disebabkan oleh berbagai faktor risiko, baik secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia dan paritas ibu dengan risiko KEK di wilayah kerja Puskesmas Karanggede. Menggunakan pendekatan kuantitatif berdesain case-control dengan pengumpulan data retrospektif, penelitian ini mengambil populasi seluruh ibu hamil periode Januari–Desember 2025 yang berjumlah 492 orang. Sampel yang digunakan terdiri dari 97 ibu hamil KEK dan 97 ibu hamil non-KEK pada tahun 2025. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan uji chi-square. Berdasarkan hasil penelitian di Puskesmas Karanggede, dari total 194 responden ibu hamil, terdapat 60 orang (30,9%) yang mengalami anemia dan 134 orang (69,1%) tidak anemia. Dari segi status gizi, jumlah ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK) seimbang dengan yang tidak mengalami KEK, masing-masing sebanyak 97 orang (50%). Lebih lanjut, analisis statistik menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara kondisi anemia dan kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah tersebut (nilai p = 0,003).
PENGUATAN KESEHATAN MENTAL MELALUI INTERVENSI EDUKASI TENTANG BULLYING PADA SISWA SEKOLAH DASAR Nadirahilah Nadirahilah; Arti Nurdianti; Lia Fitriyani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.59956

Abstract

Penguatan kesehatan mental pada siswa sekolah dasar menjadi salah satu aspek yang sangat penting untuk mencegah dampak jangka panjang perundungan (bullying). Intervensi edukatif berperan strategis dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan ketahanan psikologis siswa sebagai upaya promotive dan preventif kesehatan mental. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi tentang bullying terhadap tingkat pengetahuan siswa SDN 02 Kalisari, Jakarta Timur. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest tanpa kelompok kontrol.  Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebelum diberikan edukasi tentang bullying sebagian besar cukup (55,0%). Tingkat pengetahuan responden setelah diberikan edukasi tentang bullying meningkat menjadi pengetahuan yang baik sebanyak 90,0%. Hasil uji analisis diperoleh nilai p-value 0,001 (p < 0,05), berarti ada pengaruh edukasi tentang bullying pada peningkatan pengetahuan siswa SDN  02 Kalisari Jakarta Timur.  Kesimpulan pada penelitian ini adalah intervensi dalam bentuk edukasi tentang bullying berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan siswa SDN 02 Kalisari Jakarta Timur (p value 0,001). Ada peningkatan persentase jumlah responden yang berpengetahuan baik, yaitu dari 15% menjadi 90%. Saran kepada pihak sekolah untuk mengintegrasikan edukasi bullying sebagai bagian dari program penguatan kesehatan mental siswa yang dilaksanakan secara berkala melalui kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) serta meningkatkan kapasitas guru dan tenaga kependidikan dalam deteksi dini perilaku bullying pada siswa sekolah dasar.
HUBUNGAN INTERAKSI SOSIAL TERHADAP KUALITAS HIDUP LANJUT USIA DI PSTW HUSNUL KHOTIMAH PEKANBARU sri novita yuliet; Usraleli Usraleli; Sety Julita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.59963

Abstract

Interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang saling mempengaruhi antar individu yang terjadi di masyarakat yang berlangsung sepanjang hidupnya. Interaksi sosial dapat berdampak positif terhadap kualitas hidup, oleh sebab itu interaksi sosial harus tetap dipertahankan dan dikembangkan pada kelompok lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan interaksi sosial terhadap kualitas hidup lanjut usia. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif non-eksperimental dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel adalah 80 responden yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh nilai p 0,000. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan interaksi sosial terhadap kualitas hidup lanjut usia di PSTW Husnul Khotimah. Diharapkan untuk masa yang akan datang pihak PSTW khususnya perawat dapat mengembangkan kegiatan yang sudah ada dengan membuat kegiatan kelompok kecil yang dapat dilakukan di dalam ruangan seperti membuat keterampilan ataupun membaca Al-Qur’an bersama yang dapat didampingi oleh tenaga kesehatan.