cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
STUDI IN SILICO ENZIM GAMMA-LAKTAMASE ARCHAEA Sulfolobus solfataricus: ANALISIS STRUKTURAL DAN FUNGSIONAL Kenia Permata Sukma
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.16617

Abstract

Enzim laktamase merupakan salah satu enzim dari archaea, yang diketahui dapat menghambat enzim yang berperan penting dalam virulensi HIV dan Hepatitis B. Enzim tersebut ditemukan pada archaea Sulfolobus solfataricus, dalam 2 jenis, yaitu (+)-Y-laktamase Sso 2810 dan (+)-Y-laktamase 2122. Namun, studi tentang kedua enzim ini belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengenal lebih lanjut enzim tersebut dengan pendekatan studi in silico. Metode penelitian mencakup penentuan karakteristik fisika protein, analisis struktur primer, sekunder, tersier, beserta analisis fungsi protein. Sekuens enzim diperoleh dalam bentuk FASTA dari NCBI. Selanjutnya analisis dilakukan dengan menggunakan tool seperti ExPASY-ProtParam, SOPMA, RAMPAGE, Swiss Prot Expasy, SIB myhits, InterProScan, TMHMM, dan Peptide Cutter. Hasil identifikasi berdasarkan ExPASY-ProtParam menunjukkan bahwa pI dari enzim ?-laktamase Sso2810 adalah 5,47 dan pI Sso2122 adalah 5,94. Adapun berat molekul dari masing-masing enzim berturut-turut adalah 34950,42 dan 55655,38 pada ?-laktamase Sso2810 dan Sso2212. Nilai indeks alifatik (Sso2810: 101,7) dan (Sso2122:90,14) menyatakan kedua enzim bersifat termostabil. Berdasarkan nilai hidropatisitas, Sso2810 (0,002) bersifat sedikit hidrofobik, sedangkan Ss02122 (-0,197) bersifat hidrofilik. Protein Sso2810 masuk ke dalam famili Acetamidase, sedangkan Sso2122 masuk ke dalam famili Amidase. Berdasarkan hasil studi in silico enzim laktamase Sulfolobus solfataricus tersebut, enzim ini sangat potensial untuk dieksplorasi karakteristiknya lebih jauh sehingga dapat dimanfaatkan secara lebih optimal, salah satunya untuk kandidat anti-HIV dan Hepatitis B.
PROGRAM JKN DALAM PENCAPAIAN UHC (UNIVERSAL HEALTH COVERAGE) DI KABUPATEN SIMALUNGUN Nurhesti Sipahutar; Ade Suri Lestari; Tiara Nanda Puspita Tanjung; Sabrina Renanda; Fitriani Pramita Gurning
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.16632

Abstract

Dalam pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ternyata masih banyak wilayah/daerah yang penduduknya belum ter-cover oleh JKN dan belum mencapai indikator UHC, yaitu kurang lebih 16 dari Provinsi termasuk di didalamnya wilayah Sumatera Utara. Untuk itu Kementerian Kesehatan RI memeberikan dorongan agar seluruh Pemda untuk dapat segera mengejar cakupan kepesertaan di daerahnya dan diintegrasikan dengan Program JKN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah survei data. Adapun sumber data yang digunakan merupakan data sekunder dengan teknik analisis data berupa statistik deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pencapaian program JKN dalam angka UHC di kabupaten Simalungun, provinsi Sumatera Utara. Peserta yang memiliki BPJS di Kabupaten Simalungun baik yang PBI maupun Non PBI sebanyak 515.514 jiwa penduduk. Hal ini sesuai dengan data kepemilikan BPJS Kabupaten Simalungun tahun 2021. Berdasarkan hasil analisis statistik persentase kepemilikan BPJS di Kabupaten Simalungun sebesar 51, 36%. Kabupaten Simalungun juga memiliki Jamkesda, namun sayangnya penduduk yang tercover hanya 2,29 % dari total keseluruhan. Maka berdasarkan persentase diatas dapat disimpulkan bahwa Kabupaten Simalungun belum mencapai keberhasilan indikator Universal Health Coverage.
STUDI IN VIVO PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KATANG - KATANG (IPOMOEA PES-CAPRAE) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA DIABETES MELITUS Nurbayani Nurbayani; Masriadi Masriadi; Fatma Afriyanti Gobel
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.16650

Abstract

Diabetes adalah suatu penyakit yang disebabkan adanya peningkatan kadar gula darah yang dapat menyebabkan berkembangnya bakteri dan menimbulkan berbagai komplikasi, seperti luka diabetis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dan konsentrasi ekstrak daun tembelekan terhadap penyembuhan luka diabetes melitus tipe 2. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian true eksperimen dengan rancangan Prestest Post Test dengan kelompok kontrol. Penelitian ini menggunkan tikus putih Jantan berjumlah 20 ekor yang dibagi dalam 4 kelompok yaitu Kontrol negatif, kelompok perlakuan konsentrasi 20%, 30% dan kelompok kontrol positif. Keempat kelompok diinduksi aloksan sampai sampai kadar glukosa > 200 mg/dl kemudian dilakukan perlukaan sayatan dengan panjang 2 cm dan kedalam 0.3 mm Kemudian dilakukan pengamatan terhadap penyembuhan luka selama 12 hari sesuai dengan konsentrasi masing masing kelompok. Hasil pengamatan diperoleh ekstrak daun temebelkan pada konsentrasi 20% merupakan konsentasi paling efektif disusul dengan konsntrasi 30% dan yang terkhir adalah kontrol positif. Kesimpulan yaitu terdapat pengaruh pemberian ekstrak daun tembelekan secara bermakna terhadap penyembuhan luka diabetes pada tikus putih. Dimana konsentrasi 20% adalah konsetrasi yang paling efektif.
ANALISIS DISTRIBUSI KASUS DAN KEMATIAN AKIBAT MALARIA DI INDONESIA Bangkit T. Malino; F. L. Fredrik G. Langi; Budi T. Ratag
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.16654

Abstract

Malaria masih menjadi masalah kesehatan yang perlu diperbaiki di dunia maupun Indonesia dikarenakan angka kesakitan yang masih cukup tinggi. Kematian akibat malaria yang terjadi di seluruh dunia pada tahun 2019-2020 meningkat sebesar 12%, dan pada tahun 2021 ada empat negara meyumbang lebih dari setengah angka kematian malaria di dunia. Indonesia menyumbang kasus terbesar malaria kedua di region Asia setelah India, terutama pada wilayah bagian timur diantaranya Provinsi Papua, Provinsi Papua Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan Provinsi Maluku. Angka kematian akibat malaria masih terjadi di beberapa provinsi Indonesia. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan analisis data sekunder dengan menggunakan desain penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa distribusi kasus malaria berdasarkan jenis kelamin dari tahun 2019-2021 mengalami peningkatan, sebagian besar kasus malaria berjenis kelamin laki-laki dengan jumlah kasus sebanyak 461.953 (57.1%) dan sedikit pada jenis kelamin perempuan dengan jumlah kasus sebanyak 347.348 (42.9%). Distribusi kasus malaria berdasarkan provinsi mengalami peningkatan dan penurunan kasus, untuk kasus tertinggi yaitu terjadi pada Provinsi Papua, sedangkan untuk kasus paling sedikit yaitu terjadi pada Provinsi DI Yogyakarta. Distribusi kematian yang disebabkan akibat malaria pada tahun 2019 berdasarkan kelompok umur yang di dapatkan peneliti hanya terjadi pada bayi (29 hari-11 bulan) dengan jumlah kematian sebanyak 18 (45%), dan balita (12-59 bulan) dengan jumlah kematian sebanyak 22 (55%). Distribusi kematian akibat malaria menurut provinsi di Indonesia pada tahun 2019 yang tertinggi berada di Provinsi Papua dengan jumlah kematian sebanyak 10 kasus kematian, di ikuti Provinsi Jawa Timur sebanyak 9 kematia akibat malaria.
PENGARUH FAKTOR INTERNAL TERHADAP SANITASI KAPAL KARGO BERSANDAR DI PELABUHAN PROBOLINGGO) Muhammad Fitrah Wahyudi; Irfany Rupiwardani; Agus Yohanan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.16663

Abstract

 Sanitasi kapal merupakan salah satu usaha yang ditujukan terhadap faktor risiko lingkungan dikapal untuk memutuskan mata rantai penularan penyakit guna memelihara dan mempertinggi derajat kesehatan. Sanitasi kapal mencakup seluruh aspek penilaian kompartemen kapal antara lain dapur, ruang penyediaan makanan, palka, gudang, kamar anak buah kapal, penyediaan air bersih, dan penyajian makanan serta pengendalian vektor penular penyakit atau rodent. Pada saat tim petugas melakukan pemeriksaan sanitasi kapal sering dijumpai atau ditemukannya faktor internal terhadap sanitasi kapal kargo di pelabuhan Probolinggo. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh faktor internal terhadap sanitasi kapal kargo bersandar di pelabuhan Probolinggo. Penelitian bersifat kuantitatif karena peneliti menggunakan angka mulai dari pengumpulan data, pengolahan serta penyajian hasil. Desain penelitian menggunakan observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel  dalam penelitian ini adalah 10 kapal kargo yang bersandar di Pelabuhan Probolinggo dengan teknik pengambilan sampel secara Accidental Sampling, dimana pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil kapal kargo sebagai sampel yang bersandar dan didasarkan pada suatu pertimbangan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Alat yang digunakan adalah form pemeriksaan sanitasi kapal dan, kuesioner dan lembar observasi. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji regresi logistik untuk mengetahui pengaruh dari variabel X terhadap variabel Y.
PENGARUH MEDIA BOOKLET DAN VIDEO TERHADAP PENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN PERUBAHAN SIKAP TENTANG STUNTING PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 4 KERINCI Sry Rizki Amelia; Laras Sitoayu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.16709

Abstract

Prevalensi stunting di Indonesia masih tinggi, Stunting dapat dicegah melalui peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan dan gizi, edukasi dapat digunakan menggunakan media yang tepat agar mendapatkan hasil yang maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media booklet dan video terhadap peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap tentang stunting pada remaja putri du SMA Negeri 4 Kerinci. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2022 Penelitian ini merupakan jenis penelitian Kuantitatif dengan desain quasi eksperimental dan design/rancangan pretest posttest desain grup Dalam desain ini kelompok yang digunakan untuk penelitian adalah kelompok yang sama pada saat pre test dan post test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh 73 siswi kelas XII MIPA SMA Negeri 4 Kerinci dengan jumlah sampel 24 orang. Menggunakan analisis data kuantitatif, pengambilan sampel dengan cara Proportionate stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh media booklet dan video terhadap peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap (p= 0,000). Kesimpulan penelitian ini ada pengaruh media booklet dan video terhadap peningkatan pengetahuan tentang stunting pada remaja putri di SMA Negeri 4 Kerinci. Media booklet dan video dapat mempengaruhi pengetahuan remaja tentang stunting, selain itu juga dapat mempengaruhi sikap remaja terhadap kejadian stunting.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS KEDAMEAN Lu'lu'atul Muawanah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.16711

Abstract

Pembangunan kesehatan di Indonesia memiliki tujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan setinggi-tingginya, dimana derajat kesehatan tersebut juga dapat dipengaruhi oleh pemanfaatan pelayanan kesehatan. Pemanfaatan pelayanan kesehatan khususnya di puskesmas semenjak pandemi covid-19 mangalami penurunan. Bahkan saat covid-19 sudah mulai berkurang, kunjungan di puskesmas-puskesmas masih tergolong rendah dan cenderung menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan di Puskesmas Kedamean. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 376 orang, yang diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling. Jumlah sampel tersebut diperoleh dari perhitungan menggunakan rumus Lemeshow dengan populasi sebanyak 16.475 orang yang merupakan masyarakat dari wilayah kerja Puskesmas Kedamean. Pengambila data dilakukan pada bulan September – Oktober 2022 yang meliputi data terkait persepsi sehat- sakit, budaya, transportasi, pendapatan, informasi kesehatan, dan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi- Square melalui aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara budaya (p=0,000), transportasi (p=0,000), dan pendapatan (p=0.002) dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan, sedangkan persepsi sehat sakit (p=0,564) dan informasi kesehatan (p=1,000) tidak berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Kesimpulan pada penelitian ini adalah budaya, transportasi, pendapatan, dan kepemilikan asuransi itu berhubungan dengan masyarakat yang mengakses pelayanan kesehatan. Disarankan kepada pihak Puskesmas agar lebih giat memberikan pengetahuan terkait pentingnya kesehatan, persepsi sehat sakit, budaya terkait kesehatan yang ada di kalangan masyarakat dan informasi seputar kesehatan pada masyarakat.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI RUMAH SAKIT TK.IV 01.07.01 PEMATANGSIANTAR julianto julianto; Nabilah Siregar
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.16716

Abstract

Tuberkulosis menjadi salah satu masalah kesehatan dengan jumlah kejadian yang tinggi di dunia. Data World Health Organization (WHO) menyebutkan terdapat 10 juta kasus dan 1,5 juta kematian akibat TB setiap tahun di dunia. Jumlah kasus TB di Indonesia pada tahun 2017 yaitu 420.994 kasus Pengobatan OAT bertujuan untuk menurunkan risiko penyebaran penyakit TB paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis (OAT). Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 294 pasien yang didiagnosa mengalami TB paru di Rumah Sakit Tk.IV 01.07.01 Pematangsiantar. Sampel penelitian sebanyak 169 pasien. Penelitian dilakukan pada tanggal 16 Januari–15 Juni 2023. Analisa data menggunakan uji Chi square. Mayoritas responden memiliki pengetahuan yang cukup tentang pengobatan OAT yaitu 71 orang (42,0%) namun masih terdapat 39 orang (23,1%) yang memiliki pengetahuan kurang,  mayoritas responden patuh minum OAT yaitu 111 orang (65,7%) namun masih terdapat 34,3% responden yang tidak patuh minum OAT, serta terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis paru (OAT) pada pasien tuberkulosis paru (p value 0,000). Pengetahuan berhubungan dengan kepatuhan minum OAT pada pasien TB paru. Diharapkan perawat dapat meningkatkan edukasi kesehatan pada penderita TB paru tentang pengobatan dan efek samping putus obat, serta meningkatkan peran serta keluarga dalam pengawasan minum obat.  
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI INDONESIA : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Irma Afifa; Susana Setyowati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.16738

Abstract

Menuju Indonesia Emas 2045 dibutuhkan sumber daya manusia yang unggul serta sehat jasmani. Namun, data menunjukkan kondisi stunting saat ini masih tinggi. saat bayi lahir usia 6-11 bulan sejumlah 13,8% dan semakin meningkat pada rentang usia 6-24 bulan sejumlah 27,2%. Dibutuhkan upaya percepatan penanganan stunting salah satunya melalui optimalisai peran kader posyandu. Penelitian ini menggunakan systematic literature review dengan skala penelitian lebih besar dan bertujuan untuk mengekplorasi bukti ilmiah dan empiris terkait efektifitas pemberdayaan kader posyandu dengan kejadian stunting pada balita di Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Maret 2023 dengan cara mengumpulkan artikel terkait pemberdayaan kader posyandu dan kejadian stunting pada balita di Indonesia. Proses pencarian hingga penyeleksian artikel penelitian menggunakan preferred reporting items for systematic reviews and metaanalysis (PRISMA). Terpilih empat artikel yang menjadi bahasan utama penelitian, semuanya penelitian dengan desain cohort study dengan pemberdayaan kader posyandu terhadap kejadian stunting. Upaya pemberdayaan kader posyandu menggunakan cara penyuluhan, dialog interaktif, emotional demonstration, serta praktek langsung pengukuran alat timbang badan dan tinggi balita berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan dan ketrampilan kader posyandu untuk melakukan deteksi dini stunting serta memberikan penanganan awal stunting. Dibutuhkan adanya program pemberdayaan kader posyandu yang lebih tersistematis dan teratur untuk mengendalikan kejadian stunting pada balita di Indonesia.
FAKTOR–FAKTOR DETERMINAN PELAKSANAAN PROGRAM CUCI TANGAN PAKAI SABUN PADA SISWA SD DI KECAMATAN DUKUN KABUPATEN GRESIK Berlina Nitya Sitaresmi; Misbahul Subhi; Devita Sari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.16747

Abstract

Cuci tangan pakai sabun adalah salah satu tindakan sanitasi  dengan membersihkan tangan dan jari jemari menggunakan air dan sabun oleh manusia agar menjadi bersih dan memutuskan rantai kuman. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis faktor-faktor determinan pelaksanaan program cuci tangan pakai sabun pada siswa SD di Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik pada bulan Februari 2023. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi siswa kelas 4 SD di Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik dan sampel penelitian berjumlah 100 orang yang diambil berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner dan observasi. Analisis hasil penelitian menggunakan uji regresi logistik ordinal. Berdasarkan hasil uji regresi logistik ordinal didapatkan bahwa nilai signifikan pada faktor predisposisi jenis kelamin (p= 0,155 >0,05), umur (p=0,601 >0,05), pengetahuan (p=0,467 >0,05), sikap (p=0,847 >0,05), perilaku (p=0,691 >0,05) artinya tidak ada pengaruh antara faktor predisposisi terhadap pelaksanaan program cuci tangan pakai sabun pada siswa SD di Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik, sedangkan nilai signifikan pada faktor pendukung (sarana prasarana) didapatkan hasil (p= 0,000 <0,05) artinya ada pengaruh antara faktor pendukung terhadap terhadap pelaksanaan program cuci tangan pakai sabun pada siswa SD di Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik dan nilai signifikan pada faktor pendorong (dukungan guru) didapatkan hasil (p=0,978 >0,05) artinya tidak ada pengaruh antara faktor pendorong terhadap terhadap pelaksanaan program cuci tangan pakai sabun pada siswa SD di Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik.

Page 55 of 435 | Total Record : 4346