cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
PENERAPAN TERAPI RESTRUCTURING COGNITIVE DALAM KONSELING PERORANGAN UNTUK MENURUNKAN TINGKAT KENAKALAN REMAJA Grace Latuheru
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.14886

Abstract

Remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa. Para ahli sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia antara 13 tahun sampai dengan 18 tahun. Secara lebih spesifik, gangguan tingkah laku merupakan suatu pola perilaku yang berulang dan menetap dimana hak dasar orang lain, peraturan atau norma sosial yang sesuai dengan usianya dilanggar, seperti perkelahian atau pelecehan yang berlebihan, pencurian, perusakan, kebohongan berulang, yang berlanjut selama 6 bulan atau lebih, yang sering ditemukan selama masa anak-anak hingga remaja. Kenakalan remaja merupakan perilaku yang menyimpang dari kebiasaan atau melanggar hukum. Untuk itu dilakukan modifikasi perilaku untuk menurunkan gejala perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan cognitive restructuring dalam mengurangi kenakalan remaja. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian yaitu metode eksperimen subjek tunggal ini adalah dengan restructuring cognitive agar dapat mengubah pikiran irasional menjadi rasional. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 1 orang yang menunjukkan simptom Kenakalan Remaja. Usia subjek 15 tahun. Pengambilan subjek berdasarkan gejala atau simptom yang didapatkan dari hasil observasi dan wawancara. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan tes psikologi (WISC, GRAFIS, Forer). Intervensi yang dilakukan yaitu restructuring cognitive untuk mengubah pemikiran irasional menjadi rasional. Setelah pemberian restructuring cognitive, subjek dapat menyadari pikiran irasionalnya serta perlahan mengubah perilakunya.
HUBUNGAN FREKUENSI PENGGUNAAN GADGET TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK TK ABA NOTOYUDAN YOGYAKARTA Siti Ainawati Mumtazah; Puja Maya Sari; Novia Dwi Jayanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.14906

Abstract

Perkembangan sosial adalah proses kemampuan belajar dan tingkah laku yang berhubungan dengan individu untuk hidup sebagai bagian dari kelompok. Di dalam perkembangan sosial anak dituntut untuk memiliki kemampuan yang sesuai dengan tuntutan sosial dimana anak berada. Anak yang tidak bisa menempatkan dirinya di lingkungan sosial akan merasa terisolasi dan enggan untuk membaur dalam lingkungan sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan frekuensi penggunaan gadget terhadap perkembangan sosial anak di TK ABA Notoyudan Yogyakarta. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan waktu cross sectional. Teknik sampling menggunakan total sampling. Alat ukur menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Pengolahan data menggunakan uji statistik Chi Square. Responden adalah orangtua dari siswa-siswi di TK ABA Notoyudan berjumlah 81 responden. Hasil penelitian menunjukkan frekuensi penggunaan gadget dengan kategori sering sebanyak 58 orang anak (75,9%) dan perkembangan sosial anak dengan kategori kurang sebanyak 52 siswi (64,2%). Hasil analisis bivariat diperoleh nilai p value 0,001 < 0,05. Ada hubungan antara frekuensi penggunaan gadget terhadap perkembangan sosial anak di TK ABA Notoyudan Yogyakarta. Saran bagi TK ABA Notoyudan Yogyakarta diharapkan dapat bekerja sama dengan pihak puskesmas untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada orangtua siswa tentang dampak penggunaan gadget terhadap anak dan pembatasan frekuensi dan durasi penggunaan gadget oleh anak.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PERAWATAN LUKA PERINEUM DI RB AMANDA GAMPING SLEMAN Novia Dwijayanti; Siti Ainawati Mumtazah; Puja Maya Sari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.14935

Abstract

Faktor penyebab  terjadinya  infeksi  nifas diantaranya  daya  tahan  tubuh  yang kurang,  perawatan  nifas  yang  kurang baik,  kurang  gizi/mal  nutrisi, hygiene yang  kurang  baik,  serta kelelahan. Infeksi jalan lahir dapat dicegah dengan perilaku hidup bersih dan sehat termasuk kebersihan diri dan lingkungan. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pada ibu nifas mengenai perawatan luka perineum. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yaitu menggambarkan suatu hasil penelitian tersebut. Metode penelitian ini  menggunakan analisis univariat, alat yang digunakan menggunakan kuesioner data primer. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 ibu nifas yang kontrol yang mengalami luka perineum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu nifas sebesar (97.5%) termasuk dalam kategori baik, tingkat pengetahuan ibu nifas sebesar (2.5%) termasuk dalam kategori cukup. Hasil penelitian karakteristik ibu nifas untuk usia yaitu (80%) usia tidak beresiko, karakteristik pendidikan yaitu (62.5%) SMA, karakteristik pekerjaan (50%) IRT, karakteristik paritas (67.5%) primipara. Kesimpulan tingkat pengetahuan pada ibu nifas tentang perawatan luka sebanyak (97.5%) kategori baik, tingkat pengetahuan ibu nifas sebanyak (2.5%) kategori cukup. Saran memberikan edukasi kepada pasien tentang perawatan luka jahitan seperti mengganti pembalut sehari 3-4 kali/hari, mengeringkan daerah genetalia, rendam air dingin untuk menghilangkan rasa nyeri, tanda bahaya masa nifas seperti luka berbau dan merah, dan kebutuhan masa nifas seperti istirahat, nutrisi ibu untuk memperbanyak makan makanan mengandung protein.
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN (HB) DENGAN KEPATUHAN MINUM TABLET FE PADA WANITA HAMIL DI PUSKESMAS TANGEN, SRAGEN, JAWA TENGAH PERIODE JULI - DESEMBER 2021 Ersa Asqia Putri Maharani; Oentarini Tjandra
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.14963

Abstract

Ibu hamil rentan terhadap anemia, prevalensi anemia pada kehamilan masih tergolong tinggi di Indonesia salah satunya di Kabupaten Sragen Jawa Tengah dengan prevalensi 57,1%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar Hb ibu hamil dengan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe karakteristik ibu hamil di Kabupaten Sragen Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional analitik dan dianalisis dengan menggunakan metode univariat dan bivariat. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 96 ibu hamil trimester III. Ibu hamil dengan kadar Hb 11g/dL sebanyak 61 orang (63,5%) dan kadar Hb < 11g/dL sebanyak 35 orang (36,5%). Ibu hamil yang patuh mengkonsumsi tablet Fe berjumlah 78 orang (81,3%) dan tidak patuh 18 orang (18,8%). Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p > 0,05 yang artinya ada hubungan antara kadar Hb dengan kepatuhan minum tablet Fe pada ibu hamil di Puskesmas Tangen Kabupaten Sragen Jawa Tengah periode Juli – Desember 2021. Jumlah ibu hamil yang tidak mengalami anemia lebih banyak, banyak yang mengalami anemia, dan tingkat kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe di Puskesmas Tangen, Sragen, Jawa Tengah tergolong tinggi. Hal ini mengakibatkan adanya hubungan yang signifikan antara kadar Hb dengan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe.
ASPEK KLINIS DAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM TALASEMIA B Rhauda, Hesty; Eka Putri, Dian
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15002

Abstract

Talasemia ? merupakan suatu kelainan genetik yang ditandai oleh gangguan dalam sintesis hemoglobin, yaitu protein pembawa oksigen dalam darah. Kelainan ini dapat menyebabkan anemia yang berat dan memerlukan perhatian medis yang serius. Pemeriksaan klinis dan laboratorium memiliki peran penting dalam diagnosis dan pemantauan talasemia ?. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi aspek klinis dan pemeriksaan laboratorium pada talasemia ?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki karakteristik klinis yang muncul pada pasien dengan talasemia ?, serta menganalisis hasil pemeriksaan laboratorium yang terkait dengan kondisi ini. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional retrospektif. Data dikumpulkan melalui peninjauan catatan medis pasien talasemia ? yang ada di rumah sakit. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif untuk mendapatkan gambaran tentang karakteristik klinis dan hasil pemeriksaan laboratorium pada pasien talasemia ?. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat berbagai aspek klinis yang sering terjadi pada pasien talasemia ?, seperti gejala anemia, pertumbuhan terhambat, dan gangguan pada organ-organ tubuh tertentu. Selain itu, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan karakteristik spesifik, seperti penurunan kadar hemoglobin, peningkatan kadar zat besi, dan perubahan dalam distribusi sel darah merah. Analisis data juga mengungkapkan adanya hubungan signifikan antara tingkat keparahan talasemia ? dengan hasil pemeriksaan laboratorium tertentu, yang dapat memberikan petunjuk dalam pemantauan dan penanganan pasien.
ANALISIS WAKTU TUNGGU DAN WAKTU PELAYANAN DI KLINIK PRATAMA MIRAH MEDIKA Heryanti Raudia Rahayu; Farid Hirji Badruzzaman
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15005

Abstract

Waktu tunggu pelayanan kesehatan merupakan hal penting dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Lama waktu tunggu yang panjang dapat menyebabkan ketidakpuasan pasien dan menurunkan kepercayaannya terhadap fasilitas kesehatan, sehingga akan berakibat mengurangnya jumlah pasien yang berobat. Oleh karena itu, pihak penyedia pelayanan harus memperhatikan waktu tunggu pasien dan meningkatkan efesiensi dalam memberikan pelayanan kesehatan. Dari hasil observasi selama 2 bulan ada beberapa pasien yang mengalihkan watu berobatnya ke waktu lain. Tujuan dari penelitian ini yaitu ingin mengetahui berapa lama waktu tunggu pelayanan dan meningkatkan efesiensi waktu tunggu pelayanan. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan menggunakan distribusi poisson dan eksponensial serta menggunakan rumus teori antrian M/M/S. Hasil penelitian ini, bahwa pelayanan dengan hanya ada 2 dokter yang bertugas rata-rata waktu tunggu adalah selama 77,48 menit, rata-rata waktu tunggu tersebut  tidak sesuai dengan standar pelayanan minimal Kementrian Kesehatan yaitu kurang dari 60 menit. Dengan mensimulasikan penambahan 1 dokter yang bertugas dapat mengurangi waktu tunggu pasien adalah selama 22,2189 menit. Kesimpulan dari penelitian ini Klinik Pratama Mirah Medika disarankan untuk menambahkan jumlah dokter yang bertugas agar dapat memenuhi standar pelayanan minimal dan meningkatkan kepuasan serta kepercayaan pasien terhadap Klinik Pratama Mirah Medika.
ORGANOLEPTIK DAN DAYA TERIMA WHEY KEFIR KUNYIT ASAM Wieke Riswanda Syafitri; Celvine Ayu Reviana; Khusnul Nur Hidayah; Marella Firsta Joansyah; Mishael Raissa Putra; Arya Ulilalbab
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15016

Abstract

Pangan fungsional memiliki zat-zat gizi esensial bagi tubuh dan dapat melindungi tubuh dari beberapa gangguan penyakit. Whey kefir mengandung protein, laktosa (gula susu) dan mineral serta dapat menjadi minuman isotonik karena sesuai dengan cairan pada tubuh manusia dan menangkal berbagai macam penyakit. Kunyit asam mengandung senyawa bioaktif seperti asam organik, polifenolik, dan flavonoid sehingga berperan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana warna, aroma, tekstur dan rasa pada whey kefir dengan penambahan kunyit asam. Jenis penelitian ini menggunakan 3 perlakuan dengan rasio whey kefir: kunyit asam 100:0 (P1), 80:20 (P2), 60:40 (P3). Rata-rata pada tiap parameter yang paling baik yaitu untuk semua terdapat pada P3, dengan rincian parameter warna (3,01), aroma (3,09), tekstur (3,05), dan rasa (2,63) dimana semua kelompok tersebut memiliki p value 0,00 (<? = 0,05). Berdasarkan daya terima panelis, persentase kesukaan tertinggi dari masing-masing parameter semua terdapat pada P3, dengan rincian parameter warna 73%, aroma 76%, tektur 85% dan rasa 55%. Penilaian tersebut berdasarkan form uji organoleptik 1 (sangat suka), 2 (tidak suka), 3 (netral), 4 (suka) dan 5 (sangat suka). Untuk penelitian selanjutnya, dapat dianalisis kandungan antioksidan dan modifikasi formula whey kefir kunyit asam agar tingkat kesukaan rasa pada P3 bisa lebih baik.
OBAT ESENSIAL UNTUK CAKUPAN KESEHATAN UNIVERSAL DI INDONESIA: TINJAUAN LITERATUR TENTANG KETERSEDIAAN, KETERJANGKAUAN, DAN KUALITAS Riswandy Wasir; Putri Aulia Rosmayani; Natasya Nazla Prasetyo; Adjrina Dawina Putri; Novita Dwi Istanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15024

Abstract

Akses terhadap obat esensial sangat penting dalam mencapai Cakupan Kesehatan Universal (Universal Health Coverage/UHC) di Indonesia. Obat esensial harus tersedia, terjangkau, dan memiliki kualitas yang memadai.  Namun dalam penerapannya masih terdapat banyak kendala yang menghambat tercapainya hal tersebut, seperti rendahnya ketersediaan obat esensial di fasilitas kesehatan, harga obat yang mahal, dan kualitas obat yang tidak terjamin. Oleh karena itu, penelitian ini melakukan tinjauan literatur tentang ketersediaan, keterjangkauan, dan kualitas obat esensial di Indonesia dalam mencapai UHC. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dengan mencari sumber data di database jurnal seperti PubMed dan Google Scholar. Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa ketersediaan, keterjangkauan, dan kualitas obat esensial di Indonesia belum mencapai standar Cakupan Kesehatan Universal, terutama di fasyankes swasta. Hal ini disebabkan oleh rendahnya kebijakan pengendalian harga obat esensial. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan dalam hal ketersediaan, keterjangkauan, dan kualitas obat esensial di fasilitas kesehatan di Indonesia agar tercapai Universal Health Coverage (UHC). Untuk meningkatkan ketersediaan, keterjangkauan, dan kualitas obat esensial di Indonesia dalam mencapai UHC, maka peneliti merekomendasikan kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan, melakukan kajian di daerah dengan pemanfaatan rendah, memperbaiki infrastruktur dan pelayanan kesehatan yang kurang, serta memantau dan menilai secara berkelanjutan.
HUBUNGAN ANTARA NILAI NORMALIZED DIFFERENCE VEGETATION INDEX (NDVI) DENGAN INSIDENSI MALARIA: TINJAUAN SISTEMATIK DAN META-ANALISIS Ronaldo Naidin; Zakianis Zakianis
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15031

Abstract

Malaria merupakan penyakit akut yang disebabkan oleh plasmodium. Pada tahun 2020 terdapat 59,5 kasus dari 1000 populasi berisiko. Mortalitas secara global menunjukan sebanyak 15,3 kematian akibat malaria dari 100.000 populasi berisiko. Kerusakan lingkungan dapat mengakitbatkan beberapa efek, salah satunya adalah perubahan dinamika dari vektor penyakit infeksi, salah satunya adalah nyamuk vektor dari malaria. Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) merupakan nilai untuk menghitung rapatan vegetasi pada suatu daerah, yang digunakan untuk memprediksi kejadian malaria. Tujuan dari tinjauan sistematis dan meta-analisis ini adalah untuk mengetahui korelasi antara NDVI dengan insiden dari malaria di dunia. Pencarian studi dilakukan di tiga basis data daring, yaitu Pubmed, Scopus, dan Embase hingga Agustus 2022. Luaran yang dicari adalah koefisien korelasi antara nilai NDVI dengan jumlah kasus malaria di suatu daerah. Dari pencarian tersebut, didapatkan 8 studi yang diinklusi untuk dianalisis lebih lanjut, dimana 4 studi bisa dilakukan meta-analisis. Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa nilai NDVI berkorelasi kuat terhadap insidensi malaria (r = 0.823, 95%CI = 0.253 to 0.969). Hal ini menunjukkan nilai NDVI berbanding terbalik dengan kasus malaria, yang mungkin terjadi akibat konversi lahan sehingga menimbulkan banyaknya genangan air yang ideal bagi siklus perkembangbiakan nyamuk.
KADAR SERUM GLUTAMIC PYRUVIC TRANSAMINASE (SGPT) PADA TIKUS YANG TERINHALASI PESTISIDA Marisa Marisa; Lisa Fradisa; Inayah Cahaya Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15075

Abstract

Pestisida dapat memberikan manfaat yang menguntungkan dan merugikan bagi manusia. Kebanyakan bahan  aktif dalam pestisida tidak mempunyai toksisitas yang spesifik, sehingga bisa mempengaruhi organisme target ataupun non target. SGPT merupakan enzim yang keberadaan dan kadarnya dalam darah dijadikan penanda terjadinya gangguan fungsi hati. Enzim tersebut normalnya berada pada sel-sel hati. Kerusakan pada hati akan menyebabkan enzim-enzim hati lepas ke dalam aliran darah  sehingga kadarnya dalam darah meningkat dan menandakan adanya gangguan fungsi hati. Hati merupakan salah satu organ target  pestisida. Akumulasi penggunaan pestisida jika masuk  kedalam hati tidak dapat diuraikan serta dieksresikan dan tersimpan dalam hati akan menyebabkan gangguan sel organel hati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar SGPT pada tikus yang terinhalasi   pestisida. Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorik, dengan menggunakan distribusi frekuensi. Sampel yang digunakan adalah darah tikus yang diinhalasi  pestisida sebanyak 18 sampel dengan penambahan 2 sampel sebagai control negatif. Pemeriksaan SGPT dan Acethylcholinesterase menggunakan metode fotometer. Hasil penelitian, kadar SGPT dalam darah tikus didapatkan kadar tertinggi 262U/L, dan kadar terendah 1U/L dengan rata- rata 88,06U/L. Kadar Acethylcholinesterase dalam darah tikus didapatkan kadar tertinggi 922U/L dan kadar terendah 127U/L dengan rata-rata 4,482U/L. Berdasarkan hasil uji kolerasi person dengan hubungan Acethylcholinesterase dan SGPT diperoleh nilai signifikan P<0,000 (0,000 <0,05) besar kolerasi ini menunjukkan adanya hubungan antara Acethylcholinesterase         dan SGPT.

Page 83 of 435 | Total Record : 4346