cover
Contact Name
Muhammad Aditya Pratama
Contact Email
adityapratama@ikj.ac.id
Phone
+6285693972062
Journal Mail Official
imaji@ikj.ac.id
Editorial Address
Jalan Sekolah Seni No.1 (Raden Saleh, Kompleks Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No.73, RT.8/RW.2, Cikini, Jakarta, Central Jakarta City, Jakarta 10330
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal IMAJI
ISSN : 19073097     EISSN : 27756033     DOI : https://doi.org/10.52290/JI
Core Subject : Humanities, Art,
Journal IMAJI accommodates a collection of various topics of film / audio-visual studies that contain ideas, research, as well as critical, fresh, and innovative views on the phenomenal development of cinema in particular and audio-visual in general. This journal aims to provide research contributions to film and audio-visual media which are expected to encourage the development of film, including photography, television and new media in Indonesia, so that they are superior and competitive at the national level and in the international world.
Articles 200 Documents
Transposisi dan Substitusi Dialog dalam Film Adaptasi: Studi Kasus Film Ca-Bau-Kan Karya Nia Dinata Berdasarkan Novel Ca-Bau-Kan: Hanya Sebuah Dosa Karya Remy Sylado Fitriyani, Nurbaiti
IMAJI Vol. 14 No. 2 (2023): Fotografi, Riwayatmu Hingga Kini
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v14i2.125

Abstract

Penelitian ini akan berfokus pada film Ca-bau-kan (2002) yang disutradarai oleh Nia Dinata. Film ini diadaptasi dari novel dengan judul yang sama Ca-bau-kan: Hanya Sebuah Dosa gubahan Remy Sylado. Pembicaraan ihwal adaptasi, sejauh ini masih sebatas perihal fidelitas sebuah film terhadap karya sastra yang diadaptasi. Hal tersebut memang tidak bisa ditampik karena mengadaptasi pada akhirnya juga akan menghasilkan perbandingan antara film dan sastra. Apalagi film dan sastra memiliki wahana yang berbeda: film disampaikan melalui audiovisual, sedangkan sastra dengan verbalisasinya, yakni kata-kata, sehingga menimbulkan proses interpretasi yang berbeda pula. Dengan demikian, menjadi mafhum apabila terdapat unsur-unsur yang sengaja dihilangkan atau bahkan ditambahkan dalam film adaptasi. Begitu pula, terdapat unsur yang mana di dalam sastra sulit untuk mencapainya dan di dalam film bisa melakukannya dan tak jarang justru diabaikan dalam studi film, yakni dialog. Studi kasus dialog dalam film adaptasi di sini dengan menggabungkan beberapa konsep, yakni nada (tone) dan ritme dialog, dialog realistik dan naturalistik, monolog interior, serta sulih suara (voice over). Unsur tersebut sebagai metode kunci untuk mengeksternalisasi penggunaan dialog dari sastra ke film sehingga dapat diketahui proses metamorfosis dialog yang terdapat di dua medium ini. Untuk memeriksa lebih lanjut implikasinya terhadap transferabilitas dialog dalam adaptasi film, salah satu caranya ialah menggunakan studi komparasi antara novel dan film dengan pendekatan intertekstualitas serta membentangkan jenis dan aspek yang terdapat di dalam dialog kedua teks tersebut.
Studium Punctum dalam Karya Fotografi Dokumenter Oscar Motuloh pada Reformasi 1998 Erlan
IMAJI Vol. 14 No. 2 (2023): Fotografi, Riwayatmu Hingga Kini
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v14i2.126

Abstract

Artikel ini menganalisis karya fotografi dokumenter dari Oscar Motuloh, yang berfokus pada peristiwa Reformasi 1998 di Indonesia dan tumbangnya rezim Orde Baru. Kekuatan naratif pada salah satu karya fotografi dokumenter Oscar Motuloh menjadi penting untuk diteliti. Tujuan penelitian adalah untuk menggali berbagai unsur yang menjadi kekuatan naratif dalam karya tersebut. Hasil dari penelitian dapat menjadi panduan dalam berkarya di bidang dokumenter, agar tidak hanya mendokumentasikan peristiwa semata, tetapi foto harus memiliki makna yang kuat, mengandung unsur epistemologi, ontologi dan aksiologi (Semuel Unwakoly,2022). Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis visual dan konten dari data primer yaitu dua karya fotografi dokumenter Oscar Motuloh tentang massa yang membakar lukisan profil Lim Sioe Liong dan istrinya pada 14 Mei 1998. Peneliti menggunakan pendekatan yang bersifat kualitatif dengan teori Studium Punctum Roland Barthes (Susmawanto T.C.,2021), melakukan observasi dan wawancara langsung kepada Oscar Motuloh serta didukung riset kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karya fotografi dokumenter Motuloh dalam periode reformasi 1998 berperan penting dalam sejarah. Fotografi dokumenter mampu menggambarkan emosi, ketegangan, dan perjuangan masyarakat dalam mencapai perubahan politik yang diinginkan. Penelitian ini mengurai unsur kompetensi yang wajib dimiliki seorang fotografer dokumenter. Hasil analisis karya fotografi dokumenter Oscar Motuloh ini, memberikan pemahaman bahwa kekuatan naratif pada karya fotografi dokumenter turut membentuk sejarah perjalanan bangsa.
Peran Fotografer Dalam Still Photography for Movie Ferdiansyah
IMAJI Vol. 14 No. 2 (2023): Fotografi, Riwayatmu Hingga Kini
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v14i2.127

Abstract

Sub genre fotografi irisannya sudah mulai tipis, dalam pembahasan Still Photography for Movie ternyata bersinggungan dengan ketiga genre besar fotografi, walaupun ada nilai dari kontrak yang disepakati, tetapi secara garis besar pekerjaan ini berada di ranah fotografi cerita, kemudian Still Photographer juga bisa bereksperimental dengan berbagai teknik fotografi, komposisi maupun tata cahaya, bahkan pembacaan dari foto satu ke foto lainnya, bisa dibahas lewat pemaknaan denotasi-konatasi.
Wawancara: Oscar Motuloh Jurnal IMAJI, Tim
IMAJI Vol. 14 No. 2 (2023): Fotografi, Riwayatmu Hingga Kini
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v14i2.130

Abstract

Dalam rubrik Jurnal IMAJI Vol. 14 No. 2 Edisi Juli Tahun 2023 kali ini kami menghadirkan Oscar Motuloh, seorang fotojurnalis terkemuka Indonesia yang mendedikasikan hidupnya ke dunia fotografi melalui aktivitas di kantornya maupun lapangan dengan penuh gairah. Sempat mengajar fotojurnalistik di Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta dan sering diundang sebagai pembicara dalam acara diskusi foto. Oscar Motuloh juga terlibat dalam pembentukan Pewarta Foto Indonesia, sebuah organisasi yang menaungi para fotojurnalis. Beberapa pameran tunggal yang pernah diadakannya adalah “Voice of Angkor” yang diadakan pada tahun 1997 dalam kerjasama dengan Pusat Kebudayaan Prancis di Jakarta, ”Carnaval” pada tahun 1999, “Chansons Périphériques” pada tahun 2002 mengenai kaum minoritas di Prancis, “The Art of Dying” pada tahun 2003 di Bentara Budaya Jakarta, dan yang “Soulscape Road” atau “Lintasan Saujana Jiwa” pada tahun 2009 di Galeri Salihara. Pameran foto “Soulscape Road” ini juga pernah dipamerkan di Tropenmuseum di Amsterdam m kerjasama dengan Pemerintah Belanda. Mari kita simak wawancara dengan Oscar Motuloh.
Aspek Suara Sebagai Penggambaran Sudut Pandang Karakter : Studi Kasus 3 Karakter Dalam Film Begain Again (2013), Hicksaw Ridge (2016), A Quiet Place (2018) Kuncoro, Yogi Tri
IMAJI Vol. 14 No. 3 (2023): Suara & Imaji yang Berkelindan
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v14i3.128

Abstract

Suara dalam film memiliki peran penting untuk memberikan penekanan emosi dan informasi dalam sebuah cerita. Mendekatkan sebuah sifat realitas dan fungsional suara , yang di bagun melalui Fudamental suara (Tinggi rendahnya nada, warna suara dan Kekerasan suara) , melalu bunyi yang di ciptakan seperti unsur suara (Dialog, Efek Suara dan Musik) maka ketepatan suara dapat menentukan sebuah emosi, bisa pada setiap karakter dan aksi reaksi didalam ruang penceritaan. Terfokus pada sudut padang suara terhadap karakter didalam film yang bisa menjadikan penekanan emosi dan informasi secara langsung dapat dirasakan yang sama oleh penontonya.
Film Ala Lumiere dan Sokurov : Pionir dan Respons Kreatif Supriadi, Bambang
IMAJI Vol. 14 No. 3 (2023): Suara & Imaji yang Berkelindan
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v14i3.129

Abstract

Tulisan ini mengkaji peran signifikan dari Lumiere dan Sokurov dalam perkembangan sejarah sinema. Tujuannya, untuk memahami dampak dan pengaruh dari kiprah yang telah mereka lakukan. Kajian ini menggali inovasi teknologi yang revolusioner yang diusung oleh keduanya.Teknologi “cinematographe” temuan Lumiere yang melahirkan awal pertunjukan film. Sementara Sokurov merespon teknologi digital dengan eksplorasi“one/single shot”. Lumiere dan Sokurov memiliki tujuan yang sama, keduanya memanfaatkan teknologi serta menempatkan film sebagai tontonan yang dapat mempengaruhi emosi dan psikologi penonton. Kajian ini menelaah kiprah yang dilakukan mereka.
Representasi Fungsi Keluarga Dalam Film Turah (Studi Analisis Isi Konvensional Dalam Film Turah) Suci Ramadhani, Binda; Nuryani, Astrida Fitri; Mondry
IMAJI Vol. 14 No. 3 (2023): Suara & Imaji yang Berkelindan
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v14i3.133

Abstract

Film merupakan salah satu media massa yang menjadi hiburan bagi penontonnya. Film juga terdapat beberapa macam, dari yang hanya dijadikan tontonan biasa, sampai dijadikan sebuah media untuk menyampaikan pesan secara langsung atau dijadikan alat propaganda untuk pemerintah atau lembaga. Salah satu film di Indonesia yang digunakan untuk menyampaikan sebuah pesan dan makna adalah film Turah. Film Turah mengangkat pesan kesenjangan dan kemiskinan yang ada di kampung Tirang. Namun peneliti mengangkat tema fungsi keluarga untuk melihat gambaran representasi keluarga yang ada dalam film Turah. Peneliti menggunakan konsep keluarga dan fungsi keluarga sebagai bahan acuan dan sebagai batasan penelitian agar penelitian tidak keluar dari topik terlalu jauh. Peneliti juga menggunakan jenis penelitian analisis isi dengan pendekatan analisis isi konvensional dengan menggunakan teknik analisis isi Open Coding (Koding terbuka). Setelah melakukan analisis, peneliti menemukan adanya fungsi keluarga yang terealisasi dalam film Turah, namun ada juga fungsi keluarga yang tidak dijalankan didalamnya. Fungsi keluarga yang terealisasi dapat membuat hubungan komunikasi dalam berkeluarga menjadi baik, selalu harmonis, dan membentuk kesatuan yang kuat antara satu keluarga dengan keluarga lainnya. Sedangkan beberapa fungsi keluarga yang tidak terealisasi berakibat kepada adanya ketidakharmonisan dalam keluarga, adanya perbedaan pendapat, sampai hancurnya hubungan dalam berumahtangga.
Spot Effect Lonceng Bambu Sebagai Representasi Karakter Atmaja Pada Film Gumeulis Ratna Murti, Danu; Eko Sunu, Hadrianus; Amin, Misbahol
IMAJI Vol. 14 No. 3 (2023): Suara & Imaji yang Berkelindan
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v14i3.134

Abstract

Tulisan ini membahas tentang film Geumelis Ratna yang bercerita tentang ketakutan Ratna yang akan ditinggal anaknya Diah yang akan merantau. Karakter Atmaja yang merupakan mendiang suami Ratna hadir melalui suara ketika ibu dan anak bertengkar. Spot effect dari lonceng bambu menjadi representasi kehadiran Atmaja yang berasal dari suku Sunda. Tingkat kekerasan maupun arah datangnya suara spot effect disesuaikan dengan ukuran gambar dan benda lain yang berada di sekitar lonceng bambu.
Subjektivitas Sutradara Perempuan: Deantagonisasi Subjek Perempuan dalam Film Before, Now, and Then (Nana) Manggarsari, Kintan Labiba; Harsawibawa, Albertus
IMAJI Vol. 14 No. 3 (2023): Suara & Imaji yang Berkelindan
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v14i3.135

Abstract

Tulisan ini membahas bagaimana dalam sinema yang strukturnya secara dominan dan historis didominasi dan berangkat dari sudut pandang dan otoritas laki-laki, representasi perempuan dalam layar sinema kemudian tidak memberikan ruang bagi subjektivitas perempuan dan tidak mampu menghadirkan perempuan sebagai perempuan seutuhnya. Subjektivitas perempuan kemudian menjadi nilai penting karena memiliki kekuatan untuk memberikan penggambaran dan pandangan tentang perempuan apa adanya, hadir bukan sebagai ilusi. Subjektivitas sutradara perempuan menawarkan representasi perempuan yang lebih dekat dengan kehidupan. Menggunakan pendekatan yang berbeda dari kanon film arus utama, sutradara perempuan men-de-antagoniskan subjek perempuan dalam karyanya. Membaca subjektivitas sutradara perempuan yang menawarkan bahasa film yang berbeda dalam film Before, Now and Then (Nana) yang disutradarai oleh Kamila Andini, dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode teori kritis, penulis berharap tulisan ini dapat menunjukkan bagaimana subjektivitas sutradara perempuan di balik layar perfilman sangatlah penting, karena melalui subjektivitasnya, sutradara memiliki kekuatan untuk menawarkan representasi perempuan secara aktif, bukan sebagai pelengkap, dan memiliki otonomi individu sebagai subjek yang utuh.
Suara dan Memori Propaganda: Asosiasi Sound Narrative dalam On The Origin of Fear Manullang, Jonathan
IMAJI Vol. 14 No. 3 (2023): Suara & Imaji yang Berkelindan
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v14i3.136

Abstract

Kajian ini bertujuan mengeksplorasi pemanfaatan audio sebagai elemen sentral dalam film pendek On The Origin of Fear oleh Bayu Prihantoro Filemon. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisa deskriptif, tulisan ini hendak memaparkan bagaimana penggunaan non-diegetic dan diegetic sound yang tepat mampu menunjukkan bahwa memori alam bawah sadar penonton secara kolektif telah tercemar dengan asosiasi tertentu yang merujuk pada suatu momen kelam dalam sejarah republik.

Page 10 of 20 | Total Record : 200


Filter by Year

2005 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 3 (2025): Imaji Visual dalam Ruang, Waktu, dan Memori Vol. 16 No. 2 (2025): Film, Masyarakat, Teknologi, dan Identitas Budaya Vol. 16 No. 1 (2025): Identitas dalam Sinema Indonesia Vol. 15 No. 3 (2024): Ruang, Penonton, dan Wacana Sinematik Vol. 15 No. 2 (2024): Fotografi, Bahasa Visual dan Eksotisme Vol. 15 No. 1 (2024): Arsip, Wacana Visual & Film Eksperimental Vol. 14 No. 3 (2023): Suara & Imaji yang Berkelindan Vol. 14 No. 2 (2023): Fotografi, Riwayatmu Hingga Kini Vol. 14 No. 1 (2023): Antara Struktur dan Bahasa Visual Vol. 13 No. 3 (2022): Menuju Layar Personal sebagai Budaya Baru Menonton Vol. 13 No. 2 (2022): Wawancara dan Kedalaman Penelitian Media Audio Visual Vol. 13 No. 1 (2022): Merayakan dan Dirayakan Melalui Sinema Vol. 12 No. 3 (2021): Membingkai Realitas melalui Imaji Visual Vol. 12 No. 2 (2021): Panorama Mengamplifikasi Gagasan melalui Media Audio-Visual Vol. 12 No. 1 (2021): Sinema dan Wacana Vol. 11 No. 2 (2020): Sinema, Ideologi, dan Kritik Sosial Vol. 11 No. 1 (2020): Bentuk, Gaya, dan Persepsi Penonton Vol. 10 No. 2 (2018): Karakter dan Konsep-Konsep Psikoanalisis dalam Film Vol. 10 No. 1 (2018): Teknologi dan Storytelling dalam Medium Audio-Visual Vol. 9 No. 1 (2017): Mitos dalam Film dan Televisi Vol. 8 No. 1 (2016): IMAJI Vol. 5 No. 2 (2013): IMAJI Vol. 5 No. 1 (2013): IMAJI Vol. 4 No. 2 (2012): IMAJI Vol. 4 No. 1 (2012): IMAJI No. 6 (2011): IMAJI No. 5 (2009): IMAJI No. 4 (2008): IMAJI No. 3 (2007): IMAJI No. 2 (2006): Dimana Posisi Kritik Sinema Indonesia? No. 1 (2005): Antara Melihat dan Membaca More Issue