cover
Contact Name
Charlie D. Heatubun
Contact Email
charlie_deheatboen@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
ishjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Brigjen Mariner(Purn)Abraham O. Atururi, Kompl. Perkantoran Arfai, Manokwari 98311
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Igya ser hanjop: Jurnal Pembangunan Berkelanjutan
ISSN : 27160491     EISSN : 2722516X     DOI : https://doi.org/10.47039/ish
Core Subject : Agriculture, Social,
Igya ser hanjop adalah jurnal yang menyediakan sumber informasi ilmiah yang ditujukan untuk peneliti, lembaga penelitian, instansi pemerintah, dan pemangku kepentingan. Jurnal ini menerbitkan manuskrip penelitian asli yang berfokus pada hasil penelitian tentang semua aspek pembangunan berkelanjutan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2023)" : 6 Documents clear
Kajian Komunitas Gastropoda yang Berasosisasi dengan Ekosistem Mangrove di Telaga Wasti dan Andai, Kabupaten Manokwari Tupitu, Kieron Christofel; Wattimury, Dougklas L.; Ayhuan, Hendrik V.
Igya ser hanjop: Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Papua Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47039/ish.5.2023.77-86

Abstract

Gastropoda atau biasa disebut siput adalah hewan bertubuh lunak yang memiliki cangkang di luar tubuhnya. Cangkang gastropoda tersebut memiliki fungsi sebagai tempat tinggal dan sebagai tempat berlindung dari bahaya yang mengancam dirinya, tetapi ada pula gastropoda yang tidak memiliki cangkang dan ada pula gastropoda yang memiliki cangkang kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis gastropoda, mengkaji hubungan panjang dan berat gastropoda, dan asosiasi gastropoda pada mangrove di Telaga Wasti dan Andai. Hasil dari penelitian ini berhasil mencatat 7 spesies gastropoda dengan jumlah 180 individu, dimana 3 spesies artophoda menunjukkan berasosisasi pada ekosistem mangrove. Ada korelasi positif antara panjang tubuh dan berat gastropoda.
Pemanfaatan Bokasi Limbah Sagu untuk Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Sawi Tabuni, Amius; Merahabia, Paskalius Apriyanto; Demena, Yunita
Igya ser hanjop: Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Papua Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47039/ish.5.2023.103-110

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi tentang pengaruh bokasi limbah sagu terhadap pertumbuhan tanaman sawi. Penelitian ini dilaksanakan selama ± 3 bulan, Oktober - Desember 2022, di screen house Fakultas Pertanian Universitas Papua, Amban, Manokwari. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu 0 gram/polibag (tanpa bokasi), 300 gram bokasi limbah sagu/polibag (K1), 600 gram bokasi limbah sagu/polibag (K2), 900 gram bokasi limbah sagu /polibag (K3), dan 1200 gram bokasi limbah sagu /polibag (K4). Variabel penelitian yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, panjang akar, berat segar. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh bokasi limbah sagu dengan kotoran kambing tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman sawi, Pertumbuhan tanaman sawi berpengaruh nyata pada perlakuan 0 g/polybag (tanpa bokasi) dibandingkan dengan perlakuan lainnya dan semakin tinggi dosis bokasi limbah sagu dengan kotoran kambing cenderung menghambat pertumbuhan tanaman dari tinggi tanaman, jumlah daun, panjang dan lebar daun, panjang akar dan bobot segar.
Persepsi Masyarakat Terhadap Pemanfaatan dan Pengelolaan Hutan Mangrove di Kampung Kambala dan Yarona Distrik Buruway Kabupaten Kaimana T Wambrauw, Ludia; Widati, Agatha W.; Yuminarti, Umi
Igya ser hanjop: Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Papua Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47039/ish.5.2023.87-101

Abstract

Kawasan hutan mangrove merupakan sumberdaya yang memiliki peran penting baik secara ekologis, ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Keberlanjutan dari hutan mangrove membutuhkan peran bukan hanya pemerintah dan, tetapi juga masyarakat yang tinggal disekitarnya. Studi ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat berkaitan dengan pengelolaan dan manfaat kawasan hutan mangrove di Kampung Kambala dan Yarona. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi studi di Kampung Kambala dan Yarona Distrik Buruway Kabupaten Kaimana. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk memperoleh data mengenai persepsi masyarakat. Skala berjenjang digunakan untuk mengukur persepsi responden dan data dianalisis dengan statistik deskriptif dengan menghitung nilai maksimum dan minimum, kemudian menentukan jumlah skala dan interval yang diinginkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat tidak mengetahui sejarah dan luas kawasan mangrove, tetapi memiliki akses ke kawasan mangrove untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan tetap memperhatikan wilayah yang sakral pada area tersebut. Selanjutnya sebagian besar masyarakat memiliki persepsi yang baik tentang pemanfaatan kawasan hutan mangrove sebagai tempat wisata, demikian juga jika kawasan mangrove di kampungnya dimanfaatkan sebagai lokasi ekowisata. Dilain pihak bagi sebagian kecil masyarakat yang memiliki persepsi negatif tentang kampungnya dijadikan tempat ekowisata adalah khawatir sumberdaya alamnya akan rusak atau berkurang. Masyarakat memiliki persepsi yang baik tentang kawasan hutan mangrove sebagai tempat ekowisata akan memberikan keuntungan bagi masyarakat. Selanjutnya, berkaitan dengan pengelolaan kawasan ekowisata hutan mangrove, masyarakat juga memiliki persepsi yang baik dan untuk pengelolaan ekowisata kawasan hutan mangrove, masyarakat memilih pengelolaannya dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat, pemerintah dan swasta. Pengembangan ekowisata kawasan hutan mangrove dan pengelolaan yang baik akan memberikan manfaat untuk masyarakat.
Struktur Komunitas dan Status Padang Lamun di Pesisir Kampung Asai, Distrik Windesi, Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua Firdaus, Alif; Talakua, Selfanie; Alianto; Rumbiak, Ruben
Igya ser hanjop: Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Papua Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47039/ish.5.2023.135-146

Abstract

Kampung Asai memiliki sumber daya perairan yang cukup melimpah, antara lain ekosistem lamun. Informasi mengenai ekosistem ini di daerah tersebut masih sangat minim, sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai struktur komunitas dan status lamun. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan struktur komunitas lamun meliputi komposisi jenis, frekuensi, kerapatan, penutupan, indeks nilai penting, indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominansi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – Mei 2023. Lamun disampel dalam 10 kwadrat berukuran 50x50 cm dalam 3 transek yang dibuat tegak lurus garis pantai dan berjarak 50 m. Hasil pengamatan ditemukan 8 spesies yaitu Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Syringodium isoetifolium, Halophila ovalis, Thalassodendrom ciliatum, Cymodecea rotundata, Cymodecea serrulata dan Halodule pinifolia. Kerapatan lamun tertinggi terdapat pada stasiun 2 (1210,3 ind/m2) dan terendah pada stasiun 3 (486,67 ind/m2). Keanekaragaman berkisar 1,443-1,656 kategori sedang. Keseragaman diperoleh nilai berkisar 0,741-0,924 kategori tinggi dan dominansi berkisar 0,203-0,288 kategori rendah. Penutupan tertinggi terdapat pada stasiun 2, yaitu sebesar 85,21% dan terendah pada stasiun 1 yaitu 73,33%. Meskipun memiliki nilai yang berbeda namun penutupan jenis lamun tergolong dalam kategori kaya/sehat. T. hemprichii, c. rotundata, S. isoetifolium dan E. acoroides memiliki frekuensi tertinggi dibanding lamun jenis lain yang ditemukan pada lokasi penelitian.
Distribusi Spasial Padang Rumput Bentang Lahan Mahkota Permata Tanah Papua Hematang, Francine
Igya ser hanjop: Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Papua Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47039/ish.5.2023.123-134

Abstract

New Guinea termasuk Tanah Papua merupakan tempat yang kaya akan keragaman hayatinya. Salah satu wilayah di pulau Papua yang memiliki keragaman hayati tinggi adalah bentang lahan kepala burung yang dalam pengelolaannya disebut dengan Mahkota Permata Tanah Papua (MPTP). Padang rumput adalah tipe ekosistem yang unik dan penyebarannya terbatas pada kawasan MPTP, namun tipe ekosistem ini masih minim informasi. Salah satu hambatan minimnya informasi terkait padang rumput ini adalah aksesibilitas dan keragaman topografi sehingga proses penelitian di lapangan menjadi sulit dilakukan. Pendugaan sementara padang rumput ini merupakan tipe ekosistem pelengkap yang berada pada keragaman topografi wilayah, dan ketinggian tempat. Penelitian ini menggunakan metode analisis spasial berbasis citra satelit open source (Landsat dan Sentinel 2) untuk identifikasi padang rumput yang kemudian dianalisis dengan metode interpretasi manual dan tumpang susun dengan informasi geospasial tematik lainnya. Hasil dari penelitian ini adalah sampai pada tahun 2022 terdapat padang rumput pada kawasan koridor MPTP seluas 32.933 ha yang tersebar di dua provinsi dan lima kabupaten. Vegetasi rumput pada koridor MPTP juga sangat unik karena terdistribusi pada ketinggian 0 – 3.000 mdpl, dan tumbuh pada lahan yang datar hingga sangat curam. Beberapa kawasan konservasi dan hutan lindung juga memiliki tipe vegetasi rumput yang akan menambah kekayaan tipe ekosistem pada kawasan konservasi tersebut. Kedepannya perlu ada penelitian-penelitian berbagai tematik yang secara khusus pada vegetasi rumput ini.
Struktur Morfologi dan Anatomi Halodule pinifolia di Pantai Andai, Kabupaten Manokwari Tandililing, Jeanifer G.; Sadsoeitoeboen, Maria J.; Sianipar, Fajar Ria Dwi Natalia; Lefaan, Paskalina Th.; Budirianto, Heru J.; Kilmaskossu, Johanis P.; Maturbongs, Agatha C.
Igya ser hanjop: Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Papua Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47039/ish.5.2023.111-121

Abstract

Halodule pinifolia merupakan jenis lamun pioner yang dapat tumbuh pada lingkungan yang mengalami gangguan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis struktur morfologi dan anatomi Halodule pinifolia. Penelitian ini dilakukan di Pantai Andai Kabupaten Manokwari pada bulan Februari sampai Juni tahun 2022. Pengambilan sampel lamun menggunakan metode transek kuadran yang berukuran 30x30cm yang diletakkan secara acak. Terdapat 3 stasiun pengamatan, dimana setiap stasiun terdiri dari tiga transek dan dua kuadran yang diletakkan pada masing-masing transek. Lima individu Halodule pinifolia dari setiap kuadran diambil untuk pengamatan morfologi dan anatomi. Struktur morfologi Halodule pinifolia yang diamati meliputi akar, rhizoma dan daun. Struktur anatomi yang diamati adalah rhizoma dan daun. Hasil uji Anova menunjukkan bahwa Halodule pinifolia yang tumbuh pada Stasiun II memiliki ukuran morfologi lebih besar. Struktur anatomi rhizoma yang memiliki ukuran paling besar ditemukan pada Stasiun II, sedangkan Struktur anatomi daun lebih besar ditemukan pada Stasiun III. Kondisi Halodule pinifolia pada tiga stasiun termasuk dalam kriteria sangat rapat.

Page 1 of 1 | Total Record : 6