cover
Contact Name
Rani Anggraeni
Contact Email
rani.anggraeni34@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lppmsahid21@gmail.com
Editorial Address
Jl. Prof. DR. Soepomo No.84, RT.7/RW.1, Menteng Dalam, Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12870
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Industri Pariwisata
ISSN : -     EISSN : 26209322     DOI : https://doi.org/10.36441/pariwisata.v3i1
Articles published on Jurnal Industri Pariwisata are based on research. This journal published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Sahid which is published twice every year. This journal is intended as one of the media in terms of publishing the results of research activities of academics who are interested in the field of tourism such as Culinary and Shopping Tour, Cultural Heritage, History and Religion, Marine Tourism, Eco-tourism, Adventure Tour, Countryside Tour, MICE, and also Halal Tourism
Articles 272 Documents
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN DAN KELAYAKAN UNTUK PENGEMBANGAN WISATA PIKNIK DI AGROWISATA PALOH NAGA Nurraya, Nurraya; Rosmaiti, Rosmaiti; Iswahyudi, Iswahyudi
Jurnal Industri Parawisata Vol 6, No 1 (2023): JULY
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/pariwisata.v6i1.922

Abstract

Dalam pengembangan wilayah, perlu terlebih dahulu dilakukan perencanaan lahan yang dapat memberikan keuntungan ekonomi wilayah. Agrowisata tersebut merupakan tempat rekreasi untuk menikmati panorama hamparan sawah, penataan jalan bambu dan joglo yang berada di atas sawah dapat menjadi tempat untuk bersantai dan mengabadikan keindahan panorama sawah dengan komoditi padi yang menjadi daya tariknya (Durlee, 2020). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kesesuaian lahan dan kelayakan untuk pengembangan kawasan wisata piknik di Agrowisata Paloh Naga. Penelitian ini menggunakan metode survei, pemetaan lapangan, metode matching dan uji laboratorium. Secara garis besar penelitian dilakukan atas 5 (lima) tahapan, meliputi: (1) persiapan, (2) pengumpulan data, (3) analisis tanah di Laboratorium, (4) analisis data, dan (5) penyusunan rekomendasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian lahan untuk wisata piknik pada masing-masing Satuan Lahan (SL) berbeda. Pada SL-1 dan SL-2, kelas kesesuaian lahan termasuk sedang. Adapun pada SL-3, kelas kesesuaian lahannya termasuk baik. Faktor yang membatasi SL-1 dan SL-2 termasuk ke dalam kelas sedang adalah drainase tanah dan bahaya banjir. Lokasi Agrowisata Paloh Naga termasuk ke dalam kategori cukup berpotensi untuk dikembangkan menjadi lokasi wisata piknik dengan skor Kriteria Kelayakan Agrowisata (KKA) sebesar 2,75.
MODEL EDUWISATA AGROINDUSTRI BERAS TAMBELANG MENGGUNAKAN BUSINESS MODEL CANVAS Anto, Feri; Setyawati, Ekaterina
Jurnal Industri Parawisata Vol 6, No 2 (2024): JANUARY
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/pariwisata.v6i2.1613

Abstract

Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi sebagai kecamatan dengan komoditas terbesar adalah penghasil beras membuat banyak Penggilingan Padi Kecil (PPK). Proses penggilingan gabah dan pengolahan limbah memiliki potensi yang cukup besar untuk bisa dikembangkan menjadi suatu aset yang berguna bagi peningkatan perekonomian masyarakat setempat dengan menjadikan suatu tempat eduwisata agroindustri beras Tambelang untuk menambah wawasan edukasi, terlebih lagi untuk wilayah perkotaan yang sangat minim dengan wisata berbentuk seperti ini. Lokasi yang tidak jauh dari Jakarta mempunyai peluang bagi perjalanan wisata alternatif dengan berfokus pengembangan model bisnis yang sesuai untuk dijalankan nantinya. Tujuan penelitian ini untuk merancang model bisnis pengembangan eduwisata agroindustri beras Tambelang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara dari pihak terkait. Data diolah menggunakan cara kualitatif dengan pendekatan Business Model Canvas dengan menentukan elemen kunci untuk eduwisata agroindustri beras Tambelang yaitu Customer Segments, Channels, Customer Relationship, Revenue Streаm, Vаlue Propositions, Key Resources, Key Аctivities, Key Pаrtnership, Cost Structure. Hasil dari penelitian ini adalah usulan model bisnis untuk di terapkan eduwisata agroindustri beras Tambelang dari Business Model Canvas
STUDI PENDAHULUAN DAYA SAING WISATA LOKAL: HYGIENE DAN SANITASI DI KAWASAN WISATA KULINER GLODOK Rahmawati, Rahmawati; Andiyana, Yandi
Jurnal Industri Parawisata Vol 6, No 2 (2024): JANUARY
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/pariwisata.v6i2.1483

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah sebagai studi pendahuluan untuk mempelajari kondisi higiene dan sanitasi di rumah makan kawasan wisata kuliner Glodok. Penelitian dilakukan dengan metode observasi terhadap sepuluh rumah makan (RM1-RM10) dan wawancara penjamah makanan dengan mengacu pada Pedoman Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1098/Menkes/SK/VII/2003 tentang Persyaratan Higiene Sanitasi Rumah Makan dan Restoran (KMK 1098/2003). Penilaian dilakukan secara parsial terhadap variabel A (Lokasi dan Bangunan) hingga variabel I (Tenaga Kerja) sesuai formulir penilaian KMK 1098/2003. Uji mikrobiologi juga dilakukan terhadap sampel makanan dan minuman untuk mendeteksi keberadaan bakteri Escherichia coli dengan metode Most Probable Number (MPN). Hasil observasi dan wawancara menunjukkan tingkat mutu/laik higiene sanitasi RM1-RM10 di bawah skor minimal 700 menurut KMK 1098/2003. Hasil uji mikrobiologi menunjukkan keberadaan bakteri E. coli di salah satu sampel makanan dan minuman. Dari penilaian terhadap variabel yang diteliti, variabel D (dapur, ruang makan dan gudang bahan), H (peralatan) dan I (tenaga kerja) merupakan variabel dengan skor terendah yang dapat dijadikan fokus perbaikan dan penelitian lanjutan tingkat laik higiene sanitasi sebagai bagian dari upaya peningkatan daya saing pariwisata sesuai Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (RIPPARNAS) Tahun 2010-2025.
KONSEP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN DESA WISATA NGLANGGERAN Widaningsih, Neni; Dona, Rizkya Tri; Triyana, Rafli; Widagdo, Kalih Dzikraa; Rahmafitria, Fitri; Pratama, Armandha Redo
Jurnal Industri Parawisata Vol 7, No 1 (2024): JULY
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/pariwisata.v7i1.1971

Abstract

Desa Wisata dengan konsep Community Based Tourism menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama baik dari proses perencanaan sampai pengelolaan. Dalam hal ini masyarakat diharapkan dapat turut andil dan mengalami peningkatan kesejahteraan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana Masyarakat Lokal dapat membangun konsep pemberdayaan Masyarakat serta menganalisis dampaknya bagi kesejahteraan Masyarakat. Objek dalam penelitian ini adalah Masyarakat lokal Desa Wisata Nglanggeran.Variabel yang diteliti meliputi penyelenggaraan wisata, persepsi dampak dari aspek ekonomi, lingkungan, sosial dan budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran. Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan survei berbasis kuesioner terhadap 40 responden dan pendekatan kualitatif dilakukan dengan wawancara kepada 2 responden. Hasil penelitian ini menunjukan konsep pemberdayaan Masyarakat melalui POKDARWIS dan penerapan Teori Actors menghasilkan partisipasi Masyarakat yang baik juga dapat memajukan kehidupan Masyarakat lokal Desa Nglanggeran serta menjadi pendorong positif dalam keberlanjutan desa wisata.
POTENSI DAN PENGEMBANGAN OBYEK WISATA PEMANDIAN AIR PANAS BAYANAN DUKUH GAMPING, DUSUN JAMBEYAN, KECAMATAN SAMBIREJO, KABUPATEN SRAGEN Asri, Rossy Purnama; Sabardilah, Atiqa
Jurnal Industri Parawisata Vol 7, No 1 (2024): JULY
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/pariwisata.v7i1.1371

Abstract

Pariwisata adalah jenis industri baru yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dengan cepat dan meningkatkan kesempatan kerja, pendapatan, standar hidup dan sektor lainnya di negara tuan rumah. Pengembangan pariwisata dapat memberikan manfaat untuk masyarakat karena pariwisata adalah sektor ekonomi yang berkembang. Kabupaten Sragen memiliki obyek wisata utama, yaitu banyak wisata alam seperti pemandian Air Panas Bayanan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, metode kualitatif yang digunakan yaitu natural observation dan focused interviews. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran dan informasi yang lebih jelas dan lengkap mengenai potensi dan peengembangan Objek Wisata Pemandia Air Panas Bayanan. Penelitian ini menggunakan dua metode pengumpulan data, yaitu: observasi dan wawancara. Dalam pengembangan wisata, pengelola Wisata Pemandian Air Panas Bayanan mengatakan pelayanan Wisata Pemandian Air Panas Bayanan sangat luar biasa dan dapat mendukung keberlangsungan kegiatan pariwisata namun tidak dapat dipungkiri bahwa Wisata  memiliki beberapa objek masih perlu perbaikan dan perlu  perbaikan karena kesempurnaan  fasilitas untuk memuaskan pengunjung.
ANALISIS PENERAPAN COMMUNITY BASED TOURISM (CBT) DI DESA WISATA MEKARSARI, KABUPATEN BANDUNG Suhaimi, Sanna Nadia; Putri, Titania Athaya; Harahap, Agustian; Furqan, Alhilal
Jurnal Industri Parawisata Vol 6, No 2 (2024): JANUARY
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/pariwisata.v6i2.1555

Abstract

Community-Based Tourism (CBT) merupakan konsep yang diarahkan untuk diterapkan pada Desa Mekarsari untuk pengembangan desa wisatanya, karena kegiatannya yang mendukung cara hidup masyarakat lokal dan upaya mereka untuk mencapai kesejahteraan. Oleh sebab itu, penelitian ini mengkaji implementasi CBT di desa ini sehingga dapat memberikan wawasan untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan. Metode dalam penelitian ini menggunakan studi lapangan dan wawancara dengan Staff Pelayanan Kantor Desa, Ketua Desa, Penggiat Pemuda dan Kelompok Sadar Wisata Desa Wisata Mekarsari, dimana data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan interpretatif. Temuan menunjukkan bahwa CBT di Desa Wisata Mekarsari masih dalam tahap pengembangan dan memiliki potensi yang baik dengan keberagaman alam dan komoditas unggulan seperti teh, kopi, dan susu sapi. Namun, terdapat hambatan dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat, seperti keterbatasan sumber daya manusia dan kurangnya kerja sama antara pengelola objek wisata dan pemangku kepentingan. Untuk mengatasi ini, diperlukan investasi dalam pelatihan dan pengembangan kapasitas masyarakat serta membangun kemitraan antara pemangku kepentingan untuk mencapai pertumbuhan pariwisata yang optimal dan memastikan manfaat ekonomi dirasakan oleh masyarakat setempat.
PERKEMBANGAN YOGA SEBAGAI WELLNESS TOURISM DI MASA PANDEMI COVID 19 Kusumaningrum, Dewi Ayu; Jayanti, Eliyah Tri
Jurnal Industri Parawisata Vol 6, No 2 (2024): JANUARY
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/pariwisata.v6i2.1335

Abstract

Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui bagaimana Yoga sebagai wellness tourism di Indonesia serta kendala yang dihadapi. Metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yoga sebagai wellness tourism di Indonesia khususnya di era pandemi Covid19. Peningkatan dilihat dari sisi banyaknya masyarakat yang mulai mengikuti kelas yoga (pemula) dan bermunculnya studio yoga baru walaupun pembelajarannya melalui kelas virtual. Karakteristik penikmat yoga adalah orang yang sadar akan kesehatan, dan ingin menurunkan tingkat stress akan berbagai tekanan di era pandemi covid 19 yang umumnya berasal dari kalangan menengah sampai dengan menengah ke atas. Dampak positif yaitu meningkatnya kesadaran seseorang akan kualitas hidup yang sehat, peningkatan kreatifitas dalam pengemasan produk, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (instruktur). Sedangkan dampak negatif yaitu berkurangnya jumlah anggota yang datang untuk mengikuti kelas offline, penggunaan teknologi dalam kelas virtual yang menyulitkan instruktur dalam mengoreksi gerakan partisipan yoga melalui layar. Saran agar strategi pemasaran yang digunakan meliputi pengemasan produk yang inovatif mempertimbangkan beberapa aspek terkait.
PERAN SEKTOR PARWISATA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI ASEAN 4 (THAILAND, SINGAPORE, MALAYSIA, DAN INDONESIA) Athallah, Abdillah Rafi; Suliswanto, Muhammad Sri Wahyudi; Sari, Novi Primita
Jurnal Industri Parawisata Vol 7, No 1 (2024): JULY
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/pariwisata.v7i1.2059

Abstract

Sektor pariwisata adalah sektor yang memberikan kontribusi signifikan pada PDB (Produk Domestik Bruto) suatu negara, yang dapat menciptakan lapangan kerja, dan memberikan dampak positif pada sektor ekonomi lainnya. Sektor ini juga memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan perekonomian suatu negara, dapat dilihat melalui peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, pengeluaran pariwisata , dan sektor ekspor pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sektor pariwisata berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di 4 Negara ASEAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dan menggunakan teknik olah data panel. Dan memperoleh hasil bahwa satu variabel ada yang berpengaruh negative dan tidak signifikan  terhadap pertumbuhan ekonomi. Tetapi, dapat disimpulkan bahwa Pendapatan yang dihasilkan oleh pariwisata dalam bentuk pengeluaran wisatawan, jumlah kedatangan wisatawan, sektor ekspor pariwisata, serta sektor pendukung lainnya, memberikan stimulus yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi. Tidak hanya itu, Sektor wisata juga memiliki efek multiplikator yang kuat terhadap perekonomian. Hal ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih luas dan meningkatkan kontribusi sektor wisata terhadap PDB suatu negara.
PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA ALAM SANTOSA SEBAGAI EKOWISATA DI KABUPATEN BANDUNG Irmansyah, Ogie Martua; Maryani, Enok
Jurnal Industri Parawisata Vol 7, No 1 (2024): JULY
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/pariwisata.v7i1.1566

Abstract

Pariwisata saat ini dikembangkan dan diarahkan pada upaya dalam pelestarian lingkungan, sehingga hal tersebut bertujuan untuk memberikan dampak positif bagi ekonomi daerah maupun  mempertahankan atau menjaga kualitas lingkungan. Tujuan dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengembangan destinasi wisata Alam Santosa sebagai Ekowisata di Kabupaten Bandung. Metode dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara serta  dokumentasi. Teknik Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis SWOT.  Hasil dalam penelitian ini bahwa destinasi wisata Alam Santosa memiliki potensi yang dapat menjadikan daya tarik wisata yang berada di Kabupaten Bandung. Hasil dari analisis SWOT menunjukkan bahwa adanya kekuatan (Strength) pada destinasi tersebut memiliki 4 faktor kekuatan, adanya kelemahan (Weakness) yang terdiri dari 3 faktor kelemahan, adanya peluang (Opportunity) yang terdiri dari 3 faktor dan adanya ancaman (Threats) dalam destinasi wisata tersebut yang terdiri dari 2 faktor ancaman. Hasil dari analisis SWOT tersebut, dirumuskan alternatif strategi dalam pengembangan destinasi wisata Alam Santosa yang terdiri dari 4 alternatif Strategi. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengembangan pariwisata berkelanjutan serta melestarikan alam di kawasan Alam Santosa.
ANALISIS POTENSI DAYA TRIK WISATA WATU ONDO KABUPATEN TUBAN Ramanda, Pramadika; Rizqi, Muhammad Akbar; Hadikusumah, Wira
Jurnal Industri Parawisata Vol 6, No 2 (2024): JANUARY
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/pariwisata.v6i2.1734

Abstract

Pariwisata saat ini semakin menunjukan perkembangan yang bervariasi dan terus memiliki tren baru dalam beberapa waktu belakangan ini. Salah satu bentuk pariwisata alternatif adalah wisata didesa. Pariwisata ini mengusung konsep interaksi antara alam, budaya, dan masyarakat lokal. Sesuai dengan RPJMN 2020-2024, bahwa dalam rangka percepatan kebangkitan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi nasional dan program pariwisata berkelanjutan yang salah satu poin penting didalamnya adalah pengelolaan desa wisata. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik analisis data skoring untuk menganalisis potensi serta daya tarik wisata watu ondo yang ada di kabupaten tuban. Beberapa Indikator pengelompokkan kriteria kelayakan destinasi wisata watu ondo yang akan dianalisis meliputi; 1) Daya Tarik Objek Wisata, 2)  Aksesibilitas, 3) Akomodasi, 4) Sarana Prasarana, 5) Air Bersih, 6) Keamanan, serta 7) Pengelolaan. Dari hasil observasi serta survey lapangan, peneliti memperoleh data-data skoring untuk tiap indikator kriteria daya tarik tempat wisata, dan hasil akhir kesimpulan menunjukkan bahwa Wisata Watu Ondo masih belum layak dikembangkan dan masih perlu pengelolaan yang massif guna tercapainya destinasi wisata yang sesuai dengan kaedah SAPTA PESONA. Selain itu kesadaran serta edukasi untuk warga sekitar Watu Ondo masih perlu di tingkatkan kembali, sehingga perencanaan pengelolaan wisata watu ondo dapat termaksimalkan