cover
Contact Name
Nurmaladewi
Contact Email
Nurmaladewi@uho.ac.id
Phone
+6285399978338
Journal Mail Official
jkl-uho@uho.ac.id
Editorial Address
Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu Jln. H.E.A. Mokodompit
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 27235203     DOI : http://dx.doi.org/10.37887/jkl-uho
Core Subject : Health,
Artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Kesehatan Lingkungan Unversitas Halu Oleo berasal dari penelitian dalam bidang Kesehatan Lingkungan
Articles 129 Documents
GAMBARAN SANITASI LINGKUNGAN PERUMAHAN NELAYAN DI WILAYAH PESISIR DESA PASIR PUTIH KECAMATAN WAWONII BARAT KABUPATEN KONAWE KEPULAUAN Runi Dwiana Umirlan; Jumakil Jumakil; Paridah Paridah
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v4i1.43255

Abstract

Masalah utama sanitasi lingkungan perumahan nelayan di wilayah pesisir Desa Pasir Putih Kecamatan Wawonii Barat adalah sarana pengelolaan sampah masyarakat banyak yang tidak terdapat fasilitas penampungan sampah sementara disetiap gang, dan masih terdapat masyarakat yang membakar dan membuang sampah ke laut, serta kurangnya penyediaan tempat sampah umum sehingga menyebabkan sampah berserakan dan kondisi pembuangan air limbah penduduk yang tidak tertutup menyebabkan bau yang tidak sedap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran sanitasi lingkungan perumahan nelayan di wilayah pesisir Desa Pasir Putih Kecamatan Wawonii Barat Tahun 2022. Metode penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian deskriptif observasional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian menjukkan bahwa penyediaan air bersih yang memenuhi syarat sebanyak 100 atau 100,0%, secara fisik air menunjukkan bahwa 100% air yang digunakan masyarakat sudah memenuhi syarat kesehatan. Saluran pembuangan air limbah menunjukkan hasil bahwa yang memenuhi syarat sebanyak 23 atau 23,0% serta yang tidak memenuhi syarat sebanyak 77 atau 77,0%. Jamban menunjukkan hasil bahwa seluruh sampel yang memenuhi syarat sebanyak 93 atau 93,0% serta yang tidak memenuhi syarat yaitu sebanyak 7 atau 7,0%. Penyediaan sarana tempat sampah menunjukkan hasil bahwa yang memenuhi syarat yaitu sebanyak 13 atau 13,0% serta yang tidak memenuhi syarat yaitu sebanyak 87 atau 87,0%. Kesimpulan: sanitasi lingkungan di Perumahan Nelayan Desa Pasir Putih Kecamatan Wawonii Barat masih tergolong kurang baik.
ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DI PERAIRAN TELUK KENDARI Gamser Gamser; Yasnani Yasnani; Nurmaladewi Nurmaladewi
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v4i2.43272

Abstract

Peningkatan kepadatan dan kegiatan manusia menyebabkan peningkatan pembuangan limbah yang pada akhirnya bermuara ke sungai maupun laut. Salah satu indikator pencemaran pada air laut yaitu pencemaran secara kimia berupa logam berat timbal (Pb). Data indeks kualitas air di Indonesia pada tahun 2019 telah mengalami penurunan yang signifikan dimana beberapa wilayah perairan di Indonesia telah mengalami pencemaran logam berat timbal (Pb) yang bervariasi baik yang masi berada dibawah maupun di atas NAB. Teluk Kendari merupakan salah satu kawasan pariwisata yang rentan tercemar logam berat timbal (Pb) hal ini dikarenakan kawasan pariwisata yang banyak dikunjungi oleh masyarakat lokal maupun luar daerah, kawasan lokasi pariwisata yang banyak terdapat bangunan perhotelan dan fasilitas pariwisata. Selain itu, wilayah ini dijadikan sebagai dermaga untuk kapal–kapal nelayan dan fast boat yang diduga menjadi sumber masukan logam berat Timbal (Pb) di perairan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan dan perbandingan logam berat timbal (Pb) pada air laut sesuai dengan KepmenLH Nomor 51 Tahun 2004 tentang baku mutu air laut. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dimana dilakukan dengan pengambilan sampel dengan metode purposive sampling yang dilakukan pada bulan November 2022 di Perairan Teluk Kendari. Sampel air laut diambil di 10 titik yang berbeda lokasi. Selanjutnya analisis kandungan logam timbal (Pb) menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrofotometry). Pengujian sampel dilakukan di UPT Laboratorium Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tenggara. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan logam berat pada air berkisar antara ˂0,0004–0,0206 mg/l. Penelitian menunjukkan bahwa kandungan logam berat (Pb) di perairan Teluk Kendari sudah melebihi nilai baku mutu sesuai KepmenLH Nomor 51 Tahun 2004 tentang baku mutu air laut.
IDENTIFIKASI BAKTERI Escherichia coli DAN GAMBARAN HIGIENE SANITASI PEDAGANG MINUMAN ES JERUK PADA WARUNG MAKAN DI KECAMATAN KAMBU KOTA KENDARI Maryam Iskandar; Harleli Harleli; Nurmaladewi Nurmaladewi
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v4i1.43251

Abstract

Salah satu jenis minuman yang populer saat ini dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat adalah minuman es jeruk. Minuman merupakan media yang baik untuk pertumbuhan mikroorganisme juga menjadi salah satu mediator yang baik dalam penularan penyakit. Salah satu mikroorganisme yang sering menjadi kontaminan minuman adalah bakteri Escherichia coli. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Kendari pada tahun 2021 jumlah penderita diare yang dilayani di fasilitas kesehatan sebesar 2.296 kasus yang tersebar di 16 Kecamatan di Kota Kendari. Berdasarkan data puskesmas Mokoau pada tahun 2021 tercatat sebanyak 95 kasus diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri Escherichia coli dan mengetahui gambaran higiene sanitasi pedagang minuman es jeruk pada warung makan di Kecamatan Kambu Kota Kendari tahun 2022. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif observasional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 18 sampel minuman es jeruk sebanyak 17 sampel teridentifikasi bakteri Escherichia coli dengan persentase 94,4%. Sebanyak 18 pedagang minuman es jeruk pada warung makan di Kecamatan Kambu Kota Kendari tidak memenuhi syarat dalam penerapan higiene sanitasi dengan persentase 100%. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu kualitas minuman es jeruk sebagian besar tidak memenuhi syarat karena teridentifikasi bakteri Escherichia coli >0 per 100 mL sampel dan seluruh pedagang minuman es jeruk tidak memenuhi syarat dalam penerapan higiene sanitasi.
GAMBARAN HIGIENE PENJAMAH DAN SANITASI TEMPAT PENGOLAHAN PADA MINUMAN THAI TEA DI BERBAGAI KEDAI DI KECAMATAN PUUWATU KOTA KENDARI Wilda Rahmawati Umar; Asnia Zainuddin; Devi Savitri Effendy
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v4i2.43278

Abstract

Higiene sanitasi merupakan upaya untuk mengendalikan faktor resiko terjadinya kontaminasi terhadap makanan atau minuman, baik yang berasal dari bahan makanan, orang, tempat, dan peralatan agar aman dikonsumsi. Thai tea menjadi minuman kekinian yang digemari oleh berbagai kalangan anak-anak hingga orang tua, namun mengonsumsi minuman thai tea tanpa memperhatikan kebersihan dari minuman dapat menimbulkan dampak terhadap Kesehatan. Efek buruk dari higiene penjamah dan sanitasi yang tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan penularan penyakit menular seperti penyakit demam tifoid. Data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara menunjukkan bahwa pada tahun 2021 penyakit demam tifoid berada di urutan ke 9 penyakit terbanyak dengan jumlah 1.628 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Higiene Penjamah dan Sanitasi Tempat Pengolahan pada minuman thai tea di berbagai kedai Kecamatan Puuwatu Kota Kendari Tahun 2022. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Total sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 83,3% tidak memenuhi syarat higiene penjamah, 50% kedai tida memenuhi syarat sanitasi peralatan, 91,7% kedai tidak memenuhi syarat air, bahan minuman, bahan tambahan, penyajian, dan 66,7% tidak memenuhi syarat sarana penjaja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kedai minuman thai tea yang ditinjau dari higiene penjamah dan sanitasi tempat pengolahan sebagian besar belum memenuhi syarat sesuai Kepmenkes RI No. 942 /Menkes/SK/VII/2003.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN PETANI TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA SAAT PENYEMPROTAN PESTISIDA DI DESA POLENGA KECAMATAN WATUBANGGA KABUPATEN KOLAKA Nurmaida Isra Husna; Febriana Muchtar; La Ode Ahmad Saktiansyah
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v4i1.43257

Abstract

Melakukan kegiatan penyemprotan pestisida dengan tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap memungkinkan untuk terpapar pestisida sehingga kesehatan petani dapat terganggu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, pikap dan tindakan petani terhadap penggunaan alat pelindung diri (APD) pada saat penyemprotan pestisida. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Berdasarkan hasil uji chi square diperoleh variable pengetahuan bahwa p-value = 0,6 > (0,05), variabel sikap diperoleh p-value = 0,03 < (0,05), dan variable tindakan diperoleh p-value = 0,000 < (0,05). Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan petani terhadap penggunaan alat pelindung diri (APD) pada saat penyemprotan pestisida, ada hubungan antara sikap dan tindakan petani terhadap penggunaan alat pelindung diri (APD) pada saat penyemprotan pestisida.
GAMBARAN PERSONAL HIGIENE DAN SANITASI TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN PADA RUMAH MAKAN DI KECAMATAN KAMBU KOTA KENDARI Alma Asyyiagianti; Irma Irma; Yasnani Yasnani
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v4i2.43273

Abstract

Rumah Makan adalah setiap tempat usaha komersial yang ruang lingkup kegiatannya menyediakan makanan dan minuman untuk umum di tempat usahanya. Namun, Seperti yang kita lihat sekarang masih banyak Rumah Makan yang belum memenuhi standar operasional, akan tetapi masih beroperasi dan masih melayani konsumennya.Tahun 2021 kasus diare yang dilayani di sarana kesehatan sebanyak 24,81 % kasus. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui Gambaran Personal Higiene dan Sanitasi Tempat Pengelolaan Makanan pada Rumah Makan di Kecamatan Kambu Kota Kendari 2022. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan metode pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan Personal higiene yang memenuhi syarat sebanyak 15 (28,8%), sedangkan tidak memenuhi syarat sebanyak 37 (71,2%). Sanitasi Rumah Makan yang memenuhi syarat sebanyak 13 (25,0%), sedangkan tidak memenuhi syarat sebanyak 39 (75,5%). Secara keseluruhan Rumah Makan yang memenuhi syarat sebanyak 15 (28,8%), sedangkan tidak memenuhi syarat sebanyak 37 (71,2%). Kesimpulan penelitian ini adalah Rumah makan yang ada di Kecamatan Kambu Kota Kendari yang memenuhi syarat tidak mencapai 100% baik dari segi Personal Higiene ataupun Sanitasi Rumah Makan berdasarkan Kepmenkes RI No 1098/Menkes/SK/VII/2003 tentang Persyaratan Sanitasi Rumah makan dan Restoran.
HUBUNGAN HIGIENE PENJAMAH, SANITASI PERALATAN DAN SANITASI KANTIN DENGAN KEBERADAAN BAKTERI Escherichia coli PADA MINUMAN ES DI KANTIN SEKOLAH DI KECAMATAN PUUWATU KOTA KENDARI Pitrah Asfian; Lis Muniarti; Nurmaladewi Nurmaladewi
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v4i1.43252

Abstract

Kantin sekolah memegang peranan penting dalam memenuhi kebutuhan makan siswa selama sekolah. Laporan Tahunan Balai POM Tahun 2020 di Kendari terkait pengujian secara mikrobiologi pangan, hasil pengujian menunjukkan bahwa terdapat 4 sampel tidak memenuhi syarat parameter kritis MPN Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan higiene penjamah, sanitasi peralatan, dan sanitasi kantin dengan keberadaan bakteri Escherichia coli pada minuman es di kantin sekolah di Kecamatan Puuwatu Kota Kendari tahun 2022. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 30 sampel, terdapat 24 (80%) minuman es yang positif mengandung keberadaan bakteri Escherichia coli. Ada hubungan antara higiene penjamah dengan keberadaan bakteri Escherichia coli pada minuman es di kantin sekolah di Kecamatan Puuwatu dengan p-value = 0,008. Tidak ada hubungan antara sanitasi peralatan dengan keberadaan bakteri Escherichia coli pada minuman es di kantin sekolah di Kecamatan Puuwatu dengan p-value = 0,272 . Ada hubungan antara sanitasi kantin dengan keberadaan bakteri Escherichia coli pada minuman es di kantin sekolah di Kecamatan Puuwatu dengan p-value = 0,005. Kesimpulan penelitian ini adalah variabel higiene penjamah dan sanitasi kantin memiliki hubungan dengan keberadaan bakteri Escherichia coli dan variabel sanitasi peralatan tidak memiliki hubungan dengan keberadaan bakteri Escherichia coli pada minuman es di kantin sekolah di Kecamatan Puuwatu Kota Kendari.
HUBUNGAN SANITASI DAN PERILAKU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH PESISIR DESA TANJUNG PINANG KECAMATAN KUSAMBI KABUPATEN MUNA BARAT Cindy Mardiyani; Siti Rabbani Karimuna; Arum Dian Pratiwi
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v4i2.43279

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh dari puskesmas sidamangura bahwa penderita diare balita Pada tahun 2019 sebanyak 49 kasus. Pada tahun 2020 penderita diare pada balita menurun sebanyak 23 kasus. Dan pada tahun 2021 penderita diare pada balita naik sebanyak 30 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan sanitasi dan perilaku dengan kejadian diare pada balita di Wilayah Pesisir Desa Tanjung Pinang Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna Barat Tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian Metode Kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel total sampling. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu yang memiliki balita yang bertempat tinggal di Desa Tanjung Pinang Kecamatan Kusambi yaitu sebanyak 51 orang. Hasil uji statistik pada tingkat signifikan α = 0,05 diperoleh hasil, hubungan antara tingkat pengetahuan ibu terhadap kejadian diare pada balita di wilyaah pesisir desa tanjung pinang kecamatan kusambi kabupaten muna barat dengan p-value 0,029, ada hubungan kebiasaan cuci tangan dengan kejadian diare pada balita di wilyaah pesisir desa tanjung pinang kecamatan kusambi kabupaten muna barat dengan p-value 0,015, dan ada hubungan antara sumber air bersih dengan kejadian diare pada balita di wilyaah pesisir desa tanjung pinang kecamatan kusambi kabupaten muna barat dengan p-value 0,039. Tidak ada hubungan antara penyediaan jamban keluarga dengan kejdian diare pada balita di wilyaah pesisir desa tanjung pinang kecamatan kusambi kabupaten muna barat dengan p-value 0,106.
HUBUNGAN PENCEMARAN UDARA DALAM RUMAH DENGAN KEJADIAN PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WALI KECAMATAN BINONGKO KABUPATEN WAKATOBI Masriana Masriana; Arum Dian Pratiwi; Yasnani Yasnani
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v4i1.43258

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah infeksi akut yang mengenai satu atau lebih bagian saluran pernapasan, termasuk pelengkap (sinus, rongga telinga tengah, pleura), dari hidung hingga alveolus. ISPA merupakan penyakit infeksi yang sering terjadi dan merupakan penyebab morbiditas dan mortalitas pada anak dan balita. Secara umum penyakit ISPA dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu faktor lingkungan meliputi: pencemaran udara dalam rumah (asap hasil pembakaran bahan bakar memasak tradisional, asap rokok dan asap penggunaan obat anti nyamuk bakar). Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pencemaran udara dalam rumah dengan kejadian ISPA pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Wali Kecamatan Binongko Kabupaten Wakatobi Tahun 2022. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik yang menggunakan desain cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 61 balita dari 340 total populasi. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Wali Kecamatan Binongko Kabupaten Wakatobi. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi square pada tingkat kepercayaan 95% atau α 0,05 diperoleh nilai pvalue= 0,000 (p value α) sehingga terdapat hubungan antara sumber pencemaran udara dalam rumah dengan kejadian penyakit ISPA pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Wali Kecamatan Binongko Kabupaten Wakatobi Tahun 2022. Diharapkan kepada masyarakat agar mengurangi penggunaan bahan bakar rumah tangga yang dapat menyebabkan pencemaran udara dalam rumah, sehingga dapat mengurangi angka kejadian ISPA pada balita.
HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUMBU-TUMBU JAYA KECAMATAN KOLONO TIMUR KABUPATEN KONAWE SELATAN Nova Lianti; Ruwiah Ruwiah; Jafriati Jafriati
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v4i2.43274

Abstract

Kasus diare di Indonesia adalah masalah yang sangat besar dimana permasalahan ini merupakan permasalahan kesehatan yang masih terjadi di masyarakat dan memiliki tingkat angka kematian yang tinggi, terutama dikalangan balita. Data Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya menunjukan bahwa tahun 2019 terdapat 283 penderita diare, tahun 2020 terdapat 224, tahun 2021 terdapat 467 penderita. Berdasarkan data tersebut, Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya sebagai lokasi dengan jumlah diare tertingi dibandingkan kecamatan lain di Kabupaten Konawe Selatan. Tujuan untuk dapat mengetahui adanya hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesma Tumbu-Tumbu Jaya tahun 2022. Metode Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional study. Penelitian ini menggunakan 100 responden sebagai sampel dalam penelitian yang di peroleh dengan Teknik pengambilan sampel proporsional random sampling. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi dan wawancara mengunakan kuesioner dan selanjutnya dilakukan analisis univariat dan bivariat. Hasil Hasil uji statistic pada tingkat signifikasi α = 0,05 diperoleh hasil bahwa ada hubungan antara sumber air bersih (ρvalue = 0,000), pengelolaan sampah rumah tangga (ρvalue = 0.000) dan saluran pembuangan air limbah (ρvalue = 0,000). Tidak ada hubungan antara pengelolaan air minum (ρvalue = 0,416) dan ketersediaan jamban keluarga (ρvalue = 0,121). Kesimpulan: dari penelitian ini ada hubungan sumber air bersih pengelolan sampah rumah tangga, saluran pembuangan air limbah dan keberadaan vektor penyakit yang menjadi media transmisi penyebab diare yaitu Tikus, Kecoa, Lalat dan nyamuk. Diyakini meningkatkan insiden kesakitan dan kematian akibat diare pada balita. Dengan kejadian diare pada balita untuk itu perlu partisipasi masyarakat serta Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya dalam penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat.

Page 11 of 13 | Total Record : 129