Articles
129 Documents
GAMBARAN KEPATUHAN PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN DI PASAR ANDUONOHU KECAMATAN POASIA KOTA KENDARI
Yuliana Mery;
Siti Rabbani Karimuna;
Nurmaladewi Nurmaladewi
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37887/jkl-uho.v3i4.33212
Pandemi secara umum bukan hanya masalah kesehatan masyarakat yang serius, tetapi memicu krisis sosial ekonomi dan politik di Negara- Negara yang terinfeksi. COVID-19 adalah virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran tentang penerapan protokol kesehatan di Pasar Anduonohu Kecamatan Poasia Kota Kendari Tahun 2022. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi disertai penjelasan. Populasi pada penelitian ini adalah pengelola, pedagang dan pengunjung pasar yang ada di Pasar Anduonohu. Adapun sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan observasi. Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Anduonohu, dengan jumlah sampel sebanyak 187 yang terbagi menjadi pengelola sebanyak 3 responden, pedagang sebanyak 87 responden dan pengunjung sebanyak 97 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran penerapan protokol kesehatan bagi pengelola Pasar Anduonohu baik dengan jumlah sebanyak 3 responden (100%), dan kurang baik dengan jumlah sebanyak 0 responden (0%), gambaran penerapan protokol bagi pedagang baik dengan jumlah sebanyak 65 responden (74,72%) dan kurang baik dengan jumlah sebanyak 22 responden (25,28%), gambaran penerapan protokol bagai pengunjung baik dengan jumlah sebanyak 81 responden (83,51%) dan kurang baik dengan jumlah sebanyak 16 responden (16,49%). Berdasarkan hasil penelitian adalah penerapan protokol kesehatan bagi pengelola di Pasar Anduonohu memiliki status baik, penerapan protokol kesehatan bagi pedagang di Pasar Anduonohu memiliki status kurang baik dan penerapan protokol kesehatan bagi pengunjung di Pasar Anduonohu memiliki status baik.
HUBUNGAN KONDISI LINGKUNGAN FISIK RUMAH DAN RIWAYAT KELUARGA DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOLAKA
Ni Wayan Eka Narayani;
Ramadhan Tosepu;
Siti Rabbani Karimuna
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 3, No 3 (2022): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37887/jkl-uho.v3i3.32648
Tuberkulosis merupakan penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Jumlah kasus tuberkulosis paru di wilayah kerja puskesmas Kolaka pada tahun 2018 yaitu terdapat 88 kasus, kemudian pada tahun 2019 terdapat 93 kasus, dan pada tahun 2020 terdapat 59 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi lingkungan fisik rumah dan riwayat keluarga dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Kolaka. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian analitik observasional dengan desain penelitian case control. Populasi kasus dalam penelitian ini adalah seluruh pasien penderita tuberkulosis paru yang tercatat di Puskesmas Kolaka selama bulan Januari sampai Maret tahun 2022 sebanyak 16 kasus. Total sampel adalah 32, terdiri atas 16 kasus dan 16 kontrol. Hasil penelitian ini yaitu tidak ada hubungan antara kepadatan hunian dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Kolaka p-value 0.772 (OR= 1.6 95% CI :0.407-6.818), ada hubungan antara luas ventilasi dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Kolaka nilai p-value 0.034, (OR= 6.6 95% CI: 1.403-31.051), tidak ada hubungan jenis dinding dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Kolaka p-value 1.000 (OR=1.3 95% CI:0.290-6.415), ada hubungan riwayat keluarga dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Kolaka p-value 0.037 (OR=11.6 95% CI: 1.227-110.953). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan luas ventilasi dan riwayat keluarga dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Kolaka, dan tidak ada hubungan kepadatan hunian dan jenis dinding dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Kolaka.
GAMBARAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP GIGITAN HEWANPENULAR RABIES (GHPR) DI KABUPATEN KONAWE SELATAN
Abas Abas;
Yasnani Yasnani;
Siti Rabbani Karimuna
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 2, No 4 (2022): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37887/jkl-uho.v2i4.27407
Rabies merupakan penyakit zoonosis yang menyerang sistem saraf pusat sehingga dapat berakibat fatal. Menurut Word Health Organization(2017), Rabies menyebabkan kematian lebih dari 59.000 orang atau hampir 1 kematian setiap 9 menit di seluruh dunia. Berdasarkan Hasil Penyelidikan epidemiologi yang dilakukan oleh tim terpadu dari Ditjen P2P Kementerian Kesehatan dan Ditjen PKH Kementerian Pertanian terkait dugaan adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies pada tanggal 17-20 Januari 2019 ditemukan 192 kasus Gigitan Hewan Penular Rabies dan 2 Kasus kematian pada manusia karena rabies Lyssa (Kemenkes, 2019). Di Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2021 data kasus GHPR (Gigitan Hewan Penular Rabies) pada bulan Januari-April sebanyak 58 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Perilaku Masyarakat Terhadap Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) Di Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel Exchaustive Sampling. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 58 responden. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pengetahuan Masyarakat sebagian besar kurang yaitu 47 (81,0%), Sikap Masyarakat tergolong baik yaitu 40 (69,0%) dan Tindakan Masyarakat Kurang 58 (100%). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu menggambarkan pengetahuan masyarakat dan tindakan masyarakat yang kurang baik.
GAMBARAN HIGIENE PERORANGAN DAN SANITASI RUMAH MAKAN SERTA PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN DIMASA ADAPTASI KEBIASAAN BARU PANDEMI COVID-19 DI KOTA KENDARI
Saskia Pradina;
Ramadhan Tosepu;
Nurmaladewi Nurmaladewi
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 2, No 4 (2022): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37887/jkl-uho.v2i4.35452
Higiene Sanitasi merupakan upaya untuk mengendalikan faktor risiko pada kegiatan atau tindakan bahaya yang dapat mengganggu kesehatan mulai dari sebelum makanan itu diproduksi, selama dalam proses pengolahan, penyimpanan, pengangkutan, penjualan sampai saat makanan dan minuman itu disajikan kepada pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran higiene perorangan dan sanitasi rumah makan serta penerapan protokol kesehatan dimasa adaptasi kebiasaan baru pandemi Covid-19 di Kota Kendari tahun 2021. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 135 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa higiene perorangan sebanyak 82% responden sudah memenuhi syarat. Gambaran sanitasi di rumah makan di Kota Kendari 80,7% responden telah memenuhi syarat dan sebanyak 19,3% responden tidak memenuhi syarat pada penerapan protokol kesehatan Covid-19 di rumah makan di Kota Kendari menunjukan 99,4% responden sudah memenuhi syarat. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu higiene perorangan pada rumah makan di Kota Kendari diketahui sudah memenuhi syarat. Sanitasi rumah makan di Kota Kendari sudah memenuhi syarat penerapan protokol kesehatan Covid-19 pada rumah makan di Kota Kendari sudah melakukan penerapan protokol kesehatan Covid-19.
HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGA¬N DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ABELI KOTA KENDARI
Helviani Rompas;
Jumakil Jumakil;
Irma Irma
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 2, No 4 (2022): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37887/jkl-uho.v2i4.35448
Kasus diare di Indonesia merupakan permasalahan kesehatan yang masih terjadi di masyarakat dan memiliki tingkat angka kesakitan dan kematian yang tinggi, terutama di kalangan balita. Data Puskesmas Abeli menunjukkan bahwa tahun 2018 terdapat 160 penderita diare, tahun 2019 terdapat 110, tahun 2020 terdapat 98 dan tahun 2021 sebanyak 108 penderita. Berdasarkan dari data puskesmas Abeli sebagai lokasi dengan jumlah diare pada balita tertinggi dibandingkan kecamatan lain di Kota Kendari. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui adanya hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Abeli Kota Kendari Tahun 2021. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional study. Penelitian menggunakan 110 responden sebagai sampel dalam penelitian, yang diperoleh dengan teknik pengambilan sampel proporsional random sampling. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi dan wawancara menggunakan kuesioner dan selanjutnya dilakukan analisis univariat dan bivariat. Hasil uji statistik pada tingkat signifikasi α = 0,05 diperoleh hasil bahwa ada hubungan antara sumber air bersih (ρvalue = 0,000) dan pengelolaan sampah rumah tangga (ρvalue = 0,000). Tidak ada hubungan antara pengelolaan air minum (ρvalue = 0,416). Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan sumber air bersih dan pengelolaan sampah rumah tangga dengan kejadian penyakit diare pada balita. Untuk itu diperlukan partisipasi masyarakat serta peran Puskesmas Abeli dalam meningkatkan pelayanan dan pengetahuan untuk pencegahan penyakit diare pada balita melalui penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat.
HUBUNGAN POLA PENYEMPROTAN PESTISIDA TERHADAP KELUHAN GEJALA PENYAKIT ISPA PADA PETANI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAROWATU UTARA KABUPATEN BOMBANA
Muhammad Reza Adyatama Pimpie;
Yasnani Yasnani;
Fifi Nirmala G.
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 2, No 4 (2022): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37887/jkl-uho.v2i4.35453
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia karena dampak yang ditimbulkan sangatlah besar terhadap penderitanya, tidak hanya pada bayi dan balita, tetapi juga pada orang dewasa. Toksisitas droplet/gas pestisida yang terhisap ditentukan oleh konsentrasinya di dalam ruangan atau di udara, lamanya paparan dan kondisi fisik individu yang terpapar. Individu yang terpapar oleh pestisida bisa mengalami batuk yang tidak juga sembuh, atau merasa sesak di dada . Ini merupakan manifestasi gejala penyakit bronkitis, asma, atau penyakit paru-paru lainnya. Data Puskesmas Rarowatu Utara, menunjukan bahwa ISPA masih menjadi masalah kesehatan dimana dalam tiga tahun terakhir dari tahun 2018-2020 ditemukan penyakit ini selalu berada diperingkat pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pola Penyemprotan Pestisida Terhadap Keluhan Gejala Penyakit ISPA Pada Petani Di Wilayah Kerja Puskesmas Rarowatu Utara Kab. Bombana Tahun 2021. Metode penelitian ini penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan metode cross sectional. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak ada hubungan pola penyemprotan pestisida terhadap keluhan gejala penyakit ISPA pada petani di wilayah kerja Puskesmas Rarowatu Utara Kab. Bombana Tahun 2021 dengan p=0.578. Kesimpulan dari penelitian ini ialah masih banyak terdapat reponden/petani yang memiliki keluhan gejala penyakit ISPA dan tidak ada hubungan antara pola penyemprotan pestida terhadap keluhan gejala penyakit ISPA pada petani di wilayah kerja puskesmas Rarowatu Utara Kab. Bombana.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS POASIA KOTA KENDARI TAHUN 2021
Arnisyah Amir;
Jafriati Jafriati;
La Ode Ahmad Saktiansyah
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 2, No 4 (2022): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37887/jkl-uho.v2i4.35449
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah disebabkan oleh virus Dengue, ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.Demam Berdarah Dengue (DBD) salah satu penyakit menular yang sampai saat ini menjadi masalah kesehatan masyarakat, dimana ditemukan tiga tahun terakhir 2018 sebanyak 35 kasus, tahun 2019 sebanyak 66 kasus. tahun 2020 sebanyak 17 kasus , dan tahun 2021, sebanyak 25 kasus di Wilayah Kerja Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui faktor risiko kejadian Demam berdarah dengue (DBD) Di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari Tahun 2021. Jenis penelitian survei yang bersifat deskriptive observasional dengan metode pendekatan case contro study. survei analitik yang bersifat retrospektif observasional dengan metode pendekatan case control. Populasi adalah pasien yang menderita penyakit DBD pada bulan Januari-Agustus tahun 2021. Total sampel adalah 60 yang terdiri dari 30 kasus dan 30 kontrol dengan pengambilan sampel yaitu teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, menggunakan kuesioner dilakukan dengan cara pembagian kuesioner kepada masyarakat yang menjadi sampel penelitian, dan selanjutnya dilakukan analisis univariat dan bivariat dapat disimpulkan bahwa ada Ada hubungan pelaksanaan antara keberadaan jentik nyamuk aedes aegypti, psn,kebiasaan menggantung pakaian sebagai faktor risiko dengan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari Tahun 2021. Berdasarkan hasil kesimpulan maka hasil kesimpulan Diharapkan bagi puskesmas untuk lebih mengintensifkan kegiatan pemeriksaan jentik berkala dan melaksanakan program 3M plus di lingkungan dan wilayah kerja Puskesmas Poasia.
IDENTIFIKASI BAKTERI Escherichia coli PADA AIR SUMUR GALI DI KELURAHAN TOBIMEITA KECAMATAN NAMBO KOTA KENDARI
Warti Juraiti;
Ramadhan Tosepu;
La Ode Ahmad Saktiansyah
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 2, No 4 (2022): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37887/jkl-uho.v2i4.35454
Sumur gali salah satu sumber air yang masih dipakai oleh masyarakat sampai sekarang yang digunakan untuk keperluan sehari-hari. Sumur ini menyediakan air yang berasal dari air tanah yang relatif dekat pada tanah permukaan, sehingga mudah terkontaminasi bakteri melalui perembesan dari sumber pencemar yang dapat menyebabkan adanya penyakit bawaan air. Data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara menunjukkan bahwa pada tahun 2020 total kasus penyakit diare yang ditemukan dan ditangani pada semua umur sebesar 21.246 penderita atau 29,90%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri Escherichia coli pada air sumur gali di Kelurahan Tobimeita Kecamatan Nambo Kota Kendari Tahun 2021. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Total sampling. Hasil penelitian ini menujukkan dari 15 sumur gali terdapat 12 (80%) sumur gali yang positif ditemukan bakteri Escherichia coli dan kualitas fisik konstruksi sumur dari 15 sumur gali terdapat 9 (60%) sumur gali yang tidak memenuhi syarat. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kualitas air sumur gali yang ditinjau dari keberadaan bakteri Escherichia coli sebagian besar tidak memenuhi syarat sesuai Permenkes RI Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 dan ditinjau dari kualitas fisik konstruksi sumur gali sebagian besar tidak memenuhi syarat.
HUBUNGAN KEPADATAN LALAT DAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE DI PEMUKIMAN SEKITAR TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) KOTA KENDARI
Titin Zumartin;
Siti Rabbani Karimuna;
nurmaladewi nurmaladewi
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 2, No 4 (2022): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37887/jkl-uho.v2i4.35450
Diare adalah penyakit yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi buang air besar lebih dari biasanya (3 atau lebih perhari) dan berlangsung kurang dari 14 hari yang disertai perubahan bentuk dan konsistensi tinja dari penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepadatan lalat dan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare di pemukiman sekitar TPI (tempat pelelangan ikan) kota kendari tahun 2021. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah Masyakarat yang bertempat tinggal di sekitar Tempat Pelelangan Ikan Kota Kendari dan penentuan besar sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan rumus besar sampel menurut Lemeshow (1990) dengan besar sampel sebanyak 96 responden. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan antara keapadatan lalat dengan kejadian diare (p-value =0,000), tidak terdapat hubungan antara kejadiaan diare dengan penyediaan air bersih (p-value = 0,321), tidak ada hubungan antara penggunaan jamban dengan kejadian diare (P-value = 0,168), Terdapat hubungan antara ketersediaan tempat pembuangan sampah dengan kejadian diare (P-value=0,024), terdapat hubungan antara saluran pembuangan air limbah dengan kejadian diare (p-value= 0,033).
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KELURAHAN PETOAHA KECAMATAN NAMBO KOTA KENDARI
Nurwiwin Nurwiwin;
Ramadhan Tosepu;
La Ode Muhamad Sety
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 2, No 4 (2022): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37887/jkl-uho.v2i4.35455
Indonesia merupakan negara beriklim tropis yang baik bagi kehidupan hewan dan tumbuhan, tetapi juga menjadikan Indonesia sebagai tempat yang baik pula bagi perkembangan penyakit, terutama penyakit yang penularannya melalui vektor. Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dengan penularan melalui vektor Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Badan Pusat Statistika Provinsi Sulawesi Tenggara mengonfirmasi bahwa penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) pada tahun 2020 sebanyak 824 kasus dimana kota Kendari terdapat kasus yang paling terbanyak yaitu 305 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Petoaha, Kecamatan Nambo, Kota Kendari Tahun 2021. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan studi analitik observasional. Rancangan penelitian menggunakan desain potong lintang (cross sectional). Sampel dalam peneitian ini adalah masyarakat yang berdomisili di Kelurahan Petoaha pada tahun 2021, dihitung menggunakan rumus Slovin dengan jumlah sampel sebanyak 84 orang. Hasil penelitian di uji secara statistika dengan uji chi-square menggunakan program SPSS versi 16.0. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara kebiasaan tidur pagi dan atau sore hari dengan kejadian DBD (p-value=0,001), ada hubungan antara kebiasaan menggantung pakaian dengan kejadian DBD (p-value=0,007), tidak terdapat hubungan antara kebiasaan penggunaan obat/anti nyamuk dengan kejadian DBD (p-value=0,373), dana terdapat hubungan antara keberadaan kawat kasa ventilasi dengan kejadian demam berdarah dengue (p-value=0,03).