cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
ISSN : 20874855     EISSN : 26142872     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) merupakan media untuk publikasi tulisan ilmiah dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris yang berkaitan dengan berbagai aspek dalam bidang hortikultura. Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) terbit tiga kali setahun (April, Agustus, dan Desember).
Arjuna Subject : -
Articles 322 Documents
Optimalisasi Produksi dan Pertumbuhan Tanaman Jahe pada Beberapa Naungan Kurnianingsih, Astuti; Sudradjat; Sudirman Yahya; Suryo Wiyono; Happy Widiastuti
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.13.3.133-139

Abstract

Jahe (Zingiber officinale) merupakan tumbuhan herba tahunan termasuk famili Zingiberaceae. Rimpang tanaman jahe mengandung dua kelas konstituen: minyak atsiri dan oleoresin, yang bermanfaat untuk mengobati berbagai penyakit seperti; diabetes, tekanan darah tinggi, kanker dan banyak penyakit lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh naungan terhadap pertumbuhan tanaman, biomassa dan kandungan gingerol. Percobaan dilakukan di Kebun Pendidikan Cikabayan bulan Juli 2021-April 2022. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok satu faktor yaitu naungan yang terdiri dari empat taraf yaitu N0 0% (cahaya penuh), dan paranet dengan kerapatan N1 = 25%, N2 = 50% dan N3 = 75%. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali, sehingga terdapat 12 unit percobaan, masing-masing unit percobaan memiliki 6 tanaman contoh. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberian naungan dengan kerapatan 50% dan 75% menghasilkan tinggi tanaman dan jumlah daun jahe tertinggi dibandingkan tanpa naungan dan naungan kerapatan 25%. Komponen biomassa tanaman dipengaruhi oleh pemberian naungan. Pemberian perlakuan naungan tidak berbeda nyata terhadap tebal daun, jumlah stomata dan kerapatan stomata. Perlakuan pemberian naungan terhadap kadar senyawa gingerol pada tanaman jahe memberikan perbedaan yang nyata pada perlakuan naungan 75%, nilai tertinggi terdapat pada perlakuan naungan dengan kerapatan 50% dengan nilai 12.10. Tanaman jahe dapat ditanam dan beradaptasi baik pada intensitas cahaya yang rendah.Kata kunci: biomass, gingerol, intensitas, rimpang
Keragaan Teknologi untuk Meningkatkan Produktivitas Bawang Merah Varietas Lembah Palu: Sebuah Review Paiman; Pasigai, Muhammad Ansar
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.14.1.9-16

Abstract

Teknologi budidaya bawang merah secara umum sudah banyak diketahui dan dipraktekkan. Namun, secara khusus bawang merah lokal varietas Lembah Palu (Allium cepa L. kelompok Aggregatum) belum banyak diketahui masyarakat luas. Jenis bawang ini digunakan sebagai bahan baku industri bawang goreng berkualitas prima. Tujuan artikel ini untuk melakukan kajian teknologi dalam rangka peningkatan produktivitas bawang merah varietas Lembah Palu (BMVLP). Artikel ini, menguraikan berbagai komponen teknologi budidaya BMVLP, meliputi aspek lingkungan tumbuh, penanganan umbi dan benih, pola dan jarak tanam, pemupukan dan respon tanaman, penggunaan zat pengatur tumbuh, pengelolaan air irigasi, pengendalian hama dan penyakit, dan modifikasi lingkungan mikro. Beberapa dari hasil kajian teknologi ini telah dimanfaatkan oleh peneliti, akademisi, dan petani sebagai referensi untuk peningkatan produktivitas BMVLP, khususnya pada sentra-sentra produksi di kawasan Lembah Palu, Sulawesi Tengah.Kata kunci: bawang goreng, pemupukan, sayuran, umbi, unggulan
Peningkatan Produktivitas Jagung Manis dengan Perlakuan Kapur Dolomit dan Pupuk Kandang Sapi Saijo
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.14.1.17-23

Abstract

Penelitian dilakukan 4 bulan dari bulan Mei-Agustus 2022. Lokasi di Desa Purwodadi, Kec. Maliku, Kab. Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh perlakuan kapur dolomit dan pupuk kandang sapi terhadap produktivitas jagung manis. Alat digunakan diantaranya Hand traktor dan pH meter. Benih jagung varietas bonanza, pupuk kandang sapi dan dolomit adalah bahannya. Metode penelitian digunakan Rancangan Acak Kelompok 2 faktor dan 4 taraf. Faktor pertama aplikasi dolomit 4 taraf: 0 ton ha-1, 2 ton ha-1, 4 ton ha-1 dan 6 ton ha-1. Faktor kedua dosis pupuk kandang sapi 4 taraf: 0 ton ha-1, 15 ton ha-1, 20 ton ha-1, 25 ton ha-1. Variabel diamati: Jumlah tongkol (buah), Panjang tongkol (cm), Diameter tongkol (cm), Bobot tongkol berkelobot (g), Bobot tongkol tanpa kelobot (g) dan produktivitas panen (ton ha-1). Hasil penelitian ditemukan bahwa produktivitas panen tertinggi ditunjukkan pada perlakuan dosis dolomit 6 ton ha-1 dengan pupuk kandang sapi dosis 25 ton ha-1 panen bobot tongkol tertinggi sebesar 322.17 g tanaman-1 dengan produksi jagung manis 13.2 ton ha-1. Kata Kunci: bobot, dosis, produksi
Respons Produksi dan Kepedasan terhadap Kepadatan Populasi pada Budidaya Cabai menggunakan Mulsa Polyethylene dan Irigasi Tetes rusdan, Risna; Anas Dinurrohman Susila; Ketty Suketi
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.14.1.24-32

Abstract

Cabai merupakan produk hortikultura yang banyak dikonsumsi dalam bentuk segar dan olahan, cabai olahan bisa dalam bentuk pasta, kering dan serbuk. Saat ini Indonesia masih mengimpor cabai kering karena harga cabai kering impor lebih murah dari cabai kering lokal. Biaya produksi usaha cabai dapat diusahakan dengan menerapkan manajemen teknologi budidaya yang tepat. Salah satu cara untuk menekan biaya produksi adalah dengan menggunakan varietas cabai yang dapat di panen dalam kondisi kering di pohon, sehingga dapat mengurangi biaya pengeringan pada pascapanen. Sementara itu produksi cabai dapat ditingkatkan dengan menggunakan jarak tanam rapat, sehingga hasil per satuan luas akan lebih tinggi. Tujuan dari penelitian ini mendapatkan varietas cabai yang dapat kering di pohon serta jarak tanam yang tepat untuk budidaya cabai kering sehingga dapat meningkatkan produksi. Percobaan dilakukan di Kebun percobaan Cikarawang, IPB dari Agustus 2022–Januari 2023. Percobaan ini menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) split plot faktorial, petak utama adalah varietas (Sios Tavi dan Tangguh (Cabai merah keriting, Baja (cabai merah besar)) dan anak petak adalah jarak tanam (normal:30x50 cm; rapat:25x25 cm), terdiri dari 4 ulangan. Hasil percobaan menunjukkan varietas Tangguh dengan jarak tanam rapat memiliki produksi cabai kering di pohon terbaik berdasarkan jumlah buah total per petak (1951.50), bobot total per petak (5.05 kg) dan per hektar (6.86 ton ha-1), nilai capsaicin pada varietas Sios Tavi, Baja dan Tangguh termasuk dalam kategori pedas moderat.Kata kunci: Cabai kering, cabai merah keriting, cabai merah besar, jarak tanam.
Pengaruh Naungan dan Dosis Pemupukan pada Pertumbuhan dan Hasil Katuk (Sauropus androgynus L.) Fitria Andini; Kartika, Juang Gema; Ketty Suketi
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.13.2.97-108

Abstract

Katuk (Sauropus androgynus L.) adalah salah satu jenis sayuran indigenous di Indonesia yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sayuran alternatif untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.Pengembangan tanaman katuk selama ini biasanya dilakukan pada intensitas naungan dengan dosis dan jenis pupuk yang beraneka ragam.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas naungan dan dosis pupuk yang sesuai guna meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi katuk. Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) faktor split plot dengan petak utama adalah naungan dan anak petak adalah dosis pemupukan. Intensitas naungan terdiri dari 4 taraf, yaitu N0 (tanpa naungan), N1 (naungan 55%), N2 (naungan 65%), dan N3 (naungan 75%). Dosis pemupukan juga terdiri dari 4 taraf pupuk NPK 15-15-15, yaitu P1 (50 kg NPK ha-1), P2 (100 kg NPK ha-1), P3 (150 kg NPK ha-1), dan P4 (200 kg NPK ha-1). Penelitian dilakukan dengan 3 ulangan sehingga diperoleh 16 kombinasi, dengan 48 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara naungan dan dosis pemupukan. Perlakuan tunggal dosis pemupukan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Perlakuan naungan pada tanaman katuk untuk tujuan produksi sayuran daun komersial sebaiknya dilakukan dengan aplikasi naungan 65%. Kata kunci: bobot bagian yang dapat dipasarkan, intensitas cahaya, produktivitas, sayuran daun
Keragaan Genotipe Jagung Semi Asal Selfing dan Sibbing untuk Perakitan Varietas Jagung Semi Dhiea Falihatusy Syarifah; Wahyu Endro Kusumo, Yudiwanti; Erin Puspita Rini
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.13.2.120-127

Abstract

Jagung semi merupakan tongkol jagung muda yang dipanen sebelum terjadi pembuahan dan memiliki nilai nutrisi tinggi. Produksi jagung semi di Indonesia masih menggunakan varietas jagung pipil maupun jagung manis. Penelitian ini bertujuan menguji beberapa genotipe jagung hasil selfing dan sibbing untuk perakitan varietas jagung semi. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Cikarawang, Dramaga, Bogor pada bulan Januari hingga Mei 2021. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan genotipe sebagai faktor tunggal. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa genotipe berpengaruh terhadap tinggi tanaman, diameter batang, umur berbunga jantan, umur panen, tinggi tongkol pertama, panjang tongkol kotor, dan diameter tongkol bersih. Secara umum perlakuan sibbing menurunkan nilai rerata karakter vegetatif, anthesis silking interval, tinggi tongkol pertama, panjang tongkol bersih, serta meningkatkan persentase tongkol yang termasuk ke dalam kelas ekstra dan kelas I. Seluruh genotipe uji berpotensi memiliki sifat prolifik karena dapat menghasilkan tongkol per tanaman lebih dari dua dengan kualitas jagung semi layak pasar diatas 65%.Kata kunci: karakter vegetatif, prolifik, pupuk, tongkol jagung
Keragaman Kualitas Fisik dan Kimia Buah Pepaya Calina di Balumbangjaya Harliani Sri Utami; Susanto, Slamet; Dhika Prita Hapsari
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.13.2.109-119

Abstract

Papaya is a plant that can grow all year in Indonesia. Papaya has many varieties, so it has a variety of flavors, shapes, and sizes of the fruit. The diversity of superior papaya in the field should be evaluated to maintain its quality. The purpose of the research is to characterize and classify the diversity of physical and chemical qualities of Callina papaya. The sampling method used was the Purposive Random Sampling Method with a sample of 50 trees, each tree sampled four papaya fruits, so there were 200 total fruits. The sample tree is coded with a fruit shape based on the Descriptor for Papaya. The research was conducted from April to July 2022 at Papaya orchard in Babakan Lebak Village, Balumbang Jaya Village, West Bogor District, Bogor City, and the Post-Harvest Laboratory of the Faculty of Agriculture, IPB University. The results of the experiment showed that there were variations in the shape and cavity of the Callina papaya, namely elongate, lengthened-cylindrical, oval, and globular. Callina papaya has a fruit shape at the end of the stem of the depressed type and is classified as a small to medium-sized papaya fruit. The star-shaped papaya fruit cavity has a higher seed weight. The elongated and lengthened-cylindrical fruit has a shape in accordance with the description of the Callina papaya. Globular-shaped fruit has the higher TSS value as compared with other types. Fruit weight was positively correlated with length, diameter, flesh thickness.Keywords: tropical fruit, characterization, classification, fruit quality
Manipulasi Nutrien dan Zat Pengatur Tumbuh untuk Meningkatkan Produksi dan Kualitas Buah Stroberi (Fragaria x ananassa) Kultivar BAT-1 Tjahjoleksono, Aris; Gustania, Leolita; Ratnadewi, Diah
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.14.2.63-70

Abstract

Stroberi kultivar BAT-1 semakin jarang dibudidayakan oleh petani Indonesia karena rasa buahnya kurang manis, padahal kultivar tersebut mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan tropis. Hal tersebut disebabkan perbaikan kualitas dan produktivitas stroberi adaptif itu masih sulit dilakukan dengan praktik pertanian biasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan produksi dan kualitas buah stroberi BAT-1, yaitu ukuran, warna, rasa manis dan umur simpan, dengan memodifikasi nutrien dan manipulasi zat pengatur tumbuh (ZPT). Penelitian ini dilaksanakan pada Agustus – Desember 2021 (musim hujan) dan Februari – Juni 2022 (musim kemarau), di kaki Gunung Halimun-Salak, Kabupaten Bogor. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial: Perlakuan tahap pertama berupa pemberian kalium dan kalsium, dan diukur parameter vegetatifnya. Untuk tahap kedua diberikan perlakuan asam indol butarat dan brassinolida, dan diukur parameter generatifnya. Hasilnya, perlakuan kalium dan kalsium mempercepat dan mempersingkat rentang waktu berproduksi tanaman; dan modifikasi nutrien yang berkombinasi dengan ZPT mampu meningkatkan bobot buah, kandungan antosianin buah, nilai kemanisan serta menurunkan nilai total asam. D3I3B2 (PPC + CaCl2 2 g L-1 pada daun dan ZPT IBA 3 mM + BL 0.2 µM pada buah) merupakan perlakuan terbaik, di kedua musim tanam. Brassinolida (0.2 µM) mampu memperlama daya simpan buah setelah panen.-1Kata kunci: Brassinolide, brix, IBA, kalium, kalsium.
Respons Pertumbuhan dan Hasil Mentimun (Cucumis sativus L.) pada Kombinasi Media Substrat dengan Sistem Hidroponik: Growth and Yield Response of Cucumber (Cucumis sativus L.) in Several Combinations of Substrate Medium with Hydroponic System Muzakiyah, Efi Zulfita; Aini, Nurul
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.14.2.100-106

Abstract

Karakteristik media (bukan tanah) yang menjadi faktor yang penting dalam budidaya tanaman mentimun dengan sistem hidroponik substrat. Tujuan dari penelitian ini yaitu mempelajari pengaruh kombinasi media yang berasal dari limbah baglog jamur tiram, sekam dan arang sekam terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun pada sistem hidroponik substrat. Percobaan disusun berdasarkan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari 9 kombinasi Media yaitu Limbah baglog jamur (100%), Sekam padi (100%), Arang sekam (100%), dan kombinasinya dengan masing-masing perbandingan 25:75; 50:50 dan 75: 25%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mentimun yang ditanam pada kombinasi media limbah baglog jamur + arang sekam (25:75) menghasilkan luas daun, jumlah daun, bobot kering, volume akar serta bobot dan jumlah buah yang lebih tinggi dibandingkan pada media limbah baglog jamur 100%. Hasil ini didukung dengan perbaikan sifat fisik media (porositas, ruang udara), serapan dan kandungan unsur hara dalam media. Kesimpulannya, agar menjadi media yang ideal, limbah baglog jamur sebaiknya dikombinasikan dengan arang sekam dengan perbandingan 25:75. Kata kunci: Limbah baglog, nutrisi, porositas, volume akar
Pengaruh Ekstrak Gulma dan Bahan Alami terhadap Pertumbuhan dan Hasil Caisim (Brassica chinensis L.) Rahayu, Muji; Buruuj Ahwaludin; Andriyana Setyawati; Aprilia Ike Nurmalasari; Amalia Tetrani Sakya; Djoko Purnomo
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.14.2.71-77

Abstract

Penggunaan alelokimia sebagai bioherbisida berpotensi untuk pengendalian gulma yang ramah lingkungan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh ekstrak gulma dan bahan alami terhadap pertumbuhan dan hasil caisim (Brassica chinensis L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan konsentrasi ekstrak gulma dan bahan alami sebagai faktor tunggal. Terdapat 16 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali dan setiap perlakuan terdiri dari 2 polybag sehingga terdapat 48 satuan percobaan dengan 96 tanaman caisim sebagai sampel amatan.. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan analysis of variance (ANOVA) dan jika menunjukkan perbedaan yang nyata, maka diuji lebih lanjut dengan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak gulma dan bahan alami berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 35 HST, jumlah daun 21 HST, bobot segar tanaman, dan bobot kering tanaman. Ekstrak daun Euphorbia heterophylla pada konsentrasi 200 g L-1 nyata mampu meningkatkan tinggi tanaman, dan bobot segar tanaman, ekstrak daun Cyperus rotundus konsentrasi 120 g L-1 mampu meningkatkan berat kering tanaman, sedangkan ekstrak Terminalia catappa pada konsentrasi 200 g L-1 dan Melaleunca laucadendron pada konsentrasi 40 g L-1 meningkatkan jumlah daun pada umur 21 HST.Kata kunci: alelokimia, bioherbisida, konsentrasi, produksi, tanaman sayuran

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 15 No. 3 (2024): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 12 No. 3 (2021): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 11 No. 3 (2020): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 11 No. 1 (2020): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 10 No. 3 (2019): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 9 No. 3 (2018): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 8 No. 3 (2017): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 6 No. 2 (2015): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Hortikultura Indonesia Pedoman Penulisan Artikel Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 5 No. 3 (2014): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 5 No. 2 (2014): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 1 No. 2 (2010): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Hortikultura Indonesia More Issue