cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
ISSN : 20874855     EISSN : 26142872     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) merupakan media untuk publikasi tulisan ilmiah dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris yang berkaitan dengan berbagai aspek dalam bidang hortikultura. Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) terbit tiga kali setahun (April, Agustus, dan Desember).
Arjuna Subject : -
Articles 322 Documents
Pertumbuhan Anggrek Cymbidium ensifolium (L.) Sw. dengan Pemberian Pupuk Hayati Mikoriza Misrofah, Sofatun; Misrofah, Sofatu; Setiari, Nintya; Nurchayati, Yulita; Suedy, Sri Widodo Agung
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.13.1.35-42

Abstract

ABSTRAKAnggrek Cymbidium ensifolium adalah anggrek terestrial yang terdaftar di CITES 2020 sebagai spesies hampir terancam punah atau rentan sehingga perlu upaya pelestarian secara ex situ. Salah satu faktor pendukung budidaya anggrek adalah pemberian pupuk. Pupuk hayati mikoriza bersifat ramah lingkungan dan dapat mengurangi dampak negatif pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pupuk hayati mikoriza berbagai dosis terhadap pertumbuhan anggrek C. ensifolium. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap satu faktor, yaitu pupuk hayati mikoriza (0; 5; 10; 15 g tanaman-1) dengan 6 ulangan. Data dianalisis pada Analysis of Variance dengan taraf kepercayaan 95%. Percobaan dilakukan bulan Oktober 2021 – Februari 2022 di Tembalang, Semarang. Parameter yang diamati berupa waktu muncul tunas, jumlah tunas, waktu muncul daun, jumlah daun, dan persentase infeksi mikoriza. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk hayati mikoriza berpengaruh signifikan terhadap waktu muncul tunas dan daun, jumlah daun, dan persentase infeksi mikoriza. Pupuk hayati mikoriza sebesar 5 g tanaman-1 merupakan perlakuan optimal untuk meningkatkan waktu muncul tunas dan daun, serta konsentrasi 15 g tanaman-1 optimal meningkatkan jumlah daun dan persentase infeksi mikoriza. Pengaruh pupuk hayati mikoriza ini dapat dikembangkan untuk pelestarian anggrek jenis lain. Kata kunci: anggrek spesies, Cymbidium, biofertilizer, mikoriza
Pengaruh Pupuk Kandang Ayam dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria terhadap Pertumbuhan, Hasil, dan Kualitas Hasil Sawi Pagoda Nurjanah, Cuneng; Rosmala, Arrin; Isnaeni, Selvy
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.13.2.57-63

Abstract

Pupuk organik mampu menyediakan unsur hari bagi tanaman dan juga mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang ayam dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) terhadap pertumbuhan, hasil, dan kualitas hasil sawi pagoda. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan September-Oktober 2021 di Kebun Percobaan, Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 12 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh nyata pada parameter jumlah daun, berat basah akar dan tajuk, berat kering tajuk, dan daya simpan. Perlakuan 90 g polybag-1 pupuk kandang ayam sudah memberikan hasil yang bagus untuk pertumbuhan dan hasil sawi pagoda, yaitu dengan peningkatan berat basah 62.4 % dari tanpa pemupukan. Pemberian PGPR berpengaruh nyata pada parameter jumlah daun dan berat basah tajuk. Interaksi perlakuan 90 g polybag-1 pupuk kandang ayam + 10 mL L-1 PGPR memberikan hasil optimal pada parameter tinggi tanaman, warna daun, dan lingkar tanaman, sedangkan perlakuan 180 g polybag-1 pupuk kandang ayam + 15 mL L-1 PGPR memberikan hasil optimal pada parameter susut bobot. Kata kunci: agen hayati, hortikultura, pupuk organik, rizobakteri
Efektivitas Plant Growth Promotion Rhizobacteria (PGPR) dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Pembungaan Tanaman Aster Ericoides (Symphyotrichum ericoides) Sitawati; Sintawati, Murti Binary; Fajriani, Sisca
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.13.2.64-71

Abstract

Tujuan penelitian ialah mempelajari respon bunga pikok terhadap aplikasi PGPR dan pupuk NPK pada pertumbuhan dan pembungaan tanaman. Aplikasi PGPR dapat mengoptimalkan serapan N pada tanaman Pikok Metode penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot) dengan petak utama adalah konsentrasi pemberian PGPR dan anak petak adalah dosis pupuk NPK, yang diulang sebanyak 3 kali. Petak utama dengan pelakuan Tanpa PGPR, PGPR (10 ml L-1) dan PGPR (20 ml L-1). Anak petak dengan perlakuan Tanpa pupuk NPK, 50% NPK, 75% NPK dan 100% NPK. Parameter pertumbuhan tanaman meliputi tinggi tanaman dan jumlah cabang. Parameter hasil tanaman meliputi jumlah bunga, bobot kering akar, dan bobot kering total tanaman. Aplikasi PGPR dengan konsentrasi 20 ml L-1 tanpa NPK menunjukkan pengaruh pertumbuhan yang maksimal pada variabel jumlah cabang, jumlah bunga, bobot kering akar, dan bobot kering total tanaman dibanding tanaman aster yang dipupuk NPK 100%. Bobot kering meningkat 54% dan jumlah bunga hingga 2,905 kuntum tangkai-1 sedang yang tanpa PGPR dengan NPK 100% belum berbunga hingga umur 12 minggu setelah tanam. Aplikasi PGPR dengan konsentrasi 20 ml L-1 NPK 50% menunjukkan peningkatan jumlah bunga mencapai 22.57% dibandingkan dengan perlakuan PGPR 20 ml L-1 tanpa NPK.Kata Kunci: berkelanjutan, pikok, tanaman hias
Pengaruh Kombinasi Volume Pemberian Air dan Varietas pada Pertumbuhan, Hasil dan Morfofisiologi Bit Merah (Beta vulgaris L.) di Dataran Medium Tika Noviana Dewi; Suminarti, Nur Edy; Tyasmoro, Setyono Yudo
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.13.2.72-80

Abstract

Meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan menyebabkan permintaan buah bit di Indonesia cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan adanya impor buah bit dari Australia. Kegiatan impor ini menunjukkan bahwa ketersediaan buah bit masih belum bisa mencukupi kebutuhan konsumen. Salah satu penyebab rendahnya ketersediaan buah bit adalah budidaya tanaman bit yang terbatas di dataran tinggi. Berkaitan dengan hal tersebut, strategi yang dapat ditempuh untuk meningkatkan ketersediaan buah bit adalah melalui pengembangan penanaman di dataran medium. Tujuan kegiatan penelitian ini agar diperoleh informasi mengenai tingkat kebutuhan air dan varietas bit yang sesuai di dataran medium. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-Oktober 2019 di rumah kaca, menggunakan rancangan acak kelompok, terdiri dari 10 kombinasi perlakuan dengan menempatkan varietas tanaman bit (Vikima dan Ayumi 04) dan volume pemberian air (350, 550, 750, 950 dan 1150) mm air musim-1 sebagai perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas daun, bobot kering total tanaman dan bobot segar umbi tanaman-1 yang tertinggi didapatkan pada perlakuan P10. Warna umbi yang lebih pekat dan kandungan prolin yang lebih tinggi didapatkan pada perlakuan P1 dan P6. Kata kunci: bobot umbi, prolin, warna umbi
Karakterisasi Morfologi dan Hibridisasi Rain Lily (Zephyranthes sp.) Ridho Kurniati; Fibrianty, Eka
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.13.2.81-89

Abstract

Rain lily (Zephyranthes sp) merupakan tanaman hias yang umumnya dibudidayakan sebagai tanaman hias pot dan lanskap. Warna dan bentuk serta ukuran tanaman hias ini masih terbatas. Keragaman genetik dan variasi warna, ukuran dan bentuk tanaman ini dapat ditingkatkan melalui hibridisasi. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanaman Hias Cipanas pada bulan April-November 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan keragaman morfologi dan pembentukan buah Rain lili. Kultivar Rain lili yang digunakan antara lain Zephyranthes rosea, Zephyranthes pulchella, Zephyranthes candida, Zephyranthes minuta dan Zephyranthes carinata. Parameter yang diamati antara lain karakter morfologi, waktu panen (hari), diameter buah (cm), jumlah buah yang terbentuk dan waktu reseptif bunga. Keberhasilan pembentukan biji hasil persilangan relatif rendah. Pembentukan biji memerlukan waktu 22.3 hingga 27.6 hari setelah persilangan. Waktu reseptif bunga terjadi antara pukul 7 hingga 10 pagi. Rerata diameter buah 1.7–2.1 cm dengan jumlah biji 5.0–19.3. Kata kunci: anther, reseptif, tanaman pot, waktu panen, zephyranthes.
Penetapatan Metode Ekstraksi Fosfor dan Kalium untuk Tanaman Cabai pada Tanah Andisol Dermawan, Rahmansyah Dermawan; Anas Dinurrohman Susila; Purwono; Budi Nugroho; Sugiyanta
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.13.2.90-96

Abstract

Penetapan metode ekstraksi P dan K-tanah di Andisol merupakan langkah awal yang penting dalam menyusun rekomendasi dosis pemupukan untuk penanaman cabai. Penelitian dilakukan di rumah plastik Kebun Penelitian PKHT IPB, Tajur Bogor pada posisi 6038’12.9”S 106049’25.2.9”E pada ketinggian 388 mdpl. Sampel tanah yang digunakan berasal dari tanah Andisol, asal Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut pada posisi 7021’46.7”S 107045’13.1”E. Uji tanah dilakukan di Laboratorium Pengujian, Departemen Agronomi dan Hortikultura dan Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah, Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB. Penelitian disusun berdasarkan rancangan kelompok lengkap teracak dengan 1 faktor yaitu tanah Andisol dan diulang sebanyak 5 ulangan. Parameter yang diamati adalah korelasi antara lima metode ekstraksi P dan K-tanah (Mechlich-1, Bray-1, Morgan-Wolf, Ammonium asetat, dan HCl-25%) dengan bobot kering biomassa relatif (BKR) tanaman cabai. Keeratan hubungan antara kelima metode ekstraksi dengan BKR tanaman cabai ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi (r). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan keeratan hubungan metode ekstraksi P dan K-tanah Andisol terhadap bobot kering relatif tanaman cabai. Metode ekstraksi Morgan-Wolf menunjukkan korelasi terbaik dalam mengekstrak P-tanah Andisol (r=0.94) sedangkan pada uji korelasi K-tanah Andisol, metode ekstraksi Ammonium asetat menunjukkan hasil terbaik (r=0.97). Metode ekstraksi Mechlich-1 dapat dijadikan metode ekstraksi alternatif untuk P dan K-tanah Andisol untuk tanaman cabai. Kata kunci: Ammonium asetat, koefisien korelasi, Morgan-Wolf, uji tanah, sayuran
Uji Efektivitas Budidaya Sistem Hidroponik dan Akuaponik pada Tiga Varietas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Silitonga, Bona Patrick Leonard; Wagiono; Azzizah, Elia; Emi Sugiartini
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 12 No. 3 (2021): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.12.3.204-210

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan tanaman sayuran. Sayuran juga merupakan komoditas penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional, seiring dengan peningkatan kesadaran masyarakat akan manfaat sayuran dan pertambahan jumlah penduduk, menyebabkan permintaan sayuran terus meningkat. Dengan kondisi lahan yang terbatas, diperlukan inovasi teknologi budidaya tanaman. Salah satu teknologi pertanian yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tanaman sayuan yaitu, hidroponik dan akuaponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas hidroponik sistem Deep Flow Technique (DFT) dan akuaponik terhadap pertumbuhan dan hasil tiga varietas bawang merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktur tunggal perlakuan yang terdiri dari 6 perlakuan dalam 4 kali ulangan meliputi A (Hidroponik DFT + Bima); B (Hidroponik DFT + Trisula); C (Hidroponik DFT + Sembrani); D (Akuaponik + Bima); E (Akuaponik + Trisula); F (Akuaponik + Sembrani). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan dan hasil pada tanaman bawang merah terbaik diperoleh pada kombinasi hidroponik sistem DFT dan varietas Trisula, rata-rata menghasilkan tertinggi pada tinggi tanaman 1MST, jumlah daun 1-7 MST, jumlah anakan 3-7 MST, jumlah umbi (10.40), bobot basah umbi bawang merah per tanaman (29.21 g), bobot kering umbi bawang merah per tanaman (21.18 g). Kata kunci: Akuaponik, Bima, Sistem DFT, Sembrani, Trisula
Perkecambahan dan Pertumbuhan in vitro Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Komang Trisna Wirakusuma; Purwito, Agus; Husni, Ali; Kosmiatin, Mia
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.14.1.1-8

Abstract

In vitro selection to increase the citrus resistance to Huanglongbin-HLB diseases, requires theavailability of lime in vitro shoots as a negative control, because it is one type of citrus that is verysusceptible to HLB. In vitro shoots can be obtained from seed germination in vitro with a more controlledenvironment. Shoots derived from in vitro germination can be used as controls when in vitro artificialinoculation by pathogen suspension is performed to select in vitro breeding lines. This study aims to obtainthe best concentration of gibberellins and scarification treatment for in vitro germination of lime.Germination was carried out on citrus seeds that had been sterilized on the surface of the fruit. Scarificationis done by injuring the testa of the seed. Lime seeds with and without scarification treatment were germinated on MS+VMW base media with the addition of GA3 0 mg L-1, 5 mg L-1, 10 mg L-1, and 15 mgL-1. The results showed that the optimal concentration of GA3 to induce lime seed germination was 5 mgL-1. Scarification by wounding the seed testas significantly accelerated lime germination time. Keywords: Citrus aurantifolia, in vitro selection, negative control, of GA3, scarification
Substitusi Hara Mikro Formulasi Huett’s Lettuce Terhadap Pertumbuhan Selada (Lactuca sativa L.) di Dua Sistem Hidroponik Statis Putri, Nanda Cardilla; Nyayu, Nyayu Siti Khodijah; Saputra, Herry Marta
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.13.3.128-132

Abstract

Selada merupakan tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Tanaman selada banyak dibudidayakan dengan sistim hidroponik. Upaya peningkatan pertumbuhan dan produksi tanaman selada dapat dilakukan dengan pemberian nutrisi dan penggunaan sistim hidroponik yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modifikasi hara mikro pada formulasi Huett’s Lettuce dan sistim hidroponik statis terhadap pertumbuhan dan hasil produksi tanaman selada beserta interaksinya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Faktorial Lengkap Teracak (RFLT) dengan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu sistim hidroponik statis yang terdiri dari 2 taraf perlakuan yaitu sistim wick (S1) dan sistim kratky (S2). Faktor kedua yaitu formulasi Huett’s Lettuce yang terdiri dari 5 taraf yaitu formulasi Huett’s Lettuce (H0), formulasi Huett’s Lettuce makro + 20 g hara mikro kompleks (H1), formulasi Huett’s Lettuce makro + 30 g hara mikro kompleks (H2), formulasi Huett’s Lettuce makro + 40 g hara mikro kompleks (H3), formulasi Huett’s Lettuce makro + 50 g hara mikro kompleks (H4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistim hidroponik dan modifikasi formulasi Huett’s Lettuce memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada. Sistim kratky (S2) memberikan hasil yang terbaik untuk pertumbuhan dan produksi tanaman selada. Formulasi Huett’s Lettuce makro + 20 g hara mikro kompleks (H1) memberikan hasil terbaik untuk pertumbuhan dan produksi tanaman selada. Tidak adanya interaksi antara dua faktor perlakuan.Kata kunci: hara mikro kompleks, sistim wick, sistim kratky.
Pemanfaatan Mikoriza-Trichoderma dan Pupuk Anorganik terhadap Pertumbuhan, Hasil dan Vitamin C Kubis Bunga Eny Rokhminarsi; Darini Sri Utami; Wilis Cahyani; Okti Herliana
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.13.3.140-147

Abstract

Kubis bunga merupakan komoditas sayuran yang potensial karena mengandung vitamin dan mineral. Budidaya kubis bunga perlu dikembangkan ke lahan marjinal seperti Ultisol. Pemanfaatan mikoriza-trichoderma dapat meningkatkan kesuburan ultisol. Tujuan penelitian untuk menentukan dosis mikoriza dan trichoderma dengan pengurangan pupuk anorganik terhadap pertumbuhan, hasil dan kandungan vitamin C kubis bunga di ultisol. Penelitian berupa percobaan pot yang diletakkan di lahan menggunakan rancangan acak kelompok lengkap faktorial yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah kombinasi mikoriza+Trichoderma yaitu 0 g + 0 g (tanpa mikoriza+trichoderma), 10 g + 10 g dan 20 g + 20 g, faktor kedua adalah pengurangan pupuk anorganik (urea, SP36 dan KCl) dari dosis rekomendasi yaitu 0%, 25% dan 50%. Data dianalisis dengan uji F dan DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 20 g mikoriza + 20 g trichoderma tanaman-1 meningkatkan persentase infeksi mikoriza 56.7% dibandingkan dengan 10 g mikoriza + 10 g Trichoderma tanaman-1. Kombinasi terbaik dengan tanaman tertinggi diperoleh pada tanpa mikoriza-Trichoderma dengan pengurangan 25% pupuk anorganik, sedangkan pada bobot akar kering tertinggi pada 10 g mikoriza + 10 g Trichoderma dengan 50% pupuk anorganik. Kombinasi terbaik dengan hasil (curd) tertinggi diperoleh pada 20 g mikoriza + 20 g Trichoderma dengan pengurangan dosis pupuk anorganik 25%, sedangkan kandungan vitamin C tertinggi pada 20 g mikoriza + 20 g trichoderma dengan pengurangan anorganik sebesar 50%.Kata kunci: budidaya, lahan marjinal, pupuk hayati, sayuran

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 15 No. 3 (2024): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 12 No. 3 (2021): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 11 No. 3 (2020): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 11 No. 1 (2020): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 10 No. 3 (2019): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 9 No. 3 (2018): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 8 No. 3 (2017): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 6 No. 2 (2015): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Hortikultura Indonesia Pedoman Penulisan Artikel Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 5 No. 3 (2014): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 5 No. 2 (2014): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 1 No. 2 (2010): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Hortikultura Indonesia More Issue