cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
ISSN : 20874855     EISSN : 26142872     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) merupakan media untuk publikasi tulisan ilmiah dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris yang berkaitan dengan berbagai aspek dalam bidang hortikultura. Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) terbit tiga kali setahun (April, Agustus, dan Desember).
Arjuna Subject : -
Articles 322 Documents
Aplikasi Abu Sekam dan Ketersediaan Air untuk Meningkatkan Pertumbuhan, Hasil dan Kandungan Flavonoid Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr): Application of Rice Husk Ash and Various Levels of Water Availability to Increase Growth, Yield and Flavonoid Content of Dayak Onion (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) Ria Anita Pertiwi; Hilda Susanti; Adriani, Dewi Erika
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.14.3.156-162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran abu sekam dan tingkat ketersediaan air dalam peningkatan pertumbuhan, hasil dan kandungan flavonoid bawang dayak. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Oktober 2022 di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dua faktor berulangan 3, faktor pertama dosis abu sekam terdiri dari 4 taraf: 0 ton ha-1, 2.5 ton ha-1, 5 ton ha-1, dan 7.5 ton ha-1, dan faktor kedua adalah tingkat ketersediaan air terdiri dari 4 taraf: 100% kapasitas lapang, 75% kapasitas lapang, 50% kapasitas lapang dan 25% kapasitas lapang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi abu sekam dapat meningkatkan jumlah daun, jumlah anakan, berat umbi dan kandungan flavonoid pada umbi bawang dayak. Kandungan flavonoid tertinggi sebesar 0.101% diperoleh pada dosis abu sekam 7.5 ton ha-1. Perlakuan ketersediaan air di bawah kapasitas lapang cenderung menurunkan pertumbuhan, hasil, dan kandungan flavonoid bawang dayak. Berat kering umbi lebih memberikan pengaruh terhadap kandungan flavonoid umbi bawang dayak dibandingkan jumlah umbi. Kata kunci: amelioran, kapasitas lapang, metabolit sekunder, tanaman obat
Evaluasi Genotipe Melon (Cucumis melo L.) untuk Perakitan Varietas Hibrida Baru Jundi Aiman Abdullah; Suwarno, Willy Bayuardi; Yudiwanti Wahyu Endro Kusumo
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.14.1.56-62

Abstract

Indonesia merupakan negara produsen serta konsumen buah melon (Cucumis melo L.) yang tinggi, tetapi impor benih melon dari luar negeri masih cukup besar. Hal tersebut membuka peluang pemulia tanaman untuk merakit varietas hibrida unggul. Varietas melon hibrida yang diharapkan adalah yang memiliki kualitas buah yang baik dan produksi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan mempelajari karakteristik beberapa genotipe melon dan memilih genotipe potensial untuk materi perakitan varietas hibrida baru. Genotipe yang digunakan ialah enam genotipe dari koleksi Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) IPB (IPB G1, IPB G30, IPB G41, IPB 240, IPB 283, Glamour-S1), tiga galur inbrida PKHT IPB (IPB M13, IPB M23, IPB M21), dan satu varietas pembanding (Alisha F1). Genotipe IPB G1 dan IPB 240 memiliki keunggulan penampakan buah menarik dengan keunikan berupa corak pada kulit buah genotipe IPB G1 dan jala yang tebal dengan intensitas tidak terlalu rapat pada genotipe IPB 240. Genotipe IPB G41 memiliki kandungan padatan terlarut total yang tinggi dan rasanya sangat manis. Genotipe Glamour-S1 memiliki keunggulan penampakan buah menarik serta buah yang besar. Karakter bobot buah berkorelasi positif dengan diameter buah dan panjang buah. Kandungan PTT berkorelasi positif dengan umur panen. Berdasarkan analisis korelasi, genotipe potensial adalah yang memiliki ukuran buah yang besar dan umur panen yang cukup. Genotipe yang memiliki potensi sebagai materi pemuliaan adalah IPB G1, IPB 240, IPB G41, dan Glamour-S1. Kata kunci: genotipe potensial, karakteristik melon, pemuliaan melon
Pelilinan dan Penyimpanan Suhu Rendah pada Cabai Rawit Varietas Lokal Garut dan Ori 212 Dwi Utami Nur Usmani; Efendi, Darda; Deden Derajat Matra; Dewi Sukma
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.14.1.40-48

Abstract

Cabai rawit memiliki kadar air cukup tinggi sehingga tidak dapat disimpan terlalu lama serta mudah mengalami kerusakan. Buah cabai yang sudah dipanen masih melangsungkan aktivitas fisiologis dan metabolisme sampai buah memasuki proses pembusukan. Perlu penanganan pasca panen yang dapat memperpanjang umur simpan dan mempertahankan mutu cabai rawit, diantaranya adalah dengan pelilinan menggunakan bahan yang aman dikonsumsi seperti lilin lebah, lilin karnauba, dan kitosan. Penelitian bertujuan mengetahui konsentrasi dari masing-masing bahan pelapis yang efektif memperpanjang masa simpan dan mempertahankan mutu buah dengan penyimpanan suhu rendah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yaitu konsentrasi bahan pelapis. Pengamatan yang dilakukan terdiri dari pengamatan destruktif meliputi pengukuran kadar air pada awal sebelum perlakuan dan pengamatan non-destruktif meliputi pengukuran susut bobot, kualitas visual buah, kemunculan gejala penyakit, pembusukan buah, dan buah kering. Hasil penelitian menunjukkan pelilinan dikombinasikan dengan penyimpanan pada suhu rendah dapat menekan susut bobot, mempertahankan kualitas visual, serta menghambat kemunculan gejala penyakit. Cabai rawit varietas lokal garut dengan pelilinan lilin lebah 0,5%, lilin karnauba 0,5%, dan kitosan 1,5% serta cabai rawit varietas ori 212 dengan lilin lebah 0,5%, lilin karnauba 1,5%, dan kitosan 2% dengan penyimpanan suhu rendah mampu mempertahankan kualitas buah selama 30 hari. Kata kunci: cabai rawit, pasca panen, pelilinan, penyimpanan
Uji Keunggulan Genotipe Bunga Matahari Hasil Pemuliaan Tanaman IPB dalam Rangka Pelepasan Varietas Theresia Dame Angel Lie Manurung; Aisyah, Syarifah Iis; Muhamad Syukur
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.14.1.33-39

Abstract

Ketersediaan varietas unggul bunga matahari (Helianthus annuus L.) masih sangat rendah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan meneliti karakter unggul dua genotipe bunga matahari hasil pemuliaan dan mengamati karakter kuantitatif dan kualitatifnya. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan faktor tunggal yaitu genotipe tanaman yang terdiri atas dua genotipe yang diuji, yaitu genotipe Kanigara dan genotipe Helina dan dua genotipe pembanding yaitu genotipe IPB BM1 dan genotipe Texas Lemon. Hasil analisis ragam keempat genotipe bunga matahari menunjukkan bahwa genotipe berpengaruh sangat nyata pada seluruh karakter kuantitatif kecuali diameter bunga tabung pada bunga sekunder dan panjang biji. Berdasarkan hasil analisis, Genotipe Helina merupakan genotipe terbaik dalam penelitian ini dengan beberapa keunggulan yaitu memiliki umur berbunga dan umur panen yang nyata lebih cepat, jumlah bunga di cabang yang nyata lebih banyak dibandingkan genotipe pembanding IPB BM1 dan jumlah bunga pita yang nyata lebih banyak dibandingkan dengan kedua genotipe pembanding. Genotipe Helina memiliki ciri khas warna bunga pita kuning dan biji berwarna hitam tanpa strip. Genotipe uji lainnya yaitu genotipe Kanigara memiliki bobot 100 biji yang nyata lebih tinggi dibandingkan genotipe pembanding dan bijinya berwarna coklat dengan strip. Kata kunci : Helianthus annuus L, karakter kualitatif, karakter kuantitatif, varietas unggul
Pengaruh Larutan Pulsing terhadap Daya Simpan Bunga Matahari Potong Sukma, Dewi; Shandra Amarilis; Abdullah bin Arif; Muhamad Syukur; Muthi’ah Khairun Nisa
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.14.1.49-55

Abstract

Bunga matahari sebagai tanaman hias yang dapat dimanfaatkan sebagai bunga potong, namun proses respirasi dan transpirasi yang tinggi dapat menyebabkan penurunan daya simpan dan mutu bunga. Teknologi pasca panen seperti pemberian larutan pulsing yang tepat diperlukan agar kualitas dan daya simpan tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis larutan pulsing terbaik untuk mempertahankan kesegaran dan mutu bunga potong bunga matahari. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan faktor komposisi larutan pulsing sebanyak 8 taraf, yaitu akuades (P1), akuades + gula 3% (P2), akuades + bayclin 0.25% (P3), akuades + gula 3% + bayclin 0.25% (P4), akuades + gula 3% + asam salisilat 50 ppm (P5), akuades + gula 3% + bayclin 0.25% + asam salisilat 50 ppm (P6), akuades + gula 3% + asam salisilat 75 ppm (P7), dan akuades + gula 3% + bayclin 0.25% + asam salisilat 75 ppm (P8). Setiap perlakuan terdiri dari 4 ulangan dengan satu tangkai bunga per ulangan, sehingga terdapat 32 tangkai bunga sebagai unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan pulsing yang mengandung akuades + gula 3% + bayclin 0.25% + asam salisilat 75 ppm cenderung lebih dapat mempertahankan kesegaran bunga potong bunga matahari dan mengefektifkan penyerapan air hingga 6 HSP. Kata kunci: asam salisilat, bayclin, bunga potong, gula, pasca panen
Light Intensities Affect Canopy Architecture and Fruit Characteristics of Cayenne Pepper (Capsicum frutescens L.): Intensitas Cahaya Mempengaruhi Arsitektur Kanopi dan Karakteristik Buah Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Febrianto, Miftakhur Rizki Hidayat; Santosa, Edi; Susila, Anas Dinurrohman; Zaman, Sofyan; Widodo, Winarso Drajad; Hapsari, Dhika Prita
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.15.1.23-32

Abstract

Pemanenan cabai rawit secara mekanis sedang berkembang, namun faktor-faktor yang mempengaruhi arsitektur kanopi dan karakteristik buah masih kurang. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh intensitas naungan terhadap arsitektur kanopi dan posisi buah pada cabai rawit untuk mendukung pengembangan alat panen cerdas. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Babakan Sawah Baru, IPB pada bulan September 2021 sampai Maret 2022. Percobaan menggunakan rancangan bertingkat dengan tingkat naungan (tanpa naungan, 25%, 30%, 50%, 60%, 90%, dan 100%) sebagai petak utama dan waktu pemberian naungan (4, 6, 8, dan 10 minggu setelah tanam) sebagai sub-plot. Arsitektur kanopi dan posisi buah dipengaruhi oleh tingkat naungan dan waktu penerapannya. Tinggi tanaman bertambah dan kanopi melebar seiring bertambahnya tingkat naungan hingga 50%. Oleh karena itu, tingkat naungan harus dipertimbangkan dalam pengembangan metodologi pemanenan cerdas. Kata kunci: cabai rawit, perubahan iklim, tenaga kerja, intensitas cahaya rendah, arsitektur tanaman
Aplikasi Pupuk Organik Cair Daun Lamtoro terhadap Pertumbuhan dan Produksi Selada Merah: Application of Lamtoro Leaf Liquid Organic Fertilizer on the Growth and Production of Red Lettuce Elfarisna; Ogtaviani Sukma Putri; Erlina Rahmayuni
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.14.3.177-183

Abstract

Selada merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak digemari Indonesia. Usaha untuk meningkatkan produksi tanaman selada dapat dilakukan dengan memberikan pupuk organik cair. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi pupuk organik cair daun lamtoro terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada merah. Penelitian dilaksanakan bulan Februari hingga Mei 2021, di daerah Perumahan Japos, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan lima perlakuan konsentrasi POC, yaitu P0: Pupuk Anorganik (Kontrol), P1: konsentrasi POC 5%, P2: konsentrasi POC 10%, P3: konsentrasi POC 15%, dan P4: konsentrasi POC 20%. Pengaruh pupuk anorganik lebih terlihat nyata pada beberapa parameter, seperti tinggi tanaman, jumlah daun dan bobot akar. Perlakuan pupuk organik cair daun lamtoro, terutama pada konsentrasi 10%, dapat memberikan hasil yang setara dengan pupuk anorganik pada beberapa parameter pertumbuhan tanaman selada merah, pada parameter bobot basah, dan bobot konsumsi tanaman. Secara umum hasil panen masih rendah diduga dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti jenis tanah, iklim, dan variasi genetik tanaman yang mempengaruhi respons tanaman terhadap pupuk yang diberikan. Kata Kunci: konsentrasi, nutrisi, sayuran
Respons Pertumbuhan dan Produksi Cabai Merah (Capsicum annuum L.) terhadap Aplikasi Pupuk NPK 16:16:16 dan Pupuk Organik Urin Kelinci: Response of Growth and Production of Red Chili (Capsicum annuum L.) to the Application of NPK 16:16:16 and Rabbit Urine Organic Fertilizer Rismayanti, Andra; Lestari, Peni; Rosmala, Arrin
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.15.1.8-15

Abstract

Pupuk organik cair yang disebut POC merupakan pupuk hayati yang berfungsi sebagai pelengkap pupuk anorganik karena mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan respons produksi cabai merah (Capsicum annuum L.) terhadap pemberian pupuk NPK 16:16:16 yang dipadukan dengan POC berbahan urin kelinci. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan lima perlakuan dan enam ulangan. Budidaya cabai dilakukan di lahan terbuka dengan menggunakan polibag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK 16:16:16, POC berbahan urin kelinci, dan kombinasi keduanya tidak menunjukkan perbedaan nyata pada fase vegetatif tanaman namun berpengaruh terhadap komponen hasil. POC berbahan dasar urin kelinci 50% (dengan air) berpotensi mensubstitusi 20% dosis pupuk NPK 16:16:16. Kombinasi NPK 4 g polibag-1 + POC 50% (P2) memberikan hasil komponen rendemen tertinggi dan setara dengan NPK 5 g polibag-1 + POC 50% (P3). Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui konsentrasi dan dosis POC berbasis urin kelinci yang optimal untuk budidaya cabai di polibag. Kata kunci: cabai merah besar, komponen hasil, pupuk organik hayati
Pertumbuhan Seedling Anggrek Tanah (Spathoglottis plicata Blume) in Vitro sebagai Respons terhadap Berbagai Komposisi Media MS: In Vitro Seedling Growth of Ground Orchid (Spathoglottis plicata Blume) as a Response to Various MS Media Compositions Ida Ayu Astarini; I Made Saka Wijaya; Ni Luh Putu Kayika Febryanti; Defiani, Made Ria
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.15.1.49-54

Abstract

Anggrek tanah (Spathoglottis plicata Blume) adalah salah satu spesies anggrek tanah yang bernilai ekonomi dan estetika tinggi dan eksistensi di habitat aslinya termasuk katagori rawan (vulnerable). Keberadaan anggrek tanah perlu dipertahankan untuk menjaga sumber plasmanutfah anggrek yang dapat ditanam pada media tanah. Anggrek tanah dapat diperbanyak dengan pemisahan rumpun dan kultur biji melalui kultur jaringan. Penelitian bertujuan mempelajari perkembangan protokorm menjadi seedlings in vitro sebagai respons terhadap berbagai konsentrasi garam mineral dalam media MS. Protokorm anggrek berumur 6 MSS (minggu setelah sebar biji) ditanam secara aseptik di media MS dengan 4 variasi konsentrasi garam mineral makro dan mikronya (¼ MS, ½ MS, MS0 dan MS1 dengan tambahan NAA dan BAP). Percobaan ini dilaksanakan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 10 ulangan. Setiap satuan percobaan terdiri dari satu botol kultur, yang masing-masing berisi 5 clump protokorm. Pertumbuhan seedlings anggrek terbaik pada umur 6 bulan setelah tanam diperoleh pada media MS0, yang ditunjukkan oleh seedling dengan jumlah daun dan tunas terbanyak. Aklimatisasi planlet anggrek tanah juga dilakukan dengan menggunakan media arang sekam di rumah plastik bernaungan. Kata kunci: BAP, NAA, Aklimatisasi, Protocorm
Aplikasi Biodekomposer pada Media Tanam Anthurium (Anthurium andreanum): Application of Biodecomposer in Cultivation Media of Anthurium (Anthurium andreanum) Ridho kurniati; Eka Fibrianty; Suryawati; Supenti; Sadli; Riska Syafrina
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.15.1.55-61

Abstract

Dekomposer berperan penting dalam mempertahankan keseimbangan alam dan menjaga kesuburan tanah. Pemanfaatan mikroba sebagai dekomposer pada media tanam juga merupakan salah satu upaya mengurangi penggunaan pupuk kimia untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis optimum dekomposer Bioagrodeco pada media tanam terbaik untuk pertumbuhan anthurium. Bahan yang digunakan yaitu dekomposer dengan merek dagang Bioagrodeco sebagai biodekomposer dengan beberapa macam dosis (0, 5, 10 dan 15 g), media sekam padi, arang sekam dan cocopit. Komposisi Bioagrodeco terdiri dari Trichoderma koningii Kun4, T.harzianum Pan23.1, T.hamatum Gam4, T.viride Trv13, dan Candida sp Y.BN. Materi tanaman menggunakan klon Anthurium PA (Anthurium cv. Putri Gunung x Angel). Peubah yang diamati antara lain tinggi tanaman, jumlah tunas, jumlah daun, panjang dan lebar daun. Hasil percobaan penunjukkan bahwa dosis optimum Bioagrodeco pada media sekam padi dan arang sekam yaitu 5-10 g per media. Media terbaik yang direkomendasikan untuk perbanyakan anthurium yaitu Bioagrodeco dengan media sekam padi dan arang sekam. Kedua media ini menunjukkan pertumbuhan anthurium lebih baik dibanding media Biagrodeco dengan cocopeat. Kata Kunci: cocopeat, dosis, mikroba, sekam padi, trichoderma

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 15 No. 3 (2024): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 12 No. 3 (2021): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 11 No. 3 (2020): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 11 No. 1 (2020): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 10 No. 3 (2019): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 9 No. 3 (2018): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 8 No. 3 (2017): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 6 No. 2 (2015): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Hortikultura Indonesia Pedoman Penulisan Artikel Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 5 No. 3 (2014): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 5 No. 2 (2014): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 1 No. 2 (2010): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Hortikultura Indonesia More Issue