cover
Contact Name
Elferida Sormin
Contact Email
elferida.sormin@uki.ac.id
Phone
+6221-8009190
Journal Mail Official
jurnal.comunitaservizio@uki.ac.id
Editorial Address
Jl. Mayjen Sutoyo, No. 2 Cawang Jakarta Timur 13630
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal ComunitA Servizio
ISSN : -     EISSN : 2656677X     DOI : -
Jurnal Comunità Servizio adalah jurnal ilmiah yang fokus pada hasil karya atau tulisan terkait kegiatan pengabdian kepada masyarakat khususnya di bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan. Mempublikasikan hasil karya terkait kegiatan pengabdian kepada masyarakat, khususnya di bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 202 Documents
Peningkatan PengetahuanKimia dalam Kehidupan Sehari-hari pada Ibu Rumah TanggaPerkotaan Kelas Ekonomi Menengah Familia Novita Simanjuntak; Sumiyati -; Leony Sanga Lamsari Purba; Nova Irawati Simatupang; St Fatimah Azzahra
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 1 No. 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v1i2.1275

Abstract

Abstrak Pengetahuan kimia ibu rumah tanggamenjadi faktor penting untuk mendukung perilaku dan perlakuan ibu rumah tangga terhadap semua jenis bahan kimia yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan kimia ibu rumah tangga juga dapat membantu keluarga membuat keputusan terbaik untuk konsumsi yang sesuai dengan kebutuhan orang tua dan anak-anak. Tulisan ilmiah ini adalah hasil pengabdian Prodi Pendidikan Kimiadalam rangka LUSTRUM Dies Natalis UKI tahun 2018 kepada masyarakat Kelurahan Cawang, Jakarta Timur. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kimia pada ibu rumah tangga kelurahan Cawang, Jakarta Timur, dalam kehidupan sehari-hari. Materi pembekalan diberikan melalui penyuluhan dalam focused group discussion(FGD) yang mencakup pengetahuan tentang kimia bahan makananterkait gizi keluargadengan GERMAS (Gerakan Masyarakat Sehat)dan pelatihan pengolahan sampah rumah tangga yaitu mengolah minyak jelantah menjadi sabun colek, mengubah sampah plastik menjadi hiasan lampu, dan membuat lilin aromaterapi dari lilin bekas.Tigapuluh ibu rumah tangga yang hadir memberi umpan balik bahwa mereka senang mendapat ilmu tentang gizi keluarga yang sesuai dengan kebutuhan dan juga akan mulai mengolah minyak jelantah menjadi sabun colek serta mengolah lilin bekas menjadi lilin aromaterapi dengan pewangi buatan sendiri yang berasal dari sampah bahan masakan berupa kulit jeruk nipis dan jahe. Kata kunci: pengetahuan kimia; GERMAS; ibu rumah tangga; olah sampah perkotaan; kelas ekonomi menengah Abstract Chemistry knowledge for housewives is necessary to support their behavior and handling on various everyday life-chemical material. The chemistry knowledge also helps the family to make wise consumption decisions based on family members’ need. This academicwritten describe the result of Cawang Urban VIllage’s community service which had been done by Chemistry Education Study Program in LUSTRUM Dies Natalis of UKI year 2018. The aim of the community service is to improve the chemistry knowledge of 50 housewives who live in Cawang Urban Village-East Jakarta based on everyday life. A material enrichmentwas conducted by socialization in focused group discussion. The material enrichmentabout food chemistry education on family’s nutrition through GERMAS program and training on domestic garbage processing i.e used cooking oil is processed become dab soap, plastic waste modification become lamp decoration, and aroma-therapy candle making from a used candle. The 30 housewives gave feedback that they were very happy to get the chemistry knowledge about appropriate nutrition intake to family members’ need, and will start to make dab soap fromused cooking oil and make their handmade fragrance from lime and ginger peel for homemade aroma-therapy candle. Keywords: chemistry knowledge; GERMAS; housewives; urban’s garbage treatment; middle income
Pemeriksaan Kondisi Gerak dan Fungsi dan Penanganan Fisioterapi Pada Lansia di Gereja Bethel Indonesia Jemaat Danau Bogor James Wilson Hasoloan Manik; Beriman Rahmansyah; Lucky Anggiat; Weeke Budhyanti; Novlinda Susy A Manurung; Rosintan M Napitupulu; Citra Puspa Juwita; Maksimus Bisa; Lisnaini -
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 1 No. 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kondisi gerak dan fungsi lansia merupakan salah satu kondisi kesehatan yang menunjang aktivitas lansia dalam kehidupan sehari-hari. Dalam rangka mengupayakanpeningkatan kesejahteraan lansia maka Pengurus Gereja Bethel Indonesia (GBI) Danau Bogor Raya dan program studi fisioterapi fakultas vokasi Universitas Kristen Indonesiamelaksanakan kerja sama dalam bentuk pengabdian kepada masyarakatpada tanggal 15 Maret 2019 di GBI Bogor. Hasil dari pemeriksaan menunjukkan bahwa keluhan paling banyak terjadi pada gangguan sendi dan otot pada bagian pinggang dengan diikuti keluhan padapernafasan dan saraf.Kegiatan pemeriksaan umum dilakukan dengan mengukurtekanan darah, denyut nadi dan anamnesa serta dilanjutkan dengan memberikan terapis melalui modalitas terapi sinar infra merah, terapi ultrasonik, terapi latihan, terapi manual, terapi pijat, terapi stimulasi elektris dan latihan di rumah. Kegiatanterapis menerapi satu oranglansia dengan satu terapis. Pengabdian kepada masyarakat ini juga memberikan intervensi fisioterapi yang tepat dan homeprogram yang dapat dilakukan lansia setelah dirumah. Sebagian besar lansia mau mengikuti program pengabdian masyarakat ini, sehingga manfaat dari pemeriksaan dan intervensi fisioterapi dapat memberi manfaat yang baik pada masyarakat. Kata Kunci: lansia, fisioterapi, gerak, fungsi. Abstract The condition of movement and body function of elderly people were one of the most supporting factors in activity of daily living. In the purpose of improving the wellnessof elderly in Gereja Betel Indonesia (GBI), the committee of GBI and Program Studi Fisioterapi UKI made collaborationin community service for the elderly on 15 March 2019. The result of the community service revealed thatthe elderly have some problems of joints and muscle, especially in lower back, also with some problemsin respiratoryand neurology. The activitieswere general health screening with measuring the blood pressure, pulse rate and physical and function anamnesis and continuedto physiotherapy treatment using modalities like infrared rays, ultrasound therapy, exercise therapy, manual therapy, massage therapy, electrical stimulation and home exercise. The therapists treatthe elderly personally.This community service provides intervention based problem of elderly with home program that they can do at home. Almost all elderly want to join this community service, so the impact of assessment and physiotherapy intervention can give good effects to the community. Keywords : Elderly, physiotherapy, movement, function
Diskusi Mengenai Isu Strategis Tentang Kelembagaan Pengelolaan Perbatasan Negara dengan Pemerintah Provinsi Maluku Posma Sariguna Johnson Kennedy; Suzanna Josephine L.Tobing; Rutman L.Toruan; Emma Tampubolon
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 1 No. 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v1i2.1277

Abstract

ABSTRAK Diskusi dilakukan dengan beberapa narasumber, yaitu Sekda Provinsi Maluku, Bapeda Provinsi Maluku, Badan Pengelola Perbatasan Provinsi Maluku serta beberapa kelompok masyarakat Maluku di Ambon. Metode yang digunakan adalah diskusi kelompok terarah yang sebagian besar dilaksanakan di Gedung Pusat Pemerintahan Provinsi Maluku. Beberapa permasalahan mendasar dalam pengelolaan perbatasan adalah belum terjalin secara baik mekanisme dan implementasi koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan sinergi program pengelolaan perbatasan nasional baik di tingkat pusat maupun daerah; Ketidakefektifan upaya pengelolaan kelembagaan antar negara dalam mendukung kegiatan lintas batas dan pengelolaan daerah perbatasan dengan negara-negara tetangga; serta terbatasnya sumber daya, infrastruktur pendukung, dan kurangnya sumber daya manusia untuk lembaga pengelola perbatasan. Perlu penguatan kelembagaan, pelatihan sumber daya manusia dan kecukupan penyediaan dana yang dibutuhkan sesuai dengan prioritasnya. Kata kunci:Kelembagaan, Pengelolaan Perbatasan, Perbatasan Negara, Badan Pengelola Perbatasan Negara, Badan Pengelola Perbatasan Daerah. ABSTRACT The purpose of this paper is to increase understanding of a problem, with the topic of understanding strategic issues about institutions in managing national borders. The discussion was conducted with several speakers, namely Secretary of Maluku Province, Bapeda Maluku Province, Border Management Agency of Maluku Province, and several Maluku community groups in Ambon.The method used is focus group discussions which are mostly carried out in the Central Government Building of Maluku Province. Some of the fundamental problems in border management are that the mechanism and implementation of coordination, integration, synchronization, and synergy of national border management programs are not well established at the central and regional levels; The ineffectiveness of efforts to manage inter-state institutions in supporting cross-border activities and management of border areas with neighboring countries; and limited resources, supporting infrastructure, and lack of human resources for border management institutions. There needs to be institutional strengthening, training in human resources, and the adequacy of the provision of funds required by its priorities. Keywords:Institutional, Border Management, StateBorder
PkM Pelatihan Bahasa Inggris dengan Tema “Pelafalan Bunyi Konsonan Letup, Frikatif dan Afrikatif Bahasa Inggris” di TK Islam R.A. Dua Putera Cibitung Gunawan Tambunsaribu; Yusniaty Sigalingging; Sunengsih Simatupang
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 1 No. 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v1i2.1278

Abstract

Abstrak PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) adalah sebuah kegiatan yang secara terus menerus dilakukan oleh sebuah Perguruan Tinggi/institusi dalam menjalankan perannya untuk perduli pada masyarakat yang ada disekitarnya. Dalam kaitan melaksanakan kegiatan PkM ini, maka para dosen yang berkerja diperguruan tinggi turut menjalankan fungsinya sebagai pendidik di tengah-tengah masyarakat. Penulis sekaligus pelaksana PkM dalam hal ini telah melaksanakan pelatihan pelafalan bunyi konsonan frikatif dan afrikatif kepada anak-anak di TK Islam Dua Putera, Cibitung. Tujuan utama pelatihan ini adalah untuk melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat sebagai salah satu unsur dari Tridarma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembekalan keterampilan secara langsung kepada masyarakat sekitarnya. Kegiatan PkM ini dilakukan dengan cara mengajak anak-anak belajar sambil bernyanyi. Lagu-lagu perdengarkan kepada mereka melalui tape recorder dan tayangan vide di monitor televisi. Teks lagu juga dapat dilihat di layar TV. Cara kedua adalah dengan menuliskan kata-kata khusus yang mengandung bunyi frikatif dan afrikatif (/f/, /v/, /θ/, /ð/, /s/, /z/, /ʃ/, /ʒ/, /tʃ/, /dʒ/) di lembaran karton dengan tulisan yang cukup besar agar mudah dibaca. Selain itu, tulisan juga dibuat berwarna warni agar menarik perhatian anak-anak dan juga didukung dengan gambar-gambar yang sesuai dengan kata-kata yang adadalam lagu tersebut. Kemudian pelatih mengajak bernyanyi bersama dengan terlebih dahulu memberi contoh baris per baris. Setelah itu, anak-anak diminta meniru pelafalan yang diberikan pelatih. Proses belajar mengajar berlangsung dengan baik. Peserta PKM yakni siswa-siswi TK Islam Dua Puterayang berjumlah 29 orang sangat aktif dan merespon materi yang diajarkan oleh pengajar. Siswa/i sangat senang dengan lagu-lagu bahasa Inggris, yang cocok dengan usia mereka, yang diberikan oleh pengajar di setiap awal kegiatan belajar mengajar. Abstract Social service, known as PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) in Indonesia, is an activity that is continuously carried out by universities or institutions as one of its role to increase prosperity to surrounding communityby giving free education or training to the society. The lecturers who work in higher education/institutions carry out their functions as educators to share knowledge to society. The writer, the doer of PkM, has conducted training on the pronunciation topic (fricative and affricative sounds) for children in kindergarten school named TK Dua Putera, Cibitung. The main purpose of this service is to carry out a social service activities as one element of the Tridarma Perguruan Tinggi, three main tasks of universities. This social service is carried out by training the children to pronounce fricative and affective sounds of English. The students are asked to listen the some English songs played through a tape recorder and also video footage on television monitors. Song texts can also be viewed on a TV screen. The second way for teaching them the sounds is to write special words that contain fricative and affective sounds (/ f /, / v /, / θ /, / ð /, / s /, / z /, / ʃ/, / ʒ/, / tʃ/, / dʒ/) on cardboard sheets.Those words are written in big as well as large letters so the words are easy enough to read. In addition, the letters is also made colorful to attract the attention of children. The trainer invites the children to sing along. After that, the children were asked to imitate the pronunciation given by the trainer. The learning process ran well. The participants, 29 students at TK Dua Putera Cibitung, were very active and they responded to the material taught by the instructor well. The students were very happy with this learning method because they could sing along with the trainer while learning English. These topics (fricative and affricative sounds) are suitable for their age because children on their age are easy to imitate and learn foreign languages.
Ancaman Narkoba Bagi Generasi Muda dan Upaya Pencegahan Serta Penanggulangannya Rospita Adelina Siregar Rospita Adelina Siregar
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 1 No. 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v1i2.1284

Abstract

Narkoba adalah narkotika dan obat /bahan berbahaya, tertulis dalam Undang Undang Nomer 35 tahun 2009 Tentang Narkotika, dikatakan bahwa berlakunya sanksi Pidana bagi barangsiapa yang menyimpan, mengedarkan, mamakai dan memproduksi Narkotika dan bahan/zat berbahaya itu. Data Badan Narkotika Nasional (BNN) terkini menyebutkan bahwa, pemakai Narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda kian meningkat, jumlah peningkatannya sebesar 24% sampai 28% remaja. Data lain dari penelitian milenial atau generasi muda beberapa tahun yang lalu menunjukan jumlah pengguna mencapai 20 persen, adalah kelompok anak-anak dan remaja atau usia pelajar berkisar umur 11 sampai 24 tahun. Sejak tahun 2016 Kecamatan Sidamanik dijadikan daerah binaan dalam kegiatan Pengabdian kepada masyarakat Universitas Kristen Indonesia. Tahun 2019 kembali Universitas Kristen Indonesia melakukan penelitan dan Pengabdian keapada masyarakat dengan memilih siswa-siswa SMA di wilayah Pamatang Sidamanik, sampel penelitian berjumlah 195 orang mahasiswa yang dipilih dengan teknik random sampling. Teknik analisis dilakukan dengan uji statistik SPSS. Berdasarkan 3 indikatif pengetahuan tentang jenis Narkoba, Dampak penggunaan jenis Narkoba dan Sikap terhadap ancaman Pidana. Bagi masyarakat dan para pelajar di lingkungan Pamatang Sidamanik sangat dirasa perlu menerima informasi tentang bahaya narkoba, dan diharapkan partisipasi aktif masyarakat sebagai sikap pencegahan bertambahnya pemakai narkoba di wilayah ini. Kata kunci: Narkoba, generasi muda dan sanksi hukum
Bahaya Narkoba dalam Prespektif Hukum Pidana Indonesia sebagai Pengembangan terhadap Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba bagi Generasi Muda Indonesia Hendri Jayadi Pandiangan; Poltak Siringoringo
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 1 No. 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v1i2.1286

Abstract

Abstrak Narkotika dan obat berbahaya atau lebih dikenal dengan istilah dalam masyarakat yaitu “narkoba” merupakan bahan berbahaya hal mana bagi pengguna, pengedar, yang memproduksi dan menyimpan dapat dikenakan sanki pidana. Tidak tanggung-tanggung sanksi pidana yang dijatuhkan sampai dengan hukuman mati. Kejahatan yang berhubungan dengan narkoba saat ini sudah sampai pada kondisi yang sangat memprihatinkan. Hal mana karena kejahatan ini tidak pandang bulu untuk memilih korbannya dimulai dari segmen atas yaitu masyarakat golongan mampu (pejabat, artis, tokoh masyarakat dan lain-lain) sampai dengan masyarakat pada lapisan bawah. Lebih memprihatinkan lagi sudah masuk dalam segmen anak sekolah, mahasiswa dan golongan terpelajar. Karena kejahatan ini sudah bersifat massif maka sudah dapat dikategorikan sebagai “extra ordinary crime”dan menjadi musuh bersama bangsa ini. Kampanye dan pembentukan opini public tentang bahaya narkoba harus dilakukan secara massif terhadap seluruh lapisan masyarat. Hal ini merupakan bagian dari penanggulangan kejahatan narkoba di Indonesia. Masyarakat harus diberi pemahaman yang benar mengenai dampak negative dari narkoba baik bagi pengguna/pemakai, pengedar, yang meproduksi dan menyimpan. Pemahaman ini dimulai dari beberapa fase yaitu bagaimana fase pencegahan narkoba dalam masyarakat ? bagaimana fase jika memang terlanjur sudah menggunakan narkoba dan mendudukan pengguna narkoba sebagai korban ? bagaimana fase penegakkan hukum terhadap kejahatan narkoba ? Fase-fase ini harus dikampanyekan secara massif agar masyarakat memahami bahwa hal-hal yang berhubungan dengan narkoba lebih banyak dampak negatifnya dibandingkan dengan dampak positifnya. Kata kunci:Kejahatan, Obat Terlarang, Hukuman. Abstract Drugs is a dangerous substance in which for the user, dealers that produce and keep the substance could be penalized with criminal law. Death sentence could be penalized for the subject. Crimes related to drugs have now reached a very alarming condition. This is because the victims of the crime are from both upper class people and lower class people. Even more alarming drugs have reached school students and university students. This crime is already categorized as an “extra ordinary crime” as a result of how massive it is. Campaigns and the formation of public opinion about the dangers of drugs must be done massively on all levels of society. This is the part of approaching drug crimes in Indonesia. The public must be given the right understanding of how drugs will give negative impacts for users, dealers, that keep and produce the substance. Comperhensions started with several phases, how can public prevent the drug use? What we can do if we already use the substance and how to position drug users as victims? How the law enforcement works for drug crimes? These phases must be massively campaigned to the public so people will understand that drugs have negative impacts more than positive impacts. Keywords: Crime, Drugs, Sentence
Pembinaan Ketahanan Pernikahan dan Keharmonisan Keluarga dengan Tema “The Family Relationship and Intimacy” Bernadetha Nadeak; Evi Deliviana; Elferida Sormin; Lamhot Naibaho; Citra Puspa Juwita
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 1 No. 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v1i2.1287

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian pada masyarakat dalam rangka Pembinaan Ketahanan Pernikahan dan Keharmonisan Keluarga dengan Tema “The Family Relationship and Intimacy” bekerjasama dengan Gereja HKBP Sutoyo Jakarta Timur. Kegiatan ini berawal dari adanya permintaan dari pengurus Gereja HKBP Sutoyo melalui seksi Pendidikan ke Universitas Kristen Indonesia Jakarta untuk memberikan edukasi kepada jemaat secara khusus untuk pasangan muda tentang bagaimana pentingnya menjaga dan membina hubungan keluarga yang sehat dan intim sehingga menjadi keluarga yang kokoh, utuh dan bahagia. Adapun sasaran kegiatan ini adalah keluarga yang terdiri dari pasangan suami dan istri dengan tujuan untuk membina ketahanan pernikahan dan keharmonisan keluarga melalui pendekatan ilmu kesehatan dan ilmu psikologis. Melalui ilmu kesehatan, pasangan suami istri diedukasi tentang “Keluarga Sejahtera dan Sehat Reproduksi”, sedangkan dari psikologis disampaikan bahwa “mengungkapkan perasaan secara terbuka kepada pasangan dan juga anggota keluarga yang lain merupakan salah satu wujud pengasuhan dengan cinta”. Peserta sosialisasi terdiri dari pasangan suami/istri dengan usia pernikahan 1 s.d 15 tahun. Para peserta sangat antusias mengikuti sosialisasi dan aktif pada saat sesi diskusi. Berbagai permasalahan dalam keluarga menjadi topik diskusi yang akhirnya sampai kepada pencarian solusi. Pihak Gereja HKBP Sutoyo yang diwakilkan oleh Pendeta menyatakan kepuasan dan ucapan terimakasih atas kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat guna mencegah terjadinya ketidakharmonisan dalam keluarga jemaat yang berujung pada perceraian. Kata Kunci : Ketahanan Pernikahan; Keharmonisan Keluarga; Family Relationship; Intimacy; Keluarga Sejahtera; Sehat Reproduksi. Abstract Community service activities in the context of fostering marital endurance and family harmony with the theme "The Family Relationship and Intimacy" in collaboration with the HKBP Church, Sutoyo, East Jakarta. This activity originated from a request from the management of the Sutoyo HKBP Church through the Education section to the Indonesian Christian University in Jakarta to provide education to the congregation specifically for young couples about how important it is to maintain and foster healthy and intimate family relationships so as to become a strong, whole and happy family . The target of this activity is a family consisting of husband and wife couples with the aim of fostering marital endurance and family harmony through health science and psychological science approaches. Through health science, a married couple is educated about "Family Welfare and Reproductive Health", while psychologically speaking that "expressing feelings openly to the couple and also other family members is one form of caring with love". Participants in the socialization program consist of husband / wife couples with marriage age of 1 to 15 years. The participants were very enthusiastic about participating in the socialization and were active during the discussion session. Various problems in the family became the topic of discussion which finally reached the search for solutions. The Sutoyo HKBP Church, represented by the Pastor, expressed satisfaction and gratitude for the activities that were considered to be very useful in preventing disharmony in the congregation family that led to divorce. Keywords: marital endurance; family harmony; Family Relationship; Intimacy; Family Welfare; Reproductive Health
Ipteks bagi Masyarakat: Pemberdayaan UKM melalui Kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Serang dalam Kegiatan Sosialisasi E-Commerce I Nyoman Aji Suadhana Rai; Sindy Yulia Putri; Wiwiek Rukmi Dwi Astuti
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 1 No. 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v1i2.1288

Abstract

Abstrak Usaha Kecil Menengah di Kabupaten Serang merupakan salah satu faktor penunjang pertumbuhan ekonomi rakyat. Namun UKM Serang masih menghadapi berbagai masalah. Sentralitas UKM dalam pertumbuhan ekonomi tidak berbanding lurus dengan kapasitas SDM/tenaga kerja UKM dalam memanfaatkan teknologi, terlebih lagi di era revolusi industri 4.0 saat ini. Tenaga kerja masih belum memahami sepenuhnya bagaimana memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan penetrasi pasar dan promosi produk. Padahal, melalui e-commerce, UKM dapat menyebarkan informasi lebih luas kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat mengetahui deskripsi produk-produk UKM. Produk-produk tersebut memiliki kualitas yang baik, namun karena rendahnya promosi dengan memanfaatkan teknologi dan media sosial, penjualan produk menjadi kurang maksimal. Maka dari itu, program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan pemahaman pelaku usaha UKM dalam memanfaatkan teknologi e-commerce untuk berniaga. Melalui program PkM akan diupayakan transfer of knowledge mengenai pemanfaatan e-commerce untuk meningkatkan potensi UKM Kabupaten Serang. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan tanya jawab/diskusi dengan mengimplementasikan pendekatan cooperative learning untuk para peserta. Hasil dari program PkM ini adalah adanya peningkatan minat dan pemahaman pelaku usaha UKM dalam mengoperasionalisasi gawai untuk meningkatkan intensitas promosi produk UKM agar lebih dikenal di masyarakat dunia nyata maupun dunia maya. Kata Kunci: E-commerce; Pemerintah Kabupaten Serang; UKM Abstract UKM needs to prepare itself to be involved in production chains of regional scale. UKM in Serang Regency is one of the factors supporting people’s economic growth. But in reality, the centrality of UKM is not directly proportional to the human resources capacity of UKM in utilizing the technology, especially in the current era of industrial revolution 4.0. Workers still do not fully understand how to use technology to increase market penetration and product promotion. They also do not understand, how e-commerce runs. In fact, through e-commerce, UKM can disseminate information more widely to the public, so that people can find out descriptions of UKM products. These products have good quality, but the low promotion is still happening. Workers of UKM have minim access and capability to use technology and social media, so that product sales are not optimal. Through this program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), our team have been sharing how UKM internet and social media use could. Also, they can understand the knowledge transfer and technology transfer in industrial world. This PkM have partnership with Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Serang. Keywords: E-commerce; Pemerintah Kabupaten Serang; UKM
Pendampingan Pengelolaan dan Pembinaan Kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) Melalui Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat Dosen dan Mahasiswa di Wilayah Jakarta Timur Elferida Sormin; Rosintan Napitupulu; Novlinda Susi Andrianawati; Ronny Gunawan; Renatha Ernawati; Eustalia Wigunawati
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 1 No. 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v1i2.1289

Abstract

Abstrak Jumlah penduduk lansia Indonesia saat ini yang sudah mencapai persentase 9,6% dari total jumlah penduduk menjadi perhatian semua stakeholder termasuk pemerintah dan akademisi di perguruan tinggi. UKI yang berkedudukan wilayah terdapat di Jakarta Timur menjadi salah satu dari lima perguruan tinggi yang dihunjuk langsung oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (Dinas PPAPP) Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan kegiatan KKN Tematik, yang oleh UKI dilaksanakan dalam bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan jenis kegiatan pendampingan pengelolaan dan pembinaan kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL). Adapun yang menjadi tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk menggairahkan kembali kelompok-kelompok BKL yang sudah pernah terbentuk, namun tidak ada aktifitas alias mati suri. Bekerjasama dengan Sudin PPAPP Jakarta Timur, Tim UKI diarahkan untuk melakukan pendampingan dan pembinaan kepada kelompok BKL di RW 05 Kelurahan Cililitan. Berdasarkan data yang diperoleh, terdapat sekitar seratus orang lansia yang menjadi anggota tetap BKL di RW 05 Kelurahan Cililitan, yang pada saat awal dibentuk memiliki struktur kepengurusan yang sah dan berbagai macam program. Namun beberapa waktu terakhir dengan adanya pergantian kepengurusan, aktifitas berkurang bahkan struktur kepengurusan juga belum memeroleh pengesahan dari Kelurahan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya tidak tersedianya cukup banyak waktu oleh pengurus yang terbaru untuk melakukan koordinasi. Melalui kegiatan pendampingan dan pembinaan yang dilakukan oleh tim UKI bekerjasama dengan dinas PPAPP diperoleh beberapa hasil, di antaranya semakin bertambahnya pengetahuan para kader tentang kelanjutusiaan yang diperoleh dari kegiatan sharing dan diskusi, terbentuknya kepengurusan kelompok BKL yang disahkan oleh Lurah Kelurahan Cililitan dan adanya program terencana kelompok BKL Kata kunci: Bina Keluarga Lansia, Pengabdian kepada Masyarakat, Kelanjutusiaan Abstract The current population of elderly Indonesians who have reached 9.6% of the total population is the concern of all stakeholders including the government and academics in tertiary institutions. UKI domiciled in East Jakarta is one of five tertiary institutions appointed directly by the provincial government of DKI Jakarta through the Office of the Empowerment of Child Protection and Population Control (Dinas PPAPP) of DKI Jakarta Province to carry out Thematic Community Service Program activities, which is conducted by UKI in the form of community service activities with the type of mentoring management and fostering the Elderly Family Development (BKL) group. The purpose of this community service activity is to revive BKL groups that have already been formed, but there is no suspended activity. In collaboration with East Jakarta PPAPP Sub-dept., The UKI Team was directed to provide assistance and guidance to the BKL group in RW 05, Cililitan Village. Based on the data obtained, there are about one hundred elderly people who become permanent BKL members in RW 05, Cililitan Sub-District, which at the beginning were formed having a legal management structure and various programs. However, recently with the change of management, activities have been reduced, even the management structure has not yet received approval from the Kelurahan. This is caused by several factors, including the unavailability of enough time for the latest management to coordinate. Through the mentoring and coaching activities carried out by the UKI team in collaboration with the PPAPP service, several results were obtained, including the increasing knowledge of cadres about humanity obtained from sharing and discussion activities, the formation of the management of the BKL group which was endorsed by the Kelurahan of Cililitan and the planned group program BKL Keywords: Elderly Family Development, Community Service, Continuation
Peningkatan Kesadaran Masyarakat terhadap Kerusakan Bangunan dan Lingkungan Pasca Gempa, Tsunami dan Likuifaksi di Palu Sulawesi Tengah Hutabarat LE; Simanjuntak P; Tampubolon S
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 1 No. 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v1i2.1290

Abstract

Abstrak Kejadian Gempa Palu pada tanggal 28 September 2018 telah menimbulkan korban jiwa dan kerugian besar dengan kerusakan pada infrastruktur dan bangunan di tiga daerah Palu, Sigi dan Donggala. Tragedi ini diakibatkan oleh magnitudo gempa yang sangat kuat M 7.4 diikuti oleh tsunami dan peristiwa likuifaksi yang sangat dahsyat. Karena itulah perlu dilakukan survey berikut assesmen data kerusakan bangunan yang terjadi di Palu sekaligus penyuluhan terkait teknis bangunan rumah tinggal tahan gempa. Sesuai hasil survei, likuifaksi terjadi di tiga lokasi yaitu Petobo, Balaroa dan Sigi. Sedangkan tsunami terjadi di pesisir pantai Donggala akibat terjadinya keruntuhan massa tanah yang besar saat terjadi likuifaksi. Beberapa bangunan dan infrastruktur yang mengalami kerusakan disebabkan oleh sifat teknis bangunan yang tidak mampu menahan beban gempa. Secara umum para warga warga Palu dan Sekitarnya di Sulawesi Tengah belum sepenuhnya memahami konsep bangunan tahan gempa khususnya untuk rumah tinggal sederhana. Kata Kunci: likuifaksi, tsunami, kerusakan bangunan, survei, asessemen Abstract The Palu earthquake on 28 September 2018 caused heavy casualties and losses with damage to infrastructure and buildings in three areas which are Palu, Sigi and Donggala. This tragedy was an impact of a very strong earthquake magnitude 7.4 followed by a tsunami and a very terrible liquefaction. It was necessary to conduct a survey following the assessment of building damage data that occurred in Palu as well as technical assistance to understand the earthquake resistant residential buildings concept. Based on the survey results, liquefaction occurred in three locations namely Petobo, Balaroa and Sigi. While the tsunami occurred on the coast of Donggala due to large land mass collapse during liquefaction. Some buildings and infrastructure that were damaged due to the lack of technical requirement of the earthquake loads resistancy building. In general, the society of Palu and the surrounding areas were not having adequate knowledable for the concept of earthquake resistant buildings, especially for simple residential buildings. Keywords:. liquefaction, tsunami, building damage, surveys, assessments

Page 2 of 21 | Total Record : 202