Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra
Lingue merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Pengembangan Bahasa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon mulai tahun 2019. Jurnal ini memuat tulisan ilmiah berupa hasil penelitian atau gagasan konseptual tentang kajian kebahasaan, kebudayaan, dan sastra. Penulis dalam jurnal ini berasal dari berbagai instansi dan profesi baik mahasiswa,guru, dosen,peneliti, peminat bahasa dan porfesi lainya yang berkaitan dengan bahasa, budaya, dan sastra. Penerbitan jurnal lingue pertama kali dimulai bulan juni 2019 dengan 6 naskah, begitu pula pada edisi terbitan berikutnya. Sejak awal mulai penerbitan Lingue menggunakan sistem online melalui Open Jurnal Sistem (OJS) versi 2. Lingue:Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra memuat artikel kajian tentang kebahasaan, kebudayaan, dan sastra. semua artikel ditinjau sekurang-kurangnya dua mitra bestari. jurnal lingue terbit berkala dua kali dalam satu tahun. Tebitan pertama bulan Juni dan terbitan ke dua bulan Desember. Ruang lingkup kajian bahasa jurnal lingue terdiri atas kajian linguistik (fonologi, morfologi, sintaksis, semantik), analisis wacana, psikolinguistik, sosiolinguistik, pragmatik, semiotika, pengajaran bahasa dan sastra Indonesia, pengajaran bahasa Inggris, pengajaran bahasa Arab, metode pengajaran bahasa dan kajian bahasa lainnya yang terkait dengan kebahasaan. Ruang lingkup budaya jurnal lingue terdiri atas filologi, sejarah, cultural studies dan kajian budaya lainya yang terkait dengan budaya. Selanjutnya, ruang lingkup kesastraan jurnal lingue terdiri atas teori sastra, sastra interdisipliner, sastra dan politik identitas, sastra anak, sastra lokal tradisi lisan, sastra Inggris, pengajaran sastra, dan bidang lainnya yang terkait dengan studi sastra.
Articles
141 Documents
F SIMBOL KARAKTER WAJAH DALAM PERTUNJUKAN WAYANG TOPENG MALANGAN INDONESIA DAN HAT BOI VIETNAM
Tran Thanh Vy;
Daroe Iswatiningsih;
Nguyen Thi Thu Hang
Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Language and Literature Studies
Publisher : LP2M UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33477/lingue.v8i1.14379
This research analyzes facial character symbols in the Malangan Masked Performances in Indonesia and Hat Boi Vietnam through Roland Barthes' semiotics approach. This research aims to identify the constituent facial iconography of the characters, decode their semiotic dimensions across Roland Barthes’ triad of denotation, connotation, and myth, and comparatively analyze the characterization paradigms within both theatrical traditions. This study uses descriptive-comparative qualitative methods using literature review techniques. Data was obtained from literature, visual documentation, and previous studies containing information about colors, face shape, eyes, eyebrows, nose, mouth, beard, and supporting ornaments. The research results show that the Malangan Mask Puppet builds character through a structured physical mask with an emphasis on carvings, facial shapes, colors and ornaments such as urna, horn, jamang and sumping. Hat Boi builds character through direct makeup with more flexible color coding, eye shapes, eyebrows, and beard. At the mythical level, the Wayang Topeng Malangan displays the ideal of a Javanese man who is pious, orderly and balanced, while Hát Bội emphasizes the moral opposition between loyalty - hypocrisy, goodness - evil and straight - heresy in Vietnamese tradition.