cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal_kimiakemasan@yahoo.com
Phone
+6281806885732
Journal Mail Official
jurnal_kimiakemasan@yahoo.com
Editorial Address
Balai Besar Kimia dan Kemasan, Kementerian Perindustrian Jl. Balai Kimia No.1, Pekayon, Pasar Rebo Jakarta Timur 13710 Indonesia
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kimia dan Kemasan
ISSN : 2088026X     EISSN : 25499424     DOI : http://dx.doi.org/10.24817
Jurnal Kimia dan Kemasan (JKK) publishes original research article related to Applied chemistry including natural product (essential oils, palm oil derivative, natural dye), biopolymer, chemical synthesis, and problems of chemical processes and apparatus; and also packaging material and technology.
Articles 410 Documents
KARAKTERISASI KOMPOSIT BIODEGRADABLE FOAM DARI LIMBAH SERAT KERTAS DAN KULIT JERUK UNTUK APLIKASI KEMASAN PANGAN Resti Marlina; Sukma Surya Kusumah; Yuli Sumantri; Achmad Syarbini; Agustina Arianita Cahyaningtyas; Ismadi Ismadi
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 43 No. 1 April 2021
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v43i1.6765

Abstract

Polystirena foam (styrofoam) merupakan salah satu kemasan pangan yang banyak digunakan dalam industri makanan. Namun, styrofoam memiliki dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan dikarenakan sifatnya yang sulit terurai dan mudah bereaksi dengan panas. Biodegradable foam (biofoam) merupakan salah satu alternatif kemasan pangan pengganti styrofoam konvensional yang aman untuk kesehatan dan mudah terurai. Pada penelitian ini akan dibahas proses pembuatan dan karakterisasi produk komposit biodegradable foam yang terbuat dari limbah serat kertas dan kulit jeruk. Karakterisasi biodegradable foam dilakukan dengan melakukan uji sifat fisik, mekanik, morfologi dan derajat degradasinya. Variasi komposisi serat kertas dan kulit jeruk sebesar 5, 10, dan 15 % dilakukan secara bergantian untuk tiap sampel yang diberikan. Densitas biofoam terendah diperoleh dari komposisi serat kertas (SK) 5% dan kulit jeruk (KJ) 5% dengan nilai 0,18 g/cm3. Daya serap air dan pengembangan tebal (thickness swelling) terendah diperoleh dari komposisi SK dan KJ masing-masing 10% dengan nilai 80,87% dan 5%. Untuk sifat mekanis, kuat tarik terbesar diperoleh dari komposisi SK 5% dan KJ 5% sebesar 3,38 MPa dan modulus elastisitas terbesar didapatkan pada komposisi SK dan KJ masing-masing 10% dengan nilai 45,16 MPa. Derajat degradasi terbaik diperoleh untuk sampel dengan komposisi SK 5% dan KJ 15% sebesar 24,90%. Morfologi penampang bioafoam secara umum menunjukkan struktur serat berongga yang berasal dari serat kertas dan penjerapan udara akibat dari efek penambahan glutaraldehida. Secara umum sampel biofoam terbaik terwakilkan oleh sampel B5 dengan komposisi SK dan KJ masing-masing 10%. Berdasarkan hasil uji degradasi biofoam, penambahan konsentrasi kulit jeruk cukup konsisten dalam meningkatkan nilai derajat degradasi pada penelitian ini.
Preface JKK Vol. 43 No. 1 April 2021 JKK Editor
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 43 No. 1 April 2021
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v43i1.6976

Abstract

EFEKTIVITAS DAUN PANDAN LAUT BERDURI (Pandanus tectorius) DARI PESISIR PANTAI CIKALONG SEBAGAI BIOSORBEN MINYAK JELANTAH Ira Rahmiyani; Anindita Trikusuma Pratita; Windi Susi Indryani; Anna Yuliana; Lina Rahmawati Rizkuloh
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 43 No. 1 April 2021
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v43i1.6473

Abstract

Minyak goreng yang telah digunakan beberapa kali mengolah bahan pangan akan bersifat toksik apabila digunakan secara terus menerus dalam waktu jangka panjang, sehingga diperlukan zat yang dapat mengadsorpsi senyawa toksik tersebut. Kandungan selulosa yang tinggi pada daun pandan laut dapat dimanfaatkan sebagai biosorben untuk meningkatkan kualitas minyak jelantah. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan efektivitas daun pandan laut sebagai biosorben serta perubahan gugus fungsi dan struktur morfologi sebelum dan setelah dilakukan aktivasi. Serbuk daun pandan laut diaktivasi menggunakan NaOH 1,5N selama 24 jam kemudian dibilas dengan akuades sampai pH netral dan dikeringkan sampai menghasilkan serbuk yang halus. Hasil uji organoleptik biosorben dari daun pandan laut berduri yang telah diaktivasi menunjukkan perbaikan dalam segi warna dan bau minyak jelantah. Hasil pengujian kualitas minyak jelantah berdasarkan SNI menunjukkan bahwa minyak jelantah mengalami penurunan kadar air terbesar dengan efesiensi 97,70%, penurunan kadar asam lemak bebas terbesar dengan efesiensi 90,67% dan penurunan bilangan peroksida terbesar dengan efesiensi 82,95%. Hasil analisis FTIR biosorben setelah diaktivasi mengalami perubahan dibandingkan dengan sebelum diaktivasi yaitu dengan bergesernya bilangan gelombang –CH, -OH dan hilangnya serapan gugus C=C lignin yang menunjukkan adanya pergeseran-pergeseran serapan yang mengindikasikan adanya perubahan sifat setelah proses aktivasi. Hasil analis SEM, biosorben yang telah diaktivasi pori-porinya menjadi lebih terbuka dibandingkan dengan serbuk sebelum aktivasi. Aplikasi penggunaan biosorben daun pandan laut berduri (Pandanus tectorius) dalam meningkatkan mutu kualitas minyak jelantah sebesar 80 - 90% dilakukan dengan penambahan biosorben sebanyak 15 gram ke dalam 100 mL minyak jelantah dengan waktu pengadukan selama 60 menit.
KOMPOSISI KIMIA, AKTIVITAS ANTIBAKTERI, DAN POTENSI SEBAGAI KEMASAN AKTIF BEBERAPA MINYAK ATSIRI DARI TANAMAN REMPAH INDONESIA Retno Yunilawati; Windri Handayani; Dwinna Rahmi; Aminah Aminah; Cuk Imawan
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 43 No. 1 April 2021
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v43i1.6704

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui komposisi kimia dan aktifitas antibakteri dari 6 jenis minyak atsiri Indoensia. Minyak atsiri  tersebut adalah minyak ketumbar, minyak bunga cengkeh, minyak sereh dapur, minyak kulit jeruk purut, minyak kayu manis, dan minyak kapulaga. Penelitian dilakukan dalam dua tahap yaitu karakterisasi minyak atsiri menggunakan Gas Chromatography Mass Spectrometer (GC-MS) dan penentuan aktivitas antibakteri dari masing-masing minyak atsiri dengan bakteri gram positif Staphylococcus aureus NBRC 100910 dan bakteri gram negatif Escherichia coli NBRC 3301. Aktivitas antibakteri dinyatakan sebagai diameter zona hambat yang terbentuk pada saat pengujian. Minyak ketumbar, minyak sereh dapur dan minyak kayu manis memiliki aktivitas antibakteri  yang kuat  terhadap E. coli NBRC 330 dan S.aureus NBRC 100910 dengan diameter zona hambat pada E. coli NBRC 330 masing-masing sebesar 24 mm, 47 mm dan 34 mm; dan pada S.aureus NBRC 100910 masing masing sebesar 22 mm, 25 mm dan 35 mm. Minyak bunga cengkeh memiliki aktivitas antibakteri dengan tingkat sedang pada E. coli NBRC 330 (19 mm) dan kuat pada S.aureus NBRC 100910 (28 cm). Minyak kapulaga menunjukkan aktivitas antibakteri dengan tingkat sedang  terhadap dua bakeri tersebut dengan diameter zona hambat 14 mm untuk E. coli NBRC 330 dan 12 mm untuk S.aureus NBRC 100910. Minyak kulit jeruk purut hanya memiliki aktivitas antibakteri terhadap S.aureus NBRC 100910 dengan diameter zona hambat sebesar 22 mm. Minyak ketumbar, minyak sereh dapur, dan minyak kayu manis berpotensi besar untuk diaplikasikan dalam memperpanjang umur simpan makanan melalui teknologi kemasan aktif berdasarkan aktivitas antibakterinya.
OPTIMASI SUHU DAN WAKTU PROSES PADA EKSTRAKSI GELATIN DARI TULANG IKAN BANDENG (Chanos chanos) Eni Budiyati; Vicka Haningtyas
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 43 No. 1 April 2021
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v43i1.6146

Abstract

Gelatin merupakan senyawa yang terdiri atas 50,5% karbon, 17% nitrogen, 6,8% hidrogen, dan 25,2% oksigen. Senyawa ini merupakan campuran dari protein dan peptida yang dapat dihasilkan dari proses ekstraksi kolagen hewan. Pemanfaatan gelatin dalam berbagai industri, yaitu industri makanan dan minuman, industri fotografi, farmasi, kecantikan, dan industri kimia lainnya. Pemilihan tulang ikan bandeng sebagai bahan baku penelitian karena jumlahnya yang relatif banyak dan belum diimbangi oleh pengolahan terhadap limbah tulang ikan bandeng tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi gelatin dari tulang ikan bandeng (Chanos chanos). Di samping itu, studi ini juga mengevaluasi pengaruh suhu dan ekstraksi terhadap karakteristik gelatin yang dihasilkan. Tulang ikan bandeng diekstraksi dalam gelas beker dan diaduk dengan kecepatan pengadukan yang konstan, yaitu sekitar 520 rpm. Variasi suhu yang diinvestigasi adalah 50°C, 70°C, dan 90°C. Sedangkan variasi waktu ektraksi yang digunakan adalah 1,5 jam, 2 jam, 2,5 jam, dan 3 jam. Rendemen gelatin tertinggi diperoleh pada suhu 70°C dan waktu ekstraksi 2,5 jam, yaitu sekitar  2,43%. Sedangkan karakteristik hasil penelitian terbaik diperoleh pada suhu 70°C, dan waktu reaksi 2 jam dengan kadar air 8%, kadar abu 2%, viskositas 2,237 cP, dan pH 4,2. Hasil gelatin ini diaplikasikan pada pembuatan resep sirup. Gelatin tulang ikan bandeng dengan konsentrasi 7%/L dibutuhkan untuk memperoleh viskositas sirup yang sama dengan sirup komersial.
GREEN DEKORASI Au/ZnO NANOKOMPOSIT MELALUI MEDIA EKSTRAK DAUN GAHARU (Aquilaria malaccenensis L.) DAN PENENTUAN NILAI SUN PROTECTION FACTOR Aditya Ayuwulanda; Anjar Hermadi Saputro; Yogi Nopiandi Permana; Iwan Syahjoko Saputra
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 43 No. 2 Oktober 2021
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v43i2.7137

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mensintesis nanokomposit Au/ZnO melalui media green synthesis dengan memanfaatkan ekstrak daun gaharu (Aquilaria malaccenensis L). Ekstrak daun gaharu berfungsi sebagai bioreduktor alami dan capping agent dalam pembentukan nanokomposit Au/ZnO. Kehadiran koloid Au pada permukaan ZnO dapat merubah nilai celah pita, struktur kristal, ukuran partikel, dan nilai sun protection factor (SPF) ZnO. Au/ZnO nanokomposit memiliki nilai celah pita sebesar 3,0 eV dan hasil karakterisasi X-ray diffraction (XRD) menunjukkan puncak kristalinitas pada 2: 33,6o; 35,1o; 36,3o; 46,6o; 54,7o; 59,7o; 64,3o; dan 66,2o dengan rata-rata ukuran kristalit sebesar 37 nm. Gugus fungsi yang terkandung dalam ekstrak daun gaharu adalah O-H (3300 cm-1) berfungsi sebagai bioreduktor ion Au3+ menjadi Au0, C=C (1620 cm-1), dan C-N (1350 cm-1) berfungsi sebagai sumber basa dalam pembentukan Zn(OH)2 menjadi ZnO. Vibrasi Au-Zn-O terlihat pada bilangan gelombang 498 cm-1. Nilai SPF pada Au/ZnO nanokomposit sebesar 18,28. Dari data karakterisasi menunjukkan bahwa media ekstrak daun gaharu dapat digunakan sebagai bioreduktor alami, sumber basa, dan capping agent dalam dekorasi Au pada permukaan ZnO (Au/ZnO) nanokomposit.
SINTESIS MAGNETIT DARI LIMBAH TAMBANG BAUKSIT MENGGUNAKAN TEMPLAT CETYLTRIMETHYLAMMONIUMBROMIDE Syaila Nurhayati; Anis Shofiyani; Titin Anita Zaharah
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 43 No. 2 Oktober 2021
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v43i2.6516

Abstract

Red mud dari tailing bauksit memiliki komposisi unsur besi cukup tinggi, yang memungkinkannya dijadikan bahan dasar sintesis magnetit. Pada penelitian ini dilakukan sintesis magnetit dari red mud dengan metode kopresipitasi menggunakan reagen pengendap NH4OH. Untuk mengontrol distribusi ukuran partikel yang dihasilkan, digunakan templat cetyltrimethylammoniumbromide (CTAB) dengan konsentrasi 0, 1 dan 2 mM. Karakterisasi magnetit hasil sintesis dilakukan menggunakan metode spektrofotometri inframerah (FTIR), difraksi sinar-X (XRD), pemindaian dengan mikroskop elektron (SEM), dan analisis ukuran partikel (PSA). Hasil penelitian memperlihatkan keberhasilan sintesis magnetit, yang dikonfirmasi melalui spektrum FTIR dan XRD. Vibrasi gugus Fe-O oktahedral dan tetrahedral dari magnetit (Fe3O4) dikarakterisasi melalui bilangan gelombang sekitar 420 cm-1 dan 550 cm-1 pada spektrum FTIR, yang didukung oleh data XRD pada nilai 2q = 30,29 ; 36,15 dan 63,55, masing-masing untuk bidang kristal (220), (311) dan (440) dari kristal magnetit. Hasil PSA menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi CTAB menurunkan rata-rata ukuran partikel dan nilai indeks polidispersi (PI) partikel magnetit. Hal tersebut mengindikasikan terjadinya peningkatan homogenitas dispersi partikel dalam larutan. Namun, nilai PI yang dihasilkan masih relatif tinggi (>1,68) yang diperkirakan akibat terjadinya aglomerasi. Hal tersebut dikonfirmasi melalui hasil SEM yang memperlihatkan aglomerasi pada morfologi permukaan magnetit.
PENGARUH INTERKALASI MIKRO MONTMORILLONIT DENGAN MIKRO KITOSAN SEBAGAI ADSORBEN UNTUK MENINGKATKAN MUTU MINYAK NILAM Febri Susanti; Tisna Harmawan; Puji Wahyuningsih
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 43 No. 2 Oktober 2021
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v43i2.7184

Abstract

Telah dilakukan interkalasi Mikro MMT dengan Mikro kitosan sebagai adsorben untuk meningkatkan mutu minyak nilam. Tujuan dari penelitian ini adalah mengisolasi Mikro MMT dari bentoit dan menginterkalasinya pada mikro kitosan untuk membuat suatu adsorben serta melihat peningkatan mutu minyak nilam dengan penambahan adsorben Mikro MMT dengan Mikro kitosan. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan adanya peningkatan basal spacing dari 7,9497 Å menjadi 8,3537 Å setelah diinterkalasi dengan Nanokitosan ke dalam interlayer Mikro MMT, hal ini mendanakan bahwa Mikro kitosan telah berhasil terinterkalasi ke dalam interlayer Mikro MMT. Pengujian minyak nilam menggunakan GC-MS menunjukkan adsorben Mikro MMT terinterkalasi dengan Mikro kitosan mengalami penurunan persen area PA sebesar 6,98% dari 39,33% menjadi  32,35%. Perbdaningan pada minyak nilam murni dengan adsorben  Mikro MMT dan Mikro kitosan mengalami peningkatan sebesar 2,05%, dimana persen area PA pada minyak nilam murni adalah 30,30% sedangkan persen area PA pada interkalasi Mikro MMT dan Mikro kitosan yaitu sebesar 32,35%. Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa adsorben Mikro MMT dan Mikro kitosan dapat meningkatkan mutu minyak nilam.
KARAKTERISASI BIOPLASTIK DARI K-KARAGENAN EUCHEUMA COTTONII TERPLASTISASI BERPENGUAT NANOSELULOSA Syahnya Alifia Nurhabibah; Wida Banar Kusumaningrum
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 43 No. 2 Oktober 2021
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v43i2.6808

Abstract

Nanoselulosa dapat digunakan sebagai penguat bioplastik karena memiliki kelebihan yaitu dapat meningkatkan kekuatan, kekakuan, ketangguhan, dan perbaikkan sifat pembatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan nanoselulosa terhadap karakteristik bioplastik karagenan Eucheuma Cottonii terplastisasi dan memperbaiki sifat dari bioplastik yang belum bisa diaplikasikan. Penambahan nanoselulosa dilakukan pada konsentrasi 0,5%: 1%: 2,5%: 5%, 7,5% dan 10%, dengan mencampurnya pada K-Karagenan Eucheuma Cottonii 3% dan komposisi gliserol 35%. Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa pemberian perlakuan nanoselulosa pada berbagai konsentrasi tidak memiliki pengaruh terhadap karakteristik sifat bioplastik seperti ketebalan (Nanoselulosa 10% ; 0,155 mm), water solubility (Nanoselulosa 1% ; 61,285%),  dan water vapor transmission rate (WVTR) (Nanoselulosa 10% ; 36.397,729 g/m2/day). Namun, berpengaruh nyata terhadap karakteristik sifat bioplastik seperti kadar air (Nanoselulosa 0,5% ; 19,656%), kuat tarik (Nanoselulosa 2,5% ; 93,120 KgF/cm2 atau 9,132 Mpa), %-perpanjangan (Nanoselulosa 7,5% ; 64,625%), modulus young (Nanoselulosa 0,5% ; 37,222 Mpa atau 0,037222 Gpa), dan biodegradasi (Nanoselulosa 0,5% ; 8% selama 25 hari). Hasil karakteristik tersebut telah sesuai dengan standar yang ada, kecuali water solubility dan water vapor transmission rate (WVTR). 
PEMBUATAN BIOFOAM BERBAHAN DASAR AMPAS TEBU DAN WHEY Linda Hevira; Dinda Ariza; Azimatur Rahmi
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 43 No. 2 Oktober 2021
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v43i2.6718

Abstract

Biofoam merupakan kemasan alternatif pengganti styrofoam berbahan dasar pati dengan tambahan serat untuk memperkuat struktur fisis mekanis. Biofoam dirancang sebagai alternatif kemasan makanan yang dapat didegradasi  karena bahan baku pembuatannya bersumber dari bahan nabati yang mudah diuraikan oleh mikroba di dalam tanah, sehingga menjadikannya kemasan yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan mengetahui properti biofoam yang dihasilkan dari limbah pengolahan keju yaitu whey sebagai protein dan ampas tebu sebagai reinforce struktur. Tahapan dalam penelitian ini terdiri dari pembuatan Bioform menggunakan metoda baking process, kemudian dilanjutkan dengan karakterisasi bioform yang dihasilkan. Pembuatan biofoam terdiri dari 5 formula dimana berat whey untuk setiap formula divariasikan dan formula terbaik yang dihasilkan dilanjutkan dengan menambahkan variasi PVA (polivinil alcohol) untuk menghasilkan sifat elastis pada bioform. Biofoam yang dihasilkan memiliki permukaan sedikit kasar, warna beragam seperti putih kecoklatan, putih dan putih pucat serta aroma susu. Uji daya serap air dengan hasil 0,045%-0,11%, uji biodegrability dengan formula II + PVA 2% dan 3% yang terurai sempurna dalam waktu 3 minggu dan formula II yang hampir terurai sempurna, uji foto optik yang memperlihatkan permukaan rata dan ketebalan 0,2 - 0,3 mm.

Filter by Year

1976 2021


Filter By Issues
All Issue Vol. 43 No. 2 Oktober 2021 Vol. 43 No. 1 April 2021 Vol. 42 No. 2 Oktober 2020 Vol. 42 No. 1 April 2020 Vol. 41 No. 2 Oktober 2019 Vol. 41 No. 1 April 2019 Vol. 40 No. 2 Oktober 2018 Vol. 40 No. 1 April 2018 Vol. 39 No. 2 Oktober 2017 Vol. 39 No. 1 April 2017 Vol. 38 No. 2 Oktober 2016 Vol. 38 No. 1 April 2016 Vol. 37 No. 2 Oktober 2015 Vol. 37 No. 1 April 2015 Vol. 36 No. 2 Oktober 2014 Vol. 36 No. 1 April 2014 Vol. 35 No. 2 Oktober 2013 Vol. 35 No. 1 April 2013 Vol. 34 No. 2 Oktober 2012 Vol. 34 No. 1 April 2012 Vol. 33 No. 2 Oktober 2011 Vol. 33 No. 1 April 2011 Vol. 32 No. 2 Oktober 2010 Vol. 32 No. 1 April 2010 BULLETIN PENELITIAN VOL. 28 NO. 1 APRIL 2006 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 2 DESEMBER 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 1 APRIL 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 2 DESEMBER 2004 BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 1 APRIL 2004 Bulletin Penelitian Vol. 25 No. 3 Desember 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 25 NO. 2 AGUSTUS 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 25 NO. 1 APRIL 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 24 NO. 2 DESEMBER 2002 BULLETIN PENELITIAN VOL. 24 NO. 1 JUNI 2002 BULLETIN PENELITIAN VOL. 23 NO. 2 DESEMBER 2001 BULLETIN PENELITIAN VOL. 23 NO. 1 JUNI 2001 BULLETIN PENELITIAN VOL. 22 NO. 2 DESEMBER 2000 BULLETIN PENELITIAN VOL. 22 NO. 1 JUNI 2000 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 3 DESEMBER 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 2 AGUSTUS 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 1 APRIL 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 3 DESEMBER 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 2 AGUSTUS 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 1 APRIL 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 3 DESEMBER 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 2 AGUSTUS 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 1 APRIL 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 3 DESEMBER 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 2 AGUSTUS 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 1 APRIL 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVII NO. 4 DESEMBER 1995 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVII NO. 3 SEPTEMBER 1995 BULLETIN PENELITIAN VOL. XV NO. 46 Maret 1991 BULLETIN PENELITIAN NO.45 TRIWULAN III 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.44 TRIWULAN II 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.43 TRIWULAN I 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.38 TRIWULAN IV 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.36 TRIWULAN II 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.35 TRIWULAN I 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.34 TRIWULAN IV 1985/1986 BULLETIN PENELITIAN NO.33 TRIWULAN III 1985/1986 BULLETIN PENELITIAN NO.26 TRIWULAN IV 1983/1984 BULLETIN PENELITIAN TAHUN IV NO.15 & 16 JULI & OKTOBER 1979 BULLETIN PENELITIAN TAHUN IV NO.13 & 14 JANUARI & APRIL 1979 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.11 & 12 JULI & OKTOBER 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.10 APRIL 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.9 JANUARI 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.8 OKTOBER 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.7 JULI 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.5 JANUARI 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN I NO.4 OKTOBER 1976 BULLETIN PENELITIAN TAHUN I NO.3 JULI 1976 More Issue