Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan. JPMI terbit dua bulan sekali, yaitu Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, dan Desember. JPMI terdaftar di LIPI dengan P-ISSN : 2775-3034 dan E-ISSN : 2775-3026
Articles
550 Documents
Program One Day One Egg sebagai Upaya Penurunan Stunting di Kabupaten Pandeglang
Reyhan Muhammad Farras;
Yusnita Yusnita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 2 No 4 (2022): JPMI - Agustus 2022
Publisher : CV Infinite Corporation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52436/1.jpmi.645
Kabupaten Pandeglang memiliki prevalensi stunting yang tinggi mencapai 38,5% dengan jumlah balita stunting sekitar 8.303. Perhatian khusus diperlukan pada kasus stunting pada anak di bawah lima tahun karena berpotensi menghambat perkembangan fisik, mental dan kognitif anak. Penanganan stunting diprioritaskan terhadap Ibu hamil dan anak berusia 0 hingga 2 tahun dengan melakukan intervensi gizi yang spesifik dan sensitif. Intervensi gizi spesifik dapat diartikan sebagai tindakan yang dilakukan secara khusus dengan sasaran anak 1000 hari pertama kehidupan. Stunting dapat disebabkan karena terjadinya defisit protein, dimana protein sebagai sumber asam amino yang dibutuhkan tubuh dalam membentuk matriks tulang. Program intervensi gizi spesifik yang telah berjalan di Indonesia adalah dengan pemberian telur di posyandu. Telur merupakan produk pangan hewan yang kaya akan protein, murah dan mudah didapat. Kegiatan ini bertujuan menurunkan prealensi stunting di Kabupaten Pandeglang memberikan telur setiap hari selama 6 bulan kepada balita stunting di 10 desa lokus stunting di Kabupaten Pandeglang mulai September 2020 hingga Februari 2021. Hasil dari yang diperoleh program ini adalah terjadi penurunan persentase stunting balita sebesar 11,5%. Berdasarkan hasil evaluasi dari program ini, dapat disimpulkan bahwa telur dapat menjadi pilihan makanan tambahan yang tepat untuk balita stunting.
SPEAK UP! (Sadari Pertumbuhan Anak, Ibu Tahu, Anak Sehat)
Adhila Fayasari;
Putri Habibah;
Annisa Dinya Zahra;
Fela Safilah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 2 No 4 (2022): JPMI - Agustus 2022
Publisher : CV Infinite Corporation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52436/1.jpmi.647
Stunting, gizi kurang, dan gizi buruk merupakan masalah gizi pada balita yang belum selesai di Indonesia. Di wilayah Kecamatan Sukmajaya, proporsi balita underweight sebesar 3,43%, balita stunting sebesar 2,73%, dan balita wasting sebesar 1,58% pada tahun 2020. Berdasarkan observasi, penyebab masalah tersebut karena kurangnya pengetahuan ibu akan pentingnya pemantauan status gizi balita di posyandu dan para kader posyandu masih belum melakukan pengukuran antropometri sesuai standar WHO. Kegiatan PkM ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita akan pentingnya pemantauan penimbangan balita dan meningkatkan pengetahuan kader posyandu tentang cara pengukuran antropometri balita yang baik dan benar. PkM ini dilakukan pada ibu balita dan kader postandu dengan metode penyuluhan dan role play. Adapun hasil kegiatan yang dicapai dari kegiatan ini yaitu terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan pada ibu balita di wilayah Kecamatan Sukmajaya sebesar 66,8%. Refreshment pengetahuan dan skill kader posyandu meningkatkan pengetahuan dan motivasi kader.
Peningkatan Kompetensi Multikultural Konselor Melalui Pelatihan Berkelanjutan Menggunakan Strategi Blended Learning
Heru Mugiarso;
Zakki Nurul Amin;
Boby Ardhian Nusantara;
Abdul Kholiq;
Sugiyo Sugiyo;
Eem Munawaroh
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 2 No 4 (2022): JPMI - Agustus 2022
Publisher : CV Infinite Corporation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52436/1.jpmi.649
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi multicultural konselor dan melihat keefektifan pelatihan berkelanjutan metode blended learning untuk meningkatkan kompetensi konselor. Pelaksanaan penelitian dimulai dengan melakukan pretes dilanjutkan dengan pemberian eksperimen, dan diakhiri dengan postes. Populasi dalam penelitian ini adalah konselor di Kota Salatiga dengan jumlah sampel sebanyak 17 orang dan diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian yang diolah dengan menggunakan independent t-test dan uji statistic deskriptif. Profil kompetensi konselor di Kota Salatiga mendapatkan hasil deskriptif dengan kriteria tinggi (M =142.35; SD =9.48) sebelum diberikan pelatihan. Setelah diberikan pelatihan terjadi peningkatan sebesar 11%. Hasil dari t-test didapat signifikansi (<0.05) yang dimana pelatihan berkelanjutan metode blended learning terbukti efektif untuk meningkatkan kompetensi konselor.
Pengaktifan Ems (Emergency Medical System) Sederhana Dengan Metode Act F.A.S.T Terhadap Penanganan Kegawat Daruratan Pasien Stroke di Kelurahan Mamunyu
Edi Purnomo;
Andi Nasir;
Zulhaini Sartika A Pulungan;
Akbar Nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 2 No 4 (2022): JPMI - Agustus 2022
Publisher : CV Infinite Corporation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52436/1.jpmi.654
Penatalaksanaan stroke secara umum adalah menurunkan morbiditas dan menurunkan tingkat kematian serta menurunnya angka kecacatan. Waktu dari onset stroke sampai kunjungan ke rumah sakit merupakan kontributor terbesar terhadap keterlambatan sejak awal stroke akut untuk memulai pengobatan. Metode Act FAST membantu masyarakat mengenali tanda dan gejala serangan stroke dengan cepat dan membawa korban ke rumah sakit dengan segera. Tujuan pengabdian masyarakat Emergency Medical System (EMS) adalah agar setiap pasien dapat dilakukan stabilisasi, pengobatan dan transportasi yang tepat waktu ke Rumah Sakit yang menyediakan layanan perawatan medis yang dibutuhkan. Metode Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD) dan metode partisipatif yaitu pihak mitra ikut terlibat secara aktif dalam kegiatan yang dilaksanakan dengan tahapan dimulai dari persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Adapun hasil pada kegiatan pengabdian masyarakat ini yang paing banyak berpartisipasi adalah perempuan sebanyak 17 orang (56,7%) dengan kelompok usia yang paling banyak yaitu 30-40 tahun (46%). Setelah dilakukan sosialisasi terkait faktor risiko stroke terdapat peningkatan pengetahuan kepada mitra sasaran yaitu terdapat 10 orang (33,3%) yang memiliki pengetahuan baik dan 20 orang (66,7%) yang memiliki pengetahuan cukup. Selain itu pada kegitan ini melibatkan perangkat kelurahan, 10 kepala lingkungan kelurahan Mamunyu, kader, tokoh masyarakat, Babinsa, Binmas dan Bidan penanggung jawab Posbindu. Pada kegiatan ini juga telah ditemukan bahwa masyarakat belum pernah mendpatkan penyuluhan atau pelatihan serta edukasi terkait pemanfaatan EMS dengan metode ACT F.A.S.T terhadap penanganan kegawatdaruratan pasien stroke. Selain itu pada layanan PSC 119 Kabupaten mamuju belum tersosialisasi dengan baik sehingga masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui alur pelayanan PSC 119 kabupaten Mamuju. pada kegiatan tindak lanjut pengabdian Masyarakat ini diharapkan dapat terbentuk satuan tugas kedaruratan masing-masing lingkungan sebagai penghubung fasilitas pelayanan kesehatan guna meminimalisir risiko akibat stroke.
Pelatihan Pembuatan Pestisida Alami Bagi Petani Padi di Sindang Barang
Buhori Muslim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 2 No 6 (2022): JPMI - Desember 2022
Publisher : CV Infinite Corporation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52436/1.jpmi.657
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bagi pendidik di Perguruan Tinggi merupakan kewajiban tri dharma. Pada kesempatan ini telah dilakukan pelatihan pembuatan Pestisida Alami bagi Petani Padi di Desa Talagasari, Kec. Sindang Barang. kegiatan ini merupakan perwujudan kesadaran terhadap pelaksanaan tri dharma tersebut, pelatihan pembuatan Pestisida alami ini berdasarkan observasi yang dilakukan dianggap penting bagi para petani yang mengalami kebingungan karena saat ini beberapa hama bahkan sudah resisten dengan obat (racun) yang biasa dipakai, Pestisida Alami ini diharapkan menjadi alternative penangkal hama yang menyerang tanman padinya, tentu dengan harapan dengan penggunaannya mampu meningkatkan produksi beras. Pada penulisan laporan dan kegiatan pelatihan yang dilakukan menggunakan metode analisa masalah mempergunakan pre dan post tes sehingga dapat langsung diketahui pemahaman peserta pelatihan terhadap materi pelatihan sehingga mereka nantinya mampu mengaplikasikan sendiri, maka berdasarkan observasi saat pelatihan hasilnya sangat sigifikan dari 10 pertanyaan materi yang diberikan saat pre tes peserta tidak ada yang mampu memperoleh nilai 10, nilai paling tinggi 7 hanya ada 3% dari 15 peserta dan saat pos tes terdapat 4,5% yang memperoleh nilai 10, dan 6% yang memperoleh nilai 9. Sehingga pelatihan penting untuk meningkatkan pemahaman peserta pelatihan pembuatan Pestisida Alami.
Pelatihan Moodle sebagai persiapan pembelajaran Blended Learning di SMP IT Bina Amal Gunung Pati Semarang : Persiapan Pembelajaran Blended Learning Untuk Guru-Guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) IT Bina Amal Gunung Pati Semarang
Sri Handayani;
Edi Widodo;
Rastri Prathivi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 2 No 4 (2022): JPMI - Agustus 2022
Publisher : CV Infinite Corporation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52436/1.jpmi.673
Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri tersebut, maka sekolah mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dengan jumlah siswa hadir maksimal 50% dari total kapasitas kelas yang ditentukan, yaitu maksimal 20 orang dalam setiap kelas. Dengan kenyataan tersebut, maka sekolah harus menyiapkan sumber daya manusia untuk mampu melaksanakan pembelajaran bersama antara siswa yang hadir di sekolah dan yang mengikuti pelajaran dari rumah, agar tujuan dari pembelajaran tetap tercapai dengan konsep pembelajaran blended learning. Mitra yang akan bekerja sama dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah Sekolah Menegah Pertama Islam Terpadu Bina Amal (SMP-IT Bina Amal) Gunung Pati Semarang. Adanya rencana blended learning tersebut, tentu perlu dipersiapkan para guru, salah satunya adalah dengan mengikuti pelatihan persiapan pembelajaran blended learning. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah dengan menggunakan metode praktikum yaitu cara penyajian pembelajaran kepada peserta dengan melakukan penerapan langsung menggunakan komputer sehingga peserta akan mengalami dan membuktikan bagaimana menggunakan platform Moodle. Diharapkan dengan mengikuti kegiatan pelatihan persiapan pembelajaran blended learning ini, para guru mendapat gambaran dan kebijakan tentang apa saja yang harus diperhatikan dan disiapkan bila blended learning dilaksakan. Indikator keberhasilan dari kegiatan pelatihan ini diperoleh dengan cara mengolah hasil kuesioner yang diisi peserta sebelum mengikuti pelatihan (pre test) dan setelah mengikuti pelatihan (post test) dan diperoleh adanya peningkatan pemahaman dan ketrampilan peserta dalam menggunakan Moodle yaitu sebesar 91.7%
Sosialisasi PERDA Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat
St. Laksanto Utomo;
Liza Marina;
Setyo Utomo;
Yenny AS;
Salfius Seko;
Lenny Nadriana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 2 No 4 (2022): JPMI - Agustus 2022
Publisher : CV Infinite Corporation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52436/1.jpmi.677
Sosialisasi pentingnya pengakuan dan perlindungan Masyarakat Hukum Adat bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat adat tentang Peraturan Daerah Kabupaten Sanggau Nomor 1 Tahun 2017 tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat (MHA) agar dapat dipahami dan dapat menghindari konflik konflik atas ketidak tahuan masyarakat adat akan hak haknya yang telah dilindungi oleh pemerintah daerah setempat. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat pada masyarakat adat Dayak Tobak dengan metode sosialisasi dan diskusi. Pokok materi yang diberikan adalah tentang hak hak masyarakat adat dalam mengelola kearifan lokalnya terkait dengan Perda setempat. Hasil dari kegiatan ini adalah para peserta lebih memahami dan mengetahui hal hak mereka agar dijadikan pegangan dalam berbagai aktifitas yang menyangkut aturan aturan adatnya.
Pelatihan Desain Pemasaran Online dan Coaching bagi UMKM Kuliner di Temanggung
Parama Kartika Dewa;
Hadisantono Hadisantono
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 2 No 4 (2022): JPMI - Agustus 2022
Publisher : CV Infinite Corporation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52436/1.jpmi.681
Pandemi Covid-19 memberikan dampak pada penurunan penjualan semua sektor bisnis, termasuk pada sektor UMKM kuliner. Pada sisi yang lain, produk kuliner selalu diperlukan oleh masyarakat untuk menjaga kualitas hidup. Selain itu salah satu pengerak ekonomi yang terus berlangsung di pandemi adalah bisnis di bidang kuliner. Persoalan menurunnya jumlah penjualan harus segera dicarikan solusinya. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dilaksanakan untuk membantu memberikan solusi untuk meningkatkan penjualan pada masa pendemi dan setelah pandemi Covid-19 ini. UMKM kuliner yang menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian ini berlokasi di Temanggung. Permasalahan adalah terjadi penurunan penjualan yang signifikan. Metode yang digunakan untuk mendapatkan solusi adalah dengan melakukan diskusi dan observasi yang melibatkan mitra. Proses dilanjutkan dengan membuat sesi coaching untuk mendapatkan alternatif solusi yang terbaik dengan sumber daya yang dimiliki oleh mitra. Hasil yang diperoleh dari observasi dan sesi coaching dilanjutkan dengan melakukan analisis pesaing hingga diperoleh usulan yang dapat dilaksankan oleh mitra. Solusi mitra untuk menaikkan penjualan adalah perencanaan untuk melakukan renovasi berbasis pada tren yang ada dan perubahan rencana dalam melakukan desain pemasaran berbasis online.
Pelatihan Pembuatan Perkerasan Beton Porous di Gang Julak Gafur RT 04 Sungai Pinang Kota Samarinda
Rusnandi Noor;
Fitriyati Agustina;
Santi Yatnikasari;
Adde Currie Siregar;
Ulwiyah Waddah Mufassirin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 2 No 4 (2022): JPMI - Agustus 2022
Publisher : CV Infinite Corporation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52436/1.jpmi.687
Beton porus (porous concrete atau disebut juga pervious concrete) adalah material beton yang mempunyai kemampuan untuk mengalirkan air permukaan kedalam tanah dengan sangat cepat. Terbuat dari campuran air, semen dan kerikil dengan sedikit atau tidak memakai agregat halus sama sekali, beton porus mempunyai rongga yang saling berhubungan membentuk suatu saluran yang dapat mengalirkan air secara cepat. Pengabdian ini bertujuan sebagai solusi pembangunan perkerasan jalan beton yang berkelanjutan serta melatih masyarakat dalam membuat dan mengaplikasikan teknologi perkerasan beton porous di lingkungan masyarakat sekitar. Dengan menggunakan perkerasan beton porous solusi perkerasan beton berpori yang ramah lingkungan, dapat mencegah terbentuknya genangan air di permukaan serta membiarkan air terserap oleh tanah sehingga beban drainase berkurang dapat mengurangi kemungkinan terjadinya banjir pada badan Jalan di Gang Julak gafur Rt 04 Kel Sungai pinang Kota Samarinda. Pada pengabdian ini perkerasan porous beton didesain dengan tebal perkerasan 12 cm, tebal lapis bawah (base coarse) 7 cm, panjang jalan perkerasan 3 m dan rongga udara sebesar 30 persen yang diestimasikan dapat menampung air sebanyak 66 liter per meter persegi. Hasil yang dapat diperoleh masyarakat adalah menjadikan gang julak gafur sebagai percontohan aplikasi perkerasan beton porous di Kota Samarinda.
Sosialisasi Penerapan Pendidikan Seksual Pada Guru Taman Kanak-Kanak sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak Usia Dini di Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai
A. Octamaya Tenri;
Muhammad Syukur;
Darman Manda;
Supriadi Torro;
Abdul Rahman;
Nurlela Nurlela;
Najamuddin Najamuddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 2 No 4 (2022): JPMI - Agustus 2022
Publisher : CV Infinite Corporation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52436/1.jpmi.690
Tindak kekerasan seksual yang terjadi pada anak usia dini secara kuantitas semakin meningkat. Pendidikan seksual secara dini diharapkan mampu menjadi solusi untuk menguranginya. Guru taman kanak-kanak memiliki andil yang cukup besar untuk mensosialisasikannya. Akan tetapi kurangnya informasi dan pengetahuan mengakibatkan guru taman kanak-kanak sulit dalam mengintegrasikan pendidikan seksual di kelas. Pendidikan seksual dengan permainan dapat menjadi solusi dalam mengintegrasikan pendidikan seksual pada anak usia dini. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pendidikan seksual secara benar pada anak usia dini. Jumlah peserta sebanyak 16 orang yaitu guru taman kanak-kanak yang tersebar dalam 8 Sekolah Taman Kanak-kanak yang ada di Sinjai Timur Kabupaten Sinjai. Metode yang digunakan adalah metode sosialisasi/ pelatihan aktif melalui diskusi dan tanya jawab yang dilaksanakan dalam satu hari pelaksanaan yang diakhiri dengan melakkan postest. Hasil dari sosialisasi ini diharapkan meningkatnya pengetahuan dan kemampuan peserta dalam mengintegrasikan pendidikan seksual dalam proses pembelajaran dikelas. Yang di tunjukkan dengan perubahan angka rerata pretest dan post tes yaitu dari skor 60.08 menjadi 88,05.