cover
Contact Name
Yogiek Indra Kurniawan
Contact Email
yogiek@unsoed.ac.id
Phone
+6285640661444
Journal Mail Official
jpmijournals@gmail.com
Editorial Address
Jl Kober No 915 RT 08 RW 04 Kelurahan Kober, Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
ISSN : 27753034     EISSN : 27753026     DOI : https://doi.org/10.52436/1.jpmi.IDPaper
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan. JPMI terbit dua bulan sekali, yaitu Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, dan Desember. JPMI terdaftar di LIPI dengan P-ISSN : 2775-3034 dan E-ISSN : 2775-3026
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 580 Documents
Pengembangan Desa Wisata Berbasis Nilai-Nilai KeJogjaan dalam Pengelolaan Laboratorium Technical and Vocational Education and Training Setyorini, Eka Nur Wahyu; Putu Sudira; Eko Marpanaji; Priyanto; Septiono Eko Bawono; Yoga Sahria; Iswardani Galihrukmi; Wahyuni, Nur; Daffa Abiyyu; Zulfa Anwari; Nurastuti, Wiji
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JPMI - Februari 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.4273

Abstract

Pengembangan desa wisata merupakan salah satu strategi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal. Abstrak ini membahas pengembangan Desa Wisata Berbasis Nilai-Nilai KeJogjaan yang diintegrasikan dalam pengelolaan Laboratorium Technical and Vocational Education and Training (TVET) sebagai wahana pembelajaran terapan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan identitas budaya lokal. Nilai-nilai KeJogjaan, seperti unggah-ungguh, gotong royong, tepa selira, serta filosofi hamemayu hayuning bawana, dijadikan landasan dalam perancangan model pengelolaan desa wisata yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan. Laboratorium TVET berfungsi sebagai pusat pembelajaran berbasis praktik yang menghubungkan institusi pendidikan dengan masyarakat desa melalui transfer keterampilan, pendampingan usaha, serta pengembangan produk dan layanan wisata. Pendekatan ini memungkinkan mahasiswa, tenaga pendidik, dan masyarakat untuk berkolaborasi dalam mengelola potensi desa, mulai dari sektor pariwisata, ekonomi kreatif, hingga layanan pendukung wisata. Integrasi nilai budaya KeJogjaan dalam tata kelola laboratorium TVET tidak hanya memperkuat karakter dan etika kerja peserta didik, tetapi juga meningkatkan daya tarik desa wisata sebagai destinasi yang autentik dan berkarakter. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa model desa wisata berbasis nilai-nilai KeJogjaan yang dikelola melalui laboratorium TVET mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkuat kelembagaan desa, serta menciptakan peluang ekonomi baru yang berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan menjadi model replikasi bagi pengembangan desa wisata di wilayah lain dengan karakteristik budaya yang serupa.
Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Membangun Generasi Berkarakter: Sosialisasi pada Siswa SMA N 1 Abung Semuli Lampung Utara, Provinsi Lampung Triono, Agus; Ria Wierma Putri; Marlia Eka Putri; Yunita Maya Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JPMI - Februari 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.4282

Abstract

Pengabdian masyarakat di SMA Negeri 1 Abung Semuli ini bertujuan untuk menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi moral generasi muda di tengah tantangan globalisasi dan era digital. Siswa sebagai agen perubahan dihadapkan pada krisis identitas, dominasi budaya asing, serta penurunan kesadaran kebangsaan. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan komunikatif, partisipatif, dan reflektif, dengan metode penyampaian materi interaktif, diskusi, dan refleksi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan nyata. Materi mencakup sejarah dan makna Pancasila, tantangan nilai kebangsaan di era digital, serta penguatan karakter melalui tindakan sederhana yang kontekstual. Hasil jangka pendek menunjukkan peningkatan antusiasme dan pemahaman siswa terhadap Pancasila. Dalam jangka panjang, hasil pengabdian ini mendorong perilaku positif, rasa tanggung jawab sosial, dan identitas nasional yang kuat. Dukungan sekolah dalam mengintegrasikan nilai-nilai tersebut menjadi faktor penting dalam keberlanjutan program. Meskipun terdapat keterbatasan waktu dan belum optimalnya sistem tindak lanjut, kegiatan ini menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut melalui pelatihan guru, pembentukan duta Pancasila, dan penguatan budaya sekolah. Pengabdian ini menegaskan pentingnya internalisasi Pancasila sebagai langkah strategis menciptakan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berjiwa kebangsaan.
Pendampingan Penggunaan Aplikasi Mobile sebagai Etalase Digital Pada Titik Batik di Desa Surabayan Kabupaten Lamongan untuk Pelestarian Batik Lokal Puspaningrum, Eva Yulia; Mandyartha, Eka Prakarsa; Akbar, Fawwaz Ali
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JPMI - Februari 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.4283

Abstract

Batik Lamongan merupakan salah satu produk budaya lokal yang memiliki nilai seni dan filosofi tinggi, namun mitra UMKM Titik Batik di Desa Surabayan, Kabupaten Lamongan, masih menghadapi permasalahan keterbatasan media promosi serta rendahnya pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran produk. Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya jangkauan pasar dan kurang optimalnya upaya pelestarian batik lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian mitra melalui pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana promosi, pemasaran, dan pelestarian Batik Lamongan. Metode kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, pendampingan dan pelatihan penggunaan teknologi digital, serta pengembangan aplikasi mobile sebagai etalase digital Titik Batik. Fitur aplikasi mencakup katalog produk digital, sistem pemesanan, pembayaran, serta penyajian informasi sejarah dan filosofi motif Batik Lamongan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra Titik Batik mampu mengelola etalase digital secara mandiri, meningkatkan visibilitas produk, dan memperluas jangkauan pemasaran. Dampak kegiatan terlihat dari meningkatnya pemahaman mitra terhadap pemanfaatan teknologi digital, bertambahnya saluran penjualan, serta penguatan identitas budaya Batik Lamongan sebagai produk unggulan lokal. Aplikasi mobile yang dikembangkan tidak hanya berfungsi sebagai media pemasaran, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan dan pelestarian budaya batik melalui transformasi digital.
Edukasi Kesadaran Menabung Sejak Dini Melalui Kegiatan Menghias Celengan Berbasis Pendekatan Partisipatif dalam Program Kuliah Kerja Nyata untuk Membentuk Literasi Keuangan Anak di SDN 02 Mlilir Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah Puji Mulya, Berlian Dwi; Fatkhussalam; Nurul Badhik; Shinta Putri Kiswanto; Muhamad Taqwa; Mazaya Azmi Zahira; Taskiyatun Nufus; Siti Luthfin Nuuriyyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JPMI - Februari 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.4289

Abstract

Kebiasaan menabung sejak dini merupakan keterampilan penting dalam membentuk karakter hemat, disiplin, dan tanggung jawab anak, namun kenyataannya sebagian besar siswa sekolah dasar masih cenderung menggunakan uang saku untuk kebutuhan konsumtif. Minimnya edukasi sederhana tentang pengelolaan uang menyebabkan rendahnya kesadaran menabung pada anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negri Walisongo Semarang di SDN 02 Mlilir dengan tujuan menanamkan kebiasaan menabung secara menyenangkan dan kreatif. Solusi yang ditawarkan berupa sosialisasi pentingnya menabung serta praktik menghias celengan sebagai media pembelajaran interaktif. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan 18 siswa kelas IV secara aktif dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari sharing session, edukasi, hingga praktik menghias celengan dan dokumentasi dengan frame “Yuk Menabung”. Hasil pelaksanaan menunjukkan siswa berpartisipasi dengan antusias, mampu menuangkan kreativitas dalam menghias celengan, serta menunjukkan pemahaman lebih baik mengenai pentingnya menabung.
Peningkatan Kesadaran Keberlanjutan Guru Biologi melalui Pelatihan Pengelolaan Limbah dan Design Thinking Nuraeni, Eni; Astriningrum, Dita; Susanti, Dewi; Ayumaharani Widyaningsih, Anugrah; Siti Khoerunnisa, Rani; Husni Mardiyah, Fitri; Ramadhani; Tri Wardani, Rianti; Maharani, Anisa; Mumtaz, Hana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JPMI - Februari 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.4291

Abstract

Permasalahan limbah organik di Sukabumi memerlukan peran berbagai pihak, terutama bidang pendidikan. Guru yang memiliki kesadaran keberlanjutan yang kuat dapat merencanakan proyek pembelajaran tentang limbah yang integratif dan holistik. Membekali guru dengan kesadaran keberlanjutan menjadi salah satu upaya mengurai permasalah tersebut. Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat adalah meningkatkan kesadaran keberlanjutan guru terhadap permasalahan pengelolaan limbah organik. Strategi yang dipilih adalah memberikan pelatihan pengelolaan limbah dengan memperhatikan kondisi lingkungan, sosial, dan ekonomi, serta pelatihan tentang design thinking untuk memastikan bahwa inovasi, ide, dan solusi yang dibuat berorientasi pada nilai keberlanjutan. Kegiatan mencakup dua fase, yaitu: pelatihan pengelolaan limbah organik dan design thinking serta kegiatan pengembangan studi kasus permasalahan limbah di sekolah. Kegiatan ini berpengaruh signifikan terhadap 3 dimensi kesadaran keberlanjutan; pengetahuan, sikap, dan perilaku guru dalam mencapai tujuan pembagunan berkelanjutan. Tidak ada perbedaan kesadaran keberlanjutan berdasarkan jenis kelamin, usia, jenjang pendidikan, dan keikutsertaan PPG. Artinya, kesadaran keberlanjutan guru tidak dipengaruhi oleh faktor formal, melainkan hal lain seperti pengalaman personal, interaksi sosial, atau pelatihan. Program pengabdian masyarakat membawa dampak positif dalam peningkatan kesadaran keberlanjutan guru sehingga diharapkan mereka dapat mengembangkan projek yang relevan untuk siswa sebagai kontribusi bidang pendidikan dalam penyelesaian masalah limbah organik di Sukabumi.
Pelatihan dan Penerapan Internet of Things untuk Pengeringan Kopi di MTs Pakis, Dusun Pesawahan, Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah: Instalasi, Pendampingan, dan Evaluasi Dampak Saputro, Rujianto Eko; Darso, Darso; Hariyanti, Anies Indah; Putri, Qeisha Amaliya; Salsabila, Sabita; Damaito, Aditya Hanif Hadian; Qolbu, Aufiatu Risqiyah Nur Ainun; Mukti, Gilang Deli; Fauzan, Akhmad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JPMI - Februari 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.4333

Abstract

Kopi "Igir Alas" yang dikelola oleh MTs Pakis menghadapi tantangan utama berupa rendahnya efisiensi dan inkonsistensi kualitas biji kopi akibat proses pengeringan konvensional yang lama dan rentan terhadap fluktuasi cuaca. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dan mengimplementasikan sistem monitoring cerdas berbasis Internet of Things (IoT), didukung oleh perbaikan infrastruktur dry house dan standar K3. Pelatihan yang melibatkan 31 peserta (30 siswa dan 1 pengelola) menunjukkan keberhasilan yang signifikan: peningkatan skor pemahaman peserta dari 30,00 menjadi 82,00, menghasilkan Normalized Gain (<g>) sebesar 0,74 (efektivitas tinggi) dan Peningkatan Persentase 173%. Secara operasional, sistem IoT berhasil mempersingkat durasi pengeringan dari 7–8 hari menjadi 4–5 hari, meningkatkan kapasitas hingga 100%, dan menstabilkan kadar air. Keberlanjutan program didukung oleh penghematan jam kerja, kemandirian pemantauan sistem, dan rencana tindak lanjut kritis seperti pengembangan Bank Data Kadar Air dan instalasi flow meter untuk menjaga kualitas produk dan efisiensi operasional.
Penyusunan Novel Grafis Bilingual sebagai Media Edukasi Atsiri kepada Masyarakat Wulandari, Desi; Denistia, Karlina; Yuda, Jotika Purnama; Perwira, Yanuarria Kukuh; Sari, Intan Mustika; Priyanto, Agus Dwi; Prihandoko, Lastika Ary
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JPMI - Februari 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.4378

Abstract

Rumah Atsiri Indonesia (RAI) adalah destinasi wisata yang mengusung konsep integrated destination, berkomitmen memberikan pengalaman menyeluruh kepada pengunjung, khususnya dalam memberi edukasi tentang tanaman atsiri dan manfaatnya bagi masyarakat. Salah satu sasaran penting dari program edukasi tersebut adalah anak-anak. Dalam upaya meningkatkan pengetahuan anak mengenai tanaman atsiri, sekaligus meningkatkan minat baca mereka, Rumah Atisiri Indonesia bekerja sama dengan Grup Riset English for Creative Industries, dari D3 Bahasa Inggris, UNS, dengan cara menyusun novel grafis bilingual. Hal ini atas pertimbangan keprihatinan terhadap rendahnya tingkat minat baca masyarakat Indonesia menurut UNESCO, yaitu 0.001%. Menyusun novel grafis bilingual dipilih sebagai program kerja Pengabdian kepada Masyarakat dengan tujuan menarik minat anak-anak untuk membaca cerita anak yang diwarnai dengan ilustrasi menarik, sekaligus menjadi media untuk belajar Bahasa Inggris. Kegiatan ini dimulai dari mengkurasi teks narasi karya mahasiswa D3 Bahasa Inggris, sebagai upaya integrasi mata kuliah dengan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Teks narasi tersebut ditulis dengan tema pengenalan karakter tanaman atsiri dan ditulis dalam dwi Bahasa. Setelah terseleksi teks narasi, selanjutnya adalah membuat ilustrasi yang relevan. Langkah terakhir adalah penyuntingan naskah dan penyesuaian dengan ilustrasi, atau penyuntingan tata letak teks dan ilustrasi. Hasil akhir yang berupa buku cetak novel grafis ini kemudian akan dipajang di salah satu sudut RAI yang mudah diakses oleh pengunjung untuk membaca karya tersebut.
Pelatihan Penerapan Keterampilan Proses Sains pada Pembelajaran Biologi dengan Pendekatan Deep Learning Astriningrum, Dita; Hamdiyati, Yanti; Kusnadi; Kusumastuti, Mimin Nurjhani; Diana, Sariwulan; Susanti, Dewi; Widianingsih, Anugrah Ayumaharani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JPMI - Februari 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.4401

Abstract

Guru biologi SMA di Kota Cimahi memilki tingkat pengalaman mengajar yang berbeda. Mereka memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai untuk mengajar biologi, namun tidak semua dari mereka memiliki pengalaman mengikuti pelatihan formal dalam pembelajaran berbasis deep learning. Deep learning, sebagai paradigma pendidikan di Indonesia, dapat mengoptimalisasi tercapainya Capaian Pelajaran Biologi, salah satunya keterampilan proses sains (KPS). Oleh sebab itu, pelatihan ini mengupayakan pendampingan berkelanjutan bagi guru biologi SMA di KBB dalam mengikuti perkembangan kurikulum serta untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan KPS. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi-refleksi. Dalam tahap pelaksanaan dilakukan pelatihan melalui webinar, bimbingan teknis, dan praktik mengajar. Model analisis pedagogical, content, knowledge (PCK) digunakan untuk menganalisis keterampilan guru. Model tersebut memiliki 3 komponen, yaitu: pengetahuan tentang pemahaman siswa, menentukan strategi belajar, dan memilih teknik serta jenis asesmen. Hasil analisis modul ajar menunjukkan bahwa PCK guru biologi dalam merencanakan masih perlu ditingkatkan lagi terutama dalam perumusan tujuan pembelajaran dan pemilihan media yang sesuai untuk aktivitas KPS dan deep learning. Analisis praktik mengajar menunjukkan guru berupaya melakukan semua dimensi deep learning, namun kesulitan dalam memfasilitasi KPS. Berdasarkan hasil dari pelatihan, program serupa perlu dilakukan dan ditingkatkan frekuensinya agar upaya pendampingan guru dalam mengikuti perubahan kurikulum dapat berkelanjutan.
Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Membangun Generasi Berkarakter: Sosialisasi pada Siswa SMA N 1 Abung Semuli Lampung Utara, Provinsi Lampung Triono, Agus; Ria Wierma Putri; Marlia Eka Putri; Yunita Maya Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JPMI - Februari 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.4467

Abstract

Pengabdian masyarakat di SMA Negeri 1 Abung Semuli ini bertujuan untuk menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi moral generasi muda di tengah tantangan globalisasi dan era digital. Siswa sebagai agen perubahan dihadapkan pada krisis identitas, dominasi budaya asing, serta penurunan kesadaran kebangsaan. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan komunikatif, partisipatif, dan reflektif, dengan metode penyampaian materi interaktif, diskusi, dan refleksi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan nyata. Materi mencakup sejarah dan makna Pancasila, tantangan nilai kebangsaan di era digital, serta penguatan karakter melalui tindakan sederhana yang kontekstual. Hasil jangka pendek menunjukkan peningkatan antusiasme dan pemahaman siswa terhadap Pancasila. Dalam jangka panjang, hasil pengabdian ini mendorong perilaku positif, rasa tanggung jawab sosial, dan identitas nasional yang kuat. Dukungan sekolah dalam mengintegrasikan nilai-nilai tersebut menjadi faktor penting dalam keberlanjutan program. Meskipun terdapat keterbatasan waktu dan belum optimalnya sistem tindak lanjut, kegiatan ini menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut melalui pelatihan guru, pembentukan duta Pancasila, dan penguatan budaya sekolah. Pengabdian ini menegaskan pentingnya internalisasi Pancasila sebagai langkah strategis menciptakan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berjiwa kebangsaan.
Peran Pelatihan dan Pendampingan “Empower Kids’ Heroes” Bagi Pekerja Sosial Anak dalam Pemenuhan Hak-Hak Anak di Provinsi Bengkulu Afifah, Lia Jauharotul; Sari, Intan Permata; Saputra, Endang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JPMI - Februari 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.4471

Abstract

Empower Kids’ Heroes bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pekerja sosial anak dalam menangani dan mengimplementasikan solusi untuk membantu pemenuhan dan perlindungan hak-hak anak. Pada pelatihan ini, peserta mendapatkan 18 kali pertemuan dalam waktu 5 hari yang mencakup berbagai materi yang dibutuhkan oleh pekerja sosial anak, seperti: 1) Pengantar pekerja sosial anak, 2) Isu anak dalam perspektif pekerja sosial, 3) Ekologi dan Pengasuhan anak, 4) Standar pelayanan, penentuan respons, dan kelembagaan, 5) Studi kasus, 6) Membangun ekosistem dan ruang inklusi terhadap anak. Peserta juga mengikuti pre-test dan post-test untuk mengetahui dampak yang dihasilkan dari pelatihan ini. Metode yang digunakan tidak hanya berupa pelatihan kelas, namun juga berbentuk diskusi dalam studi kasus yang sering ditemui oleh para peserta di lapangan. Selain itu, pada akhir pelatihan, Insan Setara Foundation memberikan bantuan dana hibah untuk proyek sosial yang digagas langsung oleh para peserta terpilih pasca pelatihan untuk memenuhi hak-hak anak yang masih terabaikan terutama pada hak pendidikan. Hal ini merupakan bentuk komitmen dan keseriusan pelaksana dalam mendukung pemenuhan hak-hak anak di provinsi Bengkulu.