Saintara : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Maritim
Saintara adalah jurnal ilmiah dan penelitian ilmu - ilmu maritim yang diterbitkan mulai September 2016 secara print-out. Saintara terbit dua tahun sekali, pada bulan Maret dan September dengan ISSN 2528-6676 dan e-ISSN 2746-6353. Saintara diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Akademi Maritim Nusantara Cilacap. Saintara bertujuan untuk menghimpun artikel ilmiah dengan ruang lingkup keilmuan nautika, permesinan kapal, pengelolaan pelabuhan, ekonomi maritim, MIPA maritim, hukum maritim, pendidikan maritim, maritime english dan ilmu-ilmu ilmiah lain yang berkaitan dengan kemaritiman.
Articles
15 Documents
Search results for
, issue
"Vol 8 No 2 (2024): SAINTARA (September 2024)"
:
15 Documents
clear
Kepentingan Nasional Indonesia dalam Meratifikasi Perjanjian Biodiversity Beyond National Jurisdiction (BBNJ)
Joel P. N. Talaperu;
Triesanto R. Simanjuntak;
Novriest U. W. Nau
Saintara: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Maritim Vol 8 No 2 (2024): SAINTARA (September 2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Akademi Maritim Nusantara Cilacap
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52475/saintara.v8i2.299
The Biodiversity Beyond National Jurisdiction Agreement (BBNJ Agreement) is a new international legal instrument formed to increase the use and conservation of biodiversity outside national jurisdiction. The BBNJ Agreement was formed because there was a vacuum in the 1982 UNCLOS regulations related to activities and protection of biodiversity outside national jurisdiction (Areas Beyond National Jurisdiction/ABNJ), to debates between developed and developing countries regarding access and technological capacity used to utilize biodiversity outside the jurisdiction. nationally by all countries. Indonesia is one of the countries that is actively taking part in the BBNJ Agreement, from the formation process to ratification in 2023. This research was carried out through a literature study method, using the concept of national interests and rationality theory, and observing the absence of ABNJ regulations in UNCLOS 1982, regulation of biodiversity in Indonesia which then resulted in the argument that in this research stated that Indonesia is a rational actor, through which the BBNJ Agreement can strengthen Indonesia's position as a maritime country so that it can be part of the protection and utilization of biodiversity outside national jurisdiction (Indonesia's Global Maritime Axis). Moreover, this multilateral cooperation framework allows Indonesia to benefit from fair profit sharing, as well as the transfer of technological capacity for biodiversity exploration outside national jurisdiction.
Implementasi ISPS Code di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang
Kristin A. Indriyani;
Ely Sulistiyowati;
Prapti Utami;
Mitha R. Pratiwi;
Niken D. Rosita
Saintara: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Maritim Vol 8 No 2 (2024): SAINTARA (September 2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Akademi Maritim Nusantara Cilacap
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52475/saintara.v8i2.301
Implementasi International Ship and Port Facility Security (ISPS Code) di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang diterapkan sebagai kewajiban terhadap pemenuhan aturan dari International Maritime Organization (IMO). Latar belakang penerapan ISPS Code terkait dengan serangan terorisme pada 11 September 2001. ISPS Code di Indonesia mulai diterapkan sejak Juli 2004. Keberhasilan penerapan ISPS Code perlu dukungan dari pihak terkait. Data penelitian terkait implementasi ISPS Code di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang disimpulkan berbagai kendala diantaranya kualitas sumber daya manusia baik awak kapal dan petugas keamanan pelabuhan, Pada penelitian ini digunakan metode Threats, Opportunities, Weakness dan Strength (TOWS) Matrix. Berdasarkan hasil observasi partisipatif dan observasi tidak langsung serta wawancara semi terstruktur maka diperoleh informasi terkait penerapan ISPS Code dimana strategi Kekuatan-Peluang yang diterapkan oleh instansi di area Pelabuhan Tanjung Emas Semarang diantaranya dengan cara meningkatkan kualitas sarana prasarana sebagai pendukung penerapan ISPS Code; regulasi yang elas terkait penerapan drill; pemantauan Port Facility Security Plan (PFSP) yang bisa dilaksanakan secara online serta pemberian pelatihan terus menerus pada sumber daya manusia terkait. Strategi Kekuatan-Ancaman diantaranya dengan meningkatkan kesadaran terkait penerapan ISPS Code dengan dukungan finansial dan drill yang rutin. Pada penerapan strategi Kelemahan-Peluang diantaranya meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan drill, penerapan regulasi terkait barang bawaan, pengawasan audit internal dan konsistensi perbaikan sarana prasarana pada fasilitas pelabuhan. Strategi Kelemahan-Ancaman diantaranya melaksanakan drill sesuai dengan jadwal dan sinergi antar instansi dalam pengawasan terhadap barang bawaan.
Implikasi dan Dampak Berlabuhnya Pengungsi Rohingya di Daratan Indonesia terhadap Keamanan Maritim: Studi Kasus dan Analisis Potensial Ancaman
Dhimas R. Hartanto
Saintara: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Maritim Vol 8 No 2 (2024): SAINTARA (September 2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Akademi Maritim Nusantara Cilacap
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52475/saintara.v8i2.310
Penelitian ini mengkaji implikasi kedatangan pengungsi Rohingya terhadap keamanan maritim di Indonesia. Latar belakang penelitian ini adalah krisis kemanusiaan dan persekusi yang dialami oleh etnis Rohingya di Myanmar, yang memaksa mereka mencari perlindungan di negara-negara tetangga, termasuk Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan analisis data sekunder melalui pendekatan sosiologis dan yuridis. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk memahami hubungan antara pengungsi Rohingya dan implikasinya terhadap keamanan maritim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran pengungsi Rohingya tidak hanya membawa dampak kemanusiaan tetapi juga berpotensi menimbulkan ancaman terhadap stabilitas keamanan maritim Indonesia. Selain itu, interaksi antara pengungsi, otoritas lokal, dan lembaga internasional mempengaruhi dinamika keamanan di wilayah penerimaan. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan perlunya pendekatan komprehensif dan kolaborasi antara pemerintah, lembaga internasional, dan masyarakat untuk menangani isu pengungsi ini dengan baik, menjaga stabilitas keamanan maritim, dan memastikan perlindungan serta penanganan yang manusiawi bagi para pengungsi.
Penentuan Kesalahan Kompas Gyro dan Magnet dengan Menggunakan Azimuth Benda Angkasa di MV. Meratus Medan 3
Faisal Akbar;
Ari Sriantini;
Supangat Supangat
Saintara: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Maritim Vol 8 No 2 (2024): SAINTARA (September 2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Akademi Maritim Nusantara Cilacap
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52475/saintara.v8i2.313
Kompas merupakan alat navigasi yang sangat penting saat kapal sedang berlayar karena berguna untuk menunjukkan arah kapal untuk sampai di suatu tujuan. Kompas pada kapal tidak selalu menunjukkan arah yang akurat sehingga kapal berlayar tidak sesuai dengan haluan sejati yang telah dibuat. Supaya kapal berlayar sesuai dengan haluan sejati, diperlukan koreksi pada kompas gyro dan magnet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadi kesalahan pada kompas, cara menentukan koreksi pada kompas gyro dan magnet, serta alasan para mualim jarang melakukan pengambilan koreksi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil data observasi, wawancara dan dokumentasi penulis mendapatkan hasil penelitian bahwa kesalahan kompas disebabkan karena variasi dan deviasi. Kesalahan pada kompas gyro dan magnet dapat dikoreksi dengan menggunakan baringan matahari saat kapal sedang berlayar, pengambilan koreksi pada kompas memerlukan beberapa alat yaitu azimuth circle, gyro repeater, stopwatch, buku almanak nautika, dan kalkulator scientific. Alasan para mualim jarang melakukan pengambilan koreksi kompas dikarenakan mualim kurang paham dalam perhitungan koreksi kompas dan karena faktor dari cuaca yang tidak mendukung untuk pengambilan koreksi kompas. Oleh karena itu perwira kapal agar mempelajari cara perhitungan koreksi kompas gyro dan magnet dan lebih sering melakukan pengambilan koreksi agar tidak lupa cara perhitungannya
Pengaruh Fungsi Manajemen terhadap Kompetensi Peserta Didik Dimediasi Sistem Informasi Terintegrasi pada Diklat Kemaritiman
Arika Palapa;
Iksan Saifudin;
Aris Jamaan;
Vennda U. Kalmareuro
Saintara: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Maritim Vol 8 No 2 (2024): SAINTARA (September 2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Akademi Maritim Nusantara Cilacap
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52475/saintara.v8i2.321
Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana pengawasan dan komunikasi dengan sistem informasi terintegrasi mempengaruhi kompetensi peserta didik pada diklat kemaritiman. Metode penelitian yang digunakan adalah moderasi desktriptif yaitu variabel moderator mempengaruhi hubungan antara variabel independen dan variabel dependen, baik secara langsung maupun tidak langsung. Teknik Analisa yang digunakan adalah Analisis Model Struktural Equation (SEM) dengan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian diketahui Pengawasan (Controlling) terhadap peserta didik yang melaksanakan praktek laut berpengaruh terhadap peningkatan kompetensi (Competency) peserta didik, dibuktikan pada nilai t statistik yaitu 2.083 > 1.645 sedangkan hasil nilai p value 0.037 < 0.050. Komunikasi (Communication) memiliki pengaruh signifikan terhadap Kompetensi (Competency) peserta didik yang melakasanakan praktek laut dibuktikan dengan nilai t statistik yaitu 4.015 > 1.645 dan nilai p value 0.000. Pengawasan (Controlling) memiliki pengaruh signifikan pada Sistem Informasi, Dimana nilai t statistik 6.711 > 1.645 dan nilai p value 0.000. Sistem Informasi memiliki pengaruh signifikan terhadap kompetensi (Competency) dengan dibuktikan nilai t statistik 3.077 > 1.645 dan nilai p value 0.002. Sistem Informasi dapat memediasi hubungan antara Communication dan Controlling terhadap Competency dibuktikan dengan nilai t statistik 2.276 > 1.645, hal ini menunjukkan ada hubungan langsung dan tidak langsung antara variabel, yang berarti sistem informasi terintegrasi yang digunakan berfungsi sebagai kontrol parsial. Selain itu, variabel Controlling (Pengawasan) terhadap Competency (Kemampuan) yang dimediasi oleh Sistem Informasi tetap signifikan, dengan nilai t statistik 2.748 lebih besar dari 1.645, menunjukkan bahwa Sistem Informasi berperan sebagai pengendalian parsial dalam hubungan antara Pengendalian Kemampuan yang dicapai siswa selama praktek laut.
Pengaruh Sistem Navigasi di atas Kapal Terhadap Kompetensi Crew Kapal MV. Mochtar Prabu Mangkunegara
Dedeh Suryani;
Lusiani Lusiani
Saintara: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Maritim Vol 8 No 2 (2024): SAINTARA (September 2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Akademi Maritim Nusantara Cilacap
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52475/saintara.v8i2.325
Keselamatan dan keamanan merupakan prioritas utama dalam transportasi laut, dengan sistem navigasi menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi kompetensi awak kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sistem navigasi di atas kapal terhadap kompetensi awak kapal MV. Mochtar Prabu Mangkunegara. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan kajian literatur serta analisis data hasil kuesioner yang diolah menggunakan Koefisien Korelasi dan Regresi Linier Sederhana melalui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi yang sangat kuat dan positif (r = 0,772) antara sistem navigasi di atas kapal dengan kompetensi awak kapal, di mana setiap peningkatan satu satuan dalam sistem navigasi di atas kapal meningkatkan kompetensi awak sebesar 0,542 satuan. Koefisien determinasi (R²) sebesar 59,6% mengindikasikan bahwa sistem navigasi di atas kapal merupakan faktor dominan dalam mempengaruhi kompetensi awak kapal, meskipun masih ada 40,4% faktor lain yang turut mempengaruhi. Hasil ini menegaskan pentingnya peningkatan sistem navigasi dan program pelatihan yang lebih baik untuk meningkatkan kompetensi awak kapal, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan keselamatan dan efisiensi operasi pelayaran.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Budaya Organisasi Terhadap Employee Engagement pada PT. Pertamina Trans Kontinental
Hari Sucahyowati;
Bambang Sutedjo
Saintara: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Maritim Vol 8 No 2 (2024): SAINTARA (September 2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Akademi Maritim Nusantara Cilacap
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52475/saintara.v8i2.326
Employee engagement atau keterlibatan karyawan pada organisasi dapat di pengaruhi gaya pemimpin dalam mempimpin organisasi dan budaya atau nilai-nilai yang di yakini oleh organisasi. Penelitian ini akan mengeksplorasi bagaimana gaya kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi mempengaruhi keterlibatan karyawan. Fokusnya adalah pada nilai-nilai yang diyakini dan diterapkan dalam organisasi serta bagaimana faktor-faktor ini berkontribusi terhadap tingkat employee engagement pada PT. Pertamina Trans Kontinental. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dengan skala likert dan terkumpul data dari 62 responden di divisi crewing dan divisi fleedsuport. Analisis data statistik menggunakan regresi linier berganda dan menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi secara signifikan mempengaruhi employee engagement. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kombinasi yang efektif antara gaya kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi yang mendukung dapat menghasilkan lingkungan kerja yang memotivasi dan mendorong pengembangan karyawan, serta meningkatkan tingkat keterlibatan mereka dalam pekerjaan. Implikasi praktis dapat memberikan wawasan bagi organisasi untuk mengembangkan strategi yang efektif sehingga employee engagement dalam organisasi dapat meningkat.
Analisis Efisiensi dan Efektivitas Pembiayaan pada Akademi Maritim Nusantara Cilacap
Indriyani Indriyani;
Altril Rayendra;
Frilia E. Anggraeni
Saintara: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Maritim Vol 8 No 2 (2024): SAINTARA (September 2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Akademi Maritim Nusantara Cilacap
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52475/saintara.v8i2.328
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi dan efektivitas pembiayaan di AMN. Analisis dilakukan dengan menghitung rasio efisiensi dan rasio efektivitas. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan dan Rencana Pendapatan dan Belanja Akademi dari tahun 2021 hingga 2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penghitungan rasio efisiensi mengalami peningkatan, karena semakin kecil rasio efisiensi, maka semakin efisien. Sedangkan rata-rata rasio efektivitas adalah 103%, yang menunjukkan bahwa secara keseluruhan, AMN telah menunjukkan kinerja yang sangat efektif. Fluktuasi dalam perhitungan rasio efisiensi dan efektivitas menunjukkan bahwa kinerja keuangan AMN bervariasi selama periode penelitian. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat tantangan dalam mempertahankan tingkat efisiensi yang konsisten. Penelitian ini menekankan pentingnya pengawasan berkelanjutan dan strategi peningkatan untuk menjaga dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembiayaan Pendidikan di AMN.
Ergonomi Kemudi Kapal dengan Pendekatan Antropometri
Andi Hendrawan;
Aji K. Hendrawan;
Priyani Budiarti;
Altril Rayendra
Saintara: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Maritim Vol 8 No 2 (2024): SAINTARA (September 2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Akademi Maritim Nusantara Cilacap
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52475/saintara.v8i2.332
The steering system is one of the components that must be present on a ship, because the determination of the desired direction is controlled by this system. On the rudder there is a rudder blade and a rudder stock. The importance of the role of the ship's rudder in the sailing process so that it is necessary to analyze the working position of the ship's driver in order to minimize the risk of musculoskeletal disorders. The study was conducted by observing several prospective captains in the Nusantara Maritime Academy Cilacap simulator laboratory. The analysis was conducted using the Rapid Entire Body Assessment (REBA) and Anthropometry approaches. The results of the study showed that a worker's working position is an important thing to consider in order to create comfort in working and reduce the risk of injury such as musculoskeletal disorders. Analysis of ship steering operators in the Nusantara Maritime Academy Cilacap simulator room using REBA (Rapid Entire Body Assessment) produced a value of 4, so it can be concluded that the working position is at a moderate risk level and needs improvement. The proposed design for improving ship steering in the Nusantara Maritime Academy Cilacap simulator room uses anthropometric references carried out on 30 cadets. Measurements of body dimensions and percentiles applied as references for the proposed design of the ship's steering room are produced as follows: (1) the 50th percentile is used for the size of eye height (eye view height at the ship's window), elbow (throttle lever height and steering wheel handle height from the floor), hip height (steering wheel height from the floor), (2) the 5th percentile is used for the size of Dgmin (throttle lever diameter) and Dgmak (steering wheel diameter).
The Role of English Pop Songs in Listening Skills Learning among Maritime Students
Yoana G. P. Lengari
Saintara: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Maritim Vol 8 No 2 (2024): SAINTARA (September 2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Akademi Maritim Nusantara Cilacap
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52475/saintara.v8i2.334
Effective listening is important for seafarers, but often overlooked in English language teaching. Listening skills are often overshadowed by grammar and writing instruction. To address this problem, researchers and educators are exploring innovative approach in improving listening comprehension, including the use of pop songs as a potential tool to help the students. This study aims to investigate engineering students’ perceptions towards the use of English pop songs in listening exercises and assessing the effectiveness of this approach in improving their listening comprehensions, especially in Maritime English subject. This study employs a descriptive qualitative approach and using two instruments to gather the data. The first one is a questionnaire to gather data on students’ perceptions, attitudes, and experiences related to using English pop songs for listening improvement. Focus group discussion is conducted to dig deeper into students’ perspective and gather qualitative data. The respondents of the study are twenty students from the fourth-semester in Marine Engineering Program at Akademi Maritim Nusantara Cilacap. The questionnaire revealed positive perceptions toward the use of pop songs for vocabulary enrichment, pronunciation practice, and overall listening comprehension. However, the respondents also identified challenges related to different English accents that they hear in the songs. Moreover, focus group discussion emphasized the enjoyment and the motivation the respondents experience in their lessons compare to traditional listening materials. To conclude this study, the finding suggests a positive perception from the students that the use of English pop songs help them improve their listening skills.