cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 3 (2023)" : 20 Documents clear
Analysis of Mathematical Reasoning Ability in Trigonometry Materials Viewed from Students' Mathematical Resilience Ahmad Iswanto; Ayu Faradillah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.2855

Abstract

Penelitian ini menganalisis kemampuan penalaran matematis pada materi trigonometri terkait resiliensi siswa. Partisipan dalam penelitian ini adalah tiga siswa kelas X SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Teknik yang digunakan dalam memvalidasi data adalah teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator kemampuan penalaran yang paling tinggi adalah indikator melakukan perhitungan. Terlihat dari hasil jawaban bahwa subjek rata-rata mampu menghitung dengan benar sesuai dengan konsep yang digunakan, sedangkan indikator terendah adalah indikator membuat prediksi dan kesimpulan yang hanya sedikit yang mampu membuat model, mengilustrasikan , dan sederhanakan setiap soal yang diberikan. Hubungan antara kemampuan penalaran matematis dan resiliensi terlihat dari berbicara dan memastikan kesamaan antara jawaban tertulis dan lisan saat melakukan wawancara. Kemudian hasil yang ditemukan peneliti adalah respon dari jawaban S1 mampu dijawab secara lisan dengan tepat dan detail, sedangkan resiliensi untuk S2 dan S3 masih kurang saat menjelaskan hasil jawaban subjek karena sudah ada jawaban. itu tidak benar. Mereka tidak memahami jawaban mereka, mengakibatkan kurangnya rasa percaya diri dan keinginan untuk mencari ilmu dan wawasan. Oleh karena itu, penelitian ini berimplikasi bahwa guru dapat menyesuaikan dengan kemampuan penalaran matematis dan ketahanan siswa dalam menentukan metode pembelajaran.This study analyzes mathematical reasoning abilities in trigonometry material regarding student resilience. The participants in this study were three class X high school students. The method used in this study was descriptive-qualitative. The technique used in validating the data is the triangulation technique. The results showed that the highest indicator of reasoning ability was an indicator of performing calculations. It could be seen from the results of the answers that the subjects, on average, could calculate correctly according to the concepts used, while the lowest indicator was an indicator of making predictions and conclusions in which only a few were able to make models, illustrate, and simplify each of the problems given. The relationship between mathematical reasoning ability and resilience is seen from speaking and ensuring similarities between written and oral answers when conducting interviews. Then the results found by the researcher were that the responses from the S1 answers were able to be answered orally in a precise and detailed manner, while the resilience for S2 and S3 was still lacking when explaining the results of the subject's answers because there were answers that were not quite right. They did not understand their answers, resulting in a lack of self-confidence and will to seek knowledge and insights. Hence, this research implies that teachers can adjust to students' mathematical reasoning abilities and resilience in determining learning methods.
Buna Woven Fabric Based Teaching Materials: ADDIE Model Meryani Lakapu; Irmina Veronika Uskono; Maria Gracia Manoe Gawa; Agapitus Hendrikus Kaluge
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.2886

Abstract

Bahan ajar merupakan salah satu alat yang dapat membantu guru dan siswa mempelajari sesuatu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan bahan ajar berbasis budaya lokal yang berkualitas baik. Bahan ajar berbasis budaya lokal yang dikembangkan berfokus pada materi bangun datar untuk mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Kualitas bahan ajar ini diukur menggunakan beberapa instrumen, antara lain: (1) lembar validasi untuk mengumpulkan data kevalidan, (2) lembar observasi aktivitas dosen dan mahasiswa untuk mengumpulkan data kepraktisan, dan (3) soal pretest dan posttest digunakan untuk mengumpulkan data keefektifan hasil belajar mahasiswa. Simpulan dari penelitian ini adalah bahan ajar berbasis budaya lokal yang dihasilkan berkualitas baik karena memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Kelebihan dari bahan ajar ini adalah mudah dipahami karena memuat unsur budaya berupa kain tenun, memanfaatkan aplikasi geogebra dalam pengembangannya serta dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pelajar.Teaching materials are one of the tools that can help teachers and students learn something. This research aims to develop good quality local culture-based teaching materials. The local culture-based teaching materials developed a focus on flat building materials for Elementary School Teacher Education students. The quality of these teaching materials is measured using several instruments, including (1) validation sheets to collect validity data, (2) observation sheets of lecturer and student activities to collect practical data, and (3) pretest and posttest questions used to collect data on the effectiveness of student learning outcomes. This study concludes that the local culture-based teaching materials produced are of good quality because they meet the valid, practical, and effective criteria. The advantage of this teaching material is that it is easy to understand because it contains cultural elements in the form of woven fabrics, utilizes geogebra applications in its development, and is developed according to student needs.
Development of Mathematical Cognitive Test Instruments on Fraction Materials for Elementary School Students Based on Idea Exploration Ability Yeni Fitriya; Hendra Listya Kurniawan; Ardiyan Latif
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.2681

Abstract

Eksplorasi ide sebagai bagian dari disposisi matematis memiliki peran penting bagi siswa. Dengan kemampuan eksplorasi ide, siswa akan mampu memecahkan soal matematika secara mandiri dan kreatif untuk mendukung keberhasilan pembelajaran matematika. Namun berdasarkan studi pendahuluan diketahui kemampuan eksplorasi ide siswa dalam menyelesaikan soal cerita materi pecahan masih rendah. Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrument tes kognitif dengan membuktikan validitas dan reliabilitas konstruk instrumen tes eksplorasi ide materi pecahan di sekolah dasar. Metode penelitian ini adalah kuantitatif secara cross sectional dengan 307 siswa sebagai subjek penelitian. Analisis data menggunakan analisis faktor konfirmasi dengan software SPSS 26 dan Lisrel 8.80 untuk mengetahui nilai indeks daya beda dan nilai muatan faktor yang kemudian digunakan untuk menemukan nilai korelasi antar dimensi (AVE), validitas konstruk dan reliabilitas instrumen.  Hasil penelitian menunjukan terdapat 12 butir soal valid secara konstruk dan reliabel. Penelitian ini memberikan implikasi dan rekomendasi dalam penggunaan instrument tes berbasis eksplorasi ide di sekolah dasar.Exploration of ideas as part of a mathematical disposition has an important role for students. With the ability to explore ideas, students will be able to solve math problems independently and creatively to support the success of learning mathematics. However, based on a preliminary study, it shows that students' ability to explore ideas in solving word problems on fractions is still low. This study aims to develop by prove the construct validity and reliability of the exploratory test instrument for ideas on fractional material in elementary schools. The method in this study was quantitative with cross-sectional method with 307 students as research subjects. Data analysis was carried out by confirming factor analysis using SPSS 26 and Lisrel 8.80 software to determine the value of the differential index and factor loading values which can then be used to find the inter-dimensional correlation (AVE) values, construct validity and instrument reliability. Of the 35 items, there are 17 questions that have high discriminatory power to be analyzed using Lisrel 8.80. The results showed, there were 12 items that were stated to be constructively valid and reliable. This study provides implications and recommendations for the use of test instruments based on idea exploration in elementary schools.
Ethnomathematics in the Main Building of Pendapa Sabha Swagata Blambangan Susanto Susanto; Toto' Bara Setiawan; Hestining Daniaty
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.2709

Abstract

Substansi dari etnomatematika erat kaitannya dengan matematika dan budaya. Etnomatematika adalah penerapan konsep matematika berdasarkan budaya sebagai hasil dari kebiasaan masyarakat. Etnomatematika dibutuhkan karena keberadaannya dekat dengan lingkungan sekitar dan dapat memberikan pemahaman pada peserta didik bahwa matematika tidak hanya dijumpai di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali etnomatematika pada bangunan utama Pendapa Sabha Swagata Blambangan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian yaitu observer dan dua narasumber. Dua narasumber tersebut adalah sejarawan dan arkeolog Banyuwangi. Dokumentasi dilakukan oleh peneliti sendiri dengan menggunakan kamera perekam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bagian-bagian bangunan utama Pendapa Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi terdapat konsep-konsep matematika yang terdiri dari konsep sudut pada pintu dan jendela, segitiga dan trapesium pada ventilasi, limas segi empat pada atap, kongruen pada fasad dan langit-langit, refleksi dan rotasi pada motif lantai, serta konsep geometri lainnya.The substance of ethnomathematics is related to mathematics and culture. Ethnomathematics is the application of mathematics concepts based on culture due to people's habits. Ethnomatematics is needed because it is to surrounding environment and can provide students with understanding that mathematics is not only found in schools. This study aimed to explore ethnomathematics in the main building of Pendapa Sabha Swagata Blambangan. This research is qualitative research with an ethnographic approach. Data collection methods used are observation, interviews, and documentation. The research subjects were an observer and two informants. Observations were made at Penpada Sabha Swagata Blambangan by the researchers themselves. The two sources in the interview activities are historians and archaeologists from Banyuwangi. Documentation was carried out by the researcher himself using a camera recorder. The results of the study show that in the main building of Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi there are mathematical concepts such as angles in the doors and the windows, triangles and trapezoids in the ventilations, cuboids in the pillars, rectangular pyramids in the roofs, congruence in the facade and ceiling, reflections and rotations in the floor motifs, and other geometric concepts.
Development of E-Module Based on Blended Learning in Calculus Courses Febria Ningsih; Ria Deswita
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.2273

Abstract

Pengembangan e-modul mata kuliah kalkulus berbasis blended learning untuk mahasiswa Jurusan Tadris Matematika IAIN Kerinci menjadi fokus penelitian ini. Penelitian ini dilakukan karena terdapatnya hambatan didaktis khususnya untuk bahan ajar sebesar 64% yang menjadikan mahasiswa kesulitan untuk belajar. Pengembangan e-modul berbasis blended learning bertujuan menghasilkan e-modul yang dapat dikategorikan valid dan praktis agar dapat digunakan oleh mahasiswa. ADDIE merupakan desain dari penelitian dan pengembangan yang dilakukan. 30 orang menjadi subjek penelitian yang berasal dari mahasiswa jurusan tadris matematika IAIN Kerinci yang sudah dan sedang mengontrak mata kuliah kalkulus. Data diperoleh melalui teknik pemberian angket validitas dan angket praktikalitas lalu data dianalisis dengan cara deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan saran para ahli serta analisis kuantitatif untuk mengolah data hasil angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul berbasis blended learning pada mata kuliah kalkulus valid dan praktis.The focus of this research is the development of a blended learning-based calculus course e-module for students of the Mathematics Tadris Department at IAIN Kerinci. This research was carried out because there were didactic barriers, especially for teaching materials of 64%, which made it difficult for students to learn. The development of e-modules based on blended learning aims to produce e-modules that can be categorized as valid and practical so that students can use them. ADDIE is the design of the research and development carried out. 30 people who became the research subjects came from students majoring in mathematics at IAIN Kerinci who had and were currently contracting calculus courses. The data were obtained by administering validity and practicality questionnaires. Then, the data were analyzed using a qualitative descriptive method to describe the advice of experts and quantitative analysis to process the results of the questionnaire data. The results of this study obtained e-modules based on blended learning in valid and practical calculus courses.
Utilization of Collaborative Problem Solving of Mathematical Representation in Solving One Variable Linear Equation Problems Lisa Amelia; Indaryanti Indaryanti
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.2742

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan mendeskripsikan kemampuan representasi matematis siswa pada materi Persamaan Linier Satu Variabel (PLSV) setelah diterapkan model Collaborative Problem Solving (CPS). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan analisis data secara kuantitatif dan kualitatif sesuai dengan indikator representasi matematis. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 6 Indralaya Utara di kelas VII.1 dengan melibatkan sebanyak 16 siswa sebagai subjeknya. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan tes tertulis berupa soal uraian dan hasil wawancara dengan siswa. Teknik analisis data yang digunakan meliputi memeriksa tes uraian merujuk pada indikator representasi matematis yaitu visual, simbolik dan verbal. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis berdasarkan pedoman penskoran yang merujuk pada indikator representasi matematis. Hasil analisis data selanjutnya dikelompokkan menjadi tiga kategori yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan bahwa kemampuan representasi matematis siswa pada materi persamaan linier satu variabel setelah diterapkannya model CPS berada dikategori sedang dengan nilai rata-rata sebesar 59,687 dan skor rata-rata untuk indikator representasi visual yaitu sebesar 71,093, representasi simbolik 60,156, dan verbal 35,937.This study aims to look at and describe students' mathematical representation abilities in the One Variable Linear Equation (PLSV) material after applying the Collaborative Problem Solving (CPS) model. The research method used is descriptive with quantitative and qualitative data analysis according to the indicators of mathematical representation. This research was conducted at SMP Negeri 6 Indralaya Utara in class VII.1 involving 16 students as subjects. Data collection was carried out by giving written tests in the form of description questions and the results of interviews with students. The data analysis technique used includes examining the description test referring to indicators of mathematical representation, namely visual, symbolic and verbal. The data that has been collected is then analyzed based on scoring guidelines that refer to indicators of mathematical representation. The results of the data analysis are then grouped into three categories, namely high, medium, and low. Based on the results of data analysis, it was found that students' mathematical representation abilities in the material of one-variable linear equations after the implementation of the CPS model were in the moderate category with an average score of 59.687 and an average score for visual representation indicators that was 71.093, symbolic representation 60.156, and verbal 35.937.
Responses, Interest in Learning, and Ability to Understand Two Dimensional Figure Concepts for Junior High School Students: A Study of the Use of the Quizizz Application Mohammad Syaifuddin; Elfrida Rahmasari
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.2697

Abstract

Quizizz sebagai aplikasi evaluasi memiliki peranan penting untuk meningkatkan minat belajar dan pemahaman konsep matematika siswa. Di Indonesia, sudah terdapat beberapa guru menggunakan aplikasi tersebut, namun penggunaan secara luas masih belum optimal. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan respons, minat belajar, dan kemampuan pemahaman konsep bangun datar siswa SMP berbantuan aplikasi Quizizz. Penelitian ini berjenis deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah 30 siswa SMP. Data diperoleh dari angket dan tes. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dengan menghitung total skor respons, minat belajar, dan pemahaman konsep siswa yang dikonversi pada skala 100 dan dikategorilan sangat baik, baik, cukup, dan kurang baik. Hasil penelitian menunjukkan respons dan minat belajar siswa pada pembelajaran bangun datar menggunakan Quizizz berkategori baik. Rata-rata kemampuan pemahaman konsep bangun datar siswa sebesar 66 berkategori cukup baik. Dengan demikian, guru diharapkan menggunakan Quizizz dalam pembelajaran dan evaluasinya sehingga dapat meningkatkan minat siswa belajar dan berlatih kemampuan pemahaman konsep matematika.Quizizz as an evaluation application has an important role in increasing students' interest in learning and understanding mathematical concepts. In Indonesia, there are already several teachers using the application, but its use by teachers widely is still not optimal. The purpose of this study was to describe the response, interest in learning, and the ability to understand the concept of flat shapes for junior high school students with the help of the Quizizz application. This research is quantitative descriptive. The research subjects were 30 junior high school students. Data were obtained from questionnaires and tests. Data analysis used a quantitative descriptive technique by calculating the total response score, learning interest, and students' conceptual understanding converted on a scale of 100 and categorized as very good, good, enough, and not good. The results showed that the responses and students' learning interest in learning flat shapes using Quizizz were in good category. The average ability to understand the concept of a flat shape of 66 students is in a fairly good category. The teachers are expected to use Quizizz in their learning and evaluation so that it can increase students' interest in learning and practicing their ability to understand mathematical concepts.
An Analysis of Frieze Patterns, Crystallographic Patterns and Philosophical Values on Subahnale Woven Motifs Sukarare Village Lalu Muhammad Fauzi; Shahibul Ahyan; Sri Supiyati; Nila Hayati; Rody Satriawan
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.2895

Abstract

Budaya dengan keberagaman dan keunikan adat istiadat, kesenian dan kerajinannya, memberikan identitas bagi suatu daerah. Keunikan-keunikan budaya ini dapat dikaji untuk dijadikan sebagai bagian dari sumber belajar. Etnomatematika merupakan jembatan untuk mengeksplorasi matematika yang berkembang di masyarakat. Dengan demikian penelitian ini berupaya untuk menganalisis pola frieze, pola kristalografi dan nilai-nilai filosofis yang terdapat pada motif kain tenun subahnale Desa Sukarare. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah metode etnografi. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, studi pustaka, dan wawancara dengan praktisi budaya, tokoh adat, pengerajin kain tenun dan budayawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif (reragian) kain tenun subahnale terbentuk dengan perpaduan bentuk-bentuk geometri yakni garis, segi tiga, segi empat dan segi enam. Bentuk  geometri tersebut tersusun menggunakan model matematika yakni translasi, rotasi da refleksi. Adapun pola-pola yang terbentuk berupa 4 buah pola frieze yaitu pola 3, 4 ,6 dan 7. Selain itu terdapat juga pola Kristalografi yaitu pola p1, pm, dan p4m. Culture with its diversity and unique customs, arts and crafts, provides an identity for a region. This cultural uniqueness can be studied to be used as part of learning resources. Ethnomatematics is a bridge to explore mathematics that develops in society. Thus, this study seeks to analyze the frieze patterns, crystallographic patterns and philosophical values contained in the subahnale woven fabric motifs in Sukarare Village. The method used in this research is the ethnographic method. Research data were collected through observation, literature study, and interviews with cultural practitioners, traditional leaders, woven cloth craftsmen and humanists . The results showed that the motif (reragian) of the subahnale woven fabric was formed by a combination of geometric shapes namely lines, triangles, rectangles and hexagons. The geometric shapes are arranged using a mathematical model, namely translation, rotation and reflection. The patterns formed are 4 frieze patterns, namely patterns 3, 4, 6 and 7. In addition, there are also crystallographic patterns, namely patterns p1, pm, and p4m.
Letters in Algebra as the Transition from Arithmetic Thinking to Algebraic Thinking Reni Wahyuni; Tatang Herman; Siti Fatimah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.2369

Abstract

Huruf-huruf aljabar biasanya hanya dikenal sebagai variabel oleh siswa, padahal huruf-huruf aljabar ini memiliki ragam makna pada suatu permasalahan matematis. Pada penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki interpretasi siswa terhadap makna dari huruf-huruf aljabar dalam menyelesaikan masalah matematis dengan perspektif siswa dalam masa transisi berpikir aritmetik ke berpikir aljabar. Penelitian yang digunakan pada penelitian kualitatif dengan jenis penelitian pada penelitian fenomenologi. Partisipan penelitian ini merupakan 18 siswa SMP yang diambil dari tiga sekolah yang terdapat di Riau. Teknik pengumpul data pada penelitian ini adalah dokumen lembar kerja siswa, wawancara yang direkam secara audio dan video dan catatan lapangan penelitian. Berdasarkan temuan penelitian pada siswa kelas VII tersebut, ditemukan bahwa siswa menginterpretasikan huruf-huruf aljabar hanya sebagai pengganti dari bilangan tertentu. Siswa menjadikan huruf-huruf aljabar sebatas pengganti bilangan asli dibandingkan sebagai bilangan yang diperumum. Huruf-huruf aljabar yang dikaitkan dengan ekspresi aljabar dan operasi aljabar serta persamaan aljabar memberikan kesulitan bagi siswa dalam menyelesaikan masalah tersebut. Hal ini disebabkan siswa belum mampu melihat bahwa huruf-huruf aljabar tersebut merupakan serangkaian konsep dasar aljabar generalized numbers bahkan pada konsep variabel.Algebraic letters are usually only known as variables by students, even though these algebraic letters have a variety of meanings in a mathematical problem. This study aims to investigate students' interpretation of the meaning of algebraic letters in solving mathematical problems from the perspective of students in the transition period from arithmetic to algebraic thinking. The type of research used in qualitative research is phenomenological research. The participants of this study were 18 junior high school students taken from three schools in Riau. Data collection techniques in this study were student worksheet documents, audio- and video-recorded interviews, and research field notes. Based on the research findings on the seventh-grade students, it was found that students interpret algebraic letters only as a substitute for certain numbers. Students make algebraic letters as a substitute for natural numbers rather than as generalized numbers. Algebraic letters associated with algebraic expressions, algebraic operations, and algebraic equations deliver difficulties for students in solving these problems. This is because students have not been able to see that these algebraic letters are a series of basic concepts of generalized numbers in algebra, even on the concept of variables.
Development of Didactic Design for Learning Mathematics in Pesantren: Integration of Mathematics and Fiqh Learning Sendi Ramdhani; Didi Suryadi; Sufyani Prabawanto
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.2868

Abstract

Perlu dikembangkan model pembelajaran matematika di pesantren yang dikaitkan dengan permasalahan yang sesuai dengan situasi di pondok pesantren, misalnya terkait dengan fiqh. Penelitian ini menggunakan Design Didactical Research (DDR). Pengembangan desain didaktis ini dilakukan dengan menggunakan Theory of Didactical Situation (TDS). Pembelajaran matematika di pesantren dirancang sebagai berikut: pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan Hadits terkait materi pembelajaran matematika; materi dan tujuan pembelajaran yang terkait dengan ilmu keislaman; dan memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika nantinya menjadi kader ulama. Pengembangan desain didaktis didasarkan pada teori situasi didaktis, yaitu: Situasi Devolusi, santri diberikan tantangan untuk menyelesaikan masalah zakat dan waris; Situasi Matematis, santri yang belum mampu menyelesaikan tantangan utama dibimbing melalui soal, tabel, dan petunjuk. Demikian pula santri yang sudah memiliki tebakan pemecahan masalah terus melakukan langkah-langkah untuk menguji keabsahan asumsi tersebut dengan menjawab beberapa pertanyaan, memperhatikan tabel, dan melaksanakan instruksi; Situasi Kelembagaan, santri membuat kesimpulan dengan bimbingan guru tentang poin-poin penting.It is necessary to develop a mathematics learning model in pesantren that is associated with problems that are following the situation in the Islamic boarding school, for example, related to fiqh. This study used Design Didactical Research (DDR). The development of this didactic design was carried out using the Theory of Didactical Situation (TDS). The learning mathematics in pesantren is designed as follows: reading of the holy verses of Al-Qur'an and Hadith related to mathematics learning materials; the material and learning objectives associated with Islamic knowledge; and giving an overview of the benefits of studying the material to be studied in everyday life, especially when later becoming a cadre of the ulama. Didactic design development is based on the theory of didactic situation, namely: In the case of Devolution, santri are given the challenge of solving zakat and inheritance problems; in Mathematical Situations, santri who have not been able to complete the main difficulties are guided through questions, tables, and instructions. Likewise, santri, who already has problem-solving guesses, continues to test the validity of these assumptions by answering several questions, paying attention to tables, and carrying out instructions; 3) Situation of Institutionalization, santri makes conclusions with teacher guidance about essential points.

Page 2 of 2 | Total Record : 20


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol 12, No 1 (2023) Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol 10, No 1 (2021) Vol 9, No 3 (2020) Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 2 (2020) Vol 9, No 1 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol 5, No 2 (2016) Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol 3, No 2 (2014) Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 1 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol 2, No 3 (2013) Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue