cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2019)" : 15 Documents clear
Studi Etnomatematika tentang Bagas Godang sebagai Unsur Budaya Mandailing di Sumatera Utara Azhari Dewita; Abdul Mujib; Hasratuddin Siregar
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1918.417 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i1.202

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini untuk mengetahui konsep (ide-ide) matematika yang terdapat  pada rumah adat Mandailing  yaitu Bagas Godang. Mandailing adalah salah satu suku Batak yang terletak di Kabupaten Tapanuli Selatan Sumatera Utara. Salah satu unsur budaya Mandailing adalah rumah adat Bagas Godang Sumatera Utara yang seharusnya menjadi perhatian pemerintah daerah setempat. Bagas Godang merupakan unsur budaya Mandailing yang dapat di jadikan media pembelajaran matematika sekolah, sehingga pembelajaran matematika dapat dimulai dari memperkenalkan budaya lokal seperti rumah adat budaya Mandailing atau Bagas Godang. Tulisan ini mengeksplorasi konsep-konsep matematika pada struktur dan ornamen rumah adat Bagas Godang. Pembahasan yang bersifat deskriptif memberi gambaran tentang ornamen rumah adat Bagas Godang lebih terperinci. Hasil eksplorasi dan analisis ornamen-ornamen Bagas Godang ditemukan adanya konsep matematika berupa konsep grup, geometri dan trasformasi geometri dan komposisinya. Ethnomatematic Study of Bagas Godang as a Mandailing Culture Element in North SumateraAbstractThe purpose of this study was to find out the concepts (ideas) of mathematics in the traditional Mandailing house, Bagas Godang. Mandailing is one of the Batak tribes located in South Tapanuli Regency, North Sumatra. One element of Mandailing culture is the traditional house of Bagas Godang, North Sumatra, which should be the concern of the local government. Bagas Godang is an element of Mandailing culture that can be used as a medium for school mathematics learning, so that mathematics learning can be started from introducing local culture such as the traditional Mandailing or Bagas Godang cultural houses. This research explores mathematical concepts in the structure and ornaments of the traditional Bagas Godang house. Descriptive discussion gives an overview of the traditional Bagas Godang house ornaments in more detail. Exploration and analysis of Bagas Godang ornaments found mathematical concepts such as group concepts, geometric concepts, and geometric transformations and their compositions.
Eksperimentasi Model Pembelajaran Cooperative Script untuk Melatih Kecakapan Akademik Siswa Linda Herawati; Elis Nurhayati
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1709.346 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i1.419

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang tingkat kecakapan akademik siswa dengan menerapkan model Pembelajaran Cooperative Scrift dan melihat perbedaan tingkat kecakapan akademik siswa sebelum dan sesudah pembelajaran menggunakan model Cooperative Script. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif karena untuk mendeskripsikan peningkatan siswa dalam kecakapan akademik siswa melalui model pembelajaran Cooperative Script. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII.C SMP Negeri 12 Tasikmalaya yang berjumlah 34 orang. Pengumpulan data diambil melalui observasi dan tes. Berdasarkan hasil observasi data bahwa dalam kecakapan akademik siswa sebelum penerapan model pembelajaran Cooperative Script terdapat 15 siswa termasuk kategori kurang dan 19 siswa termasuk kategori sangan kurang, sedangkan setelah pembelajaran Cooperative Script terdapat 10 siswa termasuk kategori sangat tinggi, 21 siswa termasuk kategori tinggi dan 3 siswa termasuk kategori cukup. Dengan skor rata-rata kemampuan kecakapan akademik siswa setelah penerapan model pembelajaran Coopeartive Script adalah 86,73 dan termasuk dalam kategori sangat tinggi. Sehubungan dengan kesimpulan tersebut, maka hendaknya guru berani mencoba menerapkan metode mengajar bervariasi dalam pembalajaran dalam meningkatkan berbagai kemampuan akademik siswa. Experimentation of Cooperative Script Learning Models for Students Academic SkillsAbstractThis study aims to describe the level of students 'academic skills by applying the Cooperative Scrift Learning model and see the differences in the level of students' academic skills before and after learning using the Cooperative Scrift model. The research method used is descriptive quantitative method because to describe the increase in students in students' academic skills through Cooperative Script learning models. The sample in this study were students of class VIII.C SMP Negeri 12 Tasikmalaya which amounted to 34 people. Data collection is taken through observation and tests. Based on observations of data that in the academic skills of students before the application of the Cooperative Script learning model there were 15 students including the less category and 19 students including the poor category, while after Cooperative Script learning there were 10 students including very high categories, 21 students including the high category and 3 students including enough categories. With the average score of the ability of students' academic skills after the application of the Cooperative Script learning model is 86.73 and is included in the very high category. In connection with these conclusions, teachers should be brave enough to try to apply the varied teaching methods in learning to improve students' various academic abilities.
Profil Berpikir Kritis Matematis Mahasiswa dalam Menyelesaikan Soal Trigonometri Ditinjau dari Tingkat Kepercayaan Diri Bagus Dwi Wicaksono; Erlina Prihatnani
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1696.921 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i1.406

Abstract

AbstrakMemasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) diperlukan calon guru yang berkualitas agar mampu menyiapkan generasi yang dapat bersaing secara global. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki seorang calon guru adalah kemampuan berpikir kritis matematis. Sebuah penelitian menyimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis dipengaruhi oleh kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis mahasiswa Pendidikan Metematika FKIP UKSW ditinjau dari tingkat kepercayaan diri. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian merupakan mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP UKSW yang diambil berdasarkan 2 kategori yaitu mahasiswa dengan kepercayaan diri tinggi atau S1 dan mahasiswadengan kepercayaan diri rendah atau S2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis antara subjek S1 dan subjek S2 dimana subjek S1 memenuhi semua aspek FRISCO (fokus, reason, inference, situasion, clarity, dan overview) sedangkan subjek S2 hanya memenuhi aspek focus, reason, inferencedanclarity. Profil of Student’s Mathematical Critical Thinking in Solving Trigonometry Question Viewed from Self-ConfidenceAbstractEntering the era of the Asean Economic Community (MEA) requires qualified teacher candidates to be able to prepare generations that can compete globally. One of the abilities that a prospective teacher must possess is mathematical critical thinking skills. A study concluded that critical thinking skills are influenced by self-confidence. This study aims to describe the mathematical critical thinking skills of the SWCU FKIP Mathematics Education students in terms of their level of confidence. This type of research is qualitative descriptive. The research subjects were SWCU FKIP Mathematics Education students taken based on 2 categories, namely students with high self-confidence or S1 and students with low self-confidence or S2. The results of this study indicate that there are differences in mathematical critical thinking skills between S1 subjects and S2 subjects where S1 subjects fulfill all aspects of FRISCO (focus, reason, inference, situation, clarity, and overview) while S2 subjects only fulfill focus, reason, inference, and clarity aspects.
Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa melalui Pembelajaran Mood, Understanding, Recall, Detect, Elaborate, and Review Tina Sri Sumartini
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1725.216 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i1.366

Abstract

AbstrakKemampuan berpikir kreatif merupakan aspek kognitif yang penting dalam pembelajaran matematika. Peningkatan kemampuan tersebut perlu didukung oleh model pembelajaran yang tepat yang salah satunya adalah model pembelajaran Mood, Understanding, Recall, Detect, Elaborate, and Review (MURDER). Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pencapaian dan peningkatan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa yang mendapatkan pembelajaran MURDER dengan konvensional, serta mengetahui interpretasi peningkatan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa dari kedua kelas. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuasi eksperimen. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling dengan mengambil sampel sebanyak dua kelas di Institut Pendidikan Indonesia. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan uji gain ternormalisasi dan Mann Whitney. Adapun hasil penelitian yaitu Pencapaian dan peningkatan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa yang mendapatkan model pembelajaran MURDER lebih baik dibandingkan dengan konvensional dengan interpretasi peningkatan pada kategori sedang. Students’ Creative Thinking Skill through Mood, Understanding, Recall, Detect, Elaborate, and Review LearningAbstractThe ability to think creatively is an important cognitive aspect in learning mathematics. This increase in ability needs to be supported by the right learning model, one of which is a learning model of Mood, Understanding, Recall, Detect, Elaborate, and Review (MURDER). The purpose of this study is to analyze the achievement and improvement of creative thinking skills of students who get MURDER learning conventionally, as well as knowing the interpretation of improving the creative thinking skills of students from both classes. The research method used is quasi-experimental. The sampling technique was carried out by purposive sampling technique by taking a sample of two classes at the Institut Pendidikan Indonesia. Data analysis was carried out quantitatively using normalized gain test and Mann Whitney test. The results of the study are the achievement and improvement of the creative thinking ability of students who get the MURDER learning model better than the conventional one with the interpretation of the increase in the medium category.
Perbandingan Desain Pembelajaran ASSURE dan PPSI untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dan Kemandirian Belajar Sundayana, Rostina
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1512.677 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i1.420

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan kemandirian belajar matematika siswa kelas VII dengan menggunakan desain pembelajaran ASSURE. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen, dengan desain kelompok kontrol pretes-postes. Pada kelompok kontrol, digunakan desain pembelajaran yang sedang berjalan yaitu desain Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI).Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri di Kabupaten Garut yang mencakup sekolah level bawah, tengah, dan atas.Dari masing-masing level tersebut, diambil sampel sebanyak tiga kelompok yaitu kelompok eksperimen 1 (siswa yang mendapat desain pembelajaran ASSURE dengan model Problem Based Learning/A-PBL); kelompok eksperimen 2 (siswa yang mendapat desain pembelajaran ASSURE dengan model Discovery Learning/A-DL) dan kelompok kontrol (siswa yang mendapat desain PPSI dengan model pembelajaran PBL dan DL). Dengan menggunakan teknik analisis data ANOVA, Kruskal-Wallis, Uji Tukey HSD, dan uji Perbandingan Berganda diperoleh  kesimpulan dari hasil penelitian ini, secara umum bahwa: peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan kemandirian belajar matematika  siswa yang mendapat desain pembelajaran ASSURE lebih baik dari siswa yang mendapat PPSI. The Comparison of ASSURE and PPSI Model as Instructional Design to Increase Mathematics Skills in Problem Solving and Self-Directed LearningAbstractThis study is aimed at reviewing the increase of Junior High School Students’ Mathematics skills in problem solving and Self-directed learning by using ASSURE design (Analyze learner characteristics; State standards and objectives; Select methods, media and materials; Utilize media and materials; Require learner participation; and Evaluate and revise). This study used experimental method with pretest-posttest control group design. The population in this study was grade VII students of State Junior High Schools located in Garut Regency consisting of schools with lower level, middle level, and top level. From the schools which had been randomly selected, three classes were also randomly selected to take as sample. The first two classes used ASSURE model as instructional design by applying Problem Based Learning (A-PBL) and Discovery Learning (A-DL) respectively. Meanwhile, the third class used conventional instructional design by applying Problem Based Learning and Discovery Learning (K-PBL/DL). By using ANOVA data analysis techniques, Kruskal-Wallis, Tukey HSD Test, and Multiple Comparison tests are concluded in general, the conclusion drawn based on the results of this study is that the increase of students' Mathematics skills in problem solving and Self-directed learning who were taught by using ASSURE model showed better results than those who were taught by using conventional model.
Deskripsi Pemahaman Konsep Siswa dalam Menyelesaikan Soal PISA pada Konten Space and Shape Puspitasari Puspitasari; Novisita Ratu
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.692 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i1.431

Abstract

AbstrakPemahaman konsep merupakan salah satu komponen penting yang harus dimiliki siswa di sekolah. Pemahaman konsep tersebut dapat diaplikasikan dalam menyelesaikan soal, terlebih pada soal non-rutin yang dapat diambil dari soal PISA. Kenyataannya siswa Indonesia tergolong rendah dalam menyelesaikan soal PISA. Salah satu cara untuk mengetahui rendahnya siswa dalam menyelesaikan soal yakni dengan mengujikan pemahaman konsep yang dimilikinya. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep siswa dalam menyelesaikan soal PISA pada konten space and shape. Subjek penelitian adalah 3 siswa kelas X MIPA 5 SMA Negeri 1 Ambarawa Tahun Ajaran 2017/2018 dengan pertimbangan usia 15 Tahun dan berkemampuan tinggi (LHK), sedang (ATN) dan rendah (DSS). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik tes, wawancara dan dokumentasi. Hasil tes dan wawancara menunjukkan bahwa: (1) Ketiga subjek memenuhi semua indikator pemahaman konsep ketika menyelesaikan soal PISA pada konten space and shape yang menggunakan komponen proses employ, konteks scientific serta komponen proses formulate, konteks personal. (2) Ketika menyelesaikan soal PISA pada konten space and shape yang menggunakan komponen proses formulate dan konteks scientific subjek ATN dan DSS tidak memenuhi indikator pemahaman konsep yang mengaplikasikan konsep atau algoritma pada pemecahan masalah. Description of Students’ Concept Understanding in Solving PISA Question on Space and ShapeAbstractConceptual understanding is an important component for students in school. It can be applied in solving problems, especially for non-routine questions from the PISA problems. The truth, Indonesian students belong to lower level in solving PISA problems. One way to find out the low level of students’ problems solving is by testing their conceptual understanding. This qualitative research aims to describe students' conceptual understanding in solving PISA problems on space and shape content. Subjects in this research were three students of class X MIPA 5 SMA Negeri 1 Ambarawa on academic year 2017/2018 by consideration of 15 years old with high (LHK), middle (ATN) and low (DSS) mathematical capabilities. Data collection techniques in this research use test, interviews and documentation. Test results and interviews show that: (1) The three subjects can achieve all indicators of conceptual understanding when solving PISA problems on space and shape content with “employ” process and “scientific” context along with “formulate” process and “personal” context. (2) Subjects ATN and DSS can’t achieve the conceptual understanding indicators when solving the PISA problems on space and shape content that uses “formulate” process  and  “scientific” context which apply concept or algorithms of problem solving.
Pengaruh Penggunaan Lembar Aktivitas Siswa Berbasis Metode Penemuan Terbimbing terhadap Peningkatan Kemampuan Representasi Matematis Siswa Annajmi Annajmi; Lusi Eka Afri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1764.343 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i1.410

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh penggunaan Lembar Aktivitas Siswa (LAS) berbasis metode penemuan terbimbing terhadap kemampuan representasi matematis siswa SMP. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan Pretest Posttest Control Group Design. Penelitian ini dilakukan di SMPN 3 Rambah pada siswa kelas VII. Data yang dikumpulkan adalah data peningkatan kemampuan representasi matematis siswa. Instrumen yang digunakan adalah soal essay yang disusun berdasarkan indikator kemampuan representasi matematis. Hasil analisis data menggunakan uji Mann Whitney diperoleh nilai Zhitung yaitu 2,13 dan nilai Ztabel yaitu 1,96. Hal ini berarti Zhitung > Ztabel dengan demikian sesuai kriteria penguhian hipotesis, Ho ditolak. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan penggunaan LAS berbasis metode penemuan terbimbing terhadap peningkatan kemampuan representasi matematis siswa SMP. The Effect of Use of Student Activity Sheets Based on Guided Discovery Method on Increasing Students Mathematical Representation Ability AbstractThis study aims to determine whether or not the influence of the use of Student Activity Sheet (SAS) based on guided discovery methods on the mathematical representation ability of junior high school students. This research was a quasi-experimental study with Pretest Posttest Control Group Design. This research was conducted at SMPN 3 Rambah in class VII students. The data collected was data on improving students mathematical representation abilities. The instrument used was an essay test which was arranged based on indicators of mathematical representation ability. The results of data analysis using the Mann Whitney test obtained a calculated value of 2.13 and a Ztable value of 1.96. This means that Zhitung> Ztable is thus according to the criteria of hypothesis testing, Ho was rejected. Therefore, it can be concluded that there is a significant effect of the use of SAS based guided discovery method on improving the mathematical representation ability of junior high school students.
Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berbasis Masalah dengan Strategi Heuristic untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematis Mega Nur Prabawati; Tatang Herman; Turmudi Turmudi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1522.313 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i1.383

Abstract

AbstrakMemiliki kemampuan literasi matematis yang baik diharapkan dapat membantu siswa memecahkan masalah yang berkaitan dengan matematika. Fokus keterampilan literasi matematika pada siswa adalah kemampuan untuk menganalisis, membenarkan, dan mengkomunikasikan ide secara efektif, merumuskan, memecahkan dan menafsirkan masalah matematika dalam berbagai bentuk dan situasi. Tujuan dari penelitian ini adalah  mengembangkan lembar kerja siswa berbasis masalah yang valid dan praktis untuk meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa dalam materi sistem persamaan linear dua variabel. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan (Research and Development), yang terdiri dari tahap-tahap studi literatur, studi, observasi, wawancara, pengembangan lembar kerja siswa. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah hasil ujicoba dalam skala kecil dan skala besar menunjukan angka 70,66% dan 75,08%, ini berarti LKS berbasis masalah untuk meningkatkan keterampilan literasi matematika dapat digunakan dan didistribusikan sebagai bahan pembelajaran dalam pembelajaran matematika untuk SMP. Development Problem Based Student Worksheet with Heuristic Strategy to Improve Mathematics Literacy SkillAbstractHaving good mathematical literacy skills is expected to help students solve problems related to mathematics. The focus of mathematics literacy skills on students is the ability to analyze, justify, and communicate ideas effectively, formulate, solve and interpret mathematical problems in various forms and situations The purpose of this study was to determine the development process based problems student worksheet to improve mathematical literacy skill valid and practical problems in the system linear equations of two variables material. The type of research was the development of research (Research and Development), which consists of stages are literature, study, observation, interviews, development of student worksheets. After Revised, the student worksheets were evaluated by a field test in a small and large scale. The scale from both are 70,66% and 75,08 % respectively. It is concluded that problem based student worksheet to improve mathematical literacy skill can be used and distributed as a learning material in mathematics learning for junior high school.
Proses Berpikir Siswa Bergaya Kognitif Visualizer dalam Menyelesaikan Masalah TIMSS Non Geometri M. Rohman Galih Tri Mulyo; Anisa Fatwa Sari; Azhar Syarifuddin
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.715 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i1.435

Abstract

AbstrakSiswa bergaya kognitif visualizer cenderung mengolah informasi dalam bentuk visual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses berpikir siswa bergaya kognitif visualizer dalam menyelesaikan masalah TIMSS non geometri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu 3 siswa bergaya kognitif visualizer kelas VIII SMP swasta di Surabaya. Ketiga subjek mempunyai tingkat kemampuan matematika Tinggi, Sedang, dan Rendah. Instrumen penelitian dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan instrumen pendukung yaitu angket gaya kognitif visualizer dan verbalizer, soal tes TIMSS non geometri, dan pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu berupa tes gaya kognitif, tanya jawab dengan guru di kelas, tes soal TIMSS non geometri, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian siswa berkemampuan matematika tinggi pada tahap persiapan, inkubasi, dan iluminasi sangatlah baik, namun pada tahap verifikasi bisa dikatakan cukup dalam menyelesaikan soal TIMSS non geometri. Siswa yang berkemampuan matematika sedang dari empat tahap sudah cukup baik, namun masih belum mampu memahami soal yang abstrak seperti aljabar. Sedangkan siswa yang berkemampuan matematika rendah pada tahap persiapan dan tahap inkubasi cukup baik, namun pada tahap iluminasi dan tahap verifikasi masih kurang. Student’s of Cognitive Visualizer Thinking Process in Completing Non Geometry Timss ProblemsAbstractStudents with cognitive visualizer styles tend to process information in visual form. The purpose of this research was to determine the student’s thinking process. The purpose of this research is describe student’s of cognitive visualizer thinking process in completing non geometry TIMSS problems. The type of this research is desciptive qualitative research. The subjects in this research were three students of cognitive visualizer grade eight from private junior high school in Surabaya. The three subjects had high, medium, and low capability in mathematic. The research instrument in this study was the researchers themselves and assisted by some supporting instruments questionnaire cognitive visualizer and verbalizer, question of TIMSS non geometry, and interviews guidelines. The data collection technique used were a test of style cognitive, interview whit teacher,  TIMSS non geometry test, and interview. The data analisis technique used were data reduction, presentation of data, and conclusion. The result of the research was the high-skilled at the stage of preparation, incubation, and illumination well, but in the vierification stage it can be said to be sufficient in solving non geometry TIMSS problems. Students medium-skilled mathematic from four stages are good enough, but still not able to understand abstract questions such as algebra. While students with low-skilled mathematical at the preparation and incubation stages good enough, but at the ilumination and verification stages still not enough.
Etnomatematik dalam Bercocok Tanam Padi dan Kerajinan Anyaman Masyarakat Kampung Naga Vepi Apiati; Yeni Heryani; Siska Ryane Muslim
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1825.573 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i1.417

Abstract

AbstrakKampung naga merupakan kampung adat yang masih lestari, masyarakatnya memegang teguh tradisi nenek moyang mereka. Masyarakatnya menolak intervensi dari pihak luar jika hal itu mencampuri dan merusak kelestarian kampung tersebut. Disinilah peneliti mulai berpikir untuk mempelajari lebih dalam tentang kehidupan masyarakat Kampung Naga di Tasikmalaya. Mata pencaharian pokok masyarakat kampung naga adalah petani. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan etnografi, yaitu pendekatan empiris dan teoretis yang bertujuan mendapatkan deskripsi dan analisis mendalam tentang kebudayaan berdasarkan penelitian lapangan yang intensif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menetapkan informan, melakukan wawancara, membuat catatan etnografis, melakukan analisis. Teknik analisis data diantaranya reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Simpulan dalam penelitian ini Etnomatematik dalam bercocok tanam padi pada masyarakat kampung naga diantaranya penghitungan ganjil genap untuk menentukan benih padi yang akan ditanam. Biasanya di semester satu mereka menanam padi dengan jenis pare alit dan di semester kedua mereka menanam padi dengan jenis pare ageung. Etnomatematik dalam kerajinan anyaman masyarakat kampung naga adalah adanya penggunaan prinsif teselasi pada pola anyamannya. Etnomatematik Implementation in Rice Farming and Craft Woven at Kampung Naga SocietyAbstractKampung Naga is a traditional village that is still sustainable, the community adheres to the traditions of their ancestors. The community refused intervention from outside parties if it interfered with and damaged the preservation of the village. This is where we began to think to learn more about the lives of the people of Kampung Naga in Tasikmalaya. The main livelihood of the Naga village community is farmers. The research approach used in this study is an ethnographic approach, namely an empirical and theoretical approach which aims to get a description and in-depth analysis of culture based on intensive field research. The technique of data collection is done by assigning informants, conducting interviews, making ethnographic notes, conducting analysis. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and verification. The conclusions in this research are ethnomatematics in matching rice farms in the Naga village community including an even-numbered odd calculation to determine the rice seeds to be planted. Usually in the first semester they plant rice with alit pare species and in the second semester they grow rice with pare ageung species. Ethnomatematics in woven crafts of the Naga village community is the use of principal tesellation on the woven pattern.

Page 1 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol 12, No 1 (2023) Vol 11, No 3 (2022) Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol 10, No 1 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 3 (2020) Vol 9, No 2 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 1 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol 8, No 1 (2019) Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 1 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 1 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue