cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,006 Documents
PROFIL PENYELESAIAN SOAL TRIGONOMETRI DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA Vina Budiarti; Lestariningsih Lestariningsih
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1461.636 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i2.30

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah mendiskripsikan profil penyelesaian soal persamaan trigonometri siswa SMA kelas XI ditinjau dari kemampuan matematika. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Wonoayu. Subjek penelitian ini adalah 3 siswa kelas XI, yaitu: 1 siswa berkemampuan matematika tinggi, 1 siswa berkemampuan matematika sedang, dan 1 siswa berkemampuan matematika rendah. Instrumen pendukung yang digunakan dalam penelitian terdiri dari: 1. Tes kemampuan matematika untuk pemilihan subjek; 2. Tes menyelesaikan soal; 3. Wawancara yang diajukan pada masing-masing kategori siswa untuk mengetahui keabsahan dari jawaban yang telah dikerjakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: profil penyelesaian soal persamaan trigonometri siswa SMA kelas XI di SMA Negeri 1 Wonoayu ditinjau dari kemampuan matematikanya, siswa yang memiliki kemampuan matematika tinggi mampu menyelesaikan soal dengan memenuhi semua indikator secara keseluruhan, siswa yang memiliki kemampuan matematika sedang belum mampu menyelesaikan soal dengan memenuhi semua indikator secara keseluruhan (siswa berkemampuan matematika sedang mampu memenuhi 5 indikator saja), siswa yang memiliki kemampuan matematika rendah tidak mampu menyelesaikan soal dengan memenuhi semua indikator secara keseluruhan. AbstractThe purpose of this study was to describe the profile of problem solving in trigonometry equations of high school students of class XI based  mathematics ability. This type of  research is qualitative research. This research was conducted at SMA Negeri 1 Wonoayu. The subjects of this study are 3 students of class XI, namely: student with high mathematics ability, student with moderate mathematics ability, and student with low mathematics ability. The main instrument is the researchers and the supporting instruments used in the study consist of: 1. Mathematics ability test; 2. solving problem test; 3. Interview guideline. The results showed that profile of problem solving trigonometry equations of high school students of class XI in SMA Negeri 1 Wonoayu viewed from the mathematical ability, student who has high mathematics ability to solve the problem by fulfilling all the indicators as a whole, students who has moderate mathematics ability is not yet able to solve the problem by meeting all indicators overall (math-capable students are able to meet only 5 indicators), student who has low mathematics ability is not able to solve the problem by meeting all indicators overall.
Analisis Kesulitan Belajar Siswa dalam Pembelajaran Matematika yang Menggunakan Pendekatan PMRI Pius Eko Purnama Cahirati; Alberta Parinters Makur; Sebastianus Fedi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1519.706 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v9i2.576

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk membahas 1) kesulitan belajar matematika seperti apa yang dialami siswa dalam pembelajaran yang menerapkan PMRI; 2) alasan mengapa siswa mengalami kesulitan belajar matematika dalam Pembelajaran Matematika menggunakan PMRI? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis kesulitan yang dialami oleh siswa, disertai dengan faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan matematika. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan 23 siswa yang menunjukkan kesulitan dalam belajar matematika. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara, kuesioner, dokumentasi, dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah jenis kesulitan belajar yang dialami siswa, yaitu kesulitan dalam memahami konsep sistem persamaan dua variabel dan tiga variabel, kesulitan menghitung angka dalam sistem persamaan linear untuk dua variabel dan tiga variabel, dan kesulitan memecahkan masalah dalam masalah cerita dalam materi SPLDV dan SPLTV.  AbstractThis research is aimed to discuss 1) what kind of mathematics learning difficulties students experience in PMRI learning; 2) the reasons why students are having difficulty learning mathematics in Mathematics Learning using PMRI? This study aims to describe the types of difficulties experienced by students, accompanied by factors causing mathematical difficulties. This study is a descriptive qualitative study with 23 students who indicated difficulties in learning mathematics. The technique used to collect data is observation, interviews, questionnaires, documentation, and field notes. Data analysis is done by data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study are the types of learning difficulties experienced by students, namely difficulties in understanding the concepts of system of two-variable and three-variable linear equations, difficulties in calculating numbers in a system of linear equations for two variables and three variables, and the difficulty of solving problems in story problems in SPLDV and SPLTV material.           
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN DENGAN MASALAH OPEN ENDED UNTUK PESERTA DIDIK SMA KELAS X SEMESTER 2 Benti Yulius; Irwan Irwan; Yerizon Yerizon
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.113 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i2.316

Abstract

AbstrakKemampuan pemecahan masalah merupakan tujuan pokok dari pembelajaran matematika. Penyajian masalah matematika terbuka, merupakan alternatif untuk menumbuhkembangkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Agar proses pembelajaran berlangsung efektif, perlu didukung dengan perangkat pembelajaran yang relevan. Hal tersebut yang mendasari untuk melakukan penelitian pengembangan perangkat pembelajaran matematika berupa Rencana Pelaksanan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis model pembelajaran penemuan dengan masalah open ended, yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik dalam keterampilan, menyelidiki, dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan dunia nyata serta menyelesaikan masalah-masalah terbuka. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan menggunakan model Plomp yang terdiri dari tiga fase yaitu preliminary research, prototype, dan asessment phase. Pada fase preliminary research dilakukan analisis berupa analisis kebutuhan, analisis peserta didik, analisis kurikulum, serta analisis konsep. Dari hasil analisis yang telah dilakukan diperoleh informasi bahwa perlunya pengembangan perangkat pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Pada fase prototype dilakukan perancangan produk yaitu RPP dan LKPD berbasis model pembelajaran penemuan dengan masalah open ended untuk kelas X semester 2. Pada fase asessment phase dilakukan uji praktikalitas dan uji efektivitas. Penelitian pengembangan yang akan dilaksanakan ini, diharapkan dapat memperoleh perangkat pembelajaran matematika berbasis model pembelajaran penemuan dengan masalah open ended untuk kelas X SMA yang memiliki karakteristik valid, praktis dan efektif.Kata Kunci: pengembangan, perangkat pembelajaran, model pembelajaran penemuan, masalah open ended.AbstractProblem solving skills are the main objectives of mathematics learning. Presentation of open math problems, is an alternative to develop the problem solving ability of learners. In order for the learning process to be effective, it needs to be supported with relevant learning tools. This is the basis for conducting research on the development of mathematics learning tools in the form of Learning Implementation Plan (RPP) and Student Learning Sheet (LKPD) based on discovery learning model with open ended problem, which can provide learners experience in skills, investigate, and solve Problems related to the real world and solving open problems. The type of research is a development study using a Plomp model consisting of three phases: preliminary research, prototype, and asessment phase. In the preliminary research phase, analysis is done in the form of needs analysis, learner analysis, curriculum analysis, and concept analysis. From the results of the analysis has been obtained information that the need for the development of learning tools that can improve students' problem solving skills. In the prototype phase, the product design is RPP and LKPD based on discovery learning model with open ended problem for class X semester 2. In the phase phase phase, it is tested by practicality and effectiveness test. The development research that will be carried out is expected to be able to obtain the learning device of mathematics based on discovery learning model with open ended problem for class X high school that has valid, practical and effective characteristics.Keyword: Development, learning device, discovery learning model, open ended problem.
PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIK ANTAR SISWA YANG MENDAPATKAN PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DAN JIGSAW Dede Miftahul Mubarok; Nanang Nanang
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.785 KB)

Abstract

Abstract:The Purpose of research is to know the differences of ability problem-solving mathematics between students who get Problem Based learning (PBL) with Jigsaw and for know respons students the model of learning who give. The results this  research  indicate: Not differences of ability problem solving mathematics between students who get Problem Based learning (PBL) learning with the students who get jigsaw learnin. Response the students between experiment class 1 who get learning of model Problem Based learning (PBL) with the students who get learning of model jigsaw, Response the students show positive response although sometimes there students who show negative response.
Proses Berpikir Siswa dalam Memperbaiki Kesalahan Generalisasi Pola Linier Yayan Eryk Setiawan
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1678.258 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v9i3.751

Abstract

AbstrakMasih banyak kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam menggeneralisasi pola linier yang disebabkan fokus pada data numerik. Siswa-siswa yang mengalami kesalahan ini penting diberikan kesempatan kembali untuk memperbaiki kesalahan dalam menggeneralisasi pola linier. Untuk itu, tujuan penelitian ini adalah menganalisis proses berpikir siswa dalam memperbaiki kesalahan generalisasi pola linier. Sesuai dengan tujuan penelitian tersebut, maka penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus terhadap 2 siswa kelas VIII sekolah menengah pertama yang berhasil memperbaiki kesalahan generalisasi pola linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua jenis proses berpikir dalam memperbaiki kesalahan generalisasi pola linier, yaitu memperbaiki dengan menguji dan mencoba, serta memperbaiki dengan mengganti strategi generalisasi. Proses memperbaiki dengan menguji dan mencoba terdiri dari tiga tahap, yaitu: tahap mencari beda, tahap menguji, dan tahap mencoba. Proses memperbaiki dengan mengganti strategi generalisasi terdiri dari tiga tahap, yaitu: tahap mencari beda, tahap mengganti strategi generalisasi, dan tahap menemukan rumus suku ke-n. Cara yang paling efektif untuk memperbaiki kesalahan generalisasi pola linier adalah dengan cara mengganti strategi. Students Thinking Processes in Correcting Errors of Linear Pattern GeneralizationAbstractThere are still many mistakes made by students in generalizing linear patterns due to the focus on numerical data. It is important for students who experience this error to be given another opportunity to correct errors in generalizing linear patterns. For this reason, the purpose of this study is to analyze students' thought processes in correcting errors in the generalization of linear patterns. By the objectives of this study, this research is a descriptive qualitative study with a case study approach to 2 students of class VIII junior high school who succeeded in correcting errors in the generalization of linear patterns. The results showed that there are two types of thought processes in correcting errors in the generalization of linear patterns, namely repairing by testing and trying, and improving by replacing generalization strategies. The process of improving by testing and trying consists of three stages, namely: the stage of finding a difference, the testing stage, and the trying stage. The process of improving by replacing the generalization strategy consists of three stages, namely: the stage of finding a difference, the stage of changing the generalization strategy, and the stage of finding the formula for the nth term. The most effective way to correct linear pattern generalization errors is by changing strategies.
PERBANDINGAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA ANTARA YANG MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN INSIDE-OUTSIDE-CIRCLE DENGAN KONVENSIONAL Reni Nuraeni; Irena Puji Luritawaty
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.716 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i3.332

Abstract

AbstrakPemahaman merupakan aspek fundamental serta kemampuan dasar untuk mencapai kemampuan matematis lainnya yang lebih tinggi. Setiap pembelajaran harus menyertakan hal pokok dari pemahaman. Untuk meningkatkan kemampuan pemahaman matematis harus difasilitasi oleh pembelajaran yang diberikan oleh guru, salah satunya adalah pembelajaran Inside-Outside-Circle. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah perbandingan kemampuan pemahaman matematis siswa antara yang menggunakan pembelajaran Inside-Outside-Circle dengan konvensional. Adapun populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu siswa kelas IX di salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) swasta di kabupaten Garut. Sedangkan sampelnya yaitu siswa kelas IX B dan IX C di sekolah tersebut. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa soal uraian yang diujikan pada saat pretest dan posttest. Data hasil tes tersebut kemudian dikenakan beberapa uji statistik yaitu uji normalitas, uji homogenitas, dan terakhir uji-t. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemahaman matematis siswa yang menggunakan pembelajaran Inside-Outside-Circle lebih baik daripada konvensional. AbstractUnderstanding is a fundamental aspect as well as a basic ability to achieve other higher mathematical abilities. Every lesson should include the essentials of understanding. To improve the ability of mathematical understanding must be facilitated by the learning provided by the teacher, one of them is the Inside-Outside-Circle learning. This study aims to examine the comparison of students' mathematical comprehension skills between those using the conventional Inside-Outside-Circle learning. The population used in this study is the students of class IX in one of the private Madrasah Tsanawiyah (MTs) in Garut district. While the sample is the students of class IX B and IX C at the school. The instrument used in this study is a description of the tested test at the time of pretest and posttest. Data test results are then subjected to several statistical tests namely normality test, homogeneity test, and last t-test. Based on data analysis, it can be concluded that students' mathematical understanding ability using Inside-Outside-Circle learning is better than conventional.
PERBANDINGAN PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA YANG MEMPEROLEH PEMBELAJARAN MELALUI METODE PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI) DENGAN METODE KONVENSIONAL Tsani Farhatun Nadz; Cici Nurul Haq
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.72 KB)

Abstract

Abstract:Reasoning is activity or process of thinking to interest or make a new right expression. However, in fact, the activity  mathematics is still low. This research uses two models of learning, they are Problem Based Instruction (PBI) method and convensional method. The purpose of this research is to find out the comparison of the students' achievement of know activity mathematics between using PBI method learning and convensional method learning, to find out the students' activity who get PBI and Convensional method learning, this research uses a significant level 5%. Having the posttest can be concluded that the outcomes of know avtivity mathematics between students who get PBI method learning is better than the students who get Convensional method learning.  Abstrak:Penalaran merupakan suatu kegiatan, suatu proses atau suatu aktivitas berpikir untuk menarik kesimpulan atau membuat suatu pernyataan baru yang benar berdasarkan beberapa pernyataan yang kebenarannya telah dibuktikan atau diasumsikan sebelumnya. Akan tetapi pada kenyataannya penalaran matematis siswa masih rendah. Penelitian ini menggunakan 2 metode pembelajaran yaitu metode pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) dan Konvensional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan Kemampuan penalaran matematis antara siswa yang mendapatkan model pembelajaran PBI dan Konvensional, untuk mengetahui sikap siswa terhadap model pembelajaran PBI dan Konvensional, untuk mengetahui aktvitas siswa yang mendapatkan model pembelajaran PBI dan Konvensional dengan taraf signifikan 5%. Setelah melakukan tes akhir dan uji gain dapat diambil kesimpulan peningkatan kemampuan penalaran matematis antara siswa yang mendapatkan model pembelajaran PBI lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mendapatkan model pembelajaran Konvensional.
KONTRIBUSI RESILIENSI MATEMATIS TERHADAP KEMAMPUAN AKADEMIK MAHASISWA PADA MATA KULIAH STATISTIKA MATEMATIKA Luvy Sylviana Zanthy
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.071 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i1.344

Abstract

AbstrakPenelitian  ini bertujuan untuk mengetahui  hubungan  antara resiliensi matematis dengan kemampuan  akademik  mahasiswa pada mata kuliah Statistika Matematika. Penelitian ini didasari oleh capaian akademik pada mata kuliah Statistika Matematika yang tergolong rendah. Mahasiswa merasa kesulitan dan mudah menyerah dalam menyelesaikan soal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah  metode survey  dengan  teknik  korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa program  studi  pendidikan  matematika  IKIP Siliwangi,  sampel  penelitian  diambil  dengan  teknik purposive  sampling sebanyak  30 orang mahasiswa  yang mengambil mata kuliah Statistika Matematika. Instrumen dalam penelitian ini berupa soal tes uraian kemampuan akademik dan soal non tes berupa skala resiliensi matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  terdapat  hubungan  yang positif antara resiliensi matematis dengan kemampuan  akademik  mahasiswa,  dengan kontribusi resiliensi matematis sebesar 48,5 %  terhadap kemampuan akademik mahasiswa. AbstractThe aims of this study was to determined the relationship between mathematical resilience with academic ability of students' in Mathematics Statistics. This research is based on low academic achievement of students in Mathematics Statistics course. Students find difficulty and easily give up in solving the problem. The method used in this research is survey method with correlation technique. Population in this research is all student in study program of mathematics in IKIP Siliwangi, research sample is taken by purposive sampling technique as many as 30 students who take on Mathematics Statistics course. The Instruments in this study are test description of academic ability questions and non test questions in the form of mathematical resilience scale. The results showed that there was a positive correlation between mathematical resilience and student's academic ability, with mathematical resilience contribution of 48,5% to student's academic ability.
PERBANDINGAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA DALAM MATEMATIKA ANTARA YANG MENDAPAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR) DENGAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL Lesta Lestari; Deddy Sofyan
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.219 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan atas dasar pentingnya kemampuan pemecahan masalah yang menjadi fokus utama dalam pembelajaran matematika sekolah saat ini yang menghendaki dimulainya pembelajaran dengan pengenalan masalah yang sesuai dengan situasi (Contextual Problem). Salah satu pendekatan yang memulai pembelajarannya dengan masalah kontekstual agar siswa aktif untuk menemukan dan merekonstruksi kembali konsep-konsep matematika adalah Pembelajaran Matematika Realistik (PMR). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah siswa dalam matematika yang mendapat PMR lebih baik daripada dengan pembelajaran konvensional.
Kemampuan Pemodelan Matematis dalam Menyelesaikan Soal Matematika Kontekstual Hikmatul Khusna; Syafika Ulfah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.894 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i1.857

Abstract

AbstrakKemampuan guru menghadirkan soal-soal yang memiliki konteks kehidupan sehari-hari sangat dibutuhkan dalam kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kemampuan pemodelan matematis siswa dalam menyelesaikan soal matematika kontekstual. Penelitan ini dirasa penting untuk dikaji karena tuntutan pembelajaran yang mengharuskan siswa tidak hanya pandai berhitung tetapi dapat mengaplikasikan matematika dalam kehidupan, sehingga kemampuan pemodelan matematika sebagai jembatan antara masalah matematika dan masalah nyata dirasa penting untuk dimiliki oleh siswa. Subjek penelitian diberikan instrumen berupa soal matematika kontekstual, kemudian peneliti menganalisis hasil kerja subjek serta melakukan wawancara subjek terkait hasil pengerjaan instrumen tersebut. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa kemampuan pemodelan matematis siswa beragam, tidak bergantung pada kemampuan matematika siswa tinggi, sedang, rendah; masih ada siswa yang tidak membuat pemodelan matematis karena tidak memahami soal yang diberikan; pemodelan gambar yang dibuat oleh siswa beragam namun sebagian besar masih kurang tepat dalam membuat pemodelan gambar sesuai dengan permasalahan yang diberikan; kemampuan siswa dalam membuat pemodelan matematis sebagian besar masih kurang. Mathematical Modeling Ability in Solving Contextual Mathematical ProblemsAbstractThe teacher's ability to present questions that have the context of everyday life is needed in the classroom. This study aims to describe and analyze students' mathematical modeling abilities in solving contextual math problems. This research is considered important to study because the demands of learning require students not only to be good at arithmetic but also to be able to apply mathematics in life, the ability of mathematical modeling as a bridge between mathematical problems and real problems is considered important for students to have. The research subject was given an instrument in the form of a contextual math problem, then the researcher analyzed the subject's work and conducted subject interviews related to the results of working on the instrument. The results are mathematical modeling abilities of students varied, it did not depend on high, medium, low students' mathematical abilities; There are still students who do not make mathematical modeling because they don't understand the questions given; the forms of image modeling made by students are still diverse but most of them are still inaccurate in making image modeling according to the problems give and making mathematical modeling is still lacking.

Page 13 of 101 | Total Record : 1006


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): January Vol. 14 No. 4 (2025): October Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol 12, No 1 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol 10, No 1 (2021) Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 3 (2020) Vol 9, No 2 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 1 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol 8, No 1 (2019) Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol 3, No 2 (2014) Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 1 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 1 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue