cover
Contact Name
Rizky Ardian Hartanto Sawal
Contact Email
rizkyardianhartanto@gmail.com
Phone
+6282242543071
Journal Mail Official
lppm.stiferasemarang@gmail.com
Editorial Address
LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Semarang Jl. Medoho III No. 2, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Farmasi dan Sains Indonesia (JFSI)
ISSN : 26219360     EISSN : 26863529     DOI : https://doi.org/10.52216
Core Subject : Health, Science,
Focus and Scope Jurnal Farmasi & Sains Indonesia is an open-access journal that published twice a year by Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera. This journal is a media of research publication on all aspects of pharmaceutical & science that is innovative, creative, original and based on scientific. Articles published in this journal about drug discovery, drug delivery systems and drug development with specific field include: 1. Medicinal chemistry 2. Pharmacology 3. Pharmacokinetics 4. Pharmacodynamics 5. Pharmaceutical analysis 6. Drug delivery systems 7. Pharmaceutical technology 8. Pharmaceutical biotechnology 9. Herbal medicines and active components 10. Clinical evaluation of the medicine
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2018)" : 13 Documents clear
ANALISIS PELAKSANAAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) RUMAH SAKIT BIDANG FARMASI DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MUARA TEWEH TAHUN 2016 Handi Mukti Fahrizal; Gunawan Pamudji Widodo; Tri Murti Andayani
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit perlu memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) rumah sakit, termasuk RSUD Muara Teweh. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana pelaksanaan SPM RS terutama di Instalasi Farmasi RSUD Muara Teweh yang meliputi 4 indikator, yaitu waktu tunggu pelayanan resep, kepuasan pasien, tidak adanya kesalahan pemberian obat dan penulisan resep sesuai dengan formularium dan untuk mengetahui faktor apa saja yang menghambat pelaksanaan SPM di RSUD muara Teweh. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non eksperimental dengan pendekatan secara kualitatif dan kuantitatif. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara pada pihak yang terkait dengan empat indikator dan kuesioner tingkat kepuasan pelanggan kepada pasien. Penelitian ini dilakukan di RSUD Muara Teweh pada bulan Desember 2016 dengan sampel sebesar 110 untuk waktu tunggu pelayanan resep jadi dan waktu tunggu pelayanan resep racikan, untuk kepuasan pasien diambil 110 pasien yang sudah pernah lebih dari satu kali berkunjung ke instalasi farmasi, untuk cek tidak adanya kesalahan pemberian obat dan kesesuaian penulisan resep diambil seluruh pelayanan resep pada bulan Desember. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata waktu tunggu pelayanan obat yaitu 25,1 menit/lembar resep obat jadi, 35 menit/lembar resep obat racikan, kepuasan pasien terhadap pelayanan farmasi 94,88%, tidak adanya kesalahan pemberian obat 100% dan kesesuaian penulisan resep dengan formularium 99%. Faktor yang mempengaruhi pelaksanaan SPM Rumah Sakit adalah SDM dan sarana prasarana.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI n-HEKSAN EKSTRAK METANOL DAUN SOSOR BEBEK (Kalanchoe pinnata Pers.) SERTA IDENTIFIKASI SENYAWA AKTIFNYA Ayu Ina Solichah; Maulita Cut Naria; Sumantri
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya aktivitas antibakteri dari fraksi n-heksan ekstrak metanol daun sosor bebek (Kalanchoe pinnata Pers.) terhadap bakteri Gram positif (S.aureus, B.subtilis) dan Gram negatif (P.aeruginosa, E.coli, S.typhi), mengetahui seberapa besar aktivitas antibakteri yang ditimbulkan fraksi tersebut terhadap bakteri uji, serta mengidentifikasi senyawa aktif nya. Ekstrak metanol daun sosor bebek dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol, kemudian difraksinasi dengan pelarut n-heksan secara partisi cair-cair. Fraksi n-heksan diuji aktivitasnya dengan metode difusi pada konsentrasi 5120, 4400, 3840, 2560, dan 1920 µg/disk. Identifikasi senyawa aktif dari fraksi tersebut menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan fase diam selulosa dan fase gerak etil asetat : asam formiat : asam asetat : air (100:11:11:27). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi n-heksan ekstrak metanol daun sosor bebek mempunyai aktivitas terhadap bakteri Gram positif tetapi tidak pada Gram negatif. Fraksi uji tersebut dapat menghambat S.aureus mulai konsentrasi 1920 µg/disk dengan DDH sebesar 6,5 mm, sedangkan pada B.Subtilis mulai terlihat aktivitas pada konsentrasi 5120 µg/disk dengan DDH sebesar 10,83 mm. Identifikasi senyawa aktif menunjukkan bahwa fraksi n-heksan tersebut mengandung senyawa flavonoid.
AKTIVITAS PENGAWET ALAMI ETHYL LACTATE PADA IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) Umar Faruq Muttaqiin; Dian Marini; Nasyatal Ula Hawa Hazuwa; Dante Alighiri; Willy Tirza Eden
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan Tongkol adalah bahan pangan yang mengandung gizi tinggi namun mudah mengalami proses pembusukan, sebagai usaha mencegah pembusukan, nelayan menggunakan pengawet sintesis formaldehyde (formalin). Formalin merupakan bahan yang berbahaya bagi tubuh manusia karena dapat menimbulkan iritasi, alergi, dan bersifat karsinogenik. Penelitian ini mengkaji tentang pengawetan alami pada ikan tongkol dengan etil laktat dari limbah ampas tebu. Limbah ampas tebu digunakan sebagai bahan dasar pembuatan asam laktat dari selulosa dan etil laktat. Selulosa diperoleh dengan cara hidrolisis menggunakan larutan H2SO4 2,2% selama 6 jam pada suhu 121oC. Hasil isolasi didapatkan selulosa sebesar 30,2%. Selulosa selanjutnya dihidrolisis untuk mendapatkan glukosa. Glukosa yang diperoleh difermentasi menggunakan bakteri Lactobacillus sp. selama 10 hari pada suhu 35oC untuk menghasilkan asam laktat dengan konsentrasi 88%. Asam laktat diesterifikasi lebih lanjut menggunakan metode refluks pada suhu 80oC-89oC selama 3 jam dengan katalis H2SO4. Produk yang dihasilkan dianalisis dengan FTIR. Karakteristik asam laktat dibuktikan dengan keberadaan serapan gugus karboksilat yang kuat di bilangan gelombang 1725,62 cm-1, sedangkan karakteristik etil laktat ditunjukkan dengan keberadaan serapan gugus ester pada bilangan gelombang 1581,96 cm-1. Pengawet alami ikan tongkol etil laktat ini dibuat dengan variasi kadar antara 0,5% hingga 5% dengan pelarut akuades dan penambahan propylen glycol sebagai emulsifier. Etil laktat diaplikasikan dengan cara disemprotkan dan dibiarkan. Aktivitas ethyl lactate sebagai pengawet ikan tongkol adalah pada konsentrasi 3% dengan hasil ikan mulai mengalami perubahan warna, rasa dan bau setelah dibiarkan di ruang terbuka selama 15 jam.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN ASAM JAWA (Tamarindus indica L.) DENGAN METODE DPPH Buanasari; Warlan Sugiyo; Arini Chyntia Apriyanti
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asam jawa banyak dimanfaatkan untuk kesehatan. Manfaatnya sudah banyak digunakan masyarakat asia. Penelitian sebelumnya banyak mengkaji buah dan bijinya. Penelitian ini mengkaji pengaruh konsentrasi pelarut dan waktu ekstraksi terhadap hasil ekstraksi dan aktivitas antioksidan ekstrak. Metode yang digunakan remaserasi dengan variasi konsentrasi pelarut (30, 50, 70%v) dan waktu (3, 5 dan 7 hari). Uji aktivitas antioksidan ekstrak menggunakan metode DPPH-Scavenging activity, dengan menghitung persen penghambatan pada absorbansi 528nm. Hasil penelitian menggunakan IR spektroskopi menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun asam jawa mempunyai kandungan fenolik, flavonoid, saponin, alkaloid dan ekstrak yang memiliki aktivitas antioksidan paling besar pada konsentrasi etanol 30%v (DPPH-SA= 61,50±1,56 %). Pengujian aktivitas antioksidan berdasarkan lamanya waktu perendaman tidak mempengaruhi aktivitas antioksidan ekstrak (DPPH-SA= 57,60±1,27 %). Hasil penelitian menunjukkan adanya gugus antioksidan yaitu fenol pada spektrofotometer IR, sehingga ekstrak daun asam jawa memiliki potensi sebagai sumber antioksidan alami yang bermanfaat.
EFEK PELEMBAB KULIT SEDIAAN SHOOTING GEL KOMBINASI DAUN LIDAH BUAYA DAN BUAH ANGGUR Ririn Suharsanti; Lilies Wahyu Ariyani
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit kering merupakan salah satu masalah kulit yang umum dijumpai pada masyarakat khususnya bagi yang tinggal di iklim tropis seperti Indonesia. Berkurangnya nilai kelembaban kulit dapat diatasi dengan memberikan perawatan terhadap kulit. Perawatan dapat dilakukan dengan sediaan topikal yang mengandung antioksidan salah satunya yaitu shooting gel kombinasi daun lidah buaya dan buah anggur. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh perlakuan pemakaian sediaan shooting gel kombinasi daun lidah buaya dan buah anggur terhadap nilai kelembaban kulit manusia. Gel bagian dalam daun lidah buaya dan buah anggur kemudian diformulasikan dalam bentuk sediaan shooting gel dengan variasi konsentrasi yaitu formula I (85%) dan formula II (90%). Sediaan shooting gel dievaluasi dengan parameter kelembaban kulit pada probandus manusia yang telah menggunakan sediaan di tangan selama 14 hari. Nilai kelembaban kulit sukarelawan uji diukur menggunakan digital moisture oil content skin analyzer pada hari ke-0 (pre-test) disebut baseline dan pada hari ke 14 (post-test). Data nilai kelembaban terhadap nilai sebelum dan sesudah penelitian dibandingkan dengan paired t test berpasangan (antara baseline hari ke-0 dan hari ke-14 masing-masing formula). Hasilnya pada Formula I (FI) Nilai t hitung -1.776 dengan sig 0.110. Karena sig > 0.05, maka rata-rata kelembaban kulit sebelum dan sesudah pemakaian shooting gel Formula I (FI) sama. Dapat disimpulkan pemakaian shooting gel FI tidak berpengaruh pada kelembaban kulit. Sedangkan pada FII nilai t hitung -2.680 dengan sig 0.025. Karena sig < 0.05, maka rata-rata kelembaban kulit sebelum dan sesudah pemakaian shooting gel Formula II (FII) berbeda sehingga dapat disimpulkan pemakaian shooting gel FII berpengaruh memperbaiki kelembaban kulit.
FORMULASI SABUN TRANSPARAN MENGGUNAKAN KOMBINASI MADU DAN DAUN TEH HIJAU (Camelia sinensis L.) Nurista Dida Ayuningtyas; Agustina Putri Pitarisa Sudarsono; Tri Mulyani
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madu merupakan substansi alam yang diproduksi oleh lebah madu dan berasal dari nektar bunga atau sekret. Madu dikenal cairan menyehatkan dan berkhasiat yaitu sebagai ekspektoran dan pembersih luka pada kulit maupun bisul. Teh hijau (Camellia sinensis L.) merupakan salah satu jenis tanaman herbal, dapat dibudidayakan di Asia Tenggara sebagai bahan baku pembuatan obat tradisional (herbal medicine). Khasiat teh bagi kecantikan untuk menghaluskan rambut, dan sebagai masker untuk merawat wajah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi sabun transparan menggunakan kombinasi madu dan daun teh hijau menghasilkan penampilan fisik yang cukup baik dari 12 formula. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yaitu formulasi sabun transparan yang menggunakan zat aktif madu dan daun teh hijau dengan cara mengoptimasi komponen asam stearat dan TEA sebagai emulgator. Pengujian yang dilakukan yaitu uji organoleptis, uji pembentuk busa, uji pH, uji kadar air, dan uji kesukaan pada 20 responden. Data uji pembentukan busa, uji pH, uji kadar air, dan uji kesukaan diuji normalitas dan homogenitasnya. Uji statistik kemudian dilanjutkan dengan uji parametrik (Anova) ataupun non parametrik (Kruskal-Wallis). Hasil penelitian menunjukkan pada uji organoleptis diperoleh sabun transparan berwarna putih sampai kuning kecoklatan dan homogen. Hasil statistik normalitas pembentuk busa diperoleh nilai p<0,05 yang berarti data yang diperoleh tidak homogen, sehingga analisis statistik dilanjutkan Kruskal-Wallis . Hasil statistik uji pH yang didapatkan p 3,93; uji kadar air nilai p 1,00; uji kesukaan p 9,88 (p > 0,05) artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antar tiap formula, sedangkan uji pembentuk busa nilai p 0,03 (p < 0,05) artinya ada perbedaan antar tiap formula.
IMPLEMENTASI STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN PADA STANDAR PENGELOLAAN SEDIAAN FARMASI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH K.R.M.T WONGSONEGORO SEMARANG Ferika Indrasari; Sri Suwarni; Laela Novita Sari
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan Farmasi Rumah Sakit merupakan salah satu kegiatan di rumah sakit yang menunjang pelayanan kesehatan yang bermutu. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No 72 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit di Indonesia sehingga perlu dilakukan penelitian penerapan pelayanan kefarmasian di instalasi farmasi RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang. Mengingat pentingnya implementasi pelayanan kefarmasian obat pada standar pengelolaan sediaan farmasi yang dimulai dari pemilihan, perencanaan kebutuhan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pemusnahan dan penarikan, pengendalian dan administrasi dalam persediaan obat di rumah sakit. Penelitian dilakukan untuk mengetahui Implementasi Standar Pelayanan Kefarmasian Pada Standar Pengelolaan Sediaan Farmasi di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah K.R.M.T Wongsonegoro Semarang. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif dengan metode observasional. Data yang berhubungan dengan Standar Pelayanan Kefarmasian pada Standar Pengelolaan Sediaan Farmasi menggunakan lembar observasi dan lembar wawancara untuk mendukung data yang ada. Pengelolaan sediaan farmasi yang telah dilakukan diperoleh hasil 100%. Implementasi standar pelayanan kefarmasian pada standar pengelolaan sediaan farmasi di RSUD K.R.MT Wongsonegoro telah diterapkan sebesar 100% berdasarkan Keputusan Direktur RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang Nomor 260 tahun 2015 tentang Kebijakan Pelayanan Farmasi pada PerMenKes Nomor 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit.
KAJIAN EFEKTIVITAS FILTRAT PERASAN, MINYAK ATSIRI DAN EKSTRAK ETANOL DAUN KETUMBAR (Coriandrum sativum L.) Felisia Bani; Yithro Serang; Safitri
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki beraneka ragam tumbuhan yang tersebar di seluruh wilayahnya. Banyak usaha yang dilakukan untuk mengisolasi senyawa baru terhadap berbagai macam tumbuhan yang belum banyak di teliti sehingga diharapkan dapat lebih banyak menemukan senyawa baru. Salah satu tanaman yang diharapkan banyak mengandung senyawa baru adalah daun ketumbar (Coriandrum sativum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji senyawa kimia yang berpotensial sebagai bahan obat yang terkandung dalam Coriandrum sativum L., evektivitas filtrat perasan Coriandrum sativum L., minyak atsiri Coriandrum sativum L. dan ekstrak etanol Coriandrum sativum L. sebagai antibakteri dalam berbagai seri konsentrasi serta menguji aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Hasil yang diperoleh menunjukkan ekstrak etanol daun ketumbar pada konsentrasi 100 ppm dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus sebesar 26,0 mm dan bakteri Salmonella typhi sebesar 27,7 mm. Sedangkan uji aktivitas antioksidan daun ketumbar menunjukkan hasil filtrat perasan daun ketumbar, minyak atsiri daun ketumbar dan ekstrak etanol daun ketumbar memiliki aktivitas sebagai antioksidan dengan nilai IC50 berturut-turut sebesar 113,57 µg/mL, 131,43 µg/mL dan 92,34 µg/mL. Hasil uji kromatografi lapis tipis menunjukkan adanya kandungan flavonoid, alkaloid, saponin dan tanin pada daun ketumbar.
OPTIMASI FORMULA FAST DISINTEGRATING TABLET (FDT) KOMPLEKS INKLUSI MELOKSIKAM ?-SIKLODEKSTRIN DENGAN KOMBINASIH SUPERDISINTEGRANT PRIMELLOSE®, FILLER BINDER PEARLITOL® DAN KOMPONEN EFFERVESCENT Wahyuni Watora; Teuku Nanda Saifullah; Mimiek Murrukmihadi
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meloksikam merupakan obat golongan NSAID yang praktis tidak larut dalam air sehingga perlu ditingkatkan kelarutannya dengan kompleks inklusi ß-siklodekstrin. Meloksikam digunakan untuk mengobati osteoarthritis dan rheumatoid arthritis yang membutuhkan terapi dengan aksi yang cepat, sehingga cocok untuk dibuat sediaan fast disintegrating tablet (FDT). Penelitian ini bertujuan mengoptimasi dan mengevaluasi pengaruh Primellose®, Pearlitol® SD200 dan komponen effervescent agar didapatkan FDT dengan parameter optimum sesuai yang disyaratkan. Kompleks inklusi meloksikam dalam ß-siklodekstrin dibuat melalui metode kneading dengan perbandingan meloksikam: ß-siklodekstrin 1:2 molar. Pembuatan tablet mengunakan metode kempa langsung dengan Primellose®, Pearlitol® SD200, dan komponen effervescent sebagai variabel bebas. Daerah optimasi ditentukan dengan superimposed contour plot dari wetting time, waktu hancur, kerapuhan, kekerasan, jumlah obat yang terlepas pada menit 0,5 dan disolution effciency menggunakan software design expert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan Primellose® dan komponen effervescent, serta kombinasi keduanya sebagai superdisintegratnt mempercepat proses pembasahan, disintegrasi dan disolusi tablet. Peningkatan Pearlitol® SD200 sebagai filler binder memperbaiki waktu alir, meningkatkan kekerasan, dan menurunkan kerapuhan FDT meloksikam. Kombinasi Primellose®, Pearlitol® SD200 dan komponen effervescent dapat menurunkan kekerasan, meningkatkan kerapuhan, meningkatkan waktu pembasahan, dan waktu hancur, serta menurunkan disolusi. Diperoleh formula optimum FDT meloksikam dengan sifat fisik yang optimum dan rasa yang enak dengan kombinasi Primellose® 2,000 mg, Pearlitol® SD200 37,083 mg, komponen effervescent 10,917 mg.
OPTIMASI FORMULA KOMBINASI GEL MADU DAN LIDAH BUAYA (Aloe Vera) PADA PENYEMBUHAN LUKA GANGREN DIABETIK Dwi Hadi Setya Palupi; Ririn Suharsanti
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka gangren adalah komplikasi serius pada diabetes mellitus yang berpotensi menimbulkan kematian. Madu dan Lidah buaya (Aloe vera) adalah bahan alam yang masing-masing telah terbukti memiliki aktivitas dalam penyembuhan luka Riset ini bertujuan untuk mendapatkan formula polyherbal topikal madu dan lidah buaya yang terbaik sebagai sediaan topikal untuk terapi luka gangren diabetik. Formulasi gel kombinasi madu dan lidah buaya menggunakan carbophol 934, propilenglikol dan TEA dalam berbagai perbandingan. Evaluasi sediaan krim yang meliputi uji organoleptis, uji homogenitas fisik, uji pH, uji daya lekat, uji daya sebar, dan uji viskositas. Pengujian efektivitas sediaan dilakukan terhadap penyembuhan luka gangren diabetik pada mencit jantan galur swiss webster. Penentuan formula optimum gel dengan metode simplex lattice design menggunakan software Design Expert, yang diverifikasi secara statistik dengan uji T berpasangan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan Formula optimum sediaan gel kombinasi lidah buaya 4,8% dan madu 15,2% menghasilkan sediaan yang baik dalam hal karakteristik fisik, dengan efektivitas penyembuhan luka gangren diabetik lebih maksimal.

Page 1 of 2 | Total Record : 13