cover
Contact Name
Pujo Rapiyadi
Contact Email
pujo.kebtke@gmail.com
Phone
+6281213173529
Journal Mail Official
pujo.kebtke@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cisitu Lama No. 37 Bandung
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JURNAL APARATUR
ISSN : 25807838     EISSN : 27756238     DOI : https://doi.org/10.52596/ja.v3i1.35
JURNAL APARATUR focuses on disseminating problems and issues in public administration and public policy. Published journal article of Jurnal Aparatur covers areas, including: Public sector human resource management; Public sector organization; Public sector management; Public sector innovation; Public service; Public policy; Decentralization and Local government; and Governance.
Articles 64 Documents
METODE PENGAMBILAN KEPUTUSAN MULTI KRITERIA TOPSIS UNTUK PENENTUAN PRIORITAS PERBAIKAN PROGRAM PELATIHAN RESPONSIF GENDER Rohmatulloh, Rohmatulloh
JURNAL APARATUR Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Aparatur
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52596/ja.v4i2.9

Abstract

ABSTRACTThe level of women's participation in gender-responsive training programs is still low. Improvement of gender-responsive training programs within the framework of improving performance in the subsequent implementation. In general, the findings of the evaluation using several assessments have resulted in several alternative improvements. The purpose of this study is the priority goal of program improvement. This study uses a quantitative request by applying the TOPSIS procedure. TOPSIS as one of the decision-making methods many criteria are easy to use. Based on the results of the assessment of the planners who worked on and evaluated the evaluation of the work unit within the Education and Training Agency, they received priority improvements, namely information dissemination to various parties that had not been optimally carried out. The use of TOPSIS in this study can be used to improve priority programs to become more directed towards continuous improvement. ABSTRAKTingkat partisipasi perempuan dalam program pelatihan responsif gender masih rendah. Perbaikan program pelatihan responsif gender dalam rangka meningkatkan kinerja pada penyelenggaraan selanjutnya. Pada umumnya temuan dari hasil evaluasi menggunakan beberapa kriteria menghasilkan beberapa alternatif perbaikan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan prioritas perbaikan program. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menerapkan prosedur TOPSIS. TOPSISsebagai salah satu metode pengambilan keputusan banyak kriteria mudah digunakan. Berdasarkan hasil penilaian dari perencana yang melakukan dan memahami evaluasi dari unit kerja di lingkungan Badan Diklat ESDM diperoleh prioritas perbaikan, yaitu penyebaran informasi kepada berbagai pihak yang selama ini belum optimal dilakukan. Penggunaan TOPSIS pada penelitian ini dapat digunakan untukpenentuan prioritas perbaikan program lainnya agar menjadi lebih terarah perbaikannya.
Penataan Organisasi Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Melalui Revisi Peraturan Menteri ESDM No. 13 Tahun 2016 Aulia Rakhman, Fahmi; Anggarini, Dian
JURNAL APARATUR Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Aparatur
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52596/ja.v3i2.25

Abstract

This research is focused on describing the need for reorganization in the Human Resources Development Center for Government Apparatus (PPSDMA) due to the need for simplication and synchronization between activities. The method used in this study is a qualitative method. This research was proposed to analyze and reveal the ineffectiveness in organizational functions and the overlapping authority in the organization of the the Human Resources Development Center for Government Apparatus (PPSDMA). The results of this paper illustrate that there are signicant changes in the duties and functions of the eldin PPSDMA based on the Minister of Energy and Mineral Resources Regulation No. 13 of 2016 compared to the proposed reorganization. ABSTRAKPenelitian ini difokuskan untuk mendeskripsikan perlunya reorganisasi di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur (PPSDMA) dikarenakan perlunya simplikasi dan sinkronisasi antar kegiatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Penelitian ini diajukan untuk menganalisis dan mengungkapkan ketidakefektifan dalam fungsi organisasi dan adanya tumpang tindihkewenangan di organisasi Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur. Hasil dari penulisan ini menggambarkan adanya perubahan signikan dari tugas dan fungsi bidang di PPSDMA berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2016 berbanding dengan usulan reorganisasi.
Efektifitas Metode Coaching Dalam Pendidikan Dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan II Dan III Di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Helmi, Ahmad
JURNAL APARATUR Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Aparatur
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52596/ja.v3i1.31

Abstract

Regulation of the Head of National Institute of Public Administration (Lembaga Administrasi Negara: LAN) Number 13 year 2013 as amended by Regulation of the Head of National Institute of Public Administration Number 20 year 2015 on the Guidelines for the Implementation of Education and Training Program on Grade-IV Leadership Management mandates to apply other learning methods in addition to classical method, as: adviser (Coaching and mentoring) and counseling. One of the problems in implementing this education and training program is applying coaching method. Ineffective Coaching method can cause participants to be less motivated and the training output is not optimal. There are many methods of coaching, but what methods are most effective and efficient to apply in this Grade-IV leadership management education and training program? Study on the impact of Coaching methods for effective learning on participants in Education and Training Program on Grade-IV Leadership Management batch II and III year 2018 at the Human Resource Development Center for Apparatus, Ministry of Energy and Mineral Resources (MEMR), was conducted by using a qualitative approach. The discussion in this study is focused on what the effect of several Coaching methods for participants of Education and Training Program on grade-IV Leadership Management. Results show that Coaching is done through stimulation, powerful questions, and creative dialogue so that participants get the best achievement as expected. ABSTRAKPeraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Nomor 13 Tahun 2013 yang telah diubah dengan Peraturan Kepala LAN Nomor 20 Tahun 2015 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan (diklat) Kepemimpinan Tingkat IV mengamanatkan pelaksanaan metode pembelajaran selain dari pengajaran mata diklat dalam kelas, berupa: pembimbingan (coaching dan mentoring) dan konseling. Salah satu permasalahan dalam penyelenggaraan Diklat Kepemimpinan Tingkat IV adalah sejauh mana penerapan metode Coaching itu sendiri. Metode Coaching yang kurang efektif dapat menyebabkan peserta didik menjadi kurang termotivasi sehingga output diklat tidak optimal. Ada banyak sekali metode coaching, namun metode seperti apakah yang paling efektif dan efisien untuk digunakan dalam Diklatpim Tingkat IV ini? Penelitian tentang pengaruh metode coaching terhadap Peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan II dan III di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif (campuran). Penelitian ini difokuskan pada pengaruh penerapan beberapa metode coaching terhadap peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat IV. Hasil pene- litian menunjukkan bahwa metode coaching yang dilakukan melalui stimulasi, pertanyaan powerful, dan dialog kreatif mengarahkan peserta didik memperoleh prestasi terbaik seperti yang diharapkan.
EVALUASI COACHING MENGGUNAKAN KERANGKA MODEL KIRKPATRICK DALAM PELATIHAN KEPEMIMPINAN ADMINISTRATOR DAN PENGAWAS DI PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA APARATUR, KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Abdullah, Makmun
JURNAL APARATUR Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Aparatur
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52596/ja.v4i2.10

Abstract

Coaching has become an integral part of organizing leadership training to improve learning effectiveness and generate self-awareness and individual change so they are ready to face organizational challenges. Coaching should be able to support the effectiveness of training so that it can achieve the desired learning goals in the curriculum. Although recognized as important, until now the evaluation ofthe implementation of coaching in leadership training has not been carried out comprehensively. This research is expected to answer questions about the extent of the the effectiveness of coaching that has been carried out by Coach (Widyaiswara) to the participants of the Leadership Training at PPSDM Apparatus so far. Coaching evaluation will use the Kirkpatrick's four levels of evaluation model framework as a basis that is complemented by a multidimensional approach that considers all aspects that will influence. This research uses a descriptive quantitative approach through the study of literature and the distribution of questionnaires to respondents, namely alumni and coaches in the Leadership Training of Administrator and Supervisor (Diklatpim Level III and IV) in the Ministry of Energy and Mineral Resources in 2018. Theresults showed that the training participants were satisfied and had felt the benefits and impacts of learning through coaching that has been done during the training. ABSTRAKCoaching telah menjadi bagian integral dari penyelenggaraan pelatihan kepemimpinan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran dan menimbulkan kesadaran diri serta perubahan individu sehingga siap menghadapi tantangan organisasi. Pelaksanaan coaching seharusnya mampu menunjang efektivitas pelatihan sehingga mampu mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan dalam kurikulum. Meskipun diakui penting, sampai saat ini evaluasi pelaksanaan coaching pada pelatihan kepemimpinanmasih belum dilakukan secara komprehensif. Penelitian ini diharapkan mampu menjawab pertanyaan tentang sejauh mana tingkat efektivitas coaching yang telah dilaksanakan oleh Coach (Widyaiswara) terhadap para peserta Pelatihan Kepemimpinan di PPSDM Aparatur selama ini. Evaluasi coaching ini menggunakan kerangka Model evaluasi empat level Kirkpatrick sebagai basis yang dilengkapi dengan pendekatan multidimensi dengan mempertimbangkan semua aspek yang berpengaruh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui studi literatur dan penyebaran kuesioner kepada responden, yaitu alumni dan coach pada Pelatihan Kepemimpinan Administrator dan Pengawas (Diklatpim Tingkat III dan IV) di KESDM Tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para peserta pelatihan merasa puas dan telah merasakan manfaat serta dampak pembimbingan melalui coaching yangtelah dilakukan selama pelatihan. 
Strategi Peningkatan Performa Pengelola Pelatihan Pada Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Maliani, Ani
JURNAL APARATUR Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Aparatur
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52596/ja.v3i2.26

Abstract

Improvement of bureaucratic services today is urgently needed, as science and technology advance. PPSDM Apparatus seizes these opportunities through the development of a number of 44 human resources in leadership, managerial and administrative training for the Ministry of Energy and Mineral Resources in 2018.PPSDM Apparatus oversees the quality of the implementation of training, one of which is using a community satisfaction survey tool, in accordance with the guidelines contained in the Ministry of administrative and bureucratic Reform Regulation No. 14 of 2017. The results showed that training was 70% good and 30% less good.The role of the training providers in creating optimal community satisfaction survey results, especially on the parameters of responsibility, fairness, ability, speed and courtesy of service in accordance with the applicable questionnaire. According to respondents, each of the components above needs to increase which varies from 7% - 43%. The training provide trainers as a team in creating the results of the above services is inseparable from the ability of the team and the individuals to meet the requirements as a manager of training and the results of teamwork. The results of the questionnaire indicated members understand the purpose of carrying out the task, but the attention and care among team members need to be improved. This becomes the author's foundation in highlighting the competency prole of the training providers who are frontliners of the PPSDM apparatus in providing training services, which include core competencies (integrity, customer service orientation, communication and cooperation), role competencies (information seeking, relationship building, results orientation , decision making, focus on regularity, innovation and managing change) and technical competence (carrying out coordination, planning, managing administration, managing administrative education and training and creating a improvement reports). By improving existing capabilities through competency development strategies both classical and non-classical, it can change the ability of training providers so that the value of the community satisfaction survey increases and adds value to the organization.ABSTRAKPeningkatan pelayanan birokrasi dewasa ini sangat dibutuhkan, seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. PPSDM Aparatur menangkap peluang tersebut diantaranya melalui pengembangan sumber daya manusia sejumlah 44 pelatihan bidang kepemimpinan, manajerial dan administratif untuk lingkup Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral di tahun 2018. PPSDM Aparatur mengawal kualitas penyelenggaraan pelatihan, salah satunya dengan menggunakan perangkat survei kepuasan masyarakat, sesuai dengan pedoman yang tertera pada peraturan Kemenpan RB No 14 tahun 2017. Hasil Survei kepuasan masyarakat tahun 2018 menunjukanpelatihan bernilai baik 70 % dan bernilai kurang baik 30%. Peranan para penyelenggara pelatihan dalam menciptakan hasil survei kepuasan masyarakat yangoptimal terutama pada parameter tanggungjawab, keadilan, kemampuan, kecepatan dan kesopanan pelayanan sesuai dengan kuesioner yang berlaku. Menurut responden masing-masing komponen diatas perlu peningkatan yang bervariasi mulai dari 7% - 43%. Penyelenggara pelatihan sebagai sebuah tim dalam menciptakan hasil pelayanan tersebut diatas tidak terlepas pada kemampuan tim dan individu dalam memenuhi persyaratan sebagai pengelola pelatihan dan hasil kerjasama tim. Hasil kuesioner menunjukan seluruh anggota memahami tujuan pelaksanaan tugas, namun perhatian dan kepedulian diantara anggota tim perlu ditingkatkan Hal ini menjadi landasan penulis dalam menyoroti pro kompetensi para penyelenggara pelatihan yang menjadi frontliner PPSDM aparatur dalam memberikan pelayanan pelatihan, yang meliputikompetensi inti (integritas, orientasi pelayanan kepada pelanggan, komunikasi dan kerjasama), kompetensi peran (pencarian informasi, membangun hubungan, orientasi pada hasil, pengambilan keputusan, fokus pada keteraturan, inovatif dan mengelola perubahan) dan kompetensi teknis (melaksanakan koordinasi, perencanaan, mengelola penyelenggaraan mengelola administratif penyelenggaraan diklat dan menyusun laporan). Peningkatan kemampuan yang ada melalui strategi pengembangan kompetensi baik klasikal maupun non klasikal dapat merubah kemampuan para penyelenggara pelatihan sehingga nilai survei kepuasan masyarakat meningkat dan memberikan nilai tambah kepada organisasi.
Analisis Implementasi Pelayanan Pada Penyelenggaraan Diklat Di Ppsdma (Studi Kasus Pada Diklat Teknis Pelaksana I Tahun 2018 di Bandung dan Cisolok) Hermadi, Ganjar
JURNAL APARATUR Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Aparatur
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52596/ja.v3i1.32

Abstract

Implementation of services, especially in education and training services has not run optimally. Especially if the training is held in two different locations, Bandung and Cisolok. The purpose of this study is to analyze the implementation of education and training services in Diklat Teknis Pelaksana I (TP I) in 2018 held in Bandung and Cisolok, Sukabumi. The research method uses a qualitative descriptive approach based on the author's observations as one of the instructors in the training and analysis of the results of the evaluation of the training implementation and an interview. The informant is the one of the training officer that involved at Diklat TP I. The expected results of the study are recommendations for better implementation of Diklat TP I in the future and the implementation of education and training in the PPSDMA in general. The other expected results of this study is to be a reference for the implementation of training that is more optimal in accordance with the services applicable in PPSDMA. ABSTRAKImplementasi pelayanan, khususnya pada pelayanan diklat belum berjalan secara optimal. Terlebih jika penyelenggaraan diklat dilaksanakan didua lokasi yang berbeda Bandung dan Cisolok. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa implementasi pelayanan diklat pada Diklat Teknis Pelaksana I (TP I) pada 2018 di Bandung dan Cisolok, Sukabumi. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berdasarkan pengamatan penulis sebagai salah satu pengajar pada diklat tersebut dan analisis data hasil evaluasi penyelenggaraan diklat serta wawancara. Informan penelitian adalah salah satu petugas di bidang penyelenggaraan diklat yang terlibat pada Diklat TP I. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah rekomendasi untuk pelaksanaan Diklat TP I yang lebih baik di masa depan dan penyelenggaraan diklat di PPSDMA secara umum. Hasil lain yang diharapkan adalah penelitian ini bisa menjadi referensi untuk pelaksanaan pelatihan yang lebih optimal sesuai dengan pelayanan yang berlaku di PPSDMA.
Internalisasi Nilai Pendidikan Karakter Pada Masyarakat Adat Kampung Pulo Dalam Pembelajaran Nilai-Nilai Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Tajudin Zuhri, M; Maliani, Ani
JURNAL APARATUR Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Aparatur
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52596/ja.v4i1.16

Abstract

The culture that is found in some indigenous peoples in Indonesia contains a lot of national cultural values which are still strong. But culture in the form of local wisdom values is often ignored, because it is not considered in accordance with the times. In fact, local wisdom can be used as a model in the development of Indonesian culture and organization values learning. In this context that research is carried out to see how indigenous peoples as minority groups internalize their cultural values into cohesive values and reflect in strong character. Indigenous peoples who are in Kampung Pulo, Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, West Java Province, are indigenous groups who continue to internalize and preserve traditional values into the character of their citizens. This type of research uses a qualitative approach with ethnographic types, namely research conducted in a particular indigenous community environment. As for the objectives to be achieved in this study is to briefly describe the internalization of cultural values of indigenous villages that can be promoted as the basis for forming the character of the Indonesian Nation and organization valuesinternalization Based on an analysis of various facts that are related to the kampong pulo, then it can be concluded that the community of kampong pulo is a traditional village that still exists to uphold the traditions that have been inherited from their ancestors. This is because they still have customary rules that are adhered. ABSTRAKKebudayaan yang terdapat pada beberapa masyarakat adat di Indonesia banyak mengandung nilai luhur budaya bangsa yang masih kuat, namun kebudayaan yang berbentuk nilai kearifan lokal sering kali diabaikan, karena dianggap tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Padahal dari kearifan lokal tersebut bisa dijadikan model dalam pengembangan budaya bangsa Indonesia khususnya pembelajarannilai-nilai organisasi. Dalam konteks inilah penelitian dilaksanakan untuk melihat bagaimana masyarakat adat sebagai kelompok minoritas menginternalisasi nilai-nilai budayanya menjadi nilai yang kohesif dan merefleksi dalam karakter yang kuat. Masyarakat adat yang berada di Kampung Pulo Desa Cangkuang KecamatanLeles Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat, merupakan kelompok masyarakat adat yang tetap menginternalisasi dan melestarikan nilai-nilai tradisi menjadi karakter warga masyarakatnya. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis etnografi yaitu penelitian yang dilakukan di lingkungan masyarakat adat tertentu. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan secara singkat internalisasi nilai budaya dari masyarakat kampung adat yang bisa dipromosikan sebagai basis pembentuk karakter Bangsa Indonesia dan internalisasi nilai-nilai organisasi. Berdasarkan analisis dari berbagai fakta yang ada kaitannya dengan kampung Pulo, maka dapat disimpulkan bahwa masyarakat kampung Pulo merupakan kampung adat yang sampai saat ini masih eksis  memegang teguh tradisi yang telah diwariskan leluhurnya. Hal ini disebabkan karena mereka masih memiliki aturan adat yang dipegang teguh.
INTELLECTUAL CAPITAL MANAGEMENT UNTUK REVITALISASI IMPLEMENTASI E-GOVERNMENT DI INDONESIA Azida Batubara, Noor
JURNAL APARATUR Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Aparatur
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52596/ja.v4i2.11

Abstract

The purpose of this research is to identify the factors influencing implementation of e-government in Indonesia, using the perspective of Intellectual Capital Management. The low ranking of Indonesia's egovernment implementation based on data released by the United Nations, is internally institutional, due to the lack of human resources knowledge of e-government. While, externally institutional factor is causedby low public awareness of the importance of e-literacy, and other factors that affect the quality of egovernment implementation in Indonesia. A management system is needed that can boost e-government implementation better. Methodology of this research is used a descriptive qualitative approach, data that support research is obtained through the study of literature sourced from relevant books, scientificjournals, scientific articles, and the internet that are relevant to the application of Intellectual Capital Management in order to produce in-depth and comprehensive information, regarding related issues. The result of research showed, that three capitals of ICM that they enggage and support each other in knowledge eternally (human capital, structural capital, and relational capital) is a concept of institutional management with its projected value creation, through knowledge and innovation. It can to increase quality of superior and innovative e-government that contributes to the nation and state of Indonesia positively. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap implementasi e-government di Indonesia menggunakan perspektif Intellectual Capital Management. Rendahnya peringkat implementasi e-government Indonesia berdasarkan data yang dirilis oleh PBB, secara internal kelembagaan, disebabkan masih minimnya pengetahuan SDM terhadap e-government.Adapun secara eksternal kelembagaan disebabkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya melek e-literacy, dan faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi kualitas implementasi e-government di Indonesia. Diperlukan sebuah sistem manajemen yang dapat mendongkrak terimpelemntasikannya egovernmentdengan lebih baik. Menggunakan metode penelitian dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data-data yang mendukung penelitian diperoleh melalui studi literatur kepustakaan yang bersumber dari buku-buku yang relevan, jurnal ilmiah, artikel-artikel ilmiah, dan internet yang relevan dengan penerapan Intellectual Capital Management guna menghasilkan informasi yang mendalam dan komprehensifmengenai permasalahan terkait. Hasil penelitian menunjukkan ICM dengan ketiga elemennya yang saling bersinergi melalui pengetahuan (human capital, structural capital, dan relational capital) merupakan konsep manajemen lembaga dengan proyeksi penciptaan nilai melalui pengetahuan dan inovasi yang dimilikinya dapat meningkatkan kualitas e-government yang unggul dan inovatif yang berkontribusipositif bagi bangsa dan negara Indonesia.
Pengaruh Komunikasi Organisasi Terhadap Efektivitas Kinerja Pegawai di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur (PPSDMA) Anggarini, Dian
JURNAL APARATUR Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Aparatur
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52596/ja.v3i2.27

Abstract

Human Resource Development Centre for Government Apparatus is an organization that provides human development services at the Ministry of Energy and Mineral Resources through training and education, so effective disseminations will influence employees' performance to achieve the organizational vision. The purpose of this research was to nd out the effect of organizational communication that has been implemented towards the effectiveness of employee performance. The research method was a quantitative description using Likert scale through primary data dissemination techniques approach (SPPS). The numbers of employees are 76 employees, but the respondents were only 47 employees. The result of this research indicates that there was a signicant correlation between organizational communicating influence and the effectiveness of employee performance marked with R-value 0.641. It meant the magnitude of organizational communicating inuence towards the effectiveness of employee performance was approximately 41 %, while the remaining result was around 59 % that was explained by other variables.ABSTRAKPusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur (PPSDMA) sebagai oganisasi yang memberikan jasa pelayanan pengembangan pegawai di lingkungan KESDM melalui pendidikan dan pelatihan, maka penyebarluasan serta penerimaan informasi secara efektif akan berpengaruh pada kinerja pegawai untuk mencapai tujuan bersama di unit PPSDMA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komunikasi organisasi yang diterapkan oleh PPSDMA terhadap efektivitas kinerja pegawai. Metodepenelitian bersifat deskriptif kuantitatif dengan skala yang digunakan ialah skala likert dengan teknik penyebaran data primer (kuesioner) pendekatan analisis SPSS. Populasi dalam penelitian ini ada 76 pegawai dan yang menjadi sampel sebanyak 47 pegawai. Analisis hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif yang signifikan antara pengaruh komunikasi organisasi dengan efektivitas kinerja pegawai ditandai dengan adanya nilai r sebesar 0.641 yang berarti besarnya pengaruh komunikasiorganisasi terhadap efektivitas kinerja pegawai adalah sebesar 41%, sedangkan sisanya yakni sebesar 59% diterangkan oleh variabel lain yang tidak diteliti.
Pengaruh Nasionalisme dan Hospitality Terhadap Integritas Asn Milenial di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Anggarini, Dian
JURNAL APARATUR Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Aparatur
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52596/ja.v5i1.97

Abstract

ABSTRACT This study aimed to: (1) to identify the influence of nasionalism to integrity of ASN Millennials PPSDMA (2) to the influence of identify hosptality to integrity of ASN Millennials PPSDMA, and (3) to analyze the influence of nasionalism and hospitality to integrity of ASN Millennials PPSDMA. SMART ASN 2024 is a factor that must be considered as the basis of ASN carrying out its duties and functions plus in accordance with the road map in the Center for Human Resource Development Apparatus has a target world class ASN KESDM in 2025. The data were collected through questionnaires of human resources with 23 employess as the sample with classification of millenial generation born in the period from 1980 to 2000. The analysis used multiple linear regression with SPSS.  The results of the study show point of Sig. 0.009 < 0.05, it means nasionalism and hospitality have a simultaneously significant influence on integrity of ASN Millennials PPSDMA. Based on the results of data processing in this study, partially, nationalism has no effect on the integrity of millennial employees in PPSDM Apparatus and Hospitality has an influence on the integrity of millennial employees in PPSDM Apparatus. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi pengaruh nasionalisme terhadap integritas ASN  Milenial PPSDMA (2) mengidentifikasi pengaruh hospitality terhadap Integritas ASN Milenial PPSDMA (3) menganalisis pengaruh nasionalisme dan hospitality terhadap integritas ASN Milenial di PPSDMA. SMART ASN 2024 menjadi faktor yang harus diperhatikan sebagai landasan ASN melaksanakan tugas dan fungsinya ditambah lagi sesuai dengan road map yang ada di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur memiliki target world class ASN KESDM di tahun 2025. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari sumber daya manusia sejumlah 23 pegawai generasi milenial di PPSDMA sebagai sampel dengan klasifikasi generasi milenial (Millennial Generation) merupakan generasi yang lahir di rentang waktu tahun 1980 hingga tahun 2000. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu regresi linier berganda dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan nilai Sig. 0.009 < 0.05, maka artinya nasionalisme dan hospitality secara simultan berpengaruh terhadap integritas ASN Milenial di PPSDMA. Berdasarkan hasil pengolahan data pada penelitian ini, secara parsial, nasionalisme tidak berpengaruh terhadap integritas pegawai generasi milenial di PPSDM Aparatur dan Hospitality memiliki pengaruh terhadap Integritas dari pegawai generasi milenial di PPSDM Aparatur.