cover
Contact Name
Pujo Rapiyadi
Contact Email
pujo.kebtke@gmail.com
Phone
+6281213173529
Journal Mail Official
pujo.kebtke@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cisitu Lama No. 37 Bandung
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JURNAL APARATUR
ISSN : 25807838     EISSN : 27756238     DOI : https://doi.org/10.52596/ja.v3i1.35
JURNAL APARATUR focuses on disseminating problems and issues in public administration and public policy. Published journal article of Jurnal Aparatur covers areas, including: Public sector human resource management; Public sector organization; Public sector management; Public sector innovation; Public service; Public policy; Decentralization and Local government; and Governance.
Articles 64 Documents
Pengaruh Kompensasi terhadap Kepuasan Kerja Pegawai di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Tahun 2022 Zulkifli Zulkifli
JURNAL APARATUR Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Aparatur
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52596/ja.v6i1.151

Abstract

Sumber daya manusia mempunyai peran penting dalam mengembangkan dan mencapai sasaran organisasi. Keberadaan sumber daya manusia yang berkualitas perlu mendapat perhatian dan dipertahankan oleh organisasi. Mempertahankan sumber daya manusia yang berkualitas dengan cara menciptakan kegairahan dan kepuasan kerja bagi sumber daya manusia dengan jalan memberikan kompensasi yang sebanding dengan kompetensi sumber daya manusia sehinggga diperoleh kepuasan krja  peegawai. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menjelaskan Pengaruh kompensasi terhadap kepuasan kerja pegawai PPSDMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kompensasi terhadaap Kepuasan Kerja Pegawai di PPSDM Aparatur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode explanatif, jenis datanya kuantitatif, sampel ditentukan berdasarkan metode Slopin dengan teknik pengumpulan data melalui angket/kuesioner sedangkan analisis data dengan melakukan analisis dekriptif, uji validitas dan realibilitas serta analisis korelasi. Adapun hipotesis penelitian ini adalah semakin besar kompensasi yang diterima pegawai maka semakin tinggi kepuasan kerja yang dirasakan pegawai dalam bekerja di PPSDM Aparatur yang berarti terdapat Pengaruh positif antara variabel kompensasi terhadap  variabel kepuasan kerja pegawai.
Persepsi Publik tentang Pembelajaran Daring dari Jejak Digital Twitter: Analisis Sentiment Positif, Netral, dan Negatif dari Drone Emprit Hari Suharsa; Dadang Jam’an Soleh; Asep Miftahuddin
JURNAL APARATUR Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Aparatur
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52596/ja.v6i1.152

Abstract

The Corona Virus Disease (COVID-19) pandemic has an impact on various lines in the international world, including Indonesia. The COVID-19 pandemic in Indonesia has also changed various performances in various sectors, one of which is education. The concept of learning from home changes the paradigm of lecturers as educators in universities that apply online learning. This study aims to identify netizens' perceptions of the implementation of online learning during the COVID-19 pandemic. This study uses a social network analysis method using an emprit drone. The subject of this research tweeted netizens from October 2021 to December 2021 in Indonesia which experienced the impact of the COVID-19 pandemic. Netizen view online learning during the COVID-19 pandemic as being divided into two large clusters, namely as something that has positive and negative sentiments. ABSTRAKPandemi Corona Virus Disease (COVID-19) berdampak pada berbagai lini di dunia internasional, termasuk Indonesia. Pandemi COVID-19 di Indonesia juga telah mengubah berbagai kinerja di berbagai sektor, salah satunya adalah pendidikan. Konsep belajar dari rumah mengubah paradigma dosen sebagai pendidik di perguruan tinggi yang menerapkan pembelajaran online. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi netizen terhadap pelaksanaan pembelajaran online di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode social network analysis menggunakan drone emprit. Subjek penelitian ini tweet netizen pada bulan Oktober 2021 sampai dengan Desember 2021 di Indonesia yang mengalami dampak dari pandemi COVID-19. Netizen memandang pembelajaran online selama pandemi COVID-19 terbagi menjadi dua kluster besar yaitu sebagai suatu hal yang memiliki sentimen positif dan negatif.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi di BPSDM Kementerian ESDM Zainul M Pulungan
JURNAL APARATUR Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Aparatur
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52596/ja.v6i1.146

Abstract

Pelatihan adalah salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi yang terdiri dari pengetahuan, keahlian, dan sikap untuk meningkatkan produktivitas kerja. Tingginya produktivitas kerja pegawai dapat meningkatkan kinerja organisasi. Namun, pegawai harus mendapatkan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis kebutuhan pengembangan kompetensi pada level organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kebutuhan pengembangan kompetensi level organisasi pada unit Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ESDM. Penelitian ini menggunakan metode dekriptif kualitatif yang mana memecahkan masalah yang aktual melalui pengumpulan, pengklasifikasian, analisis data dan informasi. Teknik pengumpulan data menggunakan pengisian formulir kuisioner kebutuhan pengembangan kompetensi dan focus group discussion. Analisis dilakukan dengan pengumpulan data dan informasi tentang permasalahan dan tantangan BPSDM ke depan. Dari hasil penelitian diperoleh 167 kompetensi, 249 pelatihan hardskill, dan 43 pelatihan softskill yang mendukung tugas, fungsi, sasaran strategis, dan dapat meningkatkan kinerja organisasi. Hasil tersebut dapat menjadi acuan dalam melakukan analisis kebutuhan pengembangan kompetensi level individu dari masing-masing pegawai sesuai dengan jabatan yang diampu.
Peran Analisis Diklat dalam Perencanaan Pelatihan di PPSDM Aparatur Ani Maliani; Tris Sutrisno
JURNAL APARATUR Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Aparatur
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52596/ja.v6i1.150

Abstract

Peran Jabatan Pelaksana Analis Diklat dalam perencanaan pelatihan sangatlah penting, mulai dari menganalisis hasil pelaksanaan diklat, penelaahan guna penyusunan rekomendasi bidang diklat, penyiapan konsep proposal program diklat, serta penyiapan rencana program diklat.Survey menunjukkan 61 % pegawai mengalami kesulitan dalam perencanaan diklat, hal ini membuktikan pelunya peningkatan peran analis diklat. Di lain sisi kompetensi dan jumlah funsional analisis diklat secara kuantitas dan kualitas masih harus ditingkatkan.Metode pengambilan data dalam perencanaan diklat masih sebatas survey; hasil analisis belum didukung hasil review kinerja individu dan organisasi. hal ini mengakibatkan perencanaan diklat dan kebutuhannya belum dirasakan optimal.Potensi dan peran analis diklat sangat penting namun seolah tidak terlihat perannya sejauh ini. Jabatan perencana kebutuhan diklat di PPSDM Aparatur tidak hanya di emban oleh seorang analis diklat, namun dapat diikuti oleh jenjang jabatan fungsional lain yaitu analis pengembangan kompetensi SDM Aparatur.Kata kunci : analis Diklat, perencanaan Diklat.AbstractThe role of the Training Analyst in training planning is very important, starting from analyzing the results of the education and training implementation, reviewing the preparation of recommendations for the education and training field, preparing the concept of the education and training program proposal, and preparing the training program plan.The survey shows that 61% of employees have difficulty planning their education and training programs; this proves the need to increase the role of the training analyst. On the other hand, the competency and the number of functional analyses of training in quantity and quality still need to be improved.The data collection method in the education and training planning is still limited to only surveys; individual and organizational performance reviews have not supported the analysis results. The limited survey has resulted in the planning of education and training, and its needs have not been felt optimally.The potential and role of the education and training analyst are very important, but its role seems to be invisible so far. The planning and training needed position at the PPSDM Apparatur is not only carried out by a training analyst. Still, it can be followed by other functional positions, namely a development competency analyst of the Aparatur human resources.Keywords : Training analyst, training planning.
Analisis Manajemen Risiko Pada Perencanaan Pengadaan dalam Variabel Identifikasi Kebutuhan Barang dan Jasa pada Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral Aries Setiyarto; Pujoko Rapiyadi
JURNAL APARATUR Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Aparatur
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52596/ja.v6i2.154

Abstract

AbstraksiPengadaan Barang dan Jasa merupakan kegiatan hilir yang paling utama dari suatu program besar pemerintahan. Program Parogram pemerintah Sebagian besar di delevirikan dalam bentuk paket paket kegiatan di setiap Kementerian Lembaga dan Pemerintah Daerah. Dalam tulisan ini penulis melakukan analisis paket kegiatan di Kementerian ESDM, tugas dan tanggungjawab kementerian ini cukup berat yaitu ketersediaan energi bagi masyarakat luas. Salah satu titik penting dalam pengadaan barang dan jasa adalah proses kegiatan Perencanaan Barang dan Jasa. Korelasi antara pentingnya terlaksana program dengan proses pengadaan menjadi titik tumpu keberhasilan program program Kementerian ESDM. Salah satu bentuk antasipasi adalah dengan menerapkan Manajemen Risiko. Tulisan ini berupaya menganalisis serta mengukur tingkatan risiko yang timbul dari sisi perencanaan pengadaan terutama dari variable identifikasi kebutuhan. Dari paparan tulisan ini variable identifikasi kebutuhan ternyata memiliki kemampuan menggambarkan variable variable lain dalam proses perencanaan pengadaan PBJ.AbstractionThe procurement of goods and services is the most important downstream activity of a major government program. The government's Programs are mostly delivered in the form of activity packages in each Ministry, Institution and Local Government. In this paper, the author analyzes the package of activities at the Ministry of Energy and Mineral Resources, the duties and responsibilities of this ministry are quite heavy, namely the availability of energy for the wider community. One of the important points in the procurement of goods and services is the process of planning activities for goods and services. The correlation between the importance of implementing the program and the procurement process is the fulcrum for the success of the Ministry of Energy and Mineral Resources' programs. One form of anticipation is to apply Risk Management. This paper attempts to analyze and measure the level of risk arising from the procurement planning side, especially from the need identification variable. From the explanation of this paper, the need identification variable has the ability to describe other variables in the procurement planning process.
Komunikasi Organisasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada Pengalihan Pejabat Fungsional Bidang Penelitian Thoriq Ramadani; Eviana D Sofyaningrum
JURNAL APARATUR Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Aparatur
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52596/ja.v6i2.161

Abstract

Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2021 mengamanatkan pengalihan tugas, fungsi, dan kewenangan juga diikuti dengan pengalihan Pegawai Negeri Sipil (PNS), perlengkapan, pembiayaan, dan aset yang dipergunakan untuk melaksanakan tugas dan fungsi tersebut, dan menjadi PNS, perlengkapan, pembiayaan, dan aset Badan Riset Inovasi Nasional. Penelitian ini membahas penggambaran komunikasi organisasi yang dilakukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada pengalihan Pejabat Fungsional bidang Penelitian. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada komunikasi organisasi pada pengalihan Pejabat Fungsional bidang Penelitian dari Kementerian ESDM ke BRIN. Penelitian mengungkapkan komunikasi organisasi Kementerian ESDM dalam Pengalihan Pejabat Fungsional bidang Penelitian sudah dilakukan. Hal ini terlihat dari komunikasi organisasi untuk menyampaikan pandangan, pikiran, dan gagasan dalam Pengalihan Pejabat Fungsional bidang Penelitian menggunakan sarana pertanyaan dan jawaban yang efektif, sehingga memudahkan saat dialog dan sosialisasi. Komunikasi organisasi untuk membagikan informasi dilakukan melalui arahan Sekretaris Jenderal, pertemuan Bersama instansi terkait, dan Focus Group Discussion. Pada komunikasi organisasi untuk menjelaskan perasaan dan emosi, terlihat dengan mendengarkan perasaan dan emosi Pejabat Fungsional bidang Penelitian, termasuk membuka komunikasi untuk mendengarkan keluhan-keluhan. Komunikasi organisasi sebagai bentuk koordinasi dalam pengalihan Pejabat Fungsional bidang Penelitian, terlihat terstruktur, dua arah, dan sangat dinamis. 
Studi Eksploratori Gagasan Kepemimpinan Sektor Publik dari Sudut Pandang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Indonesia Muhammad Aidil Fitriansyah Usman
JURNAL APARATUR Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Aparatur
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52596/ja.v6i2.166

Abstract

Kepemimpinan adalah salah satu faktor penentu bagi organisasi sektor publik untuk mencapai target dan tujuannya. Dasar utama efektifitas kepemimpinan bukanlah pengangkatan tetapi penerimaan orang lain atas kepemimpinan yang bersangkutan. Studi tentang kepemimpinan telah banyak dilakukan, namun penelitian yang mengeksplorasi kepemimpinan dari perspektif emic yaitu anggota atau komunitas yang menjadi subjek penelitian masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna kepemimpinan pada Instansi Pemerintah dari sudut pandang PNS sebagai objek yang dipimpin. Menggunakan pendekatan kualitatif interpretivis, wawancara mendalam semi-terstruktur dilakukan kepada 27 pegawai negeri sipil dari instansi pemerintah pusat, dan data dianalisis menggunakan analisis tematik. Penelitian ini menghasilkan tiga gagasan kepemimpinan yang beragam dari sudut pandang PNS yaitu: (1) PNS merindukan pemimpin yang humanis, (2) PNS merindukan pemimpin yang terlibat langsung dalam pelaksanaan tugas, serta (3) PNS merindukan pemimpin lintas generasi. Studi ini menawarkan panduan bagi organisasi sektor publik para pemimpin di sektor publik di Indonesia dengan mengidentifikasi gagasan kepemimpinan pada Instansi Pemerintah dari sudut pandang PNS. Kontribusi utama penelitian ini, yaitu memperkaya kajian literatur tentang gagasan kepemimpinan di sektor publik dengan pendekatan eksploratori para objek yang dipimpin di lingkungan Instansi Pemerintah.
Evaluasi Penyelenggaraan Diklat Teknis di PPSDM Geominerba dengan Menggunakan Metode AHP-TOPSIS Nendi Rohaendi; Hendris Agung Prasojdo; Wanda Adhinugraha; Revi Timora Salajar
JURNAL APARATUR Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Aparatur
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52596/ja.v6i2.168

Abstract

Salah satu cara meningkatkan kualitas sumber daya manusa pegawai negeri sipil adalah mengikuti diklat teknis yang dirancang untuk memenuhi kompetensi teknis yang dibutuhkan dalam rangka pengembangan profesionalisme dan peningkatan mutu pelaksanaan tugas umum pelayanan di pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aspek yang mempengaruhi tingkat optimalisasi penyelenggaran diklat di PPSDM Geominerba. Metode penelitian dimulai dari pengambilan data, mengidentifikasi masalah, dan menganalisis data dengan menggunakan metode AHP-TOPSIS. Dalam penelitian ada empat aspek yang dievaluasi yaitu aspek edukasi, aspek fasilitas, aspek pelayanan, dan aspek pengajar. Dari empat aspek ini dikembangkan menjadi tujuh belas kriteria. Kriteria yang dibuat merupakan gabungan dari kriteria untuk evaluasi akhir penyelenggaraan, evaluasi tenaga pengajar, dan survey kepuasaan masyarakat (SKM). Hasil dari penelitian ini adalah evaluasi menyeluruh untuk penyelenggaraan empat diklat teknis di PPSDM Geominerba.
The Training Curriculum is Based on the Problem Solving and Decision Making Blended Learning to Improve the Employees’ Soft Skills Tris Sutrisno; Laksmi Dewi
JURNAL APARATUR Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Aparatur
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52596/ja.v6i2.156

Abstract

The objective of this study is to develop a training curriculum design based on the problem solving & decision-making blended learning to improve the employees’ soft skills. The specific objectives of this study are 1) to determine the need for Problem Solving & Decision-Making competencies based on the results of training needs analysis; 2) to determine the training curriculum design based on the problem solving & decision-making blended learning to improve employees’ soft skills; and 3) to determine the result of expert judgments in relation to the training curriculum design. The study uses a design and development research approach and curriculum validation of expert judgment. The results of this study are as follows: 1) based on the training needs analysis, the data gathered shows that the employees’ current competency in solving problems and decision-making is not in accordance with the current Problem Solving & Decision-Making training program. 2) The parts developed in the Problem Solving & Decision-Making curriculum include the structure of curriculum components covering the training objective, training material, training hours, learning process both on the methods and media used, and evaluation on the program. 3) Based on the results of expert judgements on the training curriculum on aspects of objectives, material, process, and evaluation, the average assessment result is "Good".
Mengukur Respons Pengguna Bus Trans Metro Pasundan terhadap Program 'Buy the Service' menggunakan Rasch Model: Sebuah Studi Analitis Maman Fathurohman, Cecep; Alia Randhiny, Zahra; Miftahuddin, Asep; Dijah Retno Pratiwi, Arundina; Rahmawati, Ati; Nurliawati, Nita
JURNAL APARATUR Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Aparatur
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52596/ja.v7i1.196

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the perspectives of users of Bus Trans Metro Pasundan regarding the government program "Buy the Service," which aims to provide reliable, safe, comfortable, and affordable public transportation. Employing the Rasch model approach, the research involved 30 respondents who utilize the bus service to identify the factors influencing the success of the "Buy the Service" program from the users' standpoint. The collected data provided profound insights into the users' perspectives on the Bus Trans Metro Pasundan service, indicating that the public is not accustomed to the concept of dependency on public transportation and feels that their expectations regarding the facilities have not been fully met. Overall, the findings of this study offer a credible and accurate basis for expanding perspectives and enhancing the success of the "Buy the Service" program in sustainable management. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif pengguna Bus Trans Metro Pasundan terhadap program pemerintah "Buy the Service" yang bertujuan untuk menyediakan angkutan umum yang andal, aman, nyaman, dan terjangkau. Dengan menggunakan pendekatan model Rasch, penelitian ini melibatkan 30 responden yang menggunakan layanan bus tersebut untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan program, termasuk ketergantungan masyarakat, kebijakan pemerintah, dan efektivitas program. Data yang dikumpulkan memberikan wawasan mendalam mengenai perspektif pengguna terhadap layanan Bus Trans Metro Pasundan, dan menunjukkan bahwa masyarakat belum terbiasa dengan konsep ketergantungan pada moda transportasi umum dan merasa belum terpenuhi harapannya terhadap fasilitas yang ada. Hasil penelitian ini memberikan dasar yang kredibel dan akurat untuk memperluas perspektif dan meningkatkan keberhasilan program "Buy the Service" dalam pengelolaan yang berkelanjutan.