cover
Contact Name
Pujo Rapiyadi
Contact Email
pujo.kebtke@gmail.com
Phone
+6281213173529
Journal Mail Official
pujo.kebtke@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cisitu Lama No. 37 Bandung
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JURNAL APARATUR
ISSN : 25807838     EISSN : 27756238     DOI : https://doi.org/10.52596/ja.v3i1.35
JURNAL APARATUR focuses on disseminating problems and issues in public administration and public policy. Published journal article of Jurnal Aparatur covers areas, including: Public sector human resource management; Public sector organization; Public sector management; Public sector innovation; Public service; Public policy; Decentralization and Local government; and Governance.
Articles 64 Documents
Pengaruh Budaya Organisasi Dan Teknologi Informasi Terhadap Kualitas Sistem Akuntansi Komariah, Kokom Siti
JURNAL APARATUR Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Aparatur
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52596/ja.v8i2.256

Abstract

Penerapan budaya organisasi dan penggunaan teknologi informasi merupakan dua dari sekian banyak aspek yang menentukan kualitas sistem informasi akuntansi (SIA). Budaya organisasi PT Multi Garmenjaya Cardinal cukup baik, dan terdapat kolaborasi yang kuat di seluruh kelompok kerja. Sayangnya, budaya organisasi perusahaan ini belum sepenuhnya beradaptasi dengan dinamika masa kini, dan terdapat masalah dengan keamanan teknologi informasi yang kurang memadai yang menyebabkan kebocoran data penting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana inisiatif TI dan budaya organisasi PT Multi Garmenjaya Cardinal telah memengaruhi kualitas SIA mereka. Kombinasi metodologi deskriptif dan verifikasi dengan teknik kuantitatif digunakan dalam investigasi ini. Kami mengirimkan survei kepada 30 pekerja organisasi untuk mendapatkan data primer mereka. Regresi linier berganda, reliabilitas, asumsi klasik, validitas, koefisien determinasi, korelasi, dan uji t merupakan bagian dari analisis data. Data akuntansi lebih akurat dan relevan ketika budaya organisasi yang kuat diterapkan, menurut temuan tersebut. Penggunaan TI yang paling efektif juga meningkatkan ketergantungan dan efektivitas sistem. Kedua faktor tersebut memiliki dampak besar pada kualitas AIS, tetapi masih ada kendala yang harus diatasi, seperti fakta bahwa budaya perusahaan belum menyesuaikan diri dengan teknologi baru. Pengambilan keputusan yang lebih baik berdasarkan data dapat dilakukan jika budaya organisasi yang adaptif dan teknologi informasi bekerja sama, seperti yang ditunjukkan penelitian ini. 
Evaluasi Efektivitas Program Magang Antar Eselon I dalam Pengembangan Kompetensi ASN Nasarudin, Ahmad; Narsi, Osmaili; Oktrianti, Ressa; Perdani, Indika Febria; Ardiansyah, Septian
JURNAL APARATUR Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Aparatur
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52596/ja.v8i2.255

Abstract

Penelitian ini mengkaji mengenai evaluasi efektivitas program magang antar eselon I dalam pengembangan kompetensi ASN di PPSDM Aparatur. Terdapat permasalahan dalam penelitian ini meliputi kendala informasi dari coach dan panitia, kendala adaptasi, respon penyelenggara yang tidak cepat. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan metode kualitatif (wawancara) dan metode kuantitatif (penyebaran angket) pada 10 responden peserta magang antar eselon I. Teknik pengolahan data kualitatif menggunakan verbatim dan metode kuantitatif dengan menggunakan Weighted Means Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi penyelenggaraan program magang menunjukkan hasil yang sangat positif pada aspek administratif, seperti informasi pemanggilan peserta, kecepatan pelayanan, dan kemudahan berkomunikasi. Namun, terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki, seperti jadwal penyelenggaraan dan sistem monitoring yang lebih sistematis agar program berjalan lebih optimal. Dari sisi coach dan mentor, performa mereka sangat baik dalam membimbing peserta, tetapi diversifikasi metode dan media pembimbingan masih perlu ditingkatkan untuk menambah interaktivitas. Proses orientasi juga memerlukan perbaikan dengan materi yang lebih terstruktur dan pendekatan yang lebih interaktif untuk meningkatkan kesiapan peserta sejak awal. Selain itu, kesesuaian bidang pekerjaan dengan ekspektasi peserta cukup tinggi, meskipun masih ada kebutuhan penyelarasan untuk mengakomodasi latar belakang dan minat peserta secara lebih baik. Fasilitas unit kerja dinilai memadai, tetapi evaluasi lebih lanjut diperlukan untuk memastikan fasilitas yang disediakan mampu mendukung kebutuhan peserta. Komunikasi dengan unit kerja asal dan pembimbingan dalam penyusunan karya tulis seminar juga perlu diperbaiki untuk mendukung peningkatan kompetensi peserta secara menyeluruh.
Peran widyaiswara sebagai agen transformasi digital Mulyana, Agus; MT, Agus Mulyana
JURNAL APARATUR Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Aparatur
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52596/ja.v8i2.251

Abstract

Penelitian ini mendalami peran strategis widyaiswara sebagai agen transformasi digital dalam mendukung penerapan Smart Governance di lingkungan pemerintahan. Dengan fokus pada penerapan Keputusan Berbasis data (DDDM) penelitian ini menyoroti bagaimana widyaiswara dapat memanfaatkan data untuk mendesain dan melaksanakan pelatihan yang lebih responsif terhadap kebutuhan aparatur negara. Pendekatan studi literatur digunakan untuk mengidentifikasi temuan utama dan praktik terbaik terkait integrasi data dalam pelatihan, kolaborasi lintas sektor, dan dampak kebijakan lembaga administrasi negara dalam mendukung digitalisasi peran widyaiswara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan DDDM memberikan manfaat yang signifikan dalam meningkatkan kompetensi widyaiswara, terutama dalam pengambilan keputusan berbasis data yang efektif. Lebih jauh, penggunaan data mendorong terciptanya metode pelatihan yang inovatif, adaptif, dan relevan dengan tantangan nyata yang dihadapi sektor publik. Kolaborasi strategis antara pemerintah, sektor swasta, dan institusi akademik juga terbukti memperkaya proses pelatihan. Penelitian ini mengungkap pentingnya peran kebijakan dalam membangun ekosistem pelatihan yang mendukung digitalisasi. Kebijakan yang progresif, seperti digitalisasi modul pelatihan dan penguatan kapasitas data literacy bagi widyaiswara, menjadi fondasi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih cerdas, efisien, dan responsif terhadap perubahan. Penelitian ini mendorong pembentukan kerangka kerja kolaboratif yang berkelanjutan antara berbagai pihak. Temuan ini menjadi landasan penting bagi pemerintah dan lembaga pelatihan untuk menciptakan model pelatihan berbasis data yang mampu menjawab kebutuhan pemerintahan modern.
Kesiapan Pemerintah Kabupaten dan Kotamadya dalam Implementasi Peraturan Pemerintah tentang Konservasi Energi Widayati, Endang; Sofianita, Rifka; Simanjuntak, Patar
JURNAL APARATUR Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Aparatur
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52596/ja.v8i2.254

Abstract

Penataan kewajiban pelaksanaan manajemen energi oleh Pemerintah Kabupaten dan Kota sebagaimana tertuang pada Pasal 37 sampai 41 Peraturan Pemerintah Nomor 33 yang ditetapkan pada 16 Juni 2023 yaitu manajemen energi dilaksanakan dengan penunjukan personal manajer energi, program rencana aksi konservasi energi, evaluasi pemanfaatan energi atau audit energi, pelaksanaan rekomendasi hasil evaluasi atau audit energi dan secara periodik melaporkan pelaksanaan kegiatan manajemen energi sebagaimana tertuang pada pasal 7 dan pasal 11 peraturan pemerintah tersebut. Kajian tentang kesiapan pemerintah tingkat kabupaten atau kotamadya dalam rangka implementasi mandatori manajemen energi belum pernah dilakukan, studi ini merupakan studi awal yang bertujuan untuk melihat sejauhmana kesiapan kabupaten dan kota untuk penerapan manajemen energi. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pemahaman tentang mandatori manajemen energi di tingkat kabupaten/kota masih belum memadai. Belum adanya kebijakan, instruksi, komitmen atau petunjuk teknis pada level pemerintah kabupaten/kota terkait mandatori manajemen energi sebagaimana diatur pada peraturan pemerintah ini. Pelaksanaan regulasi manajemen energi belum menjadi esensi isu utama dan krusial. Sebagai solusi terkait kesiapan penerapan mandatori pelaksanaan manajemen energi di kabupaten/kota dapat ditempuh langkah – langkah antara lain sosialisasi secara terus-menerus dan masif, kolaborasi dan sinergitas diantara para pemangku kepentingan pada tingkatan strategis maupun taktis serta dibarengi dengan penyiapan kapasitas sumber daya manusia sebagai para personil implementor penerapan manajemen energi secara berkesinambungan