cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
Jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
ISSN : 27748022     EISSN : 27745791     DOI : -
Core Subject : Education,
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 12 Documents clear
KEPEMIMPINAN INOVATIF KEPALA SEKOLAH BERBASIS MORAL DALAM PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Amri, Alwin; Suhardi, Muhamad
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i2.4757

Abstract

ABSTRACT Principal leadership is very important in improving the quality of education, because they are responsible for management that affects the learning process. The success of education depends on the principal's ability to manage the school and understand their duties. This study aims to examine the implementation of moral-based innovative leadership by the school principal in the development of learning at SMAN 1 Gangga. The study uses a qualitative method with a case study approach to gain in-depth insights into the principal's role in creating an innovative learning environment based on strong moral values. Data were collected through in-depth interviews with the principal, teachers, and students, as well as direct field observations. The results of the study show that leadership innovations, such as technology-based learning and projects, significantly improve the quality of education, with systematic and integrated planning involving all components of the school, as well as implementation and supervision that focuses on identifying weaknesses and strengths and instilling creativity in students. The principal's innovations at SMAN 1 Gangga, such as technology-based learning and projects, have improved the quality of education. Innovation planning that involves all components of the school and includes moral values, as well as collaborative and supervised implementation, ensures better achievement of educational goals. ABSTRAK Kepemimpinan kepala sekolah sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, karena mereka bertanggung jawab atas manajemen yang memengaruhi proses pembelajaran. Keberhasilan pendidikan bergantung pada kemampuan kepala sekolah dalam mengelola sekolah dan memahami tugas-tugasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan kepemimpinan inovatif berbasis moral oleh kepala sekolah dalam pengembangan pembelajaran di SMAN 1 Gangga. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menggali wawasan mendalam mengenai peran kepala sekolah dalam menciptakan suasana pembelajaran yang inovatif dan berbasis pada nilai moral yang kuat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan siswa, serta observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi kepemimpinan, seperti pembelajaran berbasis teknologi dan proyek, secara signifikan meningkatkan kualitas pendidikan, dengan perencanaan yang sistematis dan terintegrasi melibatkan semua komponen sekolah, serta pelaksanaan dan pengawasan yang fokus pada identifikasi kelemahan dan kekuatan serta menanamkan kreativitas pada siswa. Inovasi kepala sekolah di SMAN 1 Gangga, seperti pembelajaran berbasis teknologi dan proyek, telah meningkatkan kualitas pendidikan. Perencanaan inovasi yang melibatkan semua komponen sekolah dan memasukkan nilai moral, serta pelaksanaan yang kolaboratif dan terawasi, memastikan pencapaian tujuan pendidikan yang lebih baik.
PENGARUH GERAKAN LITERASI SEKOLAH (GLS) TERHADAP MINAT BACA SISWA DI MADRASAH ALIYAH RMB Mawih, Mawih
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i2.4955

Abstract

ABSTRACT Strong reading interest is essential to improve literacy, but technological advances tend to make students choose instant methods, thus weakening reading habits. Therefore, cultivating reading interest through regular reading habits is an important step in this digital era. This study aims to analyze the influence of the School Literacy Program on the increase in students' reading interest at Madrasah Aliyah RMB Cibitung. The data used are primary data obtained through a questionnaire composed of closed-ended questions using a Google Form link with a semantic differential scale from 1-10, where a scale of 1-2 means very poor and 9-10 means very good.The type of research is quantitative with an associative causal approach, using a sample of 112 students from a population of 265 students. The analysis method employs Structural Equation Modelling (SEM) and regression analysis using the AMOS version 22 computer apps.The research results show that the school literacy movement has a positive impact on students' reading interest.The motivation indicators from parents, teachers, and homeroom teachers have the greatest influence in shaping the School Literacy Program compared to the indicator of complete library facilities.Thus, if the foundation can facilitate a good library according to or even exceeding the standards of the Ministry of Education and Culture, the influence of the School Literacy Program on students' reading interest at Madrasah Aliyah RMB Cibitung can increase. ABSTRAK Minat baca yang kuat sangat penting untuk meningkatkan literasi, namun kemajuan teknologi cenderung membuat siswa memilih cara instan sehingga melemahkan kebiasaan membaca. Oleh karena itu, menumbuhkan minat baca melalui kebiasaan membaca rutin menjadi langkah penting di era digital ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gerakan literasi sekolah (GLS) terhadap peningkatan minat baca siswa di Madrasah Aliyah RMB Cibitung. Data yang digunakan adalah data primer diperoleh melalui kuesioner yang disusun dengan pertanyaan tertutup menggunakan link google form dengan menggunakan skala semantic differential dari 1-10, yang artinya skala 1-2 adalah sangat buruk sedang 9-10 adalah sangat baik sekali. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan assosiatif kausal, sampel yang digunakan berjumlah 112 siswa dari jumlah populasi 265 siswa, metode analisis menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dan analisa regresi menggunakan program komputer AMOS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan, gerakan literasi sekolah berpengaruh positif terhadap minat baca siswa. Indikator motivasi dari orang tua, guru dan wali kelas memiliki pengaruh terbesar dalam membentuk gerakan literasi sekolah (GLS) bila dibandingkan dengan indikator fasilitas perpustakaan yang lengkap. Dengan demikian, jika yayasan dapat memfasilitasi perpustakaan yang baik sesuai standar Kemendiknas bahkan lebih, maka pengaruh gerakan literasi sekolah (GLS) terhadap minat baca siswa di Madrasah Aliyah RMB Cibitung dapat meningkat.
PEMANFAATAN METODE LATIHAN EKSPRESI DAN DIGITAL MODELLING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MUSIKALISASI PUISI PESERTA DIDIK KELAS XI Satwika, Pratista Widya; Laksana, Bela Tri; Wicaksono, Annas Setya; Widayanti, Febi Dwi; Komariyah, Siti
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i2.5123

Abstract

This study aims to improve the poetry musicalization ability of grade XI students at SMAN 1 Bululawang through the expression training method and digital modeling. Poetry musicalization is a form of literary appreciation combining sound, rhythm, and meaning in poetry through music. The problem raised in this study is the low ability of students to express poetry, which is caused by low levels of self-confidence and lack of training. This study uses a Classroom Action Research (CAR) with a mix method approach which is implemented in two cycles, each consisting of the planning stage, action implementation, observation, and reflection. The subjects of the study were grade XI-9 students at SMAN 1 Bululawang, Malang. Data collection techniques include observation, documentation, and assessment of student performance in the poetry musicalization project. The results of the study indicate that the application of the expression training method and digital modeling can improve students' abilities in the aspects of appreciation, pronunciation, rhythm, and musical creativity. This study concludes that the combination of the two methods is effective for supporting literary appreciation learning, especially in poetry musicalization activities, and can foster students' self-confidence and creativity. The academic implications of this study show that the application of expression practice methods and digital modeling can not only improve students' musical skills, but can also be used as an alternative effective learning strategy in Indonesian subjects at the high school level. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan musikalisasi puisi peserta didik kelas XI di SMAN 1 Bululawang melalui metode latihan ekspresi dan digital modelling. Musikalisasi puisi merupakan bentuk apresiasi sastra yang menggabungkan unsur bunyi, irama, dan makna dalam puisi melalui musik. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan peserta didik dalam mengekspresikan puisi, yang disebabkan oleh rendahnya tingkat percaya diri dan kurang nya latihan yang diberikan. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan mix method yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI-9 di SMAN 1 Bululawang Kabupaten Malang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, dan penilaian kinerja peserta didik dalam proyek musikalisasi puisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode latihan ekspresi dan digital modelling dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam aspek penghayatan, pelafalan, ritme, dan kreativitas musikal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa adanya kombinasi kedua metode tersebut efektif untuk mendukung pembelajaran apresiasi sastra, khususnya dalam kegiatan musikalisasi puisi, serta dapat menumbuhkan kepercayaan diri dan kreativitas peserta didik. Implikasi akademik dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode latihan ekspresi dan digital modelling bukan hanya dapat meningkatkan kemampuan musikalisasi peserta didik, tetapi juga dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran efektif dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia di jenjang SMA. 
PENERAPAN TEKNIK ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KARAKTER TOKOH DAN NILAI MORAL DALAM PEMBELAJARAN NOVEL Aini, Lilia Miftachul Nur; Nastiti, Iche Fatmasari; Widayanti, Febi Dwi; Komariyah, Siti
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i2.5394

Abstract

Understanding character traits and moral values in novel learning is a crucial aspect of strengthening character education and literary literacy. This study aims to describe the implementation of the role-playing technique to improve students’ understanding of character traits and moral values in novel learning. This research employed a Classroom Action Research (CAR) design, conducted in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. The research subjects were 34 students of class XII IPS 1 at SMAN 1 Bululawang in the 2024/2025 academic year. Data collection techniques included observation, documentation, and written tests in the form of pre-tests and post-tests, with data analyzed both quantitatively and qualitatively. The results indicated a significant improvement in students' ability to analyze character traits and understand moral values after the implementation of role-playing. These findings suggest that learning based on direct experience and social interaction, as explained in the constructivist theories of Jean Piaget and Lev Vygotsky, is effective in literature learning. The implications of this study demonstrate that role-playing can serve as an enjoyable contextual learning strategy while also enhancing students' social skills, empathy, critical thinking, and collaboration. ABSTRAKPemahaman terhadap karakter tokoh dan nilai moral dalam pembelajaran novel merupakan aspek penting dalam penguatan pendidikan karakter dan literasi sastra. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan teknik role playing untuk meningkatkan pemahaman karakter tokoh dan nilai moral dalam pembelajaran novel. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 34 peserta didik kelas XII IPS 1 SMAN 1 Bululawang Tahun Ajaran 2024/2025. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, serta tes tertulis berupa pre-test dan post-test, dengan analisis data secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan peserta didik menganalisis karakter tokoh dan memahami nilai moral setelah penerapan role playing. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman langsung dan interaksi sosial sebagaimana dijelaskan dalam teori konstruktivisme oleh Jean Piaget dan Lev Vygotsky, efektif diterapkan dalam pembelajaran sastra. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa role playing dapat menjadi strategi pembelajaran kontekstual yang menyenangkan, sekaligus memperkuat keterampilan sosial, empati, berpikir kritis, dan kolaboratif peserta didik.
INTEGRASI PEMBELAJARAN STEM PADA MATERI MORFOLOGI TUMBUHAN DI SEKOLAH MENENGAH ATAS: SEBUAH SCOPING REVIEW Jayanto, Pery
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i2.5508

Abstract

ABSTRACT This study aims to map the various contexts and implementation steps of STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) education in teaching plant morphology at the senior high school level. A scoping review method was employed, examining a range of national publications published between 2021 and 2025. The review followed the framework proposed by Arksey and O’Malley, which includes five stages: (1) identifying the research question, (2) identifying relevant studies, (3) study selection, (4) charting the data, and (5) collating, summarizing, and reporting the results. The search utilized a combination of keywords such as “Pembelajaran STEM,” “Morfologi Tumbuhan,” and “Sekolah Menengah Atas.” Data analysis was conducted using the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) framework. The review findings indicate a high urgency for integrating STEM approaches into plant morphology instruction, particularly in addressing the demands of 21st-century education, including the development of critical thinking, creativity, collaboration, and scientific literacy. The learning contexts identified involve the use of interactive modules, digital media with graphical content, e-books, and the development of instructional materials incorporating local content. Furthermore, the instructional steps of STEM-based learning were systematically designed using models such as 4D and ADDIE and were implemented through Project-Based Learning and Inquiry-Based STEM models. The learning process includes problem identification, exploration, solution design, project implementation, and evaluation. These findings underscore the potential of STEM integration in enhancing the quality of learning processes and the mastery of biological concepts in a more applicable and meaningful manner. Therefore, STEM integration is strongly recommended as an innovative approach to biology instruction at the senior high school level. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memetakan berbagai konteks dan langkah-langkah implementasi pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) pada materi morfologi tumbuhan di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Metode yang digunakan adalah scoping review dengan menelaah berbagai literatur nasional terpublikasi antara tahun 2021 hingga 2025 dengan tahapan yang mengadopsi dari Arksey dan O'Malley, yang terdiri dari lima tahap: (1) identifikasi pertanyaan penelitian, (2) identifikasi studi yang relevan, (3) seleksi studi, (4) charting data, dan (5) penyusunan, pengkajian, dan pelaporan hasil. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian meliputi kombinasi istilah seperti “Pembelajaran STEM,” “Morfologi Tumbuhan”, dan “Sekolah Menengah Atas”. Análisis data menggunakan kerangka Preferred Reporting of Items for Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA). Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran STEM dalam materi morfologi tumbuhan memiliki urgensi tinggi dalam menjawab tuntutan pendidikan abad ke-21, khususnya dalam pengembangan keterampilan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan literasi sains. Konteks pembelajaran yang diimplementasikan mencakup penggunaan modul interaktif, media digital berbasis grafik, e-book, serta pengembangan perangkat ajar dengan muatan lokal. Sementara itu, langkah-langkah pembelajaran STEM dirancang secara sistematis menggunakan model pengembangan seperti 4D dan ADDIE, serta diterapkan melalui model Project-Based Learning dan Inquiry-Based STEM. Proses pembelajaran melibatkan identifikasi masalah, eksplorasi, perancangan solusi, pelaksanaan proyek, dan evaluasi. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran STEM dalam materi morfologi tumbuhan berpotensi meningkatkan kualitas proses belajar serta penguasaan konsep biologi secara lebih aplikatif dan bermakna. Dengan demikian, integrasi STEM sangat direkomendasikan sebagai pembelajaran inovatif dalam pembelajaran biologi di tingkat SMA.
ANALISIS KONSEP DAN IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM KURIKULUM MERDEKA Muhajiroh, Ninik; Susanto, Susanto; Hanafi, Ilyas Rozak; Anwar, Khoirul; Kurniawan, Hariri
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i2.5620

Abstract

ABSTRACT Islamic Religious Education is a learning process that aims to apply or realize Islamic teachings and values ??in everyday life. This is in line with research that shows that Islamic religious education is a conscious effort made by educators to foster and guide students in schools so that after completing their education they are able to understand, appreciate, and practice Islamic teachings. The research method used is a descriptive qualitative method through field research and data collection techniques consisting of observation, interviews and documentation as well as through triangulation analysis. The results of the study show that the Islamic Religious Education Curriculum at SMA Negeri 1 Kalirejo, Central Lampung has a significant impact on the development of character and understanding of Islamic values ??in students. With a more flexible approach, this curriculum allows students to be actively involved in the learning process that can strengthen students' faith and morals. Religious education plays an important role in the Indonesian educational landscape. This type of education emphasizes character development, especially the instillation of Akhlakul Karimah (noble morals) in students, which is an important foundation for the development of moral and personal integrity. However, religion-based education not only contributes to the formation of students' character, but also encourages the development of positive traits and performance in teachers, which ultimately contributes to increased satisfaction with the effectiveness of teacher teaching. ABSTRAK Pendidikan Agama Islam merupakan suatu proses pembelajaran yang bertujuan untuk menerapkan atau merealisasikan ajaran dan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sejalan dengan penelitian yang menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam merupakan suatu usaha sadar yang dilakukan oleh pendidik untuk membina dan membimbing peserta didik di sekolah agar setelah menyelesaikan pendidikannya mampu memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam. Metode penelitian yang digunakan dengan metode kualitatif deskriptif melalui penelitian lapangan dan teknik pengumpulan data terdiri dari obervasi, wawancara dan dekomentasi serta melalui analisis triangulasi. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Kalirejo Lampung Tengah berdampak signifikan terhadap pengembangan karakter dan pemahaman nilai-nilai Islam siswa. Dengan pendekatan yang lebih fleksibel, kurikulum ini memungkinkan siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran yang dapat memperkuat keimanan dan akhlak siswa. Pendidikan agama memegang peranan penting dalam lanskap pendidikan Indonesia. Jenis pendidikan ini menitikberatkan pada pengembangan karakter, khususnya penanaman Akhlakul Karimah (akhlak mulia) pada peserta didik, yang menjadi landasan penting bagi pengembangan integritas moral dan pribadi. Namun demikian, pendidikan berbasis agama tidak hanya berkontribusi dalam pembentukan karakter siswa, tetapi juga mendorong pengembangan sifat-sifat dan kinerja positif pada diri guru, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kepuasan terhadap efektivitas pengajaran guru.
ANALISIS STRATEGI PEMBELAJARAN UNTUK PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH Nisa, Siti Haerun; Musyawwir, Abal Wahid; Ashari, Nabila Fatya; Mustari, Mohamad
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i2.5754

Abstract

This study was motivated by the limited scientific research that discusses learning strategies in depth in the context of strengthening character education in schools. The focus of the study was on identifying and analyzing applicable and relevant learning strategies for shaping students' character, as well as revealing the factors that support and hinder their success. The research uses a qualitative method with a literature review approach to explore the concepts and practices of character education from various scientific sources, including books, journal articles, research reports, and educational policies over the past fifteen years. The analysis was conducted using content analysis and thematic mapping based on issues such as value-based learning approaches, the role of teachers, and the integration of character in the curriculum. The results of the study indicate that effective strategies include teacher modeling, the cultivation of moral values, the integration of character values into subjects, a dialogic approach, and project-based learning. Additionally, the success of these strategies is significantly influenced by the active involvement of all school elements, policy support, and collaboration with the community. The conclusion of this study emphasizes that strengthening character education through learning strategies requires a contextual, systematic, and collaborative approach capable of addressing the moral challenges faced by the younger generation in the era of globalization. Such strategies must become an integral part of learning design at every level of education. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan kajian ilmiah yang membahas strategi pembelajaran secara mendalam dalam konteks penguatan pendidikan karakter di sekolah. Fokus penelitian diarahkan pada identifikasi dan analisis strategi pembelajaran yang aplikatif serta relevan untuk membentuk karakter peserta didik, serta mengungkap faktor pendukung dan penghambat keberhasilannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur untuk menggali konsep dan praktik pendidikan karakter dari berbagai sumber ilmiah, termasuk buku, artikel jurnal, laporan penelitian, hingga kebijakan pendidikan selama lima belas tahun terakhir. Analisis dilakukan melalui teknik telaah isi (content analysis) dan pemetaan tematik berdasarkan isu seperti pendekatan pembelajaran berbasis nilai, peran guru, dan integrasi karakter dalam kurikulum. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi yang efektif mencakup keteladanan guru, pembiasaan nilai moral, integrasi nilai karakter dalam mata pelajaran, pendekatan dialogis, serta pembelajaran berbasis proyek. Selain itu, keberhasilan strategi sangat dipengaruhi oleh keterlibatan aktif seluruh elemen sekolah, dukungan kebijakan, dan sinergi dengan masyarakat. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa penguatan pendidikan karakter melalui strategi pembelajaran memerlukan pendekatan kontekstual, sistematis, dan kolaboratif yang mampu menjawab tantangan moral generasi muda dalam era globalisasi. Strategi tersebut harus menjadi bagian integral dari desain pembelajaran di setiap jenjang pendidikan.
PENGARUH TINGKAT HAFALAN AL-QUR’AN TERHADAP SIKAP KEJUJURAN SISWA PADA MAS TAHFIDZ ROKAN HULU Jamil, Sukron; Risnawati, Risnawati; Hamdani, M. Fikri
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i2.5755

Abstract

This study aims to determine the influence of Qur'anic memorization levels on students' honesty attitudes at MAS Tahfidz Rokan Hulu. The background of this research is based on the importance of character education, particularly the value of honesty, which is an integral part of Islamic teachings and is believed to be internalized through the process of memorizing the Qur'an. This research employs a quantitative approach with an associative method. Data were collected from 40 students selected through purposive sampling and classified into two categories of memorization levels (high and low) and two categories of honesty attitudes (honest and dishonest). The research instruments consisted of documentation and a categorized Likert scale questionnaire. Data analysis used the 2x2 Chi-Square (?²) test. The test results showed a ?² calculated value of 5.71, which is greater than the ?² table value of 3.841 at the 5% significance level (df = 1), leading to the rejection of H?. This indicates a significant relationship between the level of Qur'anic memorization and students’ honesty attitudes. The findings reveal that students with higher memorization levels tend to exhibit more honest behavior. This study highlights the importance of integrating Qur'anic memorization programs as part of character education strategies in Islamic educational institutions. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat hafalan Al-Qur’an terhadap sikap kejujuran siswa pada MAS Tahfidz Rokan Hulu. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pendidikan karakter, khususnya nilai kejujuran, yang merupakan bagian integral dari ajaran Islam dan diyakini dapat diinternalisasi melalui proses menghafal Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Data dikumpulkan dari 40 siswa yang dipilih secara purposive sampling dan diklasifikasikan ke dalam dua kategori tingkat hafalan (tinggi dan rendah) serta dua kategori sikap kejujuran (jujur dan tidak jujur). Instrumen penelitian terdiri dari dokumentasi dan angket skala Likert yang telah dikategorikan. Analisis data menggunakan uji Chi-Square (?²) 2x2. Hasil uji menunjukkan nilai ?² hitung sebesar 5,71 yang lebih besar dari ?² tabel 3,841 pada taraf signifikansi 5% (df = 1), sehingga H? ditolak. Artinya, terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat hafalan Al-Qur’an dengan sikap kejujuran siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa dengan hafalan tinggi cenderung memiliki sikap jujur yang lebih baik. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya integrasi program tahfidz Al-Qur’an sebagai bagian dari strategi pendidikan karakter di lembaga pendidikan Islam.
INOVASI KURIKULUM DAN PENGUATAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI (STUDI KASUS DI SMAS ISLAMIC VILLAGE TANGERANG) Naifah, Amalia Maharani; Sifa, Khoironi; Maida, Citra; Juliasari, Devita; Khoirunnisa, Aida; Usman, Usman
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i2.5756

Abstract

The challenges of 21st-century education require high school graduates to not only excel academically, but also to have strong characters such as critical thinkers and global insight. However, biology learning often still focuses on the transfer of theoretical knowledge and does not optimize the potential for strengthening character. This gap underlies the importance of research on innovative curriculum models. Therefore, this study aims to determine how the implementation of an innovative curriculum can strengthen students' character in biology learning. This study uses a qualitative descriptive method with in-depth interview techniques to collect primary data. The key informant was the head of the curriculum division at a private high school in Tangerang. The results showed that the school innovatively integrated the National Curriculum with the International Baccalaureate (IB) framework. In the context of biology, this hybrid model encourages students to become active learners through independent investigation and analysis of global case studies, which directly fosters inquisitive, reflective, and open characters to world perspectives. It is concluded that the combination of the National and IB curricula is an effective strategy to transform biology learning from merely transferring knowledge to a means of strengthening essential characters that are relevant to global demands. ABSTRAKTantangan pendidikan abad ke-21 menuntut lulusan sekolah menengah atas tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat seperti pemikir kritis dan berwawasan global. Namun, pembelajaran biologi sering kali masih berfokus pada transfer pengetahuan teoretis dan kurang mengoptimalkan potensi penguatan karakter. Kesenjangan ini melatarbelakangi pentingnya penelitian mengenai model kurikulum yang inovatif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi kurikulum inovatif dapat memperkuat karakter siswa dalam pembelajaran biologi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara mendalam untuk mengumpulkan data primer. Narasumber kunci adalah kepala bidang kurikulum di salah satu sekolah menengah atas swasta di Tangerang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah tersebut secara inovatif mengintegrasikan Kurikulum Nasional dengan kerangka International Baccalaureate (IB). Dalam konteks biologi, model hibrida ini mendorong siswa menjadi pembelajar aktif melalui investigasi mandiri dan analisis studi kasus global, yang secara langsung menumbuhkan karakter inkuisitif, reflektif, dan terbuka terhadap perspektif dunia. Disimpulkan bahwa kombinasi kurikulum Nasional dan IB merupakan strategi yang efektif untuk mentransformasi pembelajaran biologi dari sekadar transfer ilmu menjadi wahana penguatan karakter esensial yang relevan dengan tuntutan global.
PENGGUNAAN MODEL DISKUSI KELAS DALAM PEMBELAJARAN PAI UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI SISWA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 29 SAWANGAN Rosfiani, Okta; Fashila, Shifa Annazwa; Syaikhoni, Muhammad Aril; Rajab, Farazy; Farida, Ida
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i2.5757

Abstract

Communication skills are one of the essential competencies needed by students to interact effectively in a multicultural society. However, in practice, Islamic Religious Education learning is often still dominated by lecture and memorization models, so that in this Islamic Religious Education subject it is sometimes difficult to provide space for students to develop their character and communication skills. The purpose of this study is to comprehensively investigate the practice of using the class discussion model in the Islamic Religious Education learning process. This study applies a qualitative approach through an intrinsic case study research method at SMP Muhammadiyah 29, Depok City, West Java, involving a number of students in grades VII-IX, and one Islamic Religious Education teacher, and the principal. Data were collected using observation notes and video recording instruments; semi-structured interview instrument guides; and assessment rubric instrument documents, student discussion result journals, and student learning outcomes. The research findings note that the implementation of the discussion model in Islamic Religious Education learning shows its own complexity. This model offers great opportunities to develop students' communication skills and independent material exploration abilities, but challenges such as students' difficulties in adapting the material and low student participation require teachers to continue to improvise during learning. The findings of this study suggest an approach that pays attention to student readiness through prior material preparation, as well as effective discussion group arrangements. ABSTRAKKeterampilan berkomunikasi menjadi salah satu kompetensi esensial yang dibutuhkan siswa untuk berinteraksi secara efektif dalam masyarakat yang multikultural. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran PAI sering kali masih didominasi oleh model ceramah dan hafalan, sehingga dalam mata pelajaran PAI ini terkadang sulit untuk memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan karakter dan keterampilannya dalam berkomunikasi.  Tujuan penelitian ini untuk menginvestigasi secara komprehensif praktik penggunaan model diskusi kelas dalam proses pembelajaran PAI. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif melalui metode penelitian studi kasus intrinsik di SMP Muhammadiyah 29 Kota Depok Jawa Barat, dengan melibatkan sejumlah siswa kelas VII-IX, dan satu guru PAI, serta kepala sekolah. Data dikumpulkan menggunakan instrumen catatan observasi dan video rekaman; panduan instrumen wawancara semi-terstruktur; serta dokumen instrumen rubrik penilaian, jurnal catatan hasil diskusi siswa, serta hasil belajar siswa. Temuan penelitian mencatat bahwa implementasi model diskusi dalam pembelajaran PAI menunjukkan kompleksitas tersendiri. Model ini menawarkan peluang besar untuk mengembangkan keterampilan komunikasi dan kemampuan eksplorasi materi mandiri siswa, namun tantangan seperti kesulitan siswa mengadaptasi materi dan rendahnya partisipasi siswa mengharuskan guru untuk terus berimprovisasi selama pembelajaran. Temuan studi ini menyarankan pendekatan yang memperhatikan kesiapan siswa melalui persiapan materi sebelumnya, serta pengaturan kelompok diskusi yang efektif.

Page 1 of 2 | Total Record : 12