cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
Jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
ISSN : 27748022     EISSN : 27745791     DOI : -
Core Subject : Education,
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2026)" : 22 Documents clear
DINAMIKA PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DI KALANGAN PELAJAR DALAM KONTEKS DOMINASI BAHASA DAERAH DI MAN Aminah, Siti; Hermoyo, R. Panji
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9006

Abstract

ABSTRACT Indonesian plays a strategic role in national education as both an academic language and a medium for fostering national character. However, within the reality of a multilingual society, its use among students often coexists with local languages that continue to function strongly in social interaction. This study aims to describe patterns of Indonesian language use among students of MAN 1 Merangin in the context of the dominance of local languages, to identify factors influencing students’ language choices, and to analyze the implications for Indonesian language proficiency. The study employs a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through classroom and interactional observations, semi-structured interviews with students and teachers, and analysis of students’ written documents. Data analysis involved stages of data reduction, data display, and conclusion drawing to obtain a comprehensive understanding of students’ linguistic dynamics. The findings indicate that Indonesian is predominantly used in instructional settings and formal communication, while local languages are more frequently employed in non-academic interactions due to social closeness, cultural identity, and a sense of solidarity. Code-switching and code-mixing emerge contextually as adaptive communication strategies. These findings suggest that the continued use of local languages does not necessarily weaken mastery of formal Indonesian; rather, it requires appropriate pedagogical management so that both languages can function harmoniously within the educational environment. ABSTRAK Bahasa Indonesia berperan strategis dalam pendidikan nasional sebagai bahasa akademik sekaligus sarana pembentukan karakter kebangsaan. Namun, dalam realitas masyarakat multibahasa, penggunaannya di kalangan pelajar kerap berdampingan dengan bahasa daerah yang masih kuat berfungsi dalam interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pola penggunaan Bahasa Indonesia oleh siswa MAN 1 Merangin dalam konteks dominasi bahasa daerah, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pilihan bahasa, serta menganalisis implikasinya terhadap kemampuan berbahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran dan interaksi siswa, wawancara semi terarah dengan siswa dan guru, serta analisis dokumen tertulis siswa. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai dinamika kebahasaan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia digunakan secara dominan dalam ranah pembelajaran dan komunikasi formal, sedangkan bahasa daerah lebih sering dimanfaatkan dalam interaksi nonakademik karena faktor kedekatan sosial, identitas kultural, dan rasa kebersamaan. Praktik alih kode dan campur kode muncul secara kontekstual sebagai strategi komunikasi yang adaptif. Temuan ini menegaskan bahwa keberlangsungan bahasa daerah tidak serta-merta melemahkan penguasaan Bahasa Indonesia formal, melainkan memerlukan pengelolaan pedagogis yang tepat agar kedua bahasa dapat berfungsi secara harmonis dalam lingkungan pendidikan.
LINGUISTIK PENDIDIKAN: PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA UNTUK SISWA SMP Sahara, La; Hermoyo, R. Panji
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9010

Abstract

ABSTRACT The limited ability of students to use the Indonesian language appropriately reflects a mismatch between the expected language competencies and classroom learning practices. This study aims to evaluate the effectiveness of developing Indonesian language teaching materials based on a thematic approach for eighth-grade students at SMP Negeri 3 Satu Atap Tabona, Pulau Taliabu Regency. The research employed a Research and Development (R&D) method, which included needs analysis, product design, expert validation, and limited field testing with students. The research subjects consisted of expert validators and eighth-grade students, while data were collected through learning achievement tests, response questionnaires, and classroom observations. The results indicate a significant improvement in students’ understanding of the proper use of the Indonesian language, as reflected in the shift of learning outcomes from a low category prior to the implementation of the teaching materials to a high category afterward. These findings confirm that thematic-based Indonesian language teaching materials are not only feasible but also effective in improving the quality of language learning and in linking linguistic content with students’ learning experiences in a more contextual and meaningful manner. ABSTRAK Keterbatasan kemampuan peserta didik dalam menggunakan Bahasa Indonesia secara tepat mencerminkan adanya ketidaksesuaian antara tuntutan kompetensi berbahasa dan praktik pembelajaran yang berlangsung di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pengembangan bahan ajar Bahasa Indonesia berbasis pendekatan tematik pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Satu Atap Tabona, Kabupaten Pulau Taliabu. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) yang mencakup tahapan analisis kebutuhan, perancangan produk, validasi oleh ahli, serta uji coba terbatas kepada peserta didik. Subjek penelitian melibatkan validator dan siswa kelas VIII, dengan teknik pengumpulan data berupa tes hasil belajar, angket respon, dan observasi proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman siswa terhadap penggunaan Bahasa Indonesia sesuai kaidah, ditandai dengan pergeseran capaian belajar dari kategori rendah sebelum penggunaan bahan ajar menjadi kategori tinggi setelah implementasi. Temuan ini menegaskan bahwa bahan ajar Bahasa Indonesia berbasis pendekatan tematik tidak hanya layak digunakan, tetapi juga efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, serta mampu mengaitkan materi kebahasaan dengan pengalaman belajar siswa secara lebih kontekstual dan bermakna.
MODEL INSTRUMEN PENILAIAN HOTS PADA KETERAMPILAN MENULIS TEKS DESKRIPSI KELAS IX SMP DALAM KURIKULUM MERDEKA Handayani, Wuri; Kuntoro, Kuntoro
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9037

Abstract

Higher Order Thinking Skills (HOTS)-based assessment is a key requirement in the implementation of the Merdeka Curriculum, particularly in Indonesian language learning at the junior secondary school level. However, writing assessment practices for descriptive texts in schools still tend to emphasize final products and have not fully accommodated the measurement of students’ higher-order thinking skills. This study aims to describe and formulate a HOTS-based assessment instrument model for descriptive text writing skills in Grade IX junior high school, integrating the domains of attitudes, knowledge, and skills. This research employed a descriptive qualitative approach through a conceptual review and document analysis. The data sources included the Indonesian Language Learning Outcomes of the Merdeka Curriculum Phase D, instructional documents for descriptive text writing, and relevant scholarly literature on HOTS-based and authentic assessment. Data analysis was conducted by mapping learning indicators to HOTS cognitive levels (C4–C6), followed by the formulation of appropriate assessment instruments and analytic scoring rubrics. The findings indicate that the developed assessment instrument model is capable of measuring students’ abilities to analyze, evaluate, and create descriptive texts, while also providing a comprehensive depiction of both learning processes and outcomes. This model is practical, contextual, and aligned with the principles of authentic assessment, making it a useful reference for Indonesian language teachers in implementing HOTS-based assessment in junior high schools. ABSTRAKPenilaian berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) merupakan salah satu tuntutan utama dalam implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya pada pembelajaran Bahasa Indonesia di jenjang Sekolah Menengah Pertama. Namun, praktik penilaian menulis teks deskripsi di sekolah masih cenderung berfokus pada produk akhir dan belum sepenuhnya mengakomodasi pengukuran kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan merumuskan model instrumen penilaian HOTS pada keterampilan menulis teks deskripsi kelas IX SMP yang mencakup ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian konseptual dan analisis dokumen. Sumber data meliputi dokumen Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka fase D, perangkat pembelajaran menulis teks deskripsi, serta berbagai literatur ilmiah yang relevan dengan penilaian autentik dan penilaian berbasis HOTS. Analisis data dilakukan dengan memetakan indikator pembelajaran ke dalam level kognitif HOTS (C4–C6), kemudian merumuskan bentuk instrumen dan rubrik penilaian analitik. Hasil kajian menunjukkan bahwa model instrumen yang dikembangkan mampu mengukur kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta dalam kegiatan menulis teks deskripsi, serta memberikan gambaran komprehensif mengenai proses dan hasil belajar peserta didik. Model instrumen ini bersifat aplikatif, kontekstual, dan selaras dengan prinsip asesmen autentik, sehingga dapat dijadikan referensi praktis bagi guru Bahasa Indonesia dalam mengimplementasikan penilaian HOTS di SMP.
PENGARUH REWARD TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PADA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB SISWA KELAS VII B MTSN KOTA SURABAYA Ubaidah, Hafiza Fajar; Nu’man, Mohammad
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9061

Abstract

This study aims to examine the effect of rewards on the motivation to learn Arabic in class VII B MTsN 4 Surabaya City and to assess the extent to which rewards contribute to increasing that motivation. This study used a quantitative approach with a correlational design, and data were collected through a Likert-scale questionnaire that had previously been tested for validity and reliability. The results showed that rewards have a very strong relationship with learning motivation, indicated by a Pearson correlation value of r = 0.82. Simple linear regression analysis also showed an R² value of 0.67, which means that 67% of changes in student learning motivation were influenced by rewards. The regression equation Learning Motivation = 22.39 + 0.57 × Reward confirms the positive influence of rewards on increasing student motivation. Rewards have been shown to support cognitive development, such as the courage to read texts and the ability to memorize vocabulary, while also providing psychological impacts in the form of increased self-confidence, participation, and decreased anxiety in learning. These findings demonstrate that rewards are a practical yet effective learning strategy implemented in madrasah environments. Although this study has limitations in the number of samples and the scope of the research location, the results still provide valuable contributions in developing strategies to increase motivation to learn Arabic. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian reward terhadap motivasi belajar Bahasa Arab siswa kelas VII B MTsN 4 Kota Surabaya sekaligus menilai sejauh mana reward berkontribusi dalam meningkatkan motivasi tersebut. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, dan data dikumpulkan melalui angket berskala Likert yang sebelumnya telah diuji validitas serta reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reward memiliki hubungan yang sangat kuat dengan motivasi belajar, ditandai dengan nilai korelasi Pearson r = 0,82. Analisis regresi linear sederhana juga menunjukkan nilai R² sebesar 0,67, yang berarti bahwa 67% perubahan motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh pemberian reward. Persamaan regresi Motivasi Belajar = 22,39 + 0,57 × Reward menegaskan adanya pengaruh positif reward terhadap peningkatan motivasi siswa. Reward terbukti mendukung perkembangan kognitif, seperti keberanian membaca teks dan kemampuan menghafal mufradat, sekaligus memberikan dampak psikologis berupa meningkatnya kepercayaan diri, partisipasi, dan menurunnya kecemasan dalam belajar. Temuan ini memperlihatkan bahwa reward merupakan strategi pembelajaran yang praktis namun efektif diterapkan di lingkungan madrasah. Meskipun penelitian ini memiliki batasan pada jumlah sampel dan lingkup lokasi penelitian, hasilnya tetap memberikan kontribusi berharga dalam pengembangan strategi peningkatan motivasi belajar Bahasa Arab.
EXPLORING SEVENTH GRADE STUDENTS’ PERCEPTIONS OF READING STRATEGIES IN ENGLISH READING Ni’mah, Fauziyatun; Rahayu, Anita Budi
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9124

Abstract

ABSTRACT The problem of low English reading comprehension among EFL students at the junior secondary school level highlights the importance of using effective reading strategies in learning. This study focuses on seventh-grade students’ perceptions of reading strategies in English learning at MTs Nurul Huda Grogol Masangan and employed a qualitative descriptive design involving 35 students. Data were collected through open-ended questionnaires and semi-structured interviews and were analyzed descriptively and thematically to ensure depth and credibility of findings. The findings indicate that students predominantly used cognitive reading strategies, such as identifying main ideas, guessing word meanings from context, rereading difficult parts of the text, and relating the text to prior knowledge, which were perceived as helpful in improving reading comprehension. However, the study also revealed major challenges, including limited vocabulary mastery, low reading confidence, and students’ difficulties in applying reading strategies independently without teacher guidance. In addition, a gap was identified between the reading strategies taught by teachers and those consistently practiced by students during classroom activities. Therefore, this study concludes that explicit and structured instruction in reading strategies is necessary to bridge this gap and to improve the quality of English reading instruction in similar school contexts. ABSTRAK Masalah rendahnya pemahaman membaca bahasa Inggris pada siswa EFL di tingkat sekolah menengah pertama menunjukkan pentingnya penggunaan strategi membaca yang efektif dalam pembelajaran. Penelitian ini berfokus pada persepsi siswa kelas VII terhadap strategi membaca dalam pembelajaran bahasa Inggris di MTs Nurul Huda Grogol Masangan dengan menggunakan desain kualitatif deskriptif yang melibatkan 35 siswa. Data dikumpulkan melalui kuesioner terbuka dan wawancara semi terstruktur, kemudian dianalisis secara deskriptif dan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa lebih dominan menggunakan strategi membaca kognitif, seperti mengidentifikasi ide pokok, menebak makna kosakata berdasarkan konteks, membaca ulang bagian teks yang sulit, serta mengaitkan isi teks dengan pengetahuan sebelumnya, yang dipersepsikan membantu meningkatkan pemahaman membaca. Namun, penelitian ini juga mengungkap permasalahan utama berupa keterbatasan penguasaan kosakata, rendahnya kepercayaan diri dalam membaca, serta kesulitan siswa dalam menerapkan strategi membaca secara mandiri tanpa bimbingan guru. Selain itu, ditemukan adanya kesenjangan antara strategi membaca yang diajarkan oleh guru dan strategi yang secara konsisten dipraktikkan oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa pengajaran strategi membaca yang eksplisit dan terstruktur diperlukan untuk menjembatani kesenjangan tersebut serta meningkatkan kualitas pembelajaran membaca bahasa Inggris pada konteks sekolah yang serupa.
INTEGRASI TPACK DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: ANALISIS IMPLEMENTASI DAN TANTANGAN DI SMP MUHAMMADIYAH 8 YOGYAKARTA Muzakkinnur, Muhammad Hanif; Afkar, Muhammad Hafiz Budi Kurniawan; Zul’ilmi, Radifan Muhammad; Putra, Lovandri Dwanda
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9150

Abstract

This study aims to analyze in depth the implementation and challenges of integrating the Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) framework into Islamic Religious Education (PAI) learning at Muhammadiyah 8 Junior High School Yogyakarta. This study is motivated by the demands of the digital era, which requires educators not only to master religious material but also to be able to synergize technology with relevant pedagogy to improve the effectiveness of Islamic jurisprudence learning. Using a descriptive qualitative method based on case studies during the School Field Introduction (PLP) 2 program, data were collected through participant observation, in-depth interviews with teachers, and analysis of learning documents. The research findings indicate that the implementation of the inquiry learning model supported by interactive technology media such as educational videos, digital presentations, and online quizzes can significantly increase students' active participation and conceptual understanding. However, the effectiveness of this integration is still faced with technical obstacles in the form of limited digital infrastructure and pedagogical challenges in dynamic classroom management. The main conclusion confirms that although TPACK offers a potential framework for modernizing Islamic Religious Education (PAI) learning, its success is highly dependent on teachers' technological competency readiness and adequate school facilities. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi dan tantangan pengintegrasian kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Muhammadiyah 8 Yogyakarta. Studi ini dilatarbelakangi oleh tuntutan era digital yang mengharuskan pendidik tidak hanya menguasai materi keagamaan, tetapi juga mampu mensinergikan teknologi dengan pedagogi yang relevan guna meningkatkan efektivitas pembelajaran fikih. Menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi kasus selama program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 2, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru, serta analisis dokumen pembelajaran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan model inquiry learning yang didukung oleh media teknologi interaktif seperti video edukatif, presentasi digital, dan kuis daring mampu meningkatkan partisipasi aktif dan pemahaman konseptual peserta didik secara signifikan. Namun, efektivitas integrasi ini masih dihadapkan pada kendala teknis berupa keterbatasan infrastruktur digital dan tantangan pedagogis dalam manajemen kelas yang dinamis. Simpulan utama menegaskan bahwa meskipun TPACK menawarkan kerangka kerja yang potensial untuk modernisasi pembelajaran PAI, keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan kompetensi teknologi guru dan dukungan fasilitas sekolah yang memadai.
PROGRAM ANTI PERUNDUNGAN SEBAGAI UPAYA MENCEGAH DAN MENURUNKAN PERILAKU PERUNDUNGAN DI SEKOLAH MENENGAH : STUDI LITERATUR Anekasari, Rani Nur; Utami, Margaretha Sih Setija; Utami, Cicilia Tanti
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9208

Abstract

Bullying in secondary schools remains a critical issue affecting students’ psychological well-being and the overall school climate. Various anti-bullying programs have been implemented in Indonesia; however, their forms, implementation patterns, and effectiveness vary considerably. This study aims to examine the forms and characteristics of anti-bullying programs in secondary schools, analyze their implementation and effectiveness, and identify factors that support or hinder program success. This study employed a narrative literature review approach. Articles were retrieved from Google Scholar and Portal Garuda databases published between 2020 and 2025. Out of 105 identified articles, nine studies were selected based on topic relevance, secondary school context, and clarity of program description and outcomes. The findings indicate that anti-bullying programs in secondary schools include student-based programs, guidance and counseling-based interventions, character education initiatives, and school-based programs supported by formal prevention teams (TPPK). Overall, these programs were effective in reducing bullying behavior and improving students’ empathy. Nevertheless, program effectiveness largely depends on school leadership commitment, active involvement of school members, collaboration with external stakeholders, and continuous monitoring and evaluation. Major barriers include underreporting of bullying cases, limited resources, and inconsistent program implementation. ABSTRAK Perundungan di sekolah menengah masih menjadi permasalahan yang berdampak pada kesejahteraan psikologis siswa dan iklim sekolah. Berbagai program anti perundungan telah diterapkan di Indonesia, namun bentuk, pola implementasi, dan tingkat efektivitasnya menunjukkan hasil yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bentuk dan karakteristik program anti perundungan di sekolah menengah, menganalisis pola implementasi dan efektivitas program, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan narrative literature review. Pencarian artikel dilakukan melalui Google Scholar dan Portal Garuda pada rentang tahun 2020–2025. Dari 105 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 9 artikel dipilih berdasarkan kriteria relevansi topik, konteks sekolah menengah, serta kejelasan deskripsi program dan hasil penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa program anti perundungan di sekolah menengah terdiri atas program berbasis siswa, guru bimbingan dan konseling, pendidikan karakter, serta program berbasis kebijakan sekolah melalui pembentukan TPPK. Secara umum, program-program tersebut efektif dalam menurunkan perilaku perundungan dan meningkatkan empati siswa. Namun, efektivitas program sangat dipengaruhi oleh komitmen sekolah, keterlibatan seluruh warga sekolah, kolaborasi dengan pihak eksternal, serta monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan. Hambatan utama meliputi rendahnya pelaporan kasus, keterbatasan sumber daya, dan inkonsistensi implementasi program.  
KEEFEKTIFAN MODEL SSCS DITINJAU DARI PENALARAN MATEMATIS DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP Satriawan, Rody; Abdullah, Abdullah; Basirun, Basirun
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9209

Abstract

The purpose of this study is to describe the effectiveness of teaching with the teaching model search, solve, create, and share (SSCS) regarding students’ achievement and mathematics learning motivation.This research was quasi-experimental with the non-equivalent control group design. The population was all students of class VIII SMP Muhammadiyah Banguntapan consisting of five classes. The sample taken at random consisted of two classes: classes VIII-D dan VIII-E. Class VIII-D was taught by using the model conventional, while class VIII-E was taught by using the SSCS teaching model. The data were analyzed by using a multivariate test Hotelling’s T2, MANOVA test. Each analysis regarding at the significance level of 5%. The results of the study show that: (1) the SSCS model is effective in terms of mathematical reasoning and learning motivation, while the conventional model is not effective in terms of student achievement and learning motivation; and (2) there is a difference in effectiveness between the SSCS model and the conventional model in terms of mathematical reasoning and learning motivation. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) keefektifan model SSCS ditinjau dari penalaran matematis dan motivasi belajar siswa, dan (2) mengetahui apakah terdapat perbedaan keefektifan antara model SSCS dan model konvensional ditinjau dari penalaran matematis dan motivasi belajar siswa setelah diberikan perlakuan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain kontrol grup non-ekuivalen. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Banguntapan yang terdiri dari lima kelas. Sampel penelitian diambil dua kelas secara acak, yaitu terambil kelas VIII-D dan VIII-E. Kelas VIII-E diberikan perlakuan model SSCS, sedangkan kelas VIII-D diberikan berupa model konvensional. Kriteria Uji hipotesis yang digunakan yaitu data dianalisis secara multivariat menggunakan uji T2 Hotteling’s. Instrumen penelitian terdiri dari tes penalaran matematis dan angket motivasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model SSCS efektif ditinjau dari penalaran matematis dan motivasi belajar siswa, sedangkan model konvensional tidak efektif ditinjau dari penalaran matematis dan motivasi belajar siswa; dan (2) terdapat perbedaan keefektifan antara model SSCS dan model konvensional ditinjau dari penalaran matematis, dan motivasi belajar siswa.
ANALISIS KESULITAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL BARISAN DAN DERET GEOMETRI SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Isnaini, Ade Nur; Mahardika, Arsyi Pramudya; Aditya, Bagas; Napis, Napis
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9210

Abstract

This study aims to determine the difficulties students experience in working on problems on geometric sequences and series. The type of research used is descriptive qualitative. The subjects studied were 10 students of class X-5 SMA Putra Bangsa, Depok City, based on the results of daily tests that were below the Minimum Completion Minimum (KKM). The test was given as many as 5 essay questions in the form of stories. The results of the study showed that the causes of difficulties experienced by students in solving geometric sequences and series problems included: 1) difficulties in distinguishing geometric sequences and series problems, 2) difficulties in understanding the intended problem and difficulties in translating it into mathematical sentences, 3) difficulties in solving problems related to geometric sequences and series material, sometimes students are confused by the questions asked in the problem, 4) students' difficulties when answering questions and entering formulas. This is as from the analysis it is known that the highest percentage of students' difficulties in solving story problems on geometric sequences and series reaches 71%. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan siswa dalam mengerjakan soal pada materi barisan dan deret geometri. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuallitatif. Subjek yang diteliti adalah siswa kelas X-5 SMA Putra Bangsa Kota Depok sebanyak 10 siswa berdasarkan pada hasil ulangan harian yang berada dibawah KKM. Tes diberikan sebanyak 5 butir soal  essay berbentuk cerita. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyebab kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal barisan dan deret geometri diantaranya: 1) kesulitan dalam membedakan soal barisan dan deret geometri, 2) kesulitan memahami soal yang di maksud dan kesulitan dalam menerjemahkan kedalam kalimat matematika, 3) kesulitan dalam menyelesaikan soal berkaitan dengan materi barisan dan deret geometri terkadang siswa  terkecoh dengan pertanyaan yang ditanyakan pada soal, 4) kesulitan siswa pada saat menjawab soal dan memasukan rumus. Hal ini sebagaimana dari analisis diketahui bahwa presentase tertinggi kesulitan siswa dalam melakukan penyelesaiann soal cerita pada barisan dan deret geometri mencapai 71% .
EVALUASI KEMAMPUAN MENULIS ARTIKEL ILMIAH POPULER SISWA DITINJAU DARI PENGUASAAN KOSAKATA Kurniawati, Heni; Kuntoro, Kuntoro
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9211

Abstract

This study aims to examine the relationship between vocabulary mastery and the ability to write popular scientific articles among eighth-grade students of SMP Negeri 5 Cilacap. A quantitative correlational method was employed, with total sampling involving 32 students. Data were collected using a multiple-choice vocabulary test and a writing rubric to assess writing performance. Normality and homogeneity tests were conducted prior to Spearman’s rho correlation analysis. The results revealed a very weak positive correlation between vocabulary mastery and writing ability (ρ = 0.233), but the relationship was not statistically significant (p = 0.199). These findings suggest that vocabulary mastery alone does not determine writing success. Writing popular scientific articles requires an integrative instructional approach that combines linguistic, cognitive, and rhetorical skills. This study contributes to the development of contextual and comprehensive writing instruction at the junior secondary level. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penguasaan kosakata dan kemampuan menulis artikel ilmiah populer pada siswa kelas VIII H SMP Negeri 5 Cilacap. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan teknik total sampling yang melibatkan 32 siswa. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda untuk mengukur penguasaan kosakata dan rubrik penilaian tulisan untuk menilai kemampuan menulis. Uji normalitas dan homogenitas dilakukan terlebih dahulu sebelum analisis korelasi menggunakan Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif sangat lemah (low positive correlation) antara penguasaan kosakata dengan kemampuan menulis artikel ilmiah populer (ρ = 0,233), namun tidak signifikan secara statistik (p = 0,199). Temuan ini menunjukkan bahwa penguasaan kosakata bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan menulis. Kemampuan menulis artikel ilmiah populer membutuhkan pendekatan pembelajaran yang lebih integratif, mencakup aspek linguistik, kognitif, dan retoris. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam merancang pembelajaran menulis yang menyeluruh dan kontekstual di tingkat SMP.

Page 2 of 3 | Total Record : 22