cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
Jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
ISSN : 27748022     EISSN : 27745791     DOI : -
Core Subject : Education,
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2026)" : 9 Documents clear
HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN PRESTASI AKADEMIK SISWA SMA KABUPATEN LEBAK PROVINSI BANTEN Setiani, Rafa Ghiyats Fitri
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.7528

Abstract

ABSTRACT Academic achievement at the secondary school level is influenced by various interacting factors, including psychological aspects such as self-concept. Academic self-concept plays a role in shaping how students evaluate their abilities and learning potential, which in turn can affect their academic performance. This study aimed to examine the relationship between self-concept and academic achievement among eleventh-grade students at SMA Negeri 2 Rangkasbitung. The research employed a quantitative approach with a correlational design. A total of 198 students were randomly selected from a population of 393 students. Self-concept data were collected using the Tennessee Self Concept Scale, Second Edition (TSCS-2), while academic achievement was measured based on the students’ average report card scores for the first semester of the 2024/2025 academic year. Data were analyzed using Pearson’s correlation test. The findings revealed a positive and statistically significant relationship between self-concept and academic achievement (r = 0.156; p = 0.028), although the strength of the correlation was low. These results indicate that self-concept contributes to academic performance, but not as a dominant factor. This study provides empirical evidence in the context of Indonesian secondary school students that improving academic achievement requires a comprehensive approach that integrates psychological reinforcement, learning motivation, and supportive school environments. ABSTRAK Prestasi akademik pada jenjang sekolah menengah dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi, termasuk aspek psikologis seperti konsep diri. Konsep diri akademik berperan dalam membentuk cara siswa menilai kemampuan dan potensi belajarnya, yang pada akhirnya dapat memengaruhi capaian akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara konsep diri dan prestasi akademik siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Rangkasbitung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 198 siswa yang dipilih secara acak dari populasi 393 siswa. Data konsep diri diperoleh melalui Tennessee Self Concept Scale versi dua (TSCS-2), sedangkan prestasi akademik diukur menggunakan nilai rata-rata rapor semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Analisis dilakukan dengan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara konsep diri dan prestasi akademik (r = 0,156; p = 0,028), dengan kekuatan hubungan tergolong rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa konsep diri berkontribusi terhadap capaian akademik, meskipun bukan sebagai faktor dominan. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dalam konteks siswa sekolah menengah di Indonesia bahwa peningkatan prestasi belajar perlu dilakukan melalui pendekatan yang komprehensif dengan memadukan penguatan aspek psikologis, motivasional, dan dukungan lingkungan sekolah.
INOVASI ALAT PERAGA FISIKA BERBAHAN LIMBAH UNTUK MEMBANGUN KEMAMPUAN BERFIKIR TINGKAT TINGGI PADA PEMBELAJARAN FISIKA Parihin, Parihin; Almaoula, Anas Younis Abd; Zaidi, Zulfitria
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.9231

Abstract

ABSTRACT Various challenges are still encountered in physics learning at the senior high school level, particularly related to students’ low conceptual understanding and higher order thinking skills (Higher Order Thinking Skills/HOTS). This condition highlights the need for instructional innovations that are able to provide more contextual and meaningful learning experiences for students. This study aims to develop and implement an instructional medium in the form of an interactive physics teaching aid simulation based on waste materials, integrated with the Problem Based Learning (PBL) model and the Teaching at the Right Level (TaRL) approach. The research was conducted using the Classroom Action Research (CAR) method at SMAN 2 Gunungputri Bogor, involving eleventh-grade students as the research subjects. The research process was carried out through several cycles consisting of planning, action implementation, observation, and reflection stages.The findings indicate that the use of innovative instructional media based on waste materials contributes to improving students’ conceptual understanding while also fostering the development of higher order thinking skills through contextual problem-solving activities. The implementation of the PBL model combined with the TaRL approach allows learning to be tailored to students’ ability levels, thereby providing more meaningful learning experiences. Thus, it can be concluded that physics instructional media innovations based on waste materials, integrated with PBL and TaRL, are effective in enhancing students’ conceptual understanding and HOTS in senior high school physics learning. ABSTRAK Berbagai permasalahan masih ditemukan dalam pembelajaran fisika di tingkat SMA, khususnya terkait rendahnya pemahaman konsep dan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) siswa. Situasi ini menunjukkan perlunya inovasi pembelajaran yang mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna bagi peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan serta menerapkan media ajar berupa simulasi alat peraga fisika interaktif berbasis bahan limbah yang dipadukan dengan model Problem Based Learning (PBL) dan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL). Penelitian dilaksanakan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di SMAN 2 Gunungputri Bogor dengan melibatkan siswa kelas XI sebagai subjek penelitian. Proses penelitian dilakukan melalui beberapa siklus yang mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media ajar inovatif berbasis bahan limbah berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman konseptual siswa sekaligus mendorong pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi melalui aktivitas pemecahan masalah kontekstual. Penerapan model PBL yang dikombinasikan dengan pendekatan TaRL memungkinkan pembelajaran berlangsung sesuai dengan tingkat kemampuan siswa, sehingga memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa inovasi media ajar fisika berbasis bahan limbah yang terintegrasi dengan PBL dan TaRL efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan kemampuan HOTS siswa pada pembelajaran fisika di SMA.
PERBEDAAN MOTIVASI DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION DAN TWO STAY TWO STRAY Khani, Nazri Maulana; Harahap, Wardyatul Fuady; Septian, Rizky
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.9296

Abstract

ABSTRACT This study investigates differences in students’ learning motivation and critical thinking skills arising from the implementation of the Team Assisted Individualization (TAI) and Two Stay Two Stray (TSTS) cooperative learning models in mathematics instruction. The study is grounded in the need to strengthen learning motivation and critical thinking skills as essential components of 21st-century higher-order thinking competencies. A quantitative approach with a quasi-experimental design was employed, in which learning outcomes were measured through post-tests administered to two experimental groups. The participants consisted of 70 eleventh-grade students of MAS PAB 2 Helvetia, selected from a population of 106 students using cluster random sampling. One group received instruction using the TAI model, while the other was taught using the TSTS model. Data were collected through a validated critical thinking skills test and a mathematics learning motivation questionnaire. Statistical analysis was conducted using an independent samples t-test after the assumptions of normality and homogeneity were met at a significance level of α = 0.05. The findings reveal significant differences in students’ learning motivation and critical thinking skills on sequences and series topics, indicating that variations in cooperative learning models influence the quality of mathematics learning processes and outcomes. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji perbedaan motivasi belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa yang muncul akibat penerapan model pembelajaran kooperatif Team Assisted Individualization (TAI) dan Two Stay Two Stray (TSTS) dalam pembelajaran matematika. Kajian ini didasarkan pada kebutuhan untuk memperkuat motivasi belajar dan kemampuan berpikir kritis sebagai bagian dari keterampilan berpikir tingkat tinggi yang esensial pada abad ke-21. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen, di mana pengukuran hasil belajar dilakukan melalui pemberian postes pada dua kelompok eksperimen. Subjek penelitian melibatkan 70 siswa kelas XI MAS PAB 2 Helvetia yang dipilih dari populasi sebanyak 106 siswa menggunakan teknik cluster random sampling. Satu kelompok memperoleh pembelajaran dengan model TAI, sedangkan kelompok lainnya menggunakan model TSTS. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan berpikir kritis dan angket motivasi belajar matematika yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji t setelah terpenuhinya asumsi normalitas dan homogenitas pada taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada motivasi belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi barisan dan deret, yang mengindikasikan bahwa perbedaan karakteristik model pembelajaran kooperatif berpengaruh terhadap kualitas proses dan hasil belajar matematika.
HUBUNGAN ANTARA GAYA BELAJAR VARK DENGAN PREFERENSI MEDIA DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS XII SMA NEGERI DI KOTA SINGARAJA Dewi, Ni Kadek Yun Yun Rosita; Adnyana, Putu Budi; Arnyana, Ida Bagus Putu
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.9299

Abstract

ABSTRACT This study aims to examine the relationship between VARK learning styles and digital media preferences in biology learning, considering the limited empirical evidence linking these two variables among senior high school students. The study employed a quantitative approach with a correlational research design. Data were collected using a VARK learning styles questionnaire and a digital media preference questionnaire. Data analysis was conducted descriptively using cross-tabulation and inferentially using Pearson’s Chi-Square test and the contingency coefficient (C). The results indicate that students’ learning styles vary, with the majority classified as multimodal learners, while the read/write learning style showed the lowest percentage. Students’ digital media preferences also demonstrated diversity, with most students categorized as Multimodal Digital Learners, whereas e-module showed the lowest preference level. Although students tend to be flexible in utilizing various types of digital media, each learning style group still exhibits specific tendencies in selecting media that align with their learning characteristics. Hypothesis testing revealed a significant relationship between VARK learning styles and digital media preferences (Sig. = 0.013), with a weak strength of association (C = 0.32). These findings indicate that learning styles contribute to students’ digital media preferences; however, they are not the sole determining factor in the selection of learning media. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara gaya belajar VARK dan preferensi media digital dalam pembelajaran biologi, mengingat masih terbatasnya bukti empiris yang mengaitkan kedua variabel tersebut pada konteks siswa SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner gaya belajar VARK dan kuesioner preferensi media digital. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan tabulasi silang, serta secara inferensial menggunakan uji Pearson’s Chi-Square dan koefisien kontingensi (C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar siswa bervariasi, dengan mayoritas siswa termasuk dalam kategori multimodal, sedangkan gaya belajar read/write memiliki persentase terendah. Preferensi media digital siswa juga menunjukkan keragaman, di mana sebagian besar siswa tergolong sebagai Multimodal Digital Learner, sementara media e-modul memiliki tingkat preferensi terendah. Meskipun siswa cenderung fleksibel dalam memanfaatkan berbagai jenis media digital, setiap kelompok gaya belajar tetap memperlihatkan kecenderungan tertentu dalam memilih media yang selaras dengan karakteristik belajarnya. Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara gaya belajar VARK dan preferensi media digital (Sig. = 0,013) dengan kekuatan hubungan yang tergolong lemah (C = 0,32). Temuan ini mengindikasikan bahwa gaya belajar berkontribusi terhadap preferensi media digital siswa, namun bukan merupakan satu-satunya faktor penentu dalam pemilihan media pembelajaran.
PERAN BIMBINGAN KONSELING PENDIDIKAN ISLAM DALAM MEMBENTUK AKHLAK PESERTA DIDIK DI MADRASAH TSANAWIYAH Rambe, Mirza Syahdat; Hakam, Abdillah; Zaira, M. Firas Samudera; Hamid, Abdul
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.9433

Abstract

The complexity of students' moral and psychological challenges in the modern era demands integrative educational services. This study aims to analyze the strategic role of Islamic Education in the implementation of Islamic Guidance and Counseling (BKPI) and its contribution to the formation of students' morals in Islamic Junior High Schools (Madrasah Tsanawiyah). Using a descriptive qualitative approach, the study involved counselors and students as subjects, with data collection through observation, in-depth interviews, and documentation. Analysis was carried out systematically, starting from data reduction to drawing conclusions. The findings indicate that the implementation of BKPI based on Islamic values, such as faith and morals, through a humanist-religious approach has proven effective in shaping students' personalities. Counselors who act as good role models are able to instill the values ​​of honesty, patience, and responsibility, thus positively impacting students' religious discipline and emotional control. Despite technical obstacles such as time constraints, the counseling approach based on the Qur'an and Hadith successfully creates psychological calm and corrects deviant behavior. The main conclusion confirms that the substantial integration of Islamic Education Science in BKPI services is crucial to produce a generation that is not only intellectually intelligent, but also has spiritual maturity and noble character in facing the dynamics of life. ABSTRAK Kompleksitas tantangan moral dan psikologis siswa di era modern menuntut layanan pendidikan yang integratif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran strategis Ilmu Pendidikan Islam dalam pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) serta kontribusinya terhadap pembentukan akhlak peserta didik di Madrasah Tsanawiyah. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian melibatkan konselor dan siswa sebagai subjek, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis dilakukan secara sistematis mulai dari reduksi data hingga penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa implementasi BKPI yang berlandaskan nilai-nilai Islam, seperti akidah dan akhlak, melalui pendekatan humanis-religius terbukti efektif membentuk kepribadian siswa. Konselor yang berperan sebagai uswah hasanah mampu menanamkan nilai kejujuran, kesabaran, dan tanggung jawab, sehingga berdampak positif pada peningkatan kedisiplinan ibadah dan kontrol emosi siswa. Meskipun terdapat kendala teknis seperti keterbatasan waktu, pendekatan konseling berbasis Al-Qur’an dan Hadis berhasil menciptakan ketenangan psikologis dan memperbaiki perilaku menyimpang. Simpulan utama menegaskan bahwa integrasi substansial Ilmu Pendidikan Islam dalam layanan BKPI sangat krusial untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga memiliki kematangan spiritual dan berakhlakul karimah dalam menghadapi dinamika kehidupan.
ANALISIS MINAT BELAJAR SISWA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KECAMATAN TOMPASOBARU KABUPATEN MINAHASA SELATAN Assa, Jeremi Hendro; Sumual, Shelty Deity Meity; Manongko, Allen A. Ch.
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.9442

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze students’ learning interest and to identify the factors influencing it at SMP Negeri 3 Raraatean, Tompasobaru District, South Minahasa Regency. Students’ learning interest is an essential aspect of the learning process, as it directly affects students’ levels of engagement and the achievement of learning outcomes at the junior high school level. This research employed a qualitative approach with a case study design, focusing on an in-depth understanding of students’ learning experiences, perceptions, and learning conditions.Data were collected through observations, in-depth interviews, and documentation, involving students, teachers, parents, and the school principal as the main data sources. The collected data were analyzed using the interactive analysis model proposed by Miles, Huberman, and Saldaña, which includes data reduction, data display, and iterative conclusion drawing and verification. The findings indicate that students’ learning interest is at a moderate level and tends to be situational in nature. Learning interest increases when teachers apply varied, contextual, and interactive teaching methods, but tends to decrease in monotonous learning situations that provide limited opportunities for active student involvement.Internal factors influencing learning interest include intrinsic motivation, self-confidence, and students’ learning readiness, while external factors encompass teacher roles, parental support, the availability of learning facilities, and students’ social environment. These findings emphasize that enhancing students’ learning interest requires synergy among innovative instructional strategies, family involvement, and the creation of a supportive learning environment to foster sustainable development of students’ learning interest. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat belajar siswa serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya di SMP Negeri 3 Raraatean, Kecamatan Tompasobaru, Kabupaten Minahasa Selatan. Minat belajar siswa merupakan aspek penting dalam pembelajaran karena berperan langsung terhadap tingkat keterlibatan siswa dan pencapaian hasil belajar pada jenjang sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang berfokus pada pemahaman mendalam terhadap pengalaman, persepsi, dan kondisi belajar siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan siswa, guru, orang tua, serta kepala sekolah sebagai sumber data utama. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi proses reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan secara berulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa berada pada kategori sedang dan cenderung bersifat situasional. Minat belajar meningkat ketika guru menerapkan metode pembelajaran yang variatif, kontekstual, dan interaktif, namun cenderung menurun pada pembelajaran yang monoton dan kurang melibatkan siswa secara aktif. Faktor internal yang memengaruhi minat belajar meliputi motivasi intrinsik, kepercayaan diri, dan kesiapan belajar siswa, sedangkan faktor eksternal mencakup peran guru, dukungan orang tua, ketersediaan fasilitas belajar, serta lingkungan sosial siswa. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan minat belajar siswa memerlukan sinergi antara strategi pembelajaran inovatif, keterlibatan keluarga, dan penciptaan lingkungan belajar yang kondusif agar minat belajar dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
CLASSROOM DYNAMICS AND SPEAKING MASTERY IN AI-INTEGRATED MOBILE-ASSISTED LANGUAGE LEARNING: A STUDY IN INDONESIAN EFL CONTEXT Yana, Nur Fitri
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.9484

Abstract

ABSTRACT This study aims to empirically examine the effect of the implementation of Artificial Intelligence (AI)-integrated Mobile-Assisted Language Learning (MALL) on classroom dynamics and students’ speaking proficiency in the Indonesian EFL context. The study is grounded in the persistent issues of low oral participation and high speaking anxiety in conventional classroom instruction. Addressing these challenges requires instructional approaches that promote interactive engagement while providing individualized learning support. An explanatory sequential mixed-method design was employed, involving 96 eleventh-grade students from the Explore Program at SMA NU 1 Gresik. Quantitative data were collected through pre- and post-speaking tests assessed using an analytic rubric covering fluency, accuracy, pronunciation, and vocabulary, while qualitative data were gathered through semi-structured interviews and classroom observations. The experimental group participated in AI-supported speaking activities for eight weeks, whereas the control group received conventional instruction with limited AI integration. The findings indicate that the experimental group demonstrated greater improvement in speaking scores compared to the control group, particularly in pronunciation and vocabulary development. Qualitative results reveal increased student engagement, more participatory classroom interaction patterns, a shift in the teacher’s role toward facilitation, and reduced speaking anxiety associated with individualized AI-generated feedback. These findings suggest that AI-supported learning environments may foster more responsive and interactive speaking instruction within classroom settings. Thus, the implementation of AI-integrated MALL contributed positively to classroom dynamics and students’ speaking proficiency within the eight-week intervention period, without extending claims beyond the duration of the study. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empiris pengaruh penerapan Mobile-Assisted Language Learning (MALL) terintegrasi kecerdasan buatan (AI) terhadap dinamika kelas dan penguasaan berbicara siswa dalam konteks EFL di Indonesia. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya partisipasi lisan dan tingginya kecemasan berbicara siswa dalam pembelajaran konvensional. Studi ini menggunakan desain mixed-method eksplanatori berurutan dengan melibatkan 96 siswa kelas XI Program Kelas Explore di SMA NU 1 Gresik. Data kuantitatif diperoleh melalui tes berbicara sebelum dan sesudah perlakuan yang dinilai menggunakan rubrik analitik mencakup kefasihan, ketepatan, pengucapan, dan kosakata, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan observasi kelas. Kelompok eksperimen mengikuti pembelajaran berbicara berbasis AI selama delapan minggu, sementara kelompok kontrol menjalani pembelajaran konvensional dengan pemanfaatan AI yang terbatas. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan skor berbicara yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, terutama pada aspek pengucapan dan pengayaan kosakata. Temuan kualitatif memperlihatkan adanya peningkatan keterlibatan siswa, perubahan pola interaksi kelas yang lebih partisipatif, pergeseran peran guru sebagai fasilitator, serta penurunan kecemasan berbicara yang dikaitkan dengan umpan balik AI yang bersifat individual. Dengan demikian, penerapan MALL terintegrasi AI memberikan kontribusi positif terhadap dinamika kelas dan peningkatan penguasaan berbicara siswa dalam konteks intervensi delapan minggu, tanpa menggeneralisasi dampak jangka panjang di luar periode penelitian.
EFEKTIVITAS KONSELING BEHAVIORAL UNTUK MENGURANGI PERILAKU BULLYING PESERTA DIDIK KELAS XI DI SMA NEGERI 1 GIDO Halawa, Yatisama; Lase, Justin Foera-era; Lase, Famahato; Damanik, Hosianna Rodearni
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.9511

Abstract

ABSTRACT Bullying behavior in the school environment remains a serious issue affecting students’ social and emotional development. This study aims to analyze the effectiveness of behavioral counseling in reducing bullying among eleventh-grade students at SMA Negeri 1 Gido. The study employed a quantitative approach using a one-group pretest–posttest experimental design. The sample consisted of 90 students from class XI-1 selected through cluster random sampling. The intervention was conducted in six group counseling sessions, each lasting 60 minutes over three weeks. Data were collected using a bullying behavior questionnaire that had met validity and reliability standards. The data were analyzed using a paired sample t-test and N-Gain analysis to measure the effectiveness of the intervention. The results showed a significant decrease after the intervention, with an N-Gain value of 88.36% (effective category) and a significance value of 0.000 < 0.05. These findings indicate that behavioral counseling is effective as an intervention strategy in guidance and counseling services to reduce aggressive behavior in schools. Practically, the results provide empirical evidence for school counselors in designing structured and sustainable counseling programs to foster more adaptive and positive student behavior. ABSTRAK Perilaku bullying di lingkungan sekolah masih menjadi persoalan serius yang berdampak pada perkembangan sosial dan emosional peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas konseling behavioral dalam menurunkan tingkat bullying pada peserta didik kelas XI di SMA Negeri 1 Gido. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 90 peserta didik kelas XI-1 yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Intervensi dilaksanakan dalam enam sesi konseling kelompok, masing-masing berdurasi 60 menit selama tiga minggu. Pengumpulan data menggunakan angket perilaku bullying yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan paired sample t-test dan uji N-Gain untuk mengukur efektivitas perlakuan. Hasil analisis menunjukkan adanya penurunan yang signifikan setelah pemberian layanan, dengan nilai N-Gain sebesar 88,36% (kategori efektif) dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa konseling behavioral efektif sebagai strategi intervensi dalam layanan bimbingan dan konseling untuk menekan kecenderungan perilaku agresif di sekolah. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan dasar empiris bagi guru BK dalam merancang program konseling yang terstruktur dan berkelanjutan guna membentuk perilaku peserta didik yang lebih adaptif dan positif.
EFEKTIVITAS KONSELING KELOMPOK DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI COPING UNTUK MENGURANGI STRES BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 3 BAWOLATO Lase, Murniati; Damanik, Hosianna Rodearni; Lase, Justin Foera-era; Lase, Famahato
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.9512

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the increasing academic pressure that affects students’ emotional conditions, concentration, and learning motivation, thereby requiring effective guidance and counseling interventions to help students manage academic stress. The purpose of this study was to examine the effectiveness of group counseling services using coping strategies in reducing students’ learning stress. The research employed a quantitative method with an experimental approach using a Pretest-Posttest Control Group Design. The population consisted of all students of SMP Negeri 3 Bawolato in the 2024/2025 academic year, with samples selected through purposive sampling, namely class VIII-A as the experimental group and class VIII-B as the control group, based on preliminary observations indicating relatively high levels of learning stress. The research instrument was a closed-ended questionnaire using a five-point Likert scale that met validity and reliability requirements, with a Cronbach’s Alpha value of 0.909, indicating high reliability. Data were collected through pretest and posttest procedures and analyzed using normality tests, homogeneity tests, and an independent t-test with the assistance of SPSS version 25 at a significance level of 0.05. The results revealed a significant difference between the experimental and control groups after the intervention, indicating that group counseling services with coping strategies are effective in reducing students’ learning stress. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tekanan akademik yang berdampak pada kondisi emosional, konsentrasi, dan motivasi belajar siswa, sehingga diperlukan intervensi bimbingan dan konseling yang efektif untuk membantu siswa mengelola stres belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas layanan konseling kelompok dengan strategi coping dalam menurunkan stres belajar siswa. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan eksperimen menggunakan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMP Negeri 3 Bawolato Tahun Pelajaran 2024/2025, dengan sampel yang ditentukan melalui teknik purposive sampling, yaitu kelas VIII-A sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII-B sebagai kelompok kontrol berdasarkan hasil observasi awal yang menunjukkan tingkat stres belajar relatif tinggi. Instrumen penelitian berupa angket tertutup skala Likert lima tingkat yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,909, sehingga dinyatakan reliabel. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t-test dengan bantuan SPSS versi 25 pada taraf signifikansi 0,05. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah perlakuan diberikan, sehingga dapat disimpulkan bahwa layanan konseling kelompok dengan strategi coping efektif dalam menurunkan stres belajar siswa.

Page 1 of 1 | Total Record : 9