cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
Jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
ISSN : 27748022     EISSN : 27745791     DOI : -
Core Subject : Education,
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 256 Documents
ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT DI KELAS VII SMP Gokun, Maria Aprilia Venerani; Sefrina, Vinsensia Mayestica; Ndori, Vinsensius Herianto; Rahmawati, Tanti Diah
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i3.6347

Abstract

ABSTRACT Mathematics is a fundamental discipline that plays an important role in developing logical, analytical, and systematic thinking skills. However, in school practice, many students still encounter difficulties, particularly in learning integers, which serve as the foundation for more advanced mathematical operations. These difficulties affect students’ ability to solve problems, both in direct arithmetic operations and in word problems. This study aims to analyze the types of difficulties and the contributing factors that influence the ability of Grade VII A students at SMP Cerdas Bangsa in solving integer arithmetic problems. The research employed a qualitative descriptive method with a case study approach. The subjects consisted of 22 students, with six selected as interview participants based on diagnostic test results scoring below the Minimum Mastery Criteria (KKM). Data were collected through diagnostic tests and semi-structured interviews. The findings revealed that students experienced difficulties in distinguishing positive and negative signs, errors in the order of mixed operations, and challenges in transforming word problems into appropriate mathematical representations. The causes of these difficulties stemmed from internal factors, such as weak conceptual understanding, limited memory, low literacy, and lack of motivation, as well as external factors, including monotonous teaching methods, limited use of concrete media, insufficient practice, and lack of support from the learning environment. This study recommends implementing problem-based learning with a contextual approach, incorporating visual representations, and providing varied practice questions to enhance conceptual understanding, critical thinking, and students’ overall problem-solving skills in mathematics. ABSTRAK Matematika merupakan ilmu dasar yang berperan penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis, analitis, dan sistematis. Namun, dalam praktik pembelajaran di sekolah, banyak siswa masih mengalami kesulitan, khususnya pada materi bilangan bulat yang menjadi fondasi bagi operasi matematika lebih lanjut. Kesulitan ini berdampak pada rendahnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal, baik berupa operasi hitung langsung maupun soal cerita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk kesulitan serta faktor-faktor penyebab yang memengaruhi kemampuan siswa kelas VII A SMP Cerdas Bangsa dalam menyelesaikan soal operasi hitung bilangan bulat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas 22 siswa, dengan enam siswa dipilih sebagai fokus wawancara berdasarkan hasil tes diagnostik yang memperoleh nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Data dikumpulkan melalui tes diagnostik dan wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam membedakan tanda positif dan negatif, kesalahan dalam urutan operasi campuran, serta hambatan dalam mengubah soal cerita ke bentuk representasi matematis. Faktor penyebab kesulitan bersumber dari aspek internal, seperti lemahnya pemahaman konsep, daya ingat, literasi, dan motivasi belajar, serta aspek eksternal berupa metode pembelajaran yang monoton, minimnya media konkret, terbatasnya latihan soal, dan kurangnya dukungan lingkungan belajar. Penelitian ini merekomendasikan penerapan pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan kontekstual, penggunaan representasi visual, serta pemberian latihan soal yang bervariasi untuk me ningkatkan pemahaman konsep, keterampilan berpikir kritis, dan kemampuan pemecahan masalah siswa dalam matematika.
PENGGUNAAN APLIKASI GEOGEBRA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA KELAS X PADA MATERI TRIGONOMETRI Maltildis, Prisca; Ndori, Vinsensius Herianto; So’i, Maria Yustalia; Sutari, Yuyun
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i3.6402

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the effectiveness of using the GeoGebra application in enhancing students’ learning motivation and conceptual understanding of trigonometry among tenth-grade students at MAS At-Taqwa Beru. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through interviews, observations, and documentation involving 15 students. The results show that GeoGebra, as an interactive learning medium, has a significant impact on students’ learning outcomes. Thirteen out of fifteen students stated that they found it easier to understand the concept of trigonometric function graphs using GeoGebra compared to conventional methods. Additionally, eleven students experienced an increase of more than 15% in their formative test scores after GeoGebra-based instruction. The application facilitates conceptual understanding by displaying real-time graph changes based on angle or parameter modifications. GeoGebra also proves effective for students with visual and kinesthetic learning preferences. The learning process becomes more engaging, participatory, and encourages students’ independent exploration. Although technical challenges such as limited device availability were encountered, these were manageable through teacher guidance and peer collaboration. Overall, this study concludes that GeoGebra is an innovative and effective teaching tool for delivering abstract concepts like trigonometry while simultaneously increasing student motivation and active engagement in the learning process. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan aplikasi GeoGebra dalam meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman konsep trigonometri siswa kelas X di MAS At-Taqwa Beru. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 15 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GeoGebra sebagai media pembelajaran interaktif memberikan dampak signifikan terhadap pencapaian hasil belajar siswa. Sebanyak 13 dari 15 siswa menyatakan lebih mudah memahami konsep grafik fungsi trigonometri ketika menggunakan GeoGebra dibandingkan metode konvensional. Selain itu, 11 siswa mengalami peningkatan skor lebih dari 15% dalam tes formatif setelah pembelajaran berbasis GeoGebra. Aplikasi ini memfasilitasi pemahaman konseptual dengan menampilkan perubahan grafik secara real-time sesuai perubahan sudut atau parameter. GeoGebra juga terbukti efektif bagi siswa dengan kecenderungan gaya belajar visual dan berbasis tindakan fisik langsung. Proses pembelajaran menjadi lebih menarik, partisipatif, dan mendorong eksplorasi mandiri siswa. Meskipun ditemukan kendala teknis seperti keterbatasan perangkat, hambatan ini dapat diatasi melalui pendampingan guru dan kolaborasi antar siswa. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa GeoGebra merupakan alat bantu pembelajaran yang inovatif dan efektif dalam mengajarkan konsep-konsep abstrak seperti trigonometri, sekaligus meningkatkan motivasi dan keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar.
THE EFFECT OF READING SHORT STORIES TO IMPROVE STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY FOR GRADE VIII AT SMP Anavira, Nela; Tuminah, Tuminah
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i3.6406

Abstract

ABSTRACT The purpose of this research was to examine how reading short stories can help eighth-grade students at Private Junior High in Sidas improve their vocabulary mastery. The context of the problem shows that students have difficulty mastering English because of conventional teaching methods. This research employed a quantitative method with an experimental design involving 34 eighth-grade students selected through cluster random sampling. The research instrument consisted of a vocabulary mastery test comprising 20 multiple-choice items covering six aspects: word definitions, synonyms, fill-in-the-blanks, antonyms, translations, and spelling. Data were analyzed using SPSS version 25 through a t-test and Cohen's d effect size. The results showed that the experimental group’s mean score increased from 42.35 in the pre-test to 67.05 in the post-test, while the control group’s score increased slightly from 46.09 to 53.44. A significant difference was found using the independent t-test (t = -3.712, p = 0.000) with an effect size of 0.92, indicating a strong practical impact. These findings confirm that the short story reading method is effective in improving students’ vocabulary mastery compared to traditional methods. The success of this method lies in its contextual learning approach and the use of explicit vocabulary teaching techniques, which make the learning process more engaging. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana membaca cerita pendek dapat membantu siswa kelas VIII di SMP Swasta di Sidas meningkatkan penguasaan kosakata. Konteks masalah menunjukkan bahwa siswa kesulitan dalam menguasai bahasa inggris karena metode pengajaran yang masih konvensional. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen, dengan 34 siswa kelas VIII sebagai sampel yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda sebanyak 20 soal yang mencakup enam aspek: definisi kata, sinonim, isian kosong, antonim, terjemahan, dan ejaan. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 25 dengan uji t dan ukuran efek Cohen's d. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata kelompok eksperimen meningkat dari 42.35 pada pre-test menjadi 67.05 pada post-test, sementara kelompok kontrol hanya meningkat dari 46.09 menjadi 53.44. Perbedaan signifikan ditemukan melalui uji t independen (t = -3.712, p = 0.000) dengan ukuran efek sebesar 0.92, yang menunjukkan pengaruh praktis yang besar. Hasil ini membuktikan bahwa metode membaca cerita pendek efektif dalam meningkatkan penguasaan kosakata siswa dibandingkan dengan metode tradisional. Keberhasilan metode ini terletak pada pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan penggunaan teknik pengajaran kosakata secara eksplisit, yang membuat proses belajar menjadi lebih menarik.
ANALISIS PERSPEKTIF DAN PENGETAHUAN SISWA ISLAM ATHIRAH BONE TERHADAP KELUARGA BERENCANA (KB) Mutmainnah, Mutmainnah
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i3.6442

Abstract

ABSTRACT Senior High School (SMA) students represent a strategic group of adolescents to be the main target of the Family Planning (FP) program, as they are in the preparatory stage for adult life. They have significant potential as information agents who can disseminate FP knowledge within their families and communities. Therefore, providing accurate and adequate information is essential to equip students in planning their future. This study aims to explore the perceptions of students at SMA Islam Athirah Bone regarding the provision of information about the FP program. The research employs a qualitative method with a descriptive approach, using observation, in-depth interviews, and documentation for data collection. Data analysis involves data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The findings indicate that FP information can be effectively delivered through various media, such as counseling sessions, seminars organized by relevant institutions, and the integration of FP topics into Biology subjects. Academic channels are generally more easily understood and accepted by students. However, students’ active participation in FP-related social activities remains low. Most students feel they have not directly contributed, highlighting the need to enhance their involvement more actively and sustainably.ABSTRAK Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) merupakan kelompok remaja yang strategis untuk menjadi sasaran utama program Keluarga Berencana (KB), karena berada dalam tahap persiapan menuju kehidupan dewasa. Mereka memiliki potensi besar sebagai agen informasi yang dapat menyebarluaskan pengetahuan KB di lingkungan keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, pemberian informasi yang tepat dan memadai sangat penting untuk membekali siswa dalam merencanakan masa depan. Penelitian ini bertujuan mengkaji persepsi siswa SMA Islam Athirah Bone terhadap pemberian informasi tentang program KB. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyampaian informasi KB efektif dilakukan melalui media seperti penyuluhan, seminar, dan integrasi materi ke dalam pelajaran Biologi. Jalur akademik lebih mudah diterima siswa. Namun, partisipasi aktif siswa dalam kegiatan sosial terkait KB masih rendah. Sebagian besar belum merasa berkontribusi langsung, sehingga diperlukan upaya peningkatan keterlibatan mereka secara lebih aktif dan berkelanjutan.
PENGARUH METODE THINK TALK WRITE TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI SISWA KELAS VIII MTs AL MA’TUQ SUKABUMI Saputra, Mochamad Teguh; Humaira, Hera Wahdah; Suparman, Fauziah
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i3.6473

Abstract

This study aims to examine the effect of the Think Talk Write learning method assisted by video on the expository writing skills of eighth-grade students at MTs Al Ma’tuq Sukabumi. This research employed a quantitative approach with a One-Group Pretest-Posttest Design. The sample consisted of 28 students selected through purposive sampling. Data collection instruments included writing tests (pretest and posttest) and observations of teacher and student activities during the learning process. The results showed an increase in the average score from 70.54 on the pretest to 79.46 on the posttest after implementing the Think Talk Write method with video assistance. The t-test results indicated that the t-value (11.19) was greater than the t-table value (1.703), which means H? is rejected and H? is accepted. Thus, it can be concluded that the Think Talk Write method assisted by video has a significant effect on students' ability to write expository texts. This method fosters an active, collaborative, and engaging learning environment while helping students structure and develop their ideas more effectively. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran Think Talk Write berbantuan video terhadap kemampuan menulis teks eksposisi siswa kelas VIII A MTs Al Ma’tuq Sukabumi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel terdiri dari 28 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data berupa tes menulis (pretest dan posttest) serta observasi terhadap aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan nilai rata-rata dari pretest sebesar 70,54 menjadi 79,46 pada posttest setelah diterapkan metode Think Talk Write berbantuan video. Hasil uji-t menunjukkan nilai thitung sebesar 11,19 > ttabel sebesar 1,703, yang berarti H? ditolak dan H? diterima. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa metode Think Talk Write berbantuan video berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menulis teks eksposisi. Metode ini mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, kolaboratif, dan menyenangkan, serta membantu siswa dalam mengembangkan ide secara terstruktur dan sistematis.
THE CORRELATION BETWEEN INTRINSIC MOTIVATIONAND SPEAKING PROFICIENCY IN EFL CLASSROOM Utarida, Adibah Aida; Hatip, Mochammad; Nuraini, Kristi
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i3.6474

Abstract

Speaking proficiency is a crucial aspect in determining students’ success in learning English. Nevertheless, many EFL learners still encounter challenges in developing this skill. One internal factor believed to play a significant role is intrinsic motivation. This study aims to examine the relationship between students’ intrinsic motivation and their speaking proficiency, which was assessed using David P. Harris’s analytical scoring rubric. Employing a quantitative approach with a correlational design, the research involved 81 ten-grade students. The research instruments included a motivation questionnaire adapted from the Intrinsic Motivation Inventory (IMI) and a speaking test evaluated by two interrater based on five components: pronunciation, grammar, vocabulary, fluency, and comprehension. The results indicated a positive and significant correlation between intrinsic motivation and students’ speaking proficiency (r = 0.579; p < 0.001). Among the four subscales of intrinsic motivation, Enjoyment–Interest showed the highest correlation, whereas Perceived Competence had the lowest. These findings underscore the importance of intrinsic motivation in enhancing EFL students’ speaking proficiency. Consequently, to support the development of speaking skills, ABSTRAKKemampuan berbicara merupakan aspek penting dalam menentukan keberhasilan siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris, namun masih banyak pembelajar EFL yang mengalami kesulitan dalam keterampilan ini. Salah satu faktor internal yang diyakini berperan besar adalah motivasi intrinsik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi intrinsik dan kemampuan berbicara siswa, yang diukur menggunakan rubrik penilaian analitik dari David P. Harris. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 81 siswa kelas X. Instrumen penelitian terdiri atas kuesioner motivasi yang diadaptasi dari Intrinsic Motivation Inventory (IMI) dan tes berbicara yang dinilai oleh dua penilai berdasarkan lima aspek: pelafalan, tata bahasa, kosakata, kelancaran, dan pemahaman. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara motivasi intrinsik dan kemampuan berbicara siswa (r = 0.579; p < 0.001). Dari keempat subskala motivasi, Enjoyment–Interest memiliki korelasi tertinggi, sedangkan Perceived Competence memiliki korelasi terendah. Temuan ini menegaskan bahwa motivasi intrinsik memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa EFL. Oleh karena itu, strategi pembelajaran yang mendukung otonomi siswa, kesenangan dalam belajar, dan keterlibatan aktif perlu diterapkan untuk mendorong perkembangan keterampilan berbicara.
ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA MATERI PESAWAT SEDERHANA Putri, Valia Naila; Nurita, Tutut
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i3.6475

Abstract

Critical thinking skills are essential 21st-century competencies that need to be developed in science learning, particularly in physics. This study aims to analyze the level of critical thinking skills of junior high school students on the topic of simple machines. The research employed a descriptive quantitative method involving 30 eighth-grade students from a private junior high school in Sidoarjo. The research instruments consisted of a needs questionnaire and a diagnostic test based on indicators of critical thinking skills, namely: providing simple explanations, building basic skills, and drawing conclusions. The results showed that students’ critical thinking skills were in the low category with an average score of 39.9%. The indicator for providing simple explanations scored 38.3% (low), building basic skills scored 36.6% (low), and drawing conclusions scored 45% (moderate). The study indicates that passive learning approaches and the lack of interactive media are major obstacles. Therefore, innovative, problem-based learning models supported by technology are needed to enhance students’ critical thinking skills. ABSTRAKKeterampilan berpikir kritis merupakan kemampuan esensial abad ke-21 yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran IPA, khususnya fisika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keterampilan berpikir kritis peserta didik SMP pada materi pesawat sederhana. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan subjek 30 peserta didik kelas VIII di salah satu SMP swasta di Sidoarjo. Instrumen penelitian terdiri dari angket dan tes diagnostik berbasis indikator keterampilan berpikir kritis, yaitu memberikan penjelasan sederhana, membangun keterampilan dasar, dan menyimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis peserta didik berada pada kategori rendah dengan rata-rata 39,9%. Indikator memberikan penjelasan sederhana memperoleh persentase sebesar 38,3% (rendah), indikator membangun keterampilan dasar memperoleh persentase sebesar 36,6% (rendah), dan indikator menyimpulkan memperoleh persentase sebesar 45% (Cukup). Penelitian ini mengindikasikan bahwa pendekatan pembelajaran yang pasif dan kurangnya media interaktif menjadi hambatan utama. Dengan demikian, diperlukan model pembelajaran inovatif dan berbasis masalah yang didukung teknologi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
PENGGUNAAN METODE 3M (MENIRU, MENGOLAH, MENGEMBANGKAN) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI DI KELAS VIII Khasanah, Mifta Ika; Azizah, Ririn Nurul
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i3.6476

Abstract

This study aims to improve the poetry writing skills og eighth-grade students at Ar-Raudloh Junior High School through the 3M method (Imitate, Process, Develop). The background of this study stems from the fact that poetry writing instruction in schools remains theoretical, lacks exploration, and makes it difficult for students to express their ideas. The 3M method offers a step-by-step approach that allows students to understand, modify, and create poetry based on their own experiences. This study is a Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles with 24 female students as subjects. Data collection techniques include observation, interviews, written tests, and documentation. The results of the study showed an increase in the average poetry writing score from 75 (pre-action) to 80 (cycle I) and 83 (cycle II). This in increase was also accompanied by positive changes in student activity and confidence during the learning process. The quality of the poetry produced also improved in terms of diction, style, and expression of meaning. Students felt supported by the gradual and enjoyable learning process, while teachers assessed that this method facilitated guidance. This study concludes that the 3M method is effective in improving students’ poetry writing skills and has potential for broader application, including in the writing of other literary Works. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas VIII E SMP Ar-Raudloh melalui metode 3M (Meniru, Mengolah, Mengembangkan). Latar belakang penelitian ini berawal dari kenyataan bahwa pembelajaran menulis puisi di sekolah masih bersifat teoritis, minim eksplorasi, dan membuat siswa kesulitan dalam mengeskpresikan ide. Metode 3M menawarkan pendekatan bertahap yang memberi ruang bagi siswa untuk memahami, memodifikasi, hingga menciptakan puisi berdasarkan pengalaman siswa itu sendiri. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek 24 siswi. Teknik pengumpulan data mencakup observasi, wawancara, tes tertulis, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan peningkatan rata-rata nilai menulis puisi dari 75 (pra-tindakan), menjadi 80 (siklus I), dan 83 (siklus II). Peningkatan ini juga disertai perubahan posistif dalam keaktifan dan kepercayaan diri siswa selama proses pembelajaran. Kualitas puisi yang dihasilkan juga semakin baik dalam hal diksi, gaya bahasa, dan pengungkapan makna. Siswa merasa terbantu karena proses pembelajaran yang bertahap dan menyenangkan, sementara guru menilai metode ini mempermudah pendampingan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode 3M efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa dan memiliki prospek untuk diterapkan lebih luas, termasuk dalam penulisan karya sastra lainnya. 
HUBUNGAN ANTARA GAYA BELAJAR DENGAN KEMAMPUAN LITERASI KIMIA PESERTA DIDIK PADA MATERI ASAM BASA FASE F SMA/MA Wulandari, Nur Ika; Fitri, Bali Yana
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i3.6507

Abstract

Students’ understanding of acid-base concepts remains relatively low, as reflected by their low chemical literacy scores. One possible contributing factor is the suboptimal implementation of learning approaches that consider students’ individual learning styles. In fact, appropriate learning styles are believed to help students comprehend subject matter more effectively. However, studies that specifically examine the relationship between learning styles and chemical literacy are still limited. This study aims to investigate the relationship between students’ learning styles and their chemical literacy skills on acid-base material in Phase F of Senior High School. A correlational quantitative approach was employed, with data collected through the VARK learning style questionnaire and a chemical literacy test. The results showed that the kinesthetic learning style was the most dominant among students. However, the Spearman Rank correlation test revealed a weak and statistically insignificant positive relationship between learning styles and chemical literacy (r = 0.212; p = 0.239). These findings indicate that learning styles do not directly influence students’ chemical literacy. Further research is recommended to explore other factors that may have a greater impact on students’ scientific literacy achievement. ABSTRAKPemahaman peserta didik terhadap konsep asam basa masih tergolong rendah, salah satunya ditunjukkan dengan rendahnya nilai literasi kimia peserta didik. Salah satu dugaan penyebab belum optimalnya pendekatan pembelajaran yang memperhatikan gaya belajar peserta didik. Padahal, gaya belajar yang sesuai diyakini dapat membantu peserta didik dalam memahami materi dengan lebih baik. Namun demikian, kajian yang secara spesifik mengaitkan gaya belajar dengan literasi kimia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya belajar dengan kemampuan literasi kimia peserta didik pada materi asam basa fase F SMA/MA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik pengumpulan data berupa angket gaya belajar VARK dan tes literasi kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar kinestetik merupakan gaya belajar yang paling dominan. Namun, uji korelasi Spearman Rank menunjukkan hubungan yang posistif lemah dan tidak signifikan antara gaya belajar dan literasi kimia (r = 0,212; p = 0,239). Temuan ini mengindikasikan bahwa gaya belajar tidak secara langsung memengaruhi literasi kimia. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang lebih berpengaruh terhadap pencapaian literasi sains peserta didik.
KESULITAN BELAJAR BALAGHAH MENGGUNAKAN KITAB MA'ANI KELAS XI SMA IT MIFTAHUL ALI LENDANG PENGKORES Fathanah, Fani; Azzumar Fitri Bana, Rahil
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i3.6801

Abstract

Balaghah studies play an important role in Islamic education by helping students understand the meaning and beauty of messages in the Qur’an and Hadith. However, its instruction at the secondary level faces challenges, especially when using classical texts like Ma’ani. This study aims to identify learning difficulties in Balaghah among 11th-grade students at SMA IT Miftahul Ali and to analyze teachers’ strategies in addressing them. A descriptive qualitative approach was applied using observation, interviews, and documentation, analyzed through the Miles & Huberman model. Results show that 70% of students struggle to comprehend classical Arabic sentence structures. Contributing factors include low motivation, limited vocabulary, and lack of environmental support. Effective strategies include problem-solving, individual approaches, visual media, and remedial instruction. These findings highlight the need for contextual and adaptive teaching methods and support the relevance of constructivist approaches in Arabic language education. ABSTRAK Kajian Balaghah memiliki peran penting dalam pendidikan Islam karena membantu memahami makna dan keindahan pesan Al-Qur’an serta Hadis. Namun, pembelajarannya di tingkat menengah menghadapi kendala, terutama saat menggunakan kitab klasik seperti Ma’ani. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kesulitan belajar Balaghah pada siswa kelas XI SMA IT Miftahul Ali dan menganalisis strategi guru dalam mengatasinya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model Miles & Huberman. Hasil menunjukkan 70% siswa mengalami kesulitan dalam memahami struktur kalimat Arab klasik. Faktor penyebabnya meliputi rendahnya motivasi, keterbatasan kosakata, dan dukungan lingkungan. Strategi efektif mencakup pendekatan problem solving, individu, media visual, dan remedial. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi pembelajaran yang kontekstual dan adaptif, serta memperkuat relevansi pendekatan konstruktivisme dalam pembelajaran bahasa Arab.