cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
Jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
ISSN : 27748022     EISSN : 27745791     DOI : -
Core Subject : Education,
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 265 Documents
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PEDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS KURIKULUM MERDEKA BELAJAR Anwar, Roni Khoerul; Nurseha, Afif
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.7100

Abstract

This study aims to determine how the implementation of Islamic religious education and moral character learning based on the Merdeka Belajar curriculum is carried out, including the planning, execution, evaluation, and results of the implementation for students in Class X at SMA IT Darussu'ud Cisalak. This research uses a qualitative method with a case study strategy. The instruments used in this study are non-participatory observation, structured interviews, documentation, and a modified Likert scale questionnaire that eliminates neutral responses, aimed at assessing the implementation results of Islamic religious education and moral character in Class X at SMA IT Darussu'ud Cisalak. The results of the implementation of the PAIBP learning were successfully demonstrated by the responses from class X students, which were obtained from the questionnaire, indicating that most students chose to agree or strongly agree. In conclusion, the implementation of Islamic education and character education based on the Merdeka Learning Curriculum in class X of SMA IT Darussu'ud Cisalak has been successfully carried out, in accordance with the standards for implementing the Merdeka Learning Curriculum in PAIBP learning, as per the learning and assessment guidelines for the Merdeka Learning Curriculum. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi pembelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti berbasis kurikulum merdeka belajar, baik itu perencanaan pembelajaranya, pelaksanaanya pembelajaranya, evaluasinya, dan hasil implementasi pembelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti berbasis kurikulum merdeka belajar pada siswa kelas X SMA IT Darussu'ud Cisalak. Metode penelitian kualitatif. dengan strategi studi kasus. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dengan pendekatan non participation, menggunakan wawancara tersruktur, dokumentasi dan penggunaan angket skala likert yang telah dimodifikasi dengan penghilangan respon netral yang gunanya untuk mengetahui hasil implementasi pembelajaran pendidikan agama dan budi pekerti di kelas x SMA IT Darussu''ud Cisalak. Hasil implementasi pembelajaran PAIBP tersebut berhasil itu dibuktikan dari respon siswa kelas x yang diperoleh dari hasil angket bahwa siswa kebanyakan memilih setuju, dan sangat setuju.kesimpulanya bahwa impelementasi pembelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti berbasis kurikulum merdeka belajar di kelas x SMA IT Darussu''ud Cisalak, berhasil di implementasikan dengan baik, sesuai dengan standar pengimpelentasian kurikulum merdeka belajar pada pembelajaran PAIBP sesuai dengan panduan pembelajaran dan assesment kurikulum merdeka belajar.
INTEGRASI EKOLITERASI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP NEGERI 1 PEJAWARAN UNTUK MENDUKUNG SDGS Prasanty, Arum Berliana; Suroso, Eko
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.7267

Abstract

This study aims to describe and analyze the integration of ecoliteracy values in Indonesian language learning at SMP Negeri 1 Pejawaran, as well as their connection with SDG 4 (Quality Education) and SDG 13 (Climate Action). The study employs a descriptive qualitative approach with subjects including Indonesian language teachers, students from grades VII–IX, and school administrators. Data were collected through observation, interviews, and document analysis, then analyzed through reduction, presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the integration of ecoliteracy encompasses three domains: (1) Cognitive, in the form of understanding ecological concepts through environment-themed texts; (2) Affective, through the enhancement of empathy and ecological responsibility; and (3) Psychomotor, through tangible actions such as literacy projects and sustainability campaigns. The learning strategies include Contextual Teaching and Learning (CTL), Project Based Learning (PjBL), and the reflective collaborative approach integrated into the co-curricular project with the theme of Sustainable Lifestyles. This integration has been proven to enhance writing skills, ecological awareness, and student participation in environmental actions. Indonesian language learning based on ecoliteracy effectively fosters students' ecological literacy and supports the implementation of sustainable education in schools. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis integrasi nilai-nilai ekoliterasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Pejawaran, serta keterkaitannya dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek guru Bahasa Indonesia, siswa kelas VII–IX, dan pihak sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis dengan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa integrasi ekoliterasi mencakup tiga ranah: (1) Kognitif, berupa pemahaman konsep ekologis melalui teks bertema lingkungan; (2) Afektif, melalui penguatan empati dan tanggung jawab ekologis; dan (3) Psikomotor, melalui aksi nyata seperti proyek literasi dan kampanye keberlanjutan. Strategi pembelajaran meliputi Contextual Teaching and Learning (CTL), Project Based Learning (PjBL), dan pendekatan kolaboratif reflektif yang terintegrasi dalam proyek kokurikuler bertema Gaya Hidup Berkelanjutan. Integrasi ini terbukti meningkatkan kemampuan menulis, kesadaran ekologis, dan partisipasi siswa dalam aksi lingkungan. Pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis ekoliterasi efektif menumbuhkan literasi ekologis siswa dan mendukung implementasi pendidikan berkelanjutan di sekolah.
PENGUATAN KARAKTER ANTI BULLYING MELALUI IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN FABEL DIGITAL PADA SISWA SMP Mashudi, Mashudi; Suroso, Eko
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.7679

Abstract

ABSTRACT Cases of non-physical bullying (verbal and relational) that are difficult to detect remain a major issue at SMP Negeri 3 Kawunganten. Students’ reluctance to report incidents makes it challenging for the school to monitor covert bullying behaviors. Pre-observation results from five classes (7A–7E) revealed a discrepancy between the low number of reports on physical bullying and the high occurrence of non-physical bullying, while the school lacks a specific instructional program focused on bullying prevention. Based on these problems, this study aims to examine the process and effectiveness of implementing Digital Fable Learning as an intervention to strengthen anti-bullying character. This research employed a qualitative case study approach using observation, interviews, and documentation. The intervention used a digital fable titled “The Patient Duck”, implemented through three stages: planning, implementation, and reflection/follow-up. The findings indicate that digital fable learning is an effective and structured method for developing anti-bullying character. The intervention strengthened five core character aspects: empathy, respect and tolerance, responsibility, self-control, and moral courage. The conflict narratives in the fable stimulated students’ affective and cognitive awareness and encouraged bystander moral responsibility to report incidents and act fairly. These outcomes help the school identify non-physical bullying cases that are often hidden. The study recommends integrating digital fable learning into the curriculum and supporting it with a more structured digital reporting system. ABSTRAK Kasus bullying nonfisik (verbal dan relasional) yang sulit terdeteksi masih menjadi persoalan utama di SMP Negeri 3 Kawunganten. Minimnya keberanian siswa untuk melaporkan insiden membuat sekolah kesulitan memantau perilaku bullying yang bersifat terselubung. Hasil pra-observasi pada lima kelas (7A–7E) menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara rendahnya laporan bullying fisik dan tingginya kasus bullying nonfisik, sementara sekolah belum memiliki program pembelajaran spesifik yang berfokus pada pencegahan bullying. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan mengkaji proses dan efektivitas implementasi Pembelajaran Fabel Digital sebagai intervensi penguatan karakter anti-bullying. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Intervensi dilakukan melalui fabel digital “Bebek yang Sabar” yang diterapkan dalam tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, serta refleksi dan tindak lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran fabel digital merupakan metode yang efektif dan terstruktur dalam membangun karakter anti-bullying. Intervensi ini memperkuat lima aspek karakter utama, yakni empati, respek dan toleransi, tanggung jawab, kontrol diri, dan keberanian moral. Narasi konflik dalam fabel mampu memicu kesadaran afektif dan kognitif siswa, serta mendorong tanggung jawab moral saksi (bystander responsibility) untuk melapor dan bertindak adil. Temuan ini membantu sekolah dalam mengidentifikasi kasus bullying nonfisik yang selama ini sulit terlihat. Penelitian merekomendasikan integrasi pembelajaran fabel digital ke dalam kurikulum serta dukungan sistem pelaporan digital yang lebih terstruktur.
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM TEKS DESKRIPSI KARYA SISWA SMP CILACAP DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Handayani, Wuri; Suroso, Eko
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.7805

Abstract

This study aims to identify the types of language errors found in students’ descriptive texts, examine the contributing factors, and explain their implications for Indonesian language learning. The research was conducted at SMP Negeri 7 Cilacap using a descriptive qualitative approach and a content analysis method applied to 64 descriptive texts written by ninth-grade students. The data were collected through documentation and analyzed through several stages, including error detection, categorization of deviations, interpretation of causal factors, and formulation of pedagogical implications. The findings indicate that the students' language errors fall into four major categories: spelling errors (37.8%), inappropriate word choice (25%), sentence structure errors (23.2%), and issues related to cohesion and coherence (14%). These errors arise from internal factors, such as limited linguistic mastery, interference from the first language, and low motivation to write. External factors, including teaching practices that focus primarily on the final product, limited writing exercises, and insufficient feedback, also contribute to the frequency of errors. These results highlight the need to strengthen writing instruction, particularly through strategies that incorporate error analysis, authentic assessment rubrics, and a process-oriented writing approach that guides students in revising and reflecting on their work. Overall, the study emphasizes that mapping language errors can serve as a basis for improving students’ linguistic competence in producing descriptive texts. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengungkap ragam kesalahan berbahasa dalam teks deskripsi karya siswa SMP, menelaah faktor yang melatarbelakanginya, serta menjabarkan dampaknya terhadap proses pembelajaran Bahasa Indonesia. Kajian dilakukan di SMP Negeri 7 Cilacap melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi terhadap 64 teks deskripsi siswa kelas IX. Data diperoleh melalui dokumentasi kemudian dianalisis melalui tahapan penelusuran kesalahan, pengelompokan bentuk penyimpangan, penafsiran penyebab, dan penentuan konsekuensi pedagogis. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kesalahan bahasa yang muncul mencakup empat kategori utama, yaitu ejaan sebesar 37,8%, pemilihan kata 25%, struktur kalimat 23,2%, serta kohesi dan koherensi 14%. Sumber kesalahan dipengaruhi oleh faktor internal berupa keterbatasan penguasaan bahasa, campur tangan bahasa pertama, serta motivasi menulis yang belum optimal. Selain itu, faktor eksternal seperti pola pembelajaran yang menitikberatkan pada produk akhir, minimnya kesempatan berlatih, dan kurangnya umpan balik juga berperan dalam meningkatkan frekuensi kesalahan. Temuan ini memberikan gambaran penting bagi penguatan pembelajaran menulis, khususnya melalui penerapan strategi yang menekankan analisis kesalahan, perancangan rubrik penilaian yang lebih autentik, serta penerapan tahapan menulis yang menuntun siswa merevisi dan merefleksi hasil tulisannya. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pemetaan kesalahan berbahasa dapat menjadi dasar untuk meningkatkan kompetensi kebahasaan siswa dalam menyusun teks deskripsi.
COMMUNICATION PATTERNS OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION TEACHERS IN BUILDING STUDENT RELIGIOSITY: FRAMING ANALYSIS Utomo, Imam Aris; Nabila, Salma; Annafi’ah, Azizah Harda; Wahyuni, Sri
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.7811

Abstract

ABSTRACT This study investigates how Islamic Religious Education (PAI) teachers at MAN 2 Karanganyar construct and deliver religious messages through communication strategies that play a role in shaping students’ religiosity. This research is based on the need for teacher communication that not only focuses on delivering material but also functions as a medium for moral and spiritual development. Using a qualitative case study research design, data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and documentation, and were analyzed using Entman’s framing model which includes problem definition, causal interpretation, moral evaluation, and treatment recommendation. The findings show that PAI teachers apply persuasive, dialogic, and contextual communication patterns combined with humor, role-modeling, and relevant examples that help students relate Islamic teachings to daily life. The framing of religious messages emphasizes moral discipline, worship obligations, and the relevance of Islamic values in contemporary contexts, which contributes to increased motivation, moral awareness, and student participation in religious activities. Overall, the study concludes that success in fostering religiosity in the madrasa is greatly influenced by the teacher’s ability to frame religious messages in a humanistic and meaningful manner according to the students’ life context. ABSTRAK Penelitian ini menginvestigasi bagaimana guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di MAN 2 Karanganyar membangun dan menyampaikan pesan keagamaan melalui strategi komunikasi yang berperan dalam membentuk religiositas peserta didik. Penelitian ini berangkat dari kebutuhan akan komunikasi guru yang tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga berfungsi sebagai medium pengembangan moral dan spiritual. Dengan menggunakan desain penelitian kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model framing Entman yang mencakup pendefinisian masalah, interpretasi kausal, evaluasi moral, dan rekomendasi penanganan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan pola komunikasi persuasif, dialogis, dan kontekstual yang dipadukan dengan humor, keteladanan, dan contoh yang relevan sehingga membantu peserta didik mengaitkan ajaran Islam dengan kehidupan sehari-hari. Framing pesan keagamaan menekankan kedisiplinan moral, kewajiban ibadah, dan relevansi nilai-nilai Islam dalam konteks kontemporer, yang berkontribusi pada meningkatnya motivasi, kesadaran moral, dan partisipasi siswa dalam kegiatan keagamaan. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan dalam menumbuhkan religiositas di madrasah sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru membingkai pesan keagamaan secara humanis dan bermakna sesuai konteks kehidupan peserta didik.
IMPLEMENTASI LAYANAN KONSELING INDIVIDU DALAM MENGATASI PERILAKU NEGATIF PADA SISWA KELAS XII DI MADRASAH ALIYAH 3 PIDIE Akmili, Urfia; Jarnawi, Jarnawi; Azhari, Azhari
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.6769

Abstract

ABSTRACT Negative student behaviors, such as tardiness, truancy,classroom disruptions, use of harsh language, and low learning motivation, remain a challenge at Madrasah Aliyah 3 Pidie and require systematic handling through individual counseling services. This study aims to describe the implementation of individual counseling services in addressing the negative behavior of class XII students and evaluate its effectiveness in changing student behavior. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. Data were collected through in-depth interviews with the principal, Guidance and Counseling (BK) teachers, and students, supported by documentation studies. The individual counseling process is carried out through stages of problem identification, exploration, intervention, follow-up planning, evaluation, and monitoring of progress. The results showed that individual counseling services are effective in reducing students' negative behavior. This is indicated by an increase in student discipline from 40% to 75% and a decrease in undisciplined behavior from 60% to 25%. These findings are in line with the client-centered counseling approach which emphasizes empathy, unconditional acceptance, and the counselor's authenticity in helping students understand and manage their behavior. This research confirms that individual counseling services not only function curatively, but also have a preventive and developmental role in shaping student character. ABSTRAK Perilaku negatif siswa, seperti keterlambatan, membolos, keributan di kelas, penggunaan bahasa kasar, serta rendahnya motivasi belajar, masih menjadi tantangan di Madrasah Aliyah 3 Pidie (MAN 3 Pidie) dan memerlukan penanganan yang sistematis melalui layanan konseling individu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi layanan konseling individu dalam menangani perilaku negatif pada siswa kelas XII, serta mengevaluasi efektifitasnya terhadap perubahan perilaku siswa. Peneliti ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kepala sekolah, guru Bimbingan dan Konseling (BK), dan siswa kelas XII yang telah mengikuti layanan konseling individu, serta di dukung oleh studi dokumentasi. Proses layanan konseling individu di laksanakan meluli tahapan identifikasi masalah, eksplorasi, interfensi, perencanaan tindak lanjut, evaluasi, dan pemantauan perkembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling individu efektif dalam mengurangi perilaku negatif siswa. Hal ini di tunjukkan oleh peningkatan kedisiplinan siswa dari 40% menjadi 75% serta perubahan perilaku tidak disiplin dari 60% menjadi 25%. Temuan ini sejalan dengan pendekatan client-centered counsiling yang menekankan empati, penerimaan tanpa syarat, dan keaslian konselor dalam membantu siswa memahami dan mengelola perilakunya. Penelitian ini menegaskan bahwa layanan konseling individu tidak hanya berfokus secara kuratif, tetapi juga memiliki peran preventif dan developmental dalam membentuk karakter siswa.
DAMPAK RENDAHNYA LITERASI TERHADAP KENAKALAN REMAJA DI KABUPATEN JOMBANG DALAM PERSPEKTIF TEORI STRAIN ROBERT K. MERTON Saniyah, Naily; Izzah, Iva Yulianti Umdatul
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.8356

Abstract

ABSTRACT Low levels of literacy and numeracy among adolescents are not merely academic issues but are closely associated with the rise of juvenile delinquency in Jombang Regency. Data from the 2023 Minimum Competency Assessment (AKM) indicate that only 38.2% of junior high school students met the literacy standard and 32.7% achieved the numeracy standard, figures that remain below the national average. This condition contributes to academic frustration, weak school engagement, and encourages adolescents to seek social recognition through deviant behavior. This study aims to analyze the relationship between literacy–numeracy deficits and juvenile delinquency using Robert K. Merton’s Strain Theory. Employing a descriptive qualitative approach, the research was conducted from January to February 2024 in three sub-districts with the lowest AKM performance: Mojoagung, Bareng, and Ngoro. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation involving ten informants, including adolescents, school counselors, parents, and community leaders. The findings reveal that limited literacy and numeracy skills generate strain due to adolescents’ inability to access legitimate means of achieving socially valued goals, such as academic success. As a result, adolescents tend to adopt deviant adaptations, particularly innovation and retreatism. These findings emphasize that juvenile delinquency reflects structural strain within the educational system rather than merely individual moral failure. Therefore, policy interventions should prioritize improving access to and the quality of basic education as a sustainable preventive strategy. ABSTRAK Rendahnya tingkat literasi dan numerasi di kalangan remaja tidak hanya menjadi persoalan akademik, tetapi juga berkaitan dengan meningkatnya kenakalan remaja di Kabupaten Jombang. Data Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) tahun 2023 menunjukkan bahwa hanya 38,2% siswa SMP mencapai standar literasi dan 32,7% mencapai standar numerasi, angka yang berada di bawah rata-rata nasional. Kondisi ini memicu frustrasi akademik, rendahnya keterikatan terhadap sekolah, serta mendorong remaja mencari pengakuan sosial melalui perilaku menyimpang. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara defisit literasi-numerasi dan kenakalan remaja dengan menggunakan perspektif Teori Strain Robert K. Merton. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan dilaksanakan pada Januari–Februari 2024 di tiga kecamatan dengan capaian AKM terendah, yaitu Mojoagung, Bareng, dan Ngoro. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap 10 informan yang terdiri atas remaja, guru bimbingan konseling, orang tua, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan literasi dan numerasi menimbulkan strain akibat ketidakmampuan remaja mengakses jalur sah pencapaian tujuan sosial, sehingga mendorong adaptasi menyimpang berupa inovasi dan retreatism. Temuan ini menegaskan bahwa kenakalan remaja merupakan ekspresi ketegangan struktural dalam sistem pendidikan, sehingga intervensi kebijakan perlu difokuskan pada peningkatan kualitas pendidikan dasar.
STUDI LITERATUR: TANTANGAN DAN SOLUSI PEMBELAJARAN JARAK JAUH PADA PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DI INDONESIA (2020–2025) Kosim, Ahmad; Ermawati, Eny; Sarwiyanti, Sarwiyanti; Wicaksono, Dirgantara
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.8363

Abstract

This study aims to comprehensively examine the dynamics of challenges and solutions in the implementation of Distance Learning (DL) at the primary and secondary education levels in Indonesia during the period of 2020–2025. A narrative literature review approach was employed by analyzing 30 credible sources, including reputable national and international journal articles as well as official reports from relevant institutions. The synthesis of the literature reveals that the challenges of distance learning are multidimensional, encompassing limited technological access and infrastructure, insufficient digital pedagogical readiness among educators, declining student motivation and engagement, and disparities in family support, particularly in rural and disadvantaged (3T) areas. The findings also indicate significant learning loss resulting from the low quality of interaction in online learning environments. In response to these challenges, several solutions and best practices were identified, such as strengthening teachers’ digital literacy, implementing microlearning and project-based learning approaches, utilizing low-cost interactive media, and enhancing collaboration between schools and families. The study concludes that the effectiveness of distance learning is highly dependent on synergy among policy frameworks, teacher readiness, infrastructure support, and students’ learning environments. These findings are expected to serve as a foundation for the development of more inclusive, adaptive, and equitable digital education policies in the future. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif dinamika tantangan dan solusi dalam implementasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada jenjang pendidikan dasar dan menengah di Indonesia selama periode 2020–2025. Penelitian menggunakan pendekatan studi literatur naratif dengan menganalisis 30 sumber kredibel yang terdiri atas artikel jurnal nasional dan internasional bereputasi serta laporan resmi lembaga terkait. Hasil sintesis menunjukkan bahwa tantangan PJJ bersifat multidimensional, mencakup keterbatasan akses dan infrastruktur teknologi, ketidaksiapan pedagogis digital pendidik, penurunan motivasi dan keterlibatan siswa, serta ketimpangan dukungan keluarga, khususnya pada wilayah pedesaan dan daerah 3T. Temuan juga mengungkap adanya indikasi learning loss yang signifikan akibat rendahnya kualitas interaksi pembelajaran daring. Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, berbagai solusi dan praktik baik diidentifikasi, antara lain penguatan literasi digital guru, penerapan microlearning dan pembelajaran berbasis proyek, pemanfaatan media interaktif berbiaya rendah, serta penguatan kolaborasi antara sekolah dan keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas PJJ sangat bergantung pada sinergi antara kebijakan, kesiapan pendidik, dukungan infrastruktur, dan lingkungan belajar siswa. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi dasar perumusan kebijakan pendidikan digital yang lebih inklusif, adaptif, dan berkeadilan di masa depan.
KENDALA GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PENILAIAN AUTENTIK DI MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA NURCAHAYA MEDAN Manik, Wira; Liana, Liana
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.8568

Abstract

Authentic assessment (AA) is a crucial evaluation approach in the Merdeka Curriculum, focusing on students' ability to apply knowledge in real-world contexts. However, its implementation is often hindered by various practical obstacles. This study aims to describe and analyze in depth the forms of challenges faced by Indonesian Language Subject teachers (MPBI) at SMA Nurcahaya Medan in conducting AA. This study uses a qualitative descriptive method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and document analysis (data triangulation) from the research subjects. The results show that the challenges in implementing AA by MPBI teachers are divided into five main categories: (1) Limited allocation of learning time; (2) Variation in teachers' conceptual understanding of authentic assessment; (3) Inconsistent development of assessment instruments; (4) High workload of administration and documentation for teachers; and (5) Low readiness and independence of students in facing the assessment process. This study concludes that optimizing the implementation of authentic assessment requires three main strategies: (1) Continuous, specific professional training; (2) Strengthening collaboration and sharing of good practices through Subject Teacher Deliberations (MGMP); and (3) Simplifying regulations related to assessment administrative burdens. These results can serve as a basis for recommendations to schools and education policymakers to support the success of the Independent Curriculum. ABSTRAK Penilaian autentik (PA) merupakan pendekatan evaluasi yang krusial dalam Kurikulum Merdeka, berfokus pada kemampuan siswa mengaplikasikan pengetahuan dalam konteks nyata. Namun, implementasinya sering terhambat oleh beragam kendala di tingkat praktis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis secara mendalam bentuk-bentuk kendala yang dihadapi oleh guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia (MPBI) di SMA Nurcahaya Medan dalam melaksanakan PA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen (triangulasi data) dari subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala implementasi PA oleh guru MPBI terbagi menjadi lima kategori utama: (1) Keterbatasan alokasi waktu pembelajaran; (2) Variasi pemahaman konseptual guru tentang PA; (3) Belum konsistennya pengembangan instrumen penilaian; (4) Tingginya beban administrasi dan dokumentasi guru; serta (5) Rendahnya kesiapan dan kemandirian siswa dalam menghadapi proses PA. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi implementasi PA memerlukan tiga strategi utama: (1) Pelatihan profesional berkelanjutan yang spesifik; (2) Penguatan kolaborasi dan sharing praktik baik melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP); dan (3) Penyederhanaan regulasi terkait beban administrasi penilaian. Hasil ini dapat menjadi dasar rekomendasi bagi sekolah dan pemangku kebijakan pendidikan untuk mendukung keberhasilan Kurikulum Merdeka.  
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PESERTA DIDIK DI UPTD SMP NEGERI 5 GUNUNGSITOLI Hulu, Yoren Oktariani; Gulo, Hardikupatu; Waruwu, Toroziduhu; Zega, Novelina Andriani
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.8569

Abstract

The Treffinger learning model is a creative learning model oriented towards problem solving that provides opportunities for students to think creatively, work together, and relate learning concepts to real problems in their environment. The objectives of this study are (1) to determine whether there is an influence of the Treffinger learning model on the science learning outcomes of students at the UPTD of SMP Negeri 5 Gunugsitoli, (2) to determine the effectiveness of the Treffinger learning model on the science learning outcomes of students at the UPTD of SMP Negeri 5 Gunugsitoli. The type of research used is quantitative research with a pre-experimental method using a one-group pretest-posttest design. The research sample was class VIII-D of SMP Negeri 5 Gunungsitoli, with the researcher acting directly as a teacher during the learning process. The research instruments were pretest and posttest, and learning devices based on the Treffinger model. Data analysis was carried out through the N-Gain test to determine the effectiveness of the Treffinger model and a hypothesis test (paired sample t-test) to test to determine the effect of the Treffinger model on learning outcomes. The results of the study showed that there was a significant increase in learning outcomes after the Treffinger learning model was implemented. The average value of student learning outcomes increased from a pretest score of 50 to a posttest score of 84 with a high effectiveness category based on the results of the N-Gain test. The hypothesis test also showed a significant value smaller than the p-value (0.00 < 0.05), so Ha was accepted and Ho was rejected. Thus, the Treffinger learning model had a positive and significant effect on students' science learning outcomes at the UPTD of SMP Negeri 5 Gunungsitoli. ABSTRAK Model pembelajaran Treffinger merupakan model pembelajaran kreatif yang berorientasi pada pemecahan masalah yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berpikir kreatif, bekerja sama, serta mengaitkan konsep pembelajaran dengan permasalahan nyata di lingkungan mereka. Tujuan Penelitian ini adalah (1)mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap hasil belajar IPA peserta didik di UPTD SMP Negeri 5 Gunugsitoli, (2) Untuk mengetahui Efektivitas model pembelajaran Treffinger terhadap hasil belajar IPA peserta didik di UPTD SMP Negeri 5 Gunugsitoli. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode pre-eksperimental menggunakan desain one-group pretest-Posttest design. Sampel penelitian adalah kelas VIII-D SMP Negeri 5 Gunungsitoli, dengan peneliti berperan langsung sebagai guru selama proses pembelajaran. Instrumen penelitian pretest dan posttest, dan perangkat pembelajaran berbasis model Treffinger. Analisis data dilakukan melalui uji N-Gain untuk mengetahui efektivitas model Treffinger dan uji hipotesis (paired sample t-test) untuk menguji untuk mengetahui pengaruh model Treffingerter  terhadap hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar yang signifikan setelah diterapkan model pembelajaran Treffinger. Nilai rata-rata hasil belajar peserta didik meningkat dari skor pretest 50  ke Posttest 84  dengan kategori efektivitas tinggi berdasarkan hasil uji N-Gain. Uji hipotesis juga menunjukkan nilai signifikan lebih kecil dari pada p-value (0.00 < 0.05), sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian, bahwa model pembelajaran Treffinger berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar IPA peserta didik di UPTD SMP Negeri 5 Gunungsitoli.