cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
Jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
ISSN : 27748022     EISSN : 27745791     DOI : -
Core Subject : Education,
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 256 Documents
PENGEMBANGAN BUKU SAKU IPA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING DI UPTD SMP NEGERI 8 GUNUNGSITOLI Zebua, Justin Intan Purnama Sari; Gulo, Hardikupatu; Waruwu, Toroziduhu; Harefa, Agnes Renostini; Lase, Natalia Kristiani
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.8570

Abstract

This study aims to develop a Science pocket book based on Problem-Based Learning (PBL) as a solution to the low conceptual understanding and learning motivation of students at UPTD SMP Negeri 8 Gunungsitoli. The research employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The needs analysis revealed that 80% of students considered the textbook less engaging, 90% required visual media, and 93% needed practical learning materials such as a pocket book. The product was developed through validation by material experts, language experts, and design experts, resulting in a “Highly Feasible” category with significant score improvements after revisions. The practicality test showed an average student response rate of 93.33% (“Highly Practical”). The implementation stage demonstrated increased motivation, engagement, and conceptual understanding in science learning. The effectiveness of the pocket book was also reflected in the student mastery level, which reached 93.02% in the field test. Thus, the developed PBL-based Science pocket book is proven to be feasible, practical, and effective as a learning medium to improve the quality of science instruction in junior high schools. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku saku IPA berbasis Problem-Based Learning (PBL) sebagai solusi atas rendahnya pemahaman konsep dan motivasi belajar peserta didik di UPTD SMP Negeri 8 Gunungsitoli. Penelitian menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa 80% peserta didik menilai buku paket kurang menarik, 90% membutuhkan media visual, dan 93% membutuhkan bahan ajar praktis seperti buku saku. Produk dikembangkan melalui validasi ahli materi, ahli bahasa, dan ahli desain yang menghasilkan kriteria Sangat Layak dengan peningkatan skor signifikan setelah revisi. Uji kepraktisan menunjukkan rata-rata respon siswa sebesar 93,33% (Sangat Praktis). Implementasi produk memperlihatkan peningkatan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman konsep IPA. Efektivitas buku saku juga tercermin dari ketuntasan belajar siswa yang mencapai 93,02% pada uji lapangan. Dengan demikian, buku saku IPA berbasis PBL yang dikembangkan terbukti layak, praktis, dan efektif sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di SMP.    
PENGARUH PENGGUNAAN MODUL AJAR IPA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 1 HILIDUHO Lahagu, Jelinus; Gulo, Hardikupatu; Waruwu, Toroziduhu; Zega, Novelina Andriani
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.8571

Abstract

This research is motivated by the low achievement of science learning outcomes of students at SMP Negeri 1 Hiliduho, which is still below the Minimum Completion Criteria due to the limited variety of learning resources and the dominance of conventional learning methods. This study aims to analyze the influence and effectiveness of the use of science teaching modules in improving students' cognitive competence. The method applied is quantitative with a pre-experimental one-group pretest-posttest design, where the research sample was determined through a purposive sampling technique among eighth-grade students. The data collection instrument used an objective test whose validity and reliability have been tested. The research findings show a statistically significant increase, evidenced by the Paired Sample t-test hypothesis test which produced a Sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05. In addition, there was an increase in the average score from 59.33 (pre-test) to 76.67 (post-test) with a jump in classical completeness from 3.3% to 80%. Effectiveness analysis using the N-Gain test showed an average score of 0.4202, which is in the moderate category (0.30 ? g < 0.70). The main conclusion of this study confirms that the implementation of science teaching modules has a significant positive impact and is proven effective in improving student learning outcomes. Therefore, it is recommended as a supporting teaching material to optimize the understanding of science concepts in schools. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya capaian hasil belajar IPA siswa di SMP Negeri 1 Hiliduho yang masih berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal akibat minimnya variasi sumber belajar dan dominasi metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh serta tingkat efektivitas penggunaan modul ajar IPA dalam meningkatkan kompetensi kognitif siswa. Metode yang diterapkan adalah kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pretest-posttest , di mana sampel penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling pada siswa kelas VIII. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes objektif yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan secara statistik, dibuktikan dengan uji hipotesis Paired Sample t-test yang menghasilkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Selain itu, terjadi kenaikan rata-rata nilai dari 59,33 (pre-test) menjadi 76,67 (post-test) dengan lonjakan ketuntasan klasikal dari 3,3% menjadi 80%. Analisis efektivitas menggunakan uji N-Gain menunjukkan skor rata-rata 0,4202 yang berada pada kategori sedang (0,30 ? g < 0,70). Simpulan utama penelitian ini menegaskan bahwa implementasi modul ajar IPA memiliki pengaruh positif yang signifikan dan terbukti efektif dalam memperbaiki hasil belajar siswa, sehingga direkomendasikan sebagai bahan ajar pendukung untuk mengoptimalkan pemahaman konsep sains di sekolah.
PENGARUH GAME EDUKASI WORDWALL QUIZ TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS IX UPTD SMP NEGERI 5 GUNUNGSITOLI Harefa, Vita Hardianti; Harefa, Agnes Renostini; Waruwu, Toroziduhu; Gulo, Hardikupatu
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.8573

Abstract

Learning outcomes serve as a key indicator for measuring changes in students' knowledge and abilities after participating in the learning process. However, the reality at UPTD SMP Negeri 5 Gunungsitoli shows that students' scores in Science are still below the Minimum Completeness Criteria (KKM). This study aims to determine the effect and effectiveness of using the Wordwall Quiz educational game on student learning outcomes in Science. The research method employed was experimental using a Quasi-Experimental Design with a Non-Equivalent Control Group Design. The study population included all ninth-grade students at SMP Negeri 5 Gunungsitoli. The sample consisted of class IX-A as the experimental group (32 students) and class IX-C as the control group (31 students). The research instrument was a learning outcome test, while data analysis was conducted using Microsoft Excel and SPSS version 26. The hypothesis test results, using the Mann-Whitney U Test, showed an Asymptotic Sig. (2-tailed) value of 0.000<0.05, which indicates a significant influence of using the Wordwall Quiz educational game on student learning outcomes. Furthermore, the N-Gain score for the experimental class reached 77.71%, placing it in the "high" category. Thus, it is concluded that the use of the Wordwall Quiz educational game is significantly influential and effective in improving the learning outcomes of ninth-grade students in Science at UPTD SMP Negeri 5 Gunungsitoli. ABSTRAK Hasil belajar merupakan salah satu indikator untuk mengukur perubahan pengetahuan dan kemampuan siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. Namun, kenyataannya nilai siswa pada mata pelajaran IPA di UPTD SMP Negeri 5 Gunungsitoli masih berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan game edukasi Wordwall Quiz terhadap hasil belajar siswa serta tingkat efektivitasnya dalam pembelajaran IPA. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan jenis Quasi Experimental Design, menggunakan desain Non-Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 5 Gunungsitoli, dengan sampel kelas IX-A sebagai kelas eksperimen (32 siswa) dan IX-C sebagai kelas kontrol (31 siswa). Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan aplikasi Excel dan SPSS versi 26. Hasil uji hipotesis menggunakan Mann-Whitney U Test menunjukkan nilai Asymptotic Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan penggunaan game edukasi Wordwall Quiz terhadap hasil belajar siswa. Selain itu, skor n-gain menunjukkan bahwa kelas eksperimen berada pada kategori “tinggi” hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai n-gein skor sebesar 77,71%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan game edukasi Wordwall Quiz berpengaruh signifikan dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas IX UPTD SMP Negeri 5 Gunungsitoli.    
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI BAHAN AJAR ABAD 21 (STUDI KASUS SMA NEGERI 1 SUNGAI AMBAWANG) Hamidah, Sri Rizki; Sukino, Sukino; Sumin, Sumin
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.8574

Abstract

This article aims to explain 21st century learning technology and its relationship to PAI teaching material technology. As today's technology develops, rigid ways of learning can no longer keep up with the challenges of today's changing times with the rapid development of technological activities, so technology has an important role in PAI learning. This research uses qualitative research with the type of library research and observation to analyze how the technology of PAI teaching materials has developed in the 21st century. The results of this research show that the technological evolution of PAI teaching materials from time to time can be seen from the shape of the teaching materials and the nature of the teaching materials. , PAI learning was previously a source of knowledge references only focused on printed books. However, nowadays, students can easily access references to increase their knowledge and insight via the internet. Technology has an important role in PAI learning, which can be used as a medium for conveying learning messages to students, teaching materials are used more widely, not just limited to printed books. However, by utilizing existing technology. The technological platforms and tools used in PAI education include Zoom, Google Meet, Google Classroom, and E-Learning. ABSTRAKArtikel ini bertujuan untuk menjelaskan teknologi pembelajaran abad 21 dan kaitannya dengan teknologi bahan ajar PAI. Seiring berkembangnya teknologi masa kini, cara belajar yang kaku tidak dapat lagi mengimbangi tantangan perubahan zaman saat ini dengan pesatnya perkembangan aktivitas teknologi yang begitu cepat, sehingga teknologi memiliki peran penting dalam pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka (library research) dan observasi untuk menganalisis bagaimana perkembangan teknologi bahan ajar PAI abad 21. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa evolusi teknologi bahan ajar PAI dari masa ke masa dapat dilihat dari bentuk bahan ajar dan sifat bahan ajar, pembelajaran PAI yang dahulunya sumber referensi ilmu hanya terpaku pada buku cetak saja. Namun pada masa sekarang, peserta didik dapat dengan mudah mengakses referensi untuk menambah pengetahuan dan wawasan melalui internet. Teknologi memiliki peran penting dalam pembelajaran PAI, yang dapat digunakan sebagai media penyampaian pesan pembelajaran kepada peserta didik, bahan ajar yang digunakan lebih luas, tidak terpaku pada buku cetak saja. Akan tetapi dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Adapun platform dan alat teknologi yang digunakan dalam pendidikan PAI antara lain Zoom, Google Meet, Google Classroom, dan E-Learning.  
THE STUDENTS’ ENGLISH SPEAKING SKILL WITH BLENDED LEARNING OF THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 4 LAHEWA Waruwu, Dodi Kardo Wijaya; Telaumbanua, Kristof Martin Efori; Telaumbanua, Yasminar Amaerita; Harefa, Trisman
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.8575

Abstract

This study aims to describe the English speaking skills of eighth-grade students at SMP Negeri 4 Lahewa through the implementation of a blended learning model. Employing a qualitative descriptive method, this research involved 22 students, with data collected through observation, interviews, and oral tests. The findings indicate that students' speaking skills generally range from a fair to a good level. Quantitative analysis of the oral test results reveals average scores of 2.8 for pronunciation, 2.5 for grammar, 2.4 for vocabulary, 2.3 for fluency, and 3.0 for comprehension. While most students demonstrated a decent understanding of spoken English, significant challenges persist in vocabulary retention, grammatical accuracy, and fluency. Students perceive blended learning as engaging and flexible; however, they express a preference for face-to-face interaction due to the opportunity for direct speaking practice. The study concludes that although the blended learning model shows promise, it requires further optimization, particularly in designing interactive online components, to effectively enhance students' productive language skills.   ABSTRAK Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa kelas delapan di SMP Negeri 4 Lahewa melalui implementasi model pembelajaran campuran (blended learning). Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini melibatkan 22 siswa, dengan data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan tes lisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berbicara siswa secara umum berkisar dari tingkat cukup baik hingga baik. Analisis kuantitatif hasil tes lisan menunjukkan skor rata-rata 2,8 untuk pengucapan, 2,5 untuk tata bahasa, 2,4 untuk kosakata, 2,3 untuk kelancaran, dan 3,0 untuk pemahaman. Meskipun sebagian besar siswa menunjukkan pemahaman yang baik tentang bahasa Inggris lisan, tantangan signifikan masih ada dalam retensi kosakata, ketepatan tata bahasa, dan kelancaran. Siswa menganggap pembelajaran campuran menarik dan fleksibel; namun, mereka lebih menyukai interaksi tatap muka karena adanya kesempatan untuk praktik berbicara langsung. Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun model pembelajaran campuran menjanjikan, model ini membutuhkan optimasi lebih lanjut, khususnya dalam merancang komponen daring interaktif, untuk secara efektif meningkatkan kemampuan berbahasa produktif siswa.
EFEKTIVITAS GUIDED INQUIRY BERBANTUAN PhET INTERACTIVE SIMULATION UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS MURID SMP PADA MATERI GELOMBANG Ningsih, Yuliatin; Subekti, Hasan
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.8576

Abstract

Improving science process skills is one of the requirements of the Independent Curriculum, which emphasizes student-centered learning and positions students as active participants in the scientific inquiry process. However, these skills have not yet developed optimally, particularly in wave material that demands analytical thinking and practical skills. This study focuses on describing the improvement of students' SPS through the application of the guided inquiry model assisted by PhET Interactive Simulation to class VIII-G students at SMPN 3 Sidoarjo. The study used a quantitative approach with a one-group pre-test and post-test design, which was carried out through three main stages: administering a pre-test, implementing PhET-assisted guided inquiry learning, and administering a post-test. The instrument used was a SPS essay test covering five indicators: formulating problems, formulating hypotheses, identifying variables, interpreting data, and drawing conclusions. The results showed a significant increase in all indicators, which was reinforced by the results of the N-Gain analysis with a high category. The normality test showed that the data were not normally distributed, so the analysis was continued with the Wilcoxon test which produced an Asymp value. A significance level of 0.000 < 0.05 indicates a significant difference between the pre-test and post-test scores. Therefore, this study concludes that PhET-assisted guided inquiry is effective in improving students' science process skills on the topic of waves. ABSTRAK Peningkatan keterampilan proses sains menjadi salah satu tuntutan kurikulum merdeka yang menekankan pembelajaran berpusat pada murid serta menempatkan mereka sebagai pelaku aktif dalam proses penyelidikan ilmiah. Namun, kemampuan tersebut masih belum berkembang optimal, khususnya pada materi gelombang yang menuntut proses berpikir analitis dan keterampilan praktis. Penelitian ini berfokus untuk mendeskripsikan peningkatan KPS murid melalui penerapan model guided inquiry berbantuan PhET Interactive Simulation pada murid kelas VIII-G SMPN 3 Sidoarjo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pre-test and post-test, yang dilakukan melalui tiga tahap utama, yaitu pemberian pre-test, penerapan pembelajaran guided inquiry berbantuan PhET, dan pemberian post-test. Instrumen yang digunakan berupa tes esai KPS yang mencakup lima indikator, yakni merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengidentifikasi variabel, menginterpretasi data, dan membuat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh indikator, yang diperkuat oleh hasil analisis N-Gain dengan kategori tinggi. Uji normalitas menunjukkan data tidak berdistribusi normal, sehingga analisis dilanjutkan dengan uji Wilcoxon yang menghasilkan nilai Asymp. Sig 0,000 < 0,05, menandakan adanya perbedaan signifikan antara nilai pre-test dan post-test. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa guided inquiry berbantuan PhET efektif dalam meningkatkan keterampilan proses sains murid pada materi gelombang.    
PENGEMBANGAN MODUL AJAR MATEMATIKA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI SPLTV Julianingsih, Denok; Cholifah, Nur; Hariyani, Indaria Tri; Isnaini, Indri Dwi
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.8604

Abstract

ABSTRACT The low level of students’ critical thinking skills is partly influenced by the selection of inappropriate learning models in the instructional process. This study aims to develop a mathematics learning module based on Problem-Based Learning (PBL) that meets the criteria of validity, practicality, and effectiveness for the topic of Systems of Linear Equations in Three Variables (SLETV) for Grade X students. The study employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which consists of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research subjects were 20 Grade X students of SMK Wijaya Putra Surabaya. The research instruments included validity sheets, practicality sheets, and effectiveness sheets. Based on the results of the mathematics learning module trial, the module was declared (1) valid based on expert validation with a percentage score of 95.5%, categorized as very valid; (2) practical based on teacher and student response questionnaires with a percentage of 83.75%, categorized as very good; and (3) effective, as evidenced by a limited trial involving 20 students at SMK Wijaya Putra, which showed an increase in test scores from 50.6 to 77.1. These results indicate that the developed learning module meets the criteria of validity, practicality, and effectiveness and can be used in teaching the topic of SLETV. ABSTRAK Rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik salah satunya dipengaruhi oleh pemilihan model pembelajaran yang kurang sesuai dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menghasilkan modul pembelajaran matematika berbasis Problem-Based Learning (PBL) yang memenuhi kriteria validitas, kepraktisan, dan keefektifan pada materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) untuk siswa kelas X. Penelitian ini menerapkan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi lima tahap, yaitu analisis, perancangan, pengembangan, penerapan, dan evaluasi. Subjek penelitian ini yaitu 20 siswa kelas X SMK Wijaya Putra Surabaya. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar kevalidan, lembar kepraktisan, dan lembar keefektifan. Berdasarkan hasil uji coba modul pembelajaran matematika, modul dinyatakan (1) valid berdasarkan penilaian validator dengan hasil persentase sebesar 95,5% yang berkategori sangat valid; (2) praktis berdasarkan angket respon guru dan siswa  sebesar 83,75%  yang berkategori sangat baik dan (3) efektif sebagaimana dibuktikan oleh uji coba terbatas pada 20 siswa di SMK Wijaya Putra, yang menunjukkan peningkatan skor tes dari 50,6 menjadi 77,1. Hasil ini menunjukkan bahwa modul pembelajaran memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif yang dapat digunakan dalam pembelajaran pada materi SPLTV.
KARAKTERISTIK KAIDAH KEBAHASAAN TEKS PROSEDUR DALAM APLIKASI COOKPAD: RESEP MASAKAN HARIAN Arifah, Siti
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.8759

Abstract

ABSTRACT The linguistic features of procedural texts, particularly in the context of daily cooking recipes, have a highly specific communicative function, namely providing step-by-step guidance to readers so that an activity can be carried out with the expected results. The main objective of this study is to describe and analyze the characteristics of the linguistic features of procedural texts found in daily cooking recipes on the Cookpad application. Specifically, this study aims to identify and describe the use of procedural text linguistic features in selected Cookpad recipe samples. This research employs a qualitative approach with a descriptive research design to analyze the characteristics of procedural text linguistic features in the Cookpad application: Daily Cooking Recipes. The qualitative approach was chosen because the study seeks to describe and analyze linguistic phenomena in depth in order to obtain accurate data. The research stages involved collecting procedural text data from cooking recipes on the Cookpad application, followed by qualitative data analysis through the processes of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the linguistic features of procedural texts include the use of numbering as indicators of stages or sequence, imperative verbs or command forms, temporal conjunctions, technical terms, and persuasive statements. The study concludes that the linguistic features of procedural texts in daily cooking recipes on the Cookpad application are simple and straightforward, making them easy for readers to understand and follow. These findings contribute to the field of education by serving as a reference for teachers and students in learning procedural texts in Indonesian language instruction at the secondary and upper-secondary education levels. ABSTRAK Kaidah kebahasaan teks prosedur Teks prosedur dalam konteks resep masakan terutama masakan harian memiliki fungsi komunikatif yang sangat khusus atau khas, yaitu memberikan panduan langkah demi langkah kepada pembaca agar dapat melakukan suatu kegiatan dengan hasil yang diharapkan. Tujuan utama penelitian ini untuk mendeskripsikan serta menganalisis karakteristik kaidah kebahasaan teks prosedur dalam aplikasi cookpad: resep masakan harian. Secara spesifik, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan penggunaan kaidah kebahasaan teks prosedur dalam sampel resep cookpad. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif untuk menganalisis karakteristik kaidah kebahasaan teks prosedur dalam aplikasi Cookpad: Resep Masakan Harian. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena kebahasaan secara mendalam sehingga menghasilkan data yang akurat. Tahapan penelitian dilakukan melalui pengumpulan data teks prosedur resep masakan dari aplikasi Cookpad, dilanjutkan dengan analisis data secara kualitatif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini berkaitan dengan penggunaan kaidah kebahasaan teks prosedur yang meliputi penggunaan penomoran sebagai petunjuk tahapan atau urutan, penggunaan kata perintah atau kata kerja imperatif, konjungsi temporal, kata-kata teknis, serta pernyataan persuasif. Penelitian menunjukkan bahwa kaidah kebahasaan teks prosedur dalam resep masakan harian pada aplikasi Cookpad bersifat sederhana dan lugas sehingga mudah dipahami serta diikuti oleh pembaca, dan temuan ini memberikan kontribusi bagi guru dan pelajar sebagai referensi pembelajaran teks prosedur dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia pada jenjang pendidikan menengah dan atas.
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PADA MATERI POLYNOMIAL Rizal, Rizal; Ode Nining Setiyawan, Wa; Sahija, La
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.8849

Abstract

ABSTRAK Pendidikan matematika memiliki peran strategis dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa sebagai bagian dari kompetensi abad ke-21, namun pada praktiknya kemampuan tersebut belum berkembang secara optimal. Matematika, khususnya materi aljabar seperti polinomial, menuntut siswa untuk menganalisis informasi, mengevaluasi strategi penyelesaian, serta menarik kesimpulan secara logis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa dalam pemecahan masalah matematika pada materi polinomial di kelas XI SMA Negeri 6 Baubau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian dipilih secara purposive dari siswa kelas XI pada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data meliputi tes tertulis berbasis indikator kemampuan berpikir kritis matematis dan dokumentasi hasil pekerjaan siswa. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 70%, sementara kategori tinggi masih relatif rendah dan kategori rendah masih memerlukan perhatian khusus. Pada indikator interpretasi, siswa menunjukkan capaian yang cukup baik, namun pada indikator analisis, evaluasi, dan inferensi capaian siswa tergolong rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa siswa belum konsisten dalam mengorganisasi informasi, mengevaluasi ketepatan strategi, serta menarik kesimpulan secara logis dalam menyelesaikan masalah polinomial. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis siswa belum optimal, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang lebih menekankan aktivitas pemecahan masalah dan penguatan berpikir tingkat tinggi dalam pembelajaran aljabar. ABSTRACT Mathematics education plays a strategic role in developing students’ critical thinking skills as an essential component of 21st-century competencies; however, in practice, these skills have not been optimally developed. Mathematics learning, particularly algebraic topics such as polynomials, requires students to analyze information, evaluate solution strategies, and draw logical conclusions. This study aims to analyze students’ critical thinking skills in mathematical problem solving on polynomial material in Grade XI of SMA Negeri 6 Baubau. The research employed a qualitative approach with a descriptive design. The research subjects were Grade XI students selected purposively during the first semester of the 2025/2026 academic year. Data were collected through written tests designed based on indicators of mathematical critical thinking skills and supported by documentation of students’ work. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that the majority of students are in the moderate category of critical thinking ability, accounting for 70% of the participants, while the high category remains relatively low and the low category still requires special attention. In terms of indicators, students demonstrated adequate achievement in interpretation; however, low achievement was found in analysis, evaluation, and inference. These findings indicate that students have not been consistent in organizing information, critically evaluating solution strategies, and drawing logical conclusions when solving polynomial problems. It can be concluded that students’ mathematical critical thinking skills are not yet optimal, highlighting the need for learning strategies that emphasize problem-solving activities and the development of higher-order thinking skills in algebra instruction.
DAMPAK FEAR OF MISSING OUT (FOMO) TERHADAP INTERAKSI SOSIAL DAN PRESTASI AKADEMIK SISWA DI SMP MUHAMMADIYAH 1 GATAK PROGRAM KHUSUS Fitriyan, Yassir Hafidh; Shobahiya, Mahasri
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.8957

Abstract

This research explores the impact of Fear of Missing Out (FOMO) on social interactions and academic performance among students at SMP Muhammadiyah 1 Gatak Program Khusus. The rapid growth of social media platforms like Instagram, TikTok, and WhatsApp has led to increased anxiety among students who fear missing out on social trends and activities, which in turn affects their social behavior and academic engagement. This qualitative study, using interviews, classroom observations, and document analysis, reveals that FOMO significantly disrupts face-to-face interactions and decreases focus on academic tasks. However, FOMO also has a positive aspect when students apply it to competitive extracurricular activities. The study emphasizes the need for schools to implement educational programs that promote healthy social media use, improve offline social interactions, and create policies to help students balance online engagement with academic focus. The findings underline the importance of managing FOMO for both social well-being and academic success. ABSTRAK Penelitian ini mengeksplorasi dampak Fear of Missing Out (FOMO) terhadap interaksi sosial dan prestasi akademik siswa di SMP Muhammadiyah 1 Gatak Program Khusus. Pertumbuhan pesat platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp telah menyebabkan kecemasan di kalangan siswa yang takut ketinggalan tren dan aktivitas sosial, yang pada gilirannya memengaruhi perilaku sosial dan keterlibatan akademik mereka. Penelitian kualitatif ini, yang menggunakan wawancara, observasi kelas, dan analisis dokumentasi, mengungkapkan bahwa FOMO secara signifikan mengganggu interaksi tatap muka dan mengurangi fokus pada tugas akademik. Namun, FOMO juga memiliki sisi positif ketika siswa mengarahkannya pada kegiatan ekstrakurikuler kompetitif. Penelitian ini menekankan perlunya sekolah untuk mengimplementasikan program pendidikan yang mempromosikan penggunaan media sosial yang sehat, meningkatkan interaksi sosial offline, dan menciptakan kebijakan yang membantu siswa menyeimbangkan keterlibatan online dengan fokus akademik. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya mengelola FOMO untuk kesejahteraan sosial dan kesuksesan akademik.