cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
Jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
ISSN : 27748022     EISSN : 27745791     DOI : -
Core Subject : Education,
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 256 Documents
ANALISIS KOMPETENSI CALON GURU MATEMATIKA DALAM PEMANFAATAN INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY (ICT) PEMBELAJARAN MATEMATIKA ZAI, EDISON; TELAUMBANUA, YAKIN NIAT; LASE, SADIANA; MENDROFA, NETTI KARIANI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i1.4396

Abstract

This research is motivated by the lack of ability of prospective mathematics teachers in utilizing Information and Communication Technology (ICT) in mathematics learning. Information and Communication Technology (ICT) is the most important thing in keeping up with current technological advances. The aim of carrying out this research is to determine the competence of prospective mathematics teachers in using Information and Communication Technology (ICT) in mathematics learning. This type of research is quantitative research with a descriptive approach. This was done to test how much prospective mathematics teachers have competence in utilizing Information and Communication Technology (ICT) in mathematics learning if they already become teachers. The research instruments used were questionnaires and structured interview questions consisting of several closed and open questions. The number of respondents who participated was 48 people from the Mathematics Education Study Program. Research results: the majority of prospective students in mathematics education study programs have basic knowledge of ICT and are familiar with the types of use of ICT in mathematics learning, as well as providing positive views/opinions towards the use of Information and Communication Technology in mathematics learning. ABSTRAKPenelitian ini dilatar belakangi oleh minimnya kemampuan calon guru matematika dalam pemanfaatan Information and Communication Technology (ICT) pada pembelajaran matematika. Information and Communication Technology (ICT) merupakan hal yang paling utama dalam mengikuti kemajuan teknologi pada saat ini. Tujuan pelaksanaan penelitian ini yaitu mengetahui kompetensi calon guru matematika dalam pemanfaatan Information And Communication Technology (ICT) dalam pembelajaran matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Hal ini dilakukan untuk menguji seberapa besar calon guru matematika memiliki kompetensi dalam memanfaatkan Information and Communication Technology (ICT) dalam pembelajaran matematika jika sudah menjadi guru. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket (kuesioner) dan pertanyaan wawancara terstruktur yang terdiri dari beberapa pertanyaan bersifat tertutup dan terbuka. Jumlah responden yang berpartisipasi sebanyak 48 orang dari Program Studi Pendidikan Matematika. Hasil penelitian: sebagain besar mahasiswa/i calon guru program studi pendidikan matematika memiliki pengetahuan dasar terhadap ICT dan mengenal tentang jenis-jenis penggunaan ICT dalam pembelajaran matematika, serta memberikan pandangan/pendapat yang positif terhadap penggunaan Information and Communication Technology dalam pembelajaran matematika.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA SISWA HALAWA, YUFITA; LASE, SADIANA; TELAUMBANUA, YAKIN NIAT; HAREFA, AMIN OTONI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i1.4397

Abstract

The study in the background was based ona preliminary study taken at the country junior high school of gunungsitoli alo 'oa, a problem was found (1) that the selection of poorly used learning models was conventional and (2) lack the students' mathematical literacy ability to solve math problems. The purpose of this study is to identify the impact a project based learning model has on student math literacy capability. Research population is class viii of country junior high 1 gunungsitoli alo 'oa year of lesson 2024/2025. The research sample was a viii-a class and a viii-b class of 50 people. Sampling retrieval technique using the simple random sampling. Quantitative research using pseudo-experimental methods. And research instruments in the form of a description of the students' mathematical literacy abilities. Research obtained based on hypothesis testing with statistika parametrics (test t independent), thitung's 1.993 and ttable's 1.678, as thitung> ttable, makes the ho accepted and ha rejected which means: the project based learning model learning is based learning capability. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di SMP Negeri 1 Gunungsitoli Alo’oa, ditemukan masalah yaitu (1) pemilihan model pembelajaran masih kurang tepat yang digunakan masih bersifat konvensional dan (2) Rendahnya kemampuan literasi matematika siswa dalam menyelesaikan soal matematika. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Project Based Learning terhadap kemampuan literasi matematika siswa. Populasi penelitian adalah kelas VIII SMP Negeri 1 Gunungsitoli Alo’oa Tahun Pelajaran 2024/2025. Sampel penelitian adalah kelas VIII-A dan kelas VIII-B yang berjumlah 50 orang. Teknik Pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling. Penelitian Kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen semu (quasi eksperimen design). Dan instrumen penelitian berbentuk soal uraian kemampuan literasi matematika siswa. Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan pengujian hipotesis dengan statistika parametrik (uji t independent), diperoleh thitung sebesar 1,993 dan ttabel sebesar 1,678, Karena thitung > ttabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak yang berarti : Adanya pengaruh model pembelajaran project based learning terhadap kemampuan literasi matematika siswa.
IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN (SIMDIK) PADA PENGELOLAAN KEUANGAN DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SMA Damri, Damri; Prasetyo, Yudo Indra; Fazis, Muhammad
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i2.5794

Abstract

This study aims to analyze the decision-making mechanism of the principal in implementing a Management Information System (MIS) in the financial sector to support transparency and accountability in SMA Negeri 3 Padang Panjang. This research uses a descriptive qualitative method with data collection techniques including interviews, observation, and documentation. The results show that the principal began by forming a finance team consisting of a salary treasurer, a BOS (School Operational Assistance) treasurer, and a committee treasurer. To ensure accountability, the principal also established an internal audit team to review each treasurer's financial report monthly before submission to the principal. The preparation of the School Activity and Budget Plan (RKAS) was conducted transparently through a school workshop involving parents, community representatives, the school committee, teachers, and staff. Teachers submitted activity proposals, which were then analyzed for budget needs and compiled into the RKAS. This process illustrates a participatory, transparent, and accountable financial management system supported by the use of MIS as a key decision-making tool. These findings imply that effective MIS implementation and stakeholder involvement can strengthen financial governance in schools. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme pengambilan keputusan kepala sekolah dalam implementasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) pada bidang keuangan guna mendukung transparansi dan akuntabilitas di lingkungan SMA Negeri 3 Padang Panjang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah mengambil langkah strategis dengan membentuk tim keuangan yang terdiri atas bendahara gaji, bendahara Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan bendahara komite. Untuk menjamin akuntabilitas, kepala sekolah juga membentuk tim audit internal yang melakukan audit laporan keuangan bulanan sebelum diserahkan kepada kepala sekolah. Proses perencanaan anggaran dilakukan secara partisipatif melalui lokakarya sekolah yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, seperti wali murid, tokoh masyarakat, komite sekolah, guru, dan tenaga kependidikan. Guru sebagai pelaksana kegiatan diberikan ruang untuk mengajukan proposal kegiatan yang kemudian dianalisis bersama guna menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi SIM dalam pengelolaan keuangan sekolah berkontribusi terhadap terciptanya sistem yang transparan, partisipatif, dan akuntabel. Implikasi dari temuan ini menekankan pentingnya peran kepemimpinan kepala sekolah dan kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan tata kelola keuangan pendidikan yang efektif dan terpercaya.
IMPLEMENTASI PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SMP NEGERI Harim, Tipan; Ngiu, Zulaecha; Ngilu, Ariyanto
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i2.6062

Abstract

This study aimed to analyze the implementation and inhibiting factors of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) implementation at SMP Negeri 6 Satap Telaga Biru. The P5 project is part of the Independent Curriculum, which is designed to shape students' character based on six dimensions: faith and fear of God, global diversity, cooperation, independence, critical reasoning, and creativity. Data in this descriptive qualitative research were collected through observation, interviews, and documentation. Based on the analysis, the P5 has been implemented for three years through the "Sustainable Lifestyle" theme. However, the lack of creativity and discipline of students, low enthusiasm in participating in projects, and the non- optimal role of teachers as learning facilitators hindered the implementation. Therefore, collaboration between teachers, students, and schools is essential to achieve the proper implementation. In conclusion, the implementation of P5 at SMP Negeri 6 Satap Telaga Biru has been implemented properly, even though it still requires strengthening and fostering students' character. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMP Negeri 6 Satap Telaga Biru serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaannya. Proyek P5 merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka yang dirancang untuk membentuk karakter siswa berdasarkan enam dimensi Profil Pelajar Pancasila, yaitu: beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berkebhinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi P5 telah berjalan selama tiga tahun dan dilaksanakan melalui tema-tema seperti “Gaya Hidup Berkelanjutan”. Meskipun kegiatan telah dilaksanakan, ditemukan beberapa kendala, seperti kurangnya kreativitas dan disiplin siswa, rendahnya antusiasme dalam mengikuti proyek, serta belum optimalnya peran guru sebagai fasilitator pembelajaran. Kesimpulannya, implementasi P5 di SMP Negeri 6 Satap Telaga Biru sudah berjalan, namun masih memerlukan penguatan dari segi pelaksanaan dan pembinaan karakter siswa. Oleh karena itu, kolaborasi antara guru, siswa, dan pihak sekolah menjadi kunci penting dalam keberhasilan program ini.
PENGEMBANGAN E-MODUL FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU REAKSI BERBASIS PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK Husna, Miftahul; Parbuntari, Hesty
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i3.6119

Abstract

ABSTRACT This study aims to develop an e-module on the factors affecting reaction rates based on project-based learning to enhance students’ creative thinking skills, as well as to determine its validity and practicality. The research employs Educational Design Research (EDR) using the Plomp development model. The stages of Plomp’s development model begin with preliminary research conducted through the distribution of student questionnaires and teacher interview sheets. The prototyping phase  was carried out using instruments such as self-evaluation questionnaires, individual evaluations, as well as validity and practicality assessments. The final stage of this model is the assessment phase. This study is limited to the prototyping phase, focusing on testing validity and practicality. Data collection was carried out using individual evaluation questionnaires, validity questionnaires, and practicality questionnaires. Validation was conducted by five validators, consisting of three chemistry lecturers from the Faculty of Mathematics and Natural Sciences at UNP and two high school chemistry teachers from SMA Pembangunan Laboratorium UNP. Meanwhile, practicality testing involved two chemistry teachers and nine Phase F students from Grade XI at SMA Pembangunan Laboratorium UNP. The data analysis technique used Aiken’s V formula for validity and the Likert scale formula for practicality. The validity test results showed a score of 0.92, categorized as valid. The practicality test results showed a score of 93% by teachers and 90% by students, both categorized as highly practical. Therefore, the project-based learning e-module on factors affecting reaction rates, designed to enhance the creative thinking skills of Phase F students in Grade XI of SMA/MA, is considered valid and practical. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan e-modul faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi berbasis project based learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik serta mengetahui kevalidan dan tingkat kepraktisannya. Jenis penelitian ini adalah Educational Design Research (EDR) yang menggunakan model pengembangan Plomp. Tahapan model pengembangan Plomp yaitu penelitian awal (preliminary research) yang dilakukan dengan penyebaran angket peserta didik serta lembar wawancara guru. Tahap pembentukan prototipe (prototyping phase) yang dilakukan dengan instrumen angket self evaluation, evaluasi perorangan, validitas dan praktikalitas. Tahapan terakhir dari model ini yaitu tahapan penilaian (assessment phase). Penelitian ini dibatasi hingga tahap pembentukan prototipe dengan pengujian validitas dan praktikalitas. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket evaluasi perorangan, angket validitas dan angket praktikalitas. Validasi dilakukan oleh lima orang validator yaitu tiga orang dosen kimia FMIPA UNP dan dua orang guru kimia SMA Pembangunan Laboratorium UNP. Sementara itu praktikalitas dilakukan oleh dua orang guru kimia dan sembilan orang peserta didik Fase F kelas XI SMA Pembangunan Laboratorium UNP. Teknik analisis data menggunakan formula Aiken’s V dan praktikalitas menggunakan formula Likert. Hasil uji validitas memiliki nilai sebesar 0,92 dengan kategori valid dan untuk hasil uji kepraktisan oleh guru memperoleh nilai sebesar 93% dengan kategori sangat praktis dan oleh siswa sebesar 90% dengan kategori sangat praktis. Oleh karena itu, e-modul faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi berbasis project based learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik fase F kelas XI SMA/MA dinyatakan valid dan praktis.
EVALUASI KINERJA GURU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI MADRASAH TSANAWIYAH Susanti, Try; Pratama, Akbar Gilang; Nurdiansyah, Muhammad Ferdy; Zulkarnain, Nanda Karan
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i3.6146

Abstract

ABSTRACT The evaluation of teacher performance at MTs Laboratorium Kota Jambi focuses on three main aspects: lesson planning, lesson implementation, and assessment of learning outcomes. This evaluation is conducted twice a year to objectively assess teachers' abilities in designing, delivering, and evaluating the learning process. The research method used is a qualitative approach with a case study, which collects data through in-depth interviews with the head of the madrasah, teachers, and madrasah supervisors. The results of the study indicate that teacher performance evaluation at MTs Laboratorium has had a positive impact on learning innovation and improving the quality of teaching. However, the main challenges faced are teacher resistance to the evaluation process and limited time for comprehensive class observation. In addition, the high administrative burden also affects the smooth implementation of the evaluation. Nevertheless, teacher performance evaluations that are carried out transparently and systematically have helped the madrasah in formulating effective coaching programs. The results of this evaluation are also used as a basis for teacher capacity development through training and certification. This study recommends that further training be provided to the management team and teachers to improve understanding of evaluation indicators and improve evaluation implementation in the future. With better support in the implementation of evaluation and reduction of administrative burden, it is expected that the quality of education at MTs Laboratorium can continue to improve, creating a competent young generation ready to face future challenges. ABSTRAK Evaluasi kinerja guru di MTs Laboratorium Kota Jambi difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi hasil pembelajaran. Kegiatan evaluasi ini dilaksanakan dua kali dalam setahun guna menilai secara objektif kemampuan guru dalam merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, yang mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan kepala madrasah, guru, dan pengawas madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi kinerja guru di MTs Laboratorium telah memberikan dampak positif terhadap inovasi pembelajaran dan peningkatan kualitas pengajaran. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah resistensi guru terhadap proses evaluasi dan keterbatasan waktu untuk observasi kelas secara menyeluruh. Selain itu, beban administrasi yang tinggi juga memengaruhi kelancaran pelaksanaan evaluasi. Meskipun demikian, evaluasi kinerja guru yang dilakukan secara transparan dan sistematis telah membantu pihak madrasah dalam merumuskan program pembinaan yang efektif. Hasil evaluasi ini juga digunakan sebagai dasar untuk pengembangan kapasitas guru melalui pelatihan dan sertifikasi. Penelitian ini merekomendasikan agar pelatihan lebih lanjut diberikan kepada tim manajemen dan guru untuk memperbaiki pemahaman terhadap indikator evaluasi dan meningkatkan implementasi evaluasi di masa depan. Dengan dukungan yang lebih baik dalam pelaksanaan evaluasi dan pengurangan beban administrasi, diharapkan kualitas pendidikan di MTs Laboratorium dapat terus meningkat, menciptakan generasi muda yang kompeten dan siap menghadapi tantangan masa depan.
DAMPAK PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING ATAS PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH SISWA DALAM MATA PELAJARAN PAI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Rosfiani, Okta; Hendrayani, Dini; Santoso, Nisrina Azizah; Yaqutah, Akmal; Ramadhan, Rizky; Firdaus, Kesha Irsyad
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i3.6214

Abstract

The problem-solving learning model requires students to analyse issues, formulate alternative solutions, and evaluate their results. In the context of Islamic Religious Education, the application of problem-solving is expected to help students relate religious teachings to life issues more practically. This study aims to analyse the impact of the application of the problem-solving learning model on improving students' problem-solving abilities in Islamic Religious Education (PAI) subjects in senior high schools. The research method uses a qualitative approach with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and document analysis. The research subjects involved Islamic Religious Education teachers and students in three high schools that have implemented this model. The results of the study indicate that the problem-solving model is effective in improving students' analytical abilities in identifying religious problems, connecting them to Islamic sources (the Qur'an, Hadith, and opinions of scholars), and formulating relevant solutions. In addition, this model encourages active student participation and collaboration in discussions. However, its implementation faces obstacles such as limited time for teachers to prepare contextual materials and variations in students' religious understanding. This study recommends teacher training for the development of case studies, integration with other subjects, and the use of supporting technology. These findings provide important contributions to the development of Islamic Religious Education learning strategies based on problem solving. ABSTRAKModel Pembelajaran Problem Solving mengharuskan siswa untuk menganalisis isu, merumuskan alternatif untuk solusi, dan menilai hasilnya. Dalam konteks PAI, penerapan Problem Solving diharapkan dapat membantu siswa mengaitkan ajaran agama dengan isu kehidupan secara lebih praktis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan model pembelajaran problem solving terhadap peningkatan kemampuan memecahkan masalah siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Menengah Atas. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Subjek penelitian melibatkan guru PAI dan siswa di tiga SMK yang telah menerapkan model ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model problem solving efektif dalam meningkatkan kemampuan analitis siswa dalam mengidentifikasi masalah keagamaan, menghubungkannya dengan sumber Islam (Al-Qur’an, Hadis, dan pendapat ulama), serta merumuskan solusi yang relevan. Selain itu, model ini mendorong partisipasi aktif siswa dan kolaborasi dalam diskusi. Namun, implementasinya menghadapi kendala seperti keterbatasan waktu guru dalam menyiapkan materi kontekstual dan variasi pemahaman keagamaan siswa. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan guru untuk pengembangan studi kasus, integrasi dengan mata pelajaran lain, serta pemanfaatan teknologi pendukung. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan strategi pembelajaran PAI yang berbasis pemecahan masalah.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS APLIKASI XAMPP UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MURID Nasrul, Nasrul
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i3.6215

Abstract

The background of this study is the dominance of the use of printed teaching materials and conventional methods in Islamic Religious Education (PAI) learning at SMAN 1 Pangkep, so innovation is needed to increase student learning motivation. This study focuses on the development of valid, practical, and effective PAI teaching material products based on the XAMPP application for grade XII students. The method used is research and development (R&D) by adapting the Borg & Gall model through seven stages, including needs analysis, design, expert validation, and product trials. The results of the needs analysis showed a very high interest from students (84%) in application-based teaching materials. The main findings of this study indicate the feasibility of the product being developed. The results of the validation test by media experts (90%) and material experts (97%) stated that the product was "very valid", while the practicality test by PAI teachers (96.5%) stated that the product was "very practical". At its peak, the effectiveness test showed a significant increase in learning motivation, as evidenced by the N-gain score of 0.77, which is included in the "high" or effective category. Thus, it can be concluded that PAI teaching materials based on the XAMPP application are innovative learning media that have proven to be successful and effective in significantly increasing students' learning motivation. ABSTRAKLatar belakang penelitian ini adalah dominasi penggunaan bahan ajar cetak dan metode konvensional dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMAN 1 Pangkep, sehingga diperlukan inovasi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini berfokus pada pengembangan produk bahan ajar PAI berbasis aplikasi XAMPP yang valid, praktis, dan efektif untuk siswa kelas XII. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan (R&D) dengan mengadaptasi model Borg & Gall melalui tujuh tahapan, meliputi analisis kebutuhan, perancangan, validasi ahli, dan uji coba produk. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan adanya minat yang sangat tinggi dari siswa (84%) terhadap bahan ajar berbasis aplikasi. Temuan utama dari penelitian ini menunjukkan kelayakan produk yang dikembangkan. Hasil uji validasi oleh ahli media (90%) dan ahli materi (97%) menyatakan produk "sangat valid", sementara uji kepraktisan oleh guru PAI (96,5%) menyatakan produk "sangat praktis". Puncaknya, uji efektivitas menunjukkan peningkatan motivasi belajar yang signifikan, dibuktikan dengan perolehan N-gain score sebesar 0,77, yang masuk dalam kategori "tinggi" atau efektif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar PAI berbasis aplikasi XAMPP merupakan media pembelajaran inovatif yang terbukti berhasil dan efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa secara signifikan.
ANALISIS BENTUK, FAKTOR PENYEBAB PERILAKU BULLYING DI ANTARA PESERTA DIDIK DAN POLA PEMBINAAN KARAKTER MELALUI PENERAPAN SEGITIGA RESTITUSI DI SMP NEGERI 5 KOTA KUPANG Bili, Oktavianus Bulu
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i3.6216

Abstract

Bullying behavior is a serious problem in the educational environment that can hinder social interaction and character development of students. This study focuses on an in-depth analysis of the bullying phenomenon at SMP Negeri 5 Kupang. The main objectives are to describe the forms of bullying that occur, identify the causal factors, and explain the pattern of student character development through the application of the restitution triangle approach. This study uses a descriptive qualitative method to describe the situation systematically and accurately. Important stages of the study include collecting data on bullying incidents, analyzing causes, and observing the implementation of character development programs. The results of the study showed that the most dominant form of bullying was direct verbal contact (43.33%), while the main causal factor was the family environment (52%). As a solution, the school implemented a character development pattern centered on the restitution triangle approach with specific steps: stabilizing identity, validating wrong actions, and questioning beliefs. It was concluded that bullying is a negative behavior that is strongly rooted in external factors of students, especially the family. Therefore, effective handling requires not only intervention in schools such as the restitution triangle, but also serious and intensive involvement from the government, community, and other related institutions. ABSTRAKPerilaku perundungan (bullying) merupakan masalah serius dalam lingkungan pendidikan yang dapat menghambat interaksi sosial dan perkembangan karakter siswa. Penelitian ini berfokus pada analisis mendalam mengenai fenomena perundungan di SMP Negeri 5 Kupang. Tujuan utamanya adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk perundungan yang terjadi, mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya, dan memaparkan pola pembinaan karakter siswa melalui penerapan pendekatan segitiga restitusi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menggambarkan situasi secara sistematis dan akurat. Tahapan penting penelitian meliputi pengumpulan data mengenai insiden perundungan, analisis penyebab, serta observasi implementasi program pembinaan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk perundungan yang paling dominan adalah kontak verbal langsung (43,33%), sedangkan faktor penyebab utamanya adalah lingkungan keluarga (52%). Sebagai solusi, sekolah menerapkan pola pembinaan karakter yang berpusat pada pendekatan segitiga restitusi dengan langkah-langkah spesifik: menstabilkan identitas, memvalidasi tindakan yang salah, dan menanyakan keyakinan. Disimpulkan bahwa perundungan merupakan perilaku negatif yang berakar kuat dari faktor eksternal siswa, terutama keluarga. Oleh karena itu, penanganan yang efektif tidak hanya memerlukan intervensi di sekolah seperti segitiga restitusi, tetapi juga keterlibatan serius dan intensif dari pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait lainnya.
DESKRIPSI KESULITAN BELAJAR KIMIA PADA MATERI ASAM BASA DALAM PEMBELAJARAN INTERAKTIF Anelka, Virginia Putri; Fitri, Bali Yana
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i3.6225

Abstract

The teaching of acid-base material has been carried out using interactive learning strategies, but students still experience learning difficulties. This study aims to describe the learning difficulties and reveal the factors causing learning difficulties experienced by students in acid-base material in interactive learning. The type of research is descriptive with a qualitative approach. The study was conducted through the analysis of daily assessment data, the distribution of questionnaires, and interviews with teachers and students to identify the factors causing learning difficulties. The results of the daily assessment analysis showed that the majority of students in class XI-F1 experienced difficulties in learning acid-base material. The level of difficulty was classified as not difficult (8.8%), slightly difficult (14.7%), moderately difficult (38.2%), difficult (32.3%), and very difficult (5.9%). Meanwhile, internal factors causing learning difficulties include physical factors (71.3%), interest (71.6%), talent (58.9%), motivation (65.6%), and study habits (81.9%). As for external factors, they include teaching methods (72.9%), study time (60.3%), school facilities (72.9%), family environment (68%), and social environment (68.4%). The results of this study are expected to prevent similar learning difficulties by considering students' talents and study time. ABSTRAKPembelajaran materi asam basa telah dilakukan dengan strategi pembelajaran interaktif, tetapi kesulitan belajar tetap dialami oleh peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan belajar dan mengungkapkan faktor penyebab kesulitan belajar yang dialami oleh peserta didik pada materi asam basa dalam pembelajaran interaktif. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Studi ini dilakukan dengan analisis data penilaian harian, pemberian angket, dan wawancara guru juga peserta didik untuk mengetahui faktor penyebab kesulitan belajar. Hasil analisis penilaian harian menunjukkan mayoritas peserta didik kelas XI-F1 mengalami kesulitan dalam mempelajari materi asam basa. Dengan tingkat kesulitan tergolong tidak sulit dengan persentase sebesar 8,8%, sedikit sulit dengan persentase 14,7%, cukup sulit dengan persentase sebesar 38,2%, tergolong sulit dengan persentase sebesar 32,3%, dan sangat sulit sebanyak 5,9%. Sementara itu, faktor internal penyebab kesulitan belajar berupa fisik (71,3%), minat (71,6%), bakat (58,9%), motivasi (65,6%), dan kebiasaan belajar (81,9%). Sedangkan untuk faktor eksternal ada cara mengajar guru (72,9%), waktu belajar (60,3%), fasilitas sekolah (72,9%), lingkugan keluarga (68%), dan lingkungan sosial (68,4). Hasil penelitian ini diharapkan dapat mencegah kesulitan belajar serupa dengan mempertimbangkan bakat dan waktu belajar peserta didik.