cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
Jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
ISSN : 27748022     EISSN : 27745791     DOI : -
Core Subject : Education,
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 411 Documents
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN PEMODELAN MATEMATIKA BERDASARKAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA Armelia Suryaputri; Granita Granita
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.11364

Abstract

The current low level of students' mathematical modeling skills underscores the importance of implementing innovative learning models that can stimulate academic interest. This study focuses on whether the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model can improve mathematical modeling skills when viewed based on the mathematical disposition of seventh-grade students at a State Islamic Junior High School (MTs) in Kampar. The research method applied was an experiment with a factorial design. Sampling used a cluster random sampling technique, which designated class VII.4 as the experimental group with the PBL model and class VII.2 as the control group with direct learning. Data collection was carried out through modeling ability test instruments, mathematical disposition questionnaires, and classroom activity observation sheets, which were then analyzed using a two-way ANOVA test. The findings of the data analysis showed significant differences in mathematical modeling skills between students who participated in the PBL model compared to direct learning, as well as between groups of students with high, medium, and low mathematical disposition categories. In addition, there was no interaction effect between the implementation of the PBL model and the level of disposition on students' mathematical modeling skills. The main conclusion confirms that the PBL learning model is proven to be effective in improving mathematical modeling abilities in terms of students' mathematical dispositions. ABSTRAK Rendahnya kemampuan pemodelan matematika siswa saat ini melatarbelakangi pentingnya penerapan model pembelajaran inovatif yang mampu memicu ketertarikan akademis. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui apakah implementasi model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan pemodelan matematika jika ditinjau berdasarkan disposisi matematis siswa kelas VII di salah satu MTs Negeri di Kampar. Metode riset yang diterapkan adalah eksperimen dengan desain faktorial. Penarikan sampel menggunakan teknik cluster random sampling, yang menetapkan kelas VII.4 sebagai kelompok eksperimen dengan model PBL dan kelas VII.2 sebagai kelompok kontrol dengan pembelajaran langsung. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen tes kemampuan pemodelan, angket disposisi matematis, serta lembar observasi aktivitas kelas, yang kemudian dianalisis menggunakan uji anova dua arah. Temuan analisis data menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada kemampuan pemodelan matematika antara siswa yang mengikuti model PBL dibandingkan dengan pembelajaran langsung, serta antara kelompok siswa berkategori disposisi matematis tinggi, sedang, dan rendah. Selain itu, ditemukan tidak terdapat efek interaksi antara penerapan model PBL dan tingkat disposisi terhadap kemampuan pemodelan matematika siswa. Kesimpulan utama menegaskan bahwa model pembelajaran PBL terbukti efektif meningkatkan kemampuan pemodelan matematika ditinjau dari disposisi matematis siswa.  
EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING MENGGUNAKAN APLIKASI KIPIN DI SMA LABSCHOOL UNESA 1 SURABAYA Nabila Rizky Ananda; Eka Putri Aryanti; Nesa Indira Putri; Dhea Ananta Sindi Fabila; Ferdian Satria Eka Permana; Ardiansyah Ardiansyah; Tauran Tauran
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.11366

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of the blended learning method utilizing the KIPIN application at SMA Labschool Unesa 1 Surabaya. The research method used was descriptive qualitative, with data collection through observation, interviews, questionnaires, and documentation. The findings indicate that the use of KIPIN-based blended learning has a positive impact on the teaching and learning process, particularly in improving material accessibility, student learning independence, and efficiency in terms of time and costs. Students can access materials anytime and anywhere and have the opportunity to review learning independently. However, the effectiveness of this application is not evenly distributed among all students, due to obstacles such as differences in digital literacy skills, learning motivation, and student discipline. The role of educators remains a key element in the success of the learning process, particularly in providing guidance, encouragement, and reinforcement of understanding. Therefore, optimizing the use of educational technology requires support from various aspects, including human resource readiness and appropriate learning strategies. ABSTRAK Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi keefektifan metode pembelajaran blended learning yang mengandalkan aplikasi KIPIN di SMA Labschool Unesa 1 Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan cara pengumpulan data melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan blended learning berbasis KIPIN memiliki pengaruh positif terhadap proses belajar mengajar, terutama dalam meningkatkan aksesibilitas materi, kemandirian belajar peserta didik, serta efisiensi dalam waktu dan biaya kegiatan belajar. Siswa dapat mengakses materi kapan pun dan di mana pun, serta memiliki peluang untuk mengulang pembelajaran secara mandiri. Namun, efektivitas aplikasi ini belum merata di antara semua siswa, karena terdapat kendala seperti perbedaan kemampuan literasi digital, motivasi belajar, dan disiplin siswa. Peran pendidik tetap menjadi elemen kunci dalam keberhasilan proses belajar, terutama dalam memberikan panduan, dorongan, dan penguatan pemahaman. Oleh karena itu, pengoptimalan pemanfaatan teknologi pendidikan memerlukan dukungan dari berbagai aspek, baik dalam kesiapan sumber daya manusia maupun strategi pembelajaran yang sesuai.   
ANALISIS IMPLEMENTASI STÁNDAR TENAGA KEPENDIDIKAN DI SMP NEGERI 4 KUTA UTARA Gede Riyan Sedana Putra; Ni Luh Novita Deviana; Ni Luh Bella Amanda Sari; I Wayan Lasmawan; Ni Wayan Rati
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.11367

Abstract

This research is motivated by the large number of educational units that have teaching staff with conditions that do not meet the ideal qualifications according to national regulations. The problem is focused on analyzing the level of conformity between the real profile of educators and educational staff at SMP Negeri 4 Kuta Utara with the Regulation of the Minister of Primary and Secondary Education Number 21 of 2025. This study is included in the type of qualitative research with the data collection method through the study of school portfolio documentation and strengthened through in-depth interviews with key informants. The collected data is then analyzed using qualitative descriptive techniques through the stages of data reduction, narrative presentation of information, and ending with the drawing of valid conclusions. The research results show that the profile of the teaching staff at the school has fully met the regulatory criteria with the achievement of the percentage of academic qualifications of bachelor's degree reaching 100 percent, ownership of teaching certificates of 97.2 percent, and a teaching linearity level of 97.2 percent. However, the aspect of educational staff has not been met comprehensively because this institution only has four of the six types of required staff classifications due to the lack of laboratory assistants and librarians. The main conclusion emphasizes the need for periodic recruitment proposals to local governments to optimize the operation of school facilities and infrastructure to support the quality of education services on an ongoing basis. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya satuan pendidikan yang memiliki staf pendidik dengan kondisi belum memenuhi kualifikasi ideal sesuai regulasi nasional. Masalah difokuskan pada analisis tingkat kesesuaian antara profil riil pendidik serta tenaga kependidikan di SMP Negeri 4 Kuta Utara dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 21 Tahun 2025. Studi ini termasuk ke dalam jenis penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui studi dokumentasi portofolio sekolah serta diperkuat lewat wawancara mendalam bersama informan kunci. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian informasi secara naratif, dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan yang valid. Hasil riset menunjukkan bahwa profil tenaga pendidik di sekolah tersebut sepenuhnya telah memenuhi kriteria regulasi dengan capaian persentase kualifikasi akademik sarjana mencapai 100 persen, kepemilikan sertifikat pendidik sebesar 97,2 persen, serta tingkat linearitas mengajar sebesar 97,2 persen. Namun demikian, aspek tenaga kependidikan belum terpenuhi secara komprehensif karena institusi ini baru memiliki empat dari enam jenis klasifikasi ketenagaan yang diwajibkan akibat ketiadaan laboran dan pustakawan. Simpulan utama menegaskan perlunya usulan rekrutmen formasi secara berkala kepada pemerintah daerah guna mengoptimalkan operasional sarana prasarana sekolah demi menunjang kualitas mutu layanan pendidikan secara berkelanjutan.    
PENGEMBANGAN MEDIA INFOGRAFIS MATERI HIMPUNAN UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS VII Lina Ferdiana; Muhammad Baidawi; Fitria Khasanah; Abdul Hamid Bachtiar
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.11368

Abstract

The low mathematical abilities of Indonesian students in the PISA 2022 study and limited creativity explain the concept behind this research. This problem is exacerbated by conditions at SMP IT Daar El-Qur'an, where teachers have not optimized digital media even though the majority of students are facilitated with Android devices. The focus of this research is to develop an infographic website media for collection material to improve the creative thinking of seventh-grade students. The research method applied is Research and Development (R&D) with the ADDIE model through five important stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. Quantitative data from the research results show the level of media validity from experts reached an average percentage of 85.18%, categorized as very valid. The practicality test by teachers and small groups of students obtained a score of 93.63%, categorized as very practical. Meanwhile, the media effectiveness test recorded a percentage of 61.68% in the effective category. The results of the measurement of students' creative thinking levels showed 2 students in the high category, 16 in the medium category, and 2 in the low category. The main conclusion of this development research confirms that the infographic website media for set material has been tested to be valid, practical, and effective, so it is very suitable and recommended for use in the mathematics learning process to spark students' creativity. ABSTRAK Rendahnya kemampuan matematika siswa Indonesia dalam studi PISA 2022 serta keterbatasan kreativitas menjelaskan konsep melatarbelakangi penelitian ini. Masalah tersebut diperkuat dengan kondisi di SMP IT Daar El-Qur'an, di mana guru belum mengoptimalkan media digital meski mayoritas siswa difasilitasi gawai android. Fokus penelitian ini adalah mengembangkan media website infografis materi himpunan untuk meningkatkan berpikir kreatif siswa kelas VII. Metode penelitian yang diterapkan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE melalui lima tahapan penting: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data kuantitatif hasil penelitian menunjukkan tingkat kevalidan media dari para ahli mencapai rata-rata persentase 85,18% dengan kategori sangat valid. Uji kepraktisan oleh guru dan siswa kelompok kecil memperoleh skor 93,63% sehingga dikategorikan sangat praktis. Sementara itu, uji keefektifan media mencatatkan persentase sebesar 61,68% dalam kategori efektif. Hasil pengukuran tingkat berpikir kreatif siswa menunjukkan 2 peserta didik berada pada kategori tinggi, 16 berkategori sedang, dan 2 berkategori rendah. Simpulan utama dari riset pengembangan ini menegaskan bahwa media website infografis materi himpunan teruji valid, praktis, serta efektif, sehingga sangat layak dan direkomendasikan untuk digunakan dalam proses pembelajaran matematika guna memantik daya kreativitas siswa.    
ANALISIS PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGATASI KESULITAN MEMBACA AL QUR’AN PADA PESERTA DIDIK DI SMP Ajeng Fatmawati; Damanhuri Damanhuri; Agus Susanti
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.11381

Abstract

ABSTRACT The ability to read the Qur’an is a fundamental competency that should be possessed by Muslim students. However, some students still experience difficulties in reading the Qur’an correctly and fluently. This study aimed to analyze the role of Islamic Religious Education (PAI) teachers in overcoming students’ difficulties in reading the Qur’an at the junior high school level. This study employed a descriptive qualitative approach with purposively selected subjects. Data were collected through observation, interviews, tests, and documentation, and were analyzed using the Miles and Huberman model with source and technique triangulation. The findings revealed that PAI teachers played an important role in improving students’ Qur’anic reading skills through the tartil method, special guidance, Qur’an reading habituation, and motivation. Of the 23 students, 17 were categorized as having good Qur’anic reading skills, while the remaining six showed improvement after participating in five reading tests under the guidance of PAI teachers. The improvement was reflected in students’ ability to recognize hijaiyah letters, understand tajwid rules, improve pronunciation (makhraj), and enhance reading fluency and self-confidence. Supporting and inhibiting factors, such as learning motivation, parental support, and educational facilities, also influenced the success of the learning process. The study concludes that optimizing the role of PAI teachers through guidance, motivation, habituation, and appropriate teaching methods not only improves students’ Qur’anic reading abilities gradually but also contributes to creating a more effective, structured, and sustainable Qur’anic learning environment in schools. ABSTRAK Kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan kompetensi dasar yang perlu dimiliki oleh peserta didik Muslim, namun masih terdapat peserta didik yang mengalami kesulitan dalam membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kesulitan membaca Al-Qur’an pada peserta didik di SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an melalui metode tartil, bimbingan khusus, pembiasaan membaca Al-Qur’an, dan pemberian motivasi. Dari 23 peserta didik, sebanyak 17 peserta didik berada pada kategori baik dalam membaca Al-Qur’an, sedangkan 6 peserta didik lainnya mengalami peningkatan kemampuan membaca setelah mengikuti tes membaca sebanyak lima kali dengan bimbingan guru PAI. Peningkatan terlihat pada kemampuan mengenal huruf hijaiyah, memahami tajwid, memperbaiki makhraj huruf, serta meningkatnya kelancaran dan rasa percaya diri dalam membaca Al-Qur’an. Faktor pendukung dan penghambat, seperti motivasi belajar, dukungan orang tua, dan sarana prasarana, turut mempengaruhi keberhasilan pembelajaran. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi peran guru PAI melalui bimbingan, motivasi, pembiasaan, dan metode pembelajaran yang tepat tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik secara bertahap, tetapi juga memberikan implikasi terhadap terciptanya pembelajaran Al-Qur’an yang lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.
PENGEMBANGAN LKPD BERDIFERENSIASI SEBAGAI INOVASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU KELAS IX SMP Swadinda Cistaswari; Putu Wulandari Tristananda; I Wayan Wira Darma
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.11388

Abstract

This development research aims to (1) describe the design, (2) analyze the validity, and (3) analyze the practicality of differentiated worksheets for the Hindu Religious Education course in the 9th grade at SMP Negeri 2 Sawan. This study employs the Design and Development Research (DDR) method, which includes the stages of analysis, design, development, and evaluation. The research subjects consisted of subject matter experts, media experts, language experts, teachers, and ninth-grade students at SMP Negeri 2 Sawan. The results of this study indicate that students have diverse learning styles; therefore, differentiated worksheets were developed for the Catur Marga material, incorporating three learning activities: visual activities involving observing and analyzing images, auditory activities through listening to various educational audio materials, and kinesthetic activities through simple practical exercises. The validity test results showed a “highly valid” category with a percentage of 98.33% for the content aspect, 95.83% for the media aspect, and 88.75% for the language aspect. The results of the practicality test by teachers yielded a score of 98.67%, while students scored 92,67% in the one-to-one stage and 96.42% in the small group stage, both falling into the “highly practical” category. Thus, the differentiated worksheets developed are suitable for use as an innovative teaching resource that supports interactive, meaningful, and student-centered learning. ABSTRAK Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun, (2) menganalisis validitas, (3) menganalisis kepraktisan LKPD berdiferensiasi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu kelas IX SMP Negeri 2 Sawan. Penelitian ini menggunakan metode Design and Development Research (DDR) yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, dan evaluasi. Subjek penelitian ini terdiri dari ahli materi, ahli media, ahli bahasa, guru, dan peserta didik kelas IX SMP Negeri 2 Sawan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peserta didik  memiliki gaya belajar yang beragam, sehingga dikembangkan LKPD berdiferensiasi pada materi Catur Marga dengan tiga aktivitas pembelajaran, yaitu aktivitas visual berupa mengamati dan menganalisis gambar, auditori melalui kegiatan menyimak berbagai audio pembelajaran, serta kinestetik melalui praktik sederhana. Hasil uji validitas menunjukkan kategori sangat valid dengan persentase 98,33% pada aspek materi, 95,83% pada aspek media, dan 88,75% pada aspek kebahasaan. Hasil uji kepraktisan oleh guru memperoleh nilai sebesar 98,67%, sedangkan oleh peserta didik diperoleh nilai sebesar 92,67% pada tahap one-to-one dan 96,42% pada tahap small group dengan kategori sangat praktis. Dengan demikian, LKPD berdiferensiasi yang dikembangkan layak digunakan sebagai inovasi bahan ajar yang mendukung pembelajaran interaktif, bermakna, dan berpusat pada peserta didik.
PENGEMBANGAN LKPD BERDIFERENSIASI BERBASIS GAYA BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU PADA SISWA KELAS VII Ni Ketut Werestini; Putu Wulandari Tristananda; L Eka M Julianingsih P
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.11389

Abstract

This development research aims to (1) describe the design of differentiated worksheets; (2) analyze the validity of differentiated worksheets; (3) analyze the practicality of differentiated worksheets in the Hindu Religious Education subject for seventh-grade students at SMP Negeri 2 Sawan. This study employed the Design and Development Research (DDR) method, comprising the stages of analysis, design, development, and evaluation. The research subjects included subject matter experts, media experts, language experts, Hindu Religious Education teachers, and seventh-grade students at SMP Negeri 2 Sawan. The results of this study indicate that worksheets accommodate diverse learning styles; therefore, differentiated worksheets were developed for the topic of Historical Remnants of the Hindu Religion in Indonesia, incorporating three learning activities: visual activities involving observing images; auditory activities involving listening to audio containing conversations; case studies covering material on historical remnants of the Hindu religion in Indonesia; and kinesthetic activities through simple practical exercises. Based on expert evaluations, these worksheets received a “highly valid” rating, with a content validity percentage of 96,5%, a media validity percentage of 95%, and a language validity percentage of 88.75%. The practicality test results from teachers yielded a percentage of 98.6%, the one-on-one test 90.6%, and the small-group test 97.75%, all categorized as “highly practical.” These results indicate that the differentiated worksheets developed are highly valid and practical for use in the learning process, thereby supporting meaningful, learner-centered learning. ABSTRAK Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mendeskripsikan rancang bangun LKPD berdiferensiasi, menganalisis validitas LKPD berdiferensiasi, dan menganalisis kepraktisan LKPD berdiferensiasi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Sawan. Penelitian ini menggunakan metode Design and Development Research (DDR) dengan tahapan analisis, perancangan, pengembangan, dan evaluasi. Subjek penelitian meliputi ahli materi, ahli media, ahli bahasa, guru Pendidikan Agama Hindu, serta peserta didik kelas VII SMP Negeri 2 Sawan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa LKPD memiliki gaya belajar yang beragam, sehingga dikembangkan LKPD berdiferensiasi pada materi Peninggalan Sejarah Agama Hindu di Indonesia, yang memuat tiga aktivitas pembelajaran, yaitu aktivitas visual berupa mengamati gambar, auditori berupa mendengarkan audio yang memuat percakapan, studi kasus yang memuat materi tentang peninggalan sejarah agama Hindu di Indonesia, serta kinestetik melalui praktik sederhana. Berdasarkan penilaian dari para ahli, diperoleh kategori sangat valid dengan persentase validitas ahli materi sebesar 96,5%, ahli media sebesar 95%, dan ahli bahasa sebesar 88,75%. Hasil uji kepraktisan oleh guru memperoleh persentase sebesar 98,6%, uji one to one sebesar 90,6%, dan uji small group sebesar 97,75% dengan kategori sangat praktis. Hasil tersebut menunjukkan bahwa LKPD berdiferensiasi yang dikembangkan dinyatakan sangat valid dan praktis digunakan dalam proses pembelajaran, sehingga dapat mendukung pembelajaran yang bermakna dan berpusat pada peserta didik.
METODE STORYTELLING DALAM PEMBELAJARAN SKI : MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK Umi Maghfiroh; Nirva Diana; Agus Susanti
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.11452

Abstract

Islamic Cultural History (SKI) learning in madrasahs is still predominantly oriented toward memorization and lecture-based methods, resulting in students’ critical thinking skills not being optimally developed. This study aims to analyze the implementation of the storytelling method in SKI learning and its contribution to improving students’ critical thinking skills. This research employed a qualitative approach with a descriptive design and was conducted at MTs Ma’arif NU 10 Penawaja. The research subjects consisted of an SKI teacher and seventh-grade students. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using an interactive model involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the implementation of the storytelling method creates a more interactive, communicative, and meaningful learning environment. Moreover, the method significantly improves students’ critical thinking skills across the indicators of interpretation, analysis, evaluation, inference, and explanation, with the average score increasing from 31.6% to 64.4%. Students also demonstrated increased participation in discussions, improved ability to express opinions, and deeper understanding of the values embedded in Islamic historical events. In conclusion, the storytelling method is effective as an innovative learning strategy for enhancing students’ critical thinking skills in SKI subjects and has strong potential for further development in supporting 21st-century learning. ABSTRAK Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di madrasah masih cenderung berorientasi pada hafalan dan metode ceramah, sehingga keterampilan berpikir kritis peserta didik belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode storytelling dalam pembelajaran SKI serta kontribusinya dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif yang dilaksanakan di MTs Ma’arif NU 10 Penawaja. Subjek penelitian meliputi guru SKI dan peserta didik kelas VIII. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan analisis data menggunakan model interaktif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode storytelling mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, komunikatif, dan bermakna. Selain itu, metode ini terbukti meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik yang meliputi indikator interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, dan eksplanasi, dengan rata-rata peningkatan dari 31,6% menjadi 64,4%. Peserta didik juga menunjukkan peningkatan keaktifan dalam berdiskusi, kemampuan mengemukakan pendapat, serta pemahaman terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa sejarah Islam. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa metode storytelling efektif sebagai strategi pembelajaran inovatif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada mata pelajaran SKI, serta memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut dalam mendukung pembelajaran abad ke-21.  
IMPLEMENTASI PROJECT BASED LEARNING BERBASIS VIDEO DOKUMENTER SOSIAL DALAM MEMPERKUAT KARAKTER PEDULI SOSIAL SISWA SMP Dea Kurnia Sari; Siti Ekowati Rusdini
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.11555

Abstract

ABSTRACT The low level of students’ social awareness, as reflected in limited empathy, low participation in social activities, and a tendency toward individualistic behavior, has become a challenge in social studies learning. This study aims to describe the implementation of Project-Based Learning (PjBL) using social documentary videos and to analyze its contribution to strengthening the social care character of Grade VIII C students at SMP Negeri 40 Semarang. The study employed a qualitative approach, with data collected through observations, semi-structured interviews, and documentation. The data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model and validated through source triangulation. The findings indicate that the implementation of PjBL based on social documentary videos enhanced students’ cooperation, responsibility, solidarity, and empathy toward social issues in their surrounding environment. Students also demonstrated more active engagement in the learning process as they gained contextual and collaborative learning experiences. Although several challenges were encountered, including limited instructional time, differences in students’ technical skills, and inadequate internet access, the learning activities remained effective in achieving the intended objectives. The findings suggest that the use of social documentary videos as project outcomes provides authentic learning experiences and serves as an innovative approach to strengthening students’ social care character in social studies education. Therefore, Project-Based Learning based on social documentary videos can be considered an effective alternative instructional strategy for fostering students’ social care character. ABSTRAK Rendahnya kepedulian sosial siswa yang ditunjukkan melalui kurangnya empati, partisipasi dalam kegiatan sosial, dan kecenderungan perilaku individualis menjadi tantangan dalam pembelajaran IPS di SMP. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Project Based Learning (PjBL) berbasis video dokumenter sosial serta menganalisis kontribusinya dalam memperkuat karakter peduli sosial siswa kelas VIII C di SMP Negeri 40 Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman serta diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL berbasis video dokumenter sosial mampu meningkatkan kerja sama, tanggung jawab, solidaritas, dan empati siswa terhadap permasalahan sosial di lingkungan sekitar. Siswa juga menunjukkan keterlibatan yang lebih aktif dalam proses pembelajaran karena memperoleh pengalaman belajar yang kontekstual dan kolaboratif. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan waktu, variasi kemampuan teknis siswa, dan akses internet yang belum optimal, pelaksanaan pembelajaran tetap berjalan efektif dalam mencapai tujuan yang ditetapkan. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan video dokumenter sosial sebagai produk proyek memberikan pengalaman belajar yang lebih autentik sekaligus menjadi inovasi dalam penguatan karakter peduli sosial pada pembelajaran IPS. Dengan demikian, Project Based Learning berbasis video dokumenter sosial dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan karakter peduli sosial siswa.
EFEKTIVITAS STRATEGI SCAFFOLDING METAKOGNITIF TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA PADA MATERI SPLTV MELALUI SLR Tatu Ambarwati; Maman Fathurrohman
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.11629

Abstract

ABSTRACT Students’ mathematical problem-solving ability in the topic of the System of Linear Equations in Three Variables (SPLTV) remains a challenge, as students often experience difficulties in understanding concepts and solving problems in a systematic way. This study aims to analyze the effectiveness of metacognitive scaffolding strategies in improving students’ systematic problem-solving skills in SPLTV. The research method used is a Systematic Literature Review (SLR) by analyzing 15 scientific articles obtained from databases such as Google Scholar, ScienceDirect, ERIC, and journals indexed in SINTA and Scopus. The article selection process was conducted through several stages, namely identification, screening, eligibility assessment, and final inclusion based on predefined inclusion and exclusion criteria. The results show that metacognitive scaffolding plays a role in providing step-by-step assistance that helps students understand concepts, plan solution strategies, and evaluate their problem-solving processes. In addition, the integration of scaffolding and metacognitive strategies is proven to be more effective than the use of each strategy separately in improving students’ mathematical problem-solving abilities in SPLTV. Therefore, metacognitive scaffolding can be considered an effective instructional approach to enhance students’ systematic thinking skills in mathematics learning ABSTRAK Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) masih menjadi tantangan karena siswa cenderung mengalami kesulitan dalam memahami konsep dan menyelesaikan masalah secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas strategi scaffolding metakognitif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah sistematis siswa pada materi SPLTV. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 15 artikel ilmiah yang diperoleh dari database Google Scholar, ScienceDirect, ERIC, serta jurnal terindeks SINTA dan Scopus. Proses seleksi artikel dilakukan melalui tahapan identifikasi, screening, eligibility, dan penentuan artikel akhir berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi scaffolding metakognitif berperan dalam memberikan bantuan bertahap yang membantu siswa memahami konsep, merencanakan penyelesaian, serta mengevaluasi proses pemecahan masalah. Selain itu, integrasi scaffolding dan strategi metakognitif terbukti lebih efektif dibandingkan penggunaan masing-masing strategi secara terpisah dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi SPLTV. Dengan demikian, scaffolding metakognitif dapat dijadikan sebagai pendekatan pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir sistematis siswa dalam pembelajaran matematika