cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
Jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
ISSN : 27748022     EISSN : 27745791     DOI : -
Core Subject : Education,
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 411 Documents
PENGARUH BEHAVIORAL THERAPY TERHADAP PERILAKU AGRESIF FISIK PADA REMAJA Fitrianingsih, Fitrianingsih; Abdurrahman, Abdurrahman; Iman, Nurul
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.10928

Abstract

ABSTRACT The problem of physical aggressive behavior among students remains a concern in the school environment, such as hitting, kicking, pushing, skipping classes, and engaging in fights with peers. This study aimed to determine the effect of behavioral therapy techniques on the physical aggressive behavior of eighth-grade students at SMP Negeri 7 Mataram. This research employed a quantitative approach using a one-group pre-test and post-test design. The population consisted of 207 eighth-grade students, while the sample included 8 students from class VIII B selected through cluster sampling techniques. Data were collected using a physical aggressive behavior questionnaire that had been tested for validity and reliability, consisting of 20 statement items. Data analysis was conducted using the t-test to determine the effect of the treatment provided. The results showed that there was a significant effect of behavioral therapy techniques on students’ physical aggressive behavior. This was evidenced by the t-count value of 5.441, which was higher than the t-table value of 2.365 at a 5% significance level, indicating that H₀ was rejected and Hₐ was accepted. These findings indicate that behavioral therapy techniques are effective in reducing physical aggressive behavior among students at SMP Negeri 7 Mataram in the 2022/2023 academic year. ABSTRAK Permasalahan perilaku agresif fisik pada peserta didik masih menjadi perhatian di lingkungan sekolah, seperti perilaku memukul, menendang, mendorong, membolos, dan terlibat perkelahian antarteman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik behavioral therapy terhadap perilaku agresif fisik siswa kelas VIII di SMP Negeri 7 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pre-test post-test design. Populasi penelitian berjumlah 207 peserta didik kelas VIII, sedangkan sampel penelitian terdiri atas 8 siswa kelas VIII B yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket perilaku agresif fisik yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan jumlah 20 butir pernyataan. Analisis data menggunakan uji-t untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan teknik behavioral therapy terhadap perilaku agresif fisik siswa. Hal tersebut dibuktikan dari nilai t_hitung sebesar 5,441 yang lebih besar daripada t_tabel sebesar 2,365 pada taraf signifikansi 5%, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa teknik behavioral therapy efektif dalam membantu menurunkan perilaku agresif fisik pada peserta didik di SMP Negeri 7 Mataram Tahun Pelajaran 2022/2023.
PROFESIONAL GURU DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SMAS St. PETRUS KEWAPANTE Mutia Malmar; Kartini Rahman Nisa
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.9457

Abstract

The purpose of this study is to confirm and analyze the professionalism of teachers at SMAS ST. Petrus Kewapante, which includes teachers' understanding of professionalism, its implementation in learning activities, and various obstacles encountered in carrying out their duties as professional educators. Data in this study were collected using instruments such as observation, documentation, and in-depth interviews. The research subject was one (1) physics teacher at SMAS ST. Petrus Kewapante who was selected as the main informant. The data were analyzed using descriptive qualitative analysis techniques with the following stages: data reduction (sorting and focusing data according to the research objectives), data presentation (systematically compiling data in narrative form), and drawing conclusions and verification (interpreting the meaning of the data to obtain research findings). The results of the study indicate that teachers at SMAS ST. Petrus Kewapante have internalized the values of professionalism, as seen in their ability to plan and implement learning in accordance with the characteristics of the students, their deep mastery of the subject matter, their attitudes and personalities that reflect exemplary behavior, and their ability to build effective communication with students and the school environment. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menegaskan dan menganalisis profesionalisme guru di SMAS ST. Petrus Kewapante, yang mencakup pemahaman guru tentang profesionalisme, bentuk implementasinya dalam kegiatan pembelajaran, serta berbagai hambatan yang dialami dalam menjalankan tugas sebagai pendidik profesional. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan instrumen berupa observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Subjek penelitian berjumlah 1 (satu) orang guru Fisika di SMAS ST. Petrus Kewapante yang dipilih sebagai informan utama. Data dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif deskriptif dengan tahapan: Reduksi data (memilah dan memfokuskan data sesuai tujuan penelitian), Penyajian data (menyusun data secara sistematis dalam bentuk narasi), dan Penarikan kesim  pulan serta verifikasi (menafsirkan makna data untuk memperoleh temuan penelitian). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di SMAS ST. Petrus Kewapante telah menginternalisasi nilai-nilai profesionalisme yang terlihat dari kemampuannya merencanakan dan melaksanakan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik, penguasaan materi pelajaran yang mendalam, sikap dan kepribadian yang mencerminkan keteladanan, serta kemampuannya membangun komunikasi yang efektif dengan siswa maupun lingkungan sekolah.    
PERSEPSI SISWA TERHADAP MATERI AJAR FIKIH INTEGRATIF DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SMA Muhammad Basri; Fadriati Fadriati
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10489

Abstract

ABSTRACT Fiqh instruction at the senior high school level still tends to be normative and legalistic, creating a gap between the ideal transformative goals of fiqh education and its largely mechanistic classroom practices. This study aims to describe students’ perceptions of integrative fiqh teaching materials that connect cognitive, social, and spiritual dimensions within Islamic Education (PAI) at SMAN 1 Panyabungan Selatan. The study employs a quantitative approach using a descriptive survey method. The sample consists of all 20 ninth-grade students, selected through a saturated sampling technique. The instrument used is a closed-ended questionnaire based on a 1–4 Likert scale, comprising 20 items developed from three dimensions of perception: cognitive-integrative, social-contextual, and spiritual-applicative. Data analysis is conducted using descriptive quantitative techniques by calculating mean scores and categorizing them accordingly. The findings indicate that students’ perceptions of the integrative fiqh teaching materials are overall in the “very positive” category, with a mean score of 3.31. The cognitive-integrative dimension obtained the highest score (M = 3.40), followed by the spiritual-applicative dimension (M = 3.38), both categorized as very positive, while the social-contextual dimension received the lowest score (M=3.15), categorized as positive. In conclusion, the study affirms that students demonstrate a favorable reception toward the integrative approach. However, further strengthening is needed in the social-contextual dimension to ensure that fiqh materials are more relevant to the contemporary issues students encounter in their social lives. ABSTRAK Pembelajaran fikih di SMA masih cenderung bersifat normatif dan legalistik sehingga menimbulkan kesenjangan antara tujuan ideal pembelajaran fikih yang transformatif dengan praktik pembelajaran yang mekanistik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi siswa terhadap materi ajar fikih integratif yang mengaitkan dimensi kognitif, sosial, dan spiritual dalam pembelajaran PAI di SMAN 1 Panyabungan Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei deskriptif. Sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas X yang berjumlah 20 orang, ditetapkan dengan teknik sampel jenuh. Instrumen yang digunakan berupa angket tertutup skala Likert 1-4 sebanyak 20 item yang dikembangkan berdasarkan tiga dimensi persepsi: kognitif-integratif, sosial-kontekstual, dan spiritual-aplikatif. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung rata-rata skor dan mengkategorisasikannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap materi ajar fikih integratif secara keseluruhan berada pada kategori sangat positif dengan rata-rata skor 3,31. Dimensi kognitif-integratif memperoleh skor tertinggi (M=3,40), diikuti dimensi spiritual-aplikatif (M=3,38) pada kategori sangat positif, sedangkan dimensi sosial-kontekstual memperoleh skor terendah (M=3,15) pada kategori positif. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa siswa memiliki penerimaan yang baik terhadap pendekatan integratif, namun diperlukan penguatan pada aspek sosial-kontekstual agar materi fikih lebih relevan dengan persoalan aktual yang dihadapi siswa dalam kehidupan bermasyarakat.
PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MELALUI PENGEMBANGAN MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN: STUDI KUALITATIF DI KOTA LHOKSEUMAWE Yunitawati Yunitawati; Zahraini Zahraini; Haryuni Haryuni; Marnita Marnita
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10612

Abstract

ABSTRACT The gap between the demands of teacher professionalism and classroom practices remains a major challenge at the junior high school level, particularly in curriculum adaptation, technology integration, and collaborative culture among teachers. In this context, the Subject Teacher Consultation Forum (Musyawarah Guru Mata Pelajaran / MGMP) is considered a strategic platform for supporting continuous teacher professional development. This study aims to analyze the role and effectiveness of MGMP in enhancing the professionalism of junior high school teachers in Lhokseumawe City. The study employed a descriptive qualitative approach involving junior high school teachers who actively participated in MGMP activities. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, and were analyzed thematically through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that MGMP contributes to the improvement of teachers’ pedagogical and professional competencies through curriculum review activities, subject-matter discussions, and collaborative preparation of instructional materials. MGMP also supports technology-based instructional innovation through digital training and the sharing of best practices among teachers. In addition, MGMP contributes to teachers’ career development through mentoring in scientific writing and the strengthening of a collaborative work culture. The findings indicate that MGMP functions as a professional learning community that supports the continuous improvement of teachers’ competencies and professional performance, although stronger institutional support is still required. ABSTRAK Kesenjangan antara tuntutan profesionalisme guru dan praktik pembelajaran masih menjadi tantangan di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), terutama dalam adaptasi kurikulum, pemanfaatan teknologi, dan budaya kolaborasi antar guru. Dalam konteks tersebut, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dipandang sebagai forum strategis untuk mendukung peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran dan efektivitas MGMP dalam meningkatkan profesionalisme guru SMP di Kota Lhokseumawe. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek guru SMP yang tergabung dalam MGMP. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MGMP berperan dalam meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional melalui kegiatan bedah kurikulum, diskusi materi, dan penyusunan perangkat pembelajaran secara kolaboratif. MGMP juga mendukung inovasi pembelajaran berbasis teknologi melalui pelatihan digital dan kegiatan berbagi praktik baik antar guru. Selain itu, MGMP berkontribusi terhadap pengembangan karier guru melalui pendampingan penulisan karya ilmiah dan penguatan budaya kerja kolaboratif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa MGMP dapat berfungsi sebagai komunitas belajar profesional yang mendukung peningkatan kompetensi dan kinerja guru secara berkelanjutan, meskipun masih memerlukan dukungan institusional yang lebih optimal.
PENGARUH PENGGUNAAN METODE ASOSIASI KATA TERHADAP PENINGKATAN HAFALAN MAKNA MATERI ASMAUL HUSNA PAI KELAS VII Rohmatul Ummah; Muhammad Adi Prastyo; Muhammad Ali Rohmad
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10613

Abstract

ABSTRACT The low ability of students to memorize the meaning of the vocabulary of Asmaul Husna indicates that the ongoing learning process has not been optimal in increasing the activeness and level of confidence in students when answering questions during the learning process. This study aims to analyze the improvement of the ability to memorize the meaning of Asmaul Husna in grade VII students through the application of the word association method. Two cycles were implemented in the Classroom Action Research (CAR) approach, which includes the planning stage, action implementation, observation, and reflection. The subjects of this study were grade VII D students selected using a purposive sampling technique. Data collection was carried out through pre-test, post-test, observation, and documentation. It was shown that the results of the study using the word association method were effective in improving students' memorization abilities. This can be seen from the increase in students' average score, namely from 52.40 when the pre-test was carried out to 96.80 when the post-test was carried out, with a significance value of 0.000 (<0.05). In addition to improving learning outcomes, this method also makes students more active, enthusiastic, and confident during learning. The word association method is an effective, interesting, and meaningful learning strategy to improve the ability to memorize the meaning of Asmaul Husana in grade VII students. ABSTRAK Rendahnya kemampuan siswa dalam menghafal makna kosakata Asmaul Husna menunjukkan bahwa proses pembelajaran yang berlangsung belum optimal dalam meningkatkan keaktifan serta tingkat percaya diri dalam siswa ketika menjawab pertanyaan selama proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan menghafal makna Asmaul Husna pada siswa kelas VII melalui penerapan metode asosiasi kata. Dilaksanakannya dua siklus dalam pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dari penelitian ini merupakan siswa kelas VII D yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test, post-test, observasi, serta dokumentasi. Ditunjukkan bahwa hasil penelitian dengan menggunakan metode asosiasi kata efektif dalam meningkatkan kemampuan hafalan siswa. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata siswa yang meningkat, yaitu dari 52,40 ketika pre-test menjadi 96,80 dilakukannya post-test, nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05). Selain meningkatkan hasil belajar, metode ini juga membuat siswa untuk lebih aktif, antusias, dan percaya diri selama dilakukannya pembelajaran. Metode asosiasi kata merupakan strategi pembelajaran efektif, menarik, dan bermakna untuk meningkatkan kemampuan menghafal makna Asmaul Husna pada siswa kelas VII.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN KARTU KUARTET TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN KAUSALITAS KELAS XI SMA NEGERI 7 SEMARANG Dina Nur Asifah; Hany Nurpratiwi
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10838

Abstract

In addition to understanding historical content, students are required to develop historical thinking skills, particularly causal understanding. Learning media are not always dependent on digital technology, as obstacles may arise during implementation; therefore, alternative instructional media are needed. The purpose of this study is to measure the extent of the influence of using quartet card learning media on improving the understanding of causality among eleventh-grade students at SMA Negeri 7 Semarang. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a nonequivalent control group design. Two classes were selected as the samples of this study. Class XI-8 served as the experimental class, while Class XI-7 served as the control class, with each class consisting of 36 students. The research instrument was an essay test at the C4 cognitive level (analysis), which had been tested for validity, reliability (Cronbach’s Alpha = 0.896), discriminating power, and difficulty index. The pretest and posttest data were analyzed using normality and homogeneity tests, followed by hypothesis testing through an independent samples t-test and N-Gain analysis. The results revealed that the significance value (2-tailed) was < 0.001 < 0.05, indicating that H₀ was rejected and H₁ was accepted. Furthermore, the N-Gain score was classified in the moderate category. These findings indicate that the use of Quartet Card media in history learning was moderately effective in improving students’ causal understanding in Class XI-8. Therefore, Quartet Card media may serve as an effective alternative instructional medium in history education by enhancing students’ comprehension, fostering a more engaging classroom environment, and providing meaningful historical learning experiences. ABSTRAK Selain memahami materi Sejarah peserta didik juga perlu untuk memiliki skill berpikir sejarah atau historical thinking terutama pemahaman kausalitas. Media pembelajaran tidak selamanya menggunakan media digital, namun bisa saja terdapat kendala ketika diterapkannya sehingga memerlukan alternatif media lainnya. Mengukur seberapa besar pengaruh penggunaan media pembelajaran kartu kuartet dalam meningkatkan pemahaman kausalitas kelas XI SMA Negeri 7 Semarang merupakan tujuan penelitian ini. Pendekatan penelitian yang digunakan kuantitatif jenis Quasi-eksperimen tipe nonequivalent control group design. Terdapat dua kelas terpilih menjadi sampel penelitian ini, kelas XI-8 berperan sebagai kelas eksperimen dan kelas XI-7 berperan sebagai kelas kontrol dengan banyak peserta didik yang sama yaitu 36 orang. Instrumen penelitian berupa soal esai dengan tingkat kemampuan kognitif di level C4 (menganalisis) yang telah di uji validitas, reliabilitas (Cronbach’s Alpha = 0,896), daya beda soal, dan tingkat kesukaran. Dilanjutkan uji analisis data pretest dan posttest menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis jenis independent sample t-test dan diakhiri uji N-Gain. Hasil analisis data menunjukkan hasil Signifikansi 0,001 < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan H1 diterima di tambah nilai N-Gain masuk kedalam klasifikasi sedang. Artinya, penggunaan media pembelajaran berupa kartu kuartet pada mata pelajaran sejarah cukup efektif meningkatkan pemahaman kausalitas peserta didik kelas XI-8. Dengan demikian, media kartu kuartet dapat menjadi alternatif media pembelajaran sejarah yang efektif, mengembangkan pemahaman belajar, menghidupkan suasana kelas dan peserta didik mendapatkan pengalaman belajar sejarah yang berbeda.  
PENGARUH PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM PAI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PEMBELAJARAN DAN KREATIVITAS SISWA KELAS X SMA Iis Susanti; Muhammad Nur Hadi; M Anang Sholikhudin; Muhammada Muhammada
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10884

Abstract

ABSTRACT The development of digital technology in the modern era has brought significant changes to the learning process in schools, including the use of Artificial Intelligence as a supporting learning medium. In Islamic Religious Education learning, this technology helps students obtain information more quickly, systematically, and flexibly, thereby supporting independent learning processes. However, the use of digital technology has not fully encouraged the development of students’ learning creativity because some students still tend to use technology merely to obtain instant answers. This study aimed to analyze the effect of the use of Artificial Intelligence on conceptual understanding and learning creativity among tenth-grade students at SMA Negeri 1 Purwosari. The study employed a quantitative approach with an associative research design. The sample consisted of 84 students selected using the simple random sampling technique. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using simple linear regression with the assistance of the SPSS program. The results showed that the use of AI-based technology had a positive and significant effect on students’ conceptual understanding because it helped them understand learning materials in a more structured and adaptive manner. In contrast, the effect on learning creativity was not statistically significant because creativity is also influenced by learning strategies, motivation, learning environment, and students’ ability to explore ideas. This study emphasizes that the integration of digital technology in learning needs to be balanced with innovative pedagogical approaches so that the development of cognitive aspects and students’ creativity can occur harmoniously. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital pada era modern telah membawa perubahan dalam proses pembelajaran di sekolah, termasuk melalui pemanfaatan Artificial Intelligence sebagai media pendukung pembelajaran. Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, teknologi tersebut membantu peserta didik memperoleh informasi secara lebih cepat, sistematis, dan fleksibel sehingga mendukung proses belajar mandiri. Namun, pemanfaatan teknologi digital belum sepenuhnya mampu mendorong berkembangnya kreativitas belajar siswa karena sebagian peserta didik masih cenderung menggunakan teknologi hanya untuk memperoleh jawaban instan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan Artificial Intelligence terhadap pemahaman konsep dan kreativitas belajar siswa kelas X di SMA Negeri 1 Purwosari. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Sampel penelitian berjumlah 84 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket berbasis skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi berbasis AI berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemahaman konsep siswa karena membantu proses memahami materi secara lebih terstruktur dan adaptif. Sebaliknya, pengaruh terhadap kreativitas belajar tidak menunjukkan hubungan signifikan karena kreativitas dipengaruhi pula oleh strategi pembelajaran, motivasi, lingkungan belajar, dan kemampuan eksplorasi ide peserta didik. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi teknologi digital dalam pembelajaran perlu diimbangi pendekatan pedagogis yang inovatif agar pengembangan aspek kognitif dan kreativitas siswa dapat berlangsung secara seimbang.
PENGARUH PJBL BERBANTUAN CANVA TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS POSTER DAN LITERASI DIGITAL SISWA Maulida Sari; Ikrima Maulida; Farahdiba Thahura
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10936

Abstract

ABSTRACT The rapid development of digital technology requires Indonesian language learning not only to focus on mastery of subject matter but also to foster students’ creativity and digital literacy. This study was motivated by the low level of poster-writing skills and the limited ability of students to utilize digital technology productively in Indonesian language learning at SMP Negeri 3 Langsa. The study aimed to analyze the effect of the Project Based Learning (PjBL) model assisted by Canva on students’ poster-writing skills and digital literacy among eighth-grade students. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental method using a pretest-posttest control group design. The sample consisted of two classes, namely an experimental class and a control class, each comprising 32 students. Data were collected through poster-writing tests and digital literacy questionnaires. The data were analyzed using descriptive statistics, normality tests, homogeneity tests, independent sample t-test, and N-Gain analysis. The findings revealed that the average posttest scores and N-Gain scores of the experimental class were higher than those of the control class. In addition, the digital literacy level of students in the experimental class was categorized as very high. These findings indicate that the implementation of PjBL assisted by Canva was effective in creating a more active, collaborative, and contextual learning environment, thereby improving students’ poster-writing skills while strengthening their digital literacy in 21st-century learning. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital menuntut pembelajaran Bahasa Indonesia yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas dan literasi digital siswa. Permasalahan penelitian ini berangkat dari rendahnya keterampilan menulis poster serta terbatasnya kemampuan siswa dalam memanfaatkan teknologi digital secara produktif pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 3 Langsa. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model Project Based Learning (PjBL) berbantuan Canva terhadap keterampilan menulis poster dan literasi digital siswa kelas VIII. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang masing-masing berjumlah 32 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui tes keterampilan menulis poster dan angket literasi digital. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, independent sample t-test, dan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest dan skor N-Gain kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Selain itu, kemampuan literasi digital siswa pada kelas eksperimen berada pada kategori sangat tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan PjBL berbantuan Canva mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, kolaboratif, dan kontekstual sehingga efektif meningkatkan keterampilan menulis poster sekaligus memperkuat literasi digital siswa pada pembelajaran abad ke-21.
ISLAM MODERAT DALAM PENDIDIKAN MADRASAH: IMPLEMENTASI NILAI TOLERANSI, KEADILAN, DAN KESEIMBANGAN DI MAS MUHAMMADIYAH SUKARAME Yosa Yuwanda; Eti Hadiati; Evi Febriani
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10937

Abstract

The implementation of moderate Islamic values has become an essential concern in Islamic education, as madrasahs function not only as spaces for transmitting religious knowledge but also as institutions for cultivating students’ character as tolerant, just, balanced, and respectful individuals. This study focuses on the application of moderate values in Islamic Religious Education learning and the challenges encountered in implementing moderate Islamic values at MAS Muhammadiyah Sukarame. Employing a descriptive qualitative approach, the study drew on primary data from the madrasah principal, Islamic Religious Education teachers, and students, as well as secondary data from institutional documents and supporting activity records. Data were collected through semi-structured interviews, observation, and documentation. The research stages included determining the research focus and informants, developing interview and observation guidelines, collecting field data, reducing data, presenting data, drawing conclusions, and validating the findings through technical triangulation. The findings reveal that moderate Islamic values are implemented through Islamic Religious Education learning, religious habituation, school activities, discussion, advice, role modelling, and a culture of mutual respect. The values manifested include tolerance, deliberation, cooperation, justice, discipline, and respect for differences. The main challenges include the low discipline of some students, limited responsiveness to advice, and a lack of variation in instructional media. This study concludes that the implementation of moderate Islamic values needs to be strengthened through more contextual, participatory, and sustainable learning so that moderation is not merely understood conceptually, but becomes part of students’ moral habits. ABSTRAK Implementasi nilai-nilai Islam moderat menjadi kebutuhan penting dalam pendidikan Islam karena madrasah tidak hanya berfungsi sebagai ruang transfer pengetahuan agama, tetapi juga sebagai tempat pembentukan karakter peserta didik yang toleran, adil, seimbang, dan mampu menghargai perbedaan. Penelitian ini berfokus pada penerapan nilai-nilai moderat dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam serta tantangan dan kendala dalam mengimplementasikan nilai-nilai Islam moderat di MAS Muhammadiyah Sukarame. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data primer dari kepala madrasah, guru Pendidikan Agama Islam, dan peserta didik, serta data sekunder dari dokumen madrasah dan bukti kegiatan pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Tahapan penelitian meliputi penentuan fokus dan informan, penyusunan pedoman wawancara dan observasi, pengumpulan data lapangan, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta pengujian keabsahan data melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Islam moderat diterapkan melalui pembelajaran PAI, pembiasaan keagamaan, kegiatan sekolah, diskusi, nasihat, keteladanan, dan budaya saling menghargai. Nilai yang tampak meliputi toleransi, musyawarah, kerja sama, keadilan, disiplin, dan penghormatan terhadap perbedaan. Kendala utama meliputi rendahnya kedisiplinan sebagian siswa, sikap kurang responsif terhadap nasihat, serta terbatasnya variasi media pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi nilai Islam moderat perlu diperkuat melalui pembelajaran yang lebih kontekstual, partisipatif, dan berkelanjutan agar nilai moderasi tidak hanya dipahami, tetapi juga menjadi kebiasaan moral peserta didik.    
PENGEMBANGAN E-LKPD BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN NUMERASI SISWA PADA MATERI ZAKAT KELAS VIII DI MTs Rizkia Fifiqotul Imamah; Fatkhul Amin
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10946

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by students’ low numeracy skills in solving zakat calculations and the suboptimal use of digital learning media in Fiqh learning at madrasahs. The study aimed to develop digital teaching materials based on Problem Based Learning (PBL) to improve the numeracy skills of eighth-grade students on zakat material at MTs Al-Qudsiyah Plumpang Tuban. The research employed the Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which consists of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The research subjects consisted of 34 eighth-grade students. Data were collected through expert validation sheets, teacher and student response questionnaires, as well as pretest and posttest. The data were analyzed descriptively and quantitatively using feasibility percentages and the N-Gain test. The results showed that the developed learning media obtained a validity percentage of 84.62%, which was categorized as highly valid. Teacher and student responses to the use of the media were also categorized as very good. In addition, the N-Gain analysis yielded an average score of 0.8993 in the high category, indicating an improvement in students’ numeracy skills after using the learning media. These findings indicate that the integration of PBL in learning can create a more interactive and contextual learning process while encouraging students’ active participation. Therefore, the PBL-based learning media was considered feasible and effective for supporting numeracy-based Fiqh learning in madrasahs. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan numerasi siswa dalam menyelesaikan perhitungan zakat serta belum optimalnya penggunaan media pembelajaran digital pada pembelajaran Fikih di madrasah. Penelitian bertujuan mengembangkan bahan ajar digital berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa kelas VIII pada materi zakat di MTs Al-Qudsiyah Plumpang Tuban. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas 34 siswa kelas VIII. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar validasi ahli, angket respon guru dan siswa, serta tes pretest dan posttest. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase kelayakan dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan memperoleh persentase validitas sebesar 84,62% dengan kategori sangat valid. Respon guru dan siswa terhadap penggunaan media juga berada pada kategori sangat baik. Selain itu, hasil analisis N-Gain memperoleh skor rata-rata 0,8993 dengan kategori tinggi yang menunjukkan adanya peningkatan kemampuan numerasi siswa setelah penggunaan media pembelajaran. Temuan tersebut menunjukkan bahwa integrasi PBL dalam pembelajaran mampu menciptakan proses belajar yang lebih interaktif, kontekstual, dan mendorong keterlibatan aktif siswa. Dengan demikian, media pembelajaran berbasis PBL dinyatakan layak dan efektif digunakan untuk mendukung pembelajaran Fikih berbasis numerasi di madrasah.