cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 3 (2024)" : 18 Documents clear
PENERAPAN MEDIA NUSACARD BERBASIS KEBERAGAMAN UNTUK MENINGKATKAN LITERASI BUDAYA KELAS IV FITRIYYAH, NI’AM FIKRIYATUN; HUDA, CHOIRUL; SOLIKHIN, RIYADUS; SULIANTO, JOKO
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i3.3172

Abstract

A study has been conducted to determine the application of diversity-based nusacard media to improve cultural literacy in grade IV. The results of the analysis that have been carried out prove that the use of media in schools is still low. Teachers use learning media as is, such as books, teaching aids and picture media. This causes students to feel bored during learning. Effective learning activities must be supported by interesting and appropriate learning media. This study aims to determine the application of diversity-based nusacard media to improve cultural literacy in grade IV. The method used in this study is descriptive qualitative. The subjects of this study were 19 grade IV students of SDN Bugangan 02 Semarang and 1 teacher. Data collection techniques and data validity analysis conducted triangulation tests. Techniques include interviews, observations and documentation. The conclusions that we can draw from the results of the interview after the application of Nusacard media prove that students are more interested, easy to understand and focused on following the learning. In addition, the observation results after using the Nusacard media showed that students became more active, were able to determine the location of the Nusacard according to the map of Indonesia, knew the types of cultural diversity in Indonesia, knew their own culture, had a sense of concern for culture, in accordance with the achievement of cultural literacy indicators. ABSTRAKTelah dilakukan penelitian untuk mengetahui penerapan media nusacard berbasis keberagaman untuk meningkatkan literasi budaya kelas IV. Hasil analisis yang telah dilakukan membuktikan bahwa penggunaan media di sekolah masih rendah. Guru memanfaatkan media pembelajaran seadanya, seperti buku, alat peraga dan media gambar. Hal tersebut menyebabkan siswa merasa jenuh pada saat pembelajaran. Kegiatan pembelajaran yang efektif harus ditunjang dengan media pembelajaran yang menarik dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan media nusacard berbasis keberagaman untuk meningkatkan literasi budaya kelas IV. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas IV SDN Bugangan 02 Semarang sebanyak 19 siswa dan 1 guru. Teknik pengumpulan data dan.analisis keabsahan data melakukan uji triangulasi Teknik yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Kesimpulan yang dapat kami ambil dari hasil wawancara setelah penerapan media Nusacard membuktikan bahwa siswa lebih tertarik, mudah memahami dan fokus dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu pada hasil observasi setelah penggunaan media nusacard siswa menjadi lebih aktif, mampu menentukan letak nusacard sesuai dengan peta Indonesia, mengetahui jenis-jenis keragaman budaya Indonesia, mengetahui budaya sendiri, memiliki rasa kepedulian terhadap budaya, sesuai dengan capaian idikator literasi budaya.
EFEKTIVITAS PROMOSI PROGRAM B2SA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI 5 WILAYAH SUMATERA SELATAN SUHAILA, SUHAILA; YUSLAINIWATI, YUSLAINIWATI; YAMIN, LASMI; SUTALHIS, M.; NOVARIA, EVA
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i3.3175

Abstract

Diversifying food consumption by cultivating diverse, nutritious, balanced and safe (B2SA) food consumption patterns is currently one of the focuses of government attention in the field of food security at both the central government and regional government levels. Food security refers to a situation where all people have physical, social and economic access to food which includes aspects of availability, accessibility, utilization and stability. Food consumption patterns are very important, especially for pregnant and breastfeeding mothers, in efforts to prevent stunting. This research was carried out by distributing questionnaires and interviews to find out the extent of people's knowledge about the B2SA diet regarding the implementation of their daily diet. From the five regions in South Sumatra, it turns out that from the communication strategy by means of education with direct counseling, knowledge and awareness about B2SA food is said to have increased as proven by the posttest results which lead to community satisfaction from the education they received. ABSTRAKPenganekaragaman konsumsi pangan dengan membudayakan pola konsumsi Pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) dewasa ini menjadi salah satu focus perhatian pemerintah di Bidang Ketahanan Pangan baik pada level Pemerintah Pusat maupun Pemerinah Daerah. Ketahanan pangan merujuk pada keadaan dimana semua orang memiliki akses secara fisik, sosial, dan ekonomi terhadap makanan yang meliputi aspek ketersediaan, aksesibilitas, pemanfaatan, dan stabilitas. Pola konsumsi pangan menjadi sangat penting terutama baik bagi kalangan Ibu hamil maupun menyusui dalam upaya pencegahan stunting. Penelitian ini dilakukan dengan penyebaran kuesioner dan wawancara untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan masyarakat tentang pola makan B2SA terhadap implementasi pola makan kesehariannya. Dari lima wilayah yang ada di Sumatera Selatan, ternyata dari strategi komunikasi dengan cara edukasi dengan penyuluhan langsung, pengetahuan dan kesadaran tentang pangan B2SA dikatakan meningkat terbukti hasil posttest yang mengarah kepada kepuasan msyarakat dari edukasi yang diterima mereka.
REVIEW: SCREENING PENYEBAB SCABIES JUMADEWI, ASRI; SIMEULU, PUTRO
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i3.3220

Abstract

Scabies is another name for scabies, which is caused by the flea/mite Sarcoptes scabiei var hominis, which is a class of parasites that can infest scabies. Symptoms include the appearance of pimples (papules), festering (pustules), followed by scratch marks (excoriation). Female fleas will place eggs in the layers of skin to form a tunnel (cuniculus), which is what causes intense itching at night. Bacteria can infect and complicate the occurrence of scabies due to secondary infestation. This disease is easily transmitted quickly, such as skin contact with the sufferer for a long time. The aim of this research is to determine the factors that can cause the infectious disease scabies (Sarcoptes scabiei). This research uses a literature review method through national journals for the last 10 years (2012-2023) with the keywords scabies, Sarcoptes scabiei, personal hygiene and santri. Search for review articles using web sources such as Google Scholar and other sources. The results of the review show that scabies sufferers are predominantly caused by personal hygiene behavior and environmental sanitation.. ABSTRAKKudis adalah nama lain scabies, yang disebabkan oleh jenis kutu/tungau Sarcoptes scabiei var hominis, yaitu golongan parasit yang dapat melakukan infestasi terhadap kejadian scabies. Gejala berupa munculnya bintil-bintil (papula), bernanah (pustula), diikuti adanya bekas garukan (ekskoriasi). Kutu betina akan menempatkan telur di dalam lapisan kulit hingga membentuk terowongan (kunikulus), inilah yang memacu rasa gatal hebat di malam hari. Bakteri dapat menginfeksi dan memperumit kejadiaan scabies akibat infestasi sekunder. Penyakit ini mudah menular dengan cepat, seperti kontak kulit dengan penderita dalam waktu yang lama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan penyakit menular scabies (Sarcoptes scabiei). Penelitian ini menggunakan metode literatur review melalui jurnal nasional pada 10 tahun terakhir (2012-2023) dengan kata kunci scabies, Sarcoptes scabiei, personal hygiene dan santri. Pencarian artikel review menggunakan sumber web seperti Google Scholar dan sumber lainnya. Hasil review menunjukkan bahwa penderita scabies dominan disebabkan oleh perilaku personal hygiene dan sanitasi lingkungan.
PENGARUH WARNA LAMPU TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN TERI (STELEPHORUS SP) MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP BAGAN PERAHU DI SAMPANG JAWA TIMUR KALVIN, MOH.; SARASWATI, EXIST; YUSRUDIN, YUSRUDIN
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i3.3236

Abstract

Boat Lift Net is a fishing tool that operates at night using lights that function to attract pelagic fish. The aim of this research is to determine the effect of light color on the catch of anchovies in the waters of Sampang, East Java. The research method used is the Experimental fishing method, namely by conducting experiments and observing the treatment carried out on operational boat fishing gear with different colored lights on anchovy catches in the waters of Sampang, East Java. The results of the t test show that the results of anchovy catches using boat charts with different colored lights have a significant difference because data calculations show a Sig value (2-tailed) of 0.000 < 0.05, so it can be concluded that there is a real difference between the use of white lights. and a yellow light or anchovy catches on boat fishing gear ABSTRAKBagan Perahu merupakan alat tangkap ikan yang beroperasi pada malam hari menggunakan lampu yang berfungsi untuk menarik ikan pelagis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh warna lampu terhadap hasil tangkapan Ikan Teri di perairan Sampang Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Experimental fishing, yaitu dengan melakukan percobaan dan pengamatan terhadap perlakuan yang dilakukan pada operasional alat tangkap bagan perahu dengan warna lampu berbeda terhadap hasil tangkapan ikan teri di perairan Sampang Jawa Timur. Hasil uji t menunjukkan hasil tangkapan ikan teri menggunakan alat bagan perahu dengan warna lampu berbeda memiliki perbedaan signifikan dikarenakan perhitungan data menunjukkan hasil nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata antara penggunaan lampu putih dan lampu kuning terhadap hasil tangkapan ikan teri pada alat tangkap bagan perahu
ANALISIS PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PADA PERPUSTAKAAN SD SUSTER DI SNGKAWANG AGUSTINA, AGUSTINA; SUTIONO, LUCIA; PUTRANTO, GALIH
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i3.3243

Abstract

The purpose of this study was to determine consumer perceptions of service quality which consists of five dimensions of service quality including reliability, responsiveness, assurance, empathy and physical evidence. In this study, the author uses a descriptive research form by using a questionnaire of 100 respondents as the main data collection tool, accompanied by observations, questionnaires, and documentary studies. The data analysis technique is qualitative. Sampling using purposive sampling that is using samples taken on some specific criteria or considerations. The results obtained from this study are the school library in implementing service quality is the performance provided in accordance with the expectations of visitors, the response or alertness of the officers in helping customers and providing responsive service, the guarantees offered are in line with expectations, and the attention given by the parties. school libraries such as serving visitors, being alert when providing excellent service and implementing facilities that are felt to be very useful. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi konsumen terhadap kualitas pelayanan yang terdiri dari lima dimensi kualitas pelayanan meliputi kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti fisik. Dalam penelitian ini penulis menggunakan bentuk penelitian deskriptif dengan menggunakan kuesioner sebanyak 100 responden sebagai alat pengumpulan data utama, disertai dengan observasi, kuesioner, dan studi dokumenter. Teknik analisis data adalah kualitatif. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yaitu menggunakan sampel yang diambil atas beberapa kriteria atau pertimbangan tertentu. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah perpustakaan sekolah dalam melaksanakan kualitas pelayanan adalah kinerja yang diberikan sesuai dengan harapan pengunjung, respon atau kesigapan petugas dalam membantu pelanggan dan memberikan pelayanan yang tanggap, jaminan yang ditawarkan sesuai dengan harapan, dan perhatian yang diberikan oleh pihak perpustakaan sekolah seperti melayani pengunjung, sigap saat memberikan pelayanan prima dan melaksanakan fasilitas yang dirasa sangat bermanfaat.
ANALISIS KEBIJAKAN PEMASARAN JASA PADA KOPERASI SEKOLAH YAYASAN PENGABDI UNTUK SESAMA MANUSIA DI SINGKAWANG ETA, MARIA AFRITA
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i3.3244

Abstract

Through this research it is known that in implementing marketing policies and services, school cooperatives have implemented facilities that are very beneficial with performance that meets customer expectations. Positive responses also come from the responsiveness of employees in providing services to customers with guarantees offered in accordance with expectations. As a result, the attention and care given by the school cooperative in serving consumers is considered good enough. For physical evidence policies, reliability, responsiveness, assurance, and empathy are highly perceived by respondents. Several things that must be improved for the physical evidence policy, namely room design and completeness of facilities, reliability policy, namely regarding the timeliness and reliability of employees in serving, policy of responsiveness to the ability to serve quickly/immediately, responsiveness to receiving criticism and suggestions, guarantee policy regarding skills employees in serving and extensive knowledge of products and services, and empathy policies, namely understanding needs / wants, serving consumers friendly and enthusiastically, and willing to apologize if something goes wrong. ABSTRAKMelalui penelitian ini diketahui bahwa dalam melaksanakan kebijakan pemasaran dan pelayanan, koperasi sekolah telah menerapkan fasilitas yang sangat bermanfaat dengan kinerja yang memenuhi harapan pelanggan. Respon positif juga datang dari ketanggapan pegawai dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan jaminan yang ditawarkan sesuai dengan harapan. Alhasil perhatian dan kepedulian yang diberikan koperasi sekolah dalam melayani konsumen dinilai cukup baik. Untuk kebijakan bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati sangat dipersepsikan oleh responden. Beberapa hal yang harus ditingkatkan untuk kebijakan bukti fisik yaitu desain ruangan dan kelengkapan fasilitas, kebijakan kehandalan yaitu mengenai ketepatan waktu dan kehandalan pegawai dalam melayani, kebijakan ketanggapan terhadap kemampuan melayani dengan cepat/segera, ketanggapan dalam menerima kritik dan saran, kebijakan jaminan mengenai keterampilan pegawai dalam melayani dan pengetahuan yang luas terhadap produk dan jasa, dan kebijakan empati yaitu memahami kebutuhan/keinginan, melayani konsumen dengan ramah dan antusias, serta bersedia meminta maaf jika terjadi kesalahan
IMPROVING THE STUDENTS' ABILITY IN READING COMPREHENSION THROUGH DISCOVERY LEARNING METHOD AT THE EIGHT GRADE OF SMP NEGERI 1 GIDO GULO, LESTA APRILDA; MARU'AO, NURSAYANI; DAELI, HIDAYATI; TELAUMBANUA, YASMINAR AMAERITA
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i3.3284

Abstract

Reading comprehension is the process and activity of understanding all reading texts that include vocabulary and concepts, making conclusions, and connecting key ideas, in addition, readers will get ideas or meanings from written texts. One of the problems found by researchers is that students can’t understand the whole of each word. The purpose of this study is to improve students' reading comprehension using the Discovery Learning method in the eighth grade of SMP Negeri 1 Gido in the 2022/2023 academic year. Researchers use Classroom Action Research (CAR), especially Quantitative Methods as a research method. There are two cycles, each cycle consists of two meetings. Each meeting consist of planning, action, observation and reflection. Data were collected by researchers from observation results, field notes and evaluation papers. From the results of the study in each cycle, it has been shown that students have improved by using the Discovery Learning Method. In Cycle I students failed, the average student score was 46.8. In Cycle II all students successfully passed the Minimum Competency Criteria. The average students score was 88.6. The researchers concluded that the best way to improve students' Reading comprehension is to use the Discovery Learning Method. Therefore, the researchers has several recommendations such as the researchers recommends students and teachers to use the Discovery Learning method to improve their reading comprehension, finally the researchers recommends all readers especially to the next researchers to explore Reading comprehension that has not been explored by the researchers in this study. ABSTRAKPemahaman membaca adalah proses dan aktivitas untuk memahami semua teks bacaan yang mencakup kosa kata dan konsep, membuat kesimpulan, dan menghubungkan ide-ide kunci, di samping itu pembaca akan mendapatkan ide atau makna dari teks tertulis. Salah satu masalah yang ditemukan peneliti adalah siswa tidak dapat memahami keseluruhan setiap kata. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperbaiki pemahaman membaca siswa dengan menggunakan metode Discovery Learning di kelas VIII SMP Negeri 1 Gido tahun 2022/2023. Peneliti menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) khususnya metode kuantitatif sebagai metode penelitian. Ada dua siklus yang siklusnya terdiri dari dua pertemuan. Setiap pertemuan terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data dikumpulkan oleh peneliti dari hasil observasi, catatan lapangan dan lembar evaluasi. Dari hasil penelitian di setiap siklus, telah ditunjukkan bahwa siswa mendapatkan peningkatan dengan menggunakan Metode Discovery Learning. Pada Siklus I siswa gagal, nilai rata-rata siswa adalah 46, 8. Pada Siklus II semua siswa berhasil melewati Kriteria Kompetensi Minimal. Nilai rata-rata siswa adalah 88,6. Para peneliti menyimpulkan cara terbaik untuk memperbaiki pemahaman membaca siswa adalah menggunakan Metode Discovery Learning. Oleh karena itu, peneliti memiliki beberapa rekomendasi seperti peneliti merekomendasikan siswa dan guru menggunakan metode Discovery Learning untuk memperbaiki pemahaman membaca mereka, akhirnya peneliti merekomendasikan semua pembaca terutama kepada peneliti berikutnya untuk mengeksplorasi pemahaman membaca yang belum dieksplorasi oleh peneliti dalam penelitian ini.
INCREASING THE STUDENTS’ ABILITY IN WRITING DESCRIPTIVE TEXT THROUGH VISUAL SPATIAL INTELLIGENCE STRATEGY AT THE TENTH GRADE OF SMK NEGERI 2 GUNUNGSITOLI IN 2023/2024 BUULOLO, GRACE NOVELIAN; MARU'AO, NURSAYANI; LAOLI, ADIELI; ZEBUA, ELWIN PIARAWAN
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i3.3285

Abstract

Writing is the ability to communicate ideas, thoughts, and feelings to others through written language. Writing as a process that involves and teaches how to turn words, sentences, and paragraphs into good writing, as well as how to generate ideas and ways to interact with others, identify what they want to express, and try to understand it. Based on the explanation above, it can be concluded that writing is a process in which words and ideas are turned into phrases and paragraphs that are used to communicate with others and can speak and receive messages from the author through writing. The purpose of the research is to Increase the Students' Ability in Writing  Descriptive Text Through Visual Spatial Intelligence Strategy at Tenth Grade of SMK Negeri 2 Gunungsitoli Barat which the total numbers of the students was 20 persons. The research was conducted by using Classroom Action Research (CAR) design. This research was applied into two cycles. Each cycle consisted of planning, action, observation, and reflection. The instruments used by the researchers to collect the data were observation sheet, evaluation sheet and field note. In the second meeting of cycle II, the researchers obtained the improvement of students, who achieved the Minimum Competence Criterion (73). there were 11 (55%) students who got score among 85-100 classified as “Very Good Criteria”, 8 (40%) students got score among 75-84 classified as “Good Criteria”, 1 (4%) students  who got score among 60-74 classified as “Enough Criteria”,  no one  students who reached the “Less Criteria” and no one students who reached the “Very Less Criteria”. In Cycle II the average was 84, the highest mark was 96 and the lowest was 65. It implies that the students’ ability in write descriptive text increase in cycle II. ABSTRAKMenulis adalah kemampuan untuk mengkomunikasikan ide, pikiran, dan perasaan kepada orang lain melalui bahasa tulis. Menulis sebagai suatu proses yang melibatkan dan mengajarkan bagaimana mengubah kata, kalimat, dan paragraf menjadi tulisan yang baik, serta bagaimana menghasilkan ide dan cara berinteraksi dengan orang lain, mengidentifikasi apa yang ingin mereka ungkapkan, dan mencoba memahaminya. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa menulis adalah suatu proses di mana kata-kata dan ide diubah menjadi frasa dan paragraf yang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain dan dapat berbicara dan menerima pesan dari penulis melalui tulisan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa dalam Menulis Teks Deskriptif Melalui Strategi Kecerdasan Visual Spasial di Kelas X SMK Negeri 2 Gunungsitoli Barat yang jumlah siswanya adalah 20 orang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini diterapkan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data adalah lembar observasi, lembar evaluasi dan catatan lapangan. Pada pertemuan kedua siklus II, peneliti memperoleh peningkatan siswa yang mencapai Kriteria Kompetensi Minimal (KKM) (73). Ada 11 (55%) siswa yang memperoleh nilai 85-100 yang tergolong “Kriteria Sangat Baik”, 8 (40%) siswa memperoleh nilai 75-84 yang tergolong “Kriteria Baik”, 1 (4%) siswa memperoleh nilai 60-74 yang tergolong “Kriteria Cukup”, tidak ada siswa yang mencapai “Kriteria Kurang” dan tidak ada siswa yang mencapai “Kriteria Sangat Kurang”. Pada Siklus II rata-ratanya adalah 84, nilai tertinggi adalah 96 dan terendah adalah 65. Ini menyiratkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis teks deskripsi meningkat pada siklus II.

Page 2 of 2 | Total Record : 18