cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 636 Documents
PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM: TINJAUAN KONSEPTUAL DAN IMPLEMENTATIF DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER Saputri Kelana; Junaidi
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.11821

Abstract

The development of leadership in Islamic education is a strategic issue that continues to evolve in line with the dynamic needs of Islamic educational institutions in the contemporary era. The challenges of globalization, technological advancement, and shifts in socio-cultural values require Islamic educational institutions to have leaders who are not only technically and managerially competent, but also morally and spiritually strong. This article aims to comprehensively and conceptually examine how leadership can be developed in the context of Islamic education through the integration of prophetic, transformational, and managerial values. This study uses an in-depth literature review approach by analyzing various recent studies on leadership in Islamic educational institutions, including schools, madrasahs, and pesantrens. The results show that the development of leadership in Islamic education must be grounded in the values of the Quran and Sunnah, while also accommodating the demands of 21st-century skills. The most relevant leadership model is transformational-prophetic leadership that is able to harmoniously integrate spiritual, intellectual, and managerial dimensions. The conclusion of this study affirms that effective Islamic education leaders are those who are able to holistically develop their own competencies, empower human resources, create an organizational culture based on Islamic values, and respond wisely to the changing times. ABSTRAK Pengembangan kepemimpinan dalam pendidikan Islam merupakan isu strategis yang terus berkembang seiring dengan dinamika kebutuhan lembaga pendidikan Islam di era kontemporer. Tantangan globalisasi, kemajuan teknologi, dan pergeseran nilai-nilai sosial-budaya menuntut lembaga pendidikan Islam untuk memiliki pemimpin yang tidak hanya kompeten secara teknis-manajerial, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual dan komprehensif bagaimana kepemimpinan dapat dikembangkan dalam konteks pendidikan Islam melalui integrasi nilai-nilai profetik, transformasional, dan manajerial. Kajian ini menggunakan pendekatan studi literatur mendalam dengan menganalisis berbagai penelitian terkini mengenai kepemimpinan di lembaga pendidikan Islam, mencakup sekolah, madrasah, dan pesantren. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan kepemimpinan dalam pendidikan Islam harus berpijak pada nilai-nilai Al-Qur'an dan Sunnah, sekaligus mengakomodasi tuntutan keterampilan abad ke-21. Model kepemimpinan yang paling relevan adalah kepemimpinan transformasional-profetik yang mampu mengintegrasikan dimensi spiritual, intelektual, dan manajerial secara harmonis. Simpulan kajian ini menegaskan bahwa pemimpin pendidikan Islam yang efektif adalah mereka yang mampu mengembangkan kompetensi diri secara holistik, memberdayakan sumber daya manusia, menciptakan budaya organisasi yang berlandaskan nilai-nilai Islam, serta merespons perubahan zaman dengan bijaksana.
TRANSFORMASI DIGITAL DALAM ADMINISTRASI PERKANTORAN PADA ERA MODERN: KAJIAN LITERATUR Lediska Juliana Marpaung; Gita Christine Purba; Jelita Christiani Saragih; Sarah Simalango; Tuti Sriwedari
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.11823

Abstract

The rapid development of information technology in the modern era has driven a major transformation in office administration management, shifting repetitive manual systems toward integrated digital-based systems. This study aims to analyze how digital transformation through office automation can improve work efficiency, accuracy, and productivity, as well as to identify the benefits and challenges of its implementation. This research employs a library research method with a descriptive qualitative approach, analyzing 15 relevant scientific articles published in recent years and sourced from Google Scholar and ResearchGate. The results indicate that the implementation of technologies such as e-office systems, cloud computing, management information systems, electronic archiving, and artificial intelligence (AI) can accelerate administrative processes, improve data accuracy, strengthen transparency and accountability, and reduce operational costs (paperless). However, the main challenges identified include the readiness of human resources (HR), limitations in technological infrastructure, and data security risks. This study concludes that the success of digital transformation depends not only on technology adoption, but also on the adaptation of organizational work culture and the continuous improvement of employees' digital competencies. ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi di era modern telah mendorong transformasi besar dalam tata kelola administrasi perkantoran, di mana sistem manual yang repetitif beralih menjadi sistem digital yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana transformasi digital melalui otomatisasi perkantoran dapat meningkatkan efisiensi, akurasi, dan produktivitas kerja, serta mengidentifikasi manfaat dan tantangan dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan menganalisis 15 artikel ilmiah yang relevan dan terbit dalam beberapa tahun terakhir, bersumber dari Google Scholar dan ResearchGate. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan teknologi seperti e-office, cloud computing, sistem informasi manajemen, pengarsipan elektronik, dan kecerdasan buatan (AI) mampu mempercepat proses administrasi, meningkatkan akurasi data, memperkuat transparansi dan akuntabilitas, serta menekan biaya operasional (paperless). Namun demikian, tantangan utama yang dihadapi meliputi kesiapan sumber daya manusia (SDM), keterbatasan infrastruktur teknologi, serta risiko keamanan data. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada adopsi teknologi, tetapi juga pada adaptasi budaya kerja organisasi dan peningkatan kompetensi digital pegawai secara berkelanjutan.
ANALISIS PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA DITINJAU DARI IDLE TIME PADA PEKERJAAN STRUKTUR ATAS PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG HEALTH SCIENCE UNIVERSITAS AIRLANGGA Daffa Hadyanata Putra; Krisna Dwi Handayani
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.11834

Abstract

Labor productivity is one aspect that can determine the success of a construction project. This study aims to analyze labor productivity in terms of idle time and identify the contributing factors in the Airlangga University Health Science Building Construction Project. Data collection was conducted using continuous observation methods, a labor perception questionnaire, and in-depth interviews with project structural staff. Identification of the contributing factors to idle time was conducted using a data integration approach, a fishbone diagram, and a 5 Whys analysis to explore the root cause. The results of the study showed that the actual productivity of labor in column reinforcement work was 2,60 kg/person-hour, beam reinforcement was 5,80 kg/person-hour, plate reinforcement was 2,65 kg/person-hour, column formwork was 2,39 m²/person-hour, beam formwork was 0,30 m²/person-hour, plate formwork was 0,67 m²/person-hour, column casting was 0,66 m³/person-hour, and beam and plate casting was 0,18 m³/person-hour. Overall, the labor had a productive time of 68.29% and idle time of 31.71%, which is categorized as "good" based on the standard (Oglesby, 1989). Based on the results of data integration, fishbone diagrams, and 5 Whys analysis, it was found that the dominant factor causing idle time in the man category was labor fatigue, in the methods category was lack of communication, in the machine category was limited availability of tools, in the material category was the adequacy of ready-to-install materials in the field, and in the eksternal category was weather factors. All of these factors are chain impacts rooted in the limited project land because it is located in an active campus area, thus causing operational management to be unprepared in adapting to environmental and weather conditions. ABSTRAK Produktivitas tenaga kerja merupakan salah satu aspek yang dapat menentukan keberhasilan dalam proyek konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas tenaga kerja ditinjau dari waktu tidak produktif (idle time) serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya pada Proyek Konstruksi Gedung Health Science Universitas Airlangga. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode continuous observation, kuisioner persepsi tenaga kerja dan wawancara mendalam (deep interview) kepada staf struktural proyek. Identifikasi faktor penyebab idle time dilakukan menggunakan pendekatan integrasi data, diagram tulang ikan, serta analisis 5 whys untuk menelusuri akar masalah.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas aktual tenaga kerja pada pekerjaan pembesian kolom sebesar 2,60 kg/jam-orang, pembesian balok sebesar 5,80 kg/jam-orang, pembesian pelat sebesar 2,65 kg/jam-orang, bekisting kolom sebesar 2,39 m²/jam-orang, bekisting balok sebesar 0,30 m²/jam-orang, bekisting pelat sebesar 0,67 m²/jam-orang, pengecoran kolom sebesar 0,66 m³/jam-orang, serta pengecoran balok dan pelat sebesar 0,18 m³/jam-orang. Secara keseluruhan, tenaga kerja memiliki waktu produktif sebesar 68,29% dan idle time sebesar 31,71%, yang dikategorikan "baik" berdasarkan standar (Oglesby, 1989). Berdasarkan hasil integrasi data, diagram tulang ikan, dan analisis 5 Whys, ditemukan bahwa faktor dominan penyebab idle time pada kategori man adalah kelelahan tenaga kerja, pada kategori methods adalah kurangnya komunikasi, pada kategori machine adalah keterbatasan ketersediaan alat, pada kategori material adalah kecukupan material siap pasang di lapangan, dan pada kategori eksternal adalah faktor cuaca. Seluruh faktor tersebut merupakan dampak berantai yang berakar pada keterbatasan lahan proyek karena berlokasi di kawasan kampus aktif, sehingga menyebabkan ketidaksiapan manajemen operasional dalam beradaptasi terhadap kondisi lingkungan dan cuaca.
MEKANISME PSIKO-SPRITUAL PRAKTIK DO’A NABI ZAKARIA DALAM QS. MARYAM AYAT 3–4 SEBAGAI JIWA AGAMA Fitri Andriyani; Komarudin Sassi
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.11917

Abstract

ABSTRAK Prayer is a fundamental act of worship in Islam; however, studies on Prophet Zakaria’s prayer in Q.S. Maryam verses 3–4 have predominantly focused on the miracle of Prophet Yahya’s birth and moral exemplification, while the psycho-spiritual mechanisms embedded within the structure of the prayer remain underexplored. This study aims to analyze the psycho-spiritual dimensions of Prophet Zakaria’s prayer and to explain how Q.S. Maryam verses 3–4 affirm prayer as the soul and essence of religion. Employing a qualitative approach through library research, the study uses Q.S. Maryam verses 3–4 and the exegeses of Ibn Kathir and M. Quraish Shihab as primary sources, complemented by relevant scholarly literature on prayer, Islamic spirituality, and Islamic psychology. Data were analyzed using the thematic interpretation (tafsīr mawḍū‘ī) method with a psycho-spiritual perspective. The findings reveal three major dimensions: sincerity and intimacy with Allah through nidā’an khafiyyan (a private supplication), awareness of human limitation through the acknowledgment of physical weakness, and spiritual optimism reflected in the phrase lam akun bi-du‘ā’ika rabbi shaqiyyan. These findings demonstrate that prayer functions as an expression of faqr (spiritual poverty), a means of developing spiritual resilience, and a pathway to attaining qurb (closeness to Allah). Therefore, Q.S. Maryam verses 3–4 affirm prayer as the spiritual core of worship and the very essence of religion in Islam. ABSTRAK Doa merupakan inti penghambaan dalam Islam, namun kajian tentang doa Nabi Zakaria dalam Q.S. Maryam ayat 3–4 masih lebih banyak difokuskan pada aspek mukjizat kelahiran Nabi Yahya dan keteladanan spiritual, sementara mekanisme psiko-spiritual yang terkandung di dalam struktur doanya belum banyak dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme psiko-spiritual dalam doa Nabi Zakaria serta menjelaskan bagaimana Q.S. Maryam ayat 3–4 meneguhkan doa sebagai jiwa dan hakikat agama. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan. Data primer berupa Q.S. Maryam ayat 3–4 dan kitab tafsir Ibnu Katsir serta Tafsir Al-Mishbah, sedangkan data sekunder berasal dari berbagai literatur ilmiah terkait doa, spiritualitas Islam, dan psikologi Islam. Analisis dilakukan menggunakan metode tafsir tematik (tafsīr mawḍū‘ī) dengan pendekatan psiko-spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa doa Nabi Zakaria memuat tiga dimensi utama, yaitu keikhlasan dan kedekatan dengan Allah melalui nidā’an khafiyyan, kesadaran akan keterbatasan diri melalui pengakuan kelemahan fisik, serta optimisme spiritual melalui ungkapan lam akun bi-du‘ā’ika rabbi shaqiyyan. Temuan ini menegaskan bahwa doa berfungsi sebagai ekspresi faqr, sarana membangun resiliensi spiritual, dan jalan mencapai qurb kepada Allah. Dengan demikian, Q.S. Maryam ayat 3–4 meneguhkan doa sebagai ruh penghambaan dan hakikat agama dalam Islam.
PENGARUH DISKON HARGA DAN PERIODE PROMO TERHADAP MINAT BELI MINYAK GORENG SUNCO KONSUMEN LUWES KESTALAN Vallencia Chloudya Cen Panese; Adhita Maharani Dewi
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.11959

Abstract

This study examines the impact of price discounts and promotional duration on consumers' purchase intention toward Sunco cooking oil at Luwes Kestalan. The intensifying market competition has encouraged retailers to develop effective marketing strategies capable of attracting consumer attention, particularly for essential commodities such as cooking oil. Purchase intention serves as a crucial factor in determining product sales success within competitive retail environments. This study employed a quantitative approach using a survey method, collecting data from 50 respondents who had experience purchasing Sunco cooking oil at Luwes Kestalan, selected through purposive sampling. Data were analyzed using multiple linear regression with the assistance of SPSS software. The results indicate that price discounts have a positive and significant effect on consumer purchase intention. Promotional duration likewise demonstrated a positive and significant influence on purchase intention. Simultaneously, the combination of both variables significantly affects purchase intention for Sunco cooking oil, suggesting a synergistic effect between price discounts and promotional duration. These findings carry managerial implications for retailers to design compelling discount programs while determining optimal promotional durations in order to enhance consumer purchase intention and strengthen product competitiveness in the market. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji dampak diskon harga dan durasi promosi terhadap niat beli minyak goreng merek Sunco di kalangan konsumen Luwes Kestalan. Ketatnya persaingan pasar mendorong peritel untuk merancang strategi pemasaran yang mampu menarik perhatian konsumen secara efektif, terutama pada produk kebutuhan pokok seperti minyak goreng. Niat beli konsumen menjadi faktor krusial dalam menentukan keberhasilan penjualan produk di lingkungan ritel yang kompetitif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 50 responden yang memiliki pengalaman membeli minyak goreng Sunco di Luwes Kestalan, dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diskon harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat beli konsumen. Durasi promosi juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat beli. Secara simultan, kombinasi kedua variabel tersebut secara signifikan memengaruhi niat beli minyak goreng Sunco, mengindikasikan adanya efek sinergis antara diskon harga dan durasi promosi. Temuan ini memberikan implikasi manajerial bagi peritel untuk merancang program diskon yang menarik sekaligus menentukan durasi promosi yang optimal guna meningkatkan niat beli konsumen dan memperkuat daya saing produk di pasar.
DIGITAL SELF – PRESENTATION MELALUI FILTER INSTAGRAM DALAM PEMBENTUKAN CITRA DIRI GENERASI Z DI KOTA SINGARAJA Ketut Ardhika Dharmajaya; I Putu Mardika; I Gede Teguh Heriawan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.12060

Abstract

ABSTRACT The intensive use of Instagram filters among Generation Z has the potential to shape digital self-images that differ from actual conditions. This study aims to analyze the practice of digital self-presentation among Generation Z in Singaraja through the use of Instagram filters as a tool for self-image construction. This research employed a descriptive qualitative approach involving nine informants selected through purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using the Uses and Gratifications theory, Erving Goffman’s Dramaturgy, and Jean Baudrillard’s concept of simulacra. The findings revealed that, on average, informants used filters in 79% of their content uploads. The use of filters was intended to fulfill cognitive, affective, personal integration, social integration, and tension-release needs. From a Dramaturgical perspective, filters function as impression management tools on the front stage, enabling individuals to construct idealized self-images that differ from those presented on the back stage. Furthermore, the intensive use of filters produces simulacra that contribute to the emergence of hyperreality, where digital images become more dominant than physical reality. This study concludes that Instagram filters serve not only as aesthetic features but also as important instruments in the construction of Generation Z’s digital identity. The limitations of this study include the small number of informants and its focus solely on Generation Z in Singaraja. ABSTRAK Penggunaan filter Instagram yang semakin intensif di kalangan Generasi Z berpotensi membentuk citra diri digital yang berbeda dari kondisi nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik digital self-presentation Generasi Z di Kota Singaraja melalui penggunaan filter Instagram sebagai instrumen pembentukan citra diri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan sembilan informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teori Uses and Gratifications, Dramaturgi Erving Goffman, dan konsep simulacra Jean Baudrillard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata informan menggunakan filter pada 79% unggahan konten mereka. Penggunaan filter dilakukan untuk memenuhi kebutuhan kognitif, afektif, integrasi personal, integrasi sosial, dan pelepasan ketegangan. Dalam perspektif Dramaturgi, filter berfungsi sebagai sarana manajemen impresi pada front stage untuk membangun citra diri ideal yang berbeda dari back stage. Selain itu, penggunaan filter yang intensif menghasilkan simulacra yang mendorong terbentuknya kondisi hyperreality, ketika citra digital lebih dominan dibandingkan realitas fisik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa filter Instagram tidak hanya berfungsi sebagai fitur estetika, tetapi juga sebagai instrumen penting dalam pembentukan identitas digital Generasi Z. Keterbatasan penelitian terletak pada jumlah informan yang terbatas dan cakupan penelitian yang hanya berfokus pada Kota Singaraja
PEMBERDAYAAN EKONOMI PETANI MELALUI SISTEM INTEGRASI PADI TERNAK (SIPT) DI KELOMPOK TANI LAPORRANG KABUPATEN PINRANG I Gde Adhika Priyamanaya; Uswatun Hasanah; Yuliana Yuliana; Abdul Azis Ambar; Sahabuddin Toaha
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.12062

Abstract

The Integrated Rice–Livestock Farming System (SIPT) is an integrated farming model with strong potential to improve efficiency and farmer income through the optimal utilization of agricultural waste. This study aimed to analyze the economic performance of rice and cattle farming under integrated and non-integrated systems at the Laporrang Farmer Group, Pinrang Regency. The study was conducted in December 2025 using a survey method with a census technique involving 15 farmer group members who implemented both systems simultaneously. Data were collected through structured interviews, field observations, and documentation, then analyzed descriptively and comparatively through cost analysis, income analysis, R/C Ratio, and value-added assessment. The results showed that the integrated system produced an R/C Ratio of 2.34, higher than the non-integrated system at 2.11, with net rice farming income reaching IDR 10,600,000 per hectare per growing season. Utilization of rice straw through fermentation technology increased livestock economic value by four times, from IDR 300,000 to IDR 1,200,000 per month per head, accompanied by an increase in daily weight gain from 6 kg to 24 kg per month. The use of livestock manure as organic fertilizer also improved soil fertility and reduced dependence on external inputs. It is concluded that SIPT is capable of creating a sustainable circular economy pattern at the farm household level, making it a viable model for broader rural economic empowerment. ABSTRAK Sistem Integrasi Padi–Ternak (SIPT) merupakan model usahatani terpadu yang berpotensi meningkatkan efisiensi dan pendapatan petani melalui pemanfaatan limbah pertanian secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja ekonomi usahatani padi dan ternak sapi pada sistem integrasi dan non-integrasi di Kelompok Tani Ternak Laporrang, Kabupaten Pinrang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 menggunakan metode survei dengan teknik sensus terhadap 15 anggota kelompok tani yang menerapkan kedua sistem secara bersamaan. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif-komparatif melalui analisis biaya, pendapatan, R/C Ratio, dan nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem integrasi menghasilkan R/C Ratio sebesar 2,34, lebih tinggi dibandingkan sistem non-integrasi sebesar 2,11, dengan pendapatan bersih usahatani padi mencapai Rp10.600.000/ha/musim tanam. Pemanfaatan jerami padi melalui teknologi fermentasi meningkatkan nilai tambah usaha ternak hingga empat kali lipat, dari Rp300.000 menjadi Rp1.200.000 per bulan per ekor, disertai peningkatan pertambahan bobot badan dari 6 kg menjadi 24 kg per bulan. Penggunaan kotoran ternak sebagai pupuk organik turut memperbaiki kesuburan tanah dan menekan ketergantungan terhadap input eksternal. Disimpulkan bahwa SIPT mampu menciptakan pola circular economy di tingkat rumah tangga tani yang berkelanjutan, sehingga berpotensi menjadi model pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan yang layak dikembangkan secara lebih luas.
PENINGKATAN KOMUNIKASI ORGANISASI MELALUI KEGIATAN INTERVENSI INTERAKTIF DI KELURAHAN MERUYA UTARA Putri Anjani Manan; Naufal Muamal Artama; Tasya B. Bangun; Riana Sahrani
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.12147

Abstract

ABSTRACT Organizational communication is an important aspect in supporting employee work effectiveness, particularly in public service institutions. However, communication barriers such as misunderstandings, ineffective coordination, and delays in information delivery are still commonly found in government work environments. This study aimed to identify organizational communication barriers in Meruya Utara Village Office and examine the effectiveness of communication intervention activities in improving coordination and teamwork among employees. The study employed a qualitative descriptive method supported by quantitative data from pre-test and post-test results. Data were collected through observations, informal interviews, questionnaires, and communication intervention activities. The interventions were conducted through three activities, namely Miscommunication Challenge, Puzzle Information, and Pundak Lutut Kaki. The findings revealed that prior to the intervention, communication barriers were identified in the form of information misunderstandings, lack of work coordination, and delays in information delivery among employees. After the intervention, improvements were found in all aspects of organizational communication, including understanding of work information from 68% to 87%, ease of obtaining information from 65% to 85%, accuracy of information delivery from 70% to 89%, communication openness from 67% to 86%, and effectiveness of work communication from 69% to 88%. These findings indicate that interactive intervention activities were effective in improving organizational communication, work coordination, and teamwork among employees in the village office environment. This study contributes by applying a group activity-based communication intervention model in public service institutions at the village government level, which remains relatively underexplored. ABSTRAK Komunikasi organisasi merupakan aspek penting dalam mendukung efektivitas kerja pegawai, khususnya pada instansi pelayanan publik. Namun, hambatan komunikasi seperti kesalahpahaman informasi dan kurang optimalnya koordinasi kerja masih ditemukan dalam pelaksanaan pelayanan di lingkungan pemerintahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan komunikasi organisasi di Kelurahan Meruya Utara serta mengetahui efektivitas kegiatan intervensi komunikasi dalam meningkatkan koordinasi dan kerja sama antarpegawai. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif berupa hasil pre-test dan post-test. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara nonformal, penyebaran kuesioner, serta pelaksanaan intervensi komunikasi. Intervensi dilakukan melalui tiga kegiatan, yaitu Miscommunication Challenge, Puzzle Information, dan Pundak Lutut Kaki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi masih ditemukan hambatan komunikasi berupa kesalahpahaman informasi, kurangnya koordinasi kerja, dan keterlambatan penyampaian informasi antarpegawai. Setelah pelaksanaan intervensi, terjadi peningkatan pada seluruh aspek komunikasi kerja, yaitu pemahaman informasi kerja dari 68% menjadi 87%, kemudahan memperoleh informasi dari 65% menjadi 85%, ketepatan penyampaian informasi dari 70% menjadi 89%, keterbukaan komunikasi dari 67% menjadi 86%, serta efektivitas komunikasi kerja dari 69% menjadi 88%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan intervensi interaktif mampu meningkatkan komunikasi organisasi, koordinasi kerja, dan kerja sama antarpegawai di lingkungan kelurahan. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa penerapan model intervensi komunikasi berbasis aktivitas kelompok pada instansi pelayanan publik tingkat kelurahan yang masih relatif jarang diteliti.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS KESALEHAN EKOLOGIS SEBAGAI RESPONS TERHADAP KRISIS LINGKUNGAN DAN BENCANA DEFORESTASI Muhammad Yusril Kurniawan; Ahmad Sulhan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.12302

Abstract

ABSTRACT The increasing rate of deforestation in Indonesia has triggered various ecological crises, including flash floods, environmental degradation, and ecosystem imbalance. This condition highlights the importance of educational approaches that foster ecological awareness grounded in religious values. This study aims to analyze the concept of Islamic Religious Education (IRE) based on ecological piety as a response to environmental crises through the interpretation of Qur’anic verses. The study employed a qualitative method with a descriptive-analytical approach based on library research. Primary data were obtained from Hamka’s Tafsir Al-Azhar and M. Quraish Shihab’s Tafsir Al-Misbah, while secondary data were collected from relevant scientific literature. Data were analyzed using a socio-ecological approach to connect Qur’anic interpretations with contemporary environmental issues. The findings reveal that Qur’an Surah Ar-Rum verse 41 emphasizes the relationship between environmental destruction and human misconduct (fasad), while Surah Ar-Rahman verses 7–9 highlight the principle of mizan (balance) as the foundation of ecological order. Classical and contemporary interpretations extend the meaning of fasad beyond moral and spiritual corruption to include ecological damage such as deforestation, pollution, and climate change. Based on these findings, six principles of ecological piety were formulated: respect for nature, moral responsibility, cosmic solidarity, ecological compassion, ecological justice, and ecological restoration. The study concludes that integrating these principles into Islamic Religious Education can provide an ethical and transformative framework for developing learners who possess both spiritual awareness and responsibility toward environmental sustainability. ABSTRAK Deforestasi yang terus meningkat di Indonesia telah memicu berbagai krisis ekologis, termasuk banjir bandang, degradasi lingkungan, dan hilangnya keseimbangan ekosistem. Kondisi ini menunjukkan pentingnya penguatan pendidikan yang mampu menumbuhkan kesadaran ekologis berbasis nilai-nilai keagamaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis kesalehan ekologis sebagai respons terhadap krisis lingkungan melalui kajian tafsir Al-Qur’an. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis berbasis studi kepustakaan (library research). Data primer diperoleh dari Tafsir Al-Azhar karya Hamka dan Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, sedangkan data sekunder berasal dari berbagai literatur ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan melalui pendekatan sosio-ekologis untuk menghubungkan makna ayat dengan realitas kerusakan lingkungan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Ar-Rum ayat 41 menegaskan hubungan antara kerusakan lingkungan dan perilaku manusia (fasad), sedangkan QS. Ar-Rahman ayat 7–9 menekankan pentingnya prinsip mizan (keseimbangan) sebagai dasar tata kelola alam. Penafsiran para ulama memperluas makna fasad tidak hanya pada aspek moral-spiritual, tetapi juga pada kerusakan ekologis seperti deforestasi, polusi, dan perubahan iklim. Berdasarkan temuan tersebut dirumuskan enam prinsip kesalehan ekologis, yaitu hormat terhadap alam, tanggung jawab moral, solidaritas kosmis, kasih sayang ekologis, keadilan ekologis, dan pemulihan ekologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi prinsip-prinsip kesalehan ekologis dalam PAI dapat menjadi landasan etis dan transformatif untuk membentuk peserta didik yang memiliki kesadaran spiritual sekaligus tanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan.
ANALISIS RAGAM DAN KARAKTERISTIK MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK DAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TEMATIK DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIVITAS SISWA SEKOLAH DASAR Fatima Az-Zahra Ramadhani Agustian; Fibriana Yasfala Risti; Fadhlin Ulayya; Amirul Muaminin; Daryl Ihsan Kurniawan; Taufik Muhtarom
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.12336

Abstract

This study aims to analyze the variety and trends of thematic learning models, their dominant characteristics, and their implementation in improving elementary school students’ critical thinking and creativity. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) method using the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) framework. Data were collected from articles indexed in Google Scholar and SINTA published between 2016 and 2025. A total of 20 articles met the inclusion criteria and were analyzed. The findings indicate that the most dominant models used in thematic learning are Problem Based Learning (PBL), Project Based Learning (PjBL), and Discovery Learning. PBL focuses on contextual problem-solving to foster critical thinking skills, PjBL emphasizes the creation of tangible products to enhance creativity, while Discovery Learning encourages students to construct knowledge independently through scientific inquiry. The implementation of these models places students at the center of the learning process through problem-solving, project-based activities, and concept discovery integrated within thematic learning. The study concludes that PBL, PjBL, and Discovery Learning are effective models for developing critical thinking and creativity among elementary school students in thematic learning. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis ragam dan tren model pembelajaran tematik, karakteristik model yang dominan, serta implementasinya dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan kerangka Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Data diperoleh dari artikel ilmiah yang terindeks Google Scholar dan SINTA pada rentang tahun 2016–2025. Berdasarkan proses seleksi, diperoleh 20 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa model pembelajaran yang paling dominan digunakan dalam pembelajaran tematik SD adalah Problem Based Learning (PBL), Project Based Learning (PjBL), dan Discovery Learning. PBL berfokus pada pemecahan masalah kontekstual untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, PjBL menekankan pembuatan produk nyata yang mendorong kreativitas, sedangkan Discovery Learning mengarahkan siswa menemukan konsep secara mandiri melalui proses ilmiah. Implementasi ketiga model tersebut menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran melalui aktivitas pemecahan masalah, pelaksanaan proyek, dan penemuan konsep yang terintegrasi dalam tema pembelajaran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa PBL, PjBL, dan Discovery Learning merupakan model yang efektif dalam mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis dan kreativitas siswa sekolah dasar pada pembelajaran tematik.