cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
JURNAL P4I Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd Phone: 085239967417 Email: ardhysmart7@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ELEMENTARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar
ISSN : 27748014     EISSN : 27747034     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 248 Documents
KAJIAN BIBLIOMETRIK PLAYFUL LEARNING DAN MOTIVASI BELAJAR DI SEKOLAH DASAR: VISUALISASI DATA MENGGUNAKAN VOSVIEWER Isti, Lailia Arditya; Sutikno, Sutikno
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.9065

Abstract

The purpose of the study was to determine the development of scientific publication results on the application of playful learning and elementary school learning motivation. The method used in the study is an approach based on bibliometric analysis assisted by VOSviewer visualization. Data retrieval was carried out on the Scopus and Google Scholar databases with a range of 2015 to 2025. The search keywords used in the Scopus database are "Playful learning and motivation learning elementary school" and in the Google Scholar database "Playful learning and motivation learning elementary school". Based on the search results, there were 496 files and in the Google Scholar database, 1476 files were found. The results of the study prove that in the period 2015 to 2018 there was an insignificant increase and decrease. While in the Scopus database there was a very significant decrease in data in 2023-2024. The Google Scholar database also experienced a very sharp decrease in data in 2024-2025. AI (Artificial Intelligence) is one of the causes of the decline in the number of publications related to learning approaches and learning motivation. The visualization results of VOSviewer also show that in the Scopus database there are 21 Clusters that have a direct relationship to the implementation of playful learning and learning motivation and 1 Cluster is stated to have an indirect relationship. In the Google Scholar database, all clusters have a direct relationship. ABSTRAK Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui perkembangan hasil publikasi ilmiah tentang penerapan playful learning dan motivasi belajar sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian yakni dengan pendekatan berbasis analisis Bibliometrik dengan berbantuan visualisasi VOSviewer. Pengambilan data dilakukan pada database Scopus dan Google Scholar dengan rentang tahun 2015 hingga 2025. Kata kunci pencarian yang digunakan pada database Scopus yakni “Playful learning and motivation learning elementary school” dan pada database Google Scholar “Playful learning dan motivasi belajar sekolah dasar”. Berdasarkan hasil pencarian terdapat 496 berkas dan pada database Google Scholar ditemukan sebanyak 1476 berkas. Hasil penelitian membuktikan bahwa pada rentang tahun 2015 hingga 2018 terjadi kenaikan dan penurunan yang tidak signifikan. Sedangkan pada database Scopus terjadi penurunan data yang sangat signifikan  pada tahun 2023-2024. Pada database Google Scholar juga mengalami penurunan data sangat tajam pada tahun 2024-2025. AI (Artificial Intelligence) menjadi salah satu penyebab menurunnya jumlah publikasi terkait pendekatan pembelajaran dan motivasi belajar. Hasil visualisasi VOSviewer juga menunjukkan bahwa pada database Scopus terdapat 21 Cluster yang memiliki hubungan langsung pada penerapan playful learning dan motivasi belajar dan 1 Cluster dinyatakan memiliki hubungan tidak langsung. Pada database Google Scholar, smua cluster memiliki hubungan secara langsung.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR CIRI-CIRI BANGUN DATAR MENGGUNAKAN WORDWALL DENGAN DISCOVERY LEARNING DI SEKOLAH DASAR Puno, Stenly M.; Abdullah, Gamar; Aries, Nur Sakinah; Marshanawiah, Andi; Kudus, Kudus
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.9096

Abstract

This study was conducted to improve students’ learning outcomes on the topic of plane figure characteristics through the integration of Wordwall media and the Discovery Learning model in Grade IV of SDN 17 Limboto. The research employed a Classroom Action Research (CAR) design implemented in two cycles. The participants consisted of 20 fourth-grade students. Data were collected through classroom observations, learning achievement tests, and documentation, and analyzed descriptively based on the improvement of learning mastery in each cycle. The findings revealed that, prior to the intervention, only a small proportion of students achieved the Minimum Learning Achievement Criteria (KKTP). After the implementation of the first cycle, learning mastery increased to 75%, but had not yet met the success indicator. Further refinement of the learning process in the second cycle resulted in a substantial improvement, with 95% of students achieving mastery learning. These results indicate that discovery-based learning supported by interactive Wordwall media enhances student engagement, facilitates conceptual understanding, and leads to improved learning outcomes. Therefore, the use of the Discovery Learning model assisted by Wordwall media is considered effective for improving elementary school students’ learning outcomes on plane figure characteristics. ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi ciri-ciri bangun datar melalui penerapan media Wordwall yang dipadukan dengan model Discovery Learning di kelas IV SDN 17 Limboto. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan peningkatan ketuntasan belajar pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi awal hanya sebagian kecil siswa yang mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Setelah penerapan tindakan pada siklus I, ketuntasan belajar meningkat menjadi 75%, namun belum memenuhi indikator keberhasilan. Perbaikan pembelajaran pada siklus II menunjukkan peningkatan yang lebih optimal, dengan ketuntasan belajar mencapai 95%. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis penemuan yang didukung oleh media Wordwall mampu meningkatkan keaktifan siswa, membantu pemahaman konsep, serta berdampak positif terhadap hasil belajar. Dengan demikian, penerapan model Discovery Learning berbantuan media Wordwall efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi ciri-ciri bangun datar di sekolah dasar.
ENHANCING ELEMENTARY EFL LEARNERS’ UNDERSTANDING OF TIME EXPRESSIONS THROUGH INTERACTIVE WORKSHEETS Fitriani, Novelia; Margono, Angelia; Faradilla, Masda Egy; Hamidah, Siti; Syahid, Abdul; Suriandari, Heny
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.9221

Abstract

ABSTRACT Understanding time concepts and their linguistic expressions remains a significant challenge for elementary EFL learners due to the lack of engaging and contextual learning materials. This Classroom Action Research aimed to enhance Grade III students’ mastery of "Telling Time" by implementing interactive, picture-based worksheets that connect abstract concepts with daily routines. The study followed the Kemmis and McTaggart model across two cycles, involving 29 participants at an elementary school in Central Kalimantan. Data collection methods included pre-tests, post-tests, classroom observations, and semi-structured interviews. The quantitative findings revealed a substantial improvement in academic performance, where the average score increased from 67 in the pre-test to 88 in the post-test, with 100% of students successfully achieving the Minimum Completion Criteria (KKM). Qualitatively, the intervention transformed the classroom dynamic from teacher-centered to student-centered, resulting in heightened motivation, reduced anxiety, and increased confidence in using English time expressions. The study concludes that utilizing visually stimulating and contextualized worksheets is highly effective in bridging the gap between abstract mathematical concepts and language application, thereby significantly boosting both cognitive comprehension and affective engagement in young learners.   ABSTRAK Memahami konsep waktu dan ekspresi linguistiknya masih menjadi tantangan signifikan bagi pembelajar EFL tingkat dasar karena kurangnya materi pembelajaran yang menarik dan kontekstual. Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan siswa kelas III dalam "Menyebutkan Waktu" dengan menerapkan lembar kerja interaktif berbasis gambar yang menghubungkan konsep abstrak dengan rutinitas sehari-hari. Studi ini mengikuti model Kemmis dan McTaggart selama dua siklus, melibatkan 29 partisipan di sebuah sekolah dasar di Kalimantan Tengah. Metode pengumpulan data meliputi pre-test, post-test, observasi kelas, dan wawancara semi-terstruktur. Temuan kuantitatif menunjukkan peningkatan substansial dalam prestasi akademik, di mana nilai rata-rata meningkat dari 67 pada pre-test menjadi 88 pada post-test, dengan 100% siswa berhasil mencapai Kriteria Penyelesaian Minimum (KKM). Secara kualitatif, intervensi tersebut mengubah dinamika kelas dari berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa, menghasilkan peningkatan motivasi, pengurangan kecemasan, dan peningkatan kepercayaan diri dalam menggunakan ekspresi waktu dalam bahasa Inggris. Studi ini menyimpulkan bahwa penggunaan lembar kerja yang merangsang secara visual dan kontekstual sangat efektif dalam menjembatani kesenjangan antara konsep matematika abstrak dan penerapan bahasa, sehingga secara signifikan meningkatkan pemahaman kognitif dan keterlibatan afektif pada pembelajar muda.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS MATERI EKOSISTEM MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING BERBANTU CANVA PADA SISWA KELAS V SDN CIJELER III Maulianni, Eka; Tarida, Pratiwi; So’adah, Hadissah Jamiatus; Fauzan, Muhamad Riva; Nurizki, Nita; Nugraha, Rana Gustian
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.9222

Abstract

The limited utilization of interactive learning media in the IPAS subject serves as the foundation for this research. The study seeks to elucidate the use of the Cooperative Learning model facilitated by Canva media to enhance the academic performance of fifth-grade students in IPAS content concerning ecosystems, as well as to assess the advancement in learning outcomes post-intervention. The employed methodology is Classroom Action Research (CAR) utilizing the Kemmis and McTaggart model, encompassing the steps of preparation, execution, observation, and reflection. The research participants comprised 15 fifth-grade children from SDN Cijeler III who engaged in two cycles of activity. The research findings indicate a progression in learning mastery from the pre-test to cycle I and subsequently to cycle II. The percentage of learning mastery rose from an initial 0% to 26.6% in cycle I, and subsequently reached 86.6% in cycle II. The attainment of mastery in cycle II has surpassed the predetermined success markers, so the research was deemed successful in cycle II. Consequently, it can be inferred that the implementation of the Canva-assisted Cooperative Learning approach is successful in enhancing the learning outcomes of IPAS material on ecosystems among fifth-grade students at SDN Cijeler III. ABSTRAK Pemanfaatan media pembelajaran interaktif yang terbatas dalam mata pelajaran IPAS menjadi dasar penelitian ini. Studi ini bertujuan untuk menjelaskan penggunaan model Cooperative Learning yang difasilitasi oleh media Canva untuk meningkatkan prestasi akademik siswa kelas V pada materi IPAS tentang ekosistem, serta untuk menilai peningkatan hasil belajar pasca intervensi. Metodologi yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model Kemmis dan McTaggart, yang mencakup langkah-langkah persiapan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Peserta penelitian terdiri dari 15 siswa kelas V dari SDN Cijeler III yang mengikuti 2 siklus kegiatan. Temuan penelitian menunjukkan peningkatan penguasaan pembelajaran dari pre-test ke siklus I dan selanjutnya ke siklus II. Persentase penguasaan belajar meningkat dari 0% pada awalnya menjadi 26,6% pada siklus I, dan selanjutnya mencapai 86,6% pada siklus II. Pencapaian penguasaan dalam siklus II telah melampaui penanda keberhasilan yang telah ditentukan sebelumnya, sehingga penelitian dianggap berhasil dalam siklus II. Akibatnya, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan Pembelajaran Kooperatif berbantu Canva berhasil meningkatkan hasil belajar materi IPAS tentang ekosistem pada siswa kelas V di SDN Cijeler III.  
STRATEGI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI DISIPLIN POSITIF: STUDI KUALITATIF DI SDN 02 CIKAWUNG KABUPATEN BANYUMAS Istiqomah, Isna Nur; Siswadi, Siswadi
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.9223

Abstract

The shift in educational paradigms from punitive to positive discipline requires a strategic role for principals in managing changes in school culture toward a more humanistic and educative one. This study aims to analyze the principal's leadership strategies in implementing positive discipline for teachers and students at SDN 02 Cikawung, Banyumas Regency, which integrates local wisdom values. Using qualitative descriptive methods, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies, then analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana. The results revealed that the principal fulfills his role as educator, manager, and supervisor through three key strategies: internalizing values ​​through role models, strengthening teacher capacity through reflective coaching, and creating a child-friendly school ecosystem. A unique finding of this study is the application of the "School Community Consultation" approach as an effective conflict resolution mechanism in building mutual understanding. The study's conclusions confirm that the successful implementation of positive discipline is highly dependent on the consistent leadership of the principal in facilitating the transformation of the school community's mindset from external control to intrinsic awareness and motivation. ABSTRAK Pergeseran paradigma pendidikan dari pendekatan disiplin punitif menuju disiplin positif menuntut peran strategis kepala sekolah dalam mengelola perubahan budaya sekolah yang lebih humanis dan edukatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam mengimplementasikan disiplin positif pada guru dan siswa di SDN 02 Cikawung, Kabupaten Banyumas, yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kepala sekolah menjalankan peran sebagai edukator, manajer, dan supervisor melalui tiga strategi kunci: internalisasi nilai melalui keteladanan, penguatan kapasitas guru berbasis coaching reflektif, dan penciptaan ekosistem sekolah yang ramah anak. Temuan unik dari studi ini adalah penerapan pendekatan "Rembug Warga Sekolah" sebagai mekanisme resolusi konflik yang efektif dalam membangun kesepahaman bersama. Simpulan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan implementasi disiplin positif sangat bergantung pada konsistensi kepemimpinan kepala sekolah dalam memfasilitasi transformasi pola pikir warga sekolah dari kontrol eksternal menuju kesadaran dan motivasi intrinsik.
MEDIA PEMBELAJARAN SEBAGAI MOTOR PENGGERAK PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA DI SEKOLAH DASAR Soi'mah, Hadiyatus; Prayogo, Muhammad Suwignyo; Azizah, Wahyu Lu’atul; Lestari, Mujiah Indah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i2.7379

Abstract

ABSTRACT The low achievement of science learning outcomes at the elementary school level indicates that students continue to face difficulties in understanding abstract subject matter. This situation underscores the need for innovation in the use of instructional media so that the teaching and learning process can become more concrete, engaging, and easier for students to understand. This study is intended to examine the extent to which the use of instructional media is effective in improving science learning outcomes. The investigation was conducted by combining a meta-analysis of five classroom action research articles with direct observation of sixth-grade students at SDN Tempurejo 01. Data collection was carried out through a review of scientific journals relevant to instructional media and the improvement of science learning outcomes, as well as through observation of learning activities utilizing concrete media in the form of miniature models of the Earth, Moon, and Sun. The findings indicate that the continuous use of instructional media is able to enhance students’ understanding of science concepts and promote active student engagement, as reflected in both previous research findings and field observations. Based on these overall findings, it can be concluded that the utilization of instructional media plays a strategic role in fostering more active, enjoyable, and meaningful science learning experiences for elementary school students. ABSTRAK Rendahnya capaian hasil belajar IPA di tingkat sekolah dasar mengindikasikan bahwa peserta didik masih menghadapi hambatan dalam memahami materi yang bersifat abstrak. Situasi tersebut menegaskan perlunya pembaruan dalam pemanfaatan media pembelajaran agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung secara lebih konkret, menarik, serta mudah dipahami oleh siswa. Penelitian ini diarahkan untuk mengkaji sejauh mana efektivitas penggunaan media pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar IPA. Kajian dilakukan dengan memadukan meta-analisis terhadap lima artikel penelitian tindakan kelas dan observasi langsung terhadap siswa kelas VI di SDN Tempurejo 01. Pengumpulan data dilaksanakan melalui telaah jurnal ilmiah yang relevan dengan topik media pembelajaran dan peningkatan hasil belajar IPA, serta melalui pengamatan proses pembelajaran yang memanfaatkan media konkret berupa miniatur bumi, bulan, dan matahari. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan media pembelajaran secara berkelanjutan mampu meningkatkan pemahaman konsep IPA dan mendorong keterlibatan aktif siswa, baik berdasarkan temuan penelitian sebelumnya maupun hasil observasi di lapangan. Berdasarkan keseluruhan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran memiliki peran strategis dalam mewujudkan pembelajaran IPA yang lebih aktif, menyenangkan, dan bermakna bagi siswa sekolah dasar.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS 3 Agustin, Clara Rizkina; Legowo, Yogi Ageng Sri
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.9307

Abstract

Mathematics instruction at the elementary school level often encounters obstacles related to limited student involvement, underdeveloped teamwork skills, and inadequate critical thinking abilities, which ultimately affect learning achievement. These challenges were observed among third-grade students at Batursari 5 Elementary School. To address this situation, the Student Team Achievement Divisions (STAD) Cooperative Learning model was applied, emphasizing structured collaboration within diverse student groups. This study aimed to investigate the impact of the STAD model on students’ mathematics learning outcomes. An experimental approach with a one-group pretest–posttest design was employed. The participants consisted of 25 students from class IIIA. Data were obtained through a 20-item mathematics achievement test. Data analysis involved descriptive statistical techniques and inferential analysis using a paired sample t-test. The results indicated an improvement in the average score from 71.20 prior to treatment to 80.56 after the implementation of the STAD model. Statistical testing yielded a significance value of 0.000 at the 0.05 level, confirming a significant difference between pretest and posttest results. These findings suggest that the application of the STAD Cooperative Learning model effectively enhances students’ mathematics learning outcomes. ABSTRAKPembelajaran matematika di sekolah dasar masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait partisipasi siswa yang belum optimal, kemampuan kolaborasi yang kurang terasah, serta rendahnya pengembangan berpikir kritis dan sikap ilmiah. Kondisi tersebut ditemukan pada siswa kelas III SD Negeri Batursari 5 dan berdampak pada capaian hasil belajar matematika. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penerapan model Cooperative Learning tipe Student Team Achievement Divisions (STAD), yang menekankan pembelajaran melalui kerja kelompok heterogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan model STAD terhadap hasil belajar matematika siswa. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan eksperimen menggunakan desain one-group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah 25 siswa kelas IIIA. Pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar matematika sebanyak 20 soal. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji inferensial berupa paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata siswa dari 71,20 sebelum perlakuan menjadi 80,56 setelah penerapan model STAD. Pengujian hipotesis menghasilkan nilai signifikansi 0,000 pada taraf 0,05, yang menandakan adanya perbedaan bermakna antara hasil belajar sebelum dan sesudah perlakuan. Temuan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran STAD memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas III.
IMPLEMENTASI STEM DI SEKOLAH DASAR DALAM MENGHADAPI TANTANGAN PEMBELAJARAN DAN PENDEKATAN PENDIDIKAN ABAD KE 21 Jayanto, Pery; Saputro, Totok Victor Didik
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i2.9443

Abstract

ABSTRACT The Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) approach has been widely recommended as an instructional strategy for addressing the demands of 21st-century skills, including critical thinking, creativity, collaboration, and communication. However, the implementation of STEM in elementary schools still faces various challenges related to teachers, curriculum, facilities, and students’ characteristics. This article aims to comprehensively examine the challenges of implementing STEM in elementary schools and their implications for the learning process. This  study employed a descriptive qualitative literature review. The research stages consisted of: (1) searching for articles from reputable national and international journals published within the last three years (2022–2024); (2) selecting articles based on predefined inclusion and exclusion criteria; (3) conducting content analysis to identify major themes related to STEM implementation challenges; and (4) synthesizing research findings to identify consistent patterns across studies. The results indicate that the main challenges include teachers’ limited understanding of STEM concepts and integration, lack of continuous professional development, insufficient learning facilities and media, and difficulties in aligning STEM with the existing curriculum. In addition, variations in elementary school students’ readiness levels also affect the effectiveness of STEM implementation. This article is expected to serve as a reference for educators and policymakers in developing more effective and sustainable strategies for strengthening STEM implementation in elementary schools. ABSTRAK Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) menjadi salah satu strategi pembelajaran yang direkomendasikan untuk menjawab tuntutan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Namun, implementasi STEM di sekolah dasar (SD) masih menghadapi berbagai tantangan, baik dari aspek guru, kurikulum, sarana prasarana, maupun karakteristik siswa. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif tantangan implementasi STEM di sekolah dasar serta implikasinya terhadap proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Tahapan penelitian meliputi: (1) penelusuran artikel ilmiah dari jurnal internasional dan nasional bereputasi yang dipublikasikan dalam tiga tahun terakhir (2022–2024); (2) seleksi artikel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi; (3) analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi tema-tema utama terkait tantangan implementasi STEM; serta (4) sintesis hasil penelitian untuk memperoleh pola temuan yang konsisten. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama implementasi STEM di sekolah dasar meliputi keterbatasan pemahaman guru tentang konsep dan integrasi STEM, minimnya pelatihan profesional berkelanjutan, keterbatasan fasilitas dan media pembelajaran, serta kesulitan dalam mengintegrasikan STEM dengan kurikulum yang berlaku. Selain itu, perbedaan kesiapan siswa sekolah dasar juga memengaruhi efektivitas penerapan STEM. Artikel ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pendidik dan pemangku kebijakan dalam merumuskan strategi penguatan implementasi STEM yang lebih efektif dan berkelanjutan di sekolah dasar.
VALIDITAS MODUL DIGITAL BERBASIS CANVA PADA PLATFORM HEYZINE FLIPBOOK DENGAN PENDEKATAN DEEP LEARNING MATERI SUMBER ENERGI KELAS III SD Sinurat, Ester; Chan, Faizal; Khoirunnisa, Khoirunnisa
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i2.9517

Abstract

Science learning at the elementary school level requires the availability of teaching materials that are able to present concepts concretely, contextually, and in line with the developmental stages of students' learning. However, the teaching materials used in third-grade science learning are still dominated by printed modules that tend to be textual and lack interactivity, so they do not fully support conceptual understanding, especially in the material on energy sources. This research is directed at developing and assessing the feasibility of a Canva-based digital module published through the Heyzine Flipbook platform by integrating a deep learning approach in third-grade science learning in elementary school. The method applied is Research and Development (R&D) with the ADDIE model that includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation, but the implementation of the research is limited to the development stage because the focus of the study is on testing the validity of the product. The digital module was designed using the Canva application and presented in the form of an interactive digital book through the Heyzine Flipbook platform. The product assessment stage involved three experts, namely a material expert, a language expert, and a media expert, with a five-level Likert scale questionnaire instrument. The data obtained were analyzed using a percentage technique to determine the level of module validity. The results of the study indicate that the digital module is categorized as very valid in all assessment aspects, including the feasibility of the material, language, and media, with an average validity level of 95.44%. Therefore, the resulting digital module is considered suitable for use as a science and science teaching material on energy sources for third-grade elementary school students. However, this study has not included practicality and effectiveness tests, so further research is needed to examine its application in classroom learning. ABSTRAKPembelajaran IPAS pada jenjang sekolah dasar menuntut ketersediaan bahan ajar yang mampu menyajikan konsep secara konkret, kontekstual, serta selaras dengan tahap perkembangan belajar peserta didik. Namun, bahan ajar yang digunakan pada pembelajaran IPAS kelas III masih didominasi oleh modul cetak yang cenderung bersifat tekstual dan minim interaktivitas, sehingga belum sepenuhnya mendukung pemahaman konsep, khususnya pada materi sumber energi. Penelitian ini diarahkan untuk mengembangkan sekaligus menilai tingkat kelayakan modul digital berbasis Canva yang dipublikasikan melalui platform Heyzine Flipbook dengan mengintegrasikan pendekatan deep learning dalam pembelajaran IPAS kelas III sekolah dasar. Metode yang diterapkan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup tahapan analysis, design, development, implementation, dan evaluation, namun pelaksanaan penelitian dibatasi hingga tahap development karena fokus kajian berada pada pengujian validitas produk. Modul digital dirancang menggunakan aplikasi Canva dan disajikan dalam bentuk buku digital interaktif melalui platform Heyzine Flipbook. Tahap penilaian produk melibatkan tiga pakar, yaitu ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media, dengan instrumen angket skala Likert lima tingkat. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik persentase untuk mengetahui tingkat validitas modul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul digital berada pada kategori sangat valid pada seluruh aspek penilaian, meliputi kelayakan materi, kebahasaan, dan media, dengan rata-rata tingkat kevalidan sebesar 95,44%. Oleh karena itu, modul digital yang dihasilkan dinilai layak dimanfaatkan sebagai bahan ajar IPAS materi sumber energi bagi peserta didik kelas III sekolah dasar. Meskipun demikian, penelitian ini belum mencakup uji kepraktisan dan efektivitas sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk mengkaji penerapannya dalam pembelajaran di kelas.
VALIDITAS E-MODUL INTERAKTIF HEYZINE FLIPBOOK DENGAN PENDEKATAN DEEP LEARNING PADA MATERI SIKLUS HIDUP HEWAN KELAS III SD Perangin-angin, Romian; Chan, Faizal; Khoirunnisa, Khoirunnisa
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i2.9519

Abstract

This study aims to develop an interactive e-module based on the Heyzine Flipbook as well as evaluate its level of validity by applying Deep Learning approaches to elementary school grade III animal life cycle materials. The methods used are research and development (Research and Development) with the stages of development referring to ADDIE model which includes analysis, design, development, limited implementation and evaluation. The assessment of product viability is done through validation by linguists, subject matter experts and media experts using the validation sheet instrument. The validation result data is descriptively analyzed by converting the assessment score into a percentage to determine the product validity category. The results of the study showed that the developed interactive e-modules achieved a very high level of validity, with an assessment percentage of 97.78% linguists, 95.56% subject matter experts and 97,50% media experts as well as an overall average of 96.92%. Reviewed from the linguistic aspect, e-modules are assessed using a language that is easy to understand, communicative and appropriate for learner development. From the material aspect, e-module contents have been organized in line with curriculum, learning reach and learning objectives of IPAS grade III. While from the media aspect, visual displays, navigation systems and interactive features are judged to support active and meaningful learning. Therefore, Heyzine Flipbook-based interactive e-modules with Deep Learning approach were declared to be suitable for use as learning media of IPAS grade III primary school. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul interaktif berbasis Heyzine Flipbook serta menelaah tingkat validitasnya dengan menerapkan pendekatan Deep Learning pada materi siklus hidup hewan kelas III sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan tahapan pengembangan mengacu pada model ADDIE yang mencakup analisis, perancangan, pengembangan, implementasi terbatas, dan evaluasi. Penilaian kelayakan produk dilakukan melalui validasi oleh ahli bahasa, ahli materi, dan ahli media menggunakan instrumen lembar validasi. Data hasil validasi dianalisis secara deskriptif dengan mengubah skor penilaian ke dalam bentuk persentase guna menentukan kategori kevalidan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul interaktif yang dikembangkan memperoleh tingkat validitas sangat tinggi, dengan persentase penilaian ahli bahasa sebesar 97,78%, ahli materi 95,56%, dan ahli media 97,50%, serta rata-rata keseluruhan sebesar 96,92%. Ditinjau dari aspek kebahasaan, e-modul dinilai menggunakan bahasa yang mudah dipahami, komunikatif, dan sesuai dengan perkembangan peserta didik. Dari aspek materi, isi e-modul telah disusun selaras dengan kurikulum, capaian pembelajaran, dan tujuan pembelajaran IPAS kelas III. Sementara dari aspek media, tampilan visual, sistem navigasi, dan fitur interaktif dinilai mampu mendukung pembelajaran yang aktif dan bermakna. Oleh karena itu, e-modul interaktif berbasis Heyzine Flipbook dengan pendekatan Deep Learning dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran IPAS kelas III sekolah dasar.