cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
JURNAL P4I Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd Phone: 085239967417 Email: ardhysmart7@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ELEMENTARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar
ISSN : 27748014     EISSN : 27747034     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 235 Documents
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS V SD Harahap, Ummi Kalsum; Nasution, Mariam; Khairiah, Dina
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i4.8349

Abstract

The background of this research problem is students who are still lacking in the ability to understand the concept of the human digestive system material, students of class 5 of SD Negeri 200215 Padangsidimpuan City who have daily tes scores that are still below 75 score. This can be seen when students are given an initial test on the human digestive system material. This study aims to improve the understanding of science concept of class 5 students of SD Negeri 200215 Padangsidimpuan City. This research is a Classroom Action Research (CAR) with a cycle method. In this study, the researcher served as a teacher. The subjects of this study were students of class 5 of SD Negeri 200215 Padangsidimpuan City. Data collection techniques in this study were obervastion, tests and documentation. Based on the results of the study, it can be concluded that the ability to understand science concept of class 5 students of SD Negeri 200215 Padangisidmpuan City has increased through learning using the picture and picture learning model. The increase in students understanding of science concept is shown based on the tes result that have been presented in cycle I meeting 1 which is 42,85% with an average value of 65,71, cycle I meeting 2 with student completion presentation is 64,28% with an average value of 72,14. In cycle II meeting1 the student completion presentation is 71,42% with an average value of 79,28. And in cycle II meeting 2 the student completion presentation is 85,71% with an average value of 89,28. Because the increase in students understanding of science concepts has achieved the expected action success indicators, it can be concluded that learning model can improve students understanding of science concepts on the human digestive system material in class 5 of SD Negeri 200215 Padangsidimpuan City. ABSTRAK Latar belakang dari masalah penelitian ini adalah siswa yang masih kurang dalam kemampuan pemahaman konsep IPA pada materi sistem pencernaan manusia, siswa kelas V SD Negeri 200215 Kota Padangsidimpuan memiliki nilai ulangan harian yang masih di bawah nilai 75. Hal ini dapat terlihat saat siswa diberikan tes awal mengenai materi sistem pencernaan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA siswa kelas V di SD Negeri 200215 Kota Padangsidimpuan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan metode siklus. Dalam penelitian ini, peneliti bertugas sebagai guru.  Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 200215 Kota Padangsidimpuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, tes dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemahaman konsep IPA siswa kelas V SD Negeri 200215 Kota Padangsidimpuan mengalami peningkatan melalui pembelajaran menggunakan model pembelajaran picture and picture. Peningkatan pemahaman konsep IPA siswa ditunjukkan berdasarkan hasil tes yang telah di persentasekan pada siklus I pertemuan 1 yaitu 42,85% dengan nilai rata-rata 65,71, siklus I pertemuan 2 dengan persentase ketuntasan siswa yaitu 64,28% nilai rata-rata 72,14. Pada siklus II pertemuan 1 persentase ketuntasan siswa yaitu 71,42% dengan nilai rata-rata 79,28 dan pada siklus II pertemuan 2 persentase ketuntasan siswa yaitu 85,71% dengan nilai rata-rata 89,28. Karena peningkatan pemahaman konsep IPA siswa telah mencapai indikator keberhasilan tindakan yang diharapkan, oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran picture and picture dapat meningkatkan pemahaman konsep IPA siswa pada materi sistem pencernaan manusia di kelas V SD Negeri 200215 Kota Padangsidimpuan.
PENERAPAN MEDIA KOMIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS III SD Harahap, Nur Asiah; Amir, Almira; Khairiah, Dina
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i4.8350

Abstract

The main issue behind this study is the low learning outcomes of students, most of whom have not achieved the minimum passing grade of 75. Based on initial observations, the learning process in the classroom is still conventional and dominated by monotonous lecture methods, with minimal use of engaging learning media. This condition makes students less active and enthusiastic, and the classroom atmosphere becomes unconducive. To overcome this problem, the researcher applied comics as an alternative learning medium that is visual and enjoyable. This study was conducted to improve student learning outcomes in science in grade III at SD Negeri 101800 Ujung Batu Jae, Ujung Batu District, Padang Lawas Utara Regency. This study used the classroom action research (CAR) method, which was carried out in two cycles, with four stages in each cycle: planning, implementation of actions, observation, and reflection. The research subjects consisted of 15 students. Data collection techniques were carried out through observation and learning outcome tests, then analyzed descriptively and quantitatively. The results of the study showed a significant increase in student learning outcomes. In the pre-cycle stage, only 5 students (33.33%) achieved the minimum passing grade. In cycle I, this increased to 10 students (66.66%), and in cycle II, it reached 13 students (86.66%). The average class score also increased from 65.33 to 77.33. In addition, the use of comic media was also able to increase student activity, motivation, and confidence. Thus, comic media proved to be effective as a learning medium that supports the improvement of science learning outcomes and overall student participation. ABSTRAK Masalah utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya nilai hasil belajar siswa yang sebagian besar belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 75. Berdasarkan hasil observasi awal, proses pembelajaran di kelas masih bersifat konvensional dan didominasi oleh metode ceramah yang monoton, serta minimnya penggunaan media pembelajaran yang menarik. Kondisi ini membuat siswa kurang aktif, tidak antusias, dan suasana kelas menjadi tidak kondusif. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti menerapkan media komik sebagai alternatif media pembelajaran yang bersifat visual dan menyenangkan. Penelitian ini dilaksanakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di kelas III SD Negeri 101800 Ujung Batu Jae, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Padang Lawas Utara. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, dengan empat tahap pada setiap siklus: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes hasil belajar, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa. Pada tahap pra-siklus, hanya 5 siswa (33,33%) yang mencapai KKM. Siklus I meningkat menjadi 10 siswa (66,66%), dan pada siklus II mencapai 13 siswa (86,66%). Rata-rata nilai kelas pun meningkat dari 65,33 menjadi 77,33. Selain itu, penggunaan media komik juga mampu meningkatkan keaktifan, motivasi, dan rasa percaya diri siswa. Dengan demikian, media komik terbukti efektif sebagai media pembelajaran yang mendukung peningkatan hasil belajar IPA dan partisipasi siswa secara keseluruhan.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI METODE KATA LEMBAGA PADA SISWA KELAS I SD NEGERI Kasim, Cindy Oktafiani; Husain, Rusmin; Monoarfa, Fidyawati; Pulukadang, Wiwi Triyanty; Ardini, Pupung Puspa
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i4.8451

Abstract

This study aims to improve early Reading skills through the “Kata Lembaga” method in Indonesian language learning. The study employed a Classroom Action Research (CAR) approach to address and resolve problems emerging in the classroom. Data were collected through observation sheets and tests. The findings indicate that teacher activity in Cyle I encompassed several aspects categorized as positive. However, in Cyle II, an improvement was observed, with teacher activity classified as very good. Regarding student activity, several aspects in Cyle I required improvement and were generally categorized as fair. In Cycle II, student activity improved significantly and reached the very good category. The use of the “Kata Lembaga” method was found to enhance students’ early Reading skills. In Cycle I, Meeting I, early Reading proficiency had not yet increased, with a percentage score of 25%. In Cycle I Meeting II, the percentage increased to 43%. In Cyle II, Meeting I, the percentage rose substantially to 81%. These findings demonstrate that the implementation of the “Kata Lembaga” learning method can effectively improve the early Reading skills of Grade 1 students at SDN 47 Dumbo Raya. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan melalui metode kata lembaga pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK digunakan sebagai upaya untuk menguasai permasalahan yang muncul di dalam kelas. Data terkumpul melalui lembar observasi dan tes. Hasil penelitian yang ditemukan bahwa aktivitas guru pada siklus I terdapat beberapa aspek kegiatan termasuk pada kategori baik. Tetapi pada siklus II sudah terlihat adanya peningkatan penilaian termasuk pada kategori baik sekali. Untuk hasil aktivitas siswa pada siklus I terdapat beberapa yang perlu ditingkatkan dan masih dalam kategori cukup. Akan tetapi pada siklus II meningkat menjadi lebih baik dan masuk dalam kategori baik sekali. Melalui metode kata lembaga dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa. Pada siklus I pertemuan I belum meningkat dengan nilai presentase 25%. Pada siklus I pertemuan II meningkat dengan nilai presentase 43%. Sedangkan pada siklus II pertemuan I meningkat dengan nilai presentase 81%. Hasil ini menujukkan bahwa penggunaan metode pembelajaran kata lembaga dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 SDN 47 Dumbo Raya.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ICARE BERBANTUAN MEDIA KARTU PASANG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS KELAS 4 SD Damayanti, Refina; Triwahyudianto, Triwahyudianto; Sakdiyah, Siti Halimatus
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.8513

Abstract

The low learning outcomes of fourth-grade students at SDN 3 Karangsari in Natural and Social Sciences (IPAS) subjects were the background for conducting this study. To overcome this problem, a combination of matching cards and the ICARE (Introduction, Connection, Application, Reflection, Extension) learning model was used to increase student engagement in the learning process. This study applied the Classroom Action Research (PTK) method, following the Kemmis and McTaggart model, conducted over two cycles, each consisting of two sessions. The research findings indicated a significant improvement in students' learning outcomes, from 40% in the pre-cycle phase to 60% in Cycle I, and further increasing to 80% in Cycle II. Additionally, students appeared more active, enthusiastic, and confident in expressing their opinions during learning activities. These findings demonstrate that the implementation of the ICARE model supported by matching card media can enhance learning outcomes and promote the development of critical thinking and collaboration skills among students. ABSTRAK Rendahnya hasil belajar siswa kelas IV di salah satu SD Negeri Kabupaten Malang dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) menjadi latar belakang dilaksanakannya penelitian ini. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, digunakan perpaduan antara media kartu pasang dan model pembelajaran ICARE (Introduction, Connection, Application, Reflection, Extension) guna meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Studi ini menerapkan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang merujuk pada model Kemmis dan McTaggart, dengan pelaksanaan selama dua siklus masing-masing terdiri atas dua pertemuan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui instrument observasi guru dan siswa , tes, serta dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggnakan analisis deskripsi kualitatif dan deskripsi kuantitatif melalui tekik triangulasi. Hasil penelitian mengindikasikan peningkatan yang signifikan dalam capaian belajar siswa, dari persentase 40% pada tahap pra-siklus, menjadi 60% pada siklus I, dan meningkat lagi hingga 80% pada siklus II. Selain itu, siswa terlihat lebih aktif, antusias, serta percaya diri dalam menyampaikan pendapat selama kegiatan pembelajaran. Temuan ini membuktikan bahwa penerapan model ICARE yang didukung media kartu pasang mampu meningkatkan hasil belajar, serta mendorong penguatan keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi siswa.  
PERAN KETELADANAN GURU AGAMA KRISTEN DALAM PEMBENTUKAN SPIRITUALITAS SISWA KRISTEN DI SD NEGERI REJOSARI SURAKARTA Bangun, Vanny Yolanda Br.; Juntak, Justin Niaga Siman
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i4.8592

Abstract

This study aims to analyze the role of Christian Religious Education (PAK) teachers’ exemplary character in shaping the spirituality of Christian students at SD Negeri Rejosari Surakarta. The research is motivated by the rise of negative behaviors such as bullying and the weak internalization of spiritual values among students, highlighting the need for teacher exemplarity as a key instrument of faith education. Using a qualitative approach through interviews, observations, and document analysis, this study explores insights from teachers, students, and the principal. The findings reveal that the exemplary life of PAK teachers significantly influences students’ spiritual formation, moral development, and social behavior. Teachers function as spiritual and moral models whose consistent demonstration of love, patience, honesty, and humility is observed, imitated, and internalized by students. Warm teacher–student relationships create a safe spiritual space, while exemplary actions within learning activities make faith values more concrete and meaningful. Teacher exemplarity also contributes to a positive school culture, fostering polite interactions, peaceful conflict resolution, and a harmonious classroom atmosphere. Despite challenges such as religious diversity and the characteristics of digital-era children, institutional support and moral recognition strengthen the teacher’s role. Overall, the study concludes that the exemplarity of PAK teachers serves as the primary foundation of students’ spiritual development and represents the core of Christian pedagogy that integrates faith and daily practice. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keteladanan guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam pembentukan spiritualitas siswa Kristen di SD Negeri Rejosari Surakarta. Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya perilaku negatif seperti bullying serta lemahnya internalisasi nilai spiritual pada siswa, sehingga keteladanan guru menjadi instrumen penting dalam pendidikan iman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan analisis dokumen untuk menggali pengalaman guru, siswa, dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keteladanan guru PAK memiliki pengaruh signifikan dalam pembentukan iman, karakter, dan perilaku sosial siswa. Guru menjadi model spiritual dan moral yang diamati, ditiru, dan diinternalisasi siswa melalui konsistensi hidup yang mencerminkan kasih, kesabaran, kejujuran, dan kerendahan hati. Relasi guru–siswa yang hangat menciptakan ruang spiritual yang aman, sedangkan keteladanan dalam proses pembelajaran menjadikan nilai iman lebih bermakna. Pengaruh keteladanan juga tampak pada budaya sekolah melalui munculnya interaksi yang sopan, penyelesaian konflik secara damai, serta atmosfer kelas yang harmonis. Penelitian ini juga menemukan tantangan seperti keberagaman agama dan karakter siswa era digital, tetapi dukungan kepala sekolah, fasilitas, dan pengakuan moral memperkuat peran guru. Secara keseluruhan, keteladanan guru PAK terbukti sebagai fondasi utama pembentukan spiritualitas siswa dan merupakan inti pedagogi Kristen yang mengintegrasikan iman dan tindakan.    
PENERAPAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI WAKTU PADA SISWA SEKOLAH DASAR Rahayu, Rusnai; Harahap, Satwika Hartanti; Harahap, Mazdalifah; Nawawi, Rayhan
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.8685

Abstract

This study aims to improve elementary school students’ learning outcomes in mathematics on the topic of time through the implementation of learning video media. The research problem is motivated by low student learning outcomes caused by conventional teaching methods and the lack of engaging instructional media. This study employed Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles. The research subjects were 25 fourth-grade elementary school students. Data collection techniques included observation of learning activities, learning achievement tests, interviews, and documentation. The results of the study indicated an improvement in students’ learning outcomes, as shown by an increase in the average score from 64 in Cycle I to 85 in Cycle II, as well as an increase in learning mastery from 60% to 92%. This improvement was influenced by the use of learning video media, which was able to visualize the concept of time in a concrete, engaging, and easily understandable manner. Therefore, the implementation of learning video media proved to be highly effective in improving elementary school students’ mathematics learning outcomes on the topic of time. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika materi waktu pada siswa sekolah dasar melalui penerapan media video pembelajaran. Permasalahan penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa akibat pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan kurangnya penggunaan media yang menarik. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 25 siswa kelas IV sekolah dasar. Teknik pengumpulan data meliputi observasi aktivitas belajar, tes hasil belajar, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 64 pada siklus I menjadi 85 pada siklus II, serta peningkatan ketuntasan belajar dari 60% menjadi 92%. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh penggunaan media video pembelajaran yang mampu memvisualisasikan konsep waktu secara konkret, menarik, dan mudah dipahami. Dengan demikian, penerapan media video pembelajaran terbukti sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa sekolah dasar pada materi waktu.
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN GAME EDUKATIF UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA PEMBELAJARAN IPAS SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR Zulaihah, Siti Maulida; Rahmawati, Septina; Nugraha, Yoga Awalludin; Rohim, Dhina Cahya; Abshor, Devy Aufia
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.8712

Abstract

The low level of active involvement and the suboptimal use of interactive media in science learning in elementary schools have triggered the need for media innovations that can stimulate students' critical thinking skills, especially in energy material. This study aims to test the effectiveness of using Canva-based educational games as an alternative visual and interactive learning media. Using a quantitative approach with a quasi-experimental design of the Nonequivalent Control Group Design type, this study involved 59 third-grade students divided into experimental and control classes. Data analysis was carried out through prerequisite tests and hypothesis testing using the Independent Sample t-test, which produced a significance value (2-tailed) of 0.000 (<0.05), indicating a significant difference between the two groups. Furthermore, the calculation of the N-Gain test in the experimental class recorded an average increase of 0.79, which is included in the high category. The conclusion of this study proves that the implementation of Canva-based educational games is very effective in improving students' critical thinking skills in science subjects, so it is recommended as an innovative learning medium that can create a more interesting and meaningful learning atmosphere. ABSTRAK Rendahnya keterlibatan aktif dan kurang optimalnya penggunaan media interaktif dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar menjadi pemicu perlunya inovasi media yang mampu menstimulasi kemampuan berpikir kritis siswa, khususnya pada materi energi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan game edukatif berbasis Canva sebagai alternatif media pembelajaran yang visual dan interaktif. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental tipe Nonequivalent Control Group Design, penelitian ini melibatkan 59 siswa kelas III yang terbagi menjadi kelas eksperimen dan kontrol. Analisis data dilakukan melalui uji prasyarat serta uji hipotesis menggunakan Independent Sample t-test, yang menghasilkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 (< 0,05), menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Selanjutnya, perhitungan uji N-Gain pada kelas eksperimen mencatat rata-rata peningkatan sebesar 0,79, yang termasuk dalam kategori tinggi. Simpulan penelitian ini membuktikan bahwa implementasi game edukatif berbasis Canva sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPAS, sehingga direkomendasikan sebagai media pembelajaran inovatif yang dapat menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan bermakna.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN WORDWALL DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS KELAS IV SEKOLAH DASAR Ilmiyah, Rosikhatul; Rahmawati, Septina; Nugraha, Yoga Awalludin
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.8713

Abstract

This research is motivated by the suboptimal learning outcomes of students in Natural and Social Sciences (IPAS), particularly in materials that require conceptual understanding, thereby necessitating innovative learning media to enhance student engagement and comprehension. The focus of this study is to determine the significance of the influence of using Wordwall as a learning medium on the learning outcomes of fourth-grade students in the IPAS subject at SDN Tanjungsari. This study employed a quantitative method using a pre-experimental design with a One-Group Pretest-Posttest Design, involving 20 fourth-grade students as research subjects. Data were collected through interviews, learning outcome tests, and documentation. The test instruments were administered before the treatment (pretest) and after the treatment (posttest) to determine improvements in learning outcomes. The results of the study indicated a significant increase in students’ learning scores, where the average pretest score of 52.00 increased to 86.00 in the posttest, resulting in an improvement of 34.00 points. These findings are reinforced by the results of the N-Gain test, which show an average score of 0.7163, indicating that there is a significant effect of using Wordwall as a learning medium on IPAS learning outcomes. Based on these data, it can be concluded that the use of Wordwall as a learning medium provides a positive and significant impact on improving students’ learning outcomes. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil belajar IPAS peserta didik yang masih belum optimal, terutama pada materi yang membutuhkan pemahaman konseptual sehingga diperlukan media pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman peserta didik. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui signifikansi pengaruh penggunaan media pembelajaran Wordwall terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS kelas IV di SDN Tanjungsari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental tipe One-Group Pretest-Posttest Design, dengan melibatkan 20 peserta didik kelas IV sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, tes, dan dokumentasi. Instrumen tes diberikan sebelum perlakuan (pretest) dan setelah perlakuan (posttest) untuk mengetahui peningkatan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada skor hasil belajar peserta didik, yaitu skor rata-rata pretest sebesar 52,00 meningkat menjadi 86,00 pada posttest, sehingga terdapat kenaikan sebesar 34,00 poin. Temuan ini diperkuat oleh hasil uji N-Gain dengan nilai rata-rata 0,7163, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan media pembelajaran Wordwall terhadap hasil belajar IPAS. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran Wordwall memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik.  
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ICM BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD Yunita, Fera; Wibowo, Deki; Manggalastawa, Manggalastawa
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.8715

Abstract

This study was conducted to analyze the impact of applying the Index Card Match learning model combined with Audio-Visual video media to improve the learning outcomes of fifth-grade students at SD 1 Panjang. The background of this research originated from the low academic achievement of students, which was suspected to be caused by the lack of student activeness during the learning process and the use of monotonous teaching methods. This study employed a quantitative approach with an experimental method, using a pre-experimental one-group pretest–posttest design. The research subjects consisted of 30 fifth-grade students selected using a saturated sampling technique. Data were collected through interviews, tests (pretest and posttest), questionnaires, and documentation. The analysis results showed an increase in the average learning outcome score from 43.17 before the treatment to 87.67 after the implementation of the learning model. Based on the linear regression test with a significance level of 0.00, which is less than 0.05, it indicates that variable X influences variable Y. The paired sample t-test also showed a significance value of 0.00, meaning that there is an effect of variable X on variable Y. Thus, it can be concluded that the Index Card Match model assisted by Audio-Visual media affects the learning outcomes of fifth-grade elementary school students. The improvement in learning outcomes through the Index Card Match model can also be seen from the N-Gain test, which shows that 9 students fall into the medium category and 21 students fall into the high category, indicating that the normalized N-Gain was achieved. The classical completeness test showed 100% mastery, meaning that more than 75% of students achieved scores above the Minimum Mastery Criteria (KKM). It is concluded that the Index Card Match learning model assisted by Audio-Visual media, with the material “Norms in My Life,” resulted in students achieving scores that met or exceeded the KKM. If you'd like, I can refine this version to make it more academic or suitable for journal publication. ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan untuk menganalisis dampak penerapan model pembelajaran Index Card Match yang dipadukan dengan media video Audio Visual untuk meningkatan hasil belajar siswa kelas V di SD 1 Panjang. Latar belakang penelitian ini berawal dari rendahnya capaian akademik siswa, yang diduga disebabkan oleh kurangnya keaktifan siswa selama proses pembelajaran serta penggunaan   metode mengajar yang cenderung monoton. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen, yakni desain pre-eksperimental one group pretest-posttest.  Subjek penelitian terdiri dari 30 siswa kelas V yang diambil menggunakan teknik sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui wawancara, tes (pretestdan posttest), angket, serta dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata hasil belajar dari 43,17 sebelum perlakuan menjadi 87,67 setelah penerapan model pembelajaran. Berdasarkan uji regresi linier dengan taraf 0,00 atau kurang dari 0,05 yang artinya variabel x berpengaruh terhadap variabel y. Uji paired sample t-test dengan taraf signifikan 0,00 atau kurang dari 0,05 yang artinya adanya pengaruh variabel x terhadap variabel y. Jadi dapat disimpulkan adanya pengaruh model Index Card Match berbantuan media Audio Visual terhadap hasil belajar siswa kelas V sekolah dasar. Peningkatan hasil belajar melalui model Index Card Match dapat dilihat melaui uji N-Gain bahwa siswa dengan kategori sedang ada 9 anak, dan siswa dengan kategori tinggi ada 21 siswa. Yang artinya N-Gain ternomalisasi. Uji ketuntasan klasikal di nyatakan 100% tuntas atau di atas KKM, yaitu lebih dari 75% siswa yang tuntas. Disimpulkan bahwa model pembelajaran Index Card Match berbantuan media Audio Visual dengan materi norma dalam kehidupanku nilai siswa dinyatakan tuntas atau di atas KKM.
PENGEMBANGAN LEMBAR OBSERVASI UNTUK MENGUKUR KEMANDIRIAN SISWA KELAS IV SDN Hastuti, Murni Puji; Natalia, Yonati; Rahmi, Mutiara; Rahail, Albertina Yanti
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.8794

Abstract

This study was motivated by the need to develop an observation sheet for assessing the independence of fourth-grade elementary school students based on teachers’ input and assessment needs. The study aimed to examine the quality of the developed instrument, including: (1) the level of theoretical validity of the observation sheet questionnaire to measure student independence; (2) the level of empirical validity through item analysis; (3) the reliability level of the developed questionnaire; and (4) the practicality level of the instrument based on teachers’ assessments. This research employed a development research approach using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) with a descriptive quantitative method. The results indicated that the developed instrument met the feasibility criteria. Theoretically, the instrument demonstrated valid to very valid criteria, with an average construction validity score of 4.50. Empirically, the expanded trial involving 75 students showed that 24 items were valid. The reliability level of the instrument was very high, as indicated by a coefficient of 0.83. Furthermore, the practicality assessment by the homeroom teacher classified the instrument as practical to very practical, with the highest score of 5.00 in the suitability aspect. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pengembangan lembar observasi kemandirian siswa kelas IV sekolah dasar yang disusun berdasarkan masukan dan kebutuhan guru dalam melakukan penilaian sikap kemandirian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kualitas instrumen yang dikembangkan, meliputi: (1) tingkat validitas teoretis angket lembar observasi untuk mengukur kemandirian siswa kelas IV; (2) tingkat validitas empiris instrumen melalui analisis butir pernyataan; (3) tingkat reliabilitas instrumen angket yang dikembangkan; dan (4) tingkat kepraktisan instrumen berdasarkan penilaian guru. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menerapkan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation) dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan memenuhi kriteria kelayakan. Secara teoretis, instrumen memiliki tingkat validitas pada kategori valid hingga sangat valid dengan skor rata-rata aspek konstruksi sebesar 4,50. Secara empiris, hasil uji coba diperluas terhadap 75 siswa menunjukkan bahwa sebanyak 24 butir pernyataan dinyatakan valid. Tingkat reliabilitas instrumen tergolong sangat tinggi dengan koefisien sebesar 0,83. Selain itu, hasil penilaian kepraktisan oleh guru wali kelas menunjukkan bahwa instrumen berada pada kategori praktis hingga sangat praktis, dengan skor tertinggi 5,00 pada aspek kesesuaian.