cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
JURNAL P4I Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd Phone: 085239967417 Email: ardhysmart7@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ELEMENTARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar
ISSN : 27748014     EISSN : 27747034     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 235 Documents
ANALISIS STRATEGI PEDAGOGIS GURU DALAM MENUMBUHKAN BUDAYA LITERASI SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH: SEBUAH STUDI KEPUSTAKAAN Handayani, Sri; Umami, Mashlihatul
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.8797

Abstract

Literacy culture in Madrasah Ibtidaiyah is an essential foundation for the development of students' character and cognitive skills in the dynamic digital era. This study aims to analyze various effective pedagogical strategies used by teachers in fostering literacy culture through a systematic literature review. The research method used was a literature study of twelve reputable scientific articles from the Scopus database and Sinta 2 journals in the period from 2021 to 2025. The data were analyzed using content analysis techniques to synthesize the findings in depth and objectively. The results of the study identified four main pillars of strategy: strengthening the habit formation ecosystem through teacher role modeling, integrating digital literacy and artificial intelligence, implementing adaptive teaching that prioritizes student well-being, and utilizing texts based on local wisdom. These strategies indicate a paradigm shift from merely technical reading skills to a multimodal process of meaning construction. The discussion emphasizes that a holistic approach combining psychosocial aspects with technological innovation has proven to be most effective in increasing madrasah students' interest in reading and critical thinking. In conclusion, the success of a culture of literacy is largely determined by the synergy between responsive pedagogical strategies and educators' self-efficacy.The implications of this study suggest the need to develop a more inclusive and transformative madrasah curriculum in order to realize the vision of the Golden Generation 2045. ABSTRAK Budaya literasi di Madrasah Ibtidaiyah merupakan fondasi esensial bagi pengembangan karakter dan kecakapan kognitif siswa di era digital yang dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai strategi pedagogis guru yang efektif dalam menumbuhkan budaya literasi melalui tinjauan literatur sistematis. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan terhadap dua belas artikel ilmiah bereputasi dari basis data Scopus dan jurnal Sinta 2 dalam rentang waktu 2021 hingga 2025. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk mensintesis temuan secara mendalam dan objektif. Hasil penelitian mengidentifikasi empat pilar strategi utama: penguatan ekosistem habituasi melalui keteladanan guru, integrasi literasi digital dan kecerdasan buatan, penerapan pengajaran adaptif yang memprioritaskan kesejahteraan siswa, serta pemanfaatan teks berbasis kearifan lokal. Strategi tersebut menunjukkan pergeseran paradigma dari sekadar kecakapan teknis membaca menuju proses konstruksi makna yang multimodal. Diskusi menekankan bahwa pendekatan holistik yang menggabungkan aspek psikososial dengan inovasi teknologi terbukti paling efektif dalam meningkatkan minat baca serta nalar kritis siswa madrasah. Kesimpulannya, keberhasilan budaya literasi sangat ditentukan oleh sinergi antara strategi pedagogis yang responsif dan efikasi diri pendidik. Implikasi penelitian ini menyarankan perlunya pengembangan kurikulum madrasah yang lebih inklusif dan transformatif guna mewujudkan visi Generasi Emas 2045.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS WARISAN BUDAYA MELALUI PJBL BERBANTU AUGMENTED REALITY KELAS 6 SDN PASIR Fatmasari, Karina; Az-Zahra, Fatimah; Muhyidin, Ilham; Uliarta Br Sitorus, Jesika; Risnayani, Risnayani; Gustian Nugraha, Rana
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.8818

Abstract

This study was motivated by the difficulties students had in understanding the material on Indonesia's World Cultural Heritage, which was too theoretical in nature, covering philosophical values, history, and UNESCO's role in its preservation. The abstract nature of the material meant that students were less actively involved and their learning outcomes were not optimal. This study aims to improve the learning outcomes of Natural and Social Sciences (IPAS) for sixth-grade students at SDN Pasir through the application of Project-based Learning (PjBL) assisted by Augmented Reality (AR) with a deep learning approach. The method used was Kemmis and McTaggart's Classroom Action Research (CAR) model for two cycles, with data collection through observation, interviews, and cognitive tests (pre-test and post-test), which were analyzed descriptively. The results of the study showed a significant increase in the cognitive domain of students as well as development in the affective and psychomotor domains. In Cycle I, classical learning completeness reached 91.66% and increased to 100% in Cycle II. These findings confirm that the AR-based PjBL approach is in line with the principles of deep learning and is able to increase engagement, conceptual understanding, and provide a fun learning experience. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan peserta didik dalam memahami materi Warisan Budaya Indonesia yang Mendunia, yang bersifat terlalu teoritis, mencakup nilai filosofis, sejarah, dan peran UNESCO dalam pelestariannya. Sifat materi yang abstrak menyebabkan peserta didik kurang terlibat aktif dan hasil belajar mereka belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) peserta didik kelas VI SDN Pasir melalui penerapan Project-based Learning (PjBL) berbantuan Augmented Reality (AR) dengan pendekatan deep learning. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart selama dua siklus, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan tes kognitif (pre-test dan post-test), yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada ranah kognitif peserta didik serta perkembangan pada ranah afektif dan psikomotorik. Pada Siklus I, ketuntasan belajar klasikal mencapai 91,66%, dan meningkat menjadi 100% pada Siklus II. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan PjBL berbasis AR selaras dengan prinsip deep learning dan mampu meningkatkan keterlibatan, pemahaman konseptual, serta memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan.
ANALISIS PROGRAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS DI SDN 1 ROWOHARJO Muda, Indra Tirta Gus; Laila, Alfi; Sa’adah, Desiana Eka Khotimatus; Andhandeaza, Ghisyafa Aulia
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.8859

Abstract

ABSTRACT The strengthening of religious character in elementary school students serves as a fundamental pillar for developing personalities oriented toward moral and spiritual values amidst the challenges of social degradation. This study aims to analyze indepth the implementation, dynamics, and impact of a school culturebased religious character-building program at SDN 1 Rowoharjo. Utilizing a qualitative approach with a descriptive design, the research subjects included the principal, teachers, and students. Data were collected through participant observation, semi-structured interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model, involving data reduction, display, and conclusion drawing. The results indicate that the program is implemented systematically through strategic leadership policies, teacher role modeling, and routine activities such as congregational Dhuha prayer, morning prayers, Asmaul Husna recitation, and weekly tahlil. The implementation has a positive impact on improving students' discipline, responsibility, sincerity, and independent worship awareness. In conclusion, the internalization of religious character is effective when supported by teacher exemplary, program consistency, and a conducive religious school culture. This model at SDN 1 Rowoharjo holds significant potential for replication as a best practice in elementary school character education. ABSTRAK Penguatan karakter religius pada siswa sekolah dasar merupakan fondasi utama dalam pembentukan kepribadian yang berorientasi pada nilai moral dan spiritual di tengah tantangan degradasi nilai sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pelaksanaan, dinamika, dan dampak program pembentukan karakter religius berbasis budaya sekolah di SDN 1 Rowoharjo. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan siswa. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semiterstruktur, dan studi dokumentasi, yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program dilaksanakan secara sistematis melalui kebijakan strategis kepala sekolah, keteladanan guru, serta pembiasaan rutin seperti sholat Dhuha berjamaah, doa pagi, pembacaan Asmaul Husna, dan tahlil mingguan. Implementasi program ini berdampak positif terhadap peningkatan kedisiplinan, tanggung jawab, keikhlasan, dan kesadaran beribadah peserta didik secara mandiri. Kesimpulannya, internalisasi karakter religius terbukti efektif apabila didukung oleh keteladanan pendidik, konsistensi program, dan lingkungan budaya sekolah yang kondusif. Model pendidikan karakter di SDN 1 Rowoharjo ini berpotensi besar untuk direplikasi sebagai praktik baik di sekolah dasar lainnya.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPAS KOMPONEN BIOTIK DAN ABIOTIK MELALUI MODEL CTL BERBANTU CANVA Fauzan, Mochamad Fadhillah Yusup; Kamila, Shafa Tasya; Sanjaya, Siti Novelinda; Sudrajat, Dina Marlina; Santoso, Aam Amalia; Nugraha, Rana Gustian
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.8922

Abstract

ABSTRACT This study was conducted to improve students’ learning outcomes on the topic of biotic and abiotic components in IPAS (Integrated Science and Social Studies) learning by integrating the Contextual Teaching and Learning (CTL) model with Canva media. The research employed Classroom Action Research (CAR), which was implemented in two learning cycles involving third-grade students at SDN Sindangpalay. Data collection techniques included learning outcome tests, observations of learning activities, and documentation. The implementation of the CTL model focused on integrating learning concepts with students’ real-life experiences through discussion, exploration, and problem-solving activities, strengthened by the use of Canva as a visual medium for presenting learning materials. The results showed that the application of the CTL model supported by Canva media significantly improved students’ learning outcomes and increased active student engagement during the learning process. Students demonstrated better conceptual understanding and higher levels of participation in learning activities presented in a contextual and visual manner. Canva media helped teachers deliver learning materials more clearly and attractively and played an important role in visualizing abstract concepts to make them easier to understand. Based on these findings, it can be concluded that the application of the CTL model assisted by Canva media is effective in improving the quality of meaningful IPAS learning and has a positive impact on enhancing elementary school students’ learning outcomes on the topic of biotic and abiotic components. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan capaian hasil belajar peserta didik pada materi komponen biotik dan abiotik dalam pembelajaran IPAS dengan mengintegrasikan model Contextual Teaching and Learning (CTL) dan media Canva dalam pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus pembelajaran pada siswa kelas III SDN Sindangpalay. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi tes hasil belajar, observasi aktivitas pembelajaran, dan dokumentasi. Penerapan model CTL difokuskan pada pengintegrasian konsep pembelajaran dengan pengalaman kehidupan sehari-hari siswa melalui kegiatan diskusi, eksplorasi, dan pemecahan masalah yang diperkuat dengan penggunaan media Canva sebagai sarana visualisasi materi pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan model CTL yang didukung oleh media Canva terbukti mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan serta meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Siswa memperlihatkan pemahaman konsep yang lebih baik serta keterlibatan yang lebih tinggi dalam pembelajaran yang disajikan secara kontekstual dan visual. Media Canva membantu guru dalam menyajikan materi pembelajaran secara lebih jelas dan menarik dan berperan dalam memvisualisasikan konsep-konsep abstrak agar lebih mudah dipahami. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model CTL berbantu media Canva efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS yang bermakna dan berdampak positif terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik sekolah dasar pada materi komponen biotik dan abiotik.
PENGEMBANGAN JIWA WIRAUSAHA ISLAM MELALUI PROGRAM MARKET DAY DI SEKOLAH DASAR Priyono, Achri; Muchtar, Asmaji; Makhshun, Toha
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.8923

Abstract

ABSTRAK Rendahnya jumlah wirausahawan di Indonesia menunjukkan pentingnya penanaman jiwa kewirausahaan sejak usia dini sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia yang mandiri, kreatif, dan berkarakter. Pada jenjang sekolah dasar, pengembangan kewirausahaan belum terakomodasi dalam mata pelajaran khusus sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran kontekstual yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Salah satu bentuk implementasi yang relevan adalah kegiatan market day, khususnya pada sekolah berbasis Islam yang menekankan internalisasi nilai-nilai kewirausahaan Islami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program market day serta perannya dalam mengembangkan karakter kewirausahaan Islami siswa di SDIT Harapan Bunda 2 Purwokerto. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek siswa kelas V dan VI, guru kelas, penanggung jawab program, serta orang tua. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, metode, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program market day berperan signifikan dalam mengembangkan karakter kewirausahaan Islami siswa, yang tercermin pada nilai kejujuran (shidiq), tanggung jawab (amanah), kerja keras (mujahadah), dan keadilan (‘adl) dengan tingkat ketercapaian berada pada kategori baik dan persentase di atas 80%. Temuan ini diperkuat melalui penyajian grafik ketercapaian nilai karakter, tabel persentase indikator, serta dokumentasi kegiatan sebagai bukti empiris. Dengan demikian, market day terbukti efektif sebagai strategi pembelajaran kontekstual berbasis pengalaman dalam menanamkan karakter kewirausahaan Islami pada siswa sekolah dasar. ABSTRACT Indonesia’s abundant natural resources present significant potential for entrepreneurship development; however, the proportion of entrepreneurs remains relatively low, highlighting the importance of cultivating entrepreneurial character from an early age through education. This study focuses on analyzing the implementation of the market day program and its role in developing Islamic entrepreneurial character among elementary school students at SDIT Harapan Bunda 2 Purwokerto. The research employs a descriptive qualitative approach, with purposively selected subjects consisting of fifth- and sixth-grade students actively involved in market day activities, classroom teachers, program coordinators, and parents. Data were collected through observations, semi-structured interviews, and documentation, and analyzed using interactive data analysis techniques involving data reduction, data display, and conclusion drawing, with data validity ensured through source, method, and time triangulation. The findings indicate that the market day program is implemented in a structured manner through four main stages: planning, production, selling, and evaluation. These stages effectively facilitate the internalization of Islamic entrepreneurial values, including honesty (shidiq), responsibility (amanah), hard work (mujahadah), and justice (‘adl). The results also show that sixth-grade students demonstrate higher levels of Islamic entrepreneurial character achievement compared to fifth-grade students, reflecting character reinforcement through sustained participation and experience. Overall, the study concludes that market day functions not only as a contextual economic learning activity but also as an effective experiential learning strategy for strengthening Islamic entrepreneurial character holistically at the elementary school level, thereby contributing both theoretically and practically to the development of character-based Islamic entrepreneurship education.
DESKRIPSI IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP PENGEMBANGAN LITERASI SAINS SISWA DI SDN WADAS IV KARAWANG Anindyta, Minerva; Subeki, Ahmad; A’liyah, Umi Habibahtul; Ambar, Kurniasari
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.8974

Abstract

This research aims to describe, analyze the contribution, and identify the supporting and inhibiting factors in the implementation of the Project-Based Learning PjBL model in developing students' scientific literacy at SDN Wadas IV Karawang. This qualitative study, utilizing a case study method, involved one fifth-grade science teacher and ten students. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model. The findings indicate that the teacher successfully implemented the PjBL steps systematically. Students actively participated in scientific activities (such as project design and presentation), resulting in products like scientific posters and alternative energy models, which made learning more meaningful. The application of PjBL proved effective in enhancing students' scientific literacy, particularly in the aspects of knowledge, skills (critical thinking and collaboration), and scientific attitude. Although constraints such as limited time and facilities were identified, teacher support and student enthusiasm served as the key success factors. It is concluded that the PjBL model is effective in developing the scientific literacy of elementary school students and is relevant for application within the Merdeka Curriculum, as it promotes active, collaborative, and contextual learning. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, menganalisis kontribusi, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasi model Project-Based Learning (PjBL) dalam pengembangan literasi sains siswa di SDN Wadas IV Karawang. Penelitian kualitatif dengan metode studi kasus ini melibatkan satu guru IPA kelas V dan sepuluh siswa. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berhasil melaksanakan langkah-langkah PjBL secara sistematis. Siswa aktif berpartisipasi dalam kegiatan ilmiah (misalnya merancang proyek dan presentasi), menghasilkan produk seperti poster ilmiah dan model energi alternatif, yang membuat pembelajaran lebih bermakna. Penerapan PjBL terbukti efektif meningkatkan literasi sains siswa, terutama pada aspek pengetahuan, keterampilan (berpikir kritis dan bekerja sama), dan sikap ilmiah. Meskipun ditemukan kendala pada keterbatasan waktu dan fasilitas, dukungan guru dan antusiasme siswa menjadi faktor kunci keberhasilan. Disimpulkan bahwa model PjBL efektif dalam mengembangkan literasi sains siswa sekolah dasar dan relevan diterapkan dalam Kurikulum Merdeka karena mendorong pembelajaran aktif, kolaboratif, dan kontekstual.    
TEACHERS' EFFORTS TO INCREASE ENGLISH LEARNING MOTIVATION THROUGH INTERACTIVE LEARNING Arizky, Hafizatun Septi; Nabila, Aufa; Salsabilla, Adelia; Ilham, Muhammad Aripin; Hakim, Muhamad; Syahid, Abdul
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.8975

Abstract

Low motivation and passive participation of students in English learning are significant challenges in developing communicative competence at the elementary school level. This study aims to improve student learning motivation through the implementation of interactive learning strategies that include educational games, group discussions, and the use of visual worksheets. Conducted using the Classroom Action Research (CAR) method at Sahabat Alam School, Palangka Raya, this study involved 21 fifth and sixth grade students through two cycles consisting of planning, implementation, observation, and reflection. Data collection was conducted through classroom observations, interviews, and tests to measure changes in learning behavior. The results showed a significant increase in all motivation indicators between Cycle I and Cycle II: student participation increased by 28% (from 58% to 86%), active speaking increased by 29% (from 52% to 81%), group cooperation grew by 28% (from 60% to 88%), and enthusiasm increased by 27% (from 63% to 90%). Qualitatively, students showed increased confidence and courage to interact in English without fear of mistakes. It was concluded that the integration of interactive learning tools effectively changed the classroom dynamics to be more lively and meaningful, so teachers were recommended to maintain this strategy to maintain the consistency of student motivation in the long term. ABSTRAK Rendahnya motivasi dan partisipasi pasif siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris menjadi tantangan signifikan dalam pengembangan kompetensi komunikatif di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui penerapan strategi pembelajaran interaktif yang meliputi permainan edukatif, diskusi kelompok, dan penggunaan lembar kerja visual. Dilaksanakan dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di Sekolah Sahabat Alam Palangka Raya, studi ini melibatkan 21 siswa kelas lima dan enam melalui dua siklus yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi kelas, wawancara, dan tes untuk mengukur perubahan perilaku belajar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator motivasi antara Siklus I dan Siklus II: partisipasi siswa meningkat sebesar 28% (dari 58% menjadi 86%), keaktifan berbicara naik 29% (dari 52% menjadi 81%), kerja sama kelompok bertumbuh 28% (dari 60% menjadi 88%), dan antusiasme meningkat 27% (dari 63% menjadi 90%). Secara kualitatif, siswa menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan keberanian untuk berinteraksi dalam bahasa Inggris tanpa rasa takut salah. Disimpulkan bahwa integrasi alat pembelajaran interaktif efektif mengubah dinamika kelas menjadi lebih hidup dan bermakna, sehingga guru direkomendasikan untuk mempertahankan strategi ini guna menjaga konsistensi motivasi siswa dalam jangka panjang.  
ANALISIS PENERAPAN DEEP LEARNING PADA KURIKULUM MERDEKA DI KELAS 5 SDK SANG TIMUR PASURUAN Alvinda, Missa Bella; Iswahyudi, Didik; Yulianti, Yulianti
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.8992

Abstract

This study aims to describe the implementation of the Deep Learning approach within the Merdeka Curriculum in Grade 5 at SDK Sang Timur Pasuruan. This approach emphasizes meaningful, joyful, and mindful learning, and is oriented toward the development of eight graduate profile dimensions: faith and devotion, citizenship, critical thinking, creativity, collaboration, independence, health, and communication. This research employed a descriptive qualitative method, with participants including fifth-grade students, teachers, the principal, and parents. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model (data reduction, data display, and conclusion drawing). The findings reveal two key results: the application of the three principles of Deep Learning and the achievement of the eight graduate profile dimensions in the learning process. Through project-based activities, group discussions, reflection, and real-life contextual tasks, students were actively engaged in learning. They did not merely memorize content but were encouraged to think critically, discuss, collaborate, and understand the meaning of learning in daily life. The study recommends continuous professional development for teachers in designing structured and differentiated deep learning experiences tailored to students' characteristics. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan Deep Learning dalam Kurikulum Merdeka di kelas 5 SDK Sang Timur Pasuruan. Pendekatan ini menekankan pada pembelajaran yang bermakna (meaningful), menyenangkan (joyful), dan penuh kesadaran (mindful), serta berorientasi pada pengembangan delapan dimensi profil lulusan: keimanan dan ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian terdiri dari siswa kelas 5, guru, kepala sekolah, dan wali murid. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan analisis data model Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan). Temuan penelitian menunjukkan hasil analisis tiga prinsip Deep Learning dan ketercapaian 8 dimensi profil lulusan pada pembelajaran di kelas 5 SDK Sang Timur Pasuruan. Melalui kegiatan proyek, diskusi kelompok, refleksi, dan tugas yang berkaitan dengan kehidupan nyata, siswa terlibat secara aktif dalam proses belajar. Siswa tidak hanya menghafal, tetapi juga berpikir, berdiskusi, bekerja sama, dan memahami makna pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan berkelanjutan untuk guru dalam menyusun pembelajaran mendalam yang terstruktur dan diferensiatif sesuai karakteristik siswa.
PENGEMBANGAN MEDIA DIGITAL INTERAKTIF BERBASIS CANVA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI BANGUN DATAR KELAS IV SD Musthofiah, Afifatul; Wardana, Muhammad Yusuf Setia; Sulianto, Joko
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.9026

Abstract

ABSTRACT The limited use of visual media in mathematics instruction leads to low student understanding of plane geometry. This study aims to develop interactive digital learning media based on Canva that meet the criteria of validity, practicality, and effectiveness for fourth-grade elementary school students. The research employed a research and development approach using the ADDIE model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data were collected through expert validation, teacher and student response questionnaires, and learning achievement tests. The results show that the developed media achieved very high levels of validity and practicality based on evaluations by experts and users. The implementation of the media also had a positive impact on student learning outcomes, as indicated by an increase in average scores from the pretest to the posttest. The media helped students understand the characteristics and properties of plane shapes through more engaging visual presentations and interactive features. In addition, the use of Canva made it easier for teachers to present instructional materials in a systematic and efficient manner. Therefore, Canva-based interactive digital media are appropriate to be used as a supporting tool for mathematics learning in elementary schools. ABSTRAK Keterbatasan penggunaan media visual dalam pembelajaran matematika menyebabkan rendahnya pemahaman siswa terhadap materi bangun datar. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media digital interaktif berbasis Canva yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk siswa kelas IV sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE yang mencakup tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data diperoleh melalui validasi ahli, angket respons guru dan siswa, serta tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memperoleh tingkat validitas dan kepraktisan yang sangat tinggi berdasarkan penilaian para ahli dan pengguna. Penerapan media juga berdampak positif terhadap hasil belajar siswa, yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari pretest ke posttest. Media ini membantu siswa memahami karakteristik dan sifat bangun datar melalui penyajian visual dan interaksi yang lebih menarik. Selain itu, penggunaan Canva mempermudah guru dalam menyajikan materi secara sistematis dan efisien. Dengan demikian, media digital interaktif berbasis Canva layak digunakan sebagai sarana pendukung pembelajaran matematika di sekolah dasar.
PERAN SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DI SEKOLAH DASAR Hidayah, Refiana; Sutopo, Anam; Anif, Sofyan
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.9036

Abstract

Teachers’ pedagogical competence plays a central role in ensuring the quality of learning in elementary schools. One strategic effort to support the development of this competence is academic supervision conducted by school principals. This study aims to explore the role of principals’ academic supervision in enhancing teachers’ pedagogical competence at the elementary school level. A qualitative descriptive approach was employed in this research. The participants consisted of a school principal and elementary school teachers selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and document analysis. The data were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings indicate that academic supervision implemented in a planned and collaborative manner contributes to the improvement of teachers’ pedagogical competence, particularly in lesson planning, instructional implementation, and classroom management. In addition, the supervision process encourages teachers to engage in reflective practices and continuous professional improvement. However, the effectiveness of academic supervision has not been fully optimized due to time constraints and administrative workload, which limit the consistency of follow-up actions. Therefore, academic supervision needs to be designed based on teachers’ actual needs and supported by systematic and continuous follow-up to ensure sustainable improvement in pedagogical competence. ABSTRAKKompetensi pedagogik guru merupakan salah satu faktor utama yang menentukan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Upaya peningkatan kompetensi tersebut dapat dilakukan melalui supervisi akademik yang dilaksanakan oleh kepala sekolah secara terencana dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran supervisi akademik kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah dan guru yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik yang dilaksanakan secara kolaboratif berkontribusi positif terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru, khususnya dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan pengelolaan kelas. Supervisi juga mendorong guru untuk lebih reflektif dan terbuka terhadap perbaikan praktik pembelajaran. Namun demikian, pelaksanaan tindak lanjut supervisi belum dilakukan secara optimal karena keterbatasan waktu dan beban administrasi. Oleh karena itu, supervisi akademik perlu dirancang berbasis kebutuhan guru dan didukung dengan tindak lanjut yang sistematis agar peningkatan kompetensi pedagogik dapat berlangsung secara berkelanjutan.