cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
JURNAL P4I Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd Phone: 085239967417 Email: ardhysmart7@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ELEMENTARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar
ISSN : 27748014     EISSN : 27747034     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 339 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN WORDWALL DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS KELAS IV SEKOLAH DASAR Rosikhatul Ilmiyah; Septina Rahmawati; Yoga Awalludin Nugraha
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.8713

Abstract

This research is motivated by the suboptimal learning outcomes of students in Natural and Social Sciences (IPAS), particularly in materials that require conceptual understanding, thereby necessitating innovative learning media to enhance student engagement and comprehension. The focus of this study is to determine the significance of the influence of using Wordwall as a learning medium on the learning outcomes of fourth-grade students in the IPAS subject at SDN Tanjungsari. This study employed a quantitative method using a pre-experimental design with a One-Group Pretest-Posttest Design, involving 20 fourth-grade students as research subjects. Data were collected through interviews, learning outcome tests, and documentation. The test instruments were administered before the treatment (pretest) and after the treatment (posttest) to determine improvements in learning outcomes. The results of the study indicated a significant increase in students’ learning scores, where the average pretest score of 52.00 increased to 86.00 in the posttest, resulting in an improvement of 34.00 points. These findings are reinforced by the results of the N-Gain test, which show an average score of 0.7163, indicating that there is a significant effect of using Wordwall as a learning medium on IPAS learning outcomes. Based on these data, it can be concluded that the use of Wordwall as a learning medium provides a positive and significant impact on improving students’ learning outcomes. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil belajar IPAS peserta didik yang masih belum optimal, terutama pada materi yang membutuhkan pemahaman konseptual sehingga diperlukan media pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman peserta didik. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui signifikansi pengaruh penggunaan media pembelajaran Wordwall terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS kelas IV di SDN Tanjungsari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental tipe One-Group Pretest-Posttest Design, dengan melibatkan 20 peserta didik kelas IV sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, tes, dan dokumentasi. Instrumen tes diberikan sebelum perlakuan (pretest) dan setelah perlakuan (posttest) untuk mengetahui peningkatan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada skor hasil belajar peserta didik, yaitu skor rata-rata pretest sebesar 52,00 meningkat menjadi 86,00 pada posttest, sehingga terdapat kenaikan sebesar 34,00 poin. Temuan ini diperkuat oleh hasil uji N-Gain dengan nilai rata-rata 0,7163, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan media pembelajaran Wordwall terhadap hasil belajar IPAS. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran Wordwall memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik.  
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ICM BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD Fera Yunita; Deki Wibowo; Manggalastawa Manggalastawa
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.8715

Abstract

This study was conducted to analyze the impact of applying the Index Card Match learning model combined with Audio-Visual video media to improve the learning outcomes of fifth-grade students at SD 1 Panjang. The background of this research originated from the low academic achievement of students, which was suspected to be caused by the lack of student activeness during the learning process and the use of monotonous teaching methods. This study employed a quantitative approach with an experimental method, using a pre-experimental one-group pretest–posttest design. The research subjects consisted of 30 fifth-grade students selected using a saturated sampling technique. Data were collected through interviews, tests (pretest and posttest), questionnaires, and documentation. The analysis results showed an increase in the average learning outcome score from 43.17 before the treatment to 87.67 after the implementation of the learning model. Based on the linear regression test with a significance level of 0.00, which is less than 0.05, it indicates that variable X influences variable Y. The paired sample t-test also showed a significance value of 0.00, meaning that there is an effect of variable X on variable Y. Thus, it can be concluded that the Index Card Match model assisted by Audio-Visual media affects the learning outcomes of fifth-grade elementary school students. The improvement in learning outcomes through the Index Card Match model can also be seen from the N-Gain test, which shows that 9 students fall into the medium category and 21 students fall into the high category, indicating that the normalized N-Gain was achieved. The classical completeness test showed 100% mastery, meaning that more than 75% of students achieved scores above the Minimum Mastery Criteria (KKM). It is concluded that the Index Card Match learning model assisted by Audio-Visual media, with the material “Norms in My Life,” resulted in students achieving scores that met or exceeded the KKM. If you'd like, I can refine this version to make it more academic or suitable for journal publication. ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan untuk menganalisis dampak penerapan model pembelajaran Index Card Match yang dipadukan dengan media video Audio Visual untuk meningkatan hasil belajar siswa kelas V di SD 1 Panjang. Latar belakang penelitian ini berawal dari rendahnya capaian akademik siswa, yang diduga disebabkan oleh kurangnya keaktifan siswa selama proses pembelajaran serta penggunaan   metode mengajar yang cenderung monoton. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen, yakni desain pre-eksperimental one group pretest-posttest.  Subjek penelitian terdiri dari 30 siswa kelas V yang diambil menggunakan teknik sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui wawancara, tes (pretestdan posttest), angket, serta dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata hasil belajar dari 43,17 sebelum perlakuan menjadi 87,67 setelah penerapan model pembelajaran. Berdasarkan uji regresi linier dengan taraf 0,00 atau kurang dari 0,05 yang artinya variabel x berpengaruh terhadap variabel y. Uji paired sample t-test dengan taraf signifikan 0,00 atau kurang dari 0,05 yang artinya adanya pengaruh variabel x terhadap variabel y. Jadi dapat disimpulkan adanya pengaruh model Index Card Match berbantuan media Audio Visual terhadap hasil belajar siswa kelas V sekolah dasar. Peningkatan hasil belajar melalui model Index Card Match dapat dilihat melaui uji N-Gain bahwa siswa dengan kategori sedang ada 9 anak, dan siswa dengan kategori tinggi ada 21 siswa. Yang artinya N-Gain ternomalisasi. Uji ketuntasan klasikal di nyatakan 100% tuntas atau di atas KKM, yaitu lebih dari 75% siswa yang tuntas. Disimpulkan bahwa model pembelajaran Index Card Match berbantuan media Audio Visual dengan materi norma dalam kehidupanku nilai siswa dinyatakan tuntas atau di atas KKM.
PENGEMBANGAN LEMBAR OBSERVASI UNTUK MENGUKUR KEMANDIRIAN SISWA KELAS IV SDN Murni Puji Hastuti; Yonati Natalia; Mutiara Rahmi; Albertina Yanti Rahail
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.8794

Abstract

This study was motivated by the need to develop an observation sheet for assessing the independence of fourth-grade elementary school students based on teachers’ input and assessment needs. The study aimed to examine the quality of the developed instrument, including: (1) the level of theoretical validity of the observation sheet questionnaire to measure student independence; (2) the level of empirical validity through item analysis; (3) the reliability level of the developed questionnaire; and (4) the practicality level of the instrument based on teachers’ assessments. This research employed a development research approach using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) with a descriptive quantitative method. The results indicated that the developed instrument met the feasibility criteria. Theoretically, the instrument demonstrated valid to very valid criteria, with an average construction validity score of 4.50. Empirically, the expanded trial involving 75 students showed that 24 items were valid. The reliability level of the instrument was very high, as indicated by a coefficient of 0.83. Furthermore, the practicality assessment by the homeroom teacher classified the instrument as practical to very practical, with the highest score of 5.00 in the suitability aspect. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pengembangan lembar observasi kemandirian siswa kelas IV sekolah dasar yang disusun berdasarkan masukan dan kebutuhan guru dalam melakukan penilaian sikap kemandirian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kualitas instrumen yang dikembangkan, meliputi: (1) tingkat validitas teoretis angket lembar observasi untuk mengukur kemandirian siswa kelas IV; (2) tingkat validitas empiris instrumen melalui analisis butir pernyataan; (3) tingkat reliabilitas instrumen angket yang dikembangkan; dan (4) tingkat kepraktisan instrumen berdasarkan penilaian guru. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menerapkan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation) dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan memenuhi kriteria kelayakan. Secara teoretis, instrumen memiliki tingkat validitas pada kategori valid hingga sangat valid dengan skor rata-rata aspek konstruksi sebesar 4,50. Secara empiris, hasil uji coba diperluas terhadap 75 siswa menunjukkan bahwa sebanyak 24 butir pernyataan dinyatakan valid. Tingkat reliabilitas instrumen tergolong sangat tinggi dengan koefisien sebesar 0,83. Selain itu, hasil penilaian kepraktisan oleh guru wali kelas menunjukkan bahwa instrumen berada pada kategori praktis hingga sangat praktis, dengan skor tertinggi 5,00 pada aspek kesesuaian.
ANALISIS STRATEGI PEDAGOGIS GURU DALAM MENUMBUHKAN BUDAYA LITERASI SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH: SEBUAH STUDI KEPUSTAKAAN Sri Handayani; Mashlihatul Umami
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.8797

Abstract

Literacy culture in Madrasah Ibtidaiyah is an essential foundation for the development of students' character and cognitive skills in the dynamic digital era. This study aims to analyze various effective pedagogical strategies used by teachers in fostering literacy culture through a systematic literature review. The research method used was a literature study of twelve reputable scientific articles from the Scopus database and Sinta 2 journals in the period from 2021 to 2025. The data were analyzed using content analysis techniques to synthesize the findings in depth and objectively. The results of the study identified four main pillars of strategy: strengthening the habit formation ecosystem through teacher role modeling, integrating digital literacy and artificial intelligence, implementing adaptive teaching that prioritizes student well-being, and utilizing texts based on local wisdom. These strategies indicate a paradigm shift from merely technical reading skills to a multimodal process of meaning construction. The discussion emphasizes that a holistic approach combining psychosocial aspects with technological innovation has proven to be most effective in increasing madrasah students' interest in reading and critical thinking. In conclusion, the success of a culture of literacy is largely determined by the synergy between responsive pedagogical strategies and educators' self-efficacy.The implications of this study suggest the need to develop a more inclusive and transformative madrasah curriculum in order to realize the vision of the Golden Generation 2045. ABSTRAK Budaya literasi di Madrasah Ibtidaiyah merupakan fondasi esensial bagi pengembangan karakter dan kecakapan kognitif siswa di era digital yang dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai strategi pedagogis guru yang efektif dalam menumbuhkan budaya literasi melalui tinjauan literatur sistematis. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan terhadap dua belas artikel ilmiah bereputasi dari basis data Scopus dan jurnal Sinta 2 dalam rentang waktu 2021 hingga 2025. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk mensintesis temuan secara mendalam dan objektif. Hasil penelitian mengidentifikasi empat pilar strategi utama: penguatan ekosistem habituasi melalui keteladanan guru, integrasi literasi digital dan kecerdasan buatan, penerapan pengajaran adaptif yang memprioritaskan kesejahteraan siswa, serta pemanfaatan teks berbasis kearifan lokal. Strategi tersebut menunjukkan pergeseran paradigma dari sekadar kecakapan teknis membaca menuju proses konstruksi makna yang multimodal. Diskusi menekankan bahwa pendekatan holistik yang menggabungkan aspek psikososial dengan inovasi teknologi terbukti paling efektif dalam meningkatkan minat baca serta nalar kritis siswa madrasah. Kesimpulannya, keberhasilan budaya literasi sangat ditentukan oleh sinergi antara strategi pedagogis yang responsif dan efikasi diri pendidik. Implikasi penelitian ini menyarankan perlunya pengembangan kurikulum madrasah yang lebih inklusif dan transformatif guna mewujudkan visi Generasi Emas 2045.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS WARISAN BUDAYA MELALUI PJBL BERBANTU AUGMENTED REALITY KELAS 6 SDN PASIR Karina Fatmasari; Fatimah Az-Zahra; Ilham Muhyidin; Jesika Uliarta Br Sitorus; Risnayani Risnayani; Rana Gustian Nugraha
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.8818

Abstract

This study was motivated by the difficulties students had in understanding the material on Indonesia's World Cultural Heritage, which was too theoretical in nature, covering philosophical values, history, and UNESCO's role in its preservation. The abstract nature of the material meant that students were less actively involved and their learning outcomes were not optimal. This study aims to improve the learning outcomes of Natural and Social Sciences (IPAS) for sixth-grade students at SDN Pasir through the application of Project-based Learning (PjBL) assisted by Augmented Reality (AR) with a deep learning approach. The method used was Kemmis and McTaggart's Classroom Action Research (CAR) model for two cycles, with data collection through observation, interviews, and cognitive tests (pre-test and post-test), which were analyzed descriptively. The results of the study showed a significant increase in the cognitive domain of students as well as development in the affective and psychomotor domains. In Cycle I, classical learning completeness reached 91.66% and increased to 100% in Cycle II. These findings confirm that the AR-based PjBL approach is in line with the principles of deep learning and is able to increase engagement, conceptual understanding, and provide a fun learning experience. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan peserta didik dalam memahami materi Warisan Budaya Indonesia yang Mendunia, yang bersifat terlalu teoritis, mencakup nilai filosofis, sejarah, dan peran UNESCO dalam pelestariannya. Sifat materi yang abstrak menyebabkan peserta didik kurang terlibat aktif dan hasil belajar mereka belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) peserta didik kelas VI SDN Pasir melalui penerapan Project-based Learning (PjBL) berbantuan Augmented Reality (AR) dengan pendekatan deep learning. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart selama dua siklus, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan tes kognitif (pre-test dan post-test), yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada ranah kognitif peserta didik serta perkembangan pada ranah afektif dan psikomotorik. Pada Siklus I, ketuntasan belajar klasikal mencapai 91,66%, dan meningkat menjadi 100% pada Siklus II. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan PjBL berbasis AR selaras dengan prinsip deep learning dan mampu meningkatkan keterlibatan, pemahaman konseptual, serta memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan.
ANALISIS PROGRAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS DI SDN 1 ROWOHARJO Indra Tirta Gus Muda; Alfi Laila; Desiana Eka Khotimatus Sa’adah; Ghisyafa Aulia Andhandeaza
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.8859

Abstract

ABSTRACT The strengthening of religious character in elementary school students serves as a fundamental pillar for developing personalities oriented toward moral and spiritual values amidst the challenges of social degradation. This study aims to analyze indepth the implementation, dynamics, and impact of a school culturebased religious character-building program at SDN 1 Rowoharjo. Utilizing a qualitative approach with a descriptive design, the research subjects included the principal, teachers, and students. Data were collected through participant observation, semi-structured interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model, involving data reduction, display, and conclusion drawing. The results indicate that the program is implemented systematically through strategic leadership policies, teacher role modeling, and routine activities such as congregational Dhuha prayer, morning prayers, Asmaul Husna recitation, and weekly tahlil. The implementation has a positive impact on improving students' discipline, responsibility, sincerity, and independent worship awareness. In conclusion, the internalization of religious character is effective when supported by teacher exemplary, program consistency, and a conducive religious school culture. This model at SDN 1 Rowoharjo holds significant potential for replication as a best practice in elementary school character education. ABSTRAK Penguatan karakter religius pada siswa sekolah dasar merupakan fondasi utama dalam pembentukan kepribadian yang berorientasi pada nilai moral dan spiritual di tengah tantangan degradasi nilai sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pelaksanaan, dinamika, dan dampak program pembentukan karakter religius berbasis budaya sekolah di SDN 1 Rowoharjo. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan siswa. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semiterstruktur, dan studi dokumentasi, yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program dilaksanakan secara sistematis melalui kebijakan strategis kepala sekolah, keteladanan guru, serta pembiasaan rutin seperti sholat Dhuha berjamaah, doa pagi, pembacaan Asmaul Husna, dan tahlil mingguan. Implementasi program ini berdampak positif terhadap peningkatan kedisiplinan, tanggung jawab, keikhlasan, dan kesadaran beribadah peserta didik secara mandiri. Kesimpulannya, internalisasi karakter religius terbukti efektif apabila didukung oleh keteladanan pendidik, konsistensi program, dan lingkungan budaya sekolah yang kondusif. Model pendidikan karakter di SDN 1 Rowoharjo ini berpotensi besar untuk direplikasi sebagai praktik baik di sekolah dasar lainnya.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPAS KOMPONEN BIOTIK DAN ABIOTIK MELALUI MODEL CTL BERBANTU CANVA Mochamad Fadhillah Yusup Fauzan; Shafa Tasya Kamila; Siti Novelinda Sanjaya; Dina Marlina Sudrajat; Aam Amalia Santoso; Rana Gustian Nugraha
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.8922

Abstract

ABSTRACT This study was conducted to improve students’ learning outcomes on the topic of biotic and abiotic components in IPAS (Integrated Science and Social Studies) learning by integrating the Contextual Teaching and Learning (CTL) model with Canva media. The research employed Classroom Action Research (CAR), which was implemented in two learning cycles involving third-grade students at SDN Sindangpalay. Data collection techniques included learning outcome tests, observations of learning activities, and documentation. The implementation of the CTL model focused on integrating learning concepts with students’ real-life experiences through discussion, exploration, and problem-solving activities, strengthened by the use of Canva as a visual medium for presenting learning materials. The results showed that the application of the CTL model supported by Canva media significantly improved students’ learning outcomes and increased active student engagement during the learning process. Students demonstrated better conceptual understanding and higher levels of participation in learning activities presented in a contextual and visual manner. Canva media helped teachers deliver learning materials more clearly and attractively and played an important role in visualizing abstract concepts to make them easier to understand. Based on these findings, it can be concluded that the application of the CTL model assisted by Canva media is effective in improving the quality of meaningful IPAS learning and has a positive impact on enhancing elementary school students’ learning outcomes on the topic of biotic and abiotic components. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan capaian hasil belajar peserta didik pada materi komponen biotik dan abiotik dalam pembelajaran IPAS dengan mengintegrasikan model Contextual Teaching and Learning (CTL) dan media Canva dalam pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus pembelajaran pada siswa kelas III SDN Sindangpalay. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi tes hasil belajar, observasi aktivitas pembelajaran, dan dokumentasi. Penerapan model CTL difokuskan pada pengintegrasian konsep pembelajaran dengan pengalaman kehidupan sehari-hari siswa melalui kegiatan diskusi, eksplorasi, dan pemecahan masalah yang diperkuat dengan penggunaan media Canva sebagai sarana visualisasi materi pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan model CTL yang didukung oleh media Canva terbukti mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan serta meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Siswa memperlihatkan pemahaman konsep yang lebih baik serta keterlibatan yang lebih tinggi dalam pembelajaran yang disajikan secara kontekstual dan visual. Media Canva membantu guru dalam menyajikan materi pembelajaran secara lebih jelas dan menarik dan berperan dalam memvisualisasikan konsep-konsep abstrak agar lebih mudah dipahami. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model CTL berbantu media Canva efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS yang bermakna dan berdampak positif terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik sekolah dasar pada materi komponen biotik dan abiotik.
PENGEMBANGAN JIWA WIRAUSAHA ISLAM MELALUI PROGRAM MARKET DAY DI SEKOLAH DASAR Achri Priyono; Asmaji Muchtar; Toha Makhshun
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.8923

Abstract

ABSTRAK Rendahnya jumlah wirausahawan di Indonesia menunjukkan pentingnya penanaman jiwa kewirausahaan sejak usia dini sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia yang mandiri, kreatif, dan berkarakter. Pada jenjang sekolah dasar, pengembangan kewirausahaan belum terakomodasi dalam mata pelajaran khusus sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran kontekstual yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Salah satu bentuk implementasi yang relevan adalah kegiatan market day, khususnya pada sekolah berbasis Islam yang menekankan internalisasi nilai-nilai kewirausahaan Islami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program market day serta perannya dalam mengembangkan karakter kewirausahaan Islami siswa di SDIT Harapan Bunda 2 Purwokerto. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek siswa kelas V dan VI, guru kelas, penanggung jawab program, serta orang tua. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, metode, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program market day berperan signifikan dalam mengembangkan karakter kewirausahaan Islami siswa, yang tercermin pada nilai kejujuran (shidiq), tanggung jawab (amanah), kerja keras (mujahadah), dan keadilan (‘adl) dengan tingkat ketercapaian berada pada kategori baik dan persentase di atas 80%. Temuan ini diperkuat melalui penyajian grafik ketercapaian nilai karakter, tabel persentase indikator, serta dokumentasi kegiatan sebagai bukti empiris. Dengan demikian, market day terbukti efektif sebagai strategi pembelajaran kontekstual berbasis pengalaman dalam menanamkan karakter kewirausahaan Islami pada siswa sekolah dasar. ABSTRACT Indonesia’s abundant natural resources present significant potential for entrepreneurship development; however, the proportion of entrepreneurs remains relatively low, highlighting the importance of cultivating entrepreneurial character from an early age through education. This study focuses on analyzing the implementation of the market day program and its role in developing Islamic entrepreneurial character among elementary school students at SDIT Harapan Bunda 2 Purwokerto. The research employs a descriptive qualitative approach, with purposively selected subjects consisting of fifth- and sixth-grade students actively involved in market day activities, classroom teachers, program coordinators, and parents. Data were collected through observations, semi-structured interviews, and documentation, and analyzed using interactive data analysis techniques involving data reduction, data display, and conclusion drawing, with data validity ensured through source, method, and time triangulation. The findings indicate that the market day program is implemented in a structured manner through four main stages: planning, production, selling, and evaluation. These stages effectively facilitate the internalization of Islamic entrepreneurial values, including honesty (shidiq), responsibility (amanah), hard work (mujahadah), and justice (‘adl). The results also show that sixth-grade students demonstrate higher levels of Islamic entrepreneurial character achievement compared to fifth-grade students, reflecting character reinforcement through sustained participation and experience. Overall, the study concludes that market day functions not only as a contextual economic learning activity but also as an effective experiential learning strategy for strengthening Islamic entrepreneurial character holistically at the elementary school level, thereby contributing both theoretically and practically to the development of character-based Islamic entrepreneurship education.
DESKRIPSI IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP PENGEMBANGAN LITERASI SAINS SISWA DI SDN WADAS IV KARAWANG Minerva Anindyta; Ahmad Subeki; Umi Habibahtul A’liyah; Kurniasari Ambar
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.8974

Abstract

This research aims to describe, analyze the contribution, and identify the supporting and inhibiting factors in the implementation of the Project-Based Learning PjBL model in developing students' scientific literacy at SDN Wadas IV Karawang. This qualitative study, utilizing a case study method, involved one fifth-grade science teacher and ten students. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model. The findings indicate that the teacher successfully implemented the PjBL steps systematically. Students actively participated in scientific activities (such as project design and presentation), resulting in products like scientific posters and alternative energy models, which made learning more meaningful. The application of PjBL proved effective in enhancing students' scientific literacy, particularly in the aspects of knowledge, skills (critical thinking and collaboration), and scientific attitude. Although constraints such as limited time and facilities were identified, teacher support and student enthusiasm served as the key success factors. It is concluded that the PjBL model is effective in developing the scientific literacy of elementary school students and is relevant for application within the Merdeka Curriculum, as it promotes active, collaborative, and contextual learning. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, menganalisis kontribusi, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasi model Project-Based Learning (PjBL) dalam pengembangan literasi sains siswa di SDN Wadas IV Karawang. Penelitian kualitatif dengan metode studi kasus ini melibatkan satu guru IPA kelas V dan sepuluh siswa. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berhasil melaksanakan langkah-langkah PjBL secara sistematis. Siswa aktif berpartisipasi dalam kegiatan ilmiah (misalnya merancang proyek dan presentasi), menghasilkan produk seperti poster ilmiah dan model energi alternatif, yang membuat pembelajaran lebih bermakna. Penerapan PjBL terbukti efektif meningkatkan literasi sains siswa, terutama pada aspek pengetahuan, keterampilan (berpikir kritis dan bekerja sama), dan sikap ilmiah. Meskipun ditemukan kendala pada keterbatasan waktu dan fasilitas, dukungan guru dan antusiasme siswa menjadi faktor kunci keberhasilan. Disimpulkan bahwa model PjBL efektif dalam mengembangkan literasi sains siswa sekolah dasar dan relevan diterapkan dalam Kurikulum Merdeka karena mendorong pembelajaran aktif, kolaboratif, dan kontekstual.    
TEACHERS' EFFORTS TO INCREASE ENGLISH LEARNING MOTIVATION THROUGH INTERACTIVE LEARNING Hafizatun Septi Arizky; Aufa Nabila; Adelia Salsabilla; Muhammad Aripin Ilham; Muhamad Hakim; Abdul Syahid
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.8975

Abstract

Low motivation and passive participation of students in English learning are significant challenges in developing communicative competence at the elementary school level. This study aims to improve student learning motivation through the implementation of interactive learning strategies that include educational games, group discussions, and the use of visual worksheets. Conducted using the Classroom Action Research (CAR) method at Sahabat Alam School, Palangka Raya, this study involved 21 fifth and sixth grade students through two cycles consisting of planning, implementation, observation, and reflection. Data collection was conducted through classroom observations, interviews, and tests to measure changes in learning behavior. The results showed a significant increase in all motivation indicators between Cycle I and Cycle II: student participation increased by 28% (from 58% to 86%), active speaking increased by 29% (from 52% to 81%), group cooperation grew by 28% (from 60% to 88%), and enthusiasm increased by 27% (from 63% to 90%). Qualitatively, students showed increased confidence and courage to interact in English without fear of mistakes. It was concluded that the integration of interactive learning tools effectively changed the classroom dynamics to be more lively and meaningful, so teachers were recommended to maintain this strategy to maintain the consistency of student motivation in the long term. ABSTRAK Rendahnya motivasi dan partisipasi pasif siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris menjadi tantangan signifikan dalam pengembangan kompetensi komunikatif di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui penerapan strategi pembelajaran interaktif yang meliputi permainan edukatif, diskusi kelompok, dan penggunaan lembar kerja visual. Dilaksanakan dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di Sekolah Sahabat Alam Palangka Raya, studi ini melibatkan 21 siswa kelas lima dan enam melalui dua siklus yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi kelas, wawancara, dan tes untuk mengukur perubahan perilaku belajar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator motivasi antara Siklus I dan Siklus II: partisipasi siswa meningkat sebesar 28% (dari 58% menjadi 86%), keaktifan berbicara naik 29% (dari 52% menjadi 81%), kerja sama kelompok bertumbuh 28% (dari 60% menjadi 88%), dan antusiasme meningkat 27% (dari 63% menjadi 90%). Secara kualitatif, siswa menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan keberanian untuk berinteraksi dalam bahasa Inggris tanpa rasa takut salah. Disimpulkan bahwa integrasi alat pembelajaran interaktif efektif mengubah dinamika kelas menjadi lebih hidup dan bermakna, sehingga guru direkomendasikan untuk mempertahankan strategi ini guna menjaga konsistensi motivasi siswa dalam jangka panjang.