cover
Contact Name
Dwi Sukma Donoriyanto
Contact Email
sukmadewi2004@gmail.com
Phone
+6289360133423
Journal Mail Official
juminten@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Rungkut Madya Gunung Anyar, Rungkut, Surabaya, (60294) Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Juminten : Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
ISSN : -     EISSN : 27214079     DOI : https://doi.org/10.33005/juminten.v2i2
Journal of Management Industry and Technology , National University of Veterans Development, East Java is a journal that effectively bridges the gap between academics, policy makers, and practitioners and connects various Industrial Engineering and Management communities. While the focus of the publication of this journal on Industrial Engineering and Management research includes: · Reverse Logistics Management · Global Supply Chain Management · Human Factors Engineering/Industrial Ergonomics · Risk Management · Operation Research/Optimization/Metaheuristics · Production Planning and Scheduling · Sustainable Manufacturing Systems · Management of Technology and Innovation · Quality Control and Management · Product Design and Development · Service Design and Management · Healt and Safety management · Cost Analysis Management/Financial Engineering · Business Process Engineering · Facility Design and Layout · Transportation Management · Information Management and Technology · Warehouse Management · Customer Relation Management
Articles 437 Documents
Perawatan Mesin Mixer Secara Preventive dengan Metode Modularity Design di Pt XYZ Az Zaim Zaky Suwondo; Endang Pudji Widjajati
JUMINTEN Vol 1 No 5 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.092 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v1i5.165

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur. PT. XYZ merupakan perusahaan nasional pertama yang memproduksi semen instan siap pakai (premixed mortar) dengan menggunakan mesin dan teknologi modern. Proses produksi pada perusahaan ini adalah continuous production. Maka apabila terjadi downtime pada salah satu mesin akan mengalami hambatan pada keseluruhan proses produksi. Dari pengecekan terhadap semua mesin yang ada didalam perusahaan setiap harinya, didapatkan mesin yang banyak mengalami kerusakan dan data downtime terbesar adalah Mixer. Jenis perawatan yang digunakan saat ini adalah perawatan korektif (corrective maintenance), dimana perbaikan akan dilakukan ketika telah terjadi kerusakan. Oleh karena itu tujuan dilakukan penelitian untuk memberikan usulan perawatan secara preventive maintenance dengan metode modularity design denga cara pengelompokan mesin berdasarkan fungsi, dengan harapan dapat mempermudah dalam proses penggantian komponen, mengurangi waktu downtime pada mesin produksi dan meminimalkan kerugian yang diakibatkan oleh kerusakan mesin.Dengan menerapkan preventive maintenance dengan metode modularity design didapatkan hasil total biaya perawatan sebesar Rp. 99.947.343,-. Hasil ini memiliki selisih Rp. 60.530.711,- lebih kecil dari total biaya perwatan corrective maintenance yang digunakan perusahaan saat ini yaitu Rp. 160.478.045,. Sesuai perhitungan, tingkat efisiensinya adalah sebesar 37,71% dan dapat disimpulkan bahwa metode yang diusulkan layak untuk diterapkan oleh perusahaan.
Pengembangan Produk Alat Pencuci Pakaian Secara Manual dengan Metode Design For Assembly (DFA) Emon Leonardo Nainggolan; Akmal Suryadi; Tranggono Tranggono
JUMINTEN Vol 1 No 5 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.948 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v1i5.169

Abstract

Pada dasarnya proses desain merupakan langkah awal dari proses manufaktur. Sebagaian besar biaya produksi ditentukan dalam proses desain dan perancangan. Jumlah komponen dan sistem perakitan yang diguanakan sangat berpengaruh terhadap biaya perakitan dan lama waktu perakitan. Setiap produk memiliki komponen – komponen penyusunnya. Antara lain dari bagian pertama merupakan dasar bentuk, ukuran dan tujuannya. Pada bagian kedua terdapat spesifikasi dari produk itu antara lain harga, bahan kemasan, kualitas, nama, jenis. Pada tahap pengembangan alat pencuci pakaian secara manual peneliti menggunakan analisis dengan metode DFA (Design For Assembly). Kesimpulan dari penelitian didapatkan hasil pengembangan produk alat pencuci secara manual diperoleh harga sebesar Rp. 544.000,00 sedangkan untuk produk awal sebelumnya dikembangkan memiliki harga relatif murah dari produk sebelumnya dengan selisih harga Rp. 26.500,00 atau 8,90 % dan berdasarkan pengembangan kapasitas pakaian pada produk sebelumnya kapasitas menampung pakaian 3 kg, maka pada produksi inovasi mampu menampung pakain 9 kg.
Analisa Kecacatan Produk Sepatu Kaki Tangga Aluminium dengan Metode Six Sigma (Studi Kasus UD. CP) Nur Kholik; Yustina Ngatilah; Erlina Purnamawaty
JUMINTEN Vol 1 No 6 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.169 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v1i6.172

Abstract

UD. Cahaya Plastik adalah perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur perusahaan ini memproduksi perlengkapan peralatan rumah tangga. Salah satu dari produk perusahaan ini adalah sepatu kaki tangga aluminium. Permasalahan yang sering muncul pada produk ini adalah masih tingginya defect yang terjadi pada produk sepatu kaki tangga aluminium yaitu mencapai 5%-6% dari total produksi. Jenis defect tersebut adalah berlubang, sobek, benjolan, meleleh, berrongga, dan meleleh dan berrongga. Berdasarkan permasalahan yang ada di perusahaan, maka dilakukan penelitian untuk menurunkan persentase defect pada produk dengan metode Six Sigma. Berdasarkan analisa perhitungan DPMO dan nilai sigma perusahaan yaitu nilai rata-rata DPMO sebesar 8705,201 dan nilai sigma sebesar 3,8773 menunjukkan bahwa produk sepatu kaki tangga aluminium termasuk dalam standart kualitas rata-rata industri di Indonesia. Dari hasil tersebut dilakukan analisa akar penyebabab kecacatan dengan menggunakan fishbone diagram yang mempunyai 5 faktor penyebab kecacatan yaitu manusia, metode, material, mesin, dan lingkungan. Setelah penyebab kecacatan diketahui maka dilakukan prioritas usulan rencana perbaikan. Dari hasil metode FMEA ini yang menjadi prioritas usulan perbaikan adalah memberikan pengawasan terhadap operator, memberikan pelatihan kepada operator, meningkatkan pengawasan pada hasil produksi, Melakukan perawatan terhadap mesin secara preventif, Mengendalikan mesin secara benar.
Analisa dan Perbaikan Kualitas Produk Mantel Roll Giling Tebu dengan Metode Six Sigma dan Fuzzy FMEA Studi Kasus PT. BIP Wahyu Setia Damayanti; Yustina Ngatilah
JUMINTEN Vol 1 No 5 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.611 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v1i5.177

Abstract

Pengendalian kualitas kini dianggap sebagai sustainable development untuk mendukung keberlangsungan jangka panjang suatu perusahaan. Begitu pula pada Pabrik Peralatan Industri Agro PT. BIP dimana 60% dari produk yang di produksi adalah komponen mantel roll giling tebu. Komponen Mantel Roll Gilingan yang diproduksi sendiri memiliki beberapa jenis cacat seperti Keropos, sinter, mismachining dan crack yang mencapai hingga 30 % dari total produksi sejumlah 358 unit. Dengan presentase defect tertinggi mismachining yaitu sebesar 38,63 %. Berdasarkan analisa hasil penelitian dengan metode six sigma dari rata-rata DPMO sebesar 30244 nilai sigma yang dihasilkan adalah 3,36 atau sekelas dengan rata-rata industri di Indonesia. Dengan analisis menggunakan Root Cuse Analysis (RCA), dan perhitungan FRPN mengidentifikasi faktor Penyebab yang paling dominan menyebabkan Defect adalah Waktu penahanan panas pada dapur krimp yang tidak terjadwal dengan nilai FRPN tertinggi yakni sebesar 6,012157897. Maka berdasarkan mode kegagalan yang terjadi,Usulan perbaikan yang dapat diberikan untuk mengurangi defect crack adalah dengan menjadwalkan waktu penahanan panas pada saat proses Assembly.
Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Kualitas Pelayanan di Viva Beauty Center dengan Metode Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA) Shindytya Hari Pratiwi; Budi Santoso
JUMINTEN Vol 1 No 6 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.902 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v1i6.178

Abstract

Kualitas pelayanan dapat diartikan sebagai upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen serta ketepatan penyampaiannya dalam mengimbangi harapan konsumen. Kualitas pelayanan dapat diketahui dengan membandingkan persepsi konsumen atas pelayanan yang mereka terima dengan pelayanan yang diharapkan terhadap atribut-atribut pelayanan suatu perusahaan. Jika jasa yang diterima atau dirasakan sesuai dengan yang diharapkan, maka kualitas pelayanan dipersepsikan baik dan memuaskan, jika jasa yang diterima melampaui harapan konsumen, maka kualitas pelayanan dipersepsikan sangat baik dan berkualitas. Sebaliknya jika jasa yang diterima lebih rendah dari yang diharapkan, maka kualitas pelayanan dipersepsikan buruk. Pada penelitian ini penulis melakukan analisis kepuasan konsumen dengan metode CSI (Customer Satisfaction Index) pada Viva Beauty Center Surabaya guna mengetahui tingkat kepuasan konsumen. Dengan menggunakan metode CSI didapatkan indeks kepuasan pelanggan sebesar 69,64% yang menggambarkan pelanggan Viva Beauty Center puas atas jasa pelayanan tersebut. Namun masih perlu dilakukan perbaikan lagi agar indeks kepuasan pelanggan bisa mendekati 100% demi mencapai loyalitas pelanggan. Untuk mengetahui atribut apa saja yang perlu diperbaiki dilakukan analisis Importance Performance Analysis (IPA) yang menghasilkan beberapa atribut yang harus diperbaiki yakni atribut C1, E4, C2 yang berada di kuadran A dan A2, A4, B1, D1, D2, E1 yang ada dikuadran C.
Analisis Faktor Lingkungan Kerja Fisik dan Penentuan Waktu Istirahat Kerja di PT. XYZ Azhar Muhammad Nurdin; Rusindiyanto Rusindiyanto; Joumil Aidil Saifudin
JUMINTEN Vol 1 No 6 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.949 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v1i6.179

Abstract

Lingkungan kerja fisik dan kelelahan kerja merupakan aspek yang mempengaruhi performa tubuh dalam produktivitas kerja. Kedua aspek tersebut harus memiliki kondisi yang ergonomis dan sesuai dengan standar atau nilai ambang batas. Lingkungan kerja fisik meliputi pencahayaan, kelembaban, kebisingan, dan temperatur. Presentase cardiovascular load (CVL) diukur untuk mengetahui tingkat kelelahan pada pekerja. Kelelahan pada pekerja akan diperbaiki dengan penentuan waktu istirahat kerja. Kondisi lingkungan kerja fisik yang ergonomis pada area By Product Packing akan didapatkan apabila pencahayaan di area tersebut disesuaikan dengan standar minimal yang telah ditetapkan dan penambahan alat bantu seperti kipas angin dan exhaust udara diperbanyak agar sirkulasi udara di lokasi pekerja dapat berjalan dengan baik. Lalu, waktu istirahat kerja sebaiknya diterapkan pada pekerja By Product Packing sesuai dengan konsumsi energi rata-rata pekerja. Sehingga, perhitungan waktu istirahat kerja (Rest Period) dengan waktu kerja 8 jam/hari istirahat kerja dilakukan setiap 1 (satu) jam selesai melaksanakan pekerjaan dengan waktu istirahat kerja selama 20,7 menit setiap istirahat.
Analisis Ekonomi Penggantian Tenaga Manusia dengan Mesin Pada Pekerjaan Mengangkut Bahan Baku di Bagian Gudang PT. XYZ Abdul Kadir; Sunardi Sunardi; M T Safirin
JUMINTEN Vol 1 No 6 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.668 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v1i6.185

Abstract

PT.XYZ adalah perusahaan manufaktur yang bergerak dibagian produksi tepung beras putih dan tepung ketan putih dengan merek “Rose Brand”. Permasalahan yang dihadapi PT.XYZ adalah pada proses pengangkatan bahan baku dari truck kontainer menuju gudang yang masih menggunakan tenaga manusia sebanyak 20 orang pengangkat dan pekerja tersebut bekerja dalam 1 hari selama 8 jam. Setiap orang mengangkat 1 karung dengan berat 50 Kg/karung. Jumlah dan berat yang diangkat membutuhkkan waktu yang lebih lama pekerjaan jadi tidak efektif, sehingga dengan menggunakan tenaga manusia untuk memindahkan bahan baku mudah menimbulkan rasa lelah dan juga resiko kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan secara ekonomi dalam penggantian tenaga manusia dengan mesin pada pekerjaan mengangkut bahan baku digudang PT.XYZ. Dalam menentukan kelayakan secara ekonomi yang lebih layak untuk dilakukan, maka dalam penelitian ini dilakukan analisis serta perhitungan kelayakan ekonomi dengan perhitungan NPV(Net Present Value), BCR(Benefit Cost Ratio), PBP(PayBack Periode), ROI(Return On Investment). Hasil perhitungan kelayakan ekonomi dari penelitian ini adalah nilai NPV= Rp.1.180.910.575>0, nilai BCR= 3,36>1, nilai PBP= 1,1<N (5 tahun), nilai ROI= 87,18%>MARR (14%). Dari hasil perhitungan kelayakan ekonomi maka dapat dikatakan penggantian menggunakan mesin forklift fisibel secara ekonomi dan penggantian dapat dilakukan.
Penentuan Jumlah Teller Berbasis Beban Kerja dengan Metode Full Time Equivalent (FTE) di PT.Bank Jatim. Rama Adi; Rusindiyanto Rusindiyanto
JUMINTEN Vol 1 No 6 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.784 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v1i6.187

Abstract

Bank Jatim sebagai salah satu bank terkemuka di Indonesia sangat memperhatikan kepuasan nasabahnya. Hal ini diwujudkan salah satunya melalui inovasi yang tiada henti, baik dalam hal produk maupun layanan. Banyaknya jumlah transaksi di Bank Jatim membuat teller mengalami beban kerja yang berlebih, sehingga teller terlalu sibuk dan mudah mengalami kelelahan. Hal itu akan berdampak juga pada kinerja dari teller itu sendiri. Sehingga dalam upaya meningkatkan kepercayaan dan kepuasan konsumen, beban kerja dari teller harus dapat dioptimalkan dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, dibutuhkan analisis beban kerja yang bertujuan untuk mengetahui jumlah jam kerja produktif dan tidak produktif yang dilakukan selama teller beraktivitas. Metode yang tepat untuk menyelasaikan masalah tersebut adalah menggunakan metode Full Time Equivalent.. Dari hasil penelitian Beban kerja Teller Loket di PT. Bank Jatim Surabaya, untuk Teller 1 memiliki beban kerja sebesar 1,46 dinyatakan Overload, Teller 2 memiliki beban kerja sebesar 1,47 dinyatakan Overload, Teller 3 memiliki beban kerja sebesar 1,48 dinyatakan Overload, Teller 4 memiliki beban kerja sebesar 1,48 dinyatakan Overload, Teller 5 memiliki beban kerja sebesar 1,41 dinyatakan Overload, Teller 6 memiliki beban kerja sebesar 1,29 dinyatakan Overload, Teller 7 memiliki beban kerja sebesar 1,27 dinyatakan Normal, Teller 8 memiliki beban kerja sebesar 1,24 dinyatakan Normal, Teller 9 memiliki beban kerja sebesar 1,24 dinyatakan Normal, Teller 10 memiliki beban kerja sebesar 1,23 dinyatakan Normal, dengan total beban kerja seluruh Teller tersebut sebesar 13,57 dan nilai rata-rata seluruh Teller tersebut sebesar 1,357. Jumlah Teller shift pagi di PT. Bank Jatim Surabaya ada 10 Teller , agar menjadi optimal maka dilakukan penambahan 3 Teller menjadi 13 Teller, sehingga nilai rata-rata beban kerja sebesar 1,04 atau normal karena berada antara 1-1,28
Analisis Kepuasan Pelanggan Menggunakan Metode Servqual dan Merancang Strategi Pemasaran dengan Metode SWOT pada Restoran XYZ Andika Bayu Nugroho; Didi Samanhudi
JUMINTEN Vol 1 No 5 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.588 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v1i5.188

Abstract

Restoran XYZ menawarkan berbagai sajian menu yang menjadi pelopor dari restoran dan produk sejenis di Kota Surabaya sejak tahun 2017. Permasalahan yang dihadapi saat ini dirasa minat beli di Restoran XYZ menurun 27%, beberapa indikasi di rasa menjadi faktor menurunnya minat beli. Berdasarkan permasalahan service quality (servqual) dan SWOT adalah metode yang digunakan. Metode servqual digunakan untuk mengukur kepuasan pelanggan sedangkan SWOT digunakan untuk merumuskan strategi pemasaran yang akan di terapkan perusahaan. Hasil yang di dapat dengan metode servqual, adanya kesenjagan presepsi dan harpan terhadap lima dimensi kepuasan pelanggan serta lima atribut yang ditunjukan oleh nilai atribut negatif yang dapat menibulkan permasalahan. Sesuai perhitungan kepuasan pelanggan didapat nilai kesenjangan yang positif. Dari nilai tersebut dapat di ketahui bahwa kepuasan yang dirasakan oleh konsumen restoran xyz adalah cukup baik. Dari hasil analisa SWOT didapatkan strategi ST (Strength dan Threats) yang berisikan menghasilkan strategi meningkatkan promosi, pembacaan tren atau fenomena, Memperluas jaringan dengan membuka cabang atau pop up store memaksimalkan penjualan online, mempertahankan cita rasa khas.
Perencanaan Proyek Dalam Meningkatkan Efisiensi dan Efektifitas Jalan Tol Tebangi Besar-Kayu Agung Lampung dengan Metode PERT dan CPM di PT WK Pada Pengerjaan Proyek Rizki Setiawan; Handoyo Handoyo
JUMINTEN Vol 2 No 1 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.264 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v2i1.191

Abstract

Penelitain ini bertujuan untuk mengetahui metode pert dan cpm pada proyek jalan tol terbangi besar kayu agung dari penyelesaian yang dijadwalkan semula 238 hari sehingga lebih efisien 119 hari lebih awal dari yang dijadwalkan. Dengan demikian lebih efektif 50% dari waktu yang ditetapkan Perencanaan Proyek Pembangunan Jalan Tol Terbangi besar-Kayu agung Lampung memiliki waktu normal pengerjaan selama 238 hari dengan biaya total Rp 39,349,097,164.38. Setelah dilakukan percepatan dengan metode time cost trade off, waktu dan biaya proyek mengalami penurunan. Percepatan yang dilakukan menggunakan dua alternatif tersebut dilakukan hingga mencapai lintasan kritis jenuh. Alternatif yang pertama yaitu penambahan shift kerja menghasilkan biaya total akhir Rp 39,154,229,627.03 dengan waktu selesai proyek 119 hari. Dibandingkan dengan kondisi normalnya, alternatif tersebut lebih menghemat waktu selama 119 hari dengan selisih biaya Rp 194,867,537.35. Sedangkan untuk alternatif penambahan kapasitas alat mempunyai selisih waktu 49 hari dengan menghemat biaya sebesar Rp 143,350,087.94.

Page 9 of 44 | Total Record : 437


Filter by Year

2020 2023


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 2 (2023): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol 4 No 1 (2023): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol. 4 No. 1 (2023): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol. 3 No. 3 (2022): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol 3 No 3 (2022): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2022): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol 3 No 2 (2022): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol 3 No 1 (2022): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2022): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol 2 No 6 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol. 2 No. 6 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol 2 No 5 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol. 2 No. 5 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol. 2 No. 4 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol 2 No 4 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol. 2 No. 3 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol 2 No 3 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol 2 No 2 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol 2 No 1 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol. 2 No. 1 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol. 1 No. 6 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol 1 No 6 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol 1 No 5 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol. 1 No. 5 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol. 1 No. 4 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol 1 No 4 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol 1 No 3 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol. 1 No. 3 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol 1 No 2 (2020): JUMINTEN Vol 1 No 2 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol. 1 No. 2 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol 1 No 1 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol. 1 No. 1 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi More Issue