cover
Contact Name
Meinia Prasyesti Kurniasari
Contact Email
meiniaprasyesti@fisip.unair.ac.id
Phone
+62315034015
Journal Mail Official
palimpsest@fisip.unair.ac.id
Editorial Address
Departemen Informasi dan Perpustakaan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Kampus B, Universitas Airlangga Jalan Dharmawangsa Dalam, Surabaya 60286, Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Palimpsest: Jurnal Ilmu Informasi dan Perpustakaan
Published by Universitas Airlangga
Palimpsest: Jurnal Ilmu Informasi dan Perpustakaan (p-ISSN: 2086-0994) (e-issn: 2745-6862) is open access, peer-reviewed and scientific journal published by Department of Information and Library Science, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Airlangga. The objective of Palimpsest: Jurnal Ilmu Informasi dan Perpustakaan is to publish outstanding and original articles which advance the theoretical understanding of, and promote and report empirical research about the widest range of library and information science topics. The journal encourages, and welcomes, submission of papers which report findings using, research study, literature study, and book review. We are committed to ensuring that advertising, reprint or other commercial revenue has no impact or influence on editorial decisions. Our main goal is to disseminate current and original articles from researchers and practitioners on various. Focus and Scope Palimpsest: Jurnal Ilmu Informasi dan Perpustakaan receives manuscripts from both original and literature reviews in the field of library and information science. - Library - Information Society - Data Science - Library Management - Information and Disability - Information Management - Archives and Documentation - Information Policies - Information Behaviour
Articles 60 Documents
Systematic Literature Review: Social Media Implementation as A Tools of Knowledge Sharing Ludi Tiara, Ayunda Trisna; Tamara Adriani Salim; Muhamad Prabu Wibowo
Palimpsest: Jurnal Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol. 15 No. 1 (2024): PALIMPSEST: JURNAL ILMU INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/pjil.v15i1.54603

Abstract

Latar belakang: Saat ini, media sosial menjadi platform canggih yang dapat memfasilitasi komunikasi dan berbagi pengetahuan mulai dari tingkat pribadi hingga organisasi. Berbagi pengetahuan melalui media sosial memberikan manfaat yang dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi di suatu organisasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih dalam mengenai penerapan media sosial sebagai sarana knowledge sharing di lihat dari aspek jenis media sosial yang digunakan, aktivitas pada media sosial, dan tantangan dalam menggunakan media sosial sebagai sarana knowledge sharing. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk mengumpulkan dan meninjau studi terhadap penelitian, artikel, jurnal yang terbit pada tahun 2018-2023. Analisis dilakukan pada delapan artikel yang mengungkapkan pemanfaatan media sosial untuk berbagi pengetahuan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial sebagai sarana untuk knowledge sharing dinilai efektif karena dapat menjangkau banyak masyarakat yang terkendala oleh jarak, media sosial juga banyak digemari oleh berbagai kalangan masyarakat dari usia muda  sampai usia lanjut. Media sosial dapat digunakan sebagai sarana untuk berbagi pengetahuan. Kesimpulan: Jenis media sosial yang paling banyak digunakan sebagai sarana knowledge sharing adalah Facebook.   Background: Currently, social media has become a sophisticated platform that can facilitate communication and information sharing or knowledge sharing from personal to organizational levels. Sharing knowledge through social media provides benefits that can enhance the effectiveness and efficiency within an organization. Purpose: The main aim of this research is to provide a deeper understanding of the application of social media as a means of knowledge sharing in terms of the type of social media used, activities on social media, and challenges in using social media as a means of knowledge sharing. Methods: This research uses the Systematic Literature Review (SLR) method to collect and review studies on research, articles and journals published in 2018-2023. The analysis was conducted on eight articles that elucidate the utilization of social media for knowledge sharing. Results: The results of this research reveal that the use of social media as a means for knowledge sharing is considered effective because it can reach many people who are constrained by distance, social media is also popular with various groups of people from young to old age as a suggestion for knowledge sharing. Conclusion:The type of social media that is most widely used as a means of knowledge sharing is Facebook.
Development of Audiobook Collections in Digital Libraries as a Gateway to Information for Blind Readers Salsa Bela
Palimpsest: Jurnal Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol. 15 No. 1 (2024): PALIMPSEST: JURNAL ILMU INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/pjil.v15i1.55035

Abstract

Latar belakang: Perpustakaan memilki peran penting dalam memenuhi kebutuhan informasi penggunanya tanpa terkecuali termasuk masyarakat berkebutuhan khusus. Penelitian ini berfokus pada kebutuhan informasi kelompok disabilitas tunanetra. Kelompok tunaetra adalah individu yang memiliki keterbatasan dalam hal penglihatan sehingga tidak dapat menerima informasi dalam bentuk visual. Oleh karena itu, diperlukan media lain agar mereka mampu menerima informasi, salah satunya melalui buku audio atau audiobook. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan koleksi audiobook pada perpustakaan, manfaat audiobook, serta hambatan dan tantangan yang dihadapi oleh perpustakaan dalam mengembangkan buku audio. Metode: Metode dalam penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Hasil: Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah pengembangan audiobook dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu dengan menyalakan alat perekam kemudian narator membaca isi buku atau dengan bantuan teknologi text to speech. Kesimpulan: Manfaat dari hadirnya media audiobook yaitu dapat menjembatani kebutuhan informasi kelompok tunanetra, meningkatkan minat baca masyarakat umum, meningkatkan keterampilan pengguna tunanetra dalam menggunakan teknologi informasi, serta membantu melestarikan koleksi bersejarah melalui proses alih media. Namun di sisi lain, terdapat beberapa hambatan dan tantangan dalam mengembangkan koleksi perpustakaan berbasis audiobook, diantaranya: masih minimnya kelompok tunanetra yang melek teknologi, sulitnya memperoleh akses untuk alih media, kurang efektinya penggunaan suara audiobook yang dikeluarkan oleh mesin, dan dikhawatirkan adanya audiobook ini membuat masyarakat malas membaca koleksi cetak atau braillenya sehingga bisa berdampak pada kebutaan huruf.   Background: Libraries have an important role in meeting the information needs of their users without exception, including the information needs of people with special needs. This research focuses on the information needs of the blind disability group. The blind group is individuals who have limited vision so they cannot receive information in visual form. Therefore, other media are needed so that they are able to receive information, one of which is through audiobooks. Objective: This research aims to determine the development of audiobook collections in libraries, the benefits of audiobooks, as well as the challenges and obstacles faced by libraries in developing audiobooks. Methods: The method in this research uses the literature study method. Results: The results obtained from this research are that audiobook development can be done in two ways, namely by turning on the recording device and then the narrator reading the contents of the book or with text to speech technology. Conclusion: The benefits of the presence of audiobook media are that it can bridge the information needs of blind groups, increase the general public's interest in reading, improve the skills of blind users in using information technology, and help preserve historical collections through the media transfer process. However, on the other hand, there are several obstacles and challenges in developing audiobook-based library collections, including: the lack of technology-literate blind groups, the difficulty of gaining access to convert print collections to digital audio, the lack of effective use of audiobook sounds produced by machines, causing these audiobooks make people lazy about reading their print or braille collections, which can have an impact on illiteracy.
User Satisfaction with YARSI University Library Layout Prakoso, Ario Adi; Aliifah Putri Pravity; Nita Ismayati; Aya Yahya Maulana
Palimpsest: Jurnal Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol. 15 No. 1 (2024): PALIMPSEST: JURNAL ILMU INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/pjil.v15i1.57296

Abstract

Latar belakang: Salah satu aspek yang sangat penting dalam menunjang layanan perpustakaan adalah tata ruang, guna menunjang kenyamanan para pemustaka di perpustakaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kepuasan pemustaka terhadap tata ruang perpustakaan Universitas YARSI. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif. Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner, didukung dengan data sekunder yaitu observasi dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas YARSI. Teknik pengambilan sampel dengan metode stratified random sampling, yaitu pemisahan populasi ke dalam beberapa strata sesuai dengan fakultas. Sehingga sampel yang didapat adalah 100 responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemustaka Perpustakaan Universitas YARSI secara keseluruhan merasa puas dengan tata ruang yang ada. Dapat dilihat pada hasil rekapitulasi kepuasan pemustaka dengan skor rata-rata 4,07. Nilai tersebut termasuk dalam kategori puas. Adapun beberapa hal yang menjadi harapan para pemustaka, diantaranya penyediaan toilet dan tempat shalat, disediakan area makan atau diperbolehkan untuk membawa makan dan minum ke ruang diskusi. Penambahan ruang diskusi serta pemilihan furniture dan penataan yang lebih fleksibel agar menghasilkan area diskusi dan pertemuan yang lebih luas. Kesimpulan: Tingkat kepuasan mahasiswa masuk dalam kategori puas. Pemustaka berharap adanya penambahan akses masuk, guna mempermudah para pemustaka memasuki area perpustakaan dari lantai-lantai yang disediakan, namun belum dibuka. Hasil penelitian ini dapat menjadi rekomendasi dalam pengembangan perpustakaan kedepannya.   Background: One essential aspect of supporting library services is interior design, to support the comfort of the users in the library. Purpose: This study aims to analyze how user satisfaction with the layout of the YARSI University library. Methods: The results of this study can be a recommendation in future library development. This research is a quantitative research with descriptive statistical analysis. Primary data collection using questionnaires, supported by secondary data, namely observation and documentation. The population in this study were students of YARSI University. The sampling technique used stratified random sampling method, which is the separation of the population into several strata according to the faculty. So that the sample obtained is 100 respondents. Results: The results showed that YARSI University Library users as a whole were satisfied with the existing layout. It can be seen in the recapitulation of user satisfaction with an average score of 4.07. This value is included in the satisfied category. As for some things that become the expectations of the users, including the provision of toilets and places of prayer, provided a dining area or allowed to bring food and drink to the discussion room. The addition of discussion rooms as well as the selection of furniture and a more flexible arrangement in order to produce a wider discussion and meeting area. Conclusion: The level of student satisfaction is in the satisfied category. Users hope that there will be additional entrance access, to make it easier for users to enter the library area from the floors provided, but they have not yet been opened. The results of this research can be used as recommendations for future library development.
Bibliometric Analysis of Internet of Things (IoT) Applications in Business Srikandina, Dita; Anwar, Rully Khairul; Rohman, Asep Saeful
Palimpsest: Jurnal Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol. 15 No. 1 (2024): PALIMPSEST: JURNAL ILMU INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/pjil.v15i1.57459

Abstract

Latar belakang: Internet of Things (IoT) yang diciptakan oleh Kevin Ashton pada tahun 1999 memiliki peran yang besar dalam konteks bisnis. IoT dapat dilihat menawarkan solusi serta peningkatan yang disesuaikan dengan kebutuhan pada berbagai sektor industri bisnis seperti, pemasaran, kesehatan, keuangan, perbelanjaan, transportasi dan logistik, dan sektor bisnis lainnya. Penerapan IoT pada berbagai sektor bisnis telah menjadi area penelitian yang dinamis dan terus berkembang. Inovasi terkini dalam bidang ini memperlihatkan potensi besar untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan pengelolaan sumber daya, dan menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih personal. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk menggali lebih dalam sejauh mana perkembangan dan dampak penelitian pada bidang penerapan IoT dalam bisnis. Metode: Penelitian ini menggunakan analisis bibliometrik. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa publikasi ilmiah pada bidang IoT dalam bisnis meningkat cukup pesat dalam rentang waktu tahun 2013 sampai dengan tahun 2022. Namun, publikasi ilmiah pada bidang IoT dalam bisnis juga mengalami penururan dalam rentang waktu tahun 2022 ke tahun 2023. Jurnal IEEE Access menjadi jurnal yang paling produktif mempublikasikan artikel ilmiah pada bidang IoT dalam bisnis sebanyak 106 artikel. Peneliti yang paling produktif berkontribusi pada bidang penelitian IoT dalam bisnis adalah Wang X. dengan publikasi ilmiah sebanyak 24 artikel. Tiongkok menjadi negara yang paling banyak berkontribusi mempublikasikan artikel ilmiah dalam bidang IoT dalam bisnis, diikuti oleh India serta Amerika Serikat, dan Britania Raya. Selain itu, kata yang paling banyak muncul pada penelitian IoT dalam bisnis adalah "internet of things” dengan presentase kemunculan sebesar 24%. Kesimpulan: Dengan memahami tren dan temuan ini, para peneliti dan pengusaha dapat mengidentifikasi peluang untuk inovasi yang lebih besar dan penggunaan IoT yang lebih efektif dalam bisnis. Selain itu, temuan ini dapat membantu pembuat kebijakan mengembangkan strategi untuk mendorong penelitian dan penggunaan teknologi IoT di berbagai sektor bisnis.   Background: The Internet of Things (IoT), which was created by Kevin Ashton in 1999, has a big role in the business context. IoT integration can be seen to offer solutions and improvements tailored to the needs of various business industry sectors such as marketing, health, finance, entertainment, transportation and logistics, and other business sectors. The application of the IoT in various business sectors has become a dynamic and growing research area. Recent innovations in this area show great potential to improve operational efficiency, optimize resource management, and create a more personalized customer experience. Purpose: This study aims to explore further the development and impact of research in the field of applying the IoT in business. Methods: This research uses bibliometric analysis. Results: The results of the analysis show that scientific publications in the field of IoT in business increased quite rapidly in the period from 2013 to 2022. However, scientific publications in the field of IoT in business also experienced a decline in the period from 2022 to 2023. Journal IEEE Access is the most productive journal publishing scientific articles in the field of IoT in business with 106 articles. The researcher who most productively contributed to the field of IoT research in business is Wang X. with scientific publications of 24 articles. China is the country that contributes the most to publishing scientific articles in the field of IoT in business, followed by India, the United States, and the United Kingdom. Apart from that, the word that appears most often in research on the IoT in business is "internet of things" with an appearance percentage of 24%. Conclusion: By understanding these trends and findings, researchers and business owners can identify opportunities for greater innovation and more effective use of the IoT in business. In addition, these findings can help policymakers develop strategies to encourage research and use of IoT technologies across different business sectors.
Assessing the Integrity: A Study on the Information Quality of GLAM Video Review in Social Media Platforms Instagram, TikTok, and YouTube Netta Fitri Adeli; Niken Pramusita Widyaningrum
Palimpsest: Jurnal Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol. 15 No. 1 (2024): PALIMPSEST: JURNAL ILMU INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/pjil.v15i1.58430

Abstract

Latar belakang: Video ulasan GLAM (galeri, perpustakaan, pusat arsip, dan musium) menjadi salah satu bentuk pertimbangan pemenuhan informasi yang dibutuhkan pengguna, di mana kemudahan akses ulasan melalui media digital khususnya media sosial sangat mudah didapatkan saat ini. Dengan banyaknya informasi yang beredar khususnya dalam bentuk video ulasan GLAM di media sosial menyebabkan pembentukan pertimbangan pemenuhan informasi dengan basis kualitas informasi yang diterima. Semakin berkualitas informasi yang diterima maka pemenuhan informasi untuk tujuan pengguna akan semakin maksimal. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kualitas informasi video ulasan GLAM di media sosial Instagram, TikTok, dan YouTube berperan pada pemenuhan informasi pengguna. Penelitian ini juga didasarkan pada model kualitas informasi Emamjome dkk. (2013) yang membagi dimensi kualitas informasi menjadi 3 dimensi yaitu kualitas intrinsik, kualitas representasional, dan kualitas kontekstual. Metode: Metode penelitian yang digunakan dalam proses analisis menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan skala likert mampu memberikan gambaran dan uraian mengenai suatu keadaan dengan jelas. Pengumpulan data melalui kuesioner oleh 100 responden mahasiswa Surabaya dengan rentang usia 18-24 tahun yang menggunakan media sosial Instagram, TikTok, dan YouTube dan memenuhi kriteria penelitian didapati. Hasil: Hasil seluruh perhitungan yang diperoleh dari rata-rata seluruh dimensi termasuk pada kategori tinggi. Kesimpulan: Kualitas informasi video ulasan GLAM di media sosial memiliki 3 dimensi meliputi kualitas intrinsik, kualitas representasional, dan kontekstual, yang mana keseluruhannya memiliki hasil temuan dengan persentase tinggi, sehingga berhasil memberikan informasi GLAM sesuai dengan kenyataannya dan mampu memenuhi kebutuhan informasi para pengguna.   Background: Video reviews of GLAM (galleries, libraries, archive centers, and museums) are a form of consideration for the fulfillment of information users need, where easy access to reviews through digital media, especially social media, is effortless to obtain today. The amount of information circulating, especially in the form of GLAM video reviews on social media, causes information fulfillment considerations based on the quality of information received. The more quality information is received, the more information fulfillment for user goals will be maximized. Purpose: This study aims to know how the information quality of GLAM video reviews on social media (Instagram, TikTok, and YouTube) plays a role in user information fulfillment. This study is also based on Emamjome, et al. (2013) information quality model, which divides information quality into three dimensions: intrinsic quality, representational quality, and contextual quality. Methods: The research method used in the analysis process, using descriptive methods with a quantitative approach with a Likert scale can provide a clear picture and description of a situation. Data collection through questionnaires by 100 Surabaya student college respondents with an age range of 18-24 years who use social media (Instagram, TikTok, and YouTube) and meet the research criteria were obtained. Results: The results of all calculations obtained from the average of all dimensions are in the high category. Conclusion: The information quality of GLAM video reviews on social media has three dimensions, including intrinsic quality, representational quality, and contextual quality, all of which have high percentage results, thus successfully providing GLAM information per reality and being able to meet the information needs of users.
Evolution of E-Journal Usability Using Usability Testing at Library of UIN Sunan Ampel Surabaya Sasmita, Amira Oribia Wanda
Palimpsest: Jurnal Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol. 15 No. 2 (2024): PALIMPSEST: JURNAL ILMU INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/pjil.v15i2.59556

Abstract

Latar belakang: Evaluasi database diperlukan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan sebagai dasar perbaikan layanan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketergunaan e-journal Springer dan Cambridge Core di Perpustakaan UIN Sunan Ampel Surabaya serta rekomendasi perbaikan layanan e-journal. Evaluasi dinilai berdasarkan variabel usability testing yaitu learnability, efficiency, memorability, errors, dan satisfaction dari Jakob Nielsen. Metode: Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui survei. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling atau sampling acak berstratifikasi, dengan populasi sebanyak 5.703 orang dan tingkat signifikansi 5%. Sampel yang dipilih sebanyak 173 responden, yang terdiri dari dosen dan mahasiswa tingkat akhir angkatan 2019. Data survei dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan menggunakan SPSS 23 for windows. Pemaknaan nilai rata-rata atau mean berdasarkan pedoman penafsiran. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan bahwa keseluruhan tingkat ketergunaan database e-journal Springer dan Cambridge Core adalah 3.70 yang memiliki arti bahwa database e-journal Springer dan Cambridge Core mudah untuk untuk digunakan dan memuaskan. Evaluasi secara parsial menunjukkan nilai learnability sebesar 3.73, efficiency sebesar 3.70, memorability sebesar 3.59, errors sebesar 3.64, dan satisfaction sebesar 3.88. Satisfaction menjadi atribut ketergunaan tertinggi dengan nilai 3.88, sementara memorability merupakan atribut dengan nilai terendah yakni 3.59 Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa database e-journal Springer dan Cambridge Core mudah dipelajari, efisien, jarang terjadi kesalahan, dan membantu pemustaka dalam pencarian informasi akademik secara efektif. Hasil ini menunjukkan bahwa database ini mendukung kegiatan akademis pemustaka sesuai konsep usability oleh Jakob Nielsen.   Background: Database evaluation is needed to find out the advantages and disadvantages as a basis for service improvement. Purpose: The main aim of this research is to provide a deeper understanding of the application of social media as a means of knowledge sharing in terms of the type of social media used, activities on social media, and challenges in using social media as a means of knowledge sharing. Methods: This study applies a quantitative descriptive approach using primary data collected through surveys. The sampling technique used is stratified random sampling, with a population of 5703 people and a significance level of 5%. The sample selected was 173 respondents, consisting of lecturers and final year students of the class of 2019. The survey data was analyzed using descriptive statistics using SPSS 23 for windows. The meaning of the mean value is based on interpretation guidelines. Results: The evaluation results show that the overall usability level of Springer and Cambridge Core e-journal databases is 3.70, which means that Springer and Cambridge Core e-journal databases are easy to use and satisfactory. The partial evaluation showed a learnability score of 3.73, efficiency of 3.70, memorability of 3.59, errors of 3.64, and satisfaction of 3.88. Satisfaction is the highest usability attribute with a value of 3.88, while memorability is the attribute with the lowest value of 3.59. Conclusion: Based on the results of the analysis, it is concluded that the Springer and Cambridge Core e-journal databases are easy to learn, efficient, rarely make errors, and help users in searching for academic information effectively. These results show that this database supports the academic activities of users according to the concept of usability by Jakob Nielsen.
Students' Perception of the New Interior Design of Griya Pustaka Library SMAN 1 Babakan Cirebon Regency Gunawan, Rian
Palimpsest: Jurnal Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol. 15 No. 2 (2024): PALIMPSEST: JURNAL ILMU INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/pjil.v15i2.60027

Abstract

Latar belakang: Sebagian perpustakaan sekolah masih dihadapkan dengan persoalan tentang sedikitnya jumlah kunjungan siswa. Salah satu faktor pengaruhnya adalah kondisi fisik ruangan perpustakaan yang kurang menarik dan tidak nyaman. Perpustakaan tidak cukup hanya dengan memberikan pelayanan yang baik atau koleksi yang begitu lengkap, tetapi juga harus memperhatikan ruangan perpustakaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi siswa tentang desain interior baru Perpustakaan Griya Pustaka SMAN 1 Babakan yang ditinjau dari elemen tata ruang, warna, pencahayaan, sirkulasi udara, dan tata suara. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, wawancara, observasi, dan studi pustaka. Jumlah sampel yang ditetapkan adalah sebanyak 93 responden. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi siswa tentang desain interior baru Perpustakaan Griya Pustaka SMAN 1 Babakan yang dilihat dari elemen desain interior berupa tata ruang, warna, pencahayaan, sirkulasi udara, dan tata suara memperoleh rata-rata skor 3,08 yang masuk pada kategori puas. Warna menjadi indikator dengan perolehan skor tertinggi yaitu sebesar 3,24, sedangkan tata suara menjadi indikator dengan perolehan skor terendah yaitu sebesar 2,93. Kesimpulan: Dari hasil tersebut menandakan bahwa secara garis besar siswa mempersepsikan baik desain interior baru Perpustakaan Griya Pustaka SMAN 1 Babakan.   Background: Some school libraries are still faced with the problem of few student visits. One of the influencing factors is the physical condition of the library room which is less attractive and uncomfortable. It is not enough for the library to provide good service or a complete collection, but also to pay attention to the library space. Purpose: This study aims to determine how students perceive the new interior design of Griya Pustaka SMAN 1 Babakan Library in terms of spatial elements, color, lighting, air circulation, and sound. Methods: This research uses quantitative method with descriptive type. Data collection techniques in this study used questionnaires, interviews, observations, and literature studies. The number of samples determined was 93 respondents. The data analysis technique in this study used descriptive statistical analysis. Results: The results showed that students' perceptions of the new interior design of the Griya Pustaka SMAN 1 Babakan Library as seen from the interior design elements in the form of spatial layout, color, lighting, air circulation, and sound obtained an average score of 3.08 which was in the satisfied category. Color is the indicator with the highest score of 3.24, while sound system is the indicator with the lowest score of 2.93. Conclusion: The results indicate that students generally perceive the new interior design of the Griya Pustaka SMAN 1 Babakan Library to be good.
Information Search Model of Geological Engineering Students of Universitas Padjajaran: an ASK (Anomalous State of Knowledge) Theory Study Silalahi, Reginawati; Wahhaj, Ikhsan Sirojul; Prijana; Rukmana, Evi Nursanti
Palimpsest: Jurnal Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol. 15 No. 2 (2024): PALIMPSEST: JURNAL ILMU INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/pjil.v15i2.64033

Abstract

Latar belakang: Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah mengubah cara orang mencari, mengakses, dan menggunakan informasi. Salah satu teori yang relevan untuk mengkaji perilaku pencarian informasi mahasiswa adalah Teori ASK (Anomalous State of Knowledge) yang diperkenalkan oleh J. Belkin pada 1985. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui Mahasiswa Teknik Geologi yang dijadikan subjek penelitian memiliki pengetahuan yang statis atau dinamis dengan melihat dari pencarian informasinya yang juga statis atau dinamis. Pencarian informasi statis diibaratkan diam, hanya seputar di topik itu saja dan terus berputar di satu topik. Pencarian informasi dinamis ditunjukan dengan berkembangnya topik atau informasi yang sedang dicari. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang mana mengumpulkan data responden sebanyak 161 responden menggunakan instrumen kuesioner dengan individu sebagai unit sampel penelitiannya. Pendekatan kuantitatif merupakan mengumpulkan data responden menggunakan instrumen kuesioner dengan individu sebagai unit penelitiannya. Kuesioner dibuat online dalam bentuk google form dan didistribusikan langsung melalui WhatsApp kepada setiap responden. Hasil: Berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan terhadap Mahasiswa Teknik Geologi mengenai perilaku pencarian informasi statis atau dinamis yang merupakan kajian teori ASK (Anomalous State of Knowledge), pengujian hipotesis yang dilakukan dengan pengujian korelasi Pearson Product Moment menggunakan software SPSS menunjukan bahwa Mahasiswa Teknik Geologi lebih dominan terhadap pencarian informasi dinamis. Kesimpulan: Pengetahuan dinamis akan berdampak pada pola pikir kritis dalam pencarian informasi dan mampu mengeksplor dan mengintegrasikan informasi yang relevan dari berbagai sumber untuk mendukung kebutuhan informasinya.   Background: The rapid development of information technology has changed the way people search, access and use information. One of the relevant theories to examine students' information seeking behavior is the ASK (Anomalous State of Knowledge) theory introduced by J. Belkin in 1985. Purpose: This study aims to determine whether Geological Engineering Students who are used as research subjects have static or dynamic knowledge by looking at their information searches which are also static or dynamic. The questionnaire was made online in the form of a Google form and distributed directly via WhatsApp to each respondent. Static information search is likened to silence, only about that topic and continues to revolve around one topic. Dynamic information search is indicated by the development of the topic or information being sought. Methods: This research uses a quantitative approach with a survey method which collects respondent data as many as 161 respondents using a questionnaire instrument with individuals as the research sample unit. The quantitative approach is to collect respondent data using a questionnaire instrument with individuals as the research unit.. Results: Based on the results of research conducted on geology students regarding static or dynamic information-seeking behavior which is a study of ASK (Anomalous State of Knowledge) theory, hypothesis testing conducted with Pearson Product Moment correlation testing using SPSS software shows that Geology Students are more dominant in dynamic information seeking. Conclusion: Dynamic knowledge will have an impact on a critical mindset in searching for information and being able to explore and integrate relevant information from various sources to support their information needs.
Analysis of Instagram Accounts based on Responses to the Pandemic in University Libraries in Indonesia Putri , Vio Zulistia; Rachman, Margareta Aulia
Palimpsest: Jurnal Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol. 15 No. 2 (2024): PALIMPSEST: JURNAL ILMU INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/pjil.v15i2.65253

Abstract

Latar belakang: Respon terhadap bencana sangat penting dalam perpustakaan perguruan tinggi, terutama di masa pandemi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akun Instagram pada tahap respon bencana di perpustakaan perguruan tinggi. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan konten analisis deskriptif dengan menganalisis akun Instagram perpustakaan perguruan tinggi terbaik di Indonesia berdasarkan Webometrics Rank 2021. Sejak 2 Maret 2020 hingga 31 Desember 2021, terdapat total 4192 unggahan dari 19 akun perpustakaan perguruan tinggi yang dianalisis. Terdapat 216 unggahan berdasarkan respon terhadap pandemi yang meliputi konten status gedung, jam masuk perpustakaan, akses dan layanan, serta proses dan prosedur. Hasil: Dapat disimpulkan bahwa akun Instagram perguruan tinggi belum memanfaatkan Instagram pada tahap respon terhadap bencana secara maksimal. Hal ini terlihat dari beberapa akun Instagram perpustakaan yang sama sekali tidak mengunggah informasi berupa video maupun gambar terkait tahap respon terhadap bencana. Namun, perpustakaan perguruan tinggi telah merespon bencana pandemi dengan memberikan informasi mengenai langkah-langkah prosedur yang diterapkan di perpustakaan untuk menjamin keselamatan pengguna. Kesimpulan: Pemahaman akan tahap respon pada bencana merupakan hal yang harus diperhatikan oleh perpustakaan perguruan tinggi. Perpustakaan perguruan tinggi dapat memaksimalkan penggunaan akun Instagram untuk melakukan promosi terkait kebijakan baru yang diterapkan pada kondisi pandemi.   Background: The response to disasters is very significant in university libraries, especially during a pandemic. Purpose: This study aims to analyze Instagram accounts at the disaster response stage in university libraries. Methods: This research was conducted using quantitative research methods with a descriptive analysis content approach by analyzing the Instagram accounts of libraries at the top universities in Indonesia based on the Webometrics Rank 2021. From March 2, 2020, to December 31, 2021, there were a total of 4.192 posts from the 19 university library accounts analyzed. There are 216 posts based on responses to the pandemic covering building status content, library entry hour, access and services, and process and procedure. Results: It can be concluded that the college's Instagram account has not utilized Instagram at the response stage at its best, and it can be seen from some of the library's Instagram accounts that did not post information in the form of video or image related to the response stage at all. However, university libraries have responded to the pandemic disaster by providing information on the procedure steps implemented in libraries to ensure users’ safety. Conclusion: Understanding the stages of disaster response is something that university libraries must pay attention to. University libraries can maximize the use of Instagram accounts to promote new policies implemented during the pandemic.
Government Strategies Using AI: A Case Study of Cultural Heritage Restoration (Soldier Photo Collection) for South Korea’s 70th Ceasefire Commemoration Maharani, Monica; Salim, Tamara Adriana
Palimpsest: Jurnal Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol. 15 No. 2 (2024): PALIMPSEST: JURNAL ILMU INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/pjil.v15i2.65265

Abstract

Latar belakang: Pelestarian dan restorasi warisan budaya sangat penting untuk menjaga narasi sejarah dan identitas budaya. Tujuan: Penelitian ini mengeksplorasi peran kecerdasan buatan (AI) dalam restorasi foto sejarah Korea Selatan, khususnya dari era Perang Korea, dengan fokus pada teknologi seperti Face Image Restoration (GFP-GAN) untuk mengonversi foto hitam-putih menjadi gambar berwarna beresolusi tinggi. Proyek ini, yang dilaksanakan oleh Universitas Sungkyunkwan dan Kementerian Patriot dan Veteran Korea Selatan, menyoroti dampak signifikan AI dalam pelestarian budaya. Peran pemerintah sangat vital dalam proyek ini, dari memilih foto bersejarah hingga memastikan akurasi historis dan penerapan teknologi yang canggih. Kerja sama antara pemerintah dan institusi akademis menunjukkan bagaimana dukungan pemerintah dapat mempercepat dan memperluas teknologi pelestarian budaya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan tinjauan pustaka yang komprehensif dalam mengumpulkan data. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI tidak hanya meningkatkan kualitas visual dan aksesibilitas gambar sejarah tetapi juga menghubungkan masa lalu dan masa kini secara lebih relevan. Studi ini menggarisbawahi potensi transformasional AI dalam pelestarian budaya dan menyerukan eksplorasi lebih lanjut tentang penerapannya dalam upaya global. Kesimpulan: Penelitian ini juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, dan lembaga swasta untuk mencapai hasil restorasi yang signifikan dan bertahan lama.   Background: Preserving and restoring cultural heritage is crucial for maintaining historical narratives and cultural identity. Purpose: This study investigates the role of artificial intelligence (AI) in the restoration of historical photographs from South Korea, particularly those from the Korean War era. It focuses on technologies such as Face Image Restoration (GFP-GAN) to convert black-and-white photos into high-resolution, colorized images. The project, conducted in collaboration with Sungkyunkwan University and the South Korean Ministry of Patriots and Veterans Affairs, highlights the significant impact of AI on cultural preservation. The government's role is essential in this project, encompassing tasks from selecting historical photographs to ensuring historical accuracy and the application of advanced technology. The partnership between government bodies and academic institutions illustrates how government support can accelerate and expand the application of preservation technologies. Methods: This research employed a qualitative methodology, using a case study approach alongside a comprehensive literature review to gather essential data. Results: The findings demonstrate that AI not only enhances the visual quality and accessibility of historical images but also creates a more meaningful connection between past and present. This study underscores the transformative potential of AI in cultural preservation and calls for further exploration of its application in global preservation efforts. Conclusion: It also emphasizes the importance of cross-sector collaboration among government, academia, and private organizations to achieve significant and enduring results in heritage restoration.